• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH SELEKSI & REKRUTMEN

N/A
N/A
Tika Arsyad

Academic year: 2023

Membagikan "MAKALAH SELEKSI & REKRUTMEN"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

SELEKSI & REKRUTMEN

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia

Oleh:

Adriansyah – 2023120006

SEKOLAH TINGGI ILMU MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN INDONESIA

MAKASSAR

2023

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia dengan judul “Seleksi dan Rekrutmen”.

Penulis menyadari bahwa makalah ini dapat selesai karena adanya dorongan dan bantuan banyak pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada dr. Rina, S.Pd, SE, MM selaku dosen pada mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia.

Dalam penulisan makalah ini, kami merasa masih banyak kekurangan dalam hal teknik penulisan maupun materi. Kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan khususnya kepada dosen pembimbing. Semoga pembaca dapat mendapat manfaat dari penulisan makalah ini.

Makassar, 25 Oktober 2023

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... i

DAFTAR ISI... ii

BAB 1. PENDAHULUAN... 1

1.1 Latar Belakang... 1

1.2 Rumusan Masalah... 1

1.3 Tujuan Penulisan... 2

1.4 Manfaat Penulisan... 2

BAB II. PEMBAHASAN... 3

2.1 Seleksi... 3

2.1.1 Definisi Seleksi... 3

2.1.2 Tujuan Seleksi... 4

2.1.3 Fungsi Seleksi... 5

2.1.4 Proses Seleksi... 5

2.1.5 Manfaat Seleksi... 9

2.2 Rekrutmen... 9

2.2.1 Definisi Rekrutmen... 9

2.2.2 Tujuan Rekrutmen... 10

2.2.3 Fungsi Rekrutmen... 10

2.2.4 Proses Rekrutmen... 11

2.2.5 Manfaat Rekrutmen... 14

BAB III. PENUTUP... 15

3.1 Kesimpulan... 15

DAFTAR PUSTAKA ...16

(4)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya yang ada dalam suatu perusahaan / organisasi disamping sumber daya yang lain, misalnya modal, material, mesin dan teknologi. Dewasa ini semakin disadari oleh banyak pihak bahwa dalam menjalankan roda suatu perusahaan/organisasi, manusia merupakan unsur terpenting. Pentingnya komponen manusia ini dilatar belakangi oleh segala sesuatu yang datang dari manusia dan dikerjakan oleh manusia.

Mengingat bahwa sumber daya manusia merupakan unsur terpenting, maka pemeliharaan hubungan yang kontinyu dan serasi dengan para karyawan dalam suatu perusahaan / organisasi menjadi sangat penting.

Selain itu, apabila jumlah karyawan suatu perusahaan yang mengalami kekurangan harus segera mencari penggantinya agar produktivitas tetap tercapai, maka dilakukanlah proses rekrutmen, seleksi, orientasi, hingga penempatan. Proses inilah salah satu hal yang harus diperhatikan untuk mendapatkan karyawan yang tepat.

Rekrutmen dilakukan bertujuan untuk mendapatkan karyawan yang tepat mengisi kekosongan posisi. Tentunya dalam proses rekrutmen tersebut terdapat beberapa alur yang harus dilaksanakan oleh pelamarnya. Pada dasarnya adalah setiap pelamar harus mempersiapkan semuanya dari kelengkapan administratif hingga tes uji kemampuan. Seleksi tersebut yang dilakukan bertujuan untuk mendapatkan pelamar yang tepat. Dalam hal ini kegiatan seleksi sangatlah penting.

Apabila kita telah mendapatkan orang yang tepat maka kegiatan selanjutnya adalah orientasi dan penempatan kerja. Orientasi adalah kegiatan pengenalan kehidupan perusahaan dan penjelasan tentang pekerjaan yang akan dilakukan. Kemudian barulah ditempatkan di posisi yang telah ditentukan. Maka dari itu, kami akan menjelaskan beberapa pemahaman mengenai kegiatan seleksi dan rekrutmen.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Apa pengertian seleksi dan rekrutmen?

(5)

2. Bagaimana tahapan-tahapan pada seleksi dan rekrutmen?

1.3 TUJUAN

1. Mengetahui pengertian seleksi dan rekrutmen

2. Mengetahui tahapan-tahapan pada rekrutmen dan seleksi 1.4 MANFAAT

1. Mahasiswa mampu memahami pengertian, tahapan, indikator, dan faktor penghambat dari Seleksi

2. Mahasiswa mampu memahami pengertian, tahapan, indikator, dan faktor penghambat dari Rekrutmen

(6)

BAB II PEMBAHASAN 2.1 SELEKSI

2.2.1 Definisi Seleksi

Seleksi (selection) adalah proses pemilihan orang-orang yang memiliki kualifikasi yang dibutuhkan untuk mengisi lowongan pekerjaan di sebuah organisasi. Tanpa karyawan- karyawan yang berkualitas, sebuah organisasi memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk berhasil (Mathis & Jackson, 2011).

Seleksi adalah bagian dari proses rekrutmen yang berkaitan dengan penentuan calon atau kandidat mana yang harus diangkat ke pekerjaan (Amstrong & Taylor, 2014). Seleksi adalah proses pengumpulan informasi tentang pelamar untuk suatu posisi dan kemudian menggunakan informasi tersebut untuk memilih pemohon yang paling tepat.

Menurut Louw (2013), seleksi adalah proses lanjutan dari proses perekrutan dimana para calon sumber daya manusia yang telah dikumpulkan melalui berbagai sumber yang ada akan dinilai dan disaring untuk mendapatkan calon sumber daya manusia yang paling berpotensial dan tepat sesuai dengan posisi yang diinginkan.

Menurut Jackson, Schuler, dan Werner (2010:294), seleksi adalah proses memperoleh dan menggunakan informasi tentang para pelamar kerja untuk menentukan siapa yang akan dipekerjakan untuk mengisi jabatan dalam jangka waktu yang lama atau sebentar. Di sisi lain, seleksi adalah proses pembuatan pilihan pemohon yang paling sesuai dari kumpulan pelamar yang direkrut untuk mengisi lowongan kerja yang bersangkutan (Opatha, 2010).

Menurut Simamora (2004), seleksi merupakan proses pemilihan dari sekelompok pelamar yang paling memenuhi kriteria seleksi untuk posisi yang tersedia di dalam perusahaan.

Sedangkan menurut Teguh (2009) menjelaskan bahwa seleksi adalah proses yang terdiri dari berbagai langkah yang spesifik dari kelompok pelamar yang paling cocok dan memenuhi syarat untuk jabatan tertentu.

Berdasarkan beberapa pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa seleksi adalah suatu proses memilih seseorang yang cocok/sesuai dengan pekerjaan untuk menempati suatu

(7)

jabatan atau posisi tertentu. Seleksi ini didasarkan kepada spesifikasi tertentu dari setiap perusahaan/organisasi yang bersangkutan.

2.1.2 Tujuan Seleksi

Tujuan seleksi adalah untuk menilai kesesuaian kandidat dengan memprediksi sejauh mana mereka dapat menjalankan peran dengan sukses. Hal ini melibatkan penentuan sejauh mana karakteristik pelamar dalam hal pengetahuan, keahlian, kompetensi, pengalaman, kualifikasi, pendidikan dan pelatihan mereka sesuai dengan spesifikasi dan kemudian menggunakan penilaian ini untuk membuat pilihan di antara kandidat (Amstrong & Taylor, 2014). Selain itu, tujuan keseluruhan dari proses rekrutmen dan seleksi adalah untuk mendapatkan biaya minimum jumlah dan kualitas karyawan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia perusahaan.

Menurut Gamage (2014) tujuan fungsi seleksi adalah untuk mendapatkan orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat, menetapkan dan memelihara citra yang baik sebagai atasan yang baik, dan mempertahankan proses seleksi seefisien mungkin. Selain itu, seleksi dapat mengurangi daftar pelamar dan menghasilkan orang-orang yang memenuhi syarat untuk mencapai hasil yang diinginkan. Selama proses tersebut, praktisi SDM mencoba untuk memprediksi permohonan yang paling sukses dan terbaik, yang sesuai dengan pekerjaan dan budaya perusahaan.

Tujuan dari tahap seleksi adalah mencari calon yang dianggap paling tepat untuk mengisi sebuah jabatan. Dengan kata lain, tujuan seleksi tidak hanya mencari orang yang baik tetapi juga orang yang tepat bagi jabatan tersebut dalam tatanan dan lingkungan budaya perusahaan.

Seorang kandidat yang cakap dan sangat qualified bisa sukses di satu lingkungan budaya tetapi belum tentu di lingkungan budaya lain karena beratnya penyesuaian yang harus dilakukan.

Hasibuan (2002:49) menjelaskan tujuan pelaksanaan seleksi setiap perusahaan umumnya sama, yaitu mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Kualifikasi Pekerjaan mencerminkan harapan perusahaan untuk memperoleh karyawan yang dibutuhkannya, perusahaan sendiri bebas menentukan kualifikasi pekerjaan untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Selain itu Hasibuan (2002:49) juga menjelaskan, seleksi karyawan bertujuan untuk mendapatkan karyawan yang qualifed dan potensial, karyawan

(8)

yang jujur dan berdisiplin, karyawan yang cakap dengan penempatannya yang tepat, karyawan yang terampil dan bersemangat dalam bekerja, karyawan yang memenuhi persyaratan undang-undang perburuhan, karyawan yang dapat bekerja sama secara vertikal maupun horizontal, karyawan yang dinamis dan kreatif, karyawan yang inovatif dan bertanggung jawab sepenuhnya, karyawan yang loyal dan berdedikasi tinggi, karyawan yang mudah dikembangkan pada masa depan, karyawan yang dapat bekerja secara mandiri, dan mengurangi tingkat absensi dan turn over karyawan.

2.1.3 Fungsi Seleksi

Proses seleksi tenaga kerja dimulai ketika pelamar datang di perusahaan, dan berakhir pada saat diambil keputusan pengangkatan. Jika proses seleksi dilaksanakan dengan baik, maka karyawan akan mampu menyadari tujuan karier, sedangkan organisasi menimba manfaat dari karyawan yang produktif dan puas. Berikut beberapa fungsi dari seleksi:

1. Mendapatkan calon karyawan dengan keterampilan dan kemampuan yang dapat melakukan pekerjaan dengan baik untuk perusahaan.

2. Investasi tidak langsung perusahaan melalui pengeluaran biaya untuk mempekerjakan karyawan baru.

3. Terhindar dari dampak hukum mempekerjakan orang yang tidak kompeten sehingga berdampak tidak hanya pada perusahaan, tetapi juga berdampak pada sistem masyarakat luas.

4. Memperlakukan pelamar secara adil dan meminimalkan diskriminasi.

2.1.4 Proses Seleksi

Proses rekrutmen dan seleksi merupakan kegiatan dalam menajemen perusahaan atau organisasi yang melakukan proses pemilihan dari sekelompok pelamar yang paling memiliki kualitas dan kriteria seleksi untuk posisi lowongan kerja tersedia dalam sebuah perusahaan.

Proses seleksi sendiri merupakan langkah-langkah yang harus dilalui oleh perusahaan sampai akhirnya memperoleh keputusan menerima atau menolak karyawan baru yang mencari lowongan kerja. Proses ini berbeda antara satu perusahaan dan perusahaan lainnya, proses tersebut pada umumnya meliputi evaluasi persyaratan, test/ujian, wawancara, dan ujian fisik.

(9)

Proses seleksi sebenarnya terdiri dari dua babak besar. Hal ini dilakukan terutama bila perusahaan merekrut sejumlah tenaga kerja untuk posisi yang tidak terlalu senior/tinggi melalui pemasangan iklan. Jumlah pelamar yang mengetahui lewat iklan bisa lebih banyak dari target yang ditentukan, maka dari itu kita harus menciutkan jumlah calon yang akan mengikuti seleksi tahap kedua sampai jumlah tertentu. Sebuah patokan yang dapat digunakan hanyalah berdasarkan logika dan kebiasaan yang dipegang oleh para praktisi. Tujuan dari semua cara atau metode tersebut adalah untuk menggali dan mendapatkan informasi yang tidak dapat diperoleh dari keterangan yang diberikan secara tertulis tentang calon. Semua cara atau metode seleksi akan dijelaskan secara singkat dibawah ini.

1. Screening Lamaran/Berkas

Pada tahap awal ini dapat dan harus dilakukan dengan membaca surat lamaran mereka.

Biasanya berisi CV dan berkas – berkas yang mendukung. Pada tahap ini, bisa dapat informasi apakah calon tersebut memenuhi syarat atau tidak. Lamaran yang dianggap memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat dipisahkan di file yang berbeda.

2. Tes Mengisi Formulir Lamaran

Pada tahap ini, pewawancara atau pihak perusahaan akan meminta pelamar mengisi formulir lamaran yang telah disiapkan oleh perusahaan. Bila pekerjaan yang dilamar menuntut kemampuan bahasa asing, formulir tersebut harus disiapkan dalam bahasa asing. Tujuan pertama, untuk mengetahui apakah benar pelamar tersebut yang membuat riwayat hidup yang dikirimkan atau dibuatkan orang lain. Tujuan kedua, adalah untuk mengetahui lebih banyak informasi tentang pelamar yang khusus dibutuhkan untuk tahap seleksi selanjutnya.

3. Tes Kemampuan dan Pengetahuan

Tes – tes yang akan diberikan tergantung pada persyaratan yang ditetapkan untuk tiap jabatan dan tingkatan didalam organisasi atau perusahaan. Jenis tes yang umum adalah

a. Tes Kemampuan Numerik, yaitu kemampuan melakukan penghitungan secara tepat dan teliti. Tes numerik biasanya digabung dengan tes akurasi dan tes – tes ini biasanya tergabung didalam tes psikologi.

(10)

b. Tes Intelegensi Dasar, yaitu tes untuk mengukur kecerdasan dasar pelamar/calon. Seperti tes dalam kelompok pertama, tes jenis ini dapat juga dapat menjadi bagian dari tes psikologis.

c. Tes Kemampuan dan Keterampilan Teknis. Tes ini tegantung bidang kerja yang dilamar. Tes – tes jenis ini harus dilaksanakan sendiri tanpa bahan atau pertanyaannya harus disediakan oleh unit kerja yang akan membutuhkan tenaga kerja.

d. Tes Pengetahuan Umum. Sesuai namanya, tes ini bersifat sangat umum dan berkisar tentang hal – hal umum, misalnya kejadian – kejadian terakhir yang terjadi di indonesia dan di dunia. Tes ini juga tergantung pada pekerjaan/jabatan yang harus diisi.

e. Tes Psikologi. Pertama, tes psikologis sebenarnya lebih tepat disebut

‘pemotretan kandidat secara psikologis’. Tujuan dari pemotretan psikologis adalah untuk mencari kandidat yang memiliki karakteristik psikologis yang tepat untuk jabatan yang harus diisi. Kedua, adalah tidak tepat untuk memilih seorang calon karyawan semata – mata hanya berdasarkan hasil dari sebuah tes psikologi. Tes psikologi tidak akan memberikan informasi tentang pengetahuan umum atau pengetahuan spesifik, dan keahlian teknis yang dimiliki kandidat, serta penampilan fisiknya. Demikian juga tentang informasi mengenai latar belakang para calon. Membuat keputusan hanya berdasarkan tes psikologi saja adalah sebuah kekeliruan.

f. Tes Ketangkasan, adalah tes untuk mengukur kecekatan tangan atau jari untuk pekerjaan yang menuntut kecekatan anggota tubuh tersebut. Calon karyawan yang akan mengerjakan jenis pekerjaan yang bayak menggunakan tangan dan/atau jari selain otaknya, mislanya operator mesin atau peralatan tertentu, mungkin harus menjalani tes – tes ini.

g. Tes Kemampuan atau Daya Tahan Fisik. Biasanya dilakukan pada calon – calon yang akan mengisi jabatan yang memerlukan ketahanan fisik yang prima, salah satunya adalah jabatan satpam.

4. Wawancara

(11)

Tujuan dari wawancara adalah untuk mengetahui informasi yang lebih mendalam tentang calon karyawan yang bersama dengan hasil tes yang akan digunakan sebagai dasar untuk membuat keputusan tentang calon yang akan dipilih. Apabila perusahaan ingin menyeleksi calon – calon yang akan mengisi jabatan – jabatan pofesional dan manajerial senior, pejabat yang melakukan seleksi harus mengandalkan sepenuhnya pada teknik wawancara dan cara lain untuk memperoleh informasi yang diperlukan.

Oleh karena itu, para pejabat perusahaan dan terutama manajer SDM harus sangat teliti dalam melakukan seleksi wawancara.

5. Pemeriksaan Kesehatan

Pemeriksaan kesehatan calon pegawai sudah menjadi standar prosedur normal yang ditetapkan baik oleh instansi pemerintah maupun perusahaan. Tujuan utama dari pemeriksaan kesehatan calon pegawai adalah untuk meyakinkan bahwa calon tersebut dalam kondisi fisik dan mental yang sehat dan prima. Pemeriksaan kesehatan juga dapat meringankan biaya pemeliharaan kesehatan bagi perusahaan apabila suatu saat ada pegawai yang sakit tidak lama setelah diterima sebagai pegawai. Saat ini, biaya pemeliharaan kesehatan menjadi beban yang berat bagi perusahaan, khususnya di negara seperti Indonesia ini yang masih dibebankan kepada perusahaan biaya pemeliharaan kesehatannya.

6. Pengecekan Referensi

Suatu usaha untuk memperoleh informasi yang tepat mengenai latar belakang dan sifat calon. Informasi jenis ini terutama diperlukan bila calon pernah bekerja di perusahaan lain. Pengecekan harus dilakukan sebelum memanggil calon untuk wawancara akhir dan harus ada laporan tertulis mengenai hasil pengecekan tersebut oleh pejabat yang melakukannya.

