• Tidak ada hasil yang ditemukan

makna tradisi pattabek bagi masyarakat perkampungan

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "makna tradisi pattabek bagi masyarakat perkampungan"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

Kajian Pustaka

  • Penelitian yang Relevan
  • Konsep Sastra
  • Jenis-jenis Sastra
  • Sastra Lama
  • Hakikat Tradisi
  • Tradisi Pattabek
  • Masyarakat Perkampungan Tua Gantarang Lalang Bata … 22
  • Pendekatan Semantik

Fungsi rekreatif adalah karya sastra yang memberikan kesenangan atau hiburan bagi pembaca dan pendengarnya. Fungsi religi adalah karya sastra yang menyajikan karya yang mengandung atau mengandung ajaran agama yang ditiru oleh pembaca dan pendengarnya. Puisi Waluyo adalah karya sastra yang dipadatkan, disingkat dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kiasan (fantasi).

Berdasarkan pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa puisi adalah karya sastra yang dideskripsikan dengan diksi atau kata-kata. Jadi dapat disimpulkan bahwa drama adalah bentuk karya sastra yang dideskripsikan dengan bahasa bebas dan panjang serta disajikan dengan dialog atau monolog. Sastra lama adalah karya sastra yang diciptakan oleh sastrawan yang berada pada zaman kerajaan atau dimana belum terjadi pergerakan nasional.

Jenis karya sastra berupa penggalan kalimat biasanya terdiri dari empat kalimat nasihat, adat istiadat atau ajaran agama yang memiliki akhiran kalimat yang sama. Jadi sastra modern adalah karya sastra yang hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat modern.

Kerangka Pikir

Makna kolokatif, adalah makna yang mengandung asosiasi-asosiasi yang diperoleh suatu kata, yang disebabkan oleh makna-makna kata lain yang cenderung muncul pada lingkungannya. Makna reflektif, kolokatif, afektif, stilistika, dan konotatif dapat disatukan dalam satu kategori besar, yaitu makna asosiatif. Makna tematik, jenis terakhir, adalah makna yang dikomunikasikan menurut cara pembicara atau penulis menyusun pesan, dalam hal urutan, fokus dan penekanan.

Jadi, semantik sebagai ilmu mempelajari makna dalam bahasa sebagaimana adanya (das sein) dan terbatas pada pengalaman manusia. Jadi secara ontologis, semantik membatasi masalah yang dipelajarinya hanya pada masalah yang berada dalam ruang lingkup pengalaman manusia. Kampung Tua Gantarang Lalang Bata merupakan kampung tua yang merupakan kawasan sejarah dan jejak Islam pertama di Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Memasuki kawasan kampung lama bagi seseorang yang baru pertama kali melakukan tradisi disebut tradisi pattabek. Tradisi pattabek merupakan tradisi yang harus dilakukan sebelum memasuki Desa Tua Gantarang Lalang Bata dan menjadi kepercayaan masyarakat setempat.

METODOLOGI PENELITIAN

  • Jenis Penelitian
  • Fokus Penelitian
  • Definisi Istilah
  • Data dan Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Instrument Penelitian
  • Teknik Analisis Data

Kampung Tua Gantarang Lalang Bata merupakan kampung tua yang merupakan kawasan sejarah dan jejak Islam pertama di Kabupaten Kepulauan Selayar. Data primer dalam penelitian ini adalah tradisi pattabek yang informasinya akan diperoleh dari masyarakat Desa Gantarang Lalang Bata. Membuat atau menarik kesimpulan yang menjadi inti dari makna tradisi pattabek bagi masyarakat Desa Gantarang Lalang Bata.

Desa Tua Gantarang Lalang Bata adalah sebuah dusun di Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar. Sejarah Gantarang mulai ditulis sejak masuknya agama Islam di Kota Tua Gantarang Lalang Bata yaitu pada masa pemerintahan Pangali Patta Raja. Kampung Tua Gantarang Lalang Bata merupakan kawasan sejarah Islam pertama yang ada di Kecamatan Bontomanai tepatnya di Desa Bontomarannu Kabupaten Kepulauan Selayar.

Tradisi pattabek merupakan tradisi yang telah menjadi warisan budaya nenek moyang masyarakat Desa Gantarang Lalang Bata. Di pintu utama Desa Tua Gantarang Lalang Bata terdapat sebuah batu yang sangat besar. Batu yang sangat besar ini disebut Batu Salam oleh masyarakat Desa Gantarang Lalang Bata.

Setelah melakukan ini, kita bisa memasuki pintu Desa Tua Gantarang Lalang Bata dengan mengucapkan. Kampung Tua Gantarang Lalang Bata merupakan kampung yang dianggap keramat oleh masyarakat setempat dan masih memiliki tradisi yang sangat kental. Makna tradisi pattabek bagi masyarakat Desa Gantarang Lalang Bata dipelajari dengan menggunakan pendekatan semantik oleh Geoffrey Leech yang membedakan makna menjadi 7 unsur.

Karena Kampung Tua Gantarang Lalang Bata terletak di atas tebing dan juga dipagari bebatuan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Kata Gantarang berasal dari kata “gang”: jalan, “tarang”: bening, “lalang”: dalam, dan “bata”: pagar, jadi Gantarang Lalang Bata berarti daerah atau perkampungan yang dikelilingi benteng menuju jalan yang jelas. . Bekas benteng kerajaan yang terbuat dari tumpukan batu masih bisa dilihat dan menjadi batas kawasan Kampung Tua Gantarang Lalang Bata. Kampung Tua Gantarang Lalang Bata merupakan kawasan yang cenderung datar dan terletak di atas bukit berbatu dengan luas sekitar 4,6 hektar.

Peninggalan cagar budaya di kampung tua Gantarang Lalang Bata menunjukkan keberadaannya sebagai pemukiman tua dengan adanya unsur budaya dan penyangga seperti benteng, masjid, tempat ritual, pola tata ruang bangunan, kompleks makam, meriam, dll. Penduduk Desa Gantarang Lalang Bata berjumlah 165 orang, terdiri dari 74 orang laki-laki dan 91 orang perempuan. Untuk mengunjungi kampung tua Gantarang Lalang Bata ini kita harus melewati jalan yang berkelok-kelok, di kedua sisi jalan terlihat hutan dan tebing yang sebagian ditanami tempat lilin.

Babaang Lembang-lembang atau gapura barat berbatasan dengan jalan utama menuju desa Gantarang Lalang Bata berukuran tinggi 200cm dan lebar 60cm. Jika melihat kampung tua Gantarang Lalang Bata melalui kacamata masa kini, bisa dipastikan kondisinya akan berbeda dengan masa lalu. Sumber mata pencaharian masyarakat desa Gantarang Lalang Bata yaitu dari tanaman pertanian seperti kacang-kacangan, umbi-umbian, panili, mangan, kemiri dan jenis tanaman lainnya menunjukkan ciri ekonomi mereka adalah agraris.

Sekilas, kampung tua Gantarang Lalang Bata yang dianggap sebagai tanah suci oleh sebagian orang yang mempercayainya, tampaknya tidak memiliki sesuatu yang istimewa untuk disimak. Menurut kepercayaan masyarakat yang meyakini tradisi ini, salat Idul Adha 7 kali di Gantarang Lalang Bati memiliki makna atau kedudukan yang sama dengan mereka yang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah. Untuk menuju kawasan kampung tua Gantarang Lalang Bata ini kita harus melewati jalan berbatu yang berbatasan dengan hutan dan banyak jurang.

Di pintu utama desa ini terdapat sebuah batu yang menurut sejarah masyarakat setempat, siapa pun yang akan memasuki desa tua Gantarang Lalang Bata untuk pertama kali harus terlebih dahulu melakukan tradisi pattabek, yaitu dengan cara mengetuk dengan lembut. kepala mereka 3 kali di atas batu.

Pembahasan

Sangat sulit jika harus menggunakan kendaraan roda empat untuk menuju kawasan desa tua ini. Di kampung lama Gantarang Lalang Bata yang posisinya sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kampung lama terletak di ketinggian 275 meter dan hanya terdapat 39 rumah masyarakat setempat juga tetap mempertahankan budaya tabek (menundukkan kepala). dan rukuk badan lalu mengulurkan tangan kanan ke bawah sebagai bentuk adab ketika hendak berpapasan dengan orang lain atau orang yang lebih tua). Di atas batu inilah masyarakat melakukan tradisi yang harus diikuti jika akan memasuki desa tua untuk pertama kalinya, yang dikenal dengan tradisi pattabek.

