• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PERMASALAHAN LINGKUNGAN

N/A
N/A
Rahma Yunus

Academic year: 2023

Membagikan "MAKALAH PERMASALAHAN LINGKUNGAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

PERMASALAHAN LINGKUNGAN

OLEH:

KELOMPOK 9

1. Andi Asniyah Syahrani (220304501103) 2. Riska Nurul Rahmat (220304502070) 3. Anugrah Dewi Utami (220304501055)

JURUSAN ADMINISTRASI KESEHATAN

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul

“Permasalahan Lingkungan”

Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas dari Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan mengenai Permasalahan Lingkungan.

Kami menyadari bahwa makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Maka dari itu, kami meminta kritik dan saran diharapkan demi kesempurnaan makalah ini. Dan saya berharap semoga para pembaca dapat menambah pengetahuan dari makalah yang kami buat.

Makassar, 19 Mei 2023

Kelompok 9

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB I...1

PENDAHULUAN...1

A. LATAR BELAKANG...1

B. RUMUSAN MASALAH...1

C. TUJUAN PENULISAN...2

PEMBAHASAN...3

A. PERMASALAHAN LINGKUNGAN...3

B. JENIS-JENIS PENCEMARAN LINGKUNGAN...4

C. CONTOH PENCEMARAN LINGKUNGAN...8

D. PENANGGULANGAN PENCEMARAN LINKUNGAN...9

KESIMPULAN...13

DAFTAR PUSTAKA...14

(4)

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Lingkungan adalah pendukung kehidupan manusia dan hubungan antara manusia dan lingkungan tidak bisa dipisahkan. Manusia mengambil sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun eksploitasi yang berlebihan juga menyebabkan kerusakan lingkungan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mendefinisikan lingkungan sebagai kesatuan ruang yang meliputi benda, daya, keadaan, makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam, kelangsungan perikehidupan, kesejahteraan manusia, dan makhluk hidup lain. Lingkungan hidup mencakup tiga komponen alam: biotik, abiotik, dan sosial budaya.

Kerusakan lingkungan di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain teknologi, pertumbuhan penduduk, ekonomi, politik, dan tata nilai.

Kesalahan pemikiran masyarakat terjadi ketika mereka menganggap bencana lingkungan sebagai sesuatu yang biasa jika mereka tidak merasakan dampaknya secara langsung. Di negara berkembang seperti Indonesia, kerusakan lingkungan seringkali terjadi karena eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan demi pembangunan. Negara maju, di sisi lain, lebih mengutamakan inovasi dan kreativitas teknologi serta menyesali kesalahan dalam menjaga kelestarian alam mereka. Indonesia perlu belajar dari pengalaman negara maju dan memperhatikan pola konsumsi yang tinggi sebagai pertimbangan dalam pengaturan hukum lingkungan.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang dimaksud dengan permasalahan Lingkungan ? 2. Apa saja jenis-jenis pencemaran lingkungan ?

3. Berikan contoh dari pencemaran lingkungan tersebut ?

(5)

4. Bagaimana cara penanggulangannya terhadap Kesehatan lingkungan ? C. TUJUAN PENULISAN

1. Mengetahui maksud dari permasalahan Lingkungan.

2. Mengetahui jenis-jenis pencemaran lingkungan.

3. Mengetahui contoh dari pencemaran lingkungan.

4. Mengetahui cara penanggulangannya terhadap Kesehatan lingkungan.

(6)

BAB II PEMBAHASAN A. PERMASALAHAN LINGKUNGAN

Permasalahan lingkungan adalah persoalan serius yang harus mendapat perhatian lebih, khususnya dalam hukum lingkungan. Jika melihat beberapa faktor penyebab terjadinya permasalahan lingkungan yang dipaparkan Takdir Rahmadi, dapat dideskripsikan yang pertama yaitu teknologi. Pada zaman modern seperti sekarang, teknologi seakan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah penggunaan teknologi secara berlebihan dan tidak hati-hati akan mengakibatkan degradasi kualitas lingkungan. Penggunaan teknologi ramah lingkungan dianggap menjadi jawaban yang tepat untuk mengatasi masalah ini.