7. Laporan Hasil Seleksi

Apabila seluruh proses seleksi telah usai petugas yang melakukan seluruh proses akusisi harus membuat laporan untuk diajukan kepada pemimpin unit yang membutuhkan orang dan kepada atasannya. Hasil akhir dari suatu proses seleksi adalah keputusan yang dituangkan dalam bentuk laporan akhir. Terdapat tiga katagori keputusan dalam proses seleksi yaitu sangat direkomendasikan, dapat direkomendasikan, tidak direkomendasikan. Keputusan ini didapat dari proses seleksi

(12)

yang panjang. Laporan haruslah memuat hasil faktor – faktor yang menjadikan dasar dalam menentukan keputusan. Pada perusahaan yang telah menerapkan sistem informasi yang terintregasi laporan seperti itu dapa dibuat tanpa kertas dengan melalui fasilitas email internal. Laporan hasil seleksi juga harus dilengkapi dengan penjelasan tentang hasil pemeriksaan kesehatan dan pengecekan referensi serta usulan tentang syarat – syarat dan kondisi kerja yang akan dimasukan dalam surat penawaran kerja atau perjanjian kerja dengan calon yang bersangkutan.

2.1.5 Manfaat Seleksi

Manfaat yang didapatkan dalam pelaksanaan seleksi yaitu perusahaan mendapatkan karyawan yang:

1. Berkualitas dan potensial.

2. Jujur dan disiplin.

3. Cakap, terampil dan bergairah dalam bekerja.

4. Dapat bekerjasama (secara vertikal dan horizontal) 5. Dinamis dan kreatif, inovatif dan bertanggung jawab

6. Loyal dan berdedikasi, dapat bekerja secara mandiri serta memiliki budaya malu.

Manfaat lainnya yaitu untuk mengurangi tingkat turnover karyawan, sehingga kredibilitas perusahaan tetap terjaga.

2.2 REKRUTMEN 2.2.1 Definisi Rekrutmen

Rekrutmen merupakan komunikasi dua arah. Para pelamar menghendaki informasi yang akurat mengenai seperti apa rasanya bekerja di dalam sebuah organisasi. Sedangkan organisasi sangat menginginkan informasi yang akurat tentang pelamar tersebut jika kelak mereka menjadi karyawan. Ada beberapa pengertian rekrutmen menurut para ahli, sebagai berikut:

Henry Simamora (1997:212) dalam buku koleksi digital Universitas Kristen Petra menyatakan bahwa “Rekrutmen (Recruitment) adalah serangkaian aktivitas mencari dan

(13)

memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian dan pengetahuan yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian.”

Drs. Fautisno Cardoso Gomes (1995:105) menyatakan bahwa “rekruitmen merupakan proses mencari, menemukan dan menarik para pelamar untuk dipekerjakan dalam dan oleh suatu organisasi.”

Menurut Randall S. Schuler dan Susan E. Jackson (1997:227) dalam Nanang Nuryanta (2008) rekrutmen antara lain meliputi upaya pencarian sejumlah calon karyawan yang memenuhi syarat dalam jumlah tertentu sehingga dari mereka perusahaan dapat menyeleksi orang-orang yang paling tepat untuk mengisi lowongan pekerjaan yang ada.

Menurut Noe at. all (2000) rekrutmen didefinisikan sebagai pelaksanaan atau aktifitas organisasi awal dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan mencari tenaga kerja yang potensial.

Sebelum organisasi dapat mengisi sebuah lowongan pekerjaan, organisasi tersebut mestilah mencari orang-orang yang tidak hanya memenuhi syarat untuk posisi tersebut, namun juga menginginkan pekerjaan itu.

Melalui rekrutmen organisasi dapat melakukan komunikasi dengan pihak-pihak tertentu untuk memperoleh sumber daya manusia yang potensial, sehingga akan banyak pencari kerja dapat mengenal dan mengetahui organisasi yang pada akhirnya akan memutuskan kepastian atau tidaknya dalam bekerja.

Jadi rekrutmen adalah proses mencari, menemukan dan menarik para pelamar untuk dipekerjakan dalam suatu organisasi.

2.2.2 Tujuan Rekrutmen

1. Untuk memikat sebagian besar pelamar kerja sehingga organisasi akan mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk melakukan pemilihan terhadap calon-calon pekerja yang dianggap memenuhi standar kualifikasi organisasi.

2. Tujuan pasca pengangkatan adalah penghasilan karyawan-karyawan yang merupakan pelaksana-pelaksana yang baik dan akan tetap bersama dengan perusahaan sampai jangka waktu yang masuk akal.

(14)

3. Meningkatkan citra umum organisasi, sehingga para pelamar yang gagal mempunyai kesan-kesan positif terhadap organisasi atau perusahaan.

