Disusun Oleh Kelompok 1.
A).Syarifah Salsa Nabila B).Nabila syamara zainur
C).Alfhiyah Rahmadani
Materi 1
Here is where your presentation begins
A.Manusia dan unsur-unsur manusia
Menurut Islam, manusia adalah makhluk yang paling sempurna, ia diciptakan untuk menjadi kholifah di bumi, pada
saat manusia dilahirkan ia membawa kemampuan-kemampuan yang disebut fitrah, fitrah inilah yang disebut dengan potensi Oleh karena itu, dalam kaitannya dengan pendidikan, dalam
Islam sangat dikenal adanya
Dalam konsepsi Islam, manusia merupakan satu hakikat yang mempunyai dua dimensi, yaitu dimensi material (jasad) dan dimensi immaterial (ruh, jiwa, akal dan sebagainya).
... Manusia adalah makhluk yang mulia, bahkan lebih mulia dari
malaikat (QS. al-Hijr, 15: 29).
Unsur-unsur manusia
Manusia terdiri dari 2 unsur, yaitu :
a.Unsur jasmani, yaitu manusia diciptakan Allah dari tanah di bumi, maka segala tuntutan- tuntutan dan keperluan hidup yang bersifat jasmani adalah juga daripada tanah. Tuntutan dan keperluan hidup manusia yang bersifat jasmani terkumpul dalam tiga perkara pokok:
Makanan dan minuman, pakaian dan perhiasan, kediaman dan keamanan b.Unsur rohani
Allah berfirman :
“Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (Al-Hijr 15:29)
Ayat di atas menegaskan bahwa Allah meniupkan roh kepada jasmani tersebut, sehingga dapat diketahui unsur rohani berupa roh, jiwa, akal,dsb. Sebagaimana unsur jasmani mempunyai tuntutan, maka unsur rohani juga mempunyai tuntutan atau keperluan yang sesuai dengan tabiat kerohaniannya yaitu aqidah, akhlak dan pengabdian.
B.Kebutuhan dasar manusia
Konsep kebutuhan dasar dalam Islam bersifat sangat dinamis mengacu pada tingkat keadaan ekonomi pada masyarakat. Pada tingkat keadaan ekonomi
tertentu barang yang tadinya dikonsumsi karena motivasi keinginan, pada tingkat keadaan ekonomi lebih baik, barang tersebut telah berubah menjadi kebutuhan.
Menurut al-Syathibi, rumusan kebutuhan manusia dalam Islam terdiri dari tiga macam, yaitu dharuriyat, hajiyat, dan tahsiniyat.
dharuriyat hajiyat tashiniyat
C.Tugas dan tujuan Hidup Manusia
1.
Tujuan penciptaan manusia yang paling utama adalah untuk beribadah dan bertakwa pada Allah. Manusia pada umumnya diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT
2.
sebagai pengurus bumi dan seisinya. Khalifah adalah hamba Allah yang ditugaskan untuk menjaga ke- maslahatan dan kesejahteraan dunia.
3.
agar manusia senantiasa mengetahui maha kuasanya Allah
SWT. Ini meliputi pemahaman bahwa seluruh alam semesta,
termasuk bumi, tata surya dan sesisnya terbentuk atas kuasa
Allah SWT.
●
Untuk menjalankan tujuan-tujuan tersebut, dalam hal ini Agama Islam, mengajarkan 3 hal yang merupakan dasar dari agama yaitu:
●
1. Aqidah
●
Aqidah merupakan suatu keyakinan yang harus dimiliki setiap mukmin
dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari. Keyakinan tersebut membuat mukmin makin mudah menjalankan ibadah dalam kehidupan sehari-harinya
●
2. Syariat
●
Syari’at bisa disebut syir’ah. Ilmu Tauhid, yaitu hukum atau peraturan- peraturan yang berhubungan dengan dasar-dasar keyakinan agama Islam, yang tidak boleh diragukan dan harus benar-benar menjadi keimanan kita.
3.Ahlak
●
Akhlak secara terminologi berarti tingkah laku seseorang yang didorong
oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang
baik.
C. Konsep manusia dalam islam
Manusia diciptakan tentu memiliki tujuan. Bagi ummat islam konsep manusia adalah dilihat dari bagaimana maksud atau tujuan Allah di dalam kehidupan ini. Sebagian ummat lain menganggap bahwa manusia tercipta sendirinya dan melakukan hidup dengan apapun yang mereka inginkan, sebebas-bebasnya.
1.Beribadah kepada Allah
”Dan tidaklah Aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada- Ku” (QS Adzariyat : 54)
Konsep manuia menurut islam berdasarkan dari tujuannya diciptakan, semata-mata adalah untuk beribadah kepada Allah. Beribadah kepada Allah artinya kita menganggap Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang layak untuk disembah, menjadi tempat
bergantung, diagungkan, dan diikuti seluruh perintahnya
2.Mendapatkan Ujian Dunia untuk Masa Depan Akhirat
Allah menunjukkan kepada manusia bahwa manusia diciptakan adalah untuk diberikan ujian di dunia. Barangsiapa bisa melalui ujian di dunia dengan berbagai tantangan dan kesulitannya, maka Allah akan memberikan pahala akhirat dan rahmat bagi yang benar-benar melaksanakannya dengan baik.
3.Melakukan Pembangunan di Muka Bumi dan Tidak berbuat Kerusakan
menunjukkan bahwa manusia diciptakan di muka bumi adalah untuk menjadi khalifah di muka bumi. Khalifah di atas bukan berarti hanya sekedar pemimpin. Manusia yang hidup semuanya menjadi pemimpin. Pemimpin bukan berarti hanya sekedar status atau jabatan dan tidak perlu mendapatkan jabatan tertentu untuk menjadi khalifah di muka bumi.