Kedua yaitu pertumbuhan penduduk. Pertambahan penduduk menyebabkan naiknya kebutuhan pangan, tempat tinggal, dan kebutuhan- kebutuhan lain yang pemenuhannya diambil dari alam. Di Indonesia, permasalahan lingkungan belum bisa diatasi dengan baik karena pengelolaan lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia. Populasi menjadi faktor utama permasalahan lingkungan. Jika ingin menekan penggunaan sumber daya alam, tidak mungkin kita memaksa manusia untuk tidak menggunakannya karena alam adalah sarana yang menyediakan kebutuhan hidup manusia. Masalah tabrakan kepentingan antar manusia juga menjadi faktor timbulnya permasalahan lingkungan.

Ketiga adalah ekonomi. Kepentingan ekonomi pasti memiliki sisi di mana tidak bisa berjalan beriringan dengan pelestarian sumber daya alam.

Kepentingan manusia selalu bertambah dan tidak akan habis sedangkan alam sebagai sarana pemenuhan kebutuhan terus di eksploitasi dan semakin lama semakin habis. Kerusakan alam yang timbul akibat eksploitasi SDA untuk kepentingan ekonomi tidak terbantahkan lagi. Pola pikir masyarakat yang demikian dipengaruhi oleh pendekatan antroposentrisme. Dalam pendekatan

(7)

ini manusia dipandang sebagai pusat dari alam semesta. Manusia merupakan bagian terpisah dan berada di atas alam. Manusia saja yang mempunyai nilai dan alam hanya dianggap sebagai sarana pemenuh kebutuhan manusia.

Pendekatan ini menganggap manusia berhak menguasai alam dan boleh melakukan apa saja. Pandangan seperti ini bisa mendorong sikap eksploitatif terhadap alam tanpa memikirkan kondisi alam itu sendiri.

Keempat yaitu politik. Kebijakan dan sistem politik yang tidak mendukung rehabilitasi menyebabkan permasalahan lingkungan.

Permasalahan lain di negara berkembang adalah kurang tersedianya dana untuk rehabilitasi lingkungan.

Kelima yaitu tata nilai. Tata nilai adalah apa yang dianggap baik oleh masyarakat dan diwujudkan dalam perilakunya. Permasalahan yang sama dalam tata nilai adalah dianutnya etika antroposentrisme. Penjelasan kelima faktor ini oleh Takdir Rahmadi dalam bukunya menggambarkan secara umum terjadinya permasalahan lingkungan.

Berdasarkan pemaparan faktor-faktor di atas, pastinya hukum lingkungan mempunyai tantangan untuk menghadapi permasalahan lingkungan yang terjadi di Indonesia. Sektor-sektor yang paling menyumbang permasalahan lingkungan di Indonesia adalah sektor kehutanan dan sektor pertambangan B. JENIS - JENIS PENCEMARAN LINGKUNGAN

1. Air

Definisi pencemaran air mengacu pada definisi lingkungan hidup yang ditetapkan dalam UU tentang lingkungan hidup yaitu UU No. 23/1997.

Dalam PP No. 20/1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air, pencemaran air didefinisikan sebagai : “pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiaan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya” (Pasal 1, angka 2).

(8)

Banyak penyebab sumber pencemaran air, tetapi secara umum dapat dikategorikan menjadi 2 (dua) yaitu sumber kontaminan langsung dan tidak langsung. Sumber langsung meliputi efluen yang keluar dari industri, TPA sampah, rumah tangga dan sebagainya. Sumber tak langsung adalah kontaminan yang memasuki badan air dari tanah, air tanah atau atmosfir berupa hujan. Pada dasarnya sumber pencemaran air berasal dari industri, rumah tangga (pemukiman) dan pertanian. Tanah dan air tanah mengandung sisa dari aktivitas pertanian misalnya pupuk dan pestisida. Kontaminan dari atmosfir juga berasal dari aktifitas manusia yaitu pencemaran udara yang menghasilkan hujan asam.

Pencemaran air dapat berdampak sangat luas, misalnya dapat meracuni air minum, meracuni makanan hewan, menjadi penyebab ketidak seimbangan ekosistem sungai dan danau, pengrusakan hutan akibat hujan asam dsb.

Dampak pencemaran air pada umumnya dibagi dalam 4 kategori : 1) dampak terhadap kehidupan biota air

2) dampak terhadap kualitas air tanah 3) dampak terhadap kesehatan

4) dampak terhadap estetika lingkungan

2. TANAH

Dalam UU No 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan PP RI No 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air yang dimaksud dengan Pencemaran Air adalah masuknya atau dimasukkannya makluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya. Dari definisi tersebut tersirat

(9)

bahwa pencemaran air dapat terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja dari kegiatan manusia pada suatu perairan yang peruntukkannya sudah jelas.

Pencemaran tanah bisa disebabkan limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian.

1) Limbah domestik, Limbah domestik yang bisa menyebabkan pencemaran tanah bisa berasal dari daerah: pemukiman penduduk; perdagangan/pasar/tempat usaha hotel dan lain-lain;

kelembagaan misalnya kantor-kantor pemerintahan dan swasta;

dan wisata, bisa berupa limbah padat dan cair.

2) Limbah industri, Limbah industri yang bisa menyebabkan pencemaran tanah berasal dari daerah: pabrik, Manufaktur, industri kecil, industri perumahan, bisa berupa limbah padat dan cair.

3) Limbah pertanian Limbah pertanian yang bisa menyebabkan pencemaran tanah merupakan sisa-sisa pupuk sintetik untuk menyuburkan tanah/tanaman, misalnya pupuk urea, pestisida pemberantas hama tanaman, misalnya DDT (Dichloro Diphenyl Trichlorethane).

Timbunan sampah yang berasal dari limbah domestik dapat mengganggu atau mencemari karena: lindi (air sampah), bau dan estetika.

Timbunan sampah juga menutupi permukaan tanah sehingga tanah tidak bisa dimanfaatkan. Timbunan sampah bisa menghasilkan gas nitrogen dan asam sulfida, adanya zat mercury, chrom dan arsen pada timbunan sampah bisa timbulkan pencemaran tanah atau gangguan terhadap bio tanah, tumbuhan, merusak struktur permukaan dan tekstur tanah.

(10)

Pencemaran udara adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat,energi dan atau komponen lain ke dalam udara dan atau berubahnya tatanan (komposisi) udara oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (KEPMEN KLH No. 02/Men- KLH/I/1988).

Pada umumnya, di kota-kota besar terjadi pertambahan penduduk dan pertumbuhan ekonomi yang amat pesat, sehingga meningkatnya tempat- tempat pemukiman, transportasi, dan perindustrian dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri baik berupa sarana dan prasarana. Selain itu, kemajuan teknologi yang dicapai oleh manusia dalam upaya untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan hidupnya memberi dampak yang positif dan negatif .

Dampak negatifnya berupa kerugian bagi keseimbangan lingkungan hidup. Salah satu bentuk dampak negatifnya, yaitu sulitnya untuk memperoleh udara berkualitas baik dan bersih. Pencemaran udara yang terjadi merupakan masalah pencemaran lingkungan yang terberat bagi daerah perkotaan. Akibat pencemaran udara dapat membahayakan kesehatan manusia, kelestarian tanaman dan hewan, dapat merusak bahan-bahan, menurunkan daya penglihatan, serta menghasilkan bau yang tidak menyenangkan.

Jenis-jenis pencemaran udara, yaitu menurut bentuk (gas, partikel ) dan menurut tempat (ruangan /indoor dan udara bebas /outdoor) . Gangguan kesehatan : Iritansia, asfiksia, anetesia, toksis . Menurut asal : primer, sekunder.

Menurut Andrews (1972), penyebab pencemaran udara terbagi tiga kelompok, yaitu:

1) Gesekan permukaan, seperti menggergaji, menggali, gesekan (gosokan) dari beberapa bahan (aspal, tanah, besi, dan kayu) yang membuang partikel padat ke udara dengan berbagai ukuran.

(11)

2) Penguapan yang berasal dari cairan yang mudah menguap, seperti bensin, minyak cat, dan uap yang dihasilkan oleh industri logam, kimia dan lainnya.

3) Pembakaran, seperti pembakaran bahan bakar fosil (minyak, solar, bensin, batubara, pembakaran hutan, dsb.). Pembakaran tsb.

merupakan proses oksidasi sehingga menghasilkan gas-gas CO2, CO, SOx, NOx, atau senyawa hidrokarbon yang tidak terbakar dengan sempurna.

C. CONTOH PENCEMARAN LINGKUNGAN 1. Terhadap Air

Contoh pencemaran air terjadi ketika limbah cair atau padat yang dihasilkan oleh rumah tangga, industri, fasilitas umum, atau kegiatan pertanian tidak terkelola dengan baik dan mencemari sumber air seperti sungai, danau, atau laut. Misalnya, limbah cair yang berasal dari pabrik pengolahan makanan yang tidak diolah dengan benar dapat mengandung bahan kimia berbahaya dan mencemari sumber air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat.

Selain itu, pembuangan sampah secara sembarangan oleh rumah tangga atau industri juga dapat mencemari sumber air melalui pencemaran limbah padat. Pencemaran ini mengancam kualitas air, kehidupan organisme air, dan juga dapat berdampak buruk pada kesehatan manusia jika air yang tercemar digunakan untuk keperluan sehari-hari.

2. Terhadap Tanah

Salah satu contoh adalah pembuangan sampah atau limbah industri yang mengandung bahan kimia berbahaya ke dalam tanah secara langsung atau melalui air hujan. Misalnya, jika limbah industri yang mengandung logam berat seperti timbal atau merkuri dibuang secara sembarangan ke tanah, bahan-bahan tersebut dapat meresap ke dalam

(12)

tanah dan mencemari sumber air tanah serta mengganggu ekosistem yang bergantung pada tanah tersebut.

Pencemaran tanah juga dapat terjadi akibat kegiatan pertanian yang menggunakan pupuk dan pestisida berlebihan yang kemudian meresap ke dalam tanah dan mencemari sumber air tanah di sekitarnya. Pencemaran tanah mengancam kesuburan tanah, kualitas air tanah, dan dapat memiliki efek jangka panjang terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

3. Terhadap Udara

Zat pencemar seperti karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), dan partikel-partikel berbahaya. Misalnya, industri yang menggunakan pembakaran sebagai bagian dari proses produksinya dapat menghasilkan asap dan gas buang yang mengandung zat beracun seperti logam berat dan bahan kimia berbahaya. Pencemaran udara juga dapat disebabkan oleh aktivitas transportasi, terutama kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar fosil. Emisi gas buang dari kendaraan menghasilkan polutan udara yang dapat mencemari udara di perkotaan dan menyebabkan masalah kesehatan seperti iritasi mata dan saluran pernapasan, serta mempengaruhi kualitas udara secara keseluruhan. Pencemaran udara memiliki dampak negatif pada kualitas udara yang kita hirup, lingkungan, dan juga berkontribusi pada perubahan iklim global.

D. CARA PENANGGULANGAN PENCEMARAN LINGKUNGAN 1. Penanggulangan Pencemaran Air

Pengendalian/penanggulangan pencemaran air di Indonesia telah diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas dan Pengendalian Pencemaran Air. Secara umum hal ini meliputi pencemaran air baik oleh instansi ataupun non-instansi.

Salah satu upaya serius yang telah dilakukan Pemerintah dalam pengendalian pencemaran air adalah melalui Program Kali Bersih

(13)

(PROKASIH). Program ini merupakan upaya untuk menurunkan beban limbah cair khususnya yang berasal dari kegiatan usaha skala menengah dan besar, serta dilakukan secara bwertahap untuk mengendalikan beban pencemaran dari sumber-sumber lainnya. Program ini juga berusaha untuk menata pemukiman di bantaran sungai dengan melibatkan masyarakat setempat (KLH, 2004).

Pada prinsipnya ada 2 (dua) usaha untuk menanggulangi pencemaran, yaitu penanggulangan secara non-teknis dan secara teknis.

Penanggulangan secara non-teknis yaitu suatu usaha untuk mengurangi pencemaran lingkungan dengan cara menciptakan peraturan perundangan yang dapat merencanakan, mengatur dan mengawasi segala macam bentuk kegiatan industri dan teknologi sehingga tidak terjadi pencemaran.