2.2.3 Fungsi Rekrutmen

Dalam upaya rekrutmen tenaga kerja, harus diketahui terlebih dahulu fungsi dari proses perektutan sehingga proses tersebut dapat berjalan dengan lancar dan memperoleh tenaga kerja yang tepat (sesuai dengan prinsip The Right Man on The Right Job). Berikut beberapa fungsi dari rekruitmen

1. Menyediakan sekumpulan calon tenaga kerja/karyawan yang memenuhi syarat.

2. Agar konsisten dengan strategi, wawasan dan nilai perusahaan.

3. Untuk membantu mengurangi kemungkinan keluarnya karyawan yang belum lama bekerja.

4. Untuk mengkoordinasikan upaya perekrutan dengan program seleksi dan pelatihan.

5. Untuk memenuhi tanggung jawab perusahaan dalam upaya menciptakan kesempatan kerja.

2.2.4 Proses Rekrutmen

Setiap perusahaan pasti ingin proses rekrutmen berjalan dengan baik. Besar harapan pelamar kerja atau kandidat terpilih nantinya bisa berkontribusi memajukan perusahaan mencapai tujuannya dan juga meningkatkan pendapatan secara finansial. Untuk itu perusahaan melakukan rekrutmen dengan beberapa cara agar menemukan karyawan yang tepat dan berkualitas untuk mencapai visi dan misi suatu perusahaan. Adapun cara-cara yang dilakukan dalam proses rekrutmen karyawan di perusahaan, berikut ulasannya.

1. Mengidentifikasi kebutuhan akan suatu posisi

Identifikasi terlebih dahulu posisi baru atau pergantian karyawan di perusahaan.

Salah satu cara terbaik untuk melihat hal ini adalah adanya keadaan di mana karyawan memiliki terlalu banyak beban pekerjaan sehingga membutuhkan bantuan.

Keputusan merekrut karyawan baru harus seimbang dengan kebutuhan perusahaan dan karyawan yang sudah ada. Hasil dari perekrutan ini harus sesuai pula dengan rencana bisnis perusahaan.

(15)

Akan lebih baik jika memberikan informasi kepada karyawan lama terlebih dahulu jika tim HRD (Human Resource Development) akan melakukan perekrutan.

2. Merencanakan perekrutan

Setelah proses identifikasi yang sebelumnya dilakukan sekaligus mendeskripsikan pekerjaan untuk posisi tersebut sehingga memudahkan HRD untuk mencari tenaga kerja yang tepat.

Buat rencana perekrutan berdasarkan informasi tersebut, pikirkan bagaimana tim HRD akan mempublikasikan informasi lowongan, siapa yang akan meninjau proses secara keseluruhan, serta siapa saja yang akan berpartisipasi ketika proses wawancara.

3. Publikasi pengumuman rekrutmen

Informasikan lowongan ini termasuk kepada karyawan lama, karena besar kemungkinan ada kandidat internal perusahan yang mungkin memenuhi kriteria tersebut.

Keberhasilan publikasi lowongan kerja juga bervariasi, tergantung pada posisi apa yang perusahaan tawarkan dan media penyampaiannya.

Beberapa posisi mungkin lebih cocok untuk dipublikasikan melalui media cetak seperti koran lokal. Jika suatu organisasi membuat pengumuman berupa brosur dan offline, perusahaan harus memastikan bahwa pengumuman tersebut sudah berisi informasi yang lengkap seperti judul lowongan kerja, deskripsi pekerjaan, persyaratan, lokasi kerja, dan cara melamar. Namun posisi lainnya bisa jadi lebih cocok dipublikasikan secara daring (online).

Namun, kemajuan teknologi saat ini mendorong semua perusahaan untuk memasang iklan lowongan kerja secara online. Website perusahaan pun berperan penting dalam proses ini.

Berikan informasi berguna di halaman LinkedIn perusahaan misalnya, agar bisa mengundang tenaga kerja berkualitas yang kemudian melamar. Lakukan ini bersama tim HRD lainnya atau bahkan karyawan bagian lainnya.

4. Meninjau lamaran yang masuk

Jika bagian HRD sudah mempublikasikan lowongan kerja dengan efektif, maka mereka akan “kebanjiran” kiriman lamaran. Manajer HRD kemudian akan menerima lamaran-lamaran yang telah disaring berdasarkan spesifikasi dan kebutuhan. Meninjau lamaran yang masuk dengan menyeleksi kandidat berbeda, jika diseleksi kandidat itu

(16)

untuk memastikan kandidat untuk menjadi karyawan atau tidak, sementara meninjau lamaran adalah proses mensortir lamaran yang datang apakah sudah sesuai dengan kriteria atau tidak. Pelamar dinilai berdasarkan syarat yang dipenuhi untuk selanjutnya dihubungi kembali oleh perusahaan. Tujuan penyaringan ini adalah untuk efisiensi waktu.

Pihak penyaringan, manajer HRD dan tim HRD akan mencari kecocokan kandidat melalui telepon dan wawancara langsung pada tahapan selanjutnya.

5. Wawancara kandidat berkualitas

Review surat lamaran kerja dan percakapan melalui telepon akan mempersempit calon karyawan menjadi sekelompok kandidat yang paling berkualitas. Jadwalkan wawancara kerja dengan mereka untuk melakukan perbandingan antara satu dengan yang lainnya.

Pastikan para kandidat tersebut sudah mengisi formulir lamaran kerja, termasuk izin bagi perusahaan untuk memeriksa referensi, latar belakang, dan sebagainya.

Sementara itu informasikan kepada mereka yang belum berhasil agar tidak terus-terusan menunggu kabar.

Jadwalkan wawancara kedua dengan kandidat paling berkualitas yang sebelumnya sudah tersaring kembali dari wawancara pertama. Saat ini Anda sebagai pemilik perusahaan ataupun manajer HRD bisa memeriksa referensi dan latar belakang kandidat tersebut.

6. Periksa referensi dan latar belakang

Pastikan untuk memeriksa semua klaim yang dikatakan kandidat termasuk kredensial pendidikan, riwayat pekerjaan, dan latar belakang kriminal. Bila memungkinkan, sumber informasi terbaik adalah manajer atau atasan langsung kantor lama kandidat tersebut.

Selain itu, melihat profil kandidat di media sosial dalam hal ini postingan yang mereka buat masuk dalam proses rekrutmen dengan tujuan untuk lebih mengenal kandidat tersebut.

7. Pilih orang yang paling berkualitas

Jika sudah mencapai keputusan positif terhadap seorang kandidat, tentukan kompensasi/gaji yang ditawarkan perusahaan kepada orang tersebut. Ketujuh langkah

(17)

inilah yang merupakan faktor krusial untuk meyakinkan Anda dan manajer HRD sebelum benar-benar menerima dan menawarkan posisi yang dibutuhkan.

8. Buat penawaran dan berikan informasi kandidat yang belum berhasil

Kini saatnya membuat penawaran secara tertulis. Buat penawaran sesuai dengan kemampuan dan hasil pemeriksaan referensi sebelumnya.

Paling tidak, pastikan agar tim HRD memberi pemberitahuan kepada kandidat yang belum berhasil. Karena sangat penting untuk menjaga citra perusahaan di mata publik.

9. Negosiasi rincian gaji dan tanggal mulai kerja

Semakin tinggi posisi yang ditawarkan, maka semakin besar kemungkinan kandidat menegosiasikan gaji, uang lembur, jaminan kesehatan dan sebagainya. Coba tawarkan gaji sedikit di atas pengajuan mereka jika memang benar-benar berkualitas dan terbukti, namun masih masuk ke dalam budget perusahaan. Sampaikan keuntungan yang bisa mereka dapatkan jika bergabung dengan perusahaan Anda yang mungkin saja tidak didapat dari perusahaan sebelumnya.

Proses ini sekaligus menentukan tanggal mulai bekerja, karena biasanya kandidat meminta waktu untuk menjalankan proses pengunduran diri dari perusahaan sebelumnya.

10. Menyambut karyawan baru

Cara menyambut karyawan baru di perusahaan mempengaruhi apakah Anda akan mempertahankan karyawan tersebut di masa depan atau tidak. Jaga hubungan baik dengan karyawan baru dari mulai mereka menerima penawaran kerja. Tetapkan seorang mentor yang akan memandu karyawan tersebut dan pastikan ia merasa diterima oleh karyawan lainnya.

2.2.5 Manfaat Rekrutmen

Manfaat dari rekrutmen adalah memiliki fungsi sebagai “The Right Man on The Right Place” dimana hal ini menjadi pegangan bagi para manajer dalam menempatkan tenaga kerja yang ada di perusahaannya. Melalui rekrutmen perusahaan juga bisa mendapatkan Sumber Daya Manusia yang potensial dan dibutuhkan untuk mengisi pekerjaan sebagai hasil dari pengisian lowongan dengan spesifikasi yang tepat.

(18)

BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN

Dalam suatu perusahaan/organisasi untuk memperoleh sumber daya manusia yang baik diperlukan rekrutmen, seleksi, dan kemudian orientasi. Diantaranya adalah fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia yang mempunyai peran strategis dalam mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan yang ditetapkan dalam analisis pekerjaan khususnya deskripsi dan spesifikasi.

Rekrutmen merupakan kegiatan awal untuk mencari tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan yang ditentukan oleh suatu perusahaan. Kemudian seleksi merupakan suatu langkah yang dilakukan segera setelah pelaksanaan fungsi rekrutmen. Seleksi merupakan serangkaian langkah yang dilakukan untuk memutuskan diterima atau ditolaknya seorang pelamar, dan apakah seseorang menduduki jabatan tertentu dalam suatu organisasi atau tidak.

Rekrutmen adalah proses atau kegiatan mencari dan mengumpulkan calon pelamar untuk mengisi lowongan pada suatu organisasi atau perusahaan sesuai dengan kebutuhan yang ditentukan. Seleksi merupakan salah satu cara yang dilakukan organisasi atau perusahaan untuk melihat cocok atau tidaknya antara individu, pekerjaan, organisasi, dan lingkungan. Oleh karena itu, prosedur seleksi yang cermat dan penempatan yang tepat merupakan inti dari pengelolaan sumber daya manusia dalam suatu perusahaan atau organisasi.

(19)

DAFTAR PUSTAKA

Ambar, Teguh Sulistyani, 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Amstrong, M., & Taylor, S. (2014). Amstrong's Handbook of Human Resource Management Practice 13th Edition. UK: Ashford Colour Press.

Ansory, A.F., Indrasari, S. (2018). Manajemen Sumber Daya Manusia. Indomedia Pustaka Azan, K., & Zebua A.M. (2021). Manajemen Sumber Daya Manusia Kajian Teoritis dan Praktis

dalam Pendidikan. DOTPLUS Publisher.

Dharmawan, Ekki Wibisono & Rizka Ramayanti. 2016. Rekrutmen Sumber Daya Manusia.

Malang: Universitas Brawijaya.

Hasibuan, Malayu S.P. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Hasibuan, 2012, Manajemen Sumber Daya Manusia (edisi revisi), Bumi Aksara, Jakarta.

Henry, Simamora. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Ke-3. STIE YKPN.

Yogyakarta.

Kawina, I. G. (2020). Manajemen Sumber Daya Manusia “MSDM” Perusahaan. UNHI Press Kampus Universitas Hindu Indonesia.

Mathis, R. L., & Jackson, J. H. (2011). Human Resource Management 13th Edition. United States of America: South-Western Cengange Learning.

Nurung, J., & Hasmin. (2014). Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Mitra Cendekia Media.

Proyono. (2010). Manajemen Sumber Daya Manusia. Zifatama Publisher.

Rahardjo, D. A., (2022). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yayasan Prima Agus Teknik.

Rezeki, F et al. (2010). Manajemen Hubungan Industrial. Media Sains Indonesia.

Sinambela, L.P. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia Membangun Tim Kerja yang Solid untuk Meningkatkan Kinerja. PT Bumi Aksara.

Referensi

Dokumen terkait

Karyawan sebagai sumber daya manusia merupakan kunci keberhasilan organisasi. Kualitas sumber daya manusia suatu organisasi tergantung pada kualitas calon-calon

Proses perekrutan (pengumpulan CV, pengerjaan psikotes, dan wawancara) dan pengalokasian pelatihan calon karyawan masih dilakukan secara manual, hal tersebut dinilai

Abstrak -Dalam suatu perusahaan, sumber daya manusia memiliki peran yang sangat penting dalam pengelolaan terhadap sumber daya yang lain. Karena peranan sumber daya

Abstrak-Dalam suatu perusahaan, sumber daya manusia memiliki peran yang sangat penting dalam pengelolaan terhadap sumber daya yang lain. Karena peranan sumber daya

Berdasarkan uraian terdahulu dapat kesimpulan sumber rekrutmen karyawan pada PT. XYZ Palembang Palembang menggunakan sumber internal. Dalam proses perekrutan tenaga

Pembahasan “Seleksi Dalam Usaha Pengembangan Sumber Daya Manusia Pada Hotel Summer Banjarmasin” 1 Seleksi yang telah dilaksanakan Tujuan Proses Seleksi adalah mencocokkan secara benar

Berdasarkan ketiga pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses kegiatan perencanaan, perekrutan, seleksi, pengembangan,

Rekrutmen adalah suatu proses pengumpulan calon pemegang jabatan yang sesuai dengan rencana sumber daya manusia untuk menduduki suatu jabatan tertentu Stoner dalam Minto Waluyo