Tujuan dari penulisan tugas ini adalah untuk memberikan wawasan mengenai mata kuliah pendidikan kewarganegaraan yang bertajuk “IDENTITAS NASIONAL. Dengan adanya artikel ini diharapkan mahasiswa dapat memahami arti jati diri bangsa di Indonesia. Semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat. kepada para pembaca khususnya para pelajar agar kelak menjadi pribadi-pribadi yang mempunyai jati diri bangsa karena kita adalah penerus bangsa Indonesia.
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penulisan
Faktor Pembentuk Identitas Nasional
Selain itu ada faktor lain yaitu faktor sakral yang dapat berupa agama yang dianut oleh masyarakat atau ideologi doktrinal yang diakui oleh masyarakat tersebut. Faktor pemersatu bangsa juga bisa berupa tokoh-tokoh kepemimpinan dari tokoh-tokoh yang disegani dan disegani masyarakat. Prinsip kesediaan warga negara untuk bersatu dalam keberagaman juga menjadi salah satu faktor pembentuk jati diri bangsa.
Yang kita sebut dengan Bhinneka Tunggal Ika adalah kesediaan warga suatu bangsa untuk setia kepada lembaga tersebut. Warga negara setia pada identitas aslinya dan warga negara juga mempunyai kesetiaan terhadap pemerintah dan negara, namun mereka menunjukkan kesetiaan yang lebih besar terhadap persatuan yang diwujudkan dalam negara-bangsa di bawah satu pemerintahan yang sah. Persepsi warga yang sama tentang sejarahnya dapat dipersatukan dalam satu bangsa.
Namun jelas bahwa faktor-faktor tersebut tidak penting untuk menentukan apakah mereka ada atau tidak, atau untuk menentukan bahwa mereka harus berasal dari asal yang sama untuk membentuk suatu bangsa. Faktor objektif memang penting, namun elemen terpenting adalah kemauan kolektif yang sesungguhnya.
Sifat Identitas Nasional
Hubungan Antara Identitas Nasional Dengan Karakter Bangsa
Pembentukan negara tidak hanya dimulai dengan proklamasi, tetapi dengan pengakuan hak setiap bangsa untuk merdeka. Bangsa Indonesia mempunyai tekad yang kuat untuk menghapuskan segala penindasan dan penjajahan suatu bangsa terhadap bangsa lain. Negara yang kita cita-citakan adalah negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, berkeadilan, dan sejahtera (Ayat II Pembukaan UUD 1945).
Negara Indonesia harus mengembangkan perlengkapan negara yang mencakup tujuan negara, bentuk pemerintahan, sistem pemerintahan negara, konstitusi negara, dan dasar negara. Berdasarkan fakta yang ada, maka kebangkitan negara Indonesia bukanlah akibat pendudukan, pemisahan diri, penggabungan, pemekaran, atau penyerahan diri. Dokumentasi proses perjuangan dan pengorbanan dalam terbentuknya negara ini tersusun rapi dalam unsur produk hukum negara ini yaitu Pembukaan UUD 1945.
Kesadaran nasional yang kita pegang teguh sebagai kepribadian bangsa adalah kesadaran nasional yang berdasarkan Pancasila, yaitu kesadaran nasional yang berlandaskan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga mempunyai landasan moral, etika, dan spiritual serta berhasrat hingga saat ini. dan masa depan bangsa yang sejahtera lahir dan batin, sejahtera lahir dan batin, di dunia dan di akhirat. Dapat juga dikatakan bahwa Pancasila sebagai falsafah dasar bangsa dan negara Indonesia pada hakikatnya berlandaskan pada nilai-nilai budaya dan agama yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai berkepribadian nasional. Sebelum Pancasila dirumuskan secara yuridis formal dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai landasan filosofis Negara Indonesia, nilai-nilainya telah ada dalam diri bangsa Indonesia, dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman hidup, sehingga materi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari menjadi landasan filosofis negara Indonesia. Bentuk nilai-nilai tersebut tidak lain adalah milik bangsa Indonesia. Sendiri.
Proses perumusan materi Pancasila secara formal dilakukan pada sidang pertama BPUPKI, sidang “Panitia 9”, sidang kedua BPUPKI, dan akhirnya disahkan secara formal sebagai landasan falsafah Negara Republik Indonesia.
Proses Berbangsa dan Bernegara Sebagai Identitas Nasional
Rakyat adalah orang-orang yang mendiami wilayah itu, tunduk pada kekuasaan negara dan menyokong negara tersebut. Visi bangsa Indonesia adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, adil, berdaya saing, maju dan sejahtera, dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh masyarakat Indonesia yang sehat, mandiri, setia, bertakwa dan bertakwa. mempunyai akhlak mulia, cita-cita tanah air, hukum dan lingkungan yang teliti, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mempunyai etos kerja dan disiplin yang tinggi. Bangsa Indonesia mempunyai tekad yang kuat untuk menghapuskan segala penindasan dan penjajahan suatu bangsa terhadap bangsa lain.
Negara yang kita cita-citakan adalah negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Negara Indonesia harus mengembangkan perlengkapan negara yang mencakup tujuan negara, bentuk pemerintahan, sistem pemerintahan negara, konstitusi negara, dan dasar negara. Indonesia merupakan negara berkembang dan negara yang ingin maju memerlukan dukungan yang besar dari masyarakat, membutuhkan tenaga kerja yang berkualitas dan semangat loyalitas yang tinggi.
Negara Indonesia merupakan negara yang berkembang dan negara yang akan melangkah maju membutuhkan daya dukung besar dari masyarakat, membutuhkan tenaga kerja yang lebih berkualitas, dengan semangat loyalitas yang tinggi. Keberadaan bangsa Indonesia tidak lahir begitu saja, namun lewat proses panjang dengan berbagai hambatan dan rintangan. Kepribadian, jati diri serta identitas nasioanl Indonesia dapat dilacak dari sejarah terbentuknya bangsa Indonesia dari zaman kerajaan Kutai, Sriwijaya serta kerajaankerajaan lain sebelum kolonialisme dan imperialisme masuk ke Indonesia.
Indonesia merupakan negara yang terdiri dari banyak pulau, suku, agama, budaya dan bahasa, sehingga diperlukan satu kesatuan untuk menyatukan keberagaman tersebut. Peristiwa ini hendaknya menjadi pemicu untuk mengejar ketertinggalan dan berusaha lebih maju dibandingkan negara-negara yang pernah kita jajahan. Sumpah Pemuda diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 oleh para pemuda pelopor persatuan nasional Indonesia pada Kongres Pemuda di Jakarta.
Ikrar tersebut berbunyi: Pertama: Putra dan Putri Indonesia kita mengakui bangsa yang satu, yaitu bangsa Indonesia. Kedua: Kami putra dan putri Indonesia mengakui satu tanah air, Indonesia yang Bertumpah Darah. Pada sidang ini mulai dirumuskan syarat-syarat yang diperlukan untuk berdirinya negara merdeka (Bakry, 2009: 91). Badan ini semula dibentuk Jepang untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, setelah Jepang menyerah kepada Sekutu dan setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan, badan ini bersifat 'Badan Nasional' yang mewakili seluruh bangsa Indonesia.
Dengan diserahkannya Jepang kepada Sekutu, tidak terpenuhinya janji Jepang agar bangsa Indonesia dapat memproklamirkan diri sebagai negara merdeka. Peristiwa ini merupakan momen paling penting dan bersejarah karena merupakan titik balik dari negara jajahan menjadi negara merdeka.
Pengertian Politik Identitas
Munculnya politik identitas merupakan respon terhadap penerapan hak asasi manusia yang seringkali diterapkan secara tidak adil. Lebih lanjut ia mengatakan, secara konkrit hadirnya politik identitas memang sengaja dilakukan oleh kelompok masyarakat yang mengalami marginalisasi. Politik identitas berkaitan dengan upaya mulai dari sekedar penyaluran aspirasi untuk mempengaruhi politik, pengendalian distribusi nilai-nilai yang dianggap berharga hingga klaim paling mendasar yaitu penentuan nasib sendiri berdasarkan primordialitas.
Dalam format etnis, politik identitas tercermin dalam upaya memasukkan nilai-nilai ke dalam peraturan daerah, pemisahan wilayah pemerintahan, keinginan mencapai otonomi khusus, dan bangkitnya gerakan separatis. Sementara itu, politik identitas dalam konteks keagamaan tercermin dalam berbagai upaya memasukkan nilai-nilai agama ke dalam proses pengambilan kebijakan, termasuk penerapan aturan syariah daerah, serta upaya menjadikan suatu kota identik dengan agama tertentu. Secara teoritis, maraknya politik identitas merupakan fenomena yang disebabkan oleh banyak faktor seperti: aspek struktural berupa kesenjangan ekonomi di masa lalu dan juga kesulitan ekonomi yang terus berlanjut di masa kini yang memberikan alasan untuk membenarkan upaya memulihkan kelompok asli yang terkait. aspek representasi politik dan kelembagaan.
Dalam konteks keterwakilan politik yang belum meluas dan meluasnya pelembagaan partisipasi dan keterwakilan sosial politik, hal ini memicu munculnya kebijakan-kebijakan yang bersifat diskriminatif dan eksklusif, yang pada akhirnya mempertegas penyebab munculnya politik identitas. Menurut Barker, didorong oleh perjuangan politik dan ketertarikan pada filsafat dan bahasa, 'identitas' berkembang menjadi tema utama kajian budaya pada tahun 1990-an. Politik feminisme, etnisitas dan orientasi seksual, serta tema-tema lainnya, merupakan kepentingan utama yang erat kaitannya dengan politik identitas.
Politik identitas didasarkan pada esensialisme strategis, di mana kita memperlakukan identitas sebagai entitas yang stabil untuk tujuan politik dan praktis tertentu. Hall mengatakan bahwa setiap gagasan tentang diri, identitas, identifikasi komunitas (bangsa, etnis, seksualitas, kelas, dll) dan politik yang diturunkan darinya hanyalah fiksi yang menandai pembakuan makna yang bersifat sementara, parsial, dan sewenang-wenang. Camen dan Champion menyatakan bahwa “identitas etnis adalah integrasi etnisitas dan perasaan kesamaan ras ke dalam konsep diri.
Setiap orang juga mempunyai identitas etnis atau suku yang dapat dikenali melalui pakaian dan makanan, bahasa, adat istiadat pada saat perkawinan, kelahiran, inisiasi dan kematian. Penanda identitas 'budaya' bisa saja berasal dari suatu ciri yang diyakini ada pada agama, bahasa, dan adat istiadat masyarakat yang bersangkutan (Mauneti, 2004: 30). Namun tidak sesederhana itu, King juga mengatakan bahwa konstruksi identitas budaya itu rumit karena konstruksi tersebut merupakan produk sejarah.
Saran
Dalam penulisan ini kami menyadari masih banyak kekurangan, saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan demi perbaikan makalah kami.