ءامّسلا
H. Definisi Operasional
5. Nilai Karakter dalam Hubungannya dengan Kebangsaan
yaitu merupakan suatu akumulasi atau sinergi dari karakter individu warga bangsa yang berproses secara terus menerus dan kemudian membentuk kelompok, karakter yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yaitu berupa nilai dari kehidupan nyata dari bangsa Indonesia yang merupakan suatu perwujudan serta pengamalan Pancasila.34
Pendidikan merupakan aspek dari pendidikan moral, pendidikan kewargaan dan pengembangan karakter yang memiliki sifat multi-faceted yang membuat konsepnya sulit untuk diberikan di sekolah, karena pada setiap komponen memberikan perbedaan tekanan yang berkaitan dengan apa yang penting, dana pa yang semestinya
34 Dirjen Dikdasmen Kemendiknas, Pembinaan Pendidikan Karakter, 13.
diajarkan apa bila ingin maju dalam budaya. Menurut Rushworth Kidder, the institute for global ethics, dan pengarang, how good people make tough choices, apa yang benar dan untuk pengunaan bahasanya adalah sangat unik dan tidak nyaman untuk dibahas, dan agar didalam membahas hal tersebut terasa nyaman perlu adanya kegiatan untuk pendidikan terutama pendidikan karakter.35
Kemudian terkait hal masalah nilai didalam pengembangan suatu pendidikan karakter akan suatu negara atau bangsa dan hal tersebut dibuat oleh diknas muali yang bertepatan pada tahun ajaran 2011. Yang mana lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Indonesia harus ada pendidikan karakternya, yang mana pendidikan karakter tersebut memiliki nilai tersendiri. Sedangkan menurut kemantrian pendidikan nasional tahun 2013, pendidikan karakter tersebut memiliki beberapa nilai Diantara nilai tersebut yaitu:
a. Yang pertama yaitu berkaitan dengan agama atau religious yang berkiatan dengan keagamaan.
35 Rushworth Kidder, Research Method in Social Relation, Holt, Rineheart and Winston (1995).
b. Yang kedua yaitu jujur yang mana jujur ini mecerminkan suatu prilaku yang dapat dipercaya.
c. Yang ketiga yaitu disakap toleransi yang berkiatan dengan saling menghormati dan menghargai, karena di indoneisa ini bukan hanya orang-orang yang beragama islam tapi juga ada non-muslinya.
d. Yang keempat yaitu disiplin suatu sikap yang menunjukan akan kepatuhan atau ketaatan terhadap suatu hal.
e. Yang kelima yaitu kerja keras yang mana hal tersebut megajarkan kepada siswa akan sebuah keaktifan dari hal yang dibuat.
f. Yang keenam yaitukereatif suatu hal yang mengajarkan siswa untuk berfikir dalh mebuat suatu hal yang bisa menghasilkan karya-karya nyata.
g. Yang ketujuh yaitu sikap mandiri, sikap ini akan menjadikan siswa yang tidak mudah untuk mengantungkan hidupnya kepada orang lain.
h. Yang kedelapan yaitu demokratis yaitu tidakm membedakan dan cara berfikir serta bersikap yang begitu baik.
i. Yang kesembilan yaitu rasa ingin tahu, dimana hal ini mengajarkan siswa untuk memiliki rasa ingin tahu yang
lebih tinggi dalam segala hal yang mengarah ke hal-hal positif.
j. Yang kesepuh yaitu semangat kebangsaan dimana hal ini mengajarkan bahwa bangsa adalah perioritas utama dari pada kepentingan kelompok ataupun pribadi.
k. Yang kesebelas yaitu cinta tanah air yaitu lebih mengutamakan negaranya bangsa adalah perioritas utama.
l. Yang kedua belas yaitu predstasi suatu hal yang mendorong siswa untuk menghasilkan suatu hal yang bermanfaat bagi masyarakat.
m. Yang ketiga belas yaitu berupa sebuah komunikatif atau persahabat.
n. Yang keempat belas damai, yaitu mengajarkan siswa cinta akan kedamaian.
o. Yang kelima belas yaitu terkay dengan membaca, sebuah kebiasaan ynag harus ada pada diri peserta didik untuk membaca.
p. Yang keenam belas yaitu sikap perduli akan lingkungan.
q. Yang ketujuh belas yaitu sosial.
r. Yang kedelapan belas yaitu rasa tangungjawab.
