MATERI KULIAH PSIKOLOGI KLINIS
OLEH : MAWADDAH NASUTION. M.PSI, psikolog
PREVENSI
APA ITU PREVENSI..
.. ?????
Prevensi suatu usaha pencegahan yg dilakukan untuk mengantisipasi suatu permasalahan maupun gangguan yg dialami oleh seseorang, baik masalah psikologis, perilaku dan emosional.
Dalam hal ini tugas para klinisi mengkategorisasikan dan
mengonseptualisasikan berbagai kesulitan, merekomendasikan dan memfasilitasi
intervensi mengevaluasi efektivitas intervensi yg dipilih
Kok harus peduli sich dgn prevensi
...???
NIMH (National Institute of Mental Health) menemukan bhw kira-kira 20%-30% org dewasa dan 10%-15% anak-anak dan remaja akan mengalami
Masalah psikologis, Masalah perilaku Masalah emosional
Yg keseluruhannya berdampak negatif pada fungsi keseharian mereka, sampai pada
tingkatan yg membuat mereka memenuhi kriteria utk berbagai gangguan klinis.
Prevensi berhubungan dengan psikologi
komunitas, dan mrpkn jantung dari psikologi komunitas itu sendiri
Psi.Komunitas menggeluti aspek-aspek
psikologis dari berbagai sistem sosial, dan memiliki beberapa prinsip antara lain:
Mencari interaksi diantara karakteristik individual dan aspek2 ekonomi, kultural, sosial dan fisik
lingkungan.
Melangsungkan kegiatan intervensi di lingkungan tinggal, bekerja, sekolah dan masyarakat.
Kegiatan intervensi dan prevensi diarahkan pada perubahan yg berorientasi pada masing2
individu.
Program intervensi ditargetkan pd : Kesulitan yg terkait mslh psikologis Kemampuan anak
Pengatasan masalah Pencegahan berulang
Prevensi melibatkan prosedur biologis, psikologis, dan sosiologis melalui 3 cara:
1. Prevensi Primer mengurangi insiden gangguan mental dgn segala jenisnya
2. Prevensi Sekunder melalui deteksi dini dan penemuan khusus, mengurangi durasi atau meringankan gangguan yg sdh mulai terjadi
Klasifikasi Program
Intervensi
3. Prevensi Tersier dsbt jg rehabilitasi,
mengurangi dari gangguan2 yg sdh berkembang dan mencegah timbulnya kembali gangguan.
2 proses kunci yg sangat penting bagi program2 prevensi adalah:
1. Faktor resiko lebih ke arah perkembangan
berbagai gangguan mental, kesulitan psikologis, kesulitan emosional dan masalah perilaku. Cth:
faktor biologis (pengaruh masa pranatal
menggunakan alkohol, obat2an atau tembakau oleh ibu slm masa kehamilannya)
2. Faktor protektif lbh dianggapp sebagai faktor yg memberikan kontribusi terhadap
perkembangan kompetensi individu.
Cth : parenting yg efektif dapat
memfasilitasi perkembangan kompetensi sosial. Anak-anak yg diasuh oleh ortu dgn cara yg tegas, konsisten dan hangat
cenderung memiliki tingkat kompetensi sosial yg tinggi.
Hal yg terkait langsung dgn perkembangan kompetensi sosial adlh perkembangan
hubungan sebaya yg sehat.
Perkembangan hub. sebaya yg positif di masa kanak2 awal memprediksi
hub.sebaya yg positif, kesehatan mental yg scr umum lbh baik,dan harga diri yg lbh
tinggi dimasa mendatang (Masten dan Coatsworth, 1995).
Selain itu penggunaan parenting yg efektif
menyediakan peluang bagi anak utk meraih sukses, dpt menghindarkan anak dari kegagalan akademis atau bebagai kesulitan kesehatan mental yg terkait dengan perkembangan.
Cth Program Prevensi Universal
Agresi, pengelolaan diri, kompetensi akademis, prestasi akademis dan
pencegahan gangguan TL mrpkn target umum intervensi prevensi.
Cth Intervensi Prevensi Selektif
Biasanya difokuskan pd anak-anak dr ortu dgn psikopatologi, anak-anak yg pernah mengalami trauma, anak yg ortunya
berpisah/bercerai.
Cth Intervensi Prevensi Tindakan
Tipe ini dirancang utk orang2 yg “brdsrkn hasil pemeriksaan ditemukan adanya
sebuah faktor resiko, kondisi atau
abnormalitas, yg mengindikasikan bahwa mereka beresiko tinggi utk kelak
mengembangkan psikopatologi.
Digunakan utk anak2 yg memperlihatkan agresi, gangguan TL dan berbagai kesulitan yg menginternal dgn tingkat rendah atau
subklinis.
Pelatihan ini melibatkan keterampilan mengatasi masalah sosial, pengembangan keterampilan sosial dan keterampilan
mengelola diri, yg diberikan dlm setting kelompok yg melibatkan teman2 sebaya.