Peraturan perundangan ini hendaknya dapat memberikan gambaran secara jelas tentang kegiatan industri yang akan dilaksanakan, misalnya meliputi AMDAL, pengaturan dan pengawasan kegiatan dan menanamkan perilaku disiplin. Sedangkan penanggulangan secara teknis bersumber pada perlakuan industri terhadap perlakuan buangannya, misalnya dengan mengubah proses, mengelola limbah atau menambah alat bantu yang dapat mengurangi pencemaran.

Sebenarnya penanggulangan pencemaran air dapat dimulai dari diri kita sendiri. Dalam keseharian, kita dapat mengurangi pencemaran air dengan cara mengurangi produksi sampah (minimize) yang kita hasilkan setiap hari. Selain itu, kita dapat pula mendaur ulang (recycle) dan mendaur pakai (reuse) sampah tersebut.

Kitapun perlu memperhatikan bahan kimia yang kita buang dari rumah kita. Karena saat ini kita telah menjadi masyarakat kimia, yang menggunakan ratusan jenis zat kimia dalam keseharian kita, seperti mencuci, memasak, membersihkan rumah, memupuk tanaman, dan sebagainya. Kita harus bertanggung jawab terhadap berbagai sampah

(14)

sebagainya, yang memuat unsur pewarna pada kemasannya dan kemudian terserap oleh air tanah pada tempat pembuangan akhir. Bahkan pilihan kita untuk bermobil atau berjalan kaki, turut menyumbangkan emisi asam atu hidrokarbon ke dalam atmosfir yang akhirnya berdampak pada siklus air alam.

Pada akhirnya, banyak pilihan baik secara pribadi ataupun social (kolektif) yang harus ditetapkan, secara sadar maupun tidak, yang akan mempengaruhi tingkat pencemaran dimanapun kita berada. Walaupun demikian, langkah pencegahan lebih efektif dan bijaksana. Melalui penanggulangan pencemaran ini diharapkan bahwa pencemaran akan berkurang dan kualitas hidup manusia akan lebih ditingkatkan, sehingga akan didapat sumber air yang aman, bersih dan sehat.

2. Penanggulangan Terhadap Tanah

Dalam pengendalian pencemaran perlu dilakukan perlindungan sumber air dengan cara menata tata ruang yang berwawasan lingkungan dan dilindungi oleh undang-undang yang berlaku. Monitoring dan evaluasi perlu dilakukan dalam rangka membuat sistem data yang terpadu dan kontinu, guna menunjang penegakan hukum bagi pelangaran undang- undang. Agar kordinasi kegiatan lingkungan dapat berjalan baik diperlukan kelembagaan yang mantab dan mampu memantau semua kegiatan yang berdampak lingkungan dengan dibantu oleh Lembaga Swadaya Masyarakat. Pembentukan dan pembinaan kelompok sadar lingkungan sangat diperlukan sebagai contoh nyata pengelolaan lingkungan yang baik untuk setiap wilayah atau propinsi.

Perlu penguasaan teknologi pengolahan limbah untuk mengatasi pencemaran dengan biaya investasi dan operasional yang murah. Industri lingkungan juga perlu ditumbuhkan untuk meringankan beban pemerintah dalam mengatasi persoalan lingkungan, dan guna menunjang biaya

(15)

investasi perlu diadakan bank lingkungan yang sumber dananya diambil dari pajak lingkungan.

3. Penanggulangan Terhadap Udara

Penanggulangan pencemaran udara tidak dapat dilakukan tanpa menanggulangi penyebabnya. Mempertimbangkan sektor transportasi sebagai kontributor utama pencemaran udara, maka sektor ini harus mendapat perhatian utama.

1) Menyerukan kepada pemerintah untuk memperbaiki sistem transportasi dengan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan terjangkau oleh publik. Prioritas utama harus diberikan pada sistem transportasi massal dan tidak berbasis kendaraan pribadi.

2) Menyerukan kepada pemerintah untuk segera memenuhi komitmennya untuk memberlakukan pemakaian bensin tanpa timbal.

Penanggulangan pencemaran udara juga dapat dilakukan dengan cara mengurangi polutan dengan alat-alat, mengubah polutan, melarutkan polutan dan mendispersikan polutan.

Sumber dari pencemaran udara ruangan berasal dari asap rokok, pembakaran asap dapur, bahan baku ruangan, kendaraan bermotor dan lain-lain yang dibatasi oleh ruangan. Pencegahan pencemaran udara yang berasal dari ruangan bisa dipergunakan :

1) Ventilasi yang sesuai, yaitu usahakan polutan yang masuk ruangan seminimum mungkin. Tempatkan alat pengeluaran udara dekat dengan sumber pencemaran. Usahakan menggantikan udara yang keluar dari ruangan sehingga udara yang masuk keruangan sesuai dengan kebutuhan.

(16)

2) Filtrasi, dengan cara memasang filter yang dipergunakan dalam ruangan untuk menangkap polutan dari sumbernya dan polutan dari udara luar ruangan.

3) Pembersihan udara secara elektronik. Udara yang mengandung polutan dilewatkan melalui alat ini sehingga udara dalam ruangan sudah berkurang polutan-nya atau disebut bebas polutan.

KESIMPULAN

Permasalahan lingkungan yang melibatkan air, tanah, dan udara adalah masalah serius yang perlu mendapatkan perhatian kita secara mendalam. Pencemaran air mengancam sumber daya air yang vital bagi kehidupan manusia dan ekosistem.

Limbah industri, pertanian, dan rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik dapat mencemari sumber air dan mengganggu ekosistem air. Pencemaran tanah, baik melalui limbah padat maupun bahan kimia berbahaya, dapat merusak kesuburan tanah, mengancam kualitas air tanah, dan berdampak negatif pada kehidupan organisme tanah dan ekosistem terkait. Sementara itu, pencemaran udara yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan emisi industri menghasilkan polutan udara yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan juga berkontribusi pada perubahan iklim global.

Permasalahan ini memerlukan upaya kolaboratif dari masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta untuk mengurangi dan mencegah pencemaran. Penting untuk memperkuat regulasi lingkungan yang ketat, mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Pengelolaan limbah yang efektif, penggunaan sumber daya air secara

(17)

berkelanjutan, pertanian yang ramah lingkungan, serta investasi dalam energi bersih dan transportasi berkelanjutan juga merupakan langkah-langkah penting dalam mengatasi permasalahan lingkungan yang melibatkan air, tanah, dan udara. Dengan tindakan yang tepat dan komitmen yang kuat, kita dapat melindungi lingkungan dan mewariskannya kepada generasi mendatang.

DAFTAR PUSTAKA

Andrews, W.A. 1972. Environmental Pollution. Prentice Hall, Inc., New Jersey BAPEDAL. 1999. Badan Pengendalian Dampak Lingkungan. Catatan Kursus

pengelolaan Kualitas Udara. Jakarta Press.

Hehanusa, P.E. 1986. Hujan Asam, Hakekat dan Dampak terhadap Lingkungan.Panel Diskusi Pengamanan Sumberdaya Air dari Kemungkinan Hujan Asam. KLH- ASAI. Jakarta

Herlambang, A. (2006). Pencemaran Air dan Strategi Penggulangannya. JAI, Vol. 2, No. 1, 16.

Kementerian Lingkungan Hidup. (2004). Pengendalian Pencemaran Air, Jakarta.

McArmand Zurhaar. (2008) . Pencemaran Tanah http://www.mcarmand.co.cc/2008/08/

pencemaran-tanah.html. diakses 19 Mei 2023.

Muslimah, S.Si., M.Si. (2015). Dampak Pencemaran Tanah dan Langkah Pencegahan. AGRISAMUDRA, Jurnal Penelitian, 2(1), 15-28.

(18)

Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

Referensi

Dokumen terkait

82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, yang dimaksud dengan pencemaran air adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 9 ayat (4) Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air,

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 21 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air,

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air.. Organizational Behavior, Prentice Hall

bahwa dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, maka produk hukum yang berkaitan

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 21 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air,

[25] Peraturan Pemerintah, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian Pencemaran Air.. Republik

Baku mutu untuk Fenol adalah 1 µg/L (PP No.82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air). Hasil analisis laboratorium terhadap parameter