MAKALAH PENGETAHUAN LINGKUNGAN EKOLOGI
OLEH :
KELOMPOK 1
Fathia Nadhira Permana 2210931003 Aysah Yusnia Putri 2210931007
Hamidah Azzahra 2210931008
Lina Nabillah 2210931009
Dwi Putri Operais 2210931022 Vania Aura Sabilla 2210931023 Muhammad Gustaffo Bintang 2210932001 Fatihul Fadhli Alkhatim 2210932002 Widya Kurnia Putri 2210932003
Dewi Azizah 2210932005
Diva Aulia 2210932006
DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. , atas berkat dan rahmat- Nya lah kami menyelesaikan penyusunan makalah Ekologi yang berjudul
“Pencemaran Udara di Jakarta dalam Lingkup Ilmu Ekologi”. Makalah ini merupakah tugas kelompok mata kuliah Ekologi.
Secara garis besar makalah ini berisi pengertian dari Ekologi, ruang lingkup Ekologi, manfaat Ekologi, serta contoh permasalah Ekologi dalam kehidupan sehari- hari.
Kami juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, terutama kepada Ibu Yega Serlina, S.T.,M.T., yang telah memberikan kesempatan dan bimbigan kepada kami untuk menyusun makalah ini.
Makalah ini bukanlah karya yang sempurna karena masih memiliki banyak kekurangan, baik dalam hal isi maupun sistematika dan teknik penulisannya. Oleh sebab itu, kami dengan senang hati menerima saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan penyusunan makalah berikutnya di masa mendatang. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kami selaku penyusun khususnya dan umumnya bagi para pembaca dan pengguna makalah ini.
Padang, 31 Agustus 2022
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI... ii
BAB I PENDAHULUAN ...1
1.1 Latar Belakang ...1
1.2 Rumusan Masalah ...1
1.3 Tujuan Makalah ...1
1.4 Manfaat Makalah...1
BAB II PEMBAHASAN ...2
2.1 Definisi Ekologi ...2
2.2 Jenis-jenis Ekologi ...2
2.3 Ruang Lingkup Ekologi ...3
2.4 Asas-asas Ekologi ...3
2.5 Hubungan Ekologi dengan Ilmu Lain ...4
2.6 Aplikasi Ekologi ...4
2.7 Kasus Ekologi ...5
BAB III PENUTUP ...6
3.1 Kesimpulan ...6
3.2 Saran ...6
DAFTAR PUSTAKA ... iii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Hampir semua manusia terkena dampak kerusakan ekologi. Upaya dianggap penting untuk menghentikan kerusakan ekologis agar tidak semakin parah, terutama edukasi masyarakat akan pentingnya ekologi. Ada banyak inisiatif yang diambil untuk meminimalisir kerugian.
Bahaya kerusakan lingkungan dalam ruang lingkup ekologi itu disebabkan oleh minim-nya pengetahuan masyarakat tentang ekologi yang membuat masyarakat semena-mena dengan lingkungan sekitarnya padahal hal tersebut dapat berakibat kepada manusia sendiri. Hal itulah yang mendorong kami untuk mempresentasikan, mengedukasi teman teman semua tentang apa itu ekologi dengan fokus kasus pencemaran udara di Jakarta dalam lingkup ilmu ekologi.
1.2 Rumusan Masalah
a. Apa yang dimaksud dengan ekologi?
b. Apa saja jenis-jenis ekologi?
c. Apa saja ruang lingkup ekologi?
d. Bagaimana hubungan ekologi dengan ilmu lain?
e. Bagaimana aplikasi ekologi dalam kehidupan?
f. Apa saja kasus ekologi yang terjadi dalam lingkup nasional dan internasional?
1.3 Tujuan Makalah
a. Memaparkan definisi ekologi menurut bahasa dan para ahli b. Menjabarkan jenis-jenis ekologi
c. Memaparkan ruang lingkup ekologi d. Memaparkan asas-asas ekologi
e. Menjelaskan hubungan ekologi dengan ilmu lain f. Menjelaskan aplikasi ekologi dalam kehidupan
g. Menjabarkan kasus ekologi yang pernah terjadi dalam lingkup nasional dan internasional.
1.4 Manfaat Makalah
Meningkatkan pengetahuan ilmu ekologi kepada penulis dan pembaca dan kesadaran diri untuk menjaga lingkungan serta untuk mengetahui antara teori dan kasus nyata yang terjadi di lapangan.
BAB II PEMBAHASAN 2.1 Definisi Ekologi
Kata Yunani oikos dan logos adalah asal kata ekologi. Frasa ini pertama kali digunakan oleh Ernst Haeckel pada tahun 1869. Kata Yunani oikos, yang berarti rumah, dan logos, yang berarti kebijaksanaan, adalah asal kata ekologi. Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi (hubungan) antara alam dan lingkungan1. Sedangkan pengertian ekologi menurut para ahli adalah sebagai berikut :
“Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik (interaksi) antara organisme dengan alam sekitar atau lingkungannya” (Djohar Maknun, S.si., M.si., 2017 : 14)
Ekologi adalah ilmu pengetahuan komprehensif tentang hubungan organisme terhadap lingkungan hidupnya. (Ernst Haeckel, 1866)
2.2 Jenis-jenis Ekologi
Djohar maknun ( dalam Ekologi :Populas,komunitas,ekosistem
mewujudkan kampus hijau,asri islami dah ilmiah, 2017 : 17 – 18) menjelaskan dalam ekologi, prinsip integratif fungsional yang memperhitungkan peningkatan fitur dengan meningkatnya kompleksitas struktural sangat penting.
