BERBAHAN BAKU SERAT ALAMI MELALUI INOVASI DESAIN
Oleh: Suharto
FBS Universitas Negeri Yogyakarta
Abstract
There was
guiding
program on handicraftindustry for
craftsmen at Penguin,Kulonprogo
Regency.The goal of the elucidation of
handicraftdevelopment
was to
increasethe quality of handicraft
designin order
to makeit
more competitivein
the market. The guiding program aimedto
de- velop the craftsmen's knowledge andskill
to be able to createtheir
own de- sign. This would make them not rely only on customers who had the design.The guiding program also gave insight
of
how to manage the handicraft in- dustry that covered human resources management, production, product mar- keting, and the other process in the industry.The guiding
program used lecturing method givento the
craftsmen Pengasih pendopo (the audience hall of the sub-district)which
was attended by the sub-districtofficials
and 19 craftsmenfrom four
typesof
the handi- craft industry: rope-craft, coconut-fiber-craft, bamboo-craft, and wood carv- ing.After
lecturing, tutors team gave design modelsof
handicraftto
add de- sign varietiesin
order to train the craftsmenin
creativity.This plain
training would be evaluated andcriticized
by the tutorsto
makeit
a continued pro-cess.
The product
of
handicraftsinvolved:
crafts madeof coconut-fiber
such as doormat and brooms;crafts
madeof
rope usedagel, rami,
mendong, and encenggondok material:
bags and cases; crafts madeof
bamboo such as furniture andbird-
cages; and wood carving. The entire product was resulted from manualwork with
plain design. To product handicrafts is a sidejob for
the men whose main
jobs
are farmers. They use their free timewhile
waiting harvest for making the handicrafts.Key word: the development of handicrafts design
A. PENDAHULUAN l. Analisis
SituasiKecamatan pengasih
salah satu kecamatan di
Kabupaten
Kulon
Progo Daerah Is-timewa Yogyakarta
Yangmemiliki wilayah terdiri tujuh
kelurahan'adalah pengasih memiliki ketinggian l8
wilayahr07
meter di atas permukaan air
laut, terdiri atas desa- desa yangmemiliki karakter wilayah dataran
agak berombakdi
sekitar kota kecamatan,perbukitan, dan sebagian
daerah pegunungan.Pengasih terletak
di sebelah baratKota
Yogyakarta ber-jarak kurang lebih 25 Km.
Matapencarian utama sebagian
besar pendudukadalah bertani atau
ber-ladang. Wilayah pengasih
bagianutara dan barat termasuk
daerah yang kurang subur dan kurang air.Wilayah
Kecamatan Penga- sihmemiliki
daerah perbukitam atau pegununganyang ditumbuhi jenis tanaman keras seperti
berbagaimacam kayu dan tanaman
rami.Tanaman
rami banyak tumbuh
dilereng perbukitan dan daerah
lain yang kosong. Tanamanrami
mudahtumbuh walaupun dalam iklim
panas. Tanaman
rami tidak
membu-tuhkan perawatan khusus
depertitanaman lainnya. Rumpun
rami tumbuh secaraliar di
lerengbukit
di sekitaswilayah
pengasih. Tanamanrami diambil daunnya,
dikerokdiambil
seratnyadikeringkan
seba- gai bahan utamakerajinan tali.
Po-hon rami memiliki serat
yang berkualitas bagusuntuk
bahan kera-jinan. Di samping rami
pengasihjuga produktif
tanaman kelapa yangserabutnya dimanfaatkan
untuk kerajinan keset dan sapu. Sedangkan bahankerajinan lain seperti
men-dong,
encenggondok diambil
dari daerahlain seperti Sentolo, Moyu-
dan, danMinggir
Desa ini dalam
perkem-bangannya
nanti
akandirintis
men-jadi
desa yang mengembangkan sen-tra kerajinan, disamping
ber-tani/berladang sebagai
pekerjaanutamanya. Para petani atau peladang memanfaatkan
waktu
senggangnyaselama menunggu musim
panendigunakan untuk kesibukan
mem-buat kerajinan. Wilayah
pengasih sekarangini
telah ada banyak pera-jin sambilan seperti
kerajinantali/rajut, keset dari kulit
kelapa,kerajinan bambu, kerajinan
sapu, kerajinankuyr,
danjenis
kerajinansambilan lain.
Produk kerajinan
sebagian besar perajin pengasih pada prinsip- nya kegiatan sambilan dan menger-jakan kerajinan
berdasarkan pesanan. Paraperajin sambilan ini belum memiliki identitas
desainkerajinan yang menjadi
unggulan usahanya.Desain ditentukan
olehpemesan, perajin tinggal
melak- sanakan pekerjaan pesanan tersebut.Para
perajin
padaumumnya
awam terhadap perkembangan desain kera-jinan. Mereka belum memiliki
wawasan kreativitas
menciptadesain. Masalah tersebut,
perlumendapat bantuan
dari
berbagaipi- hak untuk
mengembangkan usaha kerajinan tersebut.Ada
beberapa permasalahanyang disampaikan dalam
laporan kegiatan penyuluhankerajinan ini, yaitu: (l)
bagaimanakahcara
pe- ngembangan desainkerajinan
yangdiminati
pasar sekarangini, (2)
ba- gaimanakah proses produksi keraj in-lnotek. Volume 9, Nomor I, Februari 2005
an yang
dikembanganpara
peraji,(3) bagaimanakah cara finishing kerajinan, dan (4)
bagaimanakah cara pemasaran keraj inan.2.
Tujuan dan Manfaat
Tujuan penyuluhan
paraperajin di
Kecamatan Pengasihini
dapat disampaikan sebagai berikut:(l)
memberikan wawasan pengem-bangan desain kerajinan
melaluipenyuluhan dan pemberian
con-toh/model desain untuk
dikerjakanpara perajin, (2)
meningkatkankualitas produk kerajinan
dengan cara memberikan variasi warna ataubentuk, (3) menambah
wawasan menejemen pengelolaan usaha me-lalui
penyuluhan, dan(a)
peningka- tanjumlah
produksimeliputi
pelati-han kader baru oleh perajin
yang sudah berjalan.Program pengabdian kepada masyarakat
melalui
penyuluhanini dapat bermafaat bagi: (l)
perajin,dapat menambah wawasan
desainproduk kerajinan dan
wawasanpengelolaan usaha kerajinan, (2)
tim
pelaksana menambah wawasan pe-ngetahuan dan
pengalamanmengembangkan
desain
kerajinan dengan bahantali rami,
sabut kelapa sebagai bahanbaku kerajinan,
dan(3)
lembaga penyelenggara menam- bahmitra kerja
dengan masyarakatyang dapat memberikan
keper- cayaan untuk salaing
membantu secara sinergis.3. Landasan
Teori
Desain yang
diproduksiperajin
Pengasihnampak baru
se-suai trend jamannya, tapi
desain tersebutmilik
pemesan bukanmilik
atau ciptraan
perajin
setempat. Pada era sekarang perajinkalau tidak
da- pat menciptakanproduk
desain baruakan ketinggalan jaman.
Desain modem menurut(Koentjoroningrat
:1974) dapat dikelompkan
menjaditiga kelompok besar. Pertama, karya desain
diciptakan sebagai
tuntutan masyarakat yang berpikiran modern,baik
secara mentalitas maupuntin-
dakannya. Kedua, karya desain yangmengadaptasi dan
menggunakanberbagai unsur kebudayaan
barat yang telah modern tanpa harus men-jadi
barat atauberciri
barat. Ketiga,karya desain yang
semata-mata meniru gaya orang barat tanpadiim-
bangi oleh prosesberpikir
dan men-talitas modern. Ketiga ciri
desainmodern tersebut pada dasamya telah ada
di
sekitarkita. Disadari
atauti-
dak munculnya desain tersebut aki-bat
persinggunganbudaya
secaraluas baik mela;ui proses
meniru,memesan, mengerjakan
tugaspesanan, dan rekayasa
perajinsendiri.
Sedangkan secara
spesifikDomer dalam (Sachari
2001)mengelompokan desain
modemmenjadi tiga kategori yaitu: (l)
barang konsumen,
(2)
kerajinan, dan(3) benda eklusif yang
dirancang oleh arsitek atau pendesain terkenal.Bentuk
desaintersebut
selanjutnyajika dilihat
dari gejalanya ada empatPeningkatan Kualitas Produk Kerajinan Berbahan Baku Serat Alami Melalui Inovasi Desain
tema besar desain modern
yaitu;
(1)konteks ekonomi pada saat
desaindibuat, (2) penggunaan
teknologi baru yang memungkinkan seseorang pendesainbermain
dengan bentuk,(3)
hubungan antaraproduksi,
kon- sumen,dan
kepuasanpribadi,
(4)dan
kebutuhan masyarakat dengan berbagai perubahannya.Akibat
ge-jala
modemisasi tersebut muncullahberbagai bentuk desain
baru disegalasektor
termasukdi
dalam- nya sektor kerajinan.Sebagai
suatu usaha
sentrakerajinan yang memiiiki
variasiproduk perlu
sentuhanestetik
dan keunikan bentuk yang menjadi iden-titas daerah Pengasih. Daerah ini
belummemiliki ciri
identitas keraji- nan sepertiKeramik
kasongan, sapuMuntilan, anyaman Moyudan,
dan seterusnya.Untuk menuju ke
sanaperlu waktu dan
pengembangan produk yangmemiliki
keunikan ter-tentu.
Sekarangadalah era
dikem- bangkannyapariwisata baik
wisatabudaya, wisata agro, dan
bentuk wisatalainnya perlu
sarana pendu-kung untuk kelengkapan
tersebut.Produk kerajinan
merupakan salah satu bentuk cindera mata yang khas untuk penunj ang pariwisata.Dalam
perkembangan pari-wisata seperti yang
diungkapkan James (Spillane: 1994) ada beberapapihak
yangsaling
berhubungan un-tuk kelengkapan sebuah
industri.Pihak yang menjadi pemain
dalam halini
adalah pertama, mereka yang mencari kepuasan ataupun mencarikesejahteraan lewat
perjalananmereka adalah wisatawan atau tamu.
Kedua, mereka yang tinggal
dan bertempatdi
masyarakat yang men-jadi
saranapariwisata disebut
tuanrumah, penduduk setempat
atau(host). Ketiga,
merekayang
mem-promosikan dan mejadi
perantara bisnis pariwisata (broker s).Sangat menarik
untuk dikaji
lebih lanjut hubungan ketiga pemainutama dalam
perkembangan pari-wisata tersebut. Bagaimana
duniaindustri kerajinan
memanfaatkanparadigma pemikiran
tersebut?.Ketiga
unsurini meliliki
pengaruhdan kepentingan sendiri
sendiri.Ketiga pemain
ini
yang menentukanterbentuknya produk kerajinan
di masyarakat. Peranketiga unsur ini
salingtarik
menarik yang mengaki-batkan saling
ketergantungan satu sama lainya. Dalam dunia kerajinandari kekuatan tarik menarik ini
posisi perajin sangat lemah dan san-
gat
tergantungoleh
perantara (bro-kers). Maju mundurnya
komunitas perajin kelas bawah ditangan peran- taraini,
halini lebih
nampak ketikaberhubungan pada perajin
awamyang belum mampu
menciptakandesain dan identitas
sendiri.Demikian juga jenis produk
yang mudahditiru
oranglain
menjadikanperajin
penciptanyatidak
terhargai lagiMelihat
kenyataanini
perluadanya upaya untuk
membuka wawasan baru bagi para perajin tra-disional untuk lebih mampu
mem-berdayakan usahanya baik
lewatpeningkatan mutu desain,
mene-Inotek Volume 9, Nomor l, Februari 2005
jemen yang benar dan pemasaran
pemasaranhasil produksinya.
Se-produk yang layak untuk
kelang-sungan
hidup
sebuah usaha kerajin-an. Jangan biarkan perajin
hanYasebagai
objek
yangmenjadi
sasaran produksiyang tidak
diperhitungkankualitas sumber dayanya
danpenghargaan
jerih
payahnya. Untukikut
memberikan jawaban dari kege- lapandunia kerajinan ini Tim
dariLPM LINY mencoba
memberikansumbangan
pemikiran
dalam bentuk penyuluhan kepadapara Perajin
di wilayah Kecamatan Pengasih.LPM tlNY
adalah salah satulembaga yang mengawali
Pembi-naan pengembangan usaha kerajinan tersebut. Pada
langkah awal ini
si- fatnya baru pendataan potensi sum- ber daya alam, potensi sumber daYa manusia,dan potensi
sumber daYa budayaapa saja yang dimiliki
dan dikembangkandi
Kecamatan Penga-sih Kabupaten Kulonprogo
DerahIstimewa Yogyakarta. Pada
tahaP awaiini tim
mendapatkan gambaranpotensi derah tersebut
melaluipertemuan
dari
para pejabat tingkat kecamatan, kelurahan,Perajin,
dan hasil survei lapangan olehtim
pem- bina.Dari hasil survei
danwawancara dari para pejabat
danperajin di Pengasih
menunjukanbahwa para
perajin
sangat membu-tuhkan bantuan untuk
mengem-bangkan usaha kerajinan
tersebut.Bantuan tersebut secara menyeluruh
meliputi
permodalan, pengembang- an desain, prosespruduksi
membu-tuhkan peralatan yang laYak
danmua komponen tersebut masih men-
jadi
kendala besarbagi
para perajindi
Pengasihmaupun
permasalahan bagi pemerintah setemPat.B.
METODE PELAKSANAAN
Pelaksanaan
pengabdiankepada masyarakat dalam
bentuk kegiatan penyuluhan pengembangandesain kerajinan dan
menejemenpengelolaan usaha di
Pengasihmenggunakan
metode
Pendekatan ceramahuntuk
menyamPaikan in-formasi
bagaimanacara
mengem- bangkan desain kerajinan Yang baru, bagamna cara memproduksi kerajin-an,
bagaimanacara
Pewarnaan ba-han kerajinan sampai
bagaimanacara
pemasarannya.Ceramah
ten-tang
pengembangandesain
dilaku- kan duakali
tatapmuka
yang dise- lenggarakandi
pendoPo Kecamatan pengasih.Kegiatan ini diikuti
oleh para perajin kecamatan Pengasih.Pendekatan ceramah
ini
un-tuk menyampaikan
informasipengembangan desain
kerajinan,pewarnaan bahan kerajinan,
danpemasaran produk kerajinan. Penyu- luhan pengembangan desain dilaku-
kan dengan cara
menYamPaikan sumberide
penciPtaan. Sumber ide tersebut dapat beruPa Produk karya kerajinanyang
sudahada.
Sumber ide dari alam sepertiflora
atau tum- buh-tumbuhan(bunga, daun,
buah,batang) dan fauna atau
binatangseperti binatang berkaki dua, bi-
natang berkaki empat, dan binatang berkaki banyak. Produk desain kera-
I
P@KerajinanBerbahanBakuSeratAlamiMelaluiInovasiDesain
7
jinan mutakhir
dapatdilihat di
mas media sepertisurat kabar,
majalah,brosur, katalog, dan
sebagainya.Pengembangan
desain dari
sumber teknologi modern seperti yang dita- yangkandi televisi,
dalamfilm,
dan internet.Pendekatan kedua
adalah pendekatanlatihan
membuat desainbaru dengan cara diberi
gambar desain atauproduk kerajinan
seba-gai
model selanjutnyaperajin
men- coba untuk latihan membuat produk tersebut. Pendekatanini
dilakukanberulang ulang agar
perajinmemiliki
wawasan pengetahuan dan keterampilan yanglebih
profesional.Hasil Iatihan ini secara
periodik seminggusekali dievaluasi dan di- i,uitik tirn pembina untuk
meme-cahkan permasalahannya.
Belajarketerampilan dengan cara
terlibat langsungmelakukan
seuatu proses akanlebih cepat dikuasai.
Mengu-lang aktivitas keterampilan
akan menumbuhkanketerampilan
profe- sional dan percayadiri.
Pembinaan menggunakanprinsip learning
bydoing belajar kerajinan
melaluimembuat kerajinan, belajar
me- warna kerajinanmelalui
proses me-warna, dan belajar
memasarkankerajinan melalui proses
menjual kerajinan.Sebuah
produk kerajinan ti- dak cukup hanya menjawab
aspekfungsi
saja,tetapi
harus mernenuhikriteria ergonomik dan
estetik. Un-tuk memberikan sentuhan
estetik, dapat dilakukan dengan memberikan wama,motif, dan
mengembangkanbentuk.
Nilai
estetik yang diberikan padaproduk kerajinan akan
meng-angkat nilai kualitas produk
dan sekaligus akan meningkatkan hargajual. Untuk memberikan
setuhanestetik ada tiga karakter
estetik dalamnilai produk yaitu:
Pertama,nilai
estetik yangdihasilkan
berba- gai industri barang orang eropa yang sejalan dengannilai
estetikdi
nega-ranya. Hal ini dapat dilihat
darianeka jenis produk
konsumenseperti elektronik, mebel,
tekstil, peralatan rumah tangga,dan
seba-gainya. Kedua, Nilai estetik
yang dihasilkanoleh industri kecil
seba-gai
pemenuhankebutuhan
rakyatbanyak seperti cangkul, topi,
per-kakas, bermacam-macam
wadah, dan sebagainya. Ketiga,Nilai
esteikyang dihasilkan dalam
kerangkakerja
sama dengannegara
negara sosialis terutama perangkatmiliter
dan transportasi
(Sachari,2001:222).
Strategi pemikiran
tersebut dapat diaplikasikandalam
pengem- bangan kerajinanuntuk
meningkat- kan kualitas desain agar mampu ber-saing dan mampu merebut
selera konsumen. Sentuhanestetik
sangat pentinguntuk
sebuahproduk
kera- jinan. Tanpa sentuhan estetik produk kerajinantidak akan menarik.
Jika produktidak
menarik, maka tamat-lah riwayat produk tersebut.
Oleh sebabitu perlu
membuka wawasanestetik kepada para perajin
pada umumnya.Untuk
sebuah makanankecil
tidak cukup hanya menyajikanrasa yang lezat saja tetapi
butuhInotek Volume 9, Nomor l, Februari 2005
bentuk yang estetik, unik
sehingga menarik konsumen.Proses menuju pada kualitas
fungsi dan kualitas estetik,
hasilpembinaan dievaluasi
secara peri-odik diberi kritik
dan masukan un-tuk membenahi segala
kekuran- gannya. Prosesini jika dilalui
dan dilakukan denganbaik
dan bertang- gungjawab
akan menghasilkan pro- duk yang layak pakai dan layakjual.
Kesiapan perajin untuk
membukadiri mau berlatih dan mau
diberikritik
merupakanlangkah awal
un-tuk maju dan berkembang. Maju mundurnya
sebuahusaha
ditanganperajin itu sendiri
bagaimana cara mengelolanya.Tim pembina
hanyamemberikan motivasi untuk
me-ngembangkan ide penciptaan desain
dan
menejemen pengelolaan usaha kerajinan.C.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pelaksanaan
penyuluhan pengembangandesain kerajinan
di kecamatan Pengasihmeliputi
keraji-nan tali dan enceng gondok
yangmemproduksi tas, kerajinan
sabut kelapa yang memproduksi keset dansapu, kerajinan bambu
mempro- duksi mebel bambu dan sangkar bu-rung, dan kerajinan ukir
kayu.Penyuluhan
desain kerajinan
terse-but dilaksanakan melalui
prosespenyuluhan dengan ceramah
danlatihan praktik membuat
kerajinan desain baru secara langsung.Penyeluhan dilakukan
dipendopo Kecamatan Pengasih yang
diikuti oleh
pejabat kecamatan, ke-lurahan, dan para perajin.
Perajinyang mengikuti pelatihan terdiri
dari kerajinan tali (agel,
rami,enceng gondok), kerajinan sabut ke-
lapa, kerajinan bambu, dan ukir kayu. Pada tahap pertama,
semua perajin darijenis kerajinan
tersebutdiberi penyuluhan
pengembangan desain dan menejemen pengelolaan usaha kerajinan.Tim pembina
memberipenyuluhan secara teoretis
caramengembangkan
desain dan
mene- jemen pengelolaan usaha agar dapatmembuka
rva\ryasanpara
perajin dengan adanya tuntutan desain baru permintaan masyarakat sekarang ini.Sebuah desain kerajinan
tidak
hanyamenuntut faktor fungsi saja
me- lainkanbutuh
sentuhanestetik
dan keunikanbentuk yang menjadi ciri
pencipta atau daerahyang
akhirnyamampu merebut pasar
konsumen.Oleh sebab
itu, diberikan
materi te-ori
wawasan desainuntuk
memberi- kan pengetahuan perajin untuk men- cipta sendiri. Demikianjuga
wawa- san menejemen usaha secara profe- sional. Pelatihanitu meliputi
bagai-mana
menjalin mitra kerja,
rnencari bapak angkat untuk permodalan danpemasaran, menejemen
produksi,dan
menejemen pemasaran produk kerajinan. Pengetahuan menejemenini harapannya digunakan
untukmengelola usaha kerajinan
secara profesional.Penciptaan
desain itu
dapatdilakukan selain hanya
melayanipemesan yang membawa
desainatau memproduksi ulang
bentukI
Peningkatan Kualitas Produk Kerajinan Berbahan Baku Serat Alami Melalui Inovasi Desain
7
yang sudah ada atau yang
sudah diproduksi,juga
harus mampu men- desain sendiri. Seorang perajin yangtidak mampu mencipta
desainsendiri
akanketinggalan dan
tidak punya sekmen pasaryang
berkem-bang.
Penciptaandesain itu
dapat dengan merubah atau mengembang-kan produk yang ada
dengan caramembesarkan atau
mengecilkan, menambahmotif, merubah
warna, mengembangkanfungsi dan
seba-gainya. Dengan cara ini
perajinawan akan cepat dan produktif
karena mereka
telah
menguasai ke- terampilannya.Tim
pembina mem-berikan desain baru perajin
mem- buatdi
bawahbimbingan tim
pem- bina.Strategi demikian
ditempuh untuk memberikan wawasan perajin agar tetapproduktif
berkarya keraji-nan, tidak hanya menunggu
kalau ada pesanan.Tim juga
memberikan saran bilatidak
ada pesanan dari pe-Ianggan, waktu luang
tersebut digunakanuntuk
latihan eksperimen membuat model desain baru sebagaikoleksi bila
ada pemesan atau kon-sumen datang ditawarkan
atau dipromosikan. Semakin banyak ber-latih,
bereksperimenakan
menum-buhkan sikap kreatif. Tanpa
krea-tivitas
yang memadai seorang pera-jin tidak akan
berkembang denganbaik.'funtutan
kebutuhan konsumensemakin meningkat maka
seorangperajin harus dapat
membaca pe- luang tersebutD.
KESIMPULAN DAN SARAN
Strategi untuk
selalu mengembangkanusaha
kerajinan ditembuholeh perajin
dengan ber-bagai cara. Cara tersebut
dapatberupa menciptakan desain
baru, menambah tenaga kerjauntuk
men- ingkatkanjumlah
produksi, mening- katkan kualitas produk.Untuk
men-gurangi
kesenjanganantara
mutudesain produk kerajinan dan
tun-tutan
pasaryang lebih luas
perlu bimbinganpihak lain untuk
mengu- rangi kesenj angan tersebut.Kegiatan penyuluhan
ini
di-lakukan kepada para perajin
di wilayah Pengasih. Penyuluhan dila-kukan dengan ceramah
untuk pengembangan desain dan penyulu-han
manajemen pengelolaan usahakerajinan. Setelah penyuluhan
se- cara teoretis dengan ceramah selesai dilanjutkan denganpraktik
membuatdesain baru dengan cara
diberimodel oleh tim pembimbing
dandiberi
tugas membuatdesain
baru berdasarkan penjelasan yang diberi- kantim
pembina.Hal ini
dilakukan agar perajianmemiliki
pengalamankreatif untuk dibiasakan
berkreasi membuat desain baru.Tidak selamanya
perajinhanya menunggu desain
dari
peme- san saja.Kalau ingin tumbuh
dan berkembangdengan baik
sebuahusaha kerajinan harus memiliki kreativitas membuat desain
baru yang berwawasanfungsional,
ergo-nomik,
estetik,dan ekonomis.
Ga- gasanitu perlu
direalisasi dan ban-tuan dari semua pihak. Menjalin
lnotek, Volume 9, Nomor I, Februari 2005
L
kerja sama dengan
mitra
kerja, den- gan pelanggan, dantim
pengembang adalahpenting untuk
meningkatkan usahanya.Jika ingin
sebuah produk tetapdiminati oleh
konsumen maka perlu peningkatan kualitasnya. Pen-ingkatan kualitas tersebut
dapatdimulai dari pemilihan
bahan baku, produksiyang baik,
dan pemberian sentuhanestetik
padaproduk
yang diciptakan. Tanpa ada sentuhan es-tetik
sebuahproduk
kerajinan hanyaakan menjawab aspek fungsi
saja dan bersifat hambar kurang menarik.DAFTAR PUSTAKA
Gie, The Liang. 1997. Filsafat
Kkeindahan.
Yogyakarta:PUBIB.
Koentjoroningkrat.
1974.Kebudayaan Mentalitet
danSachari, Agus. 1986.
ParadikmaDesain Indonesia.
Jakarta:Rajawali.
. 2001. Desain
donDunia
KesenirupaanIndonesia dalam
Wacana TransformasiBudaya.Bandung:
ITB.
Spillane, James. 1994.
PariwisataIndonesia Siasat
Ekonomidan Rekayasa
Kebudaya- an.Y o gy akarta : Kani sius.Susanto, Sewan. 1982.
SeniKerajinan Botik
Indonesia.Yogyakarta:
BPBK.
Yudhoseputro,
Wiyoso.
1983.Seri
Kerajinan Indonesia.Jakana: Depdikbud.
Pembangunan.
Gramedia.
Jakarta
Peningkatan Kualitas Produk Kerajinan Berbahan Baku Serat Alami Melalui Inovasi Desain