• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAJARI MANIPULASI LAPORAN KEUANGAN

N/A
N/A
Syer Time

Academic year: 2023

Membagikan "PELAJARI MANIPULASI LAPORAN KEUANGAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

MANIPULASI LAPORAN KEUANGAN

Dosen Pengampu:

Sri Maryati, SE, M.Sc Disusun Oleh:

Adelia Faradilla – 09031182025009 Kelas: Sistem Informasi Reguler 2C

JURUSAN SISTEM INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena telah melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga makalah ini bisa selesai tepat pada waktunya.

Terima kasih kepada Ibu Sri Maryati, SE, M.Sc selaku dosen mata kuliah Akuntasi Dasar dan Praktikum Akuntansi Dasar serta terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu saya dalam penyelesaian makalah ini.

Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini, oleh karena itu saya menghargai kritikan dan saran untuk membangun makalah ini menjadi lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Palembang, 21April 2021

Adelia Faradilla

(3)

DAFTAR ISI

SAMPUL . . . . . . KATA PENGANTAR. . . DAFTAR ISI. . . BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang. . . 1.2 Rumusan Masalah . . . 1.3 Tujuan Pembahasan . . . BAB II PEMBAHASAN

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan . . . 3.2 Saran. . . . . . . DAFTAR PUSTAKA

(4)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Laporan keuangan adalah laporan yang menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu.( Sofyan S. Harahap, 2006).

Laporan keuangan bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja perusahaan dalam suatu periode tertentu. Informasi keuangan yang dapat menunjukkan prestasi perusahaan dalam menghasilkan laba adalah laporan laba rugi. (Chariri dan Ghozali, 2007).

Laporan laba rugi adalah laporan yang mengukur keberhasilan operasi perusahaan selama periode tertentu (Kieso dan Weygandt, 2002). Melalui laporan laba rugi, dapat dilihat keuntungan ataupun kerugian perusahaan. Namun, dalam proses pelaporannya tidak jarang ditemukan beberapa pelanggaran salah satunya berpotensi dalam kasus korupsi dan dilakukan oleh orang – orang yang pintar dan ahli di bidangnya.

Maraknya kasus kecurangan dalam pembuatan laporan keuangan belakangan ini tidak hanya melibatkan beberapa pejabat yang terkait saja. Tapi juga melibatkan akuntan yang memberikan laporan keuangan yang palsu. Dalam kasus kecurangan, didalamnya juga berisi pelanggaran etika profesi akuntan yang berarti terjadi pelanggaran akuntansi. Ada juga beberapa kasus korupsi yang melibatkan akuntan publik dikarenakan seorang akuntan publik tersebut menyajikan laporan keuangan yang telah dimanipulasi demi keuntungan pihak tertentu.

1.2 Rumusan Masalah

Dalam makalah ini, saya merumuskan beberapa masalah dalam rumusan makalah sebagai berikut:

1. Apa yang dimaksud dengan Manipulasi Laporan Keuangan?

2. Apa tujuan dari Manipulasi Laporan Keuangan?

3. Bagaimana tanggapan dari pihak-pihak yang menanggapi Manipulasi Laporan Keuangan?

4. Contoh perusahaan yang melakukan Manipulasi Laporan Keuangan?

5. Apa dampak setelah melakukan Manipulasi Laporan Keuangan?

(5)

6. Mengapa terjadi Manipulasi Laporan Keuangan?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu sebagai berikut:

1. Memberikan pemahaman mengenai apa itu Manipulasi Laporan Keuangan

2. Memberikan wawasan mengenai tujuan dilakukannya Manipulasi Laporan Keuangan

3. Memberikan gambaran mengenai tanggapan dari pihak-pihak yang menanggapi Manipulasi Laporan Keuangan

4. Memberikan gambaran perusahaan apa saja yang melakukan Manipulasi Laporan Keuangan

5. Memberikan pemahaman mengenai dampak setelah melakukan Manipulasi Laporan Keuangan

6. Memberikan pemahaman mengenai mengapa terjadi Manipulasi Laporan Keuangan

(6)

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Manipulasi Laporan Keuangan

Manipulasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu upaya kelompok atau perseorangan untuk memengaruhi perilaku, sikap, dan pendapat orang lain tanpa orang itu menyadarinya.

Manipulasi laporan keuangan adalah laporan yang dibuat dan digunakan untuk menghasilkan keuntungan, tetapi dengan cara yang tidak sesuai koridor bahkan bertentangan dengan moral dan umumnya kecurangan akuntansi berkaitan dengan korupsi sehingga merugikan pihak organisasi/perusahaan yang bersangkutan ataupun pihak lain.

2.2 Tujuan Manipulasi Laporan Keuangan

Tujuan dilakukannya manipulasi laporan keuangan adalah untuk mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri atau kelompok yang disebabkan rendahnya moral yang berhubungan dengan keserakahan. Alasan pribadi dari dirinya sendiri atau kelompok seperti masalah keuangan dapat menjadi tujuan untuk melakukan manipulasi tersebut. Dan apabila bagi

(7)

perusahaan ingin menaikkan citra perusahaannya sehingga investor ingin berinvetasi pada perusahaan tersebut.

2.3 Tanggapan dari pihak-pihak yang menanggapi Manipulasi Laporan Keuangan

 Sisi Pemerintah

Tanggapan Pemerintah terhadap Manipulasi Laporan Keuangan yaitu pemerintah mengecam keras terhadap pihak-pihak yang melakukan manipulasi tersebut. Hal ini pun dapat memupus pendalaman pasar keuangan. Manipulasi juga sudah diatur dalam Undang-Undang No 5 Pasal 30J tahun 2011 tercantum: “ Seorang akuntan publik melakukan manipulasi, membantu melakukan manipulasi, dan/atau memalsukan data yang berkaitan dengan jasa yang diberikan.”

Jika seorang akuntan melanggar ketentuan yang disebutkan dalam UU No 5 Pasal 30J tahun 2011 maka akan dipidana dengan pidana penjara paling banyak 5 tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000 (tiga ratus juta rupiah).

Apabila pihak-pihak tersebut sudah terbukti melakukan manipulasi, pemerintah tidak segan- segan mengenakan sanksi baik itu sanksi berupa denda maupun penjara. Dalam pemerintahan yang mengusut dan menanggapi kasus manipulasi ini biasanya dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pemerintah juga akan selalu mengawasi seluruh profesi jasa keuangan.

Apalagi, pemerintah (Kementerian Keuangan) juga memiliki badan pengawas profesi jasa keuangan yang disebut dengan Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK).

 Sisi Masyarakat (Investor)

Banyaknya kasus manipulasi membuat sebagian masyarakat tidak percaya dan takut terhadap sebagian perusahaan untuk menanamkan uangnya dijasa keuangan seperti pasar modal. Hal ini yang akan mengakibatkan redupnya investasi di pasar keuangan. Jika reputasi tidak baik, maka masyarakat tidak akan percaya dan cenderung menghindari investasi.

Seharusnya perusahaan terlebih lagi seorang akuntan melakukan pekerjaannya secara profesional yang tidak mengambil keuntungan dari pekerjaannya serta tidak memiliki tujuan- tujuan khusus dari pekerjaannya tersebut dan harus berpegang teguh kepada kode etik yang ada, tidak tergoyah akan banyaknya uang dan suapan dari bermacam-macam pihak lain.

2.4 Contoh Perusahaan yang Melakukan Manipulasi Laporan Keuangan

 PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) (2018)

(8)

Garuda Indonesia melakukan manipulasi pada pendapatan, dalam laporan keuangan tersebut, Garuda Indonesia membukukan laba bersih sebesar USD809,85 ribu atau setara Rp11,33 miliar (asumsi kurs Rp14.000 per dolar AS). Angka ini melonjak tajam dibanding 2017 yang menderita rugi USD216,5 juta. Garuda Indonesia memasukan keuntungan dari PT Mahata Aero Teknologi yang memiliki utang kepada Garuda Indonesia , sehingga dikenakan sanksi oleh beberapa pihak. Selain Garuda Indonesia, sanksi juga diterima oleh auditor laporan keuangan Garuda Indonesia, yakni Akuntan Publik (AP) Kasner Sirumapea dan Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan, auditor laporan keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dan Entitas Anak Tahun Buku 2018.

Untuk Auditor, Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sanski pembekuan izin selama 12 bulan. Selain itu, OJK juga akan mengenakan sanksi kepada jajaran Direksi dan Komisaris dari Garuda Indonesia. Mereka diharuskan patungan untuk membayar denda Rp100 juta.

Selain itu ada dua poin sanksi lagi yang diberikan OJK. Yakni, Garuda Indonesia harus membayar Rp100 Juta. Selain itu, masing-masing Direksi juga diharuskan membayar Rp100 Juta. Garuda Indonesia juga kembali diberikan sanksi oleh Bursa Efek Indonesia. Adapun sanki tersebut salah satunya memberikan sanksi sebesar Rp250 juta.

 PT Hanson International Tbk (2016)

PT Hanson International pernah terbukti melakukan manipulasi penyajian laporan keuangan tahunan (LKT) untuk tahun 2016. Dalam pemeriksaan yang dilakukan OJK, ditemukan manipulasi dalam penyajian akuntansi terkait penjualan kavling siap bangun (Kasiba) dengan nilai gross Rp 732 miliar, sehingga membuat pendapatan perusahaan naik tajam. Dalam jual beli tersebut, Hanson International melakukan pelanggaran Standar Akuntansi Keuangan 44

tentang Akuntansi Aktivitas Real Estat (PSAK 44).

Karena rekayasa LKT tersebut, OJK menjatuhkan sanksi kepada PT Hanson International Tbk dengan dikenai denda sebesar Rp 500 juta dan perintah untuk melakukan perbaikan dan penyajian kembali atas LKT 2016. Sementara CEO PT Hanson International, Benny Tjokro dijatuhi sanksi denda Rp 5 miliar. Direksi lainnya, Adnan Tabrani juga dikenai sanksi denda Rp 100 juta. Kemudian pada Sherly Jokom, auditor dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwantono, Sungkoro dan Surja, member dari Ernst and Young Global Limited (EY), dengan hukuman pembekuan Surat Tanda Terdaftar (STTD) selama satu tahun.

 PT Kereta Api Indonesia (2005)

(9)

Diduga terjadi manipulasi data dalam laporan keuangan PT KAI tahun 2005, perusahaan BUMN itu dicatat meraih keuntungan sebesar Rp 6,9 Miliar, padahal apabila diteliti dan dikaji lebih rinci, perusahaan justru menderita kerugian sebesar Rp 63 Miliar. Berawal dari pembukuan yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Laporan keuangan PT KAI tahun 2005 disinyalir telah dimanipulasi oleh pihak-pihak tertentu karena banyak terdapat kejanggalan dalam laporan keuangannya. Beberapa data disajikan tidak sesuai dengan standar akuntansi keuangan. Direksi PT KAI saat itu dikenakan sanksi membayar sejumlah Rp. 1 Milyar, auditor PT KAI diwajibkan membayar Rp. 100 juta.

2.5 Dampak setelah melakukan manipulasi laporan keuangan

Dampak yang terjadi yaitu setelah melakukan manipulasi laporan keuangan yaitu :

 Merugikan hubungan bisnis

 Meruntuhkan semangat kerja karyawan

 Memperburuk reputasi perusahaan dan branding

 Kerugian moral dan materil yang didapatkan oleh pihak yang melakukan manipulasi 2.6 Mengapa terjadi Manipulasi Laporan Keuangan

Perusahaan yang melakukan manipulasi laporan keuangan dikarenakan baginya manipulasi yang dilakukan tidak melanggar peraturan perundang-undangan atau hal yang dilanggar tidak ada aturannya didalam perundangan-undangan. Perusahaan melakukan manipulasi laporan keuangan agar nilai perusahaannya baik dan nilai saham pada efek bursa meningkat sehingga banyak investor yang nantinya tertarik untuk berinvestasi ke perusahaan tersebut.

(10)

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan

Manipulasi laporan keuangan termasuk dalam tindakan korupsi dan sangat berbahaya bagi seorang akuntan jika terlibat kedalamnya karena hal tersebut dapat merugikan negara.

Manipulasi dapat memberikan dampak buruk bagi akuntan karena tindakan tersebut melanggar kode etik profesi. Jika seorang akuntan terbukti melakukan manipulasi, maka akan dihukum paling lama 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 300.000.000

3.2 Saran

Berdasarkan penjelasan yang ada, saya memberikan saran sebagai berikut:

 Sebagai seorang calon akuntan, kita harus berhati – hati dan teliti dalam menyajikan laporan keuangan

 Sebaiknya tidak menerima suap dari pihak manapun yang meminta untuk menyajikan laporan keuangan yang palsu

(11)

 Sebaiknya bersikap professional dalam menjalani berbagai profesi

 Sebaiknya memiliki kecakapan dan keahlian yang cukup

 Memahami tentang tindakan korupsi dan pencegahan serta aturannya

 Memiliki mental yang independen dan iman yang kuat

DAFTAR PUSTAKA

https://makassar.terkini.id/manipulasi-laporan-keuangan/

https://media.neliti.com/media/publications/4473-ID-kajian-fraud-kecurangan- laporan-keuangan.pdf

https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt5bed467ca1e5e/keterlibatan-akuntan- publik-dalam-manipulasi-laporan-keuangan?page=2

https://hikmahauliarosyadavetriano.wordpress.com/2017/10/03/manipulasi-laporan- keuangan-oleh-pt-kereta-api-indonesia-pt-kai/comment-page-1/#:~:text=Kasus

%20Manipulasi%20Laporan%20Keuangan%20Oleh%20PT%20Kereta%20Api

%20Indonesia%20(PT%20KAI),-PT%20KERETA%20API&text=Diduga%20terjadi

%20manipulasi%20data%20dalam,kerugian%20sebesar%20Rp%2063%20Miliar.

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190708200602-532-410308/menkeu- ingatkan-poles-lapkeu-bikin-masyarakat-takut-investasi

(12)

https://www.google.co.id/url?

q=https://danielstephanus.wordpress.com/2018/12/07/etika-bisnis-studi-kasus- manipulasi-laporan-keuangan-pt-kereta-api-indonesia/amp/

Referensi

Dokumen terkait

Ancaman pidana perjudian sebenarnya sudah cukup berat, yaitu dengan hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun atau pidana denda sebanyak-banyaknya Rp. Banyak mahasiswa melakukan

Oleh sebab itu, perusahaan yang memiliki kondisi keuangan kurang baik termotivasi untuk melakukan manipulasi aktivitas riil agar dapat terhindar dari pelanggaran terhadap

4) Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa pidana penjara selama 10 tahun dan pidana denda sebesar Rp 500.000.000 subsidair tiga bulan kurangan. Mengenai pidana dalam ketentuan Pasal

*BPR dengan total aset Rp 10 miliar atau lebih wajib mencantumkan nama Kantor Akuntan Publik dan nama Akuntan Publik yang bertanggung jawab terhadap audit (partner

Dipidana dengan pidana penjara 3 tahun dan denda Rp 3 miliar (Pasal 111 UUPPLH). 14) Pejabat berwenang yang dengan sengaja tidak melakukan pengawasan terhadap ketaatan

&indakan tersebut mungkin terdiri dari pujian atas kerja yang telah dilakukan dengan baik, saran-saran untuk melakukan hal secara berbeda, (memproses) atau

Berdasarkan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa sanksi hukum yang diterapkan atas kejahatan manipulasi atas laporan keuangan oleh akuntan publik di pasar modal

Penelitian ini memberikan informasi mengenai praktik manajemen laba di Indonesia, dimana investor akan lebih berhati- hati dengan adanya kemungkinan manajer untuk melakukan menejemen