• Tidak ada hasil yang ditemukan

Matkul : Sosiologi Visual

N/A
N/A
Mutia sahira

Academic year: 2024

Membagikan "Matkul : Sosiologi Visual "

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Mutia Sahira. J Nim : 21058093 Matkul : Sosiologi Visual Jadwal : Selasa, 16.20-18.00 A. Resume

A. Pengertian Semiotika

Semiotika atau semiology berasal dari bahasa Yunani, yaitu semeion yang berarti tanda. Secara terminologis, semiotik bisa didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari sederetan luas objek, peristiwa seluruh kebudayaan sebagai tanda.

Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda, berfungsinya tanda, dan produksi makna. Tanda merupakan sesuatu yang bagi seseorang berarti sesuatu yang lain. Segala sesuatu yang bisa diamati atau dibuat teramati bisa disebut tanda. Karena itu, tanda tidak terbatas pada benda. Adanya peristiwa, tidak adanya peristiwa, struktur yang ditemukan dalam sesuatu, suatu kebiasaan, semua ini bisa disebut tanda.

Tidak hanya karya sastra yang dapat diteliti dengan semiotik, tetapi hampir semua bidang ilmu lainnya dapat diteliti juga. Sebenamya, semiotik mempunyai sejarah yang sangat panjang sejak zaman Yunani Kuno, melalui Zaman Pertengahan dan Renaissance, hingga masa modem ini. Bidang penelitiannya juga sangat luas, bahkan tak jelas batas-batasnya, mulai dari bidang kedokteran, filsafat, linguistik, dan Iain-lain (Wiendy RerefDianty et al., 2022).

Tanda-tanda itu menyampaikan satu informasi sehingga bersifat komunikatif atau berada di masyarakat untuk mengartikan sesuatu atau menginformasikan sesuatu. Menggantikan sesuatu yang sedang dipikirkan atau dibayangkan. Terkait dengan budaya bahasa, dan aturan aturan yang berlaku di masyarakat tertentu berbeda kaidahnya. Pemilihan pengkombinasian dan penggunaan tanda tanda dengan cara tertentu sehingga dapat mempunyai makna, nilai sosial, misalnya belajar tanda bisa mengkaji, ternyata di tempat tertentu tanda kuning adalah kematian, mungkin di tempat lain berbeda, hal seperti inilah Fungsi atau tujuan adanya semiotik (Nur Hakim, Fitro, 2023).

B. Semiotika Teks dan Visual B1. Semiotika Teks

Semiotika Teks merupakan cabang semiotika yang secara detail mengkaji tentang teks didalam berbagai bentuk dan tingkatannya. Dalam pengertiannya yang luas, teks merupakan produk dari setiap tindak penggunaan Bahasa. Dalam pengertian yang lebih sempit, teks adalah pesan-pesan tertulis, yaitu produk Bahasa dalam bentuk tulisan (written text), seperti buku, koran, majalah, dan lainnya.

(2)

Semiotika teks, dalam hal ini, tidak hanya menganalisis tanda (jenis, struktur, makna) secara individu, akan tetapi melingkupi penandanya pemilihan tanda-tanda yang dikombinasikan ke dalam kelompok atau pola-pola yang lebih besar (teks), yang di dalamnya direpresentasikan sikap atau kepercayaan tertentu yang melandasi kombinasi tanda-tanda tersebut (Piliang, 2004).

B2. Semiotika Visual

kajian semiotika visual memiliki beberapa dimensi dasar, yaitu dimensi sintaktik, semantik, dan pragmatik. Dimensi sintaktik dikenal luas dalam semiotika linguistik sebagai metode memilah pemaknaan kata melalui proses artikulasi ganda.

Proses artikulasi ganda pada linguistik berarti memecah sebuah kata menjadi unsur- unsur terkecil yang masih memiliki makna (morfem) dan unsur terkecil yang membedakan makna (fonem). Dimensi semantik menghadapi persoalan mengenai polemik antara tanda yang dicirikan, apakah ia bersifat ikonik atau simbolik seperti halnya tipologi tanda yang digagas oleh Charles Sanders Peirce. Bagi Peirce sendiri, tanda-tanda visual yang sempurna justru adalah tanda yang bisa menyeimbangkan sifat ikonik, simbolik, dan indeksikal sekaligus. Sedangkan Dimensi pragmatik membahas panjang lebar mengenai fungsi-fungsi yang dominan dalam komunikasi (seni) visual (Sukarwo, 2013).

Analisis semiotik visual dijalankan melalui proses pemberian arti dalam setiap elemen warna yang digunakan (grammar of colours). Dalam hal ini Kress dan Leeuwen (2002) menyatakan bahawa dalam kajian semiotik visual melalui warna juga tidak terlepas dari hal-hal yang berhubung kait dengan mitos dan budaya yang berlaku kerana ia akan mengandungi makna yang berbeza mengikut arti yang berlaku di setiap negara. Warna mempunyai peranan penting dalam setiap kajian semiotik visual, di mana sangat efektif sebagai tanda yang mengertikan hal-hal yang berbeda (Ibrahim &

Ahmad, 2012).

C. Semiotika sebagai alat untuk membaca gambar

Dengan kacamata semiotika, peneliti dapat melihat secara tajam tanda dan relasi tanda apa yang terdapat dalam rangkaian foto, serta makna dari pesan pada tubuh di dalam gambar. Membaca gambar amatlah penting untuk dikaji, hal ini dikarenakan kita dapat mengetahui makna yang bisa di dapat dari sebuah foto itu sendiri sangat beragam, di sana memuat pesan teks dan pesan gambar yang bisa diuraikan sebagai pesan yang tersurat dan tersirat, yang dikenal dengan pesan denotatif dan konotatif di kalangan pengkaji semiotic, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa teknik pembaca foto seperti ini tidak banyak dipahami oleh kalangan siswa maupun mahasiswa. Menangkap makna teks penyerta gambar (caption) dan menyusun teks penyerta gambar (caption), dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.

Saat menganalisis foto secara utuh kita akan menemukan tiga jenis pesan yaitu, pesan linguistik (linguistic message), pesan iconic terkodekan, dan pesan ikonik yang tak terkodekan. Pesan harfiah/pesan ikonik tak berkode (non-coded iconic message), sebagai sebuah analogon yang berada pada tataran denotasi citra yang

(3)

berfungsi menaturalkan pesan simbolik, sedangkan pesan simbolik/pesan ikonik berkode (coded iconic message), sebagai analogon yang berada pada tataran konotasi yang keberadaannya didasarkan atas kode budaya tertentu atau familiaritas terhadap streotip tertentu (Friza et al., 2020).

D. Kesimpulan

Seomitika dalah ilmu yang mempelajari tanda, fungsinya, dan produksi makna. Tanda dapat berupa berbagai hal yang diamati atau dibuat teramati, dan tidak terbatas pada benda, melainkan juga peristiwa, struktur, kebiasaan, dan lain sebagainya. Semiotika memiliki sejarah panjang dan bidang penelitiannya sangat luas, meliputi berbagai disiplin ilmu.

Semiotika Teks mengkaji teks dalam berbagai bentuk dan tingkatannya, baik dalam pengertian luas maupun sempit. Hal ini melibatkan analisis tidak hanya terhadap tanda secara individu, tetapi juga terhadap pola-pola yang lebih besar (teks) yang menggabungkan tanda-tanda tersebut. Sementara itu, Semiotika Visual memiliki dimensi-dimensi dasar seperti sintaktik, semantik, dan pragmatik. Ini melibatkan analisis terhadap bagaimana tanda-tanda visual disusun, makna yang terkandung di dalamnya, dan fungsi-fungsi komunikatifnya.

Dalam konteks membaca gambar, semiotika memungkinkan peneliti untuk melihat tanda dan relasi tanda dengan jelas dalam gambar, serta mengurai makna dari pesan yang terkandung di dalamnya. Ini termasuk menangkap makna teks penyerta gambar (caption) serta memperhatikan pesan-pesan linguistik, ikonik terkodekan, dan ikonik tak terkodekan yang terdapat dalam foto.

E. Daftar Pustaka

Fitro Nur Hakim. (2023). Dasar Ilmu Semiotik untuk Kajian Desain Visual. Penerbit Yayasan Prima Agus Teknik, 9(1), 1-108. Retrieved from

https://penerbit.stekom.ac.id/index.php/yayasanpat/article/view/402

Friza, F., Rasyid, Y., & Murtadho, F. (2020). Pesan Teks dan Pesan Gambar pada Foto National Geographic (Kajian Semiotik). Deiksis, 12(01), 12.

https://doi.org/10.30998/deiksis.v12i01.3994

Ibrahim, F., & Ahmad, F. (2012). Bahasa Komunikasi Visual Dan Pengantaraan Produk:

Satu Analisis Semiotik. 12(January).

Piliang, Y. A. (2004). Semiotika Teks : Sebuah Pendekatan Analisis Teks. MediaTor, 5(2), 189–198.

https://www.researchgate.net/publication/265040699_Semiotika_Teks_Sebuah_Pendeka tan_Analisis_Teks

(4)

Sukarwo, W. (2013). Semiotika Visual : Penelusuran Konsep Dan. Desain, 1(1), 69–77.

https://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/Jurnal_Desain/article/view/686/603 Wiendy RerefDianty, Dea Puspitasari, & Astry Meirantic. (2022). Mengkaji Makna Yang

Terkandung Dalam Puisi “Ilusi” Karya Heri Isnaini Pada Buku Montase Dengan Pendekatan Semiotika. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa, 1(1), 41–46.

https://doi.org/10.55606/jurribah.v1i1.134

(5)

B. Literatur Review N

o

Nama Penulis, Tahun, Dan Judul Jurnal

Masalah penelitian

Tujuan penelitian

Hasil Penelitian

Kesimpulan penelitian

Kontribusi pada resume 1 Wiendy

RerefDiantya, Dea Puspitasarib, Astry Meirantic, 2022, MENGKAJI

MAKNA YANG TERKANDUNG

DALAM PUISI

"ILUSI" KARYA

HERI ISNAINI

PADA BUKU

MONTASE DENGAN PENDEKATAN SEMIOTIKA

Apa makna yang terkandung disetiap kata pada pusi

“ilusi”

untuk mengetahui makna yang terkandung disetiap kata pada puisi

“ilusi”.

Hasil penelitian semiotika pada puisi

“Ilusi” dapat dilihat puisi tersebut menyatakan bahwa mata diibaratkan dengan ilusi diibaratkan dengan benda mati yang hidup. Makna yang

terkandung dalam larik- larik tersebut didefinisikan sebagai yang kita lihat tidak sepenuhnya pasti, dalam tanah yang terlihat

kosong saja mungkin terdapat suatu hal yang tidak kita tahu. Dan sepi tidak sama dengan kosong karena sepi adalah perasaan tersendiri yang muncul dalam jiwa seseorang, sedangkan kosong, ia adalah ilusi itu sendiri, tidak ada apa apa, hanya ada

Dapat disimpulkan bahwa artikel yang berjudul Mengkaji makna yang terkandung dalam puisi

“Ilusi” karya heri isnaini pada buku montase dengan pendekatan semiotika ini mengkaji dan menganalisis unsur makna yang

terkandung dalam puisi ilusi.

Pengertian semiotika

(6)

udara yang jika bergerak kencang bisa berubah menjadi angin.

Dari puisi

“ilusi” dapat disimpulkan bahwa yang kita lihat belum tentu pasti.

2 Febriana Friza,

Yumna Rasyid,

Fathiaty Murtadho, 2020, PESAN TEKS

DAN PESAN

GAMBAR PADA FOTO NATIONAL GEOGRAPHIC (KAJIAN SEMIOTIK)

Faktor utama kajian dalam penelitian ini adalah bagaimana suatu foto jurnalistik dapat diketahui pesannya baik dilihat dari makna yang sebenarnya (denotatif) dan makna yang tersirat (konotatif) .

Untuk dapat mengetahui makna gambar dan

kesesuaian antara gambar dan teks pada foto jurnalistik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa foto

dan teks

caption memiliki kesamaan persepsi jika dianalisis dengan menggunakan analisis semiotik.

dapat ditarik kesimpulan pada foto pertama dengan caption foto

“A tsunami crashes over a street in Miyako City, Iwate

Perfecture, in northeastern Japan on March 11”

adanya kemiripan dengan kajian menggunakan denotatof dan konotatif, hanya saja pengetahuan pembaca dibutuhkan untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang tanggal atau tahun beapa peristiwa itu terjadi. Pada foto kedua dalam pesan denotatif mnyampaika

Menjelaska n semiotika sebagai alat untuk

membaca gambar

(7)

n bahwa

“terlihat lelaki paruh baya dan dua wanita

sedang berpelukan dengan raut muka

bersedih, serta adanya puing puing di sekitar mereka”

kemudian pesan konotatif

“dalam foto ini tidak ada manipulasi foto yang berlebihan, dengan teknik full shot foto ini diambil, terdapat plang kuning yang

merupakan sumber informasi untuk menulis caption foto, pencahayaan dari foto ini terbilang baik karena

diambil di luar ruangan.

Pesan yang ingin

disampaikan pada foto ini bahwa

kesedihan yang terlihat dari raut wajah dua orang yang

(8)

sedang berpelukan yang terlihat kehilangan dan berduka”

kemudian caption yang tertera adalah Tearful Reunion.

Tsunami survivors embrance to celebrate being alive in the destroyed

city of

Kesennuma, Miyagi Perfecture, on March 11.

Ada beberapa pesan yang masuk ke dalam teks caption foto yang sudah diberikan oleh fotografer dengan analisis denotatif dan konotatif.

Jadi, ada kesesuaian pesan antara pesan

konotatif, denotaif dan caption foto.

3 Wirawan Sukarwo , 2011, SEMIOTIKA VISUAL:

PENELUSURAN

KONSEP DAN

PROBLEMATIKA OPERASIONALNY A

- - - - Semiotika

Visual

Referensi

Dokumen terkait

Dalam dunia Desain Komunikasi Visual, Warna merupakan salah satu aspek penting dalam penyampaian pesan, namun warna seringkali memiliki sifat

Dalam rangka untuk mengetahui mengetahui makna tersirat pencitraan perempuan pada halaman muka majalah Popular edisi 310 November 2013, penulis membedah teks, gambar

Dengan mengamati gambar dan teks percakapan, siswa dapat membaca teks pendek yang di dalamnya memuat aturan penggunaan huruf kapital (nama Tuhan) dengan lafal

Dan dengan media informasi berbasis multimedia interaktif mampu memuat banyak data seperti teks, gambar atau foto, dan animasi yang secara otomatis mampu

(2) Data gambar teks pesan singkat yang berindikasi tindak penipuan selanjutnya ditranskripsikan pada kartu data I untuk dilakukan analisis variasi bahasa, makna

4.3.1 Menangkap makna secara kontekstual terkait fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks khusus dalam bentuk caption terkait gambar/foto/tabel/grafik/bagan 4.3.2

Hal ini menjadi penting untuk dikaji lebih lanjut dengan semiotika Roland Barthnes, karena ia melihat segala tanda memiliki makna pada denotasi dan konotasi untuk mengetahui maksud

Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan tanda baca yang tepat sangat penting untuk pembentukan intonasi yang tepat dan pemahaman makna yang tepat dalam membaca teks kalimat bahasa