• Tidak ada hasil yang ditemukan

manajemen pendidikan karakter santri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "manajemen pendidikan karakter santri"

Copied!
274
0
0

Teks penuh

MENGELOLA PENDIDIKAN KARAKTER SISWA DI USIA GLOBALISASI (STUDI KASUS DI Ponpes WALI SONGO NGABAR PONOROGO). Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT, serta rahmat-Nya yang dilimpahkan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan disertasi yang berjudul “Manajemen Pendidikan Karakter Santri di Era Globalisasi (Studi Kasus di Wali Songo Ngabar Ponorogo Islamic Boarding School)”, yang membahas tentang manajemen dalam pendidikan karakter, karakter santri, Wali Songo Ngabar Ponorogo.

Tabel  Tema  Halaman
Tabel Tema Halaman

Konsonan Tunggal Huruf

Transliterasi tesis ini, termasuk seluruh kata, frasa, dan ungkapan, bersifat wajib dan memandu standar-standar tersebut secara baku dan konsisten agar menjadi tradisi akademis. Teks arab nama orang, tempat atau benda lain masih ditransliterasi tanpa dicetak miring apabila belum menjadi trend atau belum masuk dalam kamus bahasa indonesia.1.

Konsonan Rangkap Karena Syaddah Ditulis Rangkap

Ta mabutah

Vokal Pendek dan Penerapannya

لع ف

Vokal Panjang 1. fathah +

Vokal Rangkap 1. fathah +

Vokal Pendek yang Berurutan dalam Satu Kata Dipisahkan dengan Apostrof

ءامّسلا

Penulisan kata-kata dalam Rangkaian Kalimat Ditulis menurut penulisannya

Konteks Penelitian

6 Hadi Wiyono, Direktur TMt-I, “Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo”, wawancara, di kantor, Kepala Sekolah, 27 Oktober 2022, 10:00 WIB. Kemudian dari uraian di atas yang merupakan latar lapangan dari penelitian yang dilakukan penulis di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, disinilah penulis tertarik untuk mengkaji lebih lanjut implementasi manajemen pendidikan karakter santri di era globalisasi. di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo.

Fokus Penelitian

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

  • Manfaat Praktis
  • Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan khususnya yang berkaitan dengan manajemen pendidikan karakter siswa di era globalisasi. Bagi para praktisi pendidikan, hasil penelitian ini dapat memberikan masukan ide dan saran khususnya bagi institusi terkait agar dapat lebih memperhatikan pengelolaan pendidikan karakter peserta didik di era globalisasi.

Kajian Terdahulu

Manajemen Pendidikan Karakter Santri dalam Menjawab Tantangan Modernitas di Era Globalisasi (Studi Multi Lokasi di Pondok Pesantren Al-Hikmah Melathen Tulungagung dan Pondok Pesantren Al-Anwar Trenggalek). Mengelola pendidikan pramuka dalam pengembangan pendidikan karakter santri (studi kasus di Pondok Pesantren Darunjah Ulujami Jakarta Selatan).

Definisi Operasional

  • Manajemen Pendidikan Karakter
  • Nilai Karakter dalam Hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa
  • Nilai Karakter dalam Hubungannya dengan Diri Sendiri
  • Nilai Karakter Mengenai Hubungan Manusia Satu dengan Lainnya
  • Nilai Karakter dalam Hubungannya dengan Lingkungan
  • Nilai Karakter dalam Hubungannya dengan Kebangsaan
  • Metode bercerita, mendongeng (telling story)
  • Metode diskusi dan berbagai variannya
  • Metode simulasi (bermain peran/role playing) Stimulasi artinya peniruan terhadap sesuatu, jadi
  • Metode atau model pembelajaran kooperatif
  • Santri
  • Era Globalisasi
  • Perencanaan Program Kepala Sekolah dalam Pendidikan Karakter Siswa
  • Pelaksanaan Program Kepala Sekolah dalam Pendidikan Karakter Siswanya
  • Pengawasan Kepala Sekolah dalam Program Pendidikan Karakter Siswa

Pendidikan karakter merupakan pendidikan karakter plus yang meliputi aspek pengetahuan (cognition), perasaan (feeling) dan tindakan (action). Institusi pendidikan di Indonesia harus mempunyai pendidikan karakter, dimana pendidikan karakter mempunyai nilai tersendiri. Berdasarkan pendapat sejumlah ahli, metode ini dinilai paling umum dan efektif untuk implementasi pendidikan karakter.

Perencanaan merupakan tahap awal dalam merancang suatu program untuk membangun pendidikan karakter bagi peserta didik di lembaga pendidikan. Dalam pelaksanaannya, program pendidikan karakter harus dilaksanakan secara terus menerus dan konsisten. Apabila program yang dilaksanakan dapat memberikan pendidikan karakter yang diharapkan, maka program tersebut akan terus dilaksanakan bahkan dilaksanakan.

Sistematika Penulisan

Bab ini memuat kerangka acuan teori dasar yang dijadikan landasan dalam melakukan penelitian yaitu mengenai manajemen Pendidikan Karakter Santri Era Globalisasi di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo. Bab ini memuat uraian tentang metode penelitian yang meliputi jenis penelitian, lokasi penelitian, waktu penelitian, prosedur penelitian, data dan sumber data, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan teknik pemeriksaan keabsahan data.

BAB IV :Rumusan Masalah Satu, tentang perencanaan program, pelaksanaan program, dan pengawasan

Rumusan Masalah Dua, tentang dukungan warga pesantren terhadap pendidikan karakterdi

Manajemen Pendidikan Karakter

  • Pengertian Manajemen Pendidikan Karakter
  • Konsep Manajemen Pendidikan
  • Hakikat Pendidikan Karakter
  • Tujuan dan Fungsi Pendidikan Karakter 1) Pendidikan karakter dalam sekolah
  • Komponen-komponen dalam Pendidikan Karakter Komponen-komponen yang terdapat dalam pendidikan
  • Kurikulum
  • Pengelolaan
  • Guru
  • Siswa
  • Jenis-jenis Pendidikan Karakter
  • Fungsi Manajemen Pendidikan a. Perencanaan (Planning)

Manajemen pendidikan karakter merupakan suatu usaha terencana dalam rangka mengenalkan peserta didik pada seni dan ilmu pengelolaan sumber daya pendidikan dalam menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran dengan tujuan peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri dan memperoleh kekuatan spiritual keagamaan. , akhlak mulia, kepribadian, kecerdasan, pengendalian diri dan keterampilan yang dibutuhkan bangsa dan negara. 62 Kementerian Pendidikan Nasional, Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Karakter (Jakarta: Pusat Kurikulum dan Badan Penelitian dan Pengembangan Perbukuan, 2011), 5. Maksudnya tujuan pendidikan karakter adalah memperbaiki berbagai perilaku negatif anak menjadi positif .

64 Novan Ardi Wiyani, Pengelola Pendidikan Karakter; Konsep dan Implementasinya di Sekolah (Yogyakarta, PT Pustaka Insan Madani, 2012), 49.

Santri Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo 1. Pengertian Santri

  • Macam-Macam Santri
  • Etika Bagi Santri dalam Mencari Ilmu
  • Peran atau posisi Pondok Pesantren dalam Sistem Pendidikan Nasional
  • Karakteristik Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo
  • Kendala-kendala Pendidikan Karakter Pondok Peantren Wali Songo Ngabar Ponorogo

Santri migran adalah santri yang berasal dari daerah terpencil dan tinggal di pesantren. Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan dan lembaga yang mengajarkan agama Islam secara umum dengan cara non klasikal, sehingga santri biasanya tinggal di asrama (asrama) yang ada di pondok pesantren tersebut. B). Asrama Tipe C merupakan asrama Islam yang hanya berupa asrama sedangkan santrinya belajar di luar negeri dalam bentuk madrasah atau.

Ledelse af characteruddannelse på Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo di Era Globalisasi Songo Ngabar Ponorogo di Era Globalisasi.

Manajemen Pendidikan Karakter Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo di Era Globalisasi Songo Ngabar Ponorogo di Era Globalisasi

  • Pengertian Globalisasi
  • Teori Globalisasi
  • Manajemen Pendidikan Karakter Santri di Era Globalisasi Globalisasi
  • Urgensi Pembelajaran Organisasi di Pondok Pesantren Pesantren

Dalam pengelolaan pendidikan karakter siswa di era globalisasi, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, antara lain: Merencanakan program kepala sekolah dalam pendidikan karakter siswa. Anda juga harus menyiapkan sumber data dan lingkungan yang dapat mendukung program pendidikan kelas melalui integrasi program dengan indikator nilai yang ingin dicapai, mengelola suasana kelas dengan nilai dan menyiapkan lingkungan lembaga pendidikan yang sesuai dengan kelas yang ingin Anda pelajari. institusi. Selain itu, pihak lembaga pendidikan juga harus meminta komitmen bersama (pengasuh lembaga, apabila lembaga tersebut mempunyai pengasuh, guru, pengurus lembaga, dan wali setiap peserta didik) untuk bersama-sama berpartisipasi dalam pelaksanaan program pendidikan karakter.

Apabila program yang dilaksanakan dapat memberikan pendidikan kelas yang diharapkan, maka program tersebut akan terus dilaksanakan bahkan dikembangkan.

Metode dan Pendekatan

Penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian panel fenomena yang tujuannya adalah untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena yang tampak dalam tuturan tertulis dan lisan orang yang menjadi subjek penelitian. Bahwa penelitian kualitatif mempunyai sifat penelitian deskriptif, karena hasil penelitian diuraikan berdasarkan bukti-bukti yang diperoleh atau diperoleh, penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk memperoleh informasi yang sistematis, faktual dan akurat tentang fakta dan karakteristik populasi atau daerah tertentu.

Data dan Sumber Data

  • Data Primer
  • Data Sekunder

Data tersebut dapat berasal dari naskah, wawancara, catatan lapangan, foto, dokumentasi pribadi, catatan atau memorandum, dan dokumen resmi lainnya. Berdasarkan informasi tersebut, peneliti berharap dapat memperoleh data sebanyak-banyaknya mengenai kegiatan pengelolaan pendidikan karakter santri yang dilakukan oleh pondok Wali Songo Ngabar serta peran guru dalam pendidikan karakter yang diberikan kepada santri tersebut. Pada penelitian selanjutnya akan dilakukan eksplorasi terhadap jenis-jenis data. Kualitatif berkaitan dengan segala hal yang menjadi fokus peneliti mengenai sesuatu yang diamati, mengenai sumber data dalam penelitiannya. Artinya, data yang diperoleh, dikumpulkan oleh peneliti, diperoleh langsung dari data primer, dan inilah sumber dasar yang dijadikan bukti pertama (saksi) atas suatu peristiwa yang telah terjadi.97 Yang dimaksud dengan data primer adalah dalam hal, yang dikomunikasikan (kata-kata) disertai tindakan yang diperoleh dari informan secara langsung, sedangkan proses penelitian di lapangan dilakukan, data-data tersebut diuraikan menurut peristiwa atau tindakan yang dilakukan subjek penelitian yang dilakukan pada saat observasi, kemudian wawancara.

Artinya, data dikumpulkan, diperoleh secara tidak langsung, seperti sumber data utama, data ini diperoleh dengan bantuan orang lain atau bisa juga data dari dokumentasi, data yang diperoleh berupa catatan.

Teknik Pengumpulan Data

  • Observasi Partisipan (Observing Participants)
  • Wawancara Mendalam (In-depth Interview)
  • Dokumentasi (Documentation)

Merupakan teknik observasi yang berkaitan, dimana seorang pengamat terlibat langsung dalam kegiatan yang dilakukan oleh orang yang diamati (subyek), yang melakukan observasi harus sadar akan munculnya suatu tingkah laku atau tingkah laku tertentu. Kemudian peneliti mengamati kegiatan yang berlangsung yaitu kegiatan manajemen pendidikan dan pengenalan nilai-nilai pendidikan karakter serta dijelaskan juga tempat kejadiannya yaitu di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar dan waktunya pertama kali berdiskusi dengan peserta sehingga dilakukan kegiatan penelitian. tidak mengganggu jalannya kegiatan yang dilakukan informan. Peneliti menggunakan teknik wawancara terstruktur, oleh karena itu peneliti terlebih dahulu membuat daftar pertanyaan yang dapat menjadi pedoman dalam mengajukan pertanyaan secara langsung kepada seluruh informan yang ada, peneliti. Dan ada pula pihak-pihak terkait yang akan diwawancarai penelitiannya, yaitu sebagai berikut.

Dalam penelitian, dokumentasi adalah segala bentuk program dan kegiatan yang ada dan dapat diperoleh dari informan, hasil observasi lapangan dari pihak-pihak yang terlibat.

Analisis Data

  • Reduksi Data
  • Penyajian Data
  • Verifikasi/ Penarikan Kesimpulan

Jadi, secara teoritis analisis data dan pengumpulan data dilakukan secara berulang-ulang untuk menyelesaikan data kualitatif yang hanya berupa kata-kata, bukan angka-angka, yang mana penjabarannya memerlukan interpretasi agar diketahui maksud dari data tersebut. Reduksi data merupakan penyaringan data yang diperoleh peneliti di lapangan, yang masih tertulis dalam bentuk uraian atau laporan rinci. Laporan dipersingkat, dirangkum, dipilih, dipusatkan pada fokus penelitian, disusun lebih sistematis sehingga mudah dipahami.

Penyajian data merupakan upaya yang dilakukan peneliti untuk mengorganisasikan kumpulan data atau informasi, untuk melihat gambaran keseluruhan atau bagian tertentu dari penelitian agar mudah dianalisis dan dilengkapi.

Teknik Pengecekan Data

  • Triangulasi Metode, Yaitu dengan Menggunakan Dua Strategi
  • Peningkatan Ketekunan
  • Perpanjangan Pengamatan

Pembentukan kesimpulan merupakan proses pengecekan kembali selama penelitian dengan cara menghubungkan data dengan catatan yang peneliti buat pada kesimpulan awal. Bandingkan apa yang orang katakan tentang situasi penelitian dengan apa yang mereka katakan secara pribadi. Rajin observasi Yang dimaksud dengan observasi adalah apa yang ditemukan dan hasilnya relevan dengan observasi mengenai manajemen karakter santri di Pondok Wali Songo Ngabar, kegiatan dan proses pendidikan karakter di pesantren.

Pada pembahasan pada bab keempat (VI), bab ini menjawab pembahasan pada rumusan masalah pertama yang fokus pada bagaimana merencanakan, melaksanakan dan memantau program Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo. dijelaskan dan kemudian disusun secara sistematis, dimulai dengan penyusunan atau perencanaan program, pelaksanaan program dan diakhiri dengan pemantauan terhadap program yang akan dilaksanakan atau dilaksanakan.

Data Umum

  • Profil Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo
  • Sejarah Singkat Berdirinya Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo
  • Visi dan Misi dari Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo
  • Panca Jiwa Pondok 1. Keihlasan
  • Arah dan Tujuan Pendidikan Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo
  • Bentuk Kegiatan Pembelajaran di Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo
  • Data Santri dan Murobiyah Perayon (Pergedung) Tabel 3.1
  • Struktur Organisasi Majelis Pembimbing Santri Putri (MPS-PI) Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar Ponorogo

Bisri, KHUTBATUL-IFTITAH BUKU DKTAT MINGGU PENDAHULUAN (Ponorogo: Pondok Pesantren "Wali Songo". Hari Kamis untuk evaluasi kegiatan belajar mengajar selama seminggu, dalam forum ini pengurus ponpes juga mengambil kesempatan untuk memberikan arahan dan memediasi permasalahan, kemudian melanjutkan program pesantren secara keseluruhan. Yang pertama adalah “Fathul Kutub” yaitu berkaitan dengan pengecekan buku atau catatan santri mengenai materi yang disampaikan di kelas, hal ini dilakukan agar santri mempunyai persiapan dalam menghadapinya. ujian yang diberikan kepada seluruh siswa Wali Songo Ngabar.

Struktur Organisasi Majelis Pengawas Wanita Santri (MPS-PI) Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar Ponorogo Songo” Ngabar Ponorogo.

Paparan Data

  • Proses Perencanaan Program Pendidikan Karakter Santri

Sesuatu yang berkaitan dengan perencanaan adalah sesuatu yang berkaitan dengan suatu proses dalam suatu lembaga, karena organisasi atau lembaga tersebut akan menentukan tujuan dan sasaran yang akan dicapainya dengan mengambil langkah-langkah tertentu kemudian dapat memperkirakan hasilnya, menghitung biaya, dan juga berkomunikasi dengan staf lainnya. Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo tertib dalam melaksanakan rencana mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun berikutnya, rencana ini akan disusun pada setiap tahun ajaran baru karena kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tahun berikutnya. dan rencana ini dilaksanakan pada akhir tahun melalui rapat kerja (Raker), tujuan diadakannya Raker ini adalah untuk mempersiapkan berbagai program kerja setiap bagian atau sektor yang ada di lingkungan pondok pesantren. Heru Saiful Anwar, MA., menyampaikan bahwa kita mengharapkan istiqomahandi dengan melakukan sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan, maka kita harus bisa berkomitmen bahwa “hari ini harus lebih baik dari sebelumnya atau kemarin.”109 Dan untuk diadakannya rapat kerja (Raker) Wisma Islam setiap akhir tahun hendaknya diadakan rapat kerja ini agar setiap kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing bidang atau bagian dapat diketahui oleh dewan guru dan dilaksanakan secara bersama-sama, misalnya dengan memberikan contoh kepada siswa untuk shalat berjamaah. dan hal lainnya.

Kemudian rapat kerja (Raker) juga menjadi alat perencanaan program, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas awal pendidikan karakter, melalui rapat kerja (Raker) atau musyawarah. Hal ini akan meluas hingga pembahasan mengenai pendidik karakter peserta didik di era globalisasi atau perkembangan dan kemajuan teknologi zaman. Sikap atau perilaku siswa pada saat belajar, baik di dalam kelas maupun di luar kelas, karena perkembangan dan kemajuan teknologi pada zaman ini terkadang juga memberikan pengaruh yang besar terhadap perubahan sikap dan perilaku siswa.

Referensi

Dokumen terkait