• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mengenal Pendidikan Inklusi dan Kebutuhan Khusus dalam Parenting

N/A
N/A
Daryanti Daryanti

Academic year: 2025

Membagikan "Mengenal Pendidikan Inklusi dan Kebutuhan Khusus dalam Parenting"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Tema MENGGENAL PENDIDIKAN INKLUSI DAN KEBUTUHAN

KHUSUS

PARENTING

NARA SUMBER :

INAYATTI. SUWANDI . M. Psi

RABU , 24 NOVEMBER 2024

(2)

Tempat /Tgl lahir : Tanjung karang, 02 M ei 1973 Alamat : Jl. Sakura desa 5 kedaton

Kalianda Lampung Selatan N o tlp H P/WA : WA 0812-85863203

Agama : ISLAM

Status :Janda anak 2 putra (M r,Sandisha. P & Rahmad

Arya Andisha)

Pendidikkan Formal

SDN 6 kampung sawah lama Bandar lampung (1981 – 1986) SMP ARJUNA Bandar Lampung (1986 – 1989)

SMA PERINTIS Bandar lampung (1989 – 1992)

Universitas Muhamadyah Bandar Lampung (1992 - 1997) Sempat cuti Universitas Marcu Buana DKI Jakarta ( 2003 – 2005)

Pengalaman

1. Staff Cipta Jaya Kontraktor Bandar Lampung (1992 – 1993)

2. Bank Danamon Sub. Analisis Bandar Lampug ( 1993 – 1996)

3. BISMATEK DKI JAKARTA (1997 - 2005)

4. Staff Grahita Indonesia Bandar Lampung ( 2006 - 2012)

5. Dosen Universitas Satu nusa + STIKOMINDO Bandar lampung ( 2008 – 2011) 6. Konselor di Cikal Harapan celengsih Bogor ( 2016 – 2019 ) 7. Pimpinan Bina Bangsa Cab. Lampung ( 2010 – Sampai

sekarang )

(3)

Tujuan Pendidikan Inklusif

1.Memenuhi hak asasi manusia untuk mendapatkan pendidikan yang setara.

2.Meningkatkan kepercayaan diri anak-anak, baik itu berkebutuhan khusus maupun tidak.

3.Menumbuhkan rasa toleransi terhadap perbedaan terhadap anak-anak.

4.Semua peserta didik dapat membaur menjadi satu sehingga tercipta interaksi aktif.

5.Bagi pendidik, para pendidik akan mendapatkan pengetahuan mengenai pembelajaran kepada siswa dengan latar belakang Indonesia.

6.Mampu memberikan pendidikan terhadap seluruh siswa dengan latar belakang yang berbeda.

7.Dapat mengembangkan gagasan baru agar bisa diaplikasikan ke lingkungan

masyarakat.

(4)

Prinsif

pembelajaran inklusif

prinsif Umum

Prinsif Khusus

(5)

Prinsip Umum

Prinsip Konteks

Jadi melalui prinsip ini, para tenaga didik dapat menjelaskan materi sesuai dengan konteks yang ada di lingkungan sehari-hari siswa.

Prinsip Motivasi

Para tenaga didik harus memberikan motivasi terhadap para siswa agar selalu termotivasi untuk mendapatkan pendidikan atau belajar.

Prinsip Keterarahan

Tenaga didik juga harus bisa memberikan arahan agar tujuan dari pembelajaran dapat tepat sasaran.

Prinsip Hubungan Sosial

Tenaga didik harus bisa membuat para siswa yang memiliki latar belakang berbeda supaya bisa berinteraksi secara aktif baik dengan sesama siswa maupun guru.

Prinsip Pemecahan Masalah

Prinsip ini berarti tenaga didik juga harus bisa membuat para peserta didik mampu membuat solusi ketika mendapatkan masalah.

Prinsip Individualisasi

Tenaga didik diharapkan bisa membuat para peserta didik dapat hidup mandiri.

Prinsip Belajar Sambil Bekerja

Jadi tenaga didik bisa mengajak siswa untuk melakukan percobaan-percobaan supaya bisa menemukan hal-hal baru.

Prinsip Menemukan

Tenaga didik dituntut untuk mendorong siswa supaya bisa terlibat aktif dalam hal mental, sosial, maupun emosional.

(6)

Prinsip Khusus

Prinsip khusus ini terkait dengan pelaksanaan pembelajaran yang menyesuaikan dengan kondisi anak berkebutuhan khusus seperti tunanetra, tunarungu, CIBI, tunagrahita, tunadaksa, serta tunalaras.

• Tunarungu

Prinsipnya adalah pendidikan inklusif dapat memperhatikan keterarahan suara dan wajah, serta keperagaan.

• Tunanetra

Prinsip yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah prinsip kekonkritan, pengalaman, dan belajar sambil praktek.

• CIBI

Dalam hal ini, prinsip yang diperhatikan mengenai akselerasi belajar dan pengayaan.

• Tunagrahita

Prinsip yang diperhatikan adalah prinsip kasih sayang, rehabilitasi, dan keperagaan.

• Tuna Daksa

Prinsip yang diperhatikan adalah pelayanan medis seperti terapi.

• Tunalaras

Prinsip yang diperhatikan adalah prinsip kebutuhan, kebebasan yang diarahkan, prinsip kekeluargaan,

prinsip setia kawan, serta prinsip disiplin.

(7)

Karakteristik Pendidikan Inklusif

1.Pendidikan inklusif harus ramah dan hangat sehingga dapat memberikan rasa nyaman terhadap para peserta didik yang memiliki perbedaan latar belakang atau kondisi.

2.Pendidik dan tenaga didik memiliki latar belakang serta kemampuan yang berbeda.

3.Dalam prakteknya, pendidikan inklusif semestinya memberlakukan tempat duduk yang bervariasi agar bisa saling membaur satu sama lain.

4.Materi dan metode pembelajaran dari pendidikan inklusif bervariasi agar lebih menarik dan menyenangkan.

5.Tenaga didik memiliki rencana harian yang akan digunakan untuk media pembelajaran.

6.Penilaian mengenai karya anak peserta pendidikan eksklusif dapat

dilakukan dalam kurun waktu tertentu.

(8)

• Inklusif

• Exklusif

Pendidikan

• ALB

• ABK

Kebutuhan

ALB adalah anak yang pada waktu dilakukan

pemeriksaan perkembangan mengalami keterlambatan 1—2 aspek perkembangan dari tingkat umur.

ABK adalah anak yang mengalami keterlambatan lebih dari dua aspek perkembangan dan lebih dari satu tingkat umur atau anak yang mengalami penyimpangan.

Inklusif yaitu memahami sesuatu sudut pandang orang atau kelompok lain

Eksklusif merupakan sikap yang lebih mengutamakan sudut pandang diri sendiri, sehingga membuat orang

tersebut akan sulit menemukan teman dalam lingkungan

bermasyarakat

(9)

12 hal yang perlu diperhatikan dalam upaya mengoptimalkan tumbuh kembang anak:

1. Imunisasi

2. Pemberian ASI

3. Makanan pelengkap selain ASI

4. Micronutrients/ zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah kecil 5. Kebersihan

6. Treated bednets/ pencegahan gigitan seranga 7. Asupan makanan dan minuman

8. Perawatan di rumah

9. Care-seeking/ kunjungan kepada pasien

10. Adherence/ tidak patuhan dalam minum obat

11. Stimulation / rangsangan ini yang banyak permasalahan

12. Antenatal care/ periksaan kehamilan

(10)

Peran orang tua dalam tumbuh kembang anak khusus

Keluarga/ orangtua berfungsi untuk memastikan bahwa anaknya sehat dan aman, memberikan sarana dan

prasana untuk mengembangkan kemampuan sebagai bekal di kehidupan sosial, serta sebagai media dalam menanamkan nilai sosial dan budaya sedini mungkin.

Orangtua memberikan kasih sayang, penerimaan,

penghargaan, pengakuan, dan arahan kepada anaknya.

(11)
(12)
(13)
(14)

Ciri

Minim kontak mata

Speech Delay

Kesulitan kosentrasi / perhatian Tantrum

Masalah motoric halus &

kasar Intraksi

social

Membutuhkan stimulasi pada anak

(15)

1.Autistic Disorder

Sering juga disebut dengan mindblindness dimana anak yang mengidap j enis penyakit autis ini tidak memiliki kemampuan memahami permasalahan dari sudut pandang orang lain.

2.Asperger Syndrome

Tidak seperti autistic disorder, asperger syndrome lebih bisa berinteraksi dengan orang lain dan tidak memiliki masalah dalam keterlambatan berbahasa

3.Childhood Disintegrative Disorder

Sebuah kondisi dimana anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik, bahasa dan fungsi sosialnya

4.Pervasive Developmental Disorder (Not Otherwise Specified)

Biasanya syndrome ini menjadi hasil diagnosa terakhir ketika ada

tambahan dari gejala-gejala yang dialami anak salah satunya adalah

interaksi dengan teman-teman imajinatif anak

(16)

Peran orang tua dalam tumbuh kembang anak khusus

Keluarga/ orangtua berfungsi untuk memastikan bahwa anaknya sehat dan aman, memberikan sarana dan

prasana untuk mengembangkan kemampuan sebagai bekal di kehidupan sosial, serta sebagai media dalam menanamkan nilai sosial dan budaya sedini mungkin.

Orangtua memberikan kasih sayang, penerimaan,

penghargaan, pengakuan, dan arahan kepada anaknya.

(17)

Jenis terapi

Fisik

Kognitiq perilaku

Wicara

Okupasi

Bermain Sensorik

integritas Applied

Behavior Analisis

(ABA) Menunggang

kuda Intervensi pengembang

hubungan an Perhatian

Sensorik ingrasi &

related

(18)

Terapi wicara diperlukan bila anak kesulitan dalam menghasilkan suara atau mengucapkan suku kata tertentu secara jelas, sehingga orang lain sering kali tidak mengerti apa yang dikatakannya. Anak yang mengalami gangguan ini biasanya akan merasa tidak nyaman atau kesakitan saat dia berbicara.

Terapi okupasi Alasannya adalah terapi ini bertujuan utuk membantu mereka agar bisa beraktivitas dengan lancar dan mandiri. