GGK Tanpa Hemodialisa Disusun Untuk Memenuhi Tugas
Mata kuliah : Dietetik Penyakit Infeksi
Dosen pengampu : Dr. H. Mahpolah, M. Kes
Disusun oleh
HAYATUN NOOR ANDINI P07131121017
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN BANJARMASIN PROGRAM STUDI DIPLOMA III
JURUSAN GIZI 2023
i
A. Kasus
Pasien dengan nama Ny. Mun dengan alamat desa Karang gawang, Sayung Demak.
Pekerjaan pasien adalah sebagai buruh tani. Umur 51 tahun. Pasien datang ke RS dengan keluhan pusing, lemas, mual dan muntah. Pasien mengalami panas kurang lebih 7 hari.
Pasien tidak menalami odeme. Pasien memiliki riwayat hipertensi sejak 1 tahun terakhir.
Pasien hanya berobat di dokter terdekat bila mengalami pusing/lemes. Pasien adalah seor ang buruh tani/ petani pekerja. Pasien tinggal bersama dengan suami dan 1 (satu) orang anaknya. Riwayat penyakit keluarga adalah stroke (ibu kandung). Pasien tidak mengkonsumsi obat hipertensi secara rutin. Selama 3 (tiga ) bulan terakhir semenjak pasien sakit sering pusing dan lemes, pasien tidak bekerja di sawah. Pasien mengalami ketakutan mengkonsumsi bahan- bahan makanan tertentu dan cenderung membatasi diri dalam hal makan. Pasien sangat jarang bahkan tidak pernah makan sumber lauk hewani. Pasien merasa takut jika makan sumber lauk hewani bisa menyebabkan kolesterol tinggi. Pasien belum pernah mendapat edukasi tentang gizi sebelumnya.
B. Asuhan Gizi
1. Perencanaan Asuhan a. Skrining gizi
Skrining gizi menggunakan MST dapat dilihat pada tabel 1
2
Tabel 1. Skrining risiko malnutrisi dengan MST (Malnutrition Skrining Tool)
No PARAMETER SKOR
1 Apakah pasien mengalami penurunan berat badan yang tidak direncanakan/tidak diinginkan dalam 6 terakhir?
a. Tidak
b. Tidak yakin (ada tanda: baju menjadi lebih longgar) c. YA, ada penurunan
1-5 kg
6-10 kg
11-15 kg
> 15 kg
Tidak tahu berapa kg penurunannya
Apakah asupan makan pasien berkurang karena penurunan nafsu makan/kesulitan menerima makanan?
a. Tidak b. Ya
0 2 (√)
1 2
2 3
4 0 (√)
0 1 (√)
TOTAL SKOR 3
Hasil Kesimpulan : Risiko malnutrisi
Berdasarkan skrining awal, pasien berisiko malnutrisi sehingga dilakukan skrining lanjut.
Adapun skrining lanjut dapat di lihat pada tabel 2 di bawah ini
Tabel 2. Formulir Skrining Lanjut
FORMULIR SKRINING LANJUT Diagnosis Medis : CKD atau PGK dengan anemia dan hipertensi
BB : 50 kg TB : 149 cm IMT : 22,5 kg/m
Parameter
1. Skor IMT : Skor
IMT > 20 (Obesitas) : 0 ( 0 )
IMT 18,5-20 : 1
IMT < 18,5 : 2
2. Skor Kehilangan BB yang tidak direncanakan 3-6 bulan terakhir
BB hilang < 5% : 0 ( 0 )
BB hilang 5-10% : 1
BB hilang > 10% : 2
3. Skor efek penyakit akut
Ada asupan nutrisi > 5 hari : 0 ( 0 )
Tidak asupan nutrisi > 5 hari : 2 Jumlah skor keseluruhan : 0 Hasil
1 : Berisiko rendah; ulangi skrining setiap 7 hari
2 : Risiko menengah; Monitoring asupan selama 3 hari, jika tidak ada peningkatan lanju pengkajian dan
ulangi skrining setiap 7 hari
≥2 : Berisiko tinggi; bekerjasama dengan Tim Dukungan Gizi/Panitia Asuhan Nutrisi. Upay peningkatan upan asupan gizi dan memberikan makanan sesuai dengan daya terima. Monitoring as makanan setiap hari.
Ulangi skrining setiap 7 hari.
Berdasarkan skrining lanjutan diperoleh hasil 0 yang berarti pasien berisiko rendah sehingga perlu dilakukan skrining ulang setiap 7 hari (jika diperlukan).
b. Assesment gizi 1) Riwayat makan
Pasien biasa makan sehari 2-3 kali sehari. Nasi sebanyak kira-kira ½ gelas belimbing Lauk hewani jarang bahkan hampir tidak pernah mengkonsumsi baik itu ayam, ikan, ataupun jenis daging. Pasien merasa takut jika makan lauk hewani bisa menimbulkan kolesterol tinggi. Pasien biasanya masak ikan 3 kali seminggu tapi untuk anak dan suaminya. Lauk yang biasa dikonsumsi biasanya tahu/tempe/kerupuk terung. Sayur hijau seperti daun ketela rambat, bayam, daun pepaya, labu siam, buncis, wortel dan kol hampir setiap hari dimasak. Buah dikonsumsi 3-4 kali dalam seminggu. Buah yang sering biasanya jambu, salak, jeruk dan pisang. Pasien membatasi diri minum manis sehingga minum the manis hanya sesekali saja jika ingin. Pasien sangat menyukai asin sejak masih muda. Konsumsi air putih sehari lebih dari 5 (lima) botol air mineral 600 ml.
Tabel 2. Sebelum masuk Rumah Sakit (SMRS) Energi
(kkal)
Protein (gram)
Lemak (gram)
KH (gram)
Asupan 1150 36 29 183
Kecukupan (AKG) 1900 57 53 285
% asupan 60.5 63.1 54.7 64.2
Keterangan Kurang kurang Buruk Kurang
Klasifikasi tingkat konsumsi menurut Depkes tahun 1999, dibagi menjadi 5 cut-of- point masing – masing adalah sebagai berikut :
a. Asupan lebih : > 120%
b. Asupan baik : 80 – 120%
c. Asupan sedang : 70 – 79%
d. Asupan kurang : 60 – 69%
e. Asupan buruk : <60%%
2) Antropometri
Pengukuran berat badan dan tinggi badan:
Berat Badan (BB) = 50 kg
Panjang Ulna = 22 cm
Tinggi Badan (TB) berdasarkan panjang ulna
TB = 66,377+ 3,5796x ulna
= 66,377+ 3,5796x 22
=66,377+ 82,3308=148,7=149 cm
BB ideal (BBI) =(TB–100)= 149-100= 49 kg
(Tinggi badan pasien < 150 cm sehingga tinggi badan tidak dikurangi 10 %)
Indeks Massa Tubuh (IMT)2 = BB / TB2
= 50/2,2201=22,5 (normal) 3) Biokimia
Tabel 3. Data biokimia pada (13/5/2019) Indikator Nilai
Laboratorium
Nilai Normal Kesimpulan
Hemoglobin Hematokrit Lekosit Trombosit Eritrosit Netrofil Limfosit Monosit Eosinofil Basofil MCH MCHC MCV RDW MPV PDW GDS Ureum Kreatinin SGOT SGPT
5,3 gr/dl 14,6
12,4 84 1,9 78,3 14,9 5,5 1,2 0,1 27,9 36,3 76,8 13 10,9 10,2 95 327,5 24,1 29 35
11.7-15.5 g/d (40-52) 3,8-10,6
150-400.10.3/UL 4-6.10.6/UL 50-70 25-40 2-8 2-4 0-1 26-34 32-36 80-100 11,5-14.5 6,8-10 10-18 (70-115) 0-40 0.5-1,2
< 37 U/L 9-43 U/L
Rendah Rendah Tinggi rendah rendah tinggi rendah normal rendah normal normal normal rendah normal normal normal normal tinggi tinggi normal normal
4) Fisik dan Klinis
Kesadaran : Composmentis, Lemah
Tabel 4. Data klinis
Waktu Indikator Nilai Nilai Normal Keterangan 12/3/2019 Tekanan Darah (TD)
Suhu
Respiratoty rate (RR)Nadi
210/130 mmHg 36,3° C 23x /menit 89/menit
≤120/≤8 0 mmHg 36-37° C 20-30 60-100
Hipertensi berat (stage I) Normal Normal Normal
Sumber : Data sekunder pasien
c. Diagnosis gizi
1) (NI-5.4) Penurunan kebutuhan protein berkaitan dengan disfungsi ginjal ditandai dengan kadar ureum dan kreatinin meningkat/tinggi yaitu kadar ureum 327,5 mg/dL dan kreatinin 24,1 ,g/dL
2) (NI-5.4) Penurunan kebutuhan zat gizi spesifik berkaitan dengan kebiasaan makan yang kurang baik dan penyakit hipertensi ditandai dengan sering makan asin dan tekanan darah 210/130 mmHg
3) (NI-5.3) Asupan energi protein yang tidak adekuat berkaitan dengan kurangnya pengetahuan yang berhubungan dengan makanan dan gizi terutama tentang jumlah dan tipe dari lemak dan protein ditandai dengan hasil recall riwayat makan asupan energi kurang dari kebutuhan (60,5%), asupan protein kurang (63,1%), serta tidak pernah mengkonsumsi lauk hewani.
4) (NI-5.6.1) Asupan lemak yang tidak adekuat berkaitan dengan kurangnya pengetahuan terkait gizi dan makanan terutama jumlah lemak yang tidak tepat ditandai dengan hasil recall riwayat makan diperoleh hasil bahwa asupan lemak buruk (54,7 %)
5) (NI-5.8.1) Asupan karbohidrat yang tidak adekuat berkaitan dengan kurangnya pengetahuan terkait gizi ditandai dengan hasil recall riwayat makan diperoleh hasil bahwa asupan karbohidrat kurang (64,2 %)
6) (NI-5.1) Peningkatan kebutuhan gizi Fe berkaitan dengan defesiensi besi/anemia ditandai dengan profil hematologi yang kurang dari normal yaitu 5,3 gr/dl
7) (NC-2.2) Perubahan nilai laboratorium terkait gizi berkaitan dengan disfungsi ginjal ditandai dengan kadar ureum dan kreatinin yang lebih dari normal yaitu ureum 327,5 mg/dL dan kreatinin 24,1 mg/dL
8) (NB-1.5) Kekeliruan pola makan berkaitan dengan kurangnya pengetahuan tentang makanan dan zat gizi ditandai dengan seringnya konsumsi makanan asin dan jarang mengkonsumsi sumber lauk hewani
d. Rencana Intervensi gizi
Tabel 5.Rencana Asuhan gizi
Assesment Diagnosa Gizi Intervensi Gizi Monitoring dan Evaluasi Data Dasar Identifikasi
Masalah Asupan makan
Asupan Energi, Protein, Lemak, Karbohidrat, suka
makanan asin
Inadekuat asupan energi, protein, lemak, karbohidrat
(NI-5.4) Penurunan
kebutuhan zat gizi spesifik berkaitan dengan kebiasaan makan yang kurang baik dan penyakit hipetensi ditandai dengan sering makan asin dan tekanan darah 210/130 mmHg
(NI-5.3) Asupan energi protein yang tidak adekuat berkaitan dengan kurangnya pengetahuan yang berhubungan dengan makanan dan gizi terutama tentang jumlah dan tipe dari lemak dan protein ditandai dengan hasil recall riwayat makan asupan energi kurang dari kebutuhan (60,5%), asupan protein kurang (63,1%), serta tidak pernah mengkonsumsi lauk hewani.
(NI-5.6.1) Asupan lemak yang tidak adekuat berkaitan
dengan kurangnya
pengetahuan terkait gizi dan
-Diet rendah protein
Nilai
laboratorium (ureum dan kreatinin) Serta kadar Hb
makanan terutama jumlah lemak yang tidak tepat ditandai dengan hasil recall riwayat makan diperoleh hasil bahwa asupan lemak buruk (54,7 %)
(NI-5.8.1) Asupan
karbohidrat yang tidak adekuat berkaitan dengan kurangnya pengetahuan terkait gizi ditandai dengan hasil recall riwayat makan diperoleh hasil bahwa asupan karbohidrat kurang (64,2 %) Klinis
Tekanan Darah
Td=210/130 mmHg
(NI-5.4) Penurunan
kebutuhan zat gizi spesifik berkaitan dengan kebiasaan makan yang kurang baik dan penyakit hipertensi ditandai dengan sering makan asin dan tekanan darah 210/130 mmHg
-Memberikan diet rendah garam I
Tekanan darah
Biokimia Ureum, kreatinin Dan Hb
Ureum=327,5 Kreatinin=
24,1 Hb= 5,3
(NI-5.4) Penurunan kebutuhan protein berkaitan dengan disfungsi ginjal ditandai dengan kadar ureum
dan kreatinin
meningkat/tinggi yaitu kadar ureum 327,5 mg/dL dan kreatinin 24,1 ,g/dL
( NC-2.2) Perubahan nilai laboratorium terkati gizi berkaitan dengan disfungsi ginjal ditandai dengan Kadar ureum dan kreatinin yang lebih dari normal yaitu ureum 327,5 dan kreatinin 24,1
-(NI 5.1) Peningkatan kebutuhan gizi Fe berkaitan
dengan defesiensi
besi/anemia ditandai dengan profil hematologi yang
-Diet rendah
protein Nilai
laboratorium (ureum dan kreatinin) Serta kadar Hb
kurang dari normal yaitu 5,3
Perilaku/Kebiasaan makan Perilaku Sering makan
makanan asin dan jarang mengkonsumsi sumber lauk hewani
(NB-1.5) Kekeliruan pola makan berkaitan dengan kurangnya pengetahuan tentang makanan dan zat gizi ditandai dengan seringnya konsumsi makanan asin dan jarang mengkonsumsi sumber lauk hewani.
-Memberikan informasi tentang penggunaan garam dapur ketika di rumah
- Informasi tentang gizi seimbang
Pasien/keluarga dapat
mengulang lagi materi yang telah
disampaikan
Rencana intervensi meliputi meliputi: Pemberian diet, edukasi, konseling gizi dan kolaborasi/ kordinasi asuhan gizi dengan profesi lain.
1) Intervensi Diet a) Tujuan diet
Mencukupi kebutuhan zat gizi agar status gizi tetap normal tanpa memperberat kerja ginjal
Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit
Menurunkan tekanan darah hingga mencapai normal b) Prinsip diet
Energi diberikan cukup sesuai kebutuhan
Protein diberikan rendah
Lemak diberikan cukup
Karbohidrat diberikan cukup ( sisa dari protein dan lemak)
Rendah garam
Rendah kalium
Rendah posfor c) Syarat Diet
Energi sesuai kebutuhan yaitu 35 kkal/kgBB yaitu 1750 kkal (rendah garam I (200-400 Na)
Protein rendah, 0,6 gram/kg BB yaitu 30 gram
Lemak cukup 25% dari kebutuhan energi total yaitu 48,6 gram Penggunaan lemak jenuh < 10 %
MUFA ( lemak tak jenuh tunggal) <
10% PUFA (lemak tak jenuh ganda ) <
10 %
Karbohidrat hasil sisa energi dari protein dan lemak yaitu 298,1 gram
Vitamin cukup, bila diperlukan berikan suplemen piridoksin, asam folat, vitamin C dan vitamin D
Cairan dibatasi yaitu sebanyak jumlah urin sehari ditambah pengeluaran cairan melalui keringat dan pernafasan (± 500 ml)
Serat cukup 25 g/hari
Makanan mudah cerna dan tidak menimbulkan gas
Bentuk makanan lunak
d) Perhitungan Kebutuhan energi
BBA = 50 kg
BBI = 49 kg
BBI = TB-100=149-100
= 49 kg
Kebutuhan Energi = 35 kkalxkg BB
= 35x50
= 1750 kkal
Kebutuhan protein = 0,6 gram /kg BB=30 gram =120 kkal
(Protein diberikan 0,6 gr/kg BB untuk pemeliharan jaringan tubuh dan mengganti sel-sel yang rusak (Kresnawan, 2014))
Kebutuhan Lemak = 25% x 1750= 437,5 kkal= 48,6 gr Kebutuhan Karbohidrat = E – (P+L)
= 1750 - (120+437,5) = 1750-557,5
=1192,5/4= 298,1 gram
Kebutuhan cairan (Holliday-Segar, Azzura )
= 1500 + (20 X (BB-20))
= 1500 + (20 X (50-20))
= 1500 + (20X30)
= 1500 + 600
= 2100 cc e) Diet yang akan diberikan
Jenis diet : Diet rendah garam I (200-400 mg Na) dan rendah protein
Bentuk makanan : Lunak Cara pemberian : Oral
Frekuensi pemberian : Makanan utama sebanyak 3x Makanan selingan sebanyak 2x 2) Intervensi Konseling
a) Tujuan konseling
Memberikan pengetahuan tentang diet Rendah garam I (200-400 mg Na) dan diet rendah protein
Memberikan pengetahuan tentang gizi seimbang
Memberikan informasi tentang penggunaan garam dapur ketika di rumah (dalam kondisi hipertensi berat tidak ditambahkan garam dapur di dalam makanan)
b) Metode
Konseling dan tanya jawab c) Media
Leaflet dan food model d) Waktu
± 30 menit e) Materi
Informasi tentang penggunaan garam pada diet rendah garam I
Informasi tentang diet rendah protein
Informasi tentang pola makan gizi seimbang
Informasi pemilihan bahan makanan sumber natrium
Meningkatkan konsumsi sumber serat f) Evaluasi
Diharapkan pasien dan keluarga pasien mampu memahami materi yang disampaikan dan mampu menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan.
e. Monitoring dan evaluasi gizi
Tabel 7 Perencanaan Monitoring dan evaluasi Parameter yang
dimonitor
Waktu Metode yang
digunakan
Target pencapaian Asupan makan
Tekanan darah Ureum
Kreatinin Hemoglobin
Sekali tiap selesai makan Setiap hari Setiap hari
Observasi sisa makanan Pemeriksaan tekanan darah Pemeriksanaan laboratorium
Sisa makanan kurang dari 20%
Normal Normal
2. Implementasi intervensi gizi a) Intervensi Diet
Jenis diet yang diberikan : Diet Rendah Garam I (200-400 Na) dan Rendah protein
Bentuk makanan : Lunak
Cara pemberian : Oral
Frekuensi pemberian : Makanan utama sebanyak 3x Makanan selingan sebanyak 2x b) Intervensi konseling gizi
Waktu pemberian
Konseling dilakukan pada hari terakhir pelayanan sebelum pasien pulang yaitu pada tanggal 16 Mei 2019.
Metode
Konseling dan tanya jawab
Media : leaflet diet rendah garam dan rendah protein serta food model
14