• Tidak ada hasil yang ditemukan

Masyarakat Wangi - Wangi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Masyarakat Wangi - Wangi"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

14 A. Kajian Pustaka

1. Tinjauan Teori-Teori a. Konsep stratifikasi social

Strata konsep dasarnya adalah lapisan. Stratifikasi sosoal adalah pembedaan atau pengelompokan penduduk atau masyarakat kedalam lapisan lapisan social secara bertingkat. Perwujudan pelapisan social dalam masyarakat dikenal dengan istilah kelas-kelas social yang terdiri atas :

1. Kelas social tinggi (upper class) 2. Kelas social menengah (middle class) 3. Kelas social rendah (lower class)

Kelas social tinggi meliputi para pejabat atau penguasa kaya. Kelas social menengah meliputi kaum intelektual, seperto dosen, peneliti, mahasiswa, pengusaha kecil, menegah, dan pegawai negri. Kelas social rendah merupakan kelompok terbesar dalam mastarakat yang meliputi buruh dan pedagang kecil.

Pengelompokan semacam itu terdapat dalam segala bidang kehidupandimana manusia menjalankan aktivitasnya.

Dasar-dasar stratifikasi social dalam masyarakatantara lain yaitu : 1. Kekayaan

Seseorang yang memiliki kekayaan yang paling banyak akan menempati stratifikasi teratas. Orang yang memiliki harta benda yang banyak akan akan lebih

(2)

dihargai dan dihormati oleh masyarakat daripada orang yang miskin. Kriteria umum lapisan ini antara lain adalah bentuk dan perabot rumah yang besar dan mewah, jenis mobil yang digunakan, simpanan dan bentuk kepemilikan tanah yang luas, dan nilai pembayaran pajak yang umumnya besar. Karena itu masyarakatb menempatkan oerang-orang tersebut pada lapisan masyarakat atas.

2. Kekuasan

Kekuasaaan berkaitan dengan kemampuan seseorang umtuk menentukan kehendaknya terhadap orang lain (yang dikuasai). Kekuasaan didukung oleh orang lain, struktur sebagai kedudukan atau posisi tertentu seseorang dalam masyarakat, kekayaan yang dimiliki, kepandaian, bahkan kelicikan. Seseorang yang memilki kekuasaan akan menempati strata yang tinggi dalam struktur social masyarakat yang bersangkutan.

3. Keturunan

Dalam masyarakat feodal, anggota masyarakat dari keluarga raja atau kaum bangsawan akan menempati lapisan atas, seperti orang yang begelar andi dimasyarakat bugis, Ode pada masyarakat buton, raden di masyarakat jawa, tengku di masyarakat aceh dan sebagainya. Umumnya mereka disebut dengan ungkapan orang berdarah biru.

4. Pendidikan

Dalam masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan atau pendidikan, orang yang memilki keahlian atau profesionalitas akan mendapatkan penghargaan yang lebih besar dibanding orang yang tidak memilki keahlian dan pendidikan

(3)

rendah ataupun buta huruf. mereka yang termasuk golongan ini adalah para peneliti, cendekiawan atau dosen, dokter, hakim, para atlet dan sebagainya.

b. Pengertian Tradisi

Tradisi adalah segala sesuatu yang disalurkan atau diwariskan dari masa lalu ke masa kini atau sekarang. Menurut Cannadine, tradisi adalah lembaga baru didandani dengan daya pikat kekunoan yang menentang zaman tetapi menjadi ciptaan mengaggumkan. Pengertian dalam arti sempit adalah warisan-warisan sosial khusus yang memenuhi syarat saja yaitu yang tetap bertahan hidup dimasa kini, yang masih kuat ikatannya dengan kehidupan masa kini. Pengertian tradisi dari aspek benda materialnya ialah benda maerial yang menunjukkan dan mengingatkan kaitan khusussnya dengan kehidupan masa lalu. Contoh tradisi:

candi, puing kuno, kereta kencana, sejumlah benda-benda peninggalan lainnya, jelas termasuk ke dalam pengertian tradisi.

Defenisi tradisi adalah upaya manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya tentu dengan mengandalkan kemampuan manusia sendiri untuk menjadikan alam sebagai objek yang dapat dikelola untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jadi dapatkan dikatakan bahwa kebudayaan tersebut lahir sesungguhnya diakibatkan oleh keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dalam bentuk tingkah laku, pola hidup, perekonomian, pertanian, sistem kekerabatan, startifikasi sosial, religi, mitos dan sebagainya. Kesemua aspek tersebut yang kemudian harus dipenuhi oleh manusia dalam kehidupannya yang sekaligus secara spontanitas akan melahirkan kebudayaan atau tradisinya.

Tradisi adalah kesamaan benda material dan gagasan yang berasala dari masa lalu

(4)

namun masih ada hingga kini dan belum dihancurkan atau dirusak, tradsi dapat diartikan sebagai warisan yang benar atau warisan masa lalu, namun demikian tradisi yang terjadi berulang-ulang bukanlah dilakukian secara kebetulan atau disengaja. Dari poemahaman tersebut maka apapun yang dilakukan oleh manusia secara turun temurun dari setiap aspek kehidupannya yang merupakan upaya untuk meringankan hidup manusia dapat dikatakan sebagai ‘’tradisi’’ yang berarti bahwa hal tersebut adalah menjadi bagioan dari kebudayaan.

Sejarah tradisi lahir, tradisi lahir disaat tertentu ketika orang menetapkan fragmen tertentu dari warisan masa lalu sebagai tradisi. Tradisi berubah ketika orang memberikan perhatian khusus pada fragmen tradisi tertentu dan tradisi dapat hilang bila benda material di buang dan gagasan ditolek atau di lupakan.

Sejarah tradisi lahir yaitu melalui dua cara yaitu:

1. Cara pertama tradisi muncul dari bawah melalui mekanisme kemunculan secara spontan dan tidak diharapkan serta melibatkan rakyat banyak. Karena sesuatu alasan, individu tertentu menenmukan warisan historis yang menarik.

Perhatian, ketakziman, kecintaan dan kekaguman yang kemudian di sebarkan melalui berbagai cara, mempengaruhi masyarakat banyak. Sikap takzim dan kagunm itu berubah menjadi perilaku dalam bentuk upacara, penelitian dan pemugaran peninggalan purbakala serta menafsir ulang keyakinan lama.

Semua perbuatan itu memperkokoh sikap. Kekaguman dan tindakan individu menjadi milik bersama dan berubah menjadi fakta sosial sesungguhnya.

Begitulah tradisi di lahirkan, proses kelahiran tradisi sangat mirip dengan penyebaran temuan baru, hanya saja dalam kasusu tradisi ini lebih berarti

(5)

penemuan kembali yang telah ada dimasa lalu ketoimbang penciptaan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya.

2. Cara kedua, tradisi muncul dari atas melalui mekanisme paksaan. Sesuatu yang dianggap sebagai tradisi dipilih dan dijadikan perhatian umum atau dipaksakan oleh individu yang berppengaruh atau berkuasa. Raja mungkin memaksakan tradisi dinastinya kepada rakyatnya. Diktator menarik perhatian rakyatnya kepada kejayaan bangsanya dimasa lalu. Kemudian militer menciptakan sejarah pertempuran besar keppada pasukannya. Perancang model terkenal menemukan inspirasi dari masa lalu dan mendiktekan gaya ‘’kuno’’ kepada konsumen. Dua jalan kelahiran tradisi itu tidak membedakan kadarnya, perbedaan terdapat antara tradisi asli yaitu tradisi yang sudah ada dimasa lalu dan tradisi buatan yaitu murni khayalan atau pemikiran masa lalu. Tradisi buatan mungkin lahir ketika orang memahami impian masa lalu dan mampu menularkan impiannya itu kepada banyak orang. Lebih sering tradisi buatan ini di oaksakan dari atas oleh penguasa untuk mencapai tujuan politik mereka.

Penyebab perubahan tradisi di sebabkan oleh banyaknya tradisi dan bentrokan antara tradisi yang satu dengan sainganny, benturan itu dapat terjadi antara tradisi masyarakat atau antara kultur yang berbeda didalam masyarakat tertentu. Perubahan tradisi dari segi kuantitatifnya terlihat dalam jumlah penganut atau pendukungnya, rakyak dapat ditarik untuk mengikuti tradisi tertentu yang kemudian mempengaruhi seluruh rakyat satu negara atau bahkan dapat mencapai skala global. Perubahan tradisi dari segi kualitatifnya yaitu perubahan kadar

(6)

tradisi, gagasan simbol dan nilai tertentu ditambahkan dan yang lainnya dibuang.

Fungsi tradisi yaitu sebagai berikut:

1. Tradisi berfungsi sebagai fragmen warisan historis yang kita pandang bermanfaat, tradisi yang seperti onggokan gagasan dan material yang dapat digunakan orang dalam tindakan kini dan untuk membangun masa depan berdasarkan pengalaman masa lalu. Contoh: peran yang khusus diteladani (misalanya, tradisi kepahlawanan, kepemimpinan karismatis, orang suci atau nabi).

2. Fungsi tradisi yaitu untuk memberikan legitimasi terhadap pandangan hidup, pranata dan aturan yang sudah ada. Semuanya ini memerlukan pembenaran agar dapat memikat anggotanya. Contoh: wewenang seorang raja yang disahkan oleh tradisi dari seluruh dinasti terdahulu.

3. Tradisi berfungsi menyediakan simbol identitas kolektif yang meyakinkan, memperkuat loyalitas primordial terhadap bangsa, komunitas dan kelompok.

Contoh tradisi nasional: dengan lagu bendera, emblem, mitologi dan ritual umum.

4. Tradisi ialah untuk membantu menyediakan tempat pelarian dari keluhan, ketidakpuasan dan kekecewaan kehidupan modern. Tradisi yang mengesankan masa lalu yang labih bahagian menyediakan sumber pengganti kebanggalan bila masyarakat berada dalam kritis. Tradisi kedaulatan dan kemerdekaan di masa lalu membantu suatu bangsa untuk bertahan hidup ketika berada dalam penjajahan, tradisi kehilangan kemerdekaan, cepat atau lambat akan merusak sistem tirani atau kediktatoran yang tidak berkurang dimasa kini.

(7)

c. Pengertian Karia’a (sunatan)

Karia’a (sunatan) merupakan perayaan atau ritual sakral yang ditujukan kepada anak laki-laki maupun anak perempuan ketika beranjak dewasa dan uniknya dalam perayaan karia’a yang diusung bukannlah anak laki-laki yang telah di sunat melainkan anak perempuan yang telah di dandani dengan pakaian adat dan hiasan bunga dikepala, setiap usungan bisa berisi tiga atau lima anak perempuan dan diusung oleh empat hingga sepuluh laki-laki dewasa dengan diarak berkeliling kampung menggunakan kansoda’a atau tandu dan biasanya dilakukan di lapangan terbuka, ditandai dengan suara nyanyian dari sekelompok ibu-ibu seluruh peserta perayaan karia’a mendapatkan bagian dari syara (pemimpin upacara karia’a) kemudian,semua peserta upacara akan menuju batanga (tempat perayaan) dari rumah mereka masing-masing dengan menggunakan kansoda’a (usungan yang terbuat dari bambu). Upacara adat karia’a merupakan salah satu tradisi yang dilakukan sejak tahun 1918 pada tradisi adat karia’a di pulau wanci kabupaten wakatobi masyarakat wanci menganggap tradisi karia’a ini sebagai salah satu ritual sakral yang dilakukan ketika seorang anak, baik laki-laki maupun perempuan setelah beranjak dewasa. karia’a (sunatan) adalah salah satu tradisi yang masih di lakoni oleh masyarakat wakatobi khususnya di desa wanci kecamatan wangi-wangi, tradisi karia’a biasa di lakukan beberapa hari setelah perayaan hari raya idul fitri dan idul adha. Seiring dengan perkembangan zaman dimasa sekarang ini karia’a yang dulunya bisa dilakukan oleh siapapun tak memandang bahwa dia dari keluarga berada (orang kaya) maupun tidak berada (orang miskin) bisa melakukan tradisi ini tetapi dimasa

(8)

sekarang tradisi ini akan terlihat lebih luar biasa jika orang kaya yang melakukannya dibandingkan dengan orang miskin perayaanya yang begitu biasa- biasa.

d. Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial adalah pembedaan posisi seseorang atau suatu kelompok masyarakat dalam kedudukan yang berbeda-beda secara vertikal. Menurut Bruce J. Cohen stratifikasi adalah sistem yang menempatkan seseorang sesuai dengan kualitas yang dimiliki dan menempatkan mereka pada kelas sosial yang sesuai.

Setiap masyarakat mempunyai penghargaan tertentu terhadap hal-hal tertentu, akan menempatkan hal tersebut pada kedudukan yang lebih tinggi dari hal-hal lainnya. Kalau sutrau masyarakat lebih menghargai kekayaan materiil daripada kehormatan, misalnya, mereka lebih banyak mempunyai kekayaan materil akan nmenempatkan kedudukan yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pihak- pihak lain. Gejala tersebut menimbulkna lapisan masyarakat, yang merupakan pembedaan posisi seorang atau suatu kelompok dalam kedudukjan yang berbeda- beda secara vertikal.

Filsuf Aristoteles (yunani) mengatakan di dalam negara terdapat tiga unsur, yaitu mereka kaya sekali, melarat, dan berada di tengah-tengahnya.

Sedangkan seorang sosiologi terkemuka yaitu Pitirim A. Sorokin, pernah mengatakan bahwa sistem lapisan (stratifikasi sosial) merupakan ciri yang tetap dan umum dalam setiap masyarakat yang hidup teratur. Barang siapa yang memiliki sesuatu yang berharga dalam jumlah yang sangat banyak dianggap masyarakat berkedudukan dalam lapisan atasan, mereka yang hanya sedikit sekali

(9)

atau tidak memiliki sesuatu yang berharga dalam pandangan masyarakat mempunyai kedudukan yang rendah. Diantara lapisan yang atasan dan yang rendah itu, ada lapisan yang jumlahnya dapat ditentukan sendiri oleh mereka yang hendak mempelajari sistem lapisan masyarakat itu, biasanya golongan yang berada dalam lapisan atasantidak hanya memiliki satu macam saja dari apa yang dihargai oleh masyarakat, tetapi kedudukannya yang tinggi itu bersifat komulatif.

Mereka yang memiliki uang banyak akan mudah sekali mendapatkan tanah, kekuasaaan dan mungkin juga kehormatan, sedangkan mereka yang mempunyai kekuasaan besar mudah menjadi kaya dan mengusahakan ilmu pengetahuan.

Sistem lapisan dalam masyarakat tersebut dalam sosiologi dikenal dengan social stratification.

Kata stratication berasal dari stratum (jamaknya: strata yang berarti lapisan). Pitirim A. Sorokin menyatakan bahwa social stratification adalah pembedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah kelas-kelas tinggi dan kelas yang lebih rndah.

Selanjutnya menurut Sorokin, dasar dan inti lapisan masyarakat tidaka adanya keseimbangan dalam pembagian hak dan kewajiban, kewajiban, dan tanggung jawab nilai-nilai sosial pengaruhnya di antara anggota-anggota masyarakat.

Lapisan masyarakat tadi mulai ada sejak manusia mengenal adanya kehidupan bersama di dalam suatu organisasi sosial. Misalnya pada masyarakat-masyarakat yang bertaraf kebudayaan masih bersahaja. Lapisan masyarakat mula-mula didasarkan pada perbedaan seks, pebedaan perbedaan antara pemimpin dengan yang dipimpin, golongan buangan/budak dan bukan buangan/budak, pembagian

(10)

nkerja, dan bahkan juga suatu perbedaan berdasarkan kekayaan. Semakin rumit dan semakin maju teknologi sesuatu masyarakat, semakin kompleks pula sistem lapisan masyarakat.

Pada masyarakat-masyarakat yang kecil serta bersahaja, biasanya pembedaan kedudukan dan peranan bersifat minim karena warganyaasedikit dan orang-orang yang dianggap tinggi kedudukannya juga tak banyak, baik macam maupun jumlahnya. Di dalam masyarakat yang sudah kompleks, pembedaan kedudukan dan peranan juga bersifat kompleks karena banyaknya orang dan aneka warna ukuran yang dapat di terapkan terhadapnya. Lapisan tersebut tidak hanya dapat dijumpai pada masyarakat manusia, tetapi juga ada pada masyarakat hewan dan tumbuh-tumbuhan. Ada golongan hewan merayap, menyusui, dan laini-lainnya. Bahkan dikalangan hewan menyusui, umpamanya kera ada lapisan pimpinan dan yang dipimpin, perbedaan pekerjaan yang didasarkan pada pembedaan seks, dan seterusnya. Demikian juga di kalangan dunia tumbuh- tumbuhan dikenal adanya tumbuh-tumbuhan parasitis, yang sanggup berdiri sendiri dan lain sebagainnya. Akan tetapi, pembicaraan kita hanya akan dbatasi pada lapisan masayarakat manusia.

Lapisan masyarakat tersebut memiliki banyak bentuk-bentuk konkret.

Akan tetapi, secara prinsipil bentuk-bentuk tersebut dapat di klasifikasikan kedalam tiga macam kelas, yaitu yang ekonomis, politis, dan yang bdidasarkan pada jabatan-jabatan tertentu dalam masyarakat. Umumnya, ketiga bentuk pokok tadi mempunyai hubungan yang erat satu dengan lainnya, di mana terjadi saling memengaruhi. Misalnya, merka yang termasuk kedalam suatu lapisan atas dasar

(11)

ukuran politis biasanya juga merupakan oarng-orang yang menduduki suatu lapisan tertentu atas dasar ekonomis. Demikian pula meraka yang kaya biasanya menempati jabatan-jabatan yang senatiasa penting. Akan tetapi, tidak semua demikan keadaannya. Hal itu semuanya tergantung pada sistem nilai yang berlaku serta berkembang dalam masyarakat bersangkutan.

Faktor penyebab terjadinya stratifikasi sosial diantaranya seperti berikut : 1. Kekayaan

Kekayaan, seseorang yang mempunyai kekayaan yang lebih biasanya termasuk kelapisan paling batas dalam staratifikasi sosial.

2. Kehormatan

Kehormatan, orang yang paling dihormati biasanya menempati lapisan paling atas.

3. Kekuasaan

Kekuasaan, ukuran kekuasaan sesorang pun dapat menjadi faktor penyebab terbentuknya stratifikasi sosial dan biasanya seseorang yang mempunyai kekuasaan selalu menempati lapisan teratas, misalnya seperti gubernur, bupati, dan lain-lain.

4. Berilmu tinggi atau berpengetahuan tinggi

Berilmu tinggi atau berpengetahuan tinggi, seseorang akan menempati urutan paling atas jika dia memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi.

(12)

e. Masyarakat

Pengertian masyarakat secara umum adalah sekumpulan individu-individu yang hidup bersama, bekerja sama untuk memperoleh kepentingan bersama yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, dan adat istiadat yang ditaati dalam lingkungannya. Masyarakat berasal dari bahasa inggris yaitu ‘’society’’

yang berati ‘’masyarakat’’ lalu kata society yang berarti ‘’kawan’’ sedangkan masyarakat yang berasal dari bahasa arab yaitu ‘’musyarak’’ pengertian masyarakat terbagi atas dua yaitu pengewrtian secara luas dan pengertian secara sempit. Pengertian masyarakat dalam arti luas adalah keseluruhan hubungan hidup bersama tanpa dengan dibatasi lingkungan, bangsa dan debagainya. Sedangkan pengertian masyarakat secara sempit adalah sekelompok individu yang dibatasi oleh golongan, bangsa, teritorial, dan lainn sebagainya. Masyarakat juga didefenisikan sebagai kelompok orang yang terorganisasi karena memiliki tujuan yang sama.

Menurut selo soemardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan. Sedangkan Maclvcer dan page masyarakat merupakan suatu siostem dari kebiasaan dan tata cara, dari wewenang dan kerjasama adanya berbagai kelompok dan penggolongan dan pengawasan tingkah laku serta kebebasan-kebebasan manusia. Keseluruhan yang selalu berubah itu dinamakan masyarakat, dengan kata lain masyarakat merupakan jalinan hubungan sosial dan masyarakat selalu berubah. Walaupun defenisi dari sarjana-sarjana tersebut berlainan, pada dasarnya isinya sama, yaitu masyarakat yang mencakup beberapa unsur berikut ini adalah:

(13)

1. Masyarakat merupakan manusia yang hidup bersama. Di dalam ilmu sosial tak ada ukuran mutlak ataupun angka pasti untuk menentukan beberapa jumlah manusia yang harus ada. Akan tetapi, secara teoritis angka minimnya adalah dua orang yang hidup bersama.

2. Bercampur untuk waktu yang cukup lama. Kumpulan dari manusia tidaklah sama dengan kumpulan benda-benda mati seperti umpanya kursi, meja dan sebagainya. Karena denghan berkumpulnya manusia, maka akan timbul manusia-manusia baru, manusia itu juga dapat bercakap-cakap, merasa dan mengerti; mereka juga mempunyai keinginan untuk menyampaikan kesan- kesan atau perasaan-perasaannya. Sebagai akibat hidup bersama itulah, timbullah sistem komunikasi dan timbullah peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara manusia dalam kelompok tersebut.

3. Mereka sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan.

4. Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena setiap anggota kelompok merasa dirinya terikat satu dengan lainnya.

Manusia senantiasa mempunyai naluri yang kuat untuk hidup bersama dengan sesamanya, apabila dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya seperti hewan. Misalnya, manusia tidak akan mungkin hidup sendiri manusia tanpa manusia lainnya pasti akan ‘’Mati’’ manusia yang ‘’dikurung’’ sendirian di suatu ruangan tertutup, pasti akan mengalami gangguan pada perkembangan pribadinya sehingga lama kelamaandia akan ‘’mati’’.

(14)

Semenjak dilahirkan manusia sudah mempunyai naluri untuk hidup berkawan sehingga dia disebut sosial animal, sebagai sosial animal manusia mempunyai naluri yang disebut gregariousness pada hubungan antara manusia denhgan sesamanya, agaknya yang penting adalah reaksi yang timbul sebagai akibat adanya hubungan tadi. Reaksi-reaksi itu mengakibatkan bertambah luasnya sikap tindak seseorang, misalnya apabila seseorang menyanyi, dia memerlukan reaksi yang ,mungkin bersifat positif (pujian) atau negatif (celaan), yang merupakan dorongan untuk menyempurnakan sikap tindakannya (yaitu menyanyi) pada masa-masa yang akan datang. Dalam memberikan reaksi tersebut ada kecenderungan-kecenderungan bahwa untuk memberikan reaksi, manusia cenderung menyerasikannya dengan sikap pihak-pihak lain.

Hal ini disebabkan karena pada dasarnya manusia mempunyai dua hasrat yang kuat dalam dirinnya yakni:

a. Keinginan untuk menjadi satu dengan sesamanya atau manusia lain di sekelilingnya (misalnya masyarakat).

b. Keinginan untuk menjadi satu dengan lingkungan alam sekelilingnya.

Untuk dapat menghadapi dan menyesuaikan diri dengan kedua lingkungan tersebut, yakni lingkungan alam, manusia mempergunakan pikiran, perasaan dan kehendaknya. Selain itu, dal;am menerasikan diri dengan lingkungan-lingkungan tersebut manusia senantiasa hidup dengan sesamanya untuk menyempurnakan dan memperluas sikap tindaknya agar tercapai kedamaian dengan lingkungannya.

Dengan demikian, suatu masyarakat sebenarnya merupakan sistem adaptif, karena

(15)

masyarakat merupakan wadah untuk memenuhi pelbagai kepentingan danm tentunya juga dapat bertahan. Namun, disamping itu masyarakat sendiri juga mempunyai pelbagai kebutuhan yang harus dipenuhi agar masyarakat itu dapat hidup terus. Masyarakat memiliki karakteristik atau ciri-ciri yang membuat kita lebih mudah mengertahui arti masyarakat, karakteristik masyarakat adalah sebagai berikut:

a. Memiliki wilayah tertentu

b. Dengan secara yang kolektif menghadapi atau menghindari musuh c. Mempunyai cara dalam berkomunikasi

d. Timbulnya diskriminasi warga masyarakat dan bukan warga masyarakat tersebut.

e. Setiap drai anggota masyarakat dapat bereproduksi dan beraktivitas.

Selain memiliki karakteristik masyarakat juga mempunyai unsur-unsur sebagai berikut yakni:

a. Harus ada perkumpulan manusia dan harus banyak

b. Telah bertimpat tinggal dalam waktu lama disuatu daerah tertentu

c. Adanya aturan atau undang-undang yang mengatur masyarakat menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.

Bila dipandang cara terbentuknya masyarakat dimana ada masyarakat kultur, yaitu masyarakat yang terjadi dengan sendirinya, seperti: geromboklan (harde), suku (stam), yang bertalian karena hubungan darah atau keturunan.

(16)

Masyarakat kultur yaitu, masyarakat yang terjadi karena kepentingan dunia atau kepercayaan.

Ciri-ciri dari suatu masyarakat diantaranya ialah:

1. Merupakan pengelompokan individu

2. Adanya interaksi antara individu-individu anggota masyarakat 3. Adanya aturan-aturan yang mengatur perilaku anggota masyarakat

4. Individu-individu sebagai satu kesatuan mendukung, mengembangkan, dan meneruskan kebudayaan.

Kebutuhan-kebutuhan masyarakat sebenarnya menganut sistem adaptif (mudah menyesuaikan diri dengan keadaan), oleh karena itu masyarakat merupakan wadah untuk memenuhi berbagai kepentingan dan tentunya juga dapat bertahan. Selain itu masyarakat sendiri juga mempunyai berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi agar masyarakat itu dapat hidup secara terus menerus. Kebutuhan- kebutuhan masyarakat sebagai berikurt:

1. Masyarakat membutuhkan adanta populasi 2. Masyarakat membutuhkan informasi 3. Masyarakat membutuhkan energi 4. Masyarakat membutuhkan materi

5. Masyarakat membutuhkan sistem komunikasi 6. Masyarakat membutuhkan sistem produksi 7. Masyarakat membutuhkan distribusi

8. Masyarakat membutuhkan sistem organisasi sosial

(17)

9. Masyarakat membutuhkan pengendalian sosial

10. Masyarakat membutuhkan perlindungan terhadap ancaman yang tertuju pada jiwa dan harta bendanya.

2. Teori yang Relevan

a. Teori evolusioner-Fungsionalisme Talcott parsons

Dia menganggap bahwa evolusi sosial secara umum terjadi karena sifat kecenderungan masyarakat untuk berkembang, yang disebutnya sebagai

‘’kapitalis adaptif’’

b. Teori Surplus Lenski Gerhard Lenski

Mengemukakan bahwa mahluk yang mementingkan diri sendiri dan selalu berusaha untuk mensejahterakan dirinya.

c. Teori konflik kelas Karl Marx (1818-1883)

Teori kelas merupakan teori sosiologi yang hingga kini masih tetap menjadi rujukan klasik dalam berbagai karya ilmiah tentang konflik. Kelas yang dimasudkan oleh karl marx adalah suatu kelompok orang-orang yang memiliki fungsi dan tujuan yang sama dalam suatu organisasi produksi.

Pada dasarnya teori konflik dari marx merupakan pokok-pokok dari interpretasi sejarah ekonomi, menurutnya sejarah dari berbagai masyarakat hingga saat ini pada dasarnya merupakan sejarah tentang pertentangan kelas atau antar golongan mulai dari masyarakat sederhana hingga pada masyarakat kompleks.

(18)

d. Teori Interaksionisme simbolik Dauglas Goodman

Interaksionisme simbolik adalah salah satu model peneltian budaya yang berusaha mengungkap realitas perilaku manusia. Falsaf-fah dasar interaksionisme simbolik adalah fenemologi, melalui interaksionisme simboliklah pernyataan-pernyataan seperti ‘’defenisi situasi’’ realitas dimata pemiliknya, dan ‘’jika orang mendefenisikan situasi itu nyata, maka nyatalah situasi itu dsalam konsekuensinya’’, menjadi paling relevan. Sifat teori interaksionisme simbolik dikonstruksikan atas sejumlah ide-ide dasar.

Ide dasar ini mengacu pada masalah-masalah kelompok manusia atau masyarakat, interaksi sosial, obyek, manusia sebagai pelaku tindakan manusia dan interkoneksi dari saluran-saluran tindakan.

e. Teori Marxian

Menekankan pemilikan kekayaan pribadi sebagai penentu struktur stratifikasi.

Dari beberapa pengertian para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa stratifikasi sosial adalah pembedaan anggota masyarakat kedalam kelas-kelas secara vertikal, yang diwujudkan dengan adanya tingkatan masyarakat dari yang paling tinggi sampai yang paling rendah.

B. Kerangka Konsep

Sebagai suatu kearifan lokal upacara adat karia’a (sunatan) merupaka suatu upacara adat yang syarat akan nilai-nilai religius dan juga syarat akan makna hidup bermasyarakat. karia’a (sunatan) merupakan perayaan atau ritual

(19)

sakral yang ditujukan kepada anak laki-laki maupun anak perempuan ketika beranjak dewasa dan uniknya dalam perayaan karia’a yang diusung bukanlah anak laki-laki yang telah di sunat melainkan anak perempuan yang telah di dandani dengan pakaian adat dan hiasan bunga dikepala, setiap usungan bisa berisi tiga atau lima anak perempuan dan diusung oleh empat hingga sepuluh laki-laki dewasa dengan diarak berkeliling kampung menggunakan kansoda’a atau tandu dan biasanya dilakukan di lapangan terbuka, ditandai dengan suara nyanyian dari sekelompok ibu-ibu seluruh peserta perayaan karia’a mendapatkan bagian dari syara (pemimpin upacara karia’a) kemudian,semua peserta upacara akan menuju batanga (tempat perayaan) dari rumah mereka masing-masing dengan menggunakan kansoda’a (usungan yang terbuat daribambu).

Upacara adat karia’a merupakan salah satu tradisi yang dilakukan sejak tahun 1918 pada tradisi adat karia’a di pulau wanci kabupaten wakatobi masyarakat wanci menganggap tradisi karia’a ini sebagai salah satu ritual sakral yang dilakukan ketika seorang anak, baik laki-laki maupun perempuan setelah beranjak dewasa. karia’a (sunatan) adalah salah satu tradisi yang masih di lakoni oleh masyarakat wakatobi khususnya di desa wanci kecamatan wangi-wangi, tradisi karia’a biasa di lakukan beberapa hari setelah perayaan hari raya idul fitri dan idul adha. Seiring dengan perkembangan zaman dimasa sekarang ini karia’a yang dulunya bisa dilakukan oleh siapapun tak memandang bahwa dia dari keluarga berada (orang kaya) maupun tidak berada (orang miskin) bisa melakukan tradisi ini tetapi dimasa sekarang tradisi ini akan terlihat lebih luar biasa jika orang kaya yang melakukannya dibandingkan dengan orang miskin perayaanya

(20)

yang begitu biasa-biasa, selain itu prayaaan yang di lakukan oleh orang tidak berada mereka hanya akan mengikut pada perayaan yang sudah ditetapan oleh tokoh adat beda dengan yag di lakukan oleh orang berada pasti mereka tidak mengikuti hari yang di sudah di tentukan namu mereka memilih hari perayaan secara pribadi atau di luar dari hari perayaan yang sudah di tentukan oleh tokoh adat.

Tradisi karia’a (sunatan) adalah salah satu tradisi yang masih di lakoni oleh masyarakat wakatobi khususnya daerah wanci kecamatan wang-wangi, tradisi karia’a biasa di lakukan beberapa hari sesudah perayaan idul fitri dan idul adha serta perayaanya diadakan dan di tetapkan dalam satu titik yaitu di lapangan sebagai titik utama perayaan dari tradisi karia’a (sunatan) dengan anak laki-laki berjalan kaki dan anak perempuan di usung menggunakan kansoda’a (tandu berbentuk kursi) menuju titik acara karia’a.

Pada hari pelaksanaannya (hari H) para gadis yang diarak mengunakan kansoda’a atau tandu diikuti oleh syara (atau pemimpin karia’a) yang berada dibarisan paling depan dengan anak laki-laki yang sudah didandani dan dipakaikan pakean adat, tak ketinggalan rombongan ibu-ibu menyanyikan kadandio (yel-yel) sembari makanjara (joget) dengan diiringi alat musik tradisional dari gendang dan gong. Iringan musik khas daerah yang dimainkan para tetua-tetua (tokoh adat) membuat para pendengarnya seakan ingin berjoget dan ikut berpartisipasi meramaikan acara ini, tradisi karia’a (sunatan) merupakan sebuah gerbang menuju kedewasaan bagi para gadis wangi-wangi, sehingga makna yang melekat pada tradisi ini harus diletakan sebagai sebuah filterisasi bagi

(21)

gadis wangi-wangi dalam memaknai gesekan perilaku yang berkembang. Artinya, makna karia’a (sunatan) dijadikan sebagai pensucian dan kesiapan menuju kedewasaan, dan harus siap bersikap dalam melihat realitas hidup semakin keras.

Dari berbagai uraian diatas maka kerangka konsep dalam penelitian ini dibuat bagan seperti berikut

Masyarakat Wangi - Wangi

Tradisi Kearifan lokal Syariat Agama

Karia’a

Mia ane (orang beraada) Mia Mbea’e

(orang tidak ada)

(22)

Masyarakat wangi-wangi merupakan masyarakat yang memiliki banyak tradisi dan kebudayaan dan salah satunya yaitu tradisi Karia’a (sunatan). Sunatan atau karia’a merupakan merupaka suatu upacara adat yang syarat akan nilai-nilai religius dan juga syarat akan makna hidup bermasyarakat. karia’a (sunatan) merupakan perayaan atau ritual sakral yang ditujukan kepada anak laki-laki maupun anak perempuan ketika beranjak dewasa dan uniknya dalam perayaan karia’a yang diusung bukanlah anak laki-laki yang telah di sunat melainkan anak perempuan yang telah di dandani dengan pakaian adat dan hiasan bunga dikepala, setiap usungan bisa berisi tiga atau lima anak perempuan dan diusung oleh empat hingga sepuluh laki-laki dewasa dengan diarak berkeliling kampung menggunakan kansoda’a atau tandu dan biasanya dilakukan di lapangan terbuka, ditandai dengan suara nyanyian dari sekelompok ibu-ibu seluruh peserta perayaan karia’a mendapatkan bagian dari syara (pemimpin upacara karia’a) kemudian,semua peserta upacara akan menuju batanga (tempat perayaan) dari rumah mereka masing-masing dengan menggunakan kansoda’a (usungan yang terbuat dari bambu).

Tradisi karia’a (sunatan) ini jika di lihat dalam syariat dan agama sunatan ini dikatakan sebagai khitan yang merupakan bagian dari syariat islam khitan syariaat islam bagianak laki-laki adalah memotong seluruh kulit yang menutup hasyafah (kepala zakar) kemaluan laki-laki sehingga semua hasyafah terbuka, sedangkan buat perempuan khitan adalah memotong bagian bawah kulit yang disebut nawat yang berada di bagian atas faraj (kemaluan perempuan) .

(23)

Upacara adat karia’a merupakan salah satu tradisi yang dilakukan sejak tahun 1918 pada tradisi adat karia’a di pulau wanci kabupaten wakatobi masyarakat wanci menganggap tradisi karia’a ini sebagai salah satu ritual sakral yang dilakukan ketika seorang anak, baik laki-laki maupun perempuan setelah beranjak dewasa. karia’a (sunatan) adalah salah satu tradisi yang masih di lakoni oleh masyarakat wakatobi khususnya di desa wanci kecamatan wangi-wangi, tradisi karia’a biasa di lakukan beberapa hari setelah perayaan hari raya idul fitri dan idul adha. Seiring dengan perkembangan zaman dimasa sekarang ini karia’a yang dulunya bisa dilakukan oleh siapapun tak memandang bahwa dia dari keluarga berada (orang kaya) maupun tidak berada (orang miskin) bisa melakukan tradisi ini tetapi dimasa sekarang tradisi ini akan terlihat lebih luar biasa jika orang kaya yang melakukannya dibandingkan dengan orang miskin perayaanya yang begitu biasa-biasa, selain itu prayaaan yang di lakukan oleh orang tidak berada mereka hanya akan mengikut pada perayaan yang sudah ditetapan oleh tokoh adat beda dengan yag di lakukan oleh orang berada pasti mereka tidak mengikuti hari yang di sudah di tentukan namu mereka memilih hari perayaan secara pribadi atau di luar dari hari perayaan yang sudah di tentukan oleh tokoh adat.

Referensi

Dokumen terkait

Namun pada kelompok umur dewasa, pitch tertinggi untuk laki-laki tidak berimpit (terpisah) dengan pitch terendah suara perempuan dan untuk kelompok umur anak-anak

Kesamaan makna antara kedua upacara ini adalah setiap ritual yang dilaksanakan mengandung doa dari orang tua dan keluarga agar ketika sang anak beranjak dewasa, mereka dapat

Cabang olahraga permainan tenismeja adalah salah satu cabang olahraga yang banyak digemari, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa baik laki-laki maupun

Ruang lingkup penelitian ini tentang perlindungan hukum anak sebagai korban kekerasan seksual, baik laki-laki maupun perempuan dan anak atau dewasa, yang mulai

Kesimpulan penelitian ini adalah: Ritual Kaghombo merupakan salah satu ritual masyarakat Muna yang dilaksanakan sebagai puncak kangkilo (sunatan) dari anak perempuan, dan

Murid – murid yang tidak menginap terdiri dari anak – anak, remaja, dan orang dewasa, laki – laki dan perempuan, yang akan datang ke padepokan pada waktu – waktu

Merupakan output memberikan informasi terkait jemaat per wilayah, jumlah jemaat laki-laki dan perempuan, baptisan anak, baptisan dewasa, dan pernikahan gerejawi,

Kekerasan seksual merupakan kasus yang tidak memandang gender dan usia, baik itu perempuan maupun laki-laki dan juga bagi orang dewasa maupun anak-anak, maka dari itu pendidikan seks