Materi dan Pembelajaran IPA SD Ni Komang Ayu Desi Noviyanti
NIM : 859011855
Modul 6 (Sains dan Teknologi)
Kegiatan Belajar 1 (Pengenalan Bioteknologi Sederhana)
Bioteknologi berasal dari kata bios (yang berarti hidup) dan teknologi (yang berarti ilmu yang mempelajari teknik/cara untuk menghasilkan produk tertentu). Bioteknologi adalah teknologi pemanfaatan organisme atau produk organisme yang bertujuan untuk menghasilkan bahan atau jasa. Pemanfaatan mikroorganisme sudah digunakan dari jaman dulu dalam pembuatan makanan dan minuman seperti pembuatan roti dan anggur. Mikroorganisme juga dimanfaatkan dalam pengelolaan sampah khususnya dalam pengomposan.
Sampah adalah sisa bahan yang dapat berupa bahan organik dan anorganik yang sudah tidak terpakai dalam kegiatan sehari-hari. Secara alamiah sampah organik dapat menjadi kompos yang bermanfaat untuk tanaman. Sampah anorganik dapat juga memiliki nilai ekonomis dan kebermanfaatan dalam kehidupan yang cukup tinggi bila dikelola dengan baik. Pengomposan adalah proses perubahan yang terjadi dari bahan organik menjadi humus yang siap pakai sebagai pupuk bagi tanaman. Proses pengomposan dapat terjadi secara alamiah dan buatan. Secara alami, proses pengomposan berlangsung lama dan lambat. Sebaliknya, secara buatan kita dapat mengatur dan mengontrol proses pengomposan lebih cepat. Sampah perlu dikelola karena memiliki manfaat sebagai penghematan SDA, penghematan energi, penghematan TPS, dan lingkungan asri (bersih, sehat dan nyaman). Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan bencana longsor tumpukan sampah, sumber penyakit, pencemaran lingkungan, dan bencana air.
Kegiatan Belajar 2 (Cara Memanfaatkan Energi dari Alam)
Kebutuhan yang terpenting bagi makhluk hidup adalah energi. Berbagai cara orang memanfaatkan energi yang tersedia di alam sekitarnya. Berbagai macam dan jenis energi yang disediakan oleh alam diantaranya, energi air, energi angin, energi bahan fosil, energi dari batuan nuklir, energi dari batuan batubara dan energi yang amat sangat murah tersedia setiap hari adalah energi panas matahari. Diantara energi-energi tersebut manusia ditantang untuk mengembangkan dan memanfaatkannya melalui rekayasa teknologi yang memadai. Energi panas matahari salah satu bentuk energi yang sangat ramah lingkungan belum maksimal dikembangkan dan secara tradisi masih dimanfaatkan oleh seluruh makhluk yang ada di permukaan bumi. Teknologi kincir angin merupakan pengembangan pemanfaatan energi angin, reaktor nuklir merupakan pengembangan energi dari bahan bakar nuklir, dan pengembangan energi hidro dengan memanfaatkan air sebagai bahan bakunya dalam wadah bandungan/waduk. Bendungan atau waduk Jatiluhur, Karangkates, dan Saguling merupakan bentuk-bentuk penyimpanan energi potensial yang selanjutnya diubah menjadi energi listrik, untuk pengairan, dan kelestarian lingkungan.
Beberapa bentuk hasil energi yang dapat menimbulkan pengaruh dan dampak lingkungan yaitu emisi partikel dari instalasi pembangkit tenaga berbahan bakar fosil, polusi termal dari pencemaran lain yang diakibatkan dari pembangkitan tenaga listrik ialah air, dan polusi sampah padat, disamping benda-benda partikel terbang (particulate matter) dan gas-gas, rata-rata pabrik pembangkit tenaga dengan pembakaran batu bara juga membuang sampah padat dalam bentuk abu.