• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PENDEKATAN BEHAVIORAL DAN PENDEKATAN RATIONAL EMOTIVE BEHAVIORAL THERAPY

N/A
N/A
NIKKI ISYA HAP SARII 123

Academic year: 2024

Membagikan "MAKALAH PENDEKATAN BEHAVIORAL DAN PENDEKATAN RATIONAL EMOTIVE BEHAVIORAL THERAPY "

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

PENDEKATAN BEHAVIORAL DAN PENDEKATAN RATIONAL EMOTIVE BEHAVIORAL THERAPY

Dosen pemgampu:

Fajar Wahyu Prasetyo, M.Pd.

Disusun oleh:

Dhika Findha Mustika (238620100241) Nikki Isya Hapsari (238620100281)

Nurma Yunita (238620100151)

PROGAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

(2)

KATA PENGANTAR

(3)

DAFTAR ISI

COVER

KATA PENGANTAR...ii

DAFTAR ISI

...iii

BAB I PENDAHULUAN ...1

A.Latar Belakang

masalah ...1

B.Rumusan masalah ...2 C.Tujuan

masalah...2

BAB II

PEMBAHASAN ...3 A …...3

B.Manfaat inventori tugas

perkembangan...5

C.Kelebihan dan kekurangan

ITP...6

D.Peran dan fungsi

Konselor...6

E.Langkah-langkah pengadministrasian ITP...7 F.Langkah-langkah Pengolahan Dan Analisis...8

(4)

BAB III PENUTUP ...7 A.Kesimpulan ...1 0

B.Kirtik dan

saran ...10 DAFTAR

PUSTAKA ...11

BAB I

PENDAHULUAN A. Latar belakang

Pendekatan Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) adalah pendekatan behavior kognitif yang menekankan pada keterkaitan antara perasaan, tingkah laku, dan pikiran.

Pendekatan Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) dikembangkan oleh Albert Ellis melalui beberapa tahapan. Pandangan dasar pendekatan ini tentang manusia adalah bahwa individu memiliki tendensi untuk berpikir irrasional yang salah satunya didapat melalui belajar sosial. Di samping itu, individu juga memiliki kapasitas untuk belajar kembali untuk berpikir rasional. Pendekatan ini bertujuan untuk mengajak individu untuk mengubah pikiran-pikiran irasionalnya ke pikiran yang rasional melalui teori ABC.

Ketika dikembangkan

untuk pertama kalinya

(5)

pada 1955, Albert Ellis

menyebut

pendekatannya dengan rational therapy (RT)

(terapi rasional). Pada 1961,

ia mengubah namanya menjadi rational

emotive therapy (RET) (terapi rasional

emotif). Pada 1993,

Ellis mengubah lagi

nama-nya menjadi

(6)

Behavior Therapy

(REBT) (terapi perilaku rasional emotif). Yang dimaksud Ellis

dengan “rasional” adalah kognisi yang efektif

dalam membantu diri daripada kognisi

yang sekedar valid

secara empiris maupun logis. Ia berharap bahwa dirinya telah

menggunakan kata

kognitif sejak awal

(7)

karena banyak orang

membatasi secara sempit kata rasional yang

mengandun

Ketika dikembangkan untuk pertama kalinya pada 1955, Albert

Ellis

menyebut

pendekatannya dengan rational therapy (RT)

(terapi rasional). Pada 1961,

ia mengubah namanya

(8)

emotive therapy (RET) (terapi rasional

emotif). Pada 1993, Ellis mengubah lagi nama-nya menjadi Rational Emotive

Behavior Therapy

(REBT) (terapi perilaku rasional emotif). Yang dimaksud Ellis

dengan “rasional” adalah kognisi yang efektif

dalam membantu diri

daripada kognisi

(9)

yang sekedar valid

secara empiris maupun logis. Ia berharap bahwa dirinya telah

menggunakan kata kognitif sejak awal

karena banyak orang

membatasi secara sempit kata rasional yang

mengandun

Ketika dikembangkan untuk pertama kalinya pada 1955, Albert

Ellis

(10)

menyebut

pendekatannya dengan rational therapy (RT)

(terapi rasional). Pada 1961,

ia mengubah namanya menjadi rational

emotive therapy (RET) (terapi rasional

emotif). Pada 1993, Ellis mengubah lagi nama-nya menjadi Rational Emotive

Behavior Therapy

(REBT) (terapi perilaku

(11)

rasional emotif). Yang dimaksud Ellis

dengan “rasional” adalah kognisi yang efektif

dalam membantu diri daripada kognisi

yang sekedar valid

secara empiris maupun logis. Ia berharap bahwa dirinya telah

menggunakan kata kognitif sejak awal

karena banyak orang

membatasi secara sempit

(12)

kata rasional yang mengandun

Ketika dikembangkan untuk pertama kalinya pada 1955, Albert

Ellis

menyebut

pendekatannya dengan rational therapy (RT)

(terapi rasional). Pada 1961,

ia mengubah namanya menjadi rational

emotive therapy (RET)

(terapi rasional

(13)

emotif). Pada 1993, Ellis mengubah lagi nama-nya menjadi Rational Emotive

Behavior Therapy

(REBT) (terapi perilaku rasional emotif). Yang dimaksud Ellis

dengan “rasional” adalah kognisi yang efektif

dalam membantu diri daripada kognisi

yang sekedar valid

secara empiris maupun

(14)

logis. Ia berharap bahwa dirinya telah

menggunakan kata kognitif sejak awal

karena banyak orang

membatasi secara sempit kata rasional yang

mengandun

Ketika dikembangkan untuk pertama kalinya pada 1955, Albert

Ellis

menyebut

pendekatannya dengan

rational therapy (RT)

(15)

(terapi rasional). Pada 1961,

ia mengubah namanya menjadi rational

emotive therapy (RET) (terapi rasional

emotif). Pada 1993, Ellis mengubah lagi nama-nya menjadi Rational Emotive

Behavior Therapy

(REBT) (terapi perilaku

rasional emotif). Yang

dimaksud Ellis

(16)

dengan “rasional” adalah kognisi yang efektif

dalam membantu diri daripada kognisi

yang sekedar valid

secara empiris maupun logis. Ia berharap bahwa dirinya telah

menggunakan kata kognitif sejak awal

karena banyak orang

membatasi secara sempit kata rasional yang

mengandun

(17)

Ketika dikembangkan untuk pertama kalinya pada 1955, Albert

Ellis

menyebut

pendekatannya dengan rational therapy (RT)

(terapi rasional). Pada 1961,

ia mengubah namanya menjadi rational

emotive therapy (RET) (terapi rasional

emotif). Pada 1993,

(18)

nama-nya menjadi Rational Emotive

Behavior Therapy

(REBT) (terapi perilaku rasional emotif). Yang dimaksud Ellis

dengan “rasional” adalah kognisi yang efektif

dalam membantu diri daripada kognisi

yang sekedar valid

secara empiris maupun

logis. Ia berharap bahwa

dirinya telah

(19)

menggunakan kata kognitif sejak awal

karena banyak orang

membatasi secara sempit kata rasional yang

mengandun

Ketika dikembangkan untuk pertama kalinya pada 1955, Albert

Ellis

menyebut

pendekatannya dengan rational therapy (RT)

(terapi rasional). Pada

(20)

ia mengubah namanya menjadi rational

emotive therapy (RET) (terapi rasional

emotif). Pada 1993, Ellis mengubah lagi nama-nya menjadi Rational Emotive

Behavior Therapy

(REBT) (terapi perilaku rasional emotif). Yang dimaksud Ellis

dengan “rasional” adalah

kognisi yang efektif

(21)

dalam membantu diri daripada kognisi

yang sekedar valid

secara empiris maupun logis. Ia berharap bahwa dirinya telah

menggunakan kata kognitif sejak awal

karena banyak orang

membatasi secara sempit kata rasional yang

mengandun

Ketika dikembangkan

untuk pertama kalinya

(22)

pada 1955, Albert Ellis

menyebut

pendekatannya dengan rational therapy (RT)

(terapi rasional). Pada 1961,

ia mengubah namanya menjadi rational

emotive therapy (RET) (terapi rasional

emotif). Pada 1993,

Ellis mengubah lagi

nama-nya menjadi

Rational Emotive

(23)