Dari melalui delapan belas akan nilai karakter diatas tersebut, hal ini dapat membatu tenaga pendidik (guru) untuk fokus dalam meberikan atau menanamkan akan nilai karakter terhadap siswanya yang mana pemberian nilai ini melalui mata pelajaran yang diajarkan dikelas, dan didalam pemberian atau penanaman nilai karakter tersebut ada beberapa indikasi yang harus dipertimbangkan diantaranya yaitu berupa contoh terhadap sikap akan pedulu sosial, dimana siswa harus memilki rasa empati terhadap temannya dan kemudian menong teman tersebuta atau orang lain apa bila orang tersebut butuh pertolongan.
g. Terdapat akan suatu pilar didalam pembetukan karakter siswa diantara yaitu:
Macam-Macam pilar pendidikan karakter diantara sebagai berikut:
1. (moral knowing)
Yaitu tidak terlatih melakukan kebaikan, berdasarkan hal tersebut kesuksesan pendidikan karakter bergantung pada ada tidaknya knwoing, loving, atau acting, dalam penyelenggaraan pendidikan karakter.36Moral Knowing sebagai aspek pertama
36 Abdul Majid dan Dian andayani, Pendidikan Karakter Perspektif Islam (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2011), 31.
memiliki unsur, diantara unsur tersebut yaitu sebagai berikut: (Moral awareness) mempunya makna akan kesadaran, (Knwoing moral values) mengetahui akan nilai dari moral, (Perspective taking) dapat menentukan akan pandangan, (Moral reasoning) berkaitan dengan logika, (Decision making) suatu keberanian dalam bersikap, dan yang terakhir adalah (Self knowledge) pengenalan akan diri.
2. Moral Loving atau Moral Feeling
Orang yang sudah memiliki akan prilaku baik, tidak hanya menguasai bidangnya akan tetapi mempunyai akan dimensi dari rohani yang begitu kuat, hal tersebut dapat dilihat dari setiap keputusan yang diambil menjadi warna keterbiasaan dalam profesinalnya, yang dilandasi akan sikap baik (moral) prilaku yang menunjukan budi pekerti, yang bberikutnya sikap mental yang afektif, yaitu mental yang matang, mantap merupakan suatu penjelasan dari prilaku amanah Rasulullah SAW, ini merupakan indikator dari orang- orang yang memiliki kepintaran ruhaniyah melalui sikapnya yang terus ingin menampakan prilaku yang (kardibel) selalu ingin dipercaya, saling hormat- menghormati.
. 3. Moral Doing
Setelah anak manusia dilahir sudah membutuhkan satu dengan yang lainnya, karena pada dasarnya manusia tidak bisa hidup secara sendiri kita dapat bersurvive serta berkembang melalui hadirnya orang lain, seorang dari filsuf barat berkata tentang “cogito ergo sum” adanya aku karena aku berpikir, hal ini bisa kita maknai adanya aku, memiliki kegunaan untuk yang lain, ketiga aspek dari moral ini adanya hubungan yang begitu kuat dan ketiganya saling bertergantunggan, pelaksanaan atau tindakan moral harus ditanamkan sejak dini, karena seorang anak yang sudah terlanjur dan terbiasa melakukan hal-hal burukatau negatif akan sulit sekali untuk penanaman moral kembali, maka sebelum hal itu terjadi alangkah baiknya dilakukan sebelum kejadian hal yang tidak diinginkan.
h. Metode Pendidikan Karakter
Metlicona dalam Muchlas Samawi dan Hariyanto mengartikan pendidikan karakter berlangsung efektif maka guru dapat mengimplementasikan berbagai metode- metode tersebut: