• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PANCASILA

N/A
N/A
Indah Firma

Academic year: 2024

Membagikan "MAKALAH PANCASILA"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

i

DAFTAR ISI

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Perumusan Masalah ... 2

1.3 Tujuan Makalah ... 2

1.4 Manfaat makalah ... 2

BAB II ... 3

PEMBAHASAN ... 3

A.Fungsi serta Kedudukan Pancasila bagi Bangsa Indonesia. ... 3

B. lmplementasi Nilai-Nilai Pancasila ... 8

C. Makna Pancasila Sebagai Sumber Nilai ... 10

BAB III ... 12

PENUTUP ... 12

3.1 Kesimpulan ... 12

3.2 Saran ... 12

DAFTAR PUSTAKA ... 13

(2)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia merupakan negara dengan keberagaman mulai dari suku, agama, ras, dan golongan. Sesanti Bhinneka Tunggal Ika sejatinya mencerminkan keberagaman budaya bangsa yang berada di bawah naungan negara kesatuan Republik Indonesia.Sebagai negara yang majemuk, oleh sebab itu Indonesia harus mempunyai alat pemersatu untuk menyatukan segala keberagaman yang ada dan hidup dalam masyarakat yang dengan Pancasila. Dipilihnya Pancasila sebagai dasar negara, tentunya hal ini penting untuk menjaga eksistensi bangsa Indonesia, karena di setiap sila Pancasila tentunya terdapat nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sesuai dengan kepribadian, bangsa dan negara itu sendiri. Pancasila bersifat sistematis karena Pancasila terdiri dari beberapa sila, yaitu Lima Sila dan didalam Lima Sila tersebut memiliki arti dan maknanya sendiri.

Upaya mewujudkan Pancasila dengan menjadikannya nilai nilai dasar menjadi sumber bagi penyusunan norma hukum di Indonesia. Bentuk dari nilai dasar pancasila adalah dijadikannya pancasila sebagai norma dasar bagi penyusunan norma hukum di Indonesia.

Negara Indonesia memiliki hukum nasional yang merupakan satu kesatuan sistem hukum.

Sistem hukum Indonesia itu bersumber dan berdasar pada pancasila sebagai norma dasar bernegara. Pancasila berkedudukan sebagai norma dasar atau norma fundamental negara dalam jenjang norma hukum di Indonesia. Nilai-nilai pancasila selanjutnya dijabarkan dalam berbagai peraturan perundangan yang ada. Perundang-undangan, ketetapan, keputusan, kebijaksanaan pemerintah, program-program pembangunan, dan peraturan-peraturan lain pada hakikatnya merupakan nilai instrumental sebagai penjabaran dari nilai-nilai dasar pancasila.

Kedudukan pancasila sebagai dasar negara dalam pembukaan UUD 1945 ini bersifat yuridis – konstitusional yaitu nilai pancasila sebagai norma dasar negara bersifat imperatif daklam artian mengikat dan memaksa semua yang ada didalam wilayah kekuasaan hukum negara RI untuk setia melaksanakan, mewariskan, mengmbangkan dan melestarikannya.

Pancasila sebagai dasar - dasar filosofis terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 yang merupakan kesepakatan pertama penyangga konstitusionalisme. Dengan tidak diubahnya Pembukaan UUD 1945, maka tidak berubah pula kedudukan pancasila sebagai dasar - dasar filosofis bangunan negara republik Indonesia, yang berubah adalah sistem dan institusi untuk mewujudkan cita-cita berdasarkan nilai-nilai pancasila dan perkembangan masyarakat.

(3)

2

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang akan dibahas di dalam makalah tentang “Implementasi Pancasila sebagai Sumber Hukum dalam dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat” ini adalah sebagai berikut :

1. Apa fungsi dan kedudukan pada pancasila bagi bangsa Indonesia?

2. Bagaimana ilmplementasi nilai-nilai Pancasila ? 3. Bagaimana makna Pancasila sebagai sumber nilai ? 1.3 Tujuan Makalah

Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan penulisan pada karya tulis ini adalah sebagai berikut :

1. Mengetahui apa saja fungsi dan kedudukan Pancasila di dalam negara Indonesia 2. Mengetahui bentuk penerapan nilai-nilai yang terkandung pada Pancasila

3. Mengetahui landasan dalam pembentukan nilai-nilai yang mendasari kehidupan berbangsa dan bernegara

1.4 Manfaat makalah

1. Menambah wawasan mengenai kedudukan Pancasila bagi bangsa indonesia

2. Dapat mengetahui apa saja bentuk penerapan nilai nilai dari Pancasila dalam berbagai bidang guna menjaga eksistensi bangsa indonesia

3. Agar dapat menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara 4. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Pancasila

(4)

3

BAB II PEMBAHASAN

A. Fungsi serta Kedudukan Pancasila bagi Bangsa Indonesia.

1. Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa

Pandangan hidup merupakan persepsi atau pandangan mendasar seseorang terhadap dirinya dan dirinya sendiri. Pandangan hidup berarti suatu pendapat atau renungan yang dijadikan pedoman, pedoman, petunjuk, pedoman hidup di dunia. Pendapat-pendapat atau pertimbangan- pertimbangan tersebut merupakan hasil pemikiran masyarakat berdasarkan pengalaman sejarah berdasarkan masa dan lingkungan di mana ia hidup.

Pandangan hidup tidak lahir secara tiba-tiba atau dalam waktu yang singkat, melainkan dalam jangka waktu yang lama dan dalam suatu proses yang berkesinambungan, sehingga hasil pemikiran tersebut diuji dalam kenyataan, diterima oleh akal dan diakui kebenarannya. Dan atas dasar tersebut manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang dapat disebut sebagai pandangan hidup.

Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia. Sebagaimana yang ditujukan dalam ketetapan MPR No. II/MPR/1979, maka Pancasila itu adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, pandangan hidup bangsa Indonesia dan dasar negara kita. Setiap bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas arah serta tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan nilai- nilai luhur yang dijunjung sebagai pandangan / filsafat hidup.

Dalam pergaulan hidup terkandung konsep dasar kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa, terkandung pikiran - pikiran yang terdalam dan gagasan suatu bangsa mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik. Dengan demikian, pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia juga harus berdasarkan pada Bhineka Tunggal Ika yang merupakan asas pemersatu bangsa sehingga tidak boleh mematikan keanekaragaman. (Misbah Ulmunir,2006,hal 11)

Hakekat Bhineka Tunggal Ika sebagai perumusan dalam salah satu penjabaran arti dan makna Pancasila menurut Notonegoro adalah bahwa perbedaan itu adalah kodrat bawaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, namun perbedaan itu bukan untuk dipertentangkan dan diperuncingkan melainkan perbedaan itu untuk dipersatukan, disintesakan dalam suatu sintesa yang positif dalam suatu negara kebersamaan, negara persatuan indonesia.

(5)

4

2. Pancasila Sebagai Dasar Negara

Dasar negara adalah landasan kehidupan berbangsa dan bernegara yang keberadaannya wajib dimiliki oleh setiap negara dalam setiap detail kehidupannya. Dasar negara bagi suatu negara merupakan suatu dasar untuk mengatur semua penyelenggaraan yang terbentuk dalam sebuah negara.

Negara yang tidak mempunyai dasar negara berarti negara tidak mempunyai pedoman dalam menyelenggarakan kehidupan bernegara, sehingga negara tidak mempunyai arah dan tujuan yang jelas, sehingga mendorong timbulnya kekacauan. Landasan negara sebagai pedoman hidup bernegara meliputi norma-norma bernegara, cita-cita bernegara, dan tujuan bernegara.

Istilah ground state terdiri dari dua kata yaitu ground dan state.

Sebagai suatu konsep tentang norma-norma hukum yang tertinggi atau sumber dari segala sumber hukum dalam suatu negara, yang intinya merupakan seperangkat nilai-nilai yang lengkap dan mendalam sebagai unsur fundamental yang kokoh dan kuat yang timbul dari pandangan hidup dan cerminan dari peradaban, kebudayaan, keluhuran budi dan kepribadian tumbuh dalam sejarah perkembangan negara dan diterima di seluruh lapisan masyarakat.

Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum atau sebagai sumber tertib hukum dapat dijabarkannya suatu sistem dalam sturktur fungsi pancasila sebagai: Pancasila sebagai dasar negara adalah merupakan sumber dari segala sumber hukum (sumber tertib hukum) Indonesia.

1) Pancasila merupakan asas kerohanian tertib hukum Indonesia yang dalam pembukaan UUD 1945 dijabarkan dalam empat pokok pikiran.

2) Mewujudkan cita-cita sebagai dasar hukum yang tertulis maupun tidak tertulis.

3) Pancasila mengandung norma yang mengharuskan UUD 1945 dengan isi yang mewajibkan pemerintah dan penyelenggara negara yang lain termasuk para penyelenggara partai dan golongan fungsional memegang teguh cita-cita rakyat yang bermoral luhur.

4) Pancasila sebagi sumber semangat kebangsaan bagi UUD 1945, penyelenggara negara, pelaksana pemerintah, termasuk penyelenggara parati dan golongan fungsional.

(6)

5

3. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia

Ideologi berasal dari kata 'idea' = gagasan, konsep, pengertian dasar, cita- cita. 'logos' ilmu. Kata idea berasal dari kata bahasa Yunani 'eidos'-bentuk. 'Idein'= melihat. Secara harfiah, Ideologi adalah ilmu pengetahuan tentang ide-ide (the science of ideas), atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar.

Pengertian 'ideologi' secara umum adalah kumpulan gagasan-gagasan, ide-ide, keyakinan - keyakinan, kepercayaan kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis, yang menyangkut dan mengatur tingkah laku sekelompok manusia tertentu dalam berbagai bidang kehidupan yang menyangkut bidang politik (termasuk bidang pertahanan dan keamanan), bidang sosial, bidang kebudayaan, dan bidang keagamaan.

Di dalam Pancasila telah tertuang cita-cita, ide-ide, gagasan-gagasan yang ingin dicapai bangsa Indonesia. Oleh karena itu Pancasila dijadikan Ideologi Bangsa dikenal 2 (dua) Ideologi, yaitu:

A. Ideologi Terbuka dan Ideologi Tertutup

Ideologi Terbuka merupakan suatu sistem pemikiran terbuka sedangkan ideologi tertutup merupakan suatu sistem pemikiran tertutup.

Ciri khas Ideologi tertutup:

1) Ideologi itu bukan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat, melainkan cita-cita satu kelompok orang yang mendasari suatu program untuk mengubah dan membaharui masyarakat. Hal ini berarti demi ideologi masyarakat harus berkorban untuk menilai kepercayaan ideologi dan kesetiaannya sebagai warga masyarakat.

2) Isinya bukan hanya berupa nilai-nilai dan cita-cita tertentu melainkan terdiri dari tuntutan- tuntutan konkret dan operasional yang keras. Jadi ideologi tertutup bersifat totaliter dan menyangkut segala segi kehidupan.

Ciri khas ideologi terbuka:

a. Nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari suatu kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat itu sendiri.

b. Dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang, melainkan hasil musyawarah.

c. Tidak diciptakan oleh negara melainkan digali dan ditemukan masyarakat itu sendiri.

d. Isinya tidak operasional. Menjadi operasional ketika sudah dijabarkan ke dalam perangkat peraturan perundangan.

(7)

6

Jadi ideologi terbuka adalah milik seluruh rakyat dan masyarakat dalam menemukan dirinya, kepribadiannya di dalam ideologi tersebut.

B. Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila sebagai ideologi terbuka maksudnya adalah Pancasila bersifat aktual, dinamis, antisipatif dan senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Sebagai suatu ideologi terbuka, Pancasila memiliki dimensi:

1. Dimensi idealistis, yaitu nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pancasila yang bersifat sistematis dan rasional yaitu hakikat nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila.

2. Dimensi normatif, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila perlu dijabarkan dalam suatu sistem norma, sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945.

3. Dimensi realistis, harus mampu mencerminkan realitas yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Oleh karena itu Pancasila harus dijabarkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga bersifat realistis artinya mampu dijabarkan dalam kehidupan nyata dalam berbagai bidang.

Keterbukaan Pancasila dibuktikan dengan keterbukaan dalam menerima budaya asing masuk ke Indonesia selama budaya asing itu tidak melanggar nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila. Misalnya masuknya budaya India, Islam, barat dan sebagainya.

4. Pancasila Dalam Sistem Hukum Indonesia

Sistem hukum di Indonesia membentuk tata urutan peraturan perundang- undangan. Tata urutan peraturan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam ketetapan MPR No.

III/MPR/2000 tentang sumber hukum dan tata urutan perundang-undangan sebagai berikut:

a. Undang-Undang Dasar 1945

b. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia c. Undang-undang

d. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) e. Peraturan Pemerintah

f. Keputusan Presiden g. Peraturan Daerah

(8)

7

Dalam Undang-Undang No. 10 Tahun 2004 tentang pembentukan Peraturan perundang- undangan juga menyebutkan adanya jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan sebagai berikut:

a. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

b. Undang-undang/peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perpu) c. Peraturan Pemerintah

d. Peraturan Presiden e. Peraturan Daerah

Berdasarkan ketentuan GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara), tujuan pembangunan adalah mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Menurut GBHN Tahun 1993, sistem hukum nasional adalah sistem hukum yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Di dalam GBHN 1993 disebutkan bahwa:

"Pembangunan Hukum diarahkan pada makin terwujudnya sistem hukum nasional yang bersumber pada Pancasila dan UUD 1945 yang mencakup pembangunan ateri hukum, aparatur hukum serta sarana dan prasarana hukum dalam rangka pembangunan Negara hukum untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan tentram. Pembangunan hukum dilaksanakan melalui pembaharuan hukum dengan tetap memperhatikan kemajemukan tatanan hukum yang berlaku yang mencakup upaya untuk meningkatkan kesdaran hukum, kepastian hukum, perlindungan hukum yang berintikan keadilan dan kebenaran, ...."

Pembangunan hukum diharapkan terwujudnya sistem hukum nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 menggantikan sistem hukum dari masa Hindia Belanda karena masih banyak peraturan dari masa itu yang masih berlaku setelah Indonesia mencapai kemerdekaannya.

(9)

8

B. lmplementasi Nilai-Nilai Pancasila

Menurut Wahyu, W (2015) Nilai-nilai pancasila bersifat fundamental, mutlak, universal dan abadi dan nilai-nilai yang merupakan berasal dari luhur budaya masyarakat yang tersebar di seluruh nusantara. Nilai-nilai pancasila sebelum Negara terbentuk dasarnya terdapat fragmentaris kebudayaan yang tersebar di seluruh Indonesia baik pada abad ke dua atau pada sebelumnya, masyarakat Indonesia telah mendapatkan kesempatan untuk berkulturasi dengan beberapa budaya lain. Nilai-nilai dari pancasila ini perlu diimplementasikan dalam berbagai bidang demi menjaga eksistensi bangsa Indonesia diantaranya:

1. Implementasi Pancasila dalam Bidang Politik

Pembangunan bidang politik harus didasarkan pada landasan ontologis manusia, yang didasarkan pada kenyataan obyektif bahwa manusia adalah bagian dari subyek negara, sehingga kehidupan politik memang harus dilakukan atas nama harkat dan martabat manusia. . Pembangunan politik negara dalam proses reformasi harus dilandasi oleh moralitas, seperti nilai-nilai yang terkandung dalam sila Pancasila, sehingga banyak kebijakan yang selalu menghalalkan cara untuk mencapai hasil harus segera dihentikan.

Dalam ranah politik ini, Pancasila dapat menerapkan nilai-nilai seperti saling menghormati dan menghormati pilihan setiap orang, aktif dan berpartisipasi dalam proses pemilihan pemimpin baik desa maupun negara, serta menyebarkan isu-isu tentang lawan politik.

penipuan atau berita palsu.

2. Implementasi Pancasila dalam Bidang Ekonomi

Kebijakan ekonomi di Indonesia harus berdasar dan mengacu pada Pancasila dan UUD 1945. Menurut Huriah, R (2013) keberhasilan dari suatu bangsa dapat dilihat dari sumberdaya ekonomi masyarakatnya. Asas ketuhanan yang Maha Esa merupakan dasar moral dari perilaku ekonomi manusia di Indonesia, kebijakan yang dibuat oleh pemerintah mencakup sila ketuhanan yang Maha Esa yakni mempertimbangkan moral serta sifat-sifat sistem moral ekonomi Indonesia itu memang telah melandasi atau menjadi pedoman perilaku ekonomi dalam masyarakat.

Ada beberapa ungkapan kuat dalam ilmu ekonomi yang menyatakan bahwa pembangunan ekonomi mengarah pada persaingan bebas dan jarang mengutamakan moralitas manusia.

Pembangunan ekonomi demi kesejahteraan umat manusia dan seluruh rakyat Indonesia, sehingga sistem perekonomian Indonesia merupakan landasan kekeluargaan seluruh rakyat Indonesia. Secara finansial, Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara

(10)

9

yang sederhana, misalnya berkoperasi, selalu membeli dan menggunakan produksi lokal (dalam negeri), kerjasama ekspor-impor.

3. Implementasi Pancasila dalam Bidang Pertahanan dan Keamanan

Pertahanan adalah upaya untuk melindungi kedaulatan negara, keutuhan kesatuan NKRI, dan keamanan seluruh rakyat Indonesia dari berbagai ancaman dan gangguan yang ditujukan terhadap keutuhan bangsa dan negara Indonesia. Dalam bidang pertahanan dan keamanan merupakan kewajiban warga negara, hal ini berkaitan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam sila ketiga yaitu persatuan dan kesatuan Indonesia. Sebagai warga Negara hendaknya memiliki tanggung jawab untuk melakukan pertahanan dan keamanan kepada negaranya. Penerapannya dengan cara melakukan aksi bela Negara. Bangsa Indonesia berhak dan wajib membela serta mempertahankan kemerdekaan sesuai dengan pembukaan UUD 1945 yakni meliputi segenap rakyat Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Adanya prinsip pertahanan bangsa Indonesia untuk menentang segala bentuk penjajahan yang menganut politik bebas aktif, bentuk pertahanan Negara bersifat semesta serta pertahanan Negara disusun atas dasar prinsip demokrasi HAM.

4. Implementasi Pancasila dalam Bidang Sosial Budaya

Pengembangan sosial budaya pada masa ini perlu mengangkat nilai-nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai dasar Negara yakni nilai-nilai pancasila itu sendiri. Pada prinsipnya pancasila bersifat humanistic yang berarti pancasila berdasar pada nilai yang sumbernya berasal dari harkat dan martabat manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya. Hal tersebut dapat diimplementasikan dengan cara saling menjaga dan menghargai juga mempelajari budaya antar daerah yang terdapat di Indonesia.