Behavior Therapy

(REBT) (terapi perilaku rasional emotif). Yang dimaksud Ellis

dengan “rasional” adalah kognisi yang efektif

dalam membantu diri daripada kognisi

yang sekedar valid

secara empiris maupun logis. Ia berharap bahwa dirinya telah

menggunakan kata

kognitif sejak awal

(24)

karena banyak orang

membatasi secara sempit kata rasional yang

mengandun

Ketika dikembangkan untuk pertama kalinya pada 1955, Albert

Ellis

menyebut

pendekatannya dengan rational therapy (RT)

(terapi rasional). Pada 1961,

ia mengubah namanya

menjadi rational

(25)

emotive therapy (RET) (terapi rasional

emotif). Pada 1993, Ellis mengubah lagi nama-nya menjadi Rational Emotive

Behavior Therapy

(REBT) (terapi perilaku rasional emotif). Yang dimaksud Ellis

dengan “rasional” adalah kognisi yang efektif

dalam membantu diri

daripada kognisi

(26)

yang sekedar valid

secara empiris maupun logis. Ia berharap bahwa dirinya telah

menggunakan kata kognitif sejak awal

karena banyak orang

membatasi secara sempit kata rasional yang

mengandun

Ketika dikembangkan untuk pertama kalinya pada 1955, Albert

Ellis

(27)

menyebut

pendekatannya dengan rational therapy (RT)

(terapi rasional). Pada 1961,

ia mengubah namanya menjadi rational

emotive therapy (RET) (terapi rasional

emotif). Pada 1993, Ellis mengubah lagi nama-nya menjadi Rational Emotive

Behavior Therapy

(28)

rasional emotif). Yang dimaksud Ellis

dengan “rasional” adalah kognisi yang efektif

dalam membantu diri daripada kognisi

yang sekedar valid

secara empiris maupun logis. Ia berharap bahwa dirinya telah

menggunakan kata kognitif sejak awal

karena banyak orang

membatasi secara sempit

(29)

kata rasional yang mengandun

Ketika dikembangkan untuk pertama kalinya pada 1955, Albert Ellis menyebut pendekatannya dengan rational therapy (RT) (terapi rasional). Pada 1961,ia mengubah namanya menjadi rational emotive therapy (RET) (terapi rasional emotif). Pada 1993, Ellis mengubah lagi nama-nya menjadi Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) (terapi perilaku rasional emotif). Yang dimaksud Ellis dengan “rasional” adalah kognisi yang efektif dalam membantu diri daripada kognisi yang sekedar valid secara empiris maupun logis.Ia berharap bahwa dirinya telah menggunakan kata kognitif sejak awal karena banyak orang membatasi secara sempit kata rasional yang mengandung maksud intelektual atau logis- empris.

berdasarkan atas asumsi bahwa proses pengembangan resiliensi melibatkan kinerja dari aspek kognitif, emosi dan perilaku dalam diri individu, sehingga konseling Rational Emotive Behavior Therapy dan teori ABC di dalamnya dianggap tepat.

Tingkat resiliensi yang rendah dalam diri individu akan menyebabkan kerentanan terhadap berbagai jenis faktor resiko, kerentanan tersebut akan memunculkan perasaan dan perilaku yang disfungsional atau merusak diri. Perasaan dan perilaku disfungsional sangat berkorelasi dengan keyakinan irrasional‟ (irrational beliefs).

sebuah kekuatan kepada mahasiswa untuk melawan kesulitan-kesulitan atau tantangan-tantangan mahasiswa untuk meraih prestasi akademik. Didukung oleh penelitian Cahyo (2015) dengan memiliki resiliensi tinggi, menganggap bahwa kegagalan tersebut merupakan batu loncatan untuk memperbaiki diri agar bisa mengejar impian. Namun, mahasiswa dengan resiliensi rendah sangat mungkin untuk tidak mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi terhadap perubahan, tuntutan dalam perkuliahan, dan kekecewaan yang muncul dalam kehidupan.

(30)

tidak mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi, sehingga menyerah dan tidak memiliki tujuan hidup yang jelas.

Mahasiswa yang memiliki resiliensi rendah adalah mahasiswa psikologi berinisial FDP ditangani dengan teknik konseling REBT yaitu 7 dispute cognitive dengan cara mengubah keyakinan irrasional menjadi keyakinan rasional agar individu menjadi agen aktif lingkungan yang mampu menghadapi kesulitan hidup dan berbagai peristiwa katastropis. Ellis & Grieger dalam Huchinson dan Chapman (2010:9) berpikir rasional berarti berpikir ilmiah, jelas dan fleksibel yang dapat membantu pencapaian tujuan dalam hidup.

Ellis & Harper dalam Huchinson dan Chapman (2010:4) Konseling Rational Emotive Behavior Therapy mengajari individu tentang bagaimana menghilangkan keyakinan irasional dan menggantinya dengan keyakinan rasional untuk mengubah perasaan dan perilaku individu menjadi lebih baik dan lebih fungsional.

Berdasarkan pengertian di atas, penulis mengemukakan yang dimaksud dengan Konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) di sini adalah proses pemberian bantuan oleh konselor kepada konseli untuk mengubah pemikiran konseli dari irrasional menjadi rasional, supaya konseli dapat menyadari bahwa dirinya mampu hidup dengan lebih rasional dan produktif.

B. Rumusan masalah

1. Apa yang dimaksud dengan pendekatan REBT?

2. Apa peran keyakinan irasional dalam mempengaruhi emosi dan perilaku individu dalam konteks REBT?

(31)

3. Bagaimana perbandingan efektivitas antara pendekatan Behavioral dan REBT dalam mengatasi masalah tertentu?

4. Apal akah perbandingan efektivitas kedua pendekatan tersebut dalam mengatasi berbagai jenis masalah psikologis?

C. Tujuan masalah

1. Untuk mengetahui apa itu Rational Emotive Behavior Therapy.

2. Untuk mengubah pikiran dan keyakinan irasional.

3. Dapat membantu individu mencapai perubahan positif dalam perilaku dan pola pikir mereka.

4. Memahami prinsip-prinsip dasar dari pendekatan Behavioral dan REBT.

BAB II

(32)

Menurut Gerald Corey terapi rasional emotif behaviour theraphy adalah pemecahan masalah yang fokus pada aspek berpikir, menilai, memutuskan, direktif tanpa lebih banyak berurusan dengan dimensi-dimensi pikiran ketimbang dengan dimensi-dimensi perasaan (Corey, 2012:

189). Rasional Emotif Behavior Therapy (REBT) pada masanya berbeda dari terapi utama lainnya, terutama dalam hal pentingnya membahas menempatkan dan mengadaptasi bagaimana klien berpikir (Ackerman, 2017). Albert Ellis menyebutnya "Rasional Terapi”. Ellis melakukannya karena ingin menekankan masalah emosi didasarkan pada pemikiran irasional dan bahwa jika kita mengatasi masalah ini secara efektif, kita perlu mengubah pemikiran tersebut pada pemikiran rasionalnya (Ellis, 1958: 35-49).

REBT diciptakan oleh Albert Ellis pada tahun 1955, REBT berpendapat bahwa dalam menghadapi kesulitan (seperti kehilangan pekerjaan), bukan situasi itu sendiri yang menyebabkan disfungsional emosi seperti depresi, tetapi keyakinan tentang situasi (Ellis &

Dryden, 1997). Secara khusus, REBT menunjukkan bahwa emosi disfungsional yang tidak sehat (seperti emosi kecemasan), dan perilaku maladaptif terkait (misalnya, penarikan diri), berasal dari keyakinan irasional. Sebaliknya, emosi fungsional yang sehat (missal; sepertikekhawatiran), dan perilaku adaptasi terkait (misalnya, ketegasan), berasal dari keyakinan rasional (Ellis &

Dryden, 1997).

Dalam REBT ada empat jenis keyakinan irasional, satu primer (tuntutan) dan tiga sekunder (ketakutan, toleransi rendah, frustrasi, depresiasi diri); kepercayaan sekunder berasal dari keyakinan utama. Secara paralel, ada juga empat jenis keyakinan rasional, satu primer (preferensi) dan tiga toleransi sekunder (ketakutan, frustrasi tinggi, penerimaan diri); sekali lagi keyakinan sekunder berasal dari keyakinan primer (Dryden, 2012: 56). Selain itu menurut W.S.

Winkel REBT pendekatan konseling yang menekankan kebersamaan dan interaksi antara berpikir dengan akal sehat, berperasaan dan berperilaku, serta menekankan pada perubahan yang mendalam dalam cara berpikir dan berperasaan yang berakibat pada perubahan perasaan dan perilaku (Winkel, 2005: 364).

Referensi

Dokumen terkait