• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mekanisme Penetapan Jenis danTarif PNBP

N/A
N/A
Bobby Yugama

Academic year: 2023

Membagikan "Mekanisme Penetapan Jenis danTarif PNBP"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN KEUANGAN

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT ANGGARAN DAN PERBENDAHARAAN

Mekanisme Penetapan Jenis dan

Tarif PNBP

(2)

Pengertian PNBP

*) Tahun 2018 angka target APBN

PNBP adalah :

Seluruh penerimaan Pemerintah pusat yang tidak berasal dari penerimaan perpajakan

PNBP adalah :

Pungutan yang dibayar oleh orang pribadi atau badan dengan memperoleh manfaat langsung maupun tidak langsung atas layanan atau pemanfaatan sumber daya dan hak yang diperoleh negara, berdasarkan peraturan perundang-undangan, yang menjadi penerimaan Pemerintah Pusat di luar penerimaan perpajakan dan hibah dan dikelola dalam mekanisme anggaran pendapatan dan belanja negara.

No.20/1 UU 997 ttg PNBP

Nomor UU

9/2018

ttg PNBP

(3)

1.

Pemanfaatan

SDA

2. Pelayanan

3.

Pengelolaan

KND 4.

Pengelolaan BMN

PNBP Objek PNBP

2. PNBP bersumber dari penyediaan barang, jasa, atau pelayanan administratif yang menjadi tanggung jawab pemerintah.

3. PNBP bersumber dari kekayaan negara yang berasal dari APBN yang dijadikan penyertaan modal negara atau perolehan lainnya, al.

Dividen BUMN dan Surplus Lembaga

4. PNBP bersumber dari penggunaan, pemanfaatan, dan pemindahtanganan semua barang yang diperoleh atas beban APBN dan perolehan lain.

1. PNBP bersumber dari eksploitasi bumi, air, udara, ruang angkasa, dan kekayaan alam yang dikuasai oleh negara al.

Migas dan Non Migas

6. PNBP berqasal dari hak negara selain 5 objek sesuai peraturan perundang-undangan al. Harta Sitaan, denda-

denda dan

pengembalian belanja.

5. PNBP bersumber dari dana pemerintah yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau perolehan lain, al.

Pengelolaan dana BLU, penempatan dana pemerintah di Bank Indonesia/bank umum

(4)

4

OBJEK DAN TARIF PNBP

Pemanfaatan SDA Pelayanan Pengelolaan KND

Pengelolaan BMN Pengelolaan DANA Hak Negara Lainnya

Contoh: Minyak Bumi, Gas Bumi, Mineral, batubara, panas bumi

Contoh: layanan pembuatan SIM, paspor, sertifikat tanah

Contoh: deviden atas laba BUMN, surplus BI, surplus OJK

Contoh: Gedung, mesin, tanah, alat produksi, rumah dinas milik pemerintah

Contoh: Dana Bergulir

Pemerintah, premium obligasi pemerintah

Contoh: Konsesi, Denda administrasi, putusan pengadilan

Tarif diatur dengan:

U

U Kontrak PP

Tarif diatur dengan:

PP PM

K

Tarif diatur dengan:

PP PMK

Tarif diatur dengan:

PMK

Tarif diatur dengan:

U

U RUPS

Tarif diatur dengan:

PP PM

K

(5)

5

PERTIMBANGAN TARIF

Dasar pertimbanga

Penyusunan n Tarif Dasar pertimbanga

Penyusunan n Tarif

Penetapan Tarif Rp 0 (Nol Rupiah)

Penetapan Tarif Rp 0 (Nol Rupiah)

Nilai manfaat, kadar, atau kualitas sumber daya alam

Dampak pengenaan tarif terhadap masyarakat, dunia usaha, alam Kebutuhan investasi, kondisi keuangan, operasional Badan Nilai guna aset tertinggi dan terbaik

Aspek Keadilan

Kebijakan Pemerintah

Dalam rangka

penyelenggaraan

kegiatan sosial, keagamaan, kenegaraan, dan penanggulangan bencana atau keadaan kahar

Diberikan kepada

masyarakat tidak mampu,

mahasiswa berprestasi,

dan usaha mikro, kecil,

dan menengah

(6)

PNBP2019

A. Langkah Penyusunan Tarif

1.Inventarisasi seluruh potensi PNBP yang ada

2.Analisis dan pertimbangan cermat dalam penetapan tarif, termasuk sosialisasi, agar pembebanan biaya yang terkait dengan pelayanan masih dalam batas wajar, dapat memberikan kemungkinan keuntungan dan tidak membebani masyarakat (termasuk pengguna jasa)

Pendekatan dalam penyusunan besaran tarif PNBP

1. Tarif Cost Minus

Besaran tarif PNBP ditetapkan lebih rendah dari biaya penyelenggaraan layanan.

2. Tarif Cost Recovery

Besaran tarif PNBP ditetapkan sama dengan biaya penyelenggaraan layanan.

3. Tarif Cost Plus

Besaran tarif PNBP ditetapkan lebih tinggi dari biaya penyelenggaraan layanan

Bentuk, Langkah dan Pendekatan Penyusunan Tarif PNBP

Tarif atas jenis PNBP berbentuk:

a. tarif spesifik; dan/atau

b. tarif ad valorem. Pasal 6 UU PNBP

(7)

Subjek PNBP dan Penentuan PNBP Terutang

Wajib Bayar

Orang Pribadi

3.

Badan Usaha

2.

Pengusaha

B.

Self

Ass. Pemanfaatan

SDA Hak Negara

Lainnya Pengelolaan

Dana Pengelolaan

BMN Pengeloaan

KND Pelayanan

SDA MIGAS Minerba

Panas Bumi Kehutanan

Perikanan Frekwensi SDA Non

MIGAS 1A, 2A, 3A

3A

1A, 2A, 3A

3A

1A, 2A, 3A

3B 3B 2B, 3B

3A

2A, 3A

2A, 3A

= Official Assesment

= Self Assesment

A.

Official Ass.

1.

Masyarakat

(8)

POKOK PENGATURAN PP 69 Tahun 2020

XI BAB 29 PASAL

I. Ketentuan Umum

II. Objek, Jenis & Tarif atas Jenis PNBP

III. Pertimbangan dalam Penyusunan Tarif atas Jenis PNBP

IV. Penyusunan, Evaluasi, dan Penetapan Jenis dan Tarif Atas Jenis PNBP

V. Koordinasi Antara Pimpinan Instansi Pengelola PNBP dan Menteri Selaku Pengelola Fiskal

VIII. Evaluasi Atas

Pelaksanaan Jenis dan Tarif Atas Jenis PNBP

VI. Penetapan Tarif atas Jenis PNBP dengan Mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham

VII. Penetapan Tarif atas Jenis PNBP Sampai dengan Rp0,00 (nol rupiah) atau 0% (nol persen)

IX. Pengaturan dan Penetapan Tarif atas Jenis PNBP yang Berasal dari Pengelolaan BMN Berupa Pemanfaatan dan Pemindahtanganan BMN

XI. Ketentuan Penutup X. Ketentuan Peralihan

(9)

OBJEK PNBP, JENIS, DAN TARIF ATAS JENIS PNBP

Tarif atas Jenis PNBP berbentuk:

a. Spesifik; dan/atau b. Ad valorem

Pasal 4

Jenis PNBP diatur dengan:

a. Undang-undang;

b. Peraturan Pemerintah;

dan/atau

c. Peraturan Menteri Pasal 3 ayat (3)

(10)

TARIF ATAS JENIS PNBP BERDASARKAN OBJEK

Pelayanan

 Tarif Pelayanan dasar

 Tarif Pelayanan nondasar.

Pengelolaan BMN

Tarif penggunaan

Tarif pemanfaatanBMN BMN; dan

Tarif

pemindahtanganan BMN

Hak Negara Lainnya

 Tarif denda administratif;

 Tarif pungutan sebagai akibat putusan atau ketetapan pengadilan atau Badan yang memiliki kewenangan berdasarkan peraturan per-UU;

dan

 Tarif pungutan atau penerimaan lainnya sesuai dengan ketentuan

peraturan per-UU.

Pemanfaatan SDA

 Tarif Pemanfaatan SDA terbarukan

 Tarif Pemanfaatan SDA tidak terbarukan

Pengelolaan KND

 Tarif surplus Badan bagian Pemerintah;

 Tarif laba bagian Pemerintah pada Badan;

 Tarif bagian Pemerintah dari kelebihan akumulasi cadangan umum dan cadangan tujuan pada Badan;

Pengelolaan Dana

 Tarif imbal jasa pengelolaan uang negara dalam

pelaksanaan konsolidasi rekening bendahara satuan kerja secara virtual dan penerapan rekening tunggal perbendaharaan;

 Tarif imbal jasa atas pelaksanaan investasi Pemerintah;

 Tarif dividen bagian Pemerintah pada perum, perusahaan perseroan dan/atau perseroan terbatas lainnya; dan

 Tarif Pengelolaan KND lainnya sesuai peraturan per-UU

 Tarif imbal jasa berupa bunga atau remunerasi atas

penempatan uang Pemerintah pada perbankan; dan

 Tarif imbal jasa atas

Pengelolaan Dana Pemerintah atau dana perolehan lainnya yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan per-UU.

Pasal 7

(11)

TARIF YANG DAPAT DIATUR MELALUI PMK/

PERATURAN Instansi

Pengguna (1)

Tarif atas Jenis PNBP untuk Pelayanan, Penggunaan BMN, dan Hak Negara Lainnya diatur dalam PMK dalam hal:

Tarif bersifat volatil

Kebutuhan mendesak

membutuhkan perubahan paling sedikit 1 x dalam

setahun

tarif di bidang pelatihanselainpelatihan fungsional, pelatihan kepemimpinan, dan pelatihan dasar untuk calon pegawai negeri sipil

kegiatan nasional dan internasional

tarif di bidang pengujian laboratorium

tarif barang/jasa sebagai hasil kegiatan di bidang penelitian, pengembangan, pendidikan,

pelatihan, dan/atau pembinaan

hasil ratifikasi perjanjian internasional arahan Presiden

hasil samping kegiatan Pemerintah perubahan organisasi

pelaksanaan putusan atau ketetapan pengadilan atau badan yang memiliki kewenangan

berdasarkan peraturan perundang-undangan

Pasal 8

Rekomendasi BPK dan Instansi Pemeriksa PNBP

(12)

TARIF YANG DAPAT DIATUR MELALUI PMK/

PERATURAN PIMPINAN IP PNBP (2)

Tarif atas Jenis PNBP diatur dengan Peraturan

Menteri/Pimpinan Lembaga dalam hal diperintahkan:

Undang-Undang

PP Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP

Besaran, Syarat, dan Tata Cara harus terlebih dahulu mendapat persetujuan Menteri

Pasal 9

(13)

PEMANFAATAN SDA

“Nilai manfaat" antara lain tingkat pengolahan atau pemurnian, nilai ekonomi atau skala ekonomi sumber daya alam.

“Kadar" adalah tingkat kalori atau kadar mineral hasii tambang.

“Kualitas" adalah tingkat baik buruknya sumber daya alam.

Nilai manfaat, kadar,

01

atau kualitas surnber daya alam

Memperhatikan a.l. kepentingan nasional dan kesinambungan pengelolaan sumber daya alam antargenerasi.

Dalam bentuk a.l. kebijakan Presiden, kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri, atau kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga terkait

Kebijakan Pemerintah

04

Tarif harus memperhatikan daya beli masyarakat, tidak membebani dunia usaha, memperhatikan kelestarian alam dan lingkungan, dan memperhatikan nilai sosial budaya masyarakat setempat

02 Dampak pengenaan tarif

terhadap masyarakat, dunia usaha, pelestarian alam dan lingkungan, serta sosial budaya

Tarif Pemanfaatan Sumber Daya Alam menjamin setiap orang atau Badan membayar tarif Pemanfaatan Sumber Daya Alam antara lain sesuai dengan daya pikul masyarakat dan tidak merugikan negara

Aspek keadilan

03

Pasal 10

DASAR PERTIMBANGAN

PENYUSUNAN TARIF (1)

(14)

DASAR PERTIMBANGAN PENYUSUNAN TARIF (2)

Memperhatikan a.l. hubungan atau perjanjian intemasional. Dalam bentuk a.l. kebijakan Presiden, kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri, atau kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga terkait

Kebijakan Pemerintah

04

Berdasarkan pendekatan biaya: (a) cost minus, yaitu tarif dihitung lebih rendah dari biaya yang dikeluarkan untuk membiayai layanan; (b) cost recovery, yaitu tarif dihitung sama dengan biaya yang dikeluarkan untuk membiayai layanan; (c) cost plus, yaitu tarif dihitung lebih tinggi dari biaya yang dikeluarkan untuk membiayai layanan.

Biaya penyelenggaraan

02

layanan

Menjamin setiap orang atau pelanggan memperoleh Pelayanan yang sama sesuai dengan hak dan Pelayanan yang diterima dan

memperhitungkan situasi dan kondisi sosial masyarakat.

Aspek keadilan

03

PELAYANAN

Pasal 11

Memperhatikan kesediaan masyarakat untuk membayar dan kemampuan masyarakat untuk membayar.

01

Dampak pengenaan tarif

terhadap masyarakat,

dunia usaha, dan sosial

budaya

(15)

DASAR PERTIMBANGAN PENYUSUNAN TARIF (3)

Biaya yang akan dikeluarkan Badan untuk investasi guna meningkatkan kapasitas.

Kebutuhan investasi

01

Badan

Penugasan Pemerintah dalam rangka pelindungan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan kegiatan ekonomi nasional.. Dalam bentuk a.l. kebijakan Presiden, kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri, atau kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga terkait

Kebijakan Pemerintah

04

Tingkat kesehatan keuangan Badan dan kelangsungan kinerja ke depan.

Kondisi keuangan Badan

02

Kebutuhan Badan di luar belanja modal.

Operasional Badan

03

PENGELOLAAN

KND

Pasal 12

(16)

The highest and best use of assets adalah analisis terhadap kegunaan tertinggi dan terbaik dari suatu aset antara lain analisis kelayakan secara peraturan, fisik, keuangan, dan produktivitas.

Nilai guna aset tertinggi

01

dan terbaik

Memperhatikan antara lain manfaat sosial dan program Pemerintah Dalam bentuk a.l. kebijakan Presiden, kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri, atau kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga terkait

Kebijakan Pemerintah

02

PENGELOLAAN BMN

Analisis peraturan, analisis kemampuan Pemerintah, risiko, dan manfaat yang akan dihasilkan untuk memperoleh imbal hasil terbaik pada saat perhitungan.

Hasil dan manfaat

01

terbaik

Memperhatikan antara lain program pembangunan nasional. Dalam bentuk a.l. kebijakan Presiden, kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri, atau kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga terkait

Kebijakan Pemerintah

02

PENGELOLAAN DANA Pasal 14 Pasal 13

DASAR PERTIMBANGAN

PENYUSUNAN TARIF (4)

(17)

Memperhatikan daya beli masyarakat, tidak membebani dunia usaha, dan memperhatikan nilai sosial budaya masyarakat setempat

01

Dampak pengenaan tarif

terhadap masyarakat, dunia usaha, dan sosial budaya

Memperhatikan a.l. program pembangunan nasionai dan pengelolaan keuangan negara. Dalam bentuk a.l. kebijakan Presiden, kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri, atau kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga terkait.

Kebijakan Pemerintah

03

Dikenakan secara adil bagi setiap golongan masyarakat.

Aspek keadilan

02

HAK NEGARA LAINNYA

Pasal 15

DASAR PERTIMBANGAN

PENYUSUNAN TARIF (5)

(18)

Pimpinan IP PNBP menyusun usulan jenis dan tarif atas jenis

PNBP

a. Upaya penyederhanaan jenis dan/atau tarif atas jenis PNBP b. Analisis terhadap efektivitas &

kinerja pengenaan jenis & tarif atas jenis PNBP

c. Analisis latar belakang pengenaan jenis dan tarif atas jenis PNBP beserta dasar kewenangan Instansi Pengelola PNBP

d. Analisis dasar perhitungan usulan jenis dan tarif atas jenis PNBP;

dan/atau

e. Analisis dampak pengenaan jenis dan tarif atas jenis PNBP

Menteri melakukan evaluasi

a. Evaluasi atas penerapan dasar pertimbangan dalam penyusunan tarif atas jenis PNBP sesuai objek b. Evaluasi atas ketentuan yang

harus dilakukan

c. Hasil evaluasi dapat berupa penyesuaian dan/atau

penyederhanaan atas usulan jenis dan tarif atas jenis PNBP,

termasuk pengaturan tarif atas jenis PNBP sampai dengan Rp0,00 (nol rupiah) atau 0% (nol persen).

Penyusunan dan penetapan jenis dan tarif atas jenis PNBP

Berdasarkan hasil evaluasi, Menteri dapat melakukan:

a. Penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah;

b. Penyusunan dan penetapan Peraturan Menteri; atau

c. Penerbitan surat persetujuan atas penetapan tarif atas jenis PNBP dengan Peraturan

Menteri/Pimpinan Lembaga, yang mengatur jenis dan tarif atas jenis PNBPyang berlaku pada Instansi Pengelola PNBP.

Pasal 16 Pasal 18 Pasal 19

PENYUSUNAN, EVALUASI, DAN PENETAPAN

JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PNBP

(19)

PROSES PENYUSUNAN RPP TENTANG JENIS DAN TARIF

ATAS JENIS PNBP

(20)

KONDISI MENDESAK

SEBAGAI ARAHAN PRESIDEN

Arahan Presiden Untuk Mengatur

Tarif

Menteri menyusun

usulan Instansi Pengelola

Koordinasi

Pasal 20

“Menteri menyusun dan menetapkan jenis dan tarif atas jenis PNBP”

(21)

Tarif diatur UU, PP (di luar PP tarif)

Pimpinan Instansi Pengelola PNBP yang melakukan penyusunan RUU, atau RPP yang memuat pengaturan dan/atau penetapan jenis dan tarif atas jenis PNBP harus berkoordinasi dengan

Menteri selaku pengelola fiskal

Pimpinan Instansi Pengelola PNBP yang melakukan penyusunan RUU, atau RPP yang memuat pengaturan dan/atau penetapan jenis dan tarif atas jenis PNBP harus berkoordinasi dengan

Menteri selaku pengelola fiskal

Tarif diatur Kontrak

Pimpinan Instansi Pengelola PNBP selaku penyusun rancangan kontrak yang substansinya terdapat pengaturan dan/atau penetapan tarif atas jenis PNBP yang berasal dari Pemanfaatan

Sumber Daya Alam harus berkoordinasi dengan Menteri selaku pengelola fiskal Pimpinan Instansi Pengelola PNBP selaku penyusun rancangan kontrak yang substansinya terdapat pengaturan dan/atau penetapan tarif atas jenis PNBP yang berasal dari Pemanfaatan

Sumber Daya Alam harus berkoordinasi dengan Menteri selaku pengelola fiskal

Tarif diatur RUPS Tarif berupa dividen bagian Pemerintah pada perusahaan persero dan/atau perseroan terbatas lainnya ditetapkan sesuai dengan mekanisme RUPS berdasarkan target PNBP yang ditetapkan

dalam APBN atau APBN-P

Tarif berupa dividen bagian Pemerintah pada perusahaan persero dan/atau perseroan terbatas lainnya ditetapkan sesuai dengan mekanisme RUPS berdasarkan target PNBP yang ditetapkan

dalam APBN atau APBN-P

Pasal 21

Pasal 22

Pasal 23

KOORDINASI ANTARA PIMPINAN

INSTANSI PENGELOLA PNBP DAN

MENTERI SELAKU PENGELOLA FISKAL

(22)

TARIF S.D. RP0,00 ATAU 0%

Besaran, persyaratan, dan tata cara pengenaan tarif harus terlebih dahulu mendapat persetujuan Menteri.

Ketentuan lebih lanjut mengenai besaran, persyaratan, dan tata cara pengenaan tarif diatur dalam Peraturan Menteri/Pimpinan Lembaga.

Yang dimaksud dengan "pertimbangan tertentu" antara lain:

a. penyelenggaraan kegiatan sosial, kegiatan keagamaan, kegiatan kenegaraan atau pemerintahan, termasuk untuk penyidikan, penyelidikan, dan perpajakan;

b. keadaan di luar kemampuan Wajib Bayar atau kondisi kahar;

c. masyarakat tidak mampu, mahasiswa berprestasi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah; dan/atau d. kebijakan Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pasal 24 Dengan pertimbangan tertentu, tarif atas jenis PNBP dapat ditetapkan sampai dengan Rp0,00 (nol Rupiah) atau 0% (nol

persen).

(23)

evaluasi secara berkala paling sedikit setiap 2 (dua) tahun sekali atau sesuai kebutuhan.

Menteri c.q DJA

K/L

Selaku pengelola fiskal

APIP K/L

Evaluasi atas pelaksanaan Tarif

Antara lain dengan melakukan:

pengujian kembali pertimbangan penyusunan tarif, pertimbangan tertentu pemberian tarif s.d Rp0,00 atau 0%, dan penyederhanaan tarif PNBP

Hasil Evaluasi

Memuat kesimpulan dan/atau rekomendasi, antara lain berupa:

 perubahan jenis dan tarif atas jenis PNBP,

 perubahan tarif sampai dengan Rp0,00 atau 0%

Pasal 25

Evaluasi Pelaksanaan Tarif atas Jenis PNBP sebagai bagian dari pengawasan

Berdasarkan hasil evaluasi dari pimpinan IP PNBP atau tindak lanjut atas rekomendasi Menteri

pimpinan IP PNBP menvusun dan menyampaikan usulan perubahan jenis dan tarif atas jenis

PNBP; atau menyusun perubahan Peraturan Menteri/Pimpinan Lembaga yang mengatur tarif atas

jenis PNBP

(24)

Pengaturan dan penetapan tarif atas jenis PNBP yang berasal dari Pengelolaan Barang Milik Negara berupa pemanfaatan dan pemindahtanganan Barang Milik Negara mengacu kepada peraturan pemerintah yang mengatur mengenai pengelolaan barang milik negara.

Pasal 26 BMN

Ketentuan mengenai pertimbangan tertentu untuk pengenaan tarif atas jenis PNBP sampai dengan Rp0,00 (nol rupiah) atau 0%

(nol persen) yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah mengenai jenis dan tarif atas jenis PNBP, dapat mengikuti ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 (pertimbangan tertentu tarif s.d. Rp0,00 atau 0%) Peraturan Pemerintah ini.

Tarif atas jenis PNBP yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah mengenai jenis dan tarif atas jenis PNBP sepanjang memenuhi kriteria sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 (pengaturan dalam PMK), tarif atas jenis PNBP tersebut mengikuti ketentuan dalam Peraturan Pemerintah ini

Ketentuan Peralihan

Terhadap peraturan perundang-undangan yang mengatur dan/atau menetapkan jenis dan/atau tarif atas jenis PNBP harus menyesuaikan dengan pengaturan dalam Peraturan Pernerintah ini paling lama 3 (tiga) tahun terhitung sejak Peraturan Pemerintah ini diundangkan.

Pasal 27

Pada saat Peraturan Pemerintah ini rnulai berlaku seluruh peraturan perundang-undangan yang mengatur dan/atau menetapkan jenis dan/atau tarif atas jenis PNBP dinyatakan masih berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah ini

Ketentuan Penutup Pasal 28

KETENTUAN LAIN

(25)

Terima Kasih

Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan

2021

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal terdapat PNBP pada K/L tidak tercantum dalam Lampiran PP Nomor 22 Tahun 1997, maka pengaturannya ditetapkan dalam PP tersendiri tentang jenis dan tarif atas

tarif atas jenis PNBP yang berlaku di BMKG kepada. bendahara penerima Unit

Instansi Pengelola PNBP dapat meminta dilakukan pemeriksaan terhadap Wajib Bayar yang mengajukan permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pNBp, untuk meyakinkan

Sebagian dana dari suatu jenis PNBP fungsional dapat digunakan untuk kegiatan tertentu yang berkaitan dengan jenis PNBP tersebut oleh instansi yang bersangkutan 2..

(1) Tarif atas Jenis PNBP yang berasal dari jasa pelayanan teknis pengujian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf b, jasa pelayanan teknis kalibrasi

Kinerja pelaksana penyusunan jenis dan tarif PNBP dimonitor secara berkala pada rapat GKM Direktorat PNBP K/L setiap minggu, serta melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen

PNBP izin lokasi perairan dikelola Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2015 tentang jenis dan tarif atas jenis

(3) Tarif atas jenis PNBP yang berasal dari Pengelolaan Kekayaan Negara Dipisahkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf c diatur dengan Undang-b.