Berdasarkan keilmuan:
Sinekologi : mempelajari hubungan satu spesies organisme dengan alam sekitarnya. Dalam pengertian lain sinekologi merupakan studi dari kelompok organisme sebagai suatu kesatuan yang lebih bersifat filosofis, deduktif, dan umumnya deskriptif. Contoh studi kasusnya yakni ekologi hutan hujan tropis yang melihat berbagai jenis tumbuhan yang ada, populasinya, kerapatan relatif terhadap wilayah, dan fungsinya serta kesehatan atau tingkat kerusakan hutan dan interaksinya dengan tanah, air, dan unsur fisik lainnya.2
Autekologi : mempelajari hubungan sekelompok spesies organisme dengan alam sekitarnya. Contoh studi kasusnya berupa Ekologi tikus yang dirawat di daerah tertentu, di mana beberapa memiliki ruang gerak terbatas dan yang lain memiliki ruang gerak terbuka, adalah contoh studi autekologi
1Djohar Maknun, D. M. (2017). EKOLOGI: POPULASI, KOMUNITAS, EKOSISTEM, Mewujudkan Kampus Hijau, Asri, Islami, dan Ilmiah.
2 Utomo, S. W., Sutriyono, I., & Rizal, R. (2012). Pengertian, ruang lingkup ekologi dan
Perkembangan otak tikus kemudian dievaluasi dari waktu ke waktu dan dikaji perbedaan dan hubungannya satu sama lain.3
Berdasarkan taksonomi:
Ekologi manusia
Ekologi tumbuhan
Ekologi hewan
Ekologi mikrobia
Berdasarkan keperluan praktis:
Ekologi air tawar
Ekologi laut
Ekologi daratan 2.3 Ruang Lingkup Ekologi
Dalam diktat "Pengertian, ruang lingkup ekologi dan ekosistem" karya Suyud Warno Utomo, dkk. Spektrum biologis yang menggambarkan derajat struktur kehidupan terbagi sebagai berikut :
a. Protoplasma b. Sel
c. Jaringan
d. Organ atau alat tubuh e. Sistem.
f. Organisme g. Populasi h. Komunitas i. Ekosistem j. Biosfer
2.4 Asas-asas Ekologi
Menurut K.E.S. Manik, dalam buku Pengelolaan Lingkungan Hidup (2018), ada banyak asas ekologi yang sering diterapkan. Diantaranya : a. Asas pertama dalam ekologi adalah setiap makhluk, populasi, komunitas,
atau ekosistem yang mengandung energi dianggap memiliki energi yang tersimpan atau yang habis. Dengan kata lain, energi dapat diubah tetapi tidak hilang atau diciptakan. Sebagai contoh produksi makanan oleh sinar
matahari.
3 Utomo, S. W., Sutriyono, I., & Rizal, R. (2012). Pengertian, ruang lingkup ekologi dan ekosistem. Jakarta: Universitas Terbuka.
b. Asas kedua dalam ekologi adalah tidak ada sistem pemanfaatan energi yang efisien. Artinya tidak semua energi bisa dimanfaatkan untuk melakukan sesuatu. Contohnya benda dengan suhu panas akan memancarkan energi panasnya ke benda sekitarnya yang suhunya rendah.
c. Asas ekologi ketiga menyatakan bahwa sumber daya alam terdiri dari materi, energi, waktu, dan keanekaragaman. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun sumber daya alam tersebut tidak diciptakan oleh manusia, namun masih dapat dimanfaatkan untuk memajukan kesejahteraannya.
d. Meningkatnya ketersediaan sumber daya alam yang dapat berdampak pada hal lain adalah asas ekologi keempat. Ini menyiratkan bahwa kondisi konsumsi air, penggunaan energi, produksi, dan pemanfaatan sumber daya alam lainnya dapat terpengaruh.
e. Asas kelima dalam ekologi adalah organisme hidup yang beradaptasi lebih cepat lebih mampu bersaing. Ini menyiratkan bahwa makhluk hidup yang dapat beradaptasi akan lebih mudah bersaing secara fisiologis dan
morfologis.
2.5 Hubungan Ekologi dengan Ilmu Lain
Ekologi berkembang, dan jelas bahwa itu terkait dengan hampir setiap bidang studi lainnya. Untuk memahami ruang lingkup masalah dan bagaimana kaitannya dengan ekologi, maka harus dipahami dalam kaitannya dengan ilmu- ilmu lain. Memahami interaksi antara organisme dan lingkungannya
membutuhkan pengetahuan dari semua disiplin ilmu yang dapat dimanfaatkan untuk menggambarkan unsur-unsur makhluk hidup dan pengaturannya.