5. Implementasi Pancasila dalam Bidang Pendidikan

Pada dunia pendidikan menerapkan nilai-nilai pancasila dapat dilaksanakan pada momen tertentu yang tepat. Seperti pada peringatan sumpah pemuda, hari kemerdekaan, hari pahlawan, dan hari-hari besar lainnya. Hal ini dapat mendorong siswa untuk belajar dengan bersungguh- sungguh agar dapat mengharumkan dan membanggakan negeri tercinta kelak. Hal ini juga dapat menanamkan kecintaan siswa kepada: negaranya sendiri serta bangga menjadi anak Indonesia.

Ade, L. P. dkk (2020).

(11)

10

C. Makna Pancasila Sebagai Sumber Nilai 1. Makna Nilai dalam Pancasila

a) Nilai Ketuhanan Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa

Pada sila pertama ini menjadi sumber yang paling mendasar sebagai nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia Segala macam Seluruh Rakyat Indonesia" aspek penyelenggaraan negara harus memuat nilai-nilai yang berasal dari Tuhan (Wahyuningsih, 2014). Nilai ketuhanan juga memilik arti adanya pengakuan akan kebebasan untuk memeluk agama, menghormati kemerdekaan beragama, tidak ada paksaan serta tidak berlaku diskriminatif antarumat beragama.

b) Nilai Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab

Mengandung arti kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya.

c) Nilai Persatuan Indonesia

Mengandung makna usaha ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persatuan Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa indonesia.

d) Nilai Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/

Perwakilan

Di dalam pemerintahan indonesia menganut paham demokrasi oleh sebab itu, sistem pemerintahan ini ialah pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan.

e) Nilai Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Mengandung makna sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia Yang Adil dan Makmur secara lahiriah atauun batiniah. Dimana keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia memiliki arti bahwa setiap orang berhak mendapatkan perlakuan yang adil, baik dalam bidang politik, hukum, ekonomi, sosial maupun kebudayaan.

(12)

11

2. Nilai Pancasila Sebagai Sumber Norma Hukum

Upaya mewujudkan Pancasila sebagai sumber nilai adalah dijadikannya nilai nilai dasar menjadi sumber bagi penyusunan aturan hukum di Indonesia. Menganut nilai-nilai inti Pancasila adalah menjadikan Pancasila sebagai standar dasar penyusunan standar peraturan perundang-undangan Indonesia. Indonesia mempunyai hukum nasional yang merupakan suatu kesatuan sistem hukum. Sistem hukum Indonesia bersumber dan berlandaskan Pancasila sebagai norma dasar negara.

Pancasila berkedudukan sebagai grundnorm (norma dasar) atau staatfundamentalnorm (norma fundamental negara) dalam jenjang norma hukum di Indonesia. Nilai nilai pancasila selanjutnya dijabarkan dalam berbagai peraturan perundangam yang ada. Perundang- undangan, ketetapan, keputusan, kebijaksanaan pemerintah, program-program pembangunan, dan peraturan-peraturan lain pada hakikatnya merupakan nilai instrumental sebagai penjabaran dari nilai-nilai dasar pancasila.

3. Nilai Pancasila menjadi Sumber Norma Etik

Upaya lain untuk mewujudkan Pancasila sebagai sumber nilai adalah dengan menjadikan nilai-nilai dasar Pancasila sebagai sumber pembentukan pembentukan norma etik (norma moral) dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai pancasila adalah nilai moral. Oleh karena itu, nilai pancasila juga dapat diwujudkan kedalam norma-norma moral (etik). Norma - norma etik tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam bersikap dan bertingkah laku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bangsa Indonesia kini telah berhasil merumuskan norma-norma etik menjadi pedoman dalam bersikap dan bertingkah laku. Norma - norma etik tersebut bersumber pada pancasila sebagai nilai budaya bangsa. Rumusan norma etik tersebut tercantum dalam ketetapan MPR No. VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa, Bernegara, dan Bermasyarakat.

Ketetapan MPR No. VI/MPR/2001 tentang etika Kehidupan Berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat merupakan penjabaran nilai-nilai pancasila sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertingkah laku yang merupakan cerminan dari nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan yang sudah mengakar dalam kehidupan bermasyarakat.

(13)

12

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kedudukan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara dalam sistem hukum Indonesia yang memberikan arah dan jiwa serta menjadi norma-norma dalam pasal pasal UUD 1945 sehingga pancasila dijadikan nilai dasar bagi penyusunan norma hukum di Indonesia. Fungsi Pancasila dalam sistem hukum Indonesia tercermin dalam lima sila yang terkandung dalam Pancasila, dimana hal tersebut tercermin dalam kehidupan bermasyarakat untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang sejalan dengan cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia. Pancasila mempunyai kebenaran sehingga dapat mempersatukan bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mempunyai makna dan makna tersendiri. Penerapan Pancasila untuk melestarikan eksistensi bangsa Indonesia sangatlah penting karena Pancasila adalah dasar negara dan pedoman hidup bangsa Indonesia. Upaya dan perubahan penerapan nilai-nilai Pancasila untuk menjaga aksesibilitas dan kredibilitas Pancasila di kalangan warga negara dan masyarakat Indonesia.

3.2

Saran

Karena Pancasila merupakan pedoman hidup masyarakat, maka sikap masyarakat Indonesia hendaknya menunjukkan sikap saling menghormati dan toleransi sebagai perwujudan dari lima sila yang terkandung dalam Pancasila. Penggabungan sikap masyarakat Indonesia dalam pelaksanaan undang-undang merupakan sikap yang tidak menunjukkan pilih kasih dan menghindari diskriminasi. sehingga perlindungan hukum dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(14)

13

DAFTAR PUSTAKA

➢ Ilhami Bisri. 2008. Sistem Hukum Indonesia: Prinsip-Prinsip Dan Implementasi Hukum Dilndonesia, PT. Rajawali Pers, Jakarta.

➢ Titon Slamat Kurnia. 2009. Pengantar Sistem Hukum Indonesia, Alumni Bandung, Indonesia, Undang-Undang Dasar 1945

➢ Mulyanto. 2004. Pancasila Dasar Negara. UGM, Dan Jati Diri Bangsa, Edisi ke-1, Cetakan ke-1, PT. Ghalia, Bandung.

➢ Ade, L. P. dkk. 2020. Implementasi Pancasila dalam Pembangunan dibidang Pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Pembelajran Dasar

➢ Wahyuningsih, S. E. 2014. Urgensi Pembaharuan Hukum Pidana Materiel Indonesia Berdasarkan Nilai–Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Jurnal Pembaharuan Hukum, 1(1), 17-23

➢ Huriah, R. 2013. Nilai-nilai dalam Pendidikan Karakter Bangsa yang Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. E-Journal WIDYA Non-Ekstra, 1 (1).

Referensi

Dokumen terkait

Nilai-nilai dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa belum termuat dalam asas materi muatan pembentukan peraturan perundang-undangan. Kata Kunci: Pancasila, Norma Dasar, Sumber Hukum,

Peran nilai-nilai dalam setiap sila dalam Pancasila adalah sebagai berikut. 1) Sila Ketuhanan Yang Maha Esa: melengkapi ilmu pengetahuan menciptakan perimbangan antara

yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, ...” yang tidak. lain adalah sila

Nilai-nilai dasar Pancasila adalah sila-sila Pancasila yang terkandung dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa,

Kesatuan sila-sila pancasila yang memiliki susunan hierarkis pyramidal ini maka sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi basis dari sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab,

Yang ingin diwujudkan dan dikembangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila adalah adanya sikap saling menghormati, menghargai, toleransi, serta terjalinnya

Hasil penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah makna Pancasila sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” menurut perspektif Islam adalah tauhid yaitu Tuhan

Bagi bangsa Indonesia hal tersebut terdapat dalam Pancasila dimana sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan nilai inti dan nilai sumber.69 Dilihat dari asal mula bahan, sebagai