• Tidak ada hasil yang ditemukan

392932382 Materi Besar Sampel

N/A
N/A
Sulika

Academic year: 2025

Membagikan "392932382 Materi Besar Sampel"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BESAR SAMPEL

Berapakah besarnya sampel yang akan diambil di dalam suatu penelitian agar dapat mewakili populasinya atau sampel tersebu representatif?. Pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang sulit dijawab tetapi selalu akan ditanyakan, apakah 1 % dari populasinya . . . 5 % . . . atau 10 %?.

Hal itu sangat tergantung kepada:

1. Biaya dan waktu yang tersedia, dan tenaga yang akan melaksanakan

2. Variasi yang ada di dalam variabel yang akan diteliti sera banyaknya variabel yang akan diamati. Apakah populasinya homogen atau sangat heterogen? Makin heterogen suatu populasi, maka makin besar sampel yang dibutuhkan untuk mewakili populasi tersebut.

3. Presisi yang dikehendaki. Makin besar sampel maka makin tepat gambaran populasi yang mungkin diperoleh. Hal tersebut berlaku sampai batas tertentu, karena makin besar sampel maka kemungkinan membuat kesalahan pada saat pengukuran juga akan semakin besar pula (error meningkat).

4. Rencana pengolahan dan analisis data. Bila dilakukan secara manual maka tidak mungkin dapat mengolah dan menganalisis data yang banyak secara tepat. Hal itu berbeda jika pengolahan dan analisis data menggunakan perangkat lunak komputer.

RUMUS BESAR SAMPEL DISAIN CROSSECTIONAL 1. Iwan Ariawan:

n = Besar sampel

Zα = Nilai Zα pada test dua ekor = 1,96 (untuk α = 5 %) d = Toleransi estimasi / Presisi penelitian

P = Estimasi proporsi kasus pada populasi / prevalensi N = Besar Populasi penelitian

2. Soekidjo Notoatmojo:

3. Budiman Chandra:

Z2α . p ( 1 - p ) n = ---

d2

N

n = --- 1 + N ( d ) 2

Z2α . p (1 – p) N n = ---

d2 (N - 1) + Z2α . p (1 – p)

(2)

4. M. Sopiyudin Dahlan a. Data Katagorik

b. Data Numerik

S = Standar Deviasi / Simpangan Baku

RUMUS BESAR SAMPEL DISAIN KASUS-KONTROL 1. Schlesselman:

p0 = Proporsi kontrol yang terkena pajanan p1 = p0 R/{ 1 + p0 (R-1)}

(p1-p0) = Selisih proporsi minimal yang dianggap bermakna R = Perkiraan Odds ratio (dari penelitian sejenis sebelumnya) p = ½ ( p1 + p0 )

q = 1 - p

Zα = Nilai Zα pada test dua ekor = 1,96 (untuk α = 5 %) Z = Nilai Z pada test dua ekor = 0,84 (untuk = 20 %)

2 pq ( Z + Z )2 n = ---

( p1 - p0 )2 n = p (1 – p) (Z/d)2

Z2α . p q n = ---

d2

( Zα . S )2 n = ---

d

(3)

2. Budiman Chandra:

3. M. Sopiyudin Dahlan a. Data Katagorik

b. Data Numerik (Tidak Berpasangan)

c. Data Numerik (Berpasangan)

(X1-X2) = Selisih Rerata minimal yang dianggap bermakna

RUMUS BESAR SAMPEL DISAIN KOHORT 1. Budiman Chandra:

f = Estimasi Proporsi Non Respons p0 = Proporsi Kasus yang tidak terpajan

2 ( Z + Z )2 x p (1 – p) n = --- ( p1 - p0 )2

1 2 ( Z + Z )2 x p (1 – p) n = --- x --- (1 – f) ( p1 - p0 )2

( Z√2pq + Z√(p1q1 + p2q2)2 n = --- ( p1 – p2 )2

( Z + Z) S 2 n = 2 --- X1 – X2

( Z + Z) S 2 n = --- X1 – X2

(4)

2. M. Sopiyudin Dahlan a. Data Katagorik

p2 = Proporsi Kasus yang tidak terpajan

(p1-p2) = Selisih proporsi minimal yang dianggap bermakna b. Data Numerik (Tidak Berpasangan)

c. Data Numerik (Berpasangan)

RUMUS BESAR SAMPEL DISAIN KORELASI 1. M. Sopiyudin Dahlan

r = Korelasi (Bersumber pada penelitian-penelitian sebelumnya) Tugas:

1. Seorang peneliti ingin mengetahui prevalensi diare di Kabupaten “A”. Diketahui bahwa prevalensi dari penelitian sebelumnya adalah 20 %. Berapa besar sampel yang dibutuhkan?

2. Seorang peneliti ingin mengetahui rerata kadar haemoglobin ibu hamil di Kabupaten “A”.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, rerata dan simpangan baku kadar haemoglobin ibu hamil adalah 10 ± 4 gr/dl. Berapa besar sampel yang dibutuhkan?

( Z√2pq + Z√(p1 q1 + p2 q2)2 n = --- ( p1 – p2 )2

( Z + Z) S 2 n = 2 --- X1 – X2

( Z + Z) S 2 n = --- X1 – X2

Z + Z 2 n = --- + 3 0,5 ln [(1 + r) / (1 – r)]

(5)

3. Seorang peneliti ingin mengetahui apakah terdapat hubungan antara pajanan bising dengan ketulian. Peneliti menggunakan disain kohort. Diketahui bahwa proporsi ketulian pada kelompok yang tidak terpajan adalah sebesar 10 %. Perbedaan minimal proporsi ketulian yang bermakna antara kelompok yang terpajan dengan kelompok yang tidak terpajan adalah sebesar 10 %. Bila ditetapkan kesalahan type I sebesar 5 % dan kesalahan type II sebesar 20

%, dengan hipotesis satu arah, berapakah besar sampel yang dibutuhkan?

4. Seorang peneliti ingin mengetahui apakah terdapat hubungan antara minum alkohol dengan kanker payudara. Peneliti menggunakan disain kasus kontrol. Diketahui bahwa proporsi peminum alkohol pada kelompok kontrol sebesar 10 %. Perbedaan proporsi pajanan minimal antara kelompok kasus dengan kelompok kontrol adalah 20 %. Bila ditetapkan kesalahan type I sebesar 5 % dan kesalahan type II sebesar 20 %, dengan hipotesis satu arah, berapakah besar sampel yang dibutuhkan?

5. Seorang peneliti ingin mengetahui perbedaan kadar placenta growth factor (PGF) antara ibu hamil normal dengan ibu hamil yang mengalami preeclampsia. Dari studi pendahuluan diketahui bahwa simpangan baku gabungan sebesar 40. Peneliti menetapkan kesalahan type I sebesar 5 % dan kesalahan type II sebesar 10 %, dengan hipotesis satu arah, dan perbedaan rerata minimal yang dianggap bermakna sebesar 20. Berapakah besar sampel yang dibutuhkan?

6. Seorang peneliti ingin mengetahui perbedaan kadar haemoglobin sebelum dan sesudah 2 minggu suplementasi Fe pada ibu hamil trisemester II. Dari studi pendahuluan diketahui bahwa simpangan baku gabungan sebesar. Peneliti menetapkan kesalahan type I sebesar 5 % dan kesalahan type II sebesar 10 %, dengan hipotesis satu arah, dan perbedaan rerata minimal yang dianggap bermakna antara sebelum dengan sesudah suplementasi Fe adalah sebesar 2.

Berapakah besar sampel yang dibutuhkan?

7. Seorang peneliti ingin mengetahui korelasi antara kadar vitamin D dengan densitas tulang.

Dari studi sebelumnya diketahui bahwa korelasi antara kadar vitamin D dengan densitas tulang adalah sebesar 0,4. Dengan kesalahan type I sebesar 5 % dan kesalahan type II sebesar 10 %, dengan hipotesis satu arah, berapakah besar sampel yang dibutuhkan?

Daftar Bacaan:

1. Schlessman JJ; 1974; Sample Size Requirements in Cohort and Case–Control Studies of Disease; Am J Epidemiologi 99.

2. Lemeshow, S; Hosmer, D; Klar, J; Lwanga, S; 1990; Adequacy Of Sample Size in Health Studies; John Wiley & Sons; Chichester.

3. Ariawan, Iwan; 1998; Besar dan Metode Sampel pada Penelitian Kesehatan; UI; Jakarta 4. Chandra, Budiman; 2000; Pengantar Prinsip dan Metoda Epidemiologi; Penerbit Buku

Kedokteran; Jakarta.

5. Dahlan, M. Sopiyudin; 2005; Besar Sampel dalam Penelitian Kedokteran dan Kesehatan;

Arkans; Jakarta

6. Notoatmodjo, Soekidjo; 2005; Metodologi Penelitian Kesehatan; Rieneka Cipta; Jakarta

Referensi

Dokumen terkait

sampelnya terlalu tinggi atau terlalu rendah, maka jumlah total resiko kesalahan dalam menolak hipotesis nol ( disebut juga tingkat kepentingan) sebesar α akan berdistribusi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara selisih rerata respon nyeri akut sebelum dan sesudah dilakukan tindakan developmental care pada

Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat penurunan rerata dan perbedaan yang bermakna antara skor indeks plak sebelum dan sesudah

Data kadar HDL subjek sebelum intervensi, secara statistik terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dimana rerata kadar HDL

Rerata asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, kolesterol dan serat antara kelompok perlakuan dan kontrol tidak terdapat perbedaan bermakna (p>0,05)

Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan rerata yang bermakna pada skor pengetahuan sebelum dan setelah intervensi pada kedua kelompok (p=0,006;

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara selisih rerata respon nyeri akut sebelum dan sesudah dilakukan tindakan developmental care pada

Selanjutnya berdasarkan hasil uji statistik disimpulkan bahwa ada perbedaan yang bermakna terhadap rerata pengetahuan dalam mengontrol halusinasi antara sebelum