Berbicara tentang kimia, fisika, pertanian, kehutanan, ilmu gizi, klimatologi, dan topik lainnya yang disinggung ketika membahas hutan,
pertumbuhan penduduk, masalah ketahanan pangan, penggunaan energi, ataupun kenaikan suhu bumi yang disebabkan oleh efek rumah kaca. Dapat dikatakan bahwa hampir semua cabang ilmu pengetahuan yang ada sekarang memiliki hubungan dengan ekologi.4
2.6 Aplikasi Ekologi
1. Penerapan ilmu ekologi pada lanskap5.
2. Kebijakan pemerintah dan berbagai organisasi lain dalam perlindungan alam dan lingkungan permukiman serta pemeliharaan dan pelestarian lingkungan didasarkan atas hasil penelitian dan ajaran ilmu ekologi.
3. Penggunaan prinsip ekologi dalam bertani.6
2.7 Kasus Ekologi
Pada 15 Juni 2022 perusahaan teknologi kualitas udara di Swiss, IQ Air, menempatkan Jakarta dalam tiga besar negara yang memiliki kualitas udara di dunia. Hal ini disebabkan per 15 Juni 2022 IQ Air mencatat Indeks kualitas udara di DKI Jakarta mencapai angka 185 AQI US. Katergori ini tergolong darurat dan mengancam kesehatan. Meski terjadi penurunan aktivitas manusia akibat
COVID-19, pemantauan pada 2020 menunjukkan kualitas udara selama tiga bulan Maret hingga Mei masih buruk. Selain aktivitas manusia biasa yang menghasilkan polutan dari fasilitas industri, pengoperasian pembangkit listrik berbahan bakar fosil di wilayah batas administrasif Jakarta merupakan elemen penyumbang yang signifikan.7
Tabel 1. Beberapa kasus yang terjadi di Indonesia dan di dunia
Tahun Wilayah Kerusakan Ekologis
dan Bencana
Penyebab
2022 Rancaekek, Kabupaten Bandung
Pencemaran lingkungan Dumping limbah 2022 Sitinjau lauik,
Sumatera Barat
Longsor Erosi yang disebabkan
oleh aliran air permukaan atau air hujan dan pengikisan kaki lereng lereng bukit.
2020 Kutub utara Mencairnya es di area es terakhir kutub utara
Pemanasan global yang merupakan dampak dari perubahan iklim.
2017- 2018
Pantai ancol, Jakarta Utara
Kepunahan biota laut Pencemaran
paracetamol di Teluk Jakarta yang
mengindikasikan laut tercemar oleh unsur nitrat dan fosfat
6 Utomo, S. W., Sutriyono, I., & Rizal, R. (2012). Pengertian, ruang lingkup ekologi dan ekosistem. Jakarta: Universitas Terbuka.
7 Umri, S. S. A. (2021). Analisis Dan Komparasi Algoritma Klasifikasi Dalam Indeks Pencemaran Udara Di Dki Jakarta. JIKO (Jurnal Informatika dan Komputer), 4(2), 98-104.
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Ekologi tidak dapat dipisahkan dari ilmu-ilmu yang lain, seperti ilmu fisika, kimia, serta ilmu bumi dan antariksa. Aplikasi ilmu ekologi dalam kehidupan sehari hari sangat krusial bagi kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengkaji dan mempelajari ilmu ekologi. Ekologi memberikan kesempatan kepada manusia untuk mengenal mahkluk hidup dan mengetahui perannya terhadap lingkungan.
3.2 Saran
Setelah melihat pentingnya ilmu ekologi terhadap pengetahuan lingkungan, maka kami sebagai penyusun makalah menyarankan agar pembaca berupaya menjaga keseimbangan lingkungan hidup dengan adanya kesadaran dan disiplin diri untuk tidak merusak lingkungan serta dapat melakukan kegiatan peduli lingkungan sebagai contoh berikut :
a. Melakukan reboisasi
b. Melakukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) c. Melindungi satwa langka
d. Menurangi emisi polutan udara dengan berpergian naik angkutan umum
e. Dan sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA
Djohar Maknun, D. M. (2017). EKOLOGI: POPULASI, KOMUNITAS, EKOSISTEM, Mewujudkan Kampus Hijau, Asri, Islami, dan Ilmiah.
Utomo, S. W., Sutriyono, I., & Rizal, R. (2012). Pengertian, ruang lingkup ekologi dan ekosistem. Jakarta: Universitas Terbuka.
Manik, K. E. S. (2018). Pengelolaan lingkungan hidup. Kencana.
Utina, R. (2015). Ekologi dan lingkungan hidup.
Umri, S. S. A. (2021). Analisis Dan Komparasi Algoritma Klasifikasi Dalam Indeks Pencemaran Udara Di Dki Jakarta. JIKO (Jurnal Informatika dan Komputer), 4(2), 98-104.