• Tidak ada hasil yang ditemukan

Maqashid Kesehatan dan Etika medis FULL

N/A
N/A
Shifwah Shofiyyah

Academic year: 2023

Membagikan "Maqashid Kesehatan dan Etika medis FULL"

Copied!
342
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

MAQA<S}ID AL-SYARI<‘AH DAN

TINJAUAN UMUM MAQA<S}ID AL-

Misal: 81تافصْلتا مكَحأ يُّغت دصاقلما (Maqa>s}id dapat mengubah hukum perbuatan) 82 فى ةبَتعم دصاْلم دصاْلم دصاْم telah diambil (Maqa>s}id dapat dianggap dalam tindakan), lalu apa yang dimaksud dengan maqa>s . }id adalah apa yang menjadi. Demikian pula yang dikatakan al-Ghaza>liy tentang maqa>s}id al-syari@'ah ada lima, yaitu menjaga agama, jiwa, akal, gender dan harta benda.85. Siapa yang mengingkari bahwa syariat memuat kemaslahatan dan maqa>s}id bagi manusia di dunia.

Sya>t}ibiy merupakan bapak pendiri ilmu maqa>s}id, sehingga wajar jika Sya>t}ibiy merupakan bapak maqa>s}idal-syari@'ah. Al-Sya>t}ibiy juga merupakan orang pertama yang menyusun al-maqa>s}idal-syari@'ah secara sistematis, sehingga maqa>s}id lebih komunikatif dan dapat diterima di kalangan ulama. Namun Maqa>s}id pada dasarnya sudah muncul jauh sebelum al-Sya>t}ibi@ menuliskan teori ini dalam bukunya al-Muwa>faqa>t.

Ketiga; atau yang terakhir adalah fase teori maqa>s}id yang banyak diolah oleh para ulama.100. Teori maqa>s}id dipopulerkan oleh al-Sya>t}ibi@ melalui salah satu karyanya yang berjudul al-Muwa>faqa>t fi@ Us}u>l al-Syari@'ah,. Berkaitan dengan hal tersebut, para ulama fiqih kita telah merumuskan konsep maqa>s}id al-syari@'ah yang berarti segala maksud dan tujuan yang ditetapkan oleh agama serta mewujudkan kemaslahatan dan menjauhi kemunkaran.

Dengan demikian, ilmu maka>s}id al-syari@'ah merupakan kunci keberhasilan mujtahid dalam ijtihadnya.” 104. Oleh karena itu, segala sesuatu, segala perbuatan, proses dan akibat mempunyai dua sisi yang berlawanan, yaitu maka>s}id al-syari@'ah. 107 Uraian tokoh-tokoh tersebut dalam kaitannya dengan maka>s}id al-syari@'ah hanya disinggung sekilas karena dalam disertasi ini lebih banyak mengacu pada pemikiran al-Sya>s}id al-syari@'ah dalam karya monumentalnya al- Muwa> faka>t

Pada hakikatnya tujuan utama dari konsep maqa>sid al-syari@'ah adalah sebuah usaha. Maqa>sid al-h}a>jiyyat adalah sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk mengatasi kesulitan dan menghindari kesulitan dalam hidup.

Pengertian Syariah, Fikih dan Hukum Islam

143 Muhammad Daud Ali, Hukum Islam: Pengantar Fikih dan Tatanan Hukum Islam di Indonesia (Jakarta: Rajawali Pers, 1996), hal. Dalam literatur Islam dan Arab, termasuk Al-Qur'an dan Sunnah, istilah hukum Islam tidak dikenal sebagai rangkaian kata (yaitu: al-h{ukm al-Isla>mi@; يملاسلإا مكحلا); kedua kata ini dapat ditemukan digunakan secara terpisah. Oleh karena itu, istilah hukum Islam yang terdapat dalam literatur hukum di Indonesia masih sering tertukar antara syariah, fiqh, bahkan ushul fiqh.

Telah dijelaskan di atas bahwa hukum Islam merupakan istilah yang diterjemahkan dari bahasa Inggris, Hukum Islam. Memahami ciri-ciri kedua istilah tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa hukum Islam tidak bisa disamakan secara pasti dengan Syariah dan Fiqih. Yang dimaksud dengan ruang lingkup hukum Islam di sini adalah objek kajian hukum Islam atau bidang-bidang hukum yang merupakan bagian dari hukum Islam.

Ruang lingkup hukum Islam sangat berbeda dengan hukum Barat yang membagi hukum menjadi hukum privat (hukum perdata) dan hukum publik. Sama halnya dengan hukum adat di Indonesia, hukum Islam tidak membedakan antara hukum privat dan hukum publik. Jadi dapat disimpulkan bahwa bidang atau bidang kajian hukum Islam ada dua, yaitu bidang ibadah dan bidang muamelah.

Dilihat dari komponennya, ruang lingkup hukum Islam dalam bidang muamalah, menurut 'Abd al-Wahha>b Khalla>f,155: 1) ah}ka>m al-ah}wa>l al-syakhs } iyyat (hukum – hukum pribadi/keluarga); Hasbi Ash Shiddieqy, Pengantar Hukum Islam I (Jakarta: Bulan Bintang, 1980), hal. 5) al-ah}ka>m al-dustu>riyyat (hukum perundang-undangan); 6) al-ah}ka>m al-duwaliyyat (hukum negara); dan 7) al-ah}ka>m al-iqtis}a>diyyatwa al-ma>liyyat (hukum ekonomi dan keuangan). Maksud dan Tujuan Hukum Islam (Maqa>sid al-Syari@'ah) Al-Quran diturunkan sebagai pedoman hidup umat manusia agar mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Mujtahid harus mengetahui tujuan atau sasaran yang ingin dicapai oleh hukum agama yang diatur dalam syariah agar dapat mengembangkan pemikiran hukum Islam yang mampu menjawab permasalahan kontemporer yang tidak diatur secara tegas dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Terwujudnya kebaikan, keadilan, dan kepentingan umum melalui perlindungan dan jaminan kebutuhan pokok (al-d}aru>riyyah) merupakan maksud dan tujuan hukum Islam (terkandung maqa>s}id al-syari@'ah) di Kor. 'an an dan al-Hadits.177. Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa tujuan hukum Islam adalah mewujudkan kemaslahatan hamba di dunia dan akhirat.

Dalam hukum Islam jelas terlihat kedudukan tinggi antara HAM (hak asasi manusia) dan KAM (kewajiban manusia).185 Makna kewajiban dalam hal ini, kewajiban yang diberikan Tuhan kepada manusia, melebihi nilai hak asasi manusia.

PROFESIONALISME DAN TANGGUNG

Tinjauan Umum Profesionalisme

Oleh karena itu, profesionalisme yang seharusnya dimiliki seorang dokter berbeda dengan profesionalisme seorang guru. Nilai profesionalisme seseorang dapat dilihat dari seberapa baik ia menaati kode etik profesinya. Oleh karena itu, profesionalisme dokter juga dipengaruhi oleh etika atau kode etik yang telah ditetapkan.Sedangkan Lawrence F.

Profesionalisme dalam melaksanakan tindakan kedokteran Seorang dokter setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran ingin segera mengamalkan ilmunya dan mengabdikan profesinya di masyarakat sesuai dengan janji atau sumpahnya untuk melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Dalam melaksanakan tugasnya, seorang dokter harus menyadari prinsip-prinsip dasar etika yaitu keadilan dan penghormatan terhadap hak-hak pasien. Sebagai sebuah nilai, etika dapat berubah secara dinamis seiring dengan perubahan masyarakat dan lingkungan yang terjadi secara perlahan. Ketika seorang dokter ingin berpraktik, otomatis ia terikat dengan rambu-rambu berupa sumpah dokter, Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki), UU Kesehatan 23 No.

Menguasai soft skill akan memudahkan seorang dokter dalam melatih hard skillnya berupa keterampilan klinis, menegakkan diagnosis, mulai melakukan anamnesis, pemeriksaan penunjang, diagnosis banding, kemampuan menghadapi keadaan darurat medis yang harus dihadapi dan persiapan menanggungnya. darurat medis. konsultasi atau rujukan. Dokter merupakan profesi yang masih dianggap sebagai profesi terhormat dan mulia; masyarakat meyakini bahwa dokter adalah manusia sempurna yang mampu menyelesaikan segala permasalahan pasien; Masyarakat juga berpendapat bahwa dokter merupakan profesi yang sangat menguntungkan, dan dapat menghasilkan banyak uang dalam waktu singkat. Berdasarkan fakta tersebut, sebagian besar orang tua berbondong-bondong mendaftarkan anaknya ke sekolah kedokteran di universitas ternama dan rela mengeluarkan ratusan juta rupiah hanya agar anaknya menjadi dokter.

Profesionalisme seorang dokter dalam pengobatan dapat ditunjukkan dalam beberapa hal yang akan menjadi tolok ukur dalam pelaksanaan tanggung jawabnya. Untuk mencapai keberhasilan dan keberhasilan yang unggul Profesionalisme seorang Dokter ditandai dengan keahlian yang unggul. Selain itu, tujuan utama seorang dokter seharusnya adalah mengobati orang yang sakit, bukan untuk mendapatkan ganti rugi darinya, sehingga ganti rugi bukan menjadi ukuran atas pelayanan yang diberikan.

Dengan kajian profesionalisme yang harus dimiliki seorang dokter agar dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik. Oleh karena itu, sikap profesional seorang dokter bersifat teoritis dan sikap profesional seorang dokter didasarkan pada pendapat dan harapan.

Pertanggungjawaban Hukum yang Bersifat

Pelanggaran terhadap standar profesi dan standar prosedur menjadi salah satu penyebab terjadinya malpraktik medik di lingkungan rumah sakit. 267 Malpraktik ini terjadi karena prosedur medik yang diberikan menyimpang dari standar profesi medik, standar operasional prosedur atau mengandung unsur-unsur yang melanggar hukum seperti tanpa STR (Surat Tanda Registrasi). ) atau SIP (Surat Izin Praktek), tidak sesuai dengan kebutuhan medis pasien, dan sebagainya. Hal lain yang sering menimbulkan perselisihan medis adalah kebijakan yang diterapkan oleh manajemen rumah sakit. Paradigma yang dikembangkan dalam tradisi seni kedokteran merupakan ciri khas yang harus ada dalam setiap aktivitas rumah sakit.

Harapan banyak orang, ketika kita masuk rumah sakit, kita akan mendapatkan perawatan dan perawatan yang baik agar kita bisa cepat pulih dan sehat kembali. Jika pengobatan yang diberikan dokter kepada pasien tidak menunjukkan hasil yang memuaskan, maka sering kali pasien menganggap pelayanan rumah sakit kurang baik. Kondisi negatif seperti ini lebih mudah terjadi jika kesan pertama yang ditunjukkan oleh manajemen rumah sakit kurang menyenangkan di hati pasien baru.

Rumah sakit merupakan organisasi yang sangat unik karena memadukan teknologi intensif, padat karya dan padat moral sehingga manajemen rumah sakit menjadi disiplin. Sementara itu, rumah sakit secara umum mempunyai peranan penting dan juga bertanggung jawab dalam meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat. Rumah Sakit beroperasi berdasarkan Pancasila dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, etika dan profesionalisme, kemaslahatan, keadilan, persamaan hak dan non-diskriminasi, kesetaraan, perlindungan dan keselamatan pasien serta mempunyai fungsi sosial.

Pengelolaan rumah sakit dilaksanakan dengan memberikan pelayanan yang baik dan manusiawi tanpa membeda-bedakan suku, bangsa, agama, status sosial, dan ras. Bahwa tenaga kesehatan harus menjunjung tinggi prinsip profesionalisme dalam melaksanakan pekerjaannya dan menghormati nilai-nilai etika yang dicanangkan rumah sakit. Penyelenggaraan rumah sakit harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat manusia guna memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Dalam hal ini, rumah sakit tidak hanya memberikan pengobatan kepada pasien, namun juga berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara umum. Merupakan bagian dari tanggung jawab rumah sakit untuk tidak hanya memberikan pengobatan atau pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang mampu, tetapi juga kepada masyarakat yang kurang mampu atau miskin. Manajemen rumah sakit harus mengedepankan nilai-nilai yang terkandung dalam penjelasan pasal di atas, padahal UU No.

44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, bagian 7, tentang tanggung jawab, Pasal 46 menyatakan bahwa: “Rumah Sakit bertanggung jawab secara hukum atas segala kerugian yang diderita akibat kelalaian yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Rumah Sakit.”

TINJAUAN MAQA<S}IDAL-SYARI<>‘AH

Perlindungan Hukum Positif pada Profesi

Hak, Kewajiban dan Tanggung Jawab

Muatan Maqa>s}id al-Syari>‘ah dalam

Referensi

Dokumen terkait

Bahwa tarif retribusi pelayanan kesehatan yang telah diatur dengan peraturan daerah Nomor tahun 2000 sudah tidak dipakai kembali dengan perkembanagan masyarakt sehingga perlu

Melakukan pelayanan umum, melakukan tindakan medik dan UGD, kunjungan pada pasien rawat inap, menerima dan melakukan rujukan, melaksanakan penyuluhan kesehatan kepada

Dalam melaksanakan langkah-langkah SBMR maka tenaga kesehatan dituntut untk fokus pada langkah yag dilakukan dalam memberikan pelayanan, melakukan tindakan

Berbagai upaya perlindungan hukum yang dilakukan dalam memberikan perlindungan menyeluruh kepada masyarakat sebagai penerima pelayanan kesehatan terhadap tindakan

Kesesuaian antara pelaksanaan pelayanan visum dan teori hukum kesehatan masih ada yang belum sesuai dimana tidak tertulisnya pelayanan visum dalam SOP dan pihak

SDM yang diusulkan terhadap tugas penanganan COVID- 19 sesuai dengan Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) dari pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan atau pimpinan

(3) Dalam hal fasilitas pelayanan kesehatan yang tidak melaksanakan tindakan preventif untuk mencegah penularan infeksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat