• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu"

Copied!
124
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh Nurzilviana NIM: 160106146

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM MATARAM

2020

(2)

Skripsi

Diajukan Kepada Universitas Islam Negeri Mataram Untuk Melengkapi Persyaratan Mencapai Gelar Serjana Pendidikan

Oleh Nurzilviana NIM: 160106146

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM MATARAM

2020

(3)

MOTTO

هوف أخت أوأ أمكسف أ ٓيف م ْاودأبت إو ۗض أ أۡٱ يف مو ت ٰو ٰ هسلٱ يف م ه َّ

ٖء أيش َلك ٰىلع هّٱو ۗءٓ شي م َ عيو ءٓ شي ل ف أغيف ۖ هّٱ هب مكأبس حي ٌ يدق ٤٨٢ )

(

“Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang

ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.1

1Yayasan Penyelenggara Penterjemah/Pentafsir Al-Qur‟an, Al-Qur’an dan Terjemahannya, Al-Jumanatul „Ali, (Bandung: J-ART, 2004), hlm. 49.

(4)

akan pernah terbalaskan oleh apapun. Ini sedikit karyaku, semoga bisa membanggakan dirimu. Serta keenam kakak-kakaku yang senantiasa selalu

mendukung dan membantuku.

Semoga Allah selalu memberikan keberkahan terhadap setiap apa yang kami kerjakan.

Aamiin…

(5)

sehingga mampu menyelesaikan skripsi ini. Shalawat serta salam tak lupa tercurahkan kepada sang pemersatu umat yakni Nabi Muhammad SAW, serta para sahabatnya dan kepada seluruh umat yang selalu setia mengikuti sunnah- sunnahnya.

Keberhasilan peneliti dalam penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak yang telah mendorong dan membimbing penulis, baik do‟a, tenaga, ide-ide, maupun pemikiran. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada:

1. Bapak Dr. Ahmad Sulhan, M.Pd.I selaku pembimbing I dan Ibu Ramdhani Sucilestari, M.Pd selaku pembimbing II yang telah banyak meluangkan waktu dan kesempatannya untuk membimbing dan memberikan saran dalam penyusunan skripsi ini.

2. Bapak Dr. Muammar, M.Pd selaku penguji I dan Ibu Dra. Rabiatul Adawiyah, MA selaku penguji II.

3. Bapak Dr. Ahmad Sulhan,M.Pd.I selaku ketua jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.

4. Ibu Dr. Hj. Lubna, M.Pd selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram.

5. Bapak Dr. H. Mutawalli, M.Ag selaku Rektor UIN Mataram.

6. Bapak Ibu dosen jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah beserta aktivitas akademika UIN Mataram yang telah banyak memberikan bantuan dan ilmu pengetahuan selama masih berada pada bangku kuliah.

(6)

PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii

HALAMAN NOTA DINAS ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v

PENGESAHAN DEWAN PENGUJI ... vi

HALAMAN MOTTO ... vii

HALAMAN PERSEMBAHAN... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

ABSTRAK ... xvii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 6

C. Tujuan dan Manfaat ... 6

D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian ... 8

E. Telaah Pustaka ... 8

F. Kerangka Teori... 14

1. Strategi Pembelajaran... 14

a. Pengertian Strategi Pembelajaran... 14

(7)

e. Klasifikasi Strategi Pembelajaran ... 20

f. Komponen-Komponen Strategi Pembelajaran ... 21

g. Prinsip-Prinsip Strategi Pembelajaran ... 22

2. Guru ... 22

a. Pengertian guru ... 22

b. Tugas guru ... 23

c. Peran guru ... 24

d. Kompetensi guru ... 26

3. Hasil Belajar ... 29

a. Pengertian hasil belajar ... 29

b. Macam-macam hasil belajar ... 33

c. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar ... 34

d. Manfaat hasil belajar ... 36

e. Indikator hasil belajar ... 37

4. Pembelajaran matematika di sekolah dasar... 37

a. Pengertian pembelajaran matematika untuk SD/MI ... 37

b. Tujuan pembelajaran matematika untuk SD/MI ... 38

c. Ruang lingkup pembelajaran matematika untuk SD/MI ... 39

d. Kompetensi inti dan kompetensi dasar ... 40

G. Metode Penelitian... 44

(8)

4. Sumber Data ... 46

5. Metode Pengumpulan Data ... 47

6. Teknik analisis data ... 49

7. Pengecekekan keabsahan data... 51

H. Sistematika Pembahasan ... 53

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN ... 55

A. Gambaran umum MIN 2 Kota Mataram ... 55

1. Sejaran singkat (profil) MIN 2 kota mataram ... 55

2. Visi dan misi MIN 2 kota mataram ... 56

3. Identitas MIN 2 kota mataram ... 57

4. Keadaan siswa MIN 2 kota mataram ... 59

5. Keadaan guru dan pegawai MIN 2 Kota mataram ... 61

B. Strategi untuk meningkatkan hasil belajar ... 63

C. Kendala-kendala yang ditemukan ... 68

D. Upaya Guru dalam Mengatasi Kendala-Kendala yang ditemukan ... 71

BAB III PEMBAHASAN ... 73

A. Strategi guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa ... 73

B. Kendala-kendala yang Ditemukan oleh guru ... 75

C. Upaya Guru dalam Mengatasi Kendala-Kendala ... 77

BAB IV PENUTUP ... 79

(9)

LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 85 DAFTAR RIWAYAT HIDUP

(10)

Daftar Tabel 2. 2 Daftar Keadaan Guru MIN 3 Kota Mataram Tahun Pelajaran 2019/2020, 74

(11)

Lampiran 03 : Lembar Wawancara Dengan Guru

Lampiran 04 : Lembar Wawancara Dengan Peserta Didik Lampiran 05 : Lembar Wawancara Dengan Kepala Sekolah Lampiran 06 : Transkrip Wawancara Dengan Guru

Lampiran 07 : Transkrip Wawancara Dengan peserta didik Lampiran 08 : Transkrip Wawancara Dengan kepala sekolah Lampiran 09 : foto dokumentasi

Lampiran 10 : Surat Keterangan Penelitian

Lampiran 11 : Surat Izin Penelitian/Pengambilan Data Lampiran 12 : Surat Izin Penelitian Min 2 Kota Mataram

(12)

Oleh : Nurzilviana NIM: 160106146

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perhatian penulis terhadap proses belajar-mengajar peserta didik di kelas IV pada mata pelajaran matematika di MIN 2 Kota Mataram sudah cukup berhasil hal ini terlihat dari proses pembelajaran yang berlangsung komunikatif antara guru dengan siswa. Fokus yang dikaji pada penelitian ini adalah (1) bagaimana strategi guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas IV 2) apa saja kendala-kendala yang dihadapi guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa tersebut, dan (3) bagaimana upaya yang dilakukan guru untuk menghadapi kendala-kendala dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah guru kelas IV. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Terkait analisis data yang digunakan adalah menurut Milles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Strategi yang digunakan guru dalam mengajar adalah strategi ceramah, diskusi/kooperatif, dan ekspositori. (2) Kendala-kendala yang ditemukan adalah kurangnya waktu, sarana prasarana dan perhatian siswa terhadapa guru serta siswa kesulitan dalam mengoprasikan rumus.

(3) Upaya yang dilakukan guru yaitu dengan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa dan mengerjakan soal yang lebih mudah terlebih dahulu.

Kata kunci: Strategi Guru, dan Hasil Belajar Matematika

(13)

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan proses belajar mengajar antara pengajar dan peserta didik untuk mendapatkan suatu pengtahuan yang diharapkan dan akan menjadi sebuah bekal untuk masa depannya.2 Jadi pendidikan itu adalah suatu proses pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik dengan tujuan untuk memiliki pemahaman terhadap sesuatu dan membuatnya menjadi manusia yang mampu berpikir kritis. Berdasarkan hal tersebut, terdapat pengertian pendidikan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu:

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdaasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.3

Salah satu komponen yang penting dari pendidikan yaitu mata pelajaran matematika. Matematika merupakan salah satu pelajaran yang diajarkan di sekolah dan memiliki peranan penting, semua orang harus mempelajarinya karena matematika digunakan sebagai sarana untuk memecahkan masalah kehidupan

2 Amos Neolaka dan Grace Amalia A. Neolaka, Landasan Pendidikan (Dasar Pengenalan Diri Sendiri Menuju Perubahan Hidup), (Depok: Kencana, 2017), hlm. 12.

3 Rulam Ahmadi, Pengantar Pendidikan: Asas dan Filsafat Pendidikan, (Yogyakata: Ar- Ruzz Media, 2014), hlm. 38

(14)

sehari-hari.4 Berdasarkan pengertiannya. Matematika adalah bahasa simbol; ilmu deduktif yang tidak menerima pembuktian secara induktif; ilmu tentang pola keteraturan, dan struktur yang terorganisasi mulai dari unsur yang tidak didefinisikan, ke unsur yang didefinisikan. Maka untuk mengembangkan kreativitas dan kompetensi siswa, guru hendaknya dapat menyajikan pembelajaran yang efektif dan efesien, sesuai dengan kurikulum dan pola pikir siswa. Dalam mengajarkan matematika, guru harus memahami bahwa kemampuan setiap siswa berbeda-beda, serta tidak semua siswa menyenangi mata peajaran matematika.

Berikut ini adalah pemaparan pembelajaran yang ditekankan pada konsep- konsep matematika. 1) Penanaman konsep dasar (penanaman konsep), yaitu pemebelajaran suatu konsep baru matematika, ketika siswa belum pernah mempelajari konsep tersebut. 2) Pemahaman konsep, yaitu pemebelajaran lanjutan gari penanaman konsep, yaitu bertujuan agar siswa lebih memahami suatu konsep matematika. 3) Pembinaan keterampilan, yaitu pembelajaran lanjutan dari penanaman konsep dan pemahaman konsep. Pembinaan keterampillan bertujuan agar siswa lebih terampil dalam menggunakan berbagai konsep matematika.5

Matematika sebagai salah satu pola berpikir ilmiah yang sangat dibutuhkan untuk menumbuh kembangkan kemampuan berpikir logis, sistematis dan kritis dalam diri peserta didik. Matematika memegang peranan penting dalam

4 Mulyono Abdurrahman, Pendidikan bagi Anak Berkesulitan Belajar, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2003), hlm. 251.

5 Heruman, Model Pembelajaran Matematika, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010), hlm 1-3.

(15)

pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemudian dengan bantuan matematika ilmu pengetahuan dan teknologi akan maju lebih pesat. Demikian pula matematika merupakan pengetahuan dasar yang diperlukan peserta didik untuk menunjang keberhasilan belajarnya. Karena itulah kemampuan siswa dalam menguasai matematika perlu ditingkatkan sehingga siswa telah memiliki kemampuan cukup untuk menghadapi masa depan dan juga mengharapkan dapat memberikan andil dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Selain itu komponen yang dianggap sangat mempengaruhi proses pendidikan adalah komponen guru, dimana guru merupakan salah satu komponen penting dalam proses pembelajaran. Dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 disebutkan bahwa guru adalah profesional dengan tugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Guru juga memiliki andil yang cukup besar dan keberhasilan pembelajaran di sekolah dan penentuan kualitas pendidikan secara umum.6

Proses belajar mengajar pada dasarnya merupakan perubahan perilaku anak selama ia belajar. Hasil belajar siswa dapat terlihat dari keberhasilan guru dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga membuat peserta didik mudah dan dapat memahami pelajaran yang diberikan guru. Guru pun dituntut untuk mampu mewujudkan perilaku mengajar secara tepat agar

6 Wahab Jufri, Belajar Pembelajaran Sains Modal Dasar Menjadi Guru Profesional, (Bandung: Pustaka Reka Cipta, 2017), hlm 94-95.

(16)

terjadi perilaku belajar yang efektif dalam diri siswa. Dalam suatu pembelajaran yang ada di sekolah seorang guru harus mempunyai strategi mengajar yang tepat agar tujuan yang ditentukan dapat tercapai dengan baik.

Dalam menentukan strategi pembelajaran dan perumusan tujuan, harus diimplementasikan ke dalam berbagai metode yang relevan selama proses belajar mengajar berlangsung.7 Dimana staretegi merupakan suatu cara yang wajib dilaksanakan oleh guru dalam menjelaskan materi pelajaran dalam lingkup sekolah yang meliputi sikap, keterampilan, ataupun suatu kegiatan yang dapat memberikan pengalaman sendiri terhadap siswa agar mudah mengembangkan potensi belajarnya. Hal ini tentu saja melibatkan peran seorang guru dalam menciptakan serta mengembangkan bakatnya. Salah satu hal yang dianggap penting dalam menunjang keberhasilan mengajar yaitu bagaimana seorang guru menggunakan strategi dalam mengajar. Dengan adanya strategi dalam mengajar diharapkan peserta didik dapat memahami dan menyerap informasi yang disampaikan pendidik.

Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa guru harus berusaha untuk meningkatkan suatu pemahaman peserta didik disetiap materi yang diajarkan.

Dalam pelajaran matematika siswa masih memliki banyak kesulitan. Untuk itu guru harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan pemahaman yang terkait dengan materi-materi yang belum dipahami, sehingga hasil belajar yang diharapkan guru dapat meningkat dengan baik.

7 Zainal Aqib, Model-Model, Media, dan Strategi Pembelajaran Kontektual (Inovatif), (Bandung: Yrama Widya, 2013), hlm. 71.

(17)

Berdasarkan hasil observasi awal yang telah dilakukan oleh peneliti di MIN 2 Kota Mataram, peneliti melihat proses belajar kelas IV mata pelajaran matematika pembelajaran yang berlangsung memang sudah cukup berhasil walaupun masih ada terlihat siswa yang bermain atau mengobrol dengan temannya, guru sudah komunikatif dengan siswa walaupun dengan penggunaan strategi ceramah, walaupun memang peserta didik terkadang merasa bosan ketika belajar karena memang matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dimengerti. Hal ini terlihat dari analisis hasil ulangan harian siswa yang menunjukkan hanya 12 siswa yang mampu mencapai nilai 80 selain itu nilai siswa hanya mencapai 70-75.8 Untuk itu guru juga harus bisa memadukan strategi pembelajaran yang cocok dalam suatu pembelajaran, agar peserta didik bisa menerima materi pelajaran dengan baik, sehingga nilai peserta didik semakin meningkat.

Berdasarkan hal tersebut membuktikan bahwa untuk membuat sebuah pembelajaran yang menyenangkan dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa tidaklah semudah seperti yang dipikirkan. Untuk itu, dalam suatu kegiatan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, yang ditentukan oleh kemampuan dan keterampilan seorang guru.

Oleh sebab itu dibutuhkan kekompakan antara siswa dan guru karena dalam interaksi pendidikan beriteraksi dua individu yang masing-masing memiliki kemampuan dan karakteristik sendiri. Sesungguhnya dalam proses interaksi kedua pihak harus saling memahami dan saling menyesuaikan diri. Dalam interaksi

8 MIN 2 Kota Mataram, Dokumentasi, 29 November 2019.

(18)

pendidikan, karena posisi guru atau pendidik sebagai orang yang lebih dewasa, lebih berpengalaman, berpengetahuan, banyak menguasai nilai serta mempunyai tanggung jawab yang mendidik, maka guru atau pendidiklah yang harus lebih berusaha memahami kemampuan dan karakteristik peserta didik, lebih berusaha memberikan layanan, dorongan, bantuan, bimbingan kepada peserta didik.9

Guru sebagai individu memiliki andil yang cukup besar harus mengusahakan segala cara agar siswa mampu meningkatkan hasil belajar siswa.

Berdasarkan penelitian di atas, peneliti merasa tertarik untuk meneliti sebuah judul “Strategi Guru dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IV di MIN 2 Kota Mataram Tahun Pelajaran 2019/2020.”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang ada di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimanakah strategi guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas IV di MIN 2 Kota Mataram tahun pelajaran 2019/2020?

2. Apa saja kendala-kendala yang dihadapi oleh guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas IV di MIN 2 Kota Mataram tahun pelajaran 2019/2020?

9 Sudaryono, Metode Penelitian Pendidikan, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2016), hlm 25.

(19)

3. Bagaimana upaya yang dilakukan untuk menghadapi kendala-kendala yang ditemukan guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika tahun pelajaran 2019/2020?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah:

a. Untuk mengetahui strategi guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas IV di MIN 2 Kota Mataram tahun pelajaran 2019/2020.

b. Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas IV di MIN 2 Kota Mataram tahun pelajaran 2019/2020.

c. Untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam menghadapi kendala- kendala yang ditemukan guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika tahun pelajaran 2019/2020.

2. Adapun penelitian yang penulis lakukan, diharapkan dapat bermanfaat, yaitu sebagai berikut:

a. Manfaat Teoretis

Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perkembangan ilmu pengetahuan kaitannya dengan strategi guru dalam meningkatkan keterampilan bertanya dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika.

(20)

b. Manfaat Praktis

Secara praktis, penelitian ini bermanfaat bagi siswa, bagi guru, bagi sekolah dan peneliti. Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut:

1) Bagi siswa, penulis dapat meningkatkan keterampilan bertanya dan hasil belajar siswa menggunakan strategi pembelajaran yang menyenangkan.

2) Bagi guru, untuk menambah wawasan dengan menggunakan strategi yang beragam.

3) Bagi sekolah, memberikan sumbangsih dengan berbagai variasi dalam proses belajar mengajar pada mata pelajaran matematika.

4) Bagi peneliti, dapat menambah ilmu pengetahuan agar bisa dimanfaatkan ketika terjun langsung dalam dunia pendidikan kelak.

D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian 1. Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian ini adalah strategi guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas IV di MIN 2 Kota Mataram tahun pelajaran 2019/2020.

2. Setting Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di MIN 2 Kota Mataram Karang Baru Kecamatan Selaparang Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat.

(21)

E. Telaah Pustaka

Telaah pustaka dalam penelitian ini adalah salah satu cara yang dilakukan peneliti dalam mengkaji berbagai macam penelitian untuk menhindari duplikasi serta menjamin keaslian dan keabsahan penelitian yang telah dilakukan.

Adapun penelitian yang mempunyai relevansi dengan penelitian ini yang berhasil berhasil ditelaah oleh peneliti yaitu:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Salimul Jihad dan Muhammad Suaeb tahun 2016/2017, yang berjudul “Strategi Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Dalam Pelajaran Mufrodat Kelas Vi Mi NW Dasan Agung Mataram Tahun Pelajaran 2016/2017” dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pembelajaran mufrodat pada siswa kelas VI dimulai dengan guru melafalkan mufrodat atau kalimat bahasa arab, kemudian semua siswa mengikuti apa yang dilafalkan tersebut baik secara kelompok maupun individu. Dalam pelajaran bahasa arab, khususnya pelajaran mufrodat memang sudah seharusnya menjadi latihan tersendiri bagi semua siswa mulai dari mendengarkaan mufrodat, melafalkan mufrodat, dan menterjemahkan arti mufrodat. Sehingga dengan demikian pelajaran mufrodat tersebut menjadi pelajaran yang mudah untuk dipahami oleh semua siswa.

Kesulitan belajar pada pelajaran mufrodat dalam pembelajaran bahasa arab kelas VI lebih banyak datang daripada siswa itu sendiri. Hal

(22)

itu dikarenakan siswa yang berkesulitan belajar tersebut belum lancar dalam membaca Al-Qur‟an baik pada pelafalaan kalimat, kata, maupun ujaran-ujaran huruf bahasa arab yang terdapat di dalam Al-Qur‟an dan itu sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar.10

Adapun persamaannya dengan penelitian yang akan peniliti lakukan adalah sama-sama mengkaji tentang strategi guru dan persamaanya juga terdapat pada teknik pengumpulan data sama-sama menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Perbedaan dalam penelitian ini dengan penelitian dengan yang akan peneliti lakukan terletak pada lokasi dan mata pelajaran. lokasi dipenelitian ini adalah di MI NW Dasan Agung Mataram, sedangkan lokasi peneitian yang akan dilakukan peniliti di MIN 2 Kota Mataram.

Dalam penelitian ini mata pelajaran yang digunakan adalah mata pelajaran bahasa arab sedangkan yang akan diteliti menggunakan mata pelajaran matematika.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Fellinda Arini Putri tahun 2016, yang berjudul “Strategi Guru Dalam Mengatasi bullying di SMP 1 Mojokerto”

dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, strategi yang dilakukan oleh guru tujuannya yaitu guna mencapai pembelajaran yang kondusif dan merubah perilaku siswa ke arah yang lebih baik agi seperti yang dikehendaki.

10Salimul Jihad, Muhammad Suaeb, “Strategi Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Dalam Peajaran Mufrodat Kelas VI MI NW Dasan Agung Mataram Tahun Pelajaran 2016/2017”, Jurnal Pendidikan Volume XVII, Nomor 1, Januari-Juni 2018.

(23)

Beberapa strategi yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi perilaku bullyimg harus dijalankan secara serius dan tepat sasaran. Adapun strategi guru untuk mengatasi perilaku bullying di SMP 1 Mojokerto antara lain: 1) mencari permasalahan dengan cara bertanya seputar alasan siswa melakukan bullying, 2) memberikan hukuman sebagai penguatan negatif yang bertujuan untuk memberikan efek jera bagi siswa pelaku bullying, 3) membuat kelompok belajar, 4) menasehati/ memberikan himbauan kepada siswa pelaku bullying maupun siswa yang berpotensi menjadi pelaku bullying, 5) memberikan beberapa layanan (informasi, orientasi, dan mediasi), 6) memberikan penghargaan, 7) menerapkan serta mengampanyekan program “stop bullying”, 8) pengawasan. Semua itu dilakukan guru untuk mencapai proses pembelajaran yang kondusif serta menjadikan siswa sebagai insan yang berbudi baik, tanggung jawab, dan disiplin.

Hambatan yang ditemui oleh guru dallam mengatasi perilaku bullying di SMP 1 Mojokerto cukup beragam diantaranya yaitu: 1) kesulitan dalam mengontrol perilaku siswa jika berada diluar lingkungan SMP 1 Mojokerto, 2) tidak terbukanya siswa korban bullying untuk melapor ke guru, 3) kurangnya pemahaman guru terhadap bahaya bullying.

Untuk itu guru harus menyelesaikan segaa hambatan yang ada dan mencegah agar perilaku bullying tidak terjadi kembali.11

11Fellinda Arini Putri, “Strategi Guru Dalam Mengatasi Perilaku Bullying Di SMP Negeri 1 Mojokerto, Jurnal Kajian Moral Dan Kewarganegaraan, Volume 01 Nomor 04 Tahun 2016.

(24)

Adapun persamaannya dengan penelitian yang akan peniliti lakukan adalah sama-sama mengkaji tentang strategi guru, persamaannya yang jelas terlihat yaitu sama-sama menggunakan penelitian kualitatif dan persamaanya juga terdapat pada teknik pengumpulan data sama-sama menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Perbedaan dalam penelitian ini dengan penelitian dengan yang akan peneliti lakukan terletak pada lokasi dan dari segi variabel yang akan diteliti. lokasi dipenelitian ini adalah di SMP 1 Mojokerto, sedangkan lokasi peneitian yang akan dilakukan peniliti di MIN 2 Kota Mataram.

Dalam penelitian ini variabel yang akan diteiti adalah masalah bullying sedangkan peneliti disini akan meneliti masalah keterampilan bertanya dan hasil belajar.

3. Penelitian yang dilakukan oleh Utari Suhera, Israwati, dan Hasmina Hasan tahun 2018, yang berjudul “Strategi Guru Dalam Mengatasi Kesuitan Belajar Siswa Di Kelas III SD Negeri Sibreh Aceh Besar” dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, dalam meningkatkan hasil belajar siswa, guru dituntut untuk memiliki strategi dalam mengajar, agar prestasi belajar siswa semakin meningkat.

Berdasarkan hasil analisis data guru kelas IIIA dan IIIB di SD Negeri Sibreh Aceh Besar guru belum menerapkan strategi secara keseluruhan dalam mengatasi kesulitan belajar siswa. Terlihat dari 40 peserta didik yang mengikuti tes soal UTS pada mata pelajaran

(25)

matematika dan bahas indonesia, yang mencapai nilai KKM keseluruhan diperoleh nilai rata-rata kemampuan peserta didik adalah 64 dan 63.

Strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa di kelas III SD Negeri Sibreh Aceh Besar belum diterapkan secara keseluruhan.

Dimana guru diharapkan untuk menerapkan strategi dalam mengatasi kesulitan belajar siswa agar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Adapun persamaannya dengan penelitian yang akan peniliti lakukan adalah sama-sama mengkaji tentang strategi guru, persamaannya yang jelas terlihat yaitu sama-sama menggunakan penelitian kualitatif dan persamaanya juga terdapat pada teknik pengumpulan data sama-sama menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.12

Perbedaan dalam penelitian ini dengan penelitian dengan yang akan peneliti lakukan terletak pada lokasi dan dari segi variabel yang akan diteliti. lokasi dipenelitian ini di SD Negeri Sibreh Aceh Besar , sedangkan lokasi peneitian yang akan dilakukan peniliti di MIN 2 Kota Mataram.

Dalam penelitian ini variabel yang akan diteiti adalah masalah kesulitan belajar sedangkan peneliti disini akan meneliti masalah keterampilan bertanya dan hasil belajar.

F. Kerangka teori

1. Strategi pembelajaran a. Pengertian strategi

12Utari Suhera, Israwati, Hasmiana Hasan, Strategi Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Di Kelas III SD Negeri Sibreh Aceh Besar, Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar KIP Unsyiah Volume 3 Nomor 1, Januari 2018.

(26)

Strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangakaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Ada beberapa hal yang patut dicermati dari pengertian di atas.

Pertama, strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya, arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan. Dengan demikian, penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya mencapai tujuan. Oleh karena itu, sebelum menentukan strategi perlu dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya sebab tujuan adalah implementasi dari suatu strategi.13 Adapun pengertian strategi yang dikemukakan oleh beberapa ahli, sebagai berikut:

1) Menurut Hairami dan Syamsul, mengemukakan strategi adalah segala cara dan daya untuk menghadapi sasaran tertentu dalam kondisi tertentu agar memperoleh hasil yang didapatkan secara maksimal.14

2) Menurut Slameto dalam Yatim Riyanto, strategi adalah suatu rencana tentang pendayagunaan dan penggunaan potensi dan

13Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2016), hlm 126.

14Moh Haitami Salim Dan Syamsul Kurniawan, Studi Ilmu Pendidikan Islam, (Jogjakarta:

Ar-Ruzz Media, 2012) hlm 79.

(27)

sarana yang ada untuk meningkatkan efektivitas efesiensi pembelajaran.15

3) Menurut Made Wena, strategi adalah cara atau seni menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu.16

Dari beberapa pendapat di atas maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa, strategi pembelajaran adalah suatu cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk mendesain suatu pembelajaran menjadi lebih baik dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada sehingga dapat terbentuk interaksi yang baik antara siswa dan guru maka dengan sendirinya tujuan yang ingin dicapai dapat terlaksana dengan baik pula.

b. Macam-macam strategi pembelajaran

Adapu macam-macam stategi pembelajaran, sebagai berikut:

1) Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud siswa dapat mengetahui materi secara optimal.

2) Strategi pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa.

3) Strategi pembelajaran berbasis masalah dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah.

4) Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada kegiatan pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaahan fakta- fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajukan.

15 Yatim Riyanto, Paradigma Baru Pembelajaran Sebagai Referensi Bagi Guru/Pendidik Dalam Implementasi Pembelajaran Yang Efektif Dan Berkualitas, (Jakarta: Kencana, 2010), hlm 131.

16 Made Wena, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2010), hlm 2.

(28)

5) Strategi pembelajaran kooperatif adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.

6) Strategi pembelajaran kontekstual adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka.

7) Strategi pembelajaran afektif ini erat kaitannya dengan nilai yang dimiliki seseorang. Oleh karena itu, pendidikan sikap pada dasarnya adalah pendidikan nilai. Nilai adalah suatu konsep yang berada dalam pikiran manusia yang sifatnya tersembunyi, tidak berada di dalam dunia empiris.17

8) Strategi pembelajaran aktif

a) Card sort (sortir kartu) adalah kegiatan kolaboratif yang digunakan untuk mengajarkan konsep, karakteristik klasifikasi, fakta, tentang objek atau mereview informasi.

b) The power of two (kekuatan dua kepala) digunakan untuk mendorong pembelajaran kooperatif dan memperkuat arti penting serta manfaat sinergi dua orang.

c) Team quiz (kuis kelompok) strategi ini dapat meningkatkan tanggung jawab belajar peserta didik dalam suasana yang menyenangkan.

d) Jigsaw merupakan strategi yang menarik untuk digunakan jika materi yang akan dipelajari dapat dibagi menjadi beberapa bagian dan materi tersebut tidak mengharuskan urutan penyampaian.

e) Snow balling digunakan untuk mendapatkan jawaban yang yang dihasilkan dari diskusi peserta didik secara bertingkat.

f) Information search (mencari informasi) strategi ini sama dengan open book. Secara berkelompok peserta didik mencari informasi, dan menjawab petanyaan yang diberikan kepada mereka.

g) Peer lessons (belajar dari team) startegi ini baik digunakan untuk menggairahkan kemauan peserta didik untuk mengajarkan materi kepada temannya.

h) Index carr match (mencari pasangan) startegi ini cukup menyenangkanyang digunakan untuk menulang materi yang telah diberikan sebelumnya.

i) The learning cell (sel belajar) strategi ini merupakan salah satu sistem terbaik untuk membantu pasangan peserta didik belajar dengan lebih efektif

17Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2016), hlm 147-273.

(29)

9) Strategi pembelajaran quantum merupakan sebuah program percepatan pembelajaran yang ditawarkan learning forum. Dalam program tersebut peserta didik mulai usia sembilan hingga dua puluh empat tahun memilih kiat-kiat yang dapat membantu mereka dalam beraktivitas, berkomunikasi, dan membina serta meningkatkan kemampuan mereka menguasai segala hal dalam kehidupan.18

c. Jenis-Jenis Strategi Pembelajaran

Agar pada proses pembelajaran dapat berjalan sebagaimana yang diinginkan yang teah direncanakan sejak awal, guna untuk pencapaian tujuan dari strategi pembelajaran yang diinginkan oleh guru. Menjadi seorang guru dimana dituntut untuk menguasai jenis-jenis strategi pembelajaran dikelas, dikarenakan ini bisa digunakan sebagai siasat/cara untuk rangkaian kegiatan pembelajaran. Sehingga dapat menunjang kreativitas yang dimiliki oleh seorang guru dan memahami setiap rangkaian dari proses pembelajaran di kelas. Untuk menjalankan suatu strategi tersebut dibutuhkan seperangkat metode pembelajaran.

Adapun jenis strategi yang dikemukakan oleh Rowntree mengelompokkan ke dalam strategi penyampaian penemuan atau exposition-discovery learning, dan strategi pembeajaran kelompok dan strategi pembelajaran individual atau groups-individual learning.

Dalam strategi exposition, bahan pelajaran disajikan kepada siswa dalam bentuk jadi dan siswa dituntut untuk menguasai bawan tersebut.

strategi belajar individual dilakukan oleh siswa secara mandiri.

Kecepatan, kelambatan dan keberhasilan pembelajaran siswa sangat

18Wahyudin Nur Nasution, Strategi Pembelajaran, (Medan: Perdana Publishing, 2017), hlm 119-127.

(30)

ditentukan oleh kemampuan individu siswa yang bersangkutan.

Sedangkan belajar kelompok dilakukan secara beregu. Sekelompok siswa diajar oleh seorang atau beberapa orang guru. Bentuk kelompok itu bisa dalam kelompok belajar besar atau pembelajaran klasikal, atau bisa juga kelompok kecil semacam buzz group.

Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran juga dapat dibedakan antara strategi pembelajaran deduktif dan strategi pembelajaran induktif. Strategi pembelajaran deduktif adalah strategi pembelajaran yang dilakukan dengan mempelajari konsep-konsep terebih dahulu untuk kemudian dicari kesimpulan dan ilustrasi-ilustrasi. Sebaliknya strategi pembelajaran induktif, bahan yang dipelajari dimulai dari hal-hal yang konkret atau contoh-contoh yang kemudian secara perlahan siswa dihadapkan pada materi yang kompleks dan sukar.19

d. Manfaat strategi pembelajaran

Adapun manfaat strategi pembelajaran, antara lain:

1) Guru dapat mempersiapkan perangkat pembelajaran dengan baik dan dapat diterima peserta didik dengan baik.

Persiapan perangkat perangkat pembelajaran pembelajaran dengan baik sangatlah penting, terutama ketika menyadari bahwa materi setiap mata pelajaran adalah berbeda sehingga tentu tidak dapat diajarkan denga satu strategi saja. Tentu apabila guru hanya

19 Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2006), hlm 128-129..

(31)

menguasai satu strategi pembelajaran maka proses belajar mengajar tidak akan mencapai tujuan secara maksimal. Begitupun sebaliknya.

2) Guru akan lebih mudah mengendalikan kelas

Penguasaan strategi pembelajaran yang bervariasi membuat guru leluasa mengatur kelasnya untuk mengadakan suatu proses belajar. Selain itu, peserta didik juga tidak merasa bosan ketika guru menggunakan berbagai variasi dalam proses pembelajaran dan dapat mempercepat ketercapaian tujuan yang diinginkan guru.

3) Guru akan lebih kreatif dalam pengelolaan kelas

Semakin banyak strategi strategi pembelajaran yang dikuasai guru, maka guru akan semakin kreatif dan membuat suasana di dalam kelas menjadi nyaman, sehingga membuat proses belajar-mengajar tidak membosankan.

4) Kreativitas guru akan tumbuh dalam menyampaikan materi kepada peserta didik

Semakin banyak strategi pembelajaran yang dikuasai oleh guru dalam menyampaikan materi pada suatu mata pelajaran kepada peserta didiknya, akan semakin mudah ia menyampaikan ilmunya. Peserta didik pula tidak akan merasa bosan karena guru menyampaikan materi dengan berbagai variasi.20

20Halim Simatupang, Strategi Belajar Mengajar Abad Ke-21, (Surabaya: CV Cipta Media Edukasi, 2019), hlm 3-4.

(32)

e. Klasifikasi strategi pembelajaran

Strategi pembelajaran disusun untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian, penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar, semuanta diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Menurut Ahmadi dkk. Strategi pembelajaran diklasifikasikan menjadi 4 yaitu:

1) Strategi pembelajaran langsung (direct instruction)

Strategi pembelajaran langsung merupakan pembelajaran yang banyak diarahkan oleh guru, bissa dikatakan proses pembelajaran didominasi oleh guru. Pelajaran langsung biasanya bersifat deduktif. Strategi ini efektif untuk menentukan informasi atau membangun keterampilan tahap demi tahap.

2) Strategi pembelajaran tidak lansung (indirect instruction)

Strategi pembelajaran tak langsung sering disebut induktif.

Berlawanan dengan startegi pembelajaran langsung, pembelajaran tak langsung umumnya berpusat pada peserta didik, meskipun dua strategi tersebut dapat saling melengkapi. Peranan guru bergeser dari dari seseorang penceramah menjadi faasilitator. Guru mengelola lingkungan belajar dan memberikan kesempatan peserta didik untuk terlibat.

3) Strategi pembelajaran intersktif

Strategi pembelajaran interaktif berorientasi pada kegiaran induktif, bepusat pada peserta didik, dan berbasis aktivitas. Strategi

(33)

pembelajaran interaktif memungkinkan untuk menjangkau kelompok-kelompok dan metode-metode interaktif.

4) Strategi pembelajaran empirik

Pembelajaran empirik berorientasi pada kegiatan induktif, berpusat pada peserta didik, dan berbasis aktivitas. Untuk meningkatkan sifat kritis peserta didik, meningkatkan partisipasi pesertaa didik, meningkatkan analisis peserta didik dan dapat menerapkan pembelajaran pada situasi yang lain.21

f. Komponen-komponen strategi pembelajaran

Dick dan carey, menyebutkan bahwa terdapat 5 komonen strategi pembelajaran, sebagai berikut:

1) Kegiatan pembelajaran pendahuluan. Kegiatan pembelajaran pendahuluan memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran.

Pada kegiatan ini pendidik diharapkan dapat menarik minat peserta didik atas materi pelajaran yang disampaikan. Kegiatan pendahuluan yang menarik akan dapat memotivasi peserta didik untuk belajar.

2) Penyampaian informasi. Dalam kegiatan ini pendidik akan menetapkan secara pasti informasi, konsep, aturan dan prinsip- prinsip apa yang perlu disajikan kepada peserta didik. Disinilah penjelasan pokok tentang semua materi pembelajaran. Kesalahan yang sering terjadi pada tahap ini adalah penyajian informasi terlalu banyak, terutama ketika penyajian informasi tersebut tidak relevan dengan tujuan pembelajaran.

3) Partisipasi peserta didik. Partisipasi peserta didik sangat penting dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran akan lebih berhasil apabila peserta didik secara aktif melakukan latihan- latihan secara langsung dan relevan dengan tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan.

4) Tes. Ada dua jenis tes atau penilaian yang biasa dilakukan oleh kebanyakan pendidik, yaitu pretest dan posttest. Tes biasanya digunakan untuk mengetahui apakah tujuan pembelajaaran khusus telah tercapai atau belum dan apakah pengetahuan, keterampilan dan sikap telah benar-benar dimiliki peserta didik atau belum.

21Halim Simatupang, Strategi Belajar Mengajar Abad Ke-21, (Surabaya: CV Cipta Media Edukasi, 2019), hlm 4-6.

(34)

5) Kegiatan lanjutan. Kegiatan lanjutan atau follow up, secara prinsip ada hubungannya dengan hasil tes yang telah dilakukan. Karena kegiatan lanjutan esensinya adalah untuk mengoptimalkan hasil belajar peserta didik.22

g. Prinsip-prinsip penggunaan strategi pembelajaran

Menurut sanjaya terdapat empat prinsip umum yang harus diperhatikan pendidik dalam penggunaan strategi pembelajaran, yaitu:

1) Berorientasi pada tujuan. Dalam sistem pembelajaran, tujuan merupakan komponen yang utama. Segala aktivitas pendidik dan peserta didik, mestilah diupayakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, karena keberhasilan suatu strategi pembelajaran dapat dilihat dari keberhasilan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.

2) Aktivitas. Belajar bukan hanya menghafal sejumlah fakta atau informasi, tapi juga berbuat, memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Karena itu, strategi pembelajaran harus dapat mendorong aktivitas peserta didik, baik aktivitas fisik, maupun aktivitas yang bersifat psikis seperti aktivitas mental.

3) Individualitas. Mengajar adalah usaha mengembangkan setiap individu peserta didik. Walaupun pendidik mengajar pada sekelompok peserta didik, namun pada hakikatnya yang ingin dicapai adalah perubahan perilaku setiap peserta didik.

4) Integritas. Mengajar harus dipandang sebagai usaha mengembangkan seluruh pribadi peserta didik. Dengan demikian, mengajar bukan hanya mengembangkan kemampuan kognitif saja, tetapi juga mengembangkan aspek afektif dan aspek psikomotor.

Oleh karena itu strategi pembelajaran harus dapat mengembangkan seluruh kepribadian peserta didik yang mencakup kognitif, aketif, dan psikomotorik secara integritas.23

2. Guru

a. Pengertian guru

Guru merupakan sebuah jabatan profesi, karena untuk menjadi guru diperlukan suatu kemampuan dan keahlian khusus seperti kemampuan mengajar, mengelola kelas dan lain sebagainya. Dalam artikel The Limit Of Teaching proffesion bahwa: “profesi guru

22Wahyudin Nur Nasution, Strategi Pembelajaran, (Medan: Perdana Publishing, 2017), hlm 5-9.

23 Ibid, hlm. 9-10.

(35)

termasuk ke dalam profesi khusus. Dalam hal ini kekhususan seorang guru adalah tugas guru yang memberikan pelayanan pendidikan kepada sesama manusia yang memerlukan dedikasi dan komitmen yang tinggi. Selain itu istilah profesionalisme pun tidak mendasari seseorang dalam melakukan kegiatan-kegiatan kerja tertentu di masyarakat, berbekal keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan dengan semangat pengabdian, selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan di tengah gelapnya kehidupan. 24

b. Tugas guru

Guru memiliki tugas yang beragam yang terimplentasikan dalam bentuk pengabdian. Ada beberapa tugas utama guru adalah sebagai berikut:

1) Mengajar peserta didik

Seorang guru bertanggung jawab untuk mengajarkan suatu ilmu pengetahuan kepada para murid. Dalam hal ini, fokus utama kegiatan mengajar adalah dalam hal intelektual sehingga para murid mengetahui tentang materi dari suatu disiplin.

2) Mendidik para peserta didik

Mendidik murid adalah hal yang berbeda dengan mengajarkan suatu ilmu pengetahuan. Dalam hal ini, kegiatan mendidik adalah bertujuan untuk mengubah tingkah laku murid menjadi lebih baik.

24 Khusnul Wardan, Guru Sebagai Profesi, (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2019), hlm.

130-131.

(36)

3) Melatih peserta didik

Seorang guru juga memiliki tugas melatih peserta didik agar memiliki keterampilan dan kecakapan dasar. Di sekolah umum para guru melatih murid tentang keterampilan dan kecakapan dasar.

4) Membimbing dan mengarahkan

Para peserta didik mungkin saja mengalami kebingungan atau keraguan dalam proses belajar-mengajar. Seorang guru bertanggungjawab untuk membimbing dan mengarahkan anak didiknya agar dapat menguasai materi dengan baik.

c. Peran guru

Adapun peran guru adalah, sebagai berikut:

1) Sebagai pengajar, yaitu orang yang mengajarkan suatu ilmu pengetahuan kepada para anak didiknya. Guru yang profesional manakala ia dapat menguasai materi pelajaran dengan baik, sehingga benar-benar ia berperan sebagai sumber belajar bagi anak didiknya.

2) Sebagai pendidik, yaitu orang yang mendidik murid agar memiliki tingkah laku yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku dimasyarakat.

3) Sebagai pembimbing, yaitu orang yang mengarahkan muridnya agar tetap berada pada jalur yang tepat sesuai dengan tujuan pendidikan. Agar guru dapat berperan sebagai pembimbing, ada

(37)

dua hal yang harus dimiliki: pertama, guru harus memahami anak didik yang dibimbingnya, kedua harus memahami dan terampil dalam merencanakan proses pembelajaran.

4) Sebagai motivator, yaitu orang yang memberikan motivasi dan semangat kepada muridnya dalam belajar. Seing terjadi siswa yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kurangnya kemampuan.

Tetapi disebabkan oleh kurangnya motivasi untuk belajar yang optimal, guru di tuntut kreatif untuk dapat membangkitkan motivasi siswanya.

5) Sebagai teladan, yaitu orang yang memberikan contoh dan teladan yang baik bagi murid-muridnya.

6) Sebagai administrator, orang yang mencatat perkembangan pada muridnya.

7) Sebagai evaluator, orang yang melakukan evaluasi terhadap proses belajar anak didiknya. Evaluasi ini tidak dilakukan terhadap hasil akhir pembelajaran tetapi juga dilakukan terhadap proses, kemampuan siswa dalam proses pembelajaran.

8) Sebagai inspirator, orang yang menginspirasi para muridnya sehingga memiliki suatu tujuan dimasa depan.25

d. Kompetensi guru

Istilah kompetensi guru mempunyai banyak makna, menuru broke and stone, sebagaiman dikutip mulyasa, mengemukakan bahwa

25 Dewi Safitri, Menjadi Guru Profesional, (Riau:PT Indragiri Dot Com, 2019), hlm 10- 21.

(38)

kompetensi guru merupakan gambaran kualitatif tentang hakikat perilaku guru yang penuh arti. Sedangkan menurut sahertian, kompetensi guru adalah kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan. Semakin tinggi tingkat pendidikan yang ditempuh seseorang, dan semakin sering berlatih akan semakin tinggi tinggi kompetensi yang dimiliki seseorang. Kompetensi yang dimiliki seseorang sangat membantu dalam melaksanakan tugasnya.

Dengan demikian, untuk peningkatan kompetensi guru ialah peningkatan kompetensi profesional yaitu upaya untuk menambah pengetahuan guru tentang tugasnya berupa peningkatan penguasaan tentang materi pelajaran yang dibinanya serta kemampuan untuk melakukan transfer pengetahuan serta evaluasi. Guru yang memiliki kompetensi ialah guru yang memiliki kemampuan melakukan tugas mengajar dan mendidik.26

Kepmendiknas nomor 16 tahun 2007 menetapkan standar kompetensi guru yang dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi utama: kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Empat kompetensi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

26Khusnul Wardan, Guru Sebagai Profesi, (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2019), hlm.

129-130.

(39)

1) Kompetensi pedagogik

Kompetensi pedagogik adalah pemahaman guru dalam merencanakan, melaksanakan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, serta pengembangan siswa dalam mengaktualisasikan kompetensi yang dimiliki. Kompetensi pedagogik ini juga sering dimaknai sebagai kemampuan dalam mengelola pembelajaran, yang mencakup tentang konsep kesiapan mengajar, yang ditunjukkan penguasaan pengetahuan dan keterampilan mengajar.

2) Kompetensi kepribadian

Kompetensi kepribadian merupakan kompetensi seorang guru dalam bidang kepribadian mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa, serta menjadi teladan peserta didik. Kepribadian guru tidak hanya mencakup indikator formal kepribadian guru dalam merencanakan proses pembelajaran dan mengelola kegiatan pembelajaran, tetapi meliputi semua unsur kepribadian yang dapat dilihat dan mudah dipahami.

3) Kompetensi sosial

Kompetensi sosial adalah kemampuan seorang guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efesien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua, dan masyarakat sekitar.

Kompetensi sosial yang dimiliki seorang guru adalah menyangkut kemampuan berkomunikasi dengan peserta didik dan lingkungan mereka (seperti orang tua, tetangga, dan sesama teman). Artinya

(40)

kompetensi sosial terkait dengan kemampuan guru sebagai makhluk sosial terkait dengan kemampuan guru sebagai makhluk sosial dalam berinteraksi dengan orang lain. Sebagai makhluk sosial guru berprilaku santun, mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan secara efektif dan menarik mempuyai rasa empati terhadap orang lain. Sehingga ketika guru memiliki kemampuan sosial yang baik dan mampu berkomunikasi dan menarik minat peserta didik.

4) Kemampuan profesional

Kompetensi profesional yakni berbagai kemampuan yang diperlukan agar dapat mewujudkan dirinya sebagai guru profesional. Kompetensi profesional meliputi kepakaran atau keahlian dalam bidangnya yaitu penguasaan bahan yang harus diajarkannya beserta metodenya, rasa tanggung jawab akan tugasnya dan rasa kebersamaan dengan sejawat guru lainnya27 3. Hasil belajar

a. Pengertian

Belajar merupakan adanya perkembangan pengetahuan, keterampilan, sikap dan tingkah laku pada diri peserta didik yang terjadi sebagai akibat dari kegiatan mengobsevasi, mendengar, mencontoh dan mempraktekkan langsung suatu kegiatan. Jadi, jika ada perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri seseorang setelah mengalami proses

27 Ansori dan Rusman, Classroom Action Research Pengembangan Komoetensi Guru, (Jawa Tengah: CV Pena Persada, 2020), hlm. 43-46.

(41)

pembelajaran, maka orang tersebut dapat dikatakan telah belajar. Tugas guru terkait dengan hal ini adalah memfasilitasi peserta didik untuk mengalami proses belajar yang dapat mengarahkan pada perubahan ke arah yang lebih baik.

Belajar sering juga dimaknai sebagai adanya perolehan tingkah laku, pengetahuan dan keterampilan baru yang terintegrasi dengan apa yang dimiliki sebelumnya. Seiring dengan perkembangan mutakhir yang didukung oleh hasil kajian neurofisiologi dan neuropsikologi makna belajar menjadi lebih luas yakni melibatkan kemampuan memproses informasi, menalar, dan mengembangkan pemahaman serta meningkatkan penguasaan keterampilan dalam proses pembelajaran. Aliran kontruktivisme menyatakan bahwa belajar adalah proses seseorang aktif mengkontruksi pengetahuan dan keterampilannya sendiri. Proses membangun pengetahuan dan keterampilan harus berlangsung terus menerus dengan melibatkan semaksimal mungkin potensi fisik dan mental peserta didik.28

Hasil belajar adalah suatu kemampuan yang berupa keterampilan dan perilaku baru sebagai akibat latihan atau pengalaman. Dalam hal ini soedijarto mendefinisikan hasil belajar sebagai tingkat penguasaan sesuatu pengetahuan yang dicapai oleh siswa dalam mengikuti program belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan.29

28 Wahab Jufri, Belajar dan Pembelajaran Sains: Modal Dasar Menjadi Guru Profesional, (Bandung: Pustaka Reka Cipta, 2017), hlm 50.

29 Bahtiar, Strategi Belajar Mengajar Sains (IPA), (Mataram: Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram, 2015), hlm 25.

(42)

Hasil belajar siswa adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Anak yang berhasil dalam belajar adalah yang berhasil mencapai tujuan-tujuan pembelajaran atau tujuan intruksional.30

Sedangkan Gagne menyatakan Hasil belajar adalah kemampuan (performance) yang dapat teramati dalam diri seseorang dan disebut juga dengan kapabilitas. Menurut gagne, ada lima kategori kapabilitas manusia yaitu:

1) Keterampilan intelektual (intelektual skill)

Keterampilan intelektual merupakan jenis keterampilan yang berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungan dalam konteks simbol atau konseptualisasi. Mempelajari keterampilan intelektual berarti belajar bagaimana melakukan sesuatu dalam konteks intelektual. Apa yang dipelajari adalah pengetahuan prosedural. Hasil belajar ini berbeda dengan belajar tentang sesuatu yang sudah memiliki sifat tertentu.

2) Strategi kognitif (cognitive strategy)

Strategi kognitif adalah kemampuan yang mengarahkan seseorang untuk mengatur cara belajarnya, cara mengingat, dan tingkah laku berpikir

30 Ahmad Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar, (Jakarta:

Pranadamedia Group, 2013), hlm 5.

(43)

3) Informasi verbal (verbal information)

Informasi verbal adalah jenis pengetahuan yang dapt dinyatakan secara verbal. Peserta didik umumnya sudah memiliki banyak informasi yang didapatkan dari proses belajar sebelumnya.

4) Keterampilan motorik (motor skill)

Keterampilan motorik adalah hasil belajar berupak kemampuan yang direfleksikan dalam bentuk kecepatan, ketepatan, tenaga dan secara keseluruhan berupa gerak tubuh seseorang dalam rangka melakukan tugs-tugas tertentu yang memerlukan integrasi ketiga aspek tersebut.

5) Sikap (attitude)

Benyamin S. Bloom (1964) salah seorang ahli pendidikan yang pahamnya banyak dipergunakan oleh kalangan pendidik, mengklasifikasikan hasil belajar dalam tiga ranah atau dominan yaitu:

1) Hasil belajar ranah kognitif

Ranah kognitif hasil belajar menurut Bloom meliputi penguasaan konsep, ide, pengetahuan faktual, dan berkenaan dengan keterampilan-keterampilan intelektual. Kebanyakan pendidik lebih menitikberatkan evaluasi atau penilaian terhadap hasil belajar kognitif. Bloom memberikan definisi sederhana untuk setiap kategori hasil belajar domain kognitif yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evalusai.

(44)

2) Hasil belajar ranah afektif

Ranah afektif berkaitan dengan sikap dan nilai-nilai, perasaan dan emosi, karakter, falsafah pribadi, konsep diri, tingkat penerimaan atau penolakan terhadap sesuatu, dan kesehatan mental yang melekat dan membentuk kepribadian seseorang.

Cerminan hasil belajar afektif pada peserta didik akan terlihat dalam berbagai bentuktingkah laku seperti perhatiannya terhadap pelajaran disiplin, motivasi belajar, penghargaan terhadap guru dan teman sekelas, kebiasaan belajar dan hubungan sosial.

3) Hasil belajar ranah psikomotor

Ranah psikomotor berkenaan dengan hasil belajar yang diekspresikan dalam bentuk keterampilan menyelesaikan tugas- tugas manual dan gerakan fisik atau kemampuan melakukan sesuatau. Hasil belajar dalam ranah ini juga mencakup aspek sosial seperti keterampilan berkomunikasi dan kemampuan mengoprasikan alat-alat tertentu.31

b. Macam-macam hasil belajar 1) Pemahaman konsep

Pemahaman menurut Bloom diartikan sebagai kemampuan untuk menyerap arti dari materi atau bahan yang dipelajari.

Pemahaman menurut Bloom ini adalah seberapa besar siswa mampu menerima, menyerap, dan memahami pelajaran yang

31 Wahab Jufri, Belajar dan Pembelajaran Sains: Modal Dasar Menjadi Guru Profesional, (Bandung: Pustaka Reka Cipta, 2017), hlm 73-89

(45)

diberikan oleh guru kepada siswa atau sejauh mana siswa dapat memahami serta mengerti apa yang ia baca, yang dilihat, yang dialami, atau yang dirasakan berupa hasil penelitian atau observasi langsung yang ia lakukan.

2) Keterampilan proses

Usman dan Sriwati mengemukakan bahwa keterampilan proses merupakan keterampilan yang mengarah kepada pembangunan kemampuan mental, fisik, dan sosial yang mendasar sebagai penggerak kemampuan yang lebih tinggi dalam diri individu siswa.

Keterampilan berarti kemampuan menggunakan pikiran, nalar, dan perbuatan secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu hasil tertentu, termasuk kreativitasnya.

Dalam melatih keterampilan proses, secara bersamaan dikembangkan pula sikap-sikap yang dikehendaki, seperti kreativitas, kerja sama, bertanggung jawab, dan berdisiplin sesuai dengan penekanan bidang studi yang bersangkutan.

3) Sikap

Menurut Lange dalam Azwar, sikap tidak hanya merupakan aspek mental semata, melainkan mencakup pula aspek respons fisik. Jadi, sikap ini harus ada kekompakan antara mental dan fisik secara serempak. Jika mental saja dimunculkan, maka

(46)

belum tampak secara jelas sikap seseorang yang ditunjukkannya.32

c. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar

Berhasil atau tidaknya seseorang dalam belajar disebabkan beberapa faktor. Faktor yang mempengaruhi pencapaian hasil belajar yaitu yang berasala dari dalam peserta didik yang belajar (faktor internal) dan ada pula yang berasal dari luar peserta didik yang belajar (faktor eksternal).

Menurut Slameto, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar yaitu:

1) Faktor internal terdiri dari:

a) Faktor jasmaniah b) Fakto psikologis

2) Faktor eksternal terdiri dari:

a) Faktor keluarga b) Faktor sekolah c) Faktor masyarakat

Menurut Djamarah. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar peserta didik yaitu:

1) Faktor internal:

a) Faktor fisiologis, terdiri dari kondisi fisiologis, kondisi panca indra.

32 Ahmad Susanto, Teori Belajar Dan Pembelajaran Di Sekolah Dasar, (Jakarta:

Prenamedia Group, 2013), hlm 6-10.

(47)

b) Aspek psikologis, terdiri dari minat, kecerdasan, bakat, motivasi, kemampuan kognitif.

2) Fakto eksternal:

a) Faktor lingkungan, terdiri dari lingkungan alami dan lingkungan sosial budaya.

b) Faktor instrumental, terdiri dari kurikulum, program, sarana dan fasilitas, serta guru.33

Dengan demikian, faktor yang terjadi pada diri seseorang disebut dengan faktor individual adalah faktor kematangan atau pertumbuhan, kecerdasan, latihan, motivasi, dan faktor pribadi. Sedangkan faktor yang ada di luar individu yang kita sebut dengan faktor sosial, faktor keluarga atau keadaan rumah tangga, guru dan cara mengajarnya, alat- alat yang digunakan atau media pengajaran yang digunakan atau media pengajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran, lingkungan dan kesempatan yang tersedia dan motivasi soial

d. Manfaat hasil belajar

Manfaat hasil belajar pada hakekatnya adalah perunahan tingkah laku seseorang yang mencakup kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor setelah mengikuti suatu proses belajar mengajar tertentu.

Pendidikan dan pengajaran dikatakan berhasil apabila perubahan- perubahan yang tampak pada siswa merupakan akibat dari proses belajar mengajar yang dialaminya yaitu proses yang ditempuhnya

33 Rahmat Putra Yudha, Motivasi Berpretasi & Disiplin Peserta Didik, (Kalimantan Barat: Yudha English Gallery, 2018), hlm 36-37.

(48)

melalui program kegiatan yang dirancang dan dilaksanakan oleh guru dalam proses pengajarannya. Berdasarkan hasil bellajar siswa, dapat diketahui kemampuan dan perkembangan sekaligus tingkat keberhasilan pendidikan.

Hasil belajar menunjukkan perubahan keadaan menjadi lebih baik, sehingga bermanfaat untuk:

1) Menambah pengetahuan

2) Lebih memahami sesuatu yang belum dipahami sebelumnya 3) Lebih mengembangkan keterampilannya

4) Memiliki pandangan yang baru atas sesuatu hal 5) Lebih menghargai sesuatu daripada sebelumnya

Dapat disimpulkan bahwa istilah hasil belajar merupakan perubahan dari siswa sehingga terdapat perubahan dari segi pengetahuan, sikap, dan keterampilan.34

e. Indikator hasil belajar

Proses belajar mengajar dapat diukur salah satunya melalui tes hasil belajar yang dicapai siswa. Tes ini biasanya dilakukan dalam bentuk penilaian hasil belajar yang pelaksanaanya ditujukan kepada hasil yang diperoleh siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar di kelas, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk perubahan tingkah laku. Sesuai dengan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 dinyatakan bahwa penilaian proses pembelajaran menggunakan pendekatan

34 Edy Syahputra, Snowball Throwing Tingkatan Minat dan Hasil Belajar, (Sukabumi:

Haura Publishing, 2020), hlm 27.

(49)

penilaian autentik (autentic assesment) yang menilai kesiapan peserta didik, proses dan hasil belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga komponen tersebut akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan perolehan belajar peserta didik yang mampu menghasilkan dampak instruksional (instructional effect) pada aspek pengetahuan dan dampak pengiring (nurturant effect) pada aspek sikap.35

4. Muatan Matematika di Sekolah Dasar a. Pengertian

Matematika adalah salah satu ilmu yang mementingkan proses daripada hasil atau jawaban itu sendiri. Dari jawaban seorang siswa dalam memecahkan masalah matematis, sangat diperhatikan dari mana jawaban itu diperoleh termasuk ketepatan penggunaan langkah- langkah, aturan, dan konsep. Bahkan kadangkala suatu masalah menuntut tidak hanya selesai dengan satu konsep jawaban, tetapi harus membuat perbandingan solusi dari berbagai sudut pandang. Dengan membuat keterkaitan antar konsep, hubungan-hubungan baru yang memungkinkan, serta membuat berbagai alternatif yang bervatiasi, maka dapat diperoleh jawaban yang tepat.36

b. Tujuan muatan matematika

Menurut depdiknas, menyatakan tujuan pembelajaran diantaranya adalah:

35 Sinar, Metode Active Learning (Upaya Peningkatan Keaktifan dan Hasil Beajar Siswa), (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2018), hlm. 23-24

36 Isrok‟atun, Nurdinah Hanifah dan Atep Sujana, Melatih Kemampuan Problem Posing Melalui Based Learning Bagi Siswa Sekolah Dasar, (Jawa Barat: KPI Semedang Press, 2018), Hlm 13.

(50)

1) Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah.

2) Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.

3) Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.

4) Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah.

5) Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.37

Untuk mencapai hal tersebut maka hal-hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menyediakan dan mempersiapkan bahan ajar yang dapat memfasilitasi siswa untuk melibatkan dirinya secara aktif di dalam pembelajaran dan memahami konsep-konsep matematika sehingga maampu melihat keterkaitan matematika tersebut dengan konsep-konsep lainnya.

37Muhammad Daud Siagian, Kemampuan Koneksi Matematika Dalam Pembelajaran Matematika, MES (Journal Of Mathematics Education And Science), Vol. 2, No. 1, Oktober 2016.

Gambar

Foto Dokumentasi

Referensi

Dokumen terkait