Di kampung tua ini juga terdapat beberapa peninggalan sejarah Islam diantaranya Masjid Awaluddin, masjid tertua di Kabupaten Kepulauan Selayar yang masih berdiri dan digunakan oleh masyarakat desa Gantarang Lalang Bata hingga saat ini untuk beribadah. Kampung Tua Gantarang Lalang Bata dulunya merupakan wilayah bekas Kerajaan Gantarang yang pernah dipimpin oleh 12 raja termasuk Pangali Patta Raja. Selain itu, masyarakat perkampungan kuno ini juga sangat percaya dan percaya jika tradisi pattabek tidak dilakukan oleh seseorang yang baru pertama kali akan memasuki Kampung Tua Gantarang Lalang Bata, maka sesuatu yang buruk akan menimpa orang tersebut.

Banyak pengunjung dari kawasan Selayar sendiri bahkan di luar wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar sengaja berkunjung untuk melihat Kampung Tua Gantarang Lalang Bata untuk berbagai keperluan seperti penelitian atau sekedar melihat peninggalan sejarah dan keunikan lokasi kampung tua tersebut. Dengan demikian, makna tradisi pattabek bagi masyarakat desa lama Gantarang Lalang Bata dapat disimpulkan sebagai bentuk rasa syukur dan hormat kepada raja-raja Gantarang terdahulu, dan diyakini siapapun yang memasuki kawasan tersebut pemukiman lama dapat menghindari hal-hal buruk yang tidak diinginkan. Dalam penelitian ini peneliti tidak menggunakan penelitian yang relevan dengan objek penelitian yang sama karena belum ada penelitian sebelumnya yang membahas tentang pentingnya tradisi pattabek di desa Gantarang Lalang Bata.

Kampung Tua Gantarang Lalang Bata hanya banyak digunakan oleh para ulama lain untuk membicarakan sejarah masuknya Islam ke Kabupaten Kepulauan Selayar. Maka dalam hal ini pendekatan semantik digunakan peneliti untuk menganalisis makna tradisi pattabek bagi masyarakat Desa Gantarang Lalang Bata, karena semantik merupakan pendekatan yang menganalisis dan membahas makna. Maka berdasarkan hasil analisis makna dengan menggunakan tinjauan semantik menunjukkan bahwa pada masyarakat Kampung Tua Gantarang Lalang Bata tradisi pattabek merupakan tradisi turun temurun yang masih dilakukan oleh masyarakat Kampung Tua Gantarang Lalang Bata.

Ya, jika tidak melakukan tradisi pattabek, biasanya ada yang merasa tidak nyaman di kampung tua ini, terkadang ada juga yang tidak.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pentingnya tradisi Pattabek bagi masyarakat Desa Gantarang Lalang Bata lama sebagai kawasan sejarah dan jejak pertama Islam di Kecamatan Bontomanai Kepulauan Selayar Kabupaten, sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada raja-raja yang pernah memerintah kerajaan Gantarang, sekaligus untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ketika berada di kawasan desa lama. Bagi masyarakat juga harus ikut menjaga dan memelihara warisan budaya dan tradisi leluhur dengan menjaga dan memelihara peninggalan sejarah serta tetap menjalankan tradisi yang telah menjadi kepercayaan dan keyakinan masyarakat setempat. Berupa bangunan Masjid Awaluddin, pakkojokang, tapak kaki Nabi Muhammad SAW dan cagar budaya berupa tradisi shalat Jumat Datuk Ri Bandang dan tradisi pattabek.

Namun hanya bagi mereka yang baru pertama kali datang, ketika yang kedua kalinya, tidak lagi melakukan tradisi pattabek.

Referensi

Dokumen terkait

An-naht is one of the phenomena of the glory of Arabic, and it is not denied that An-nahtu has an important role in enriching the linguistic results of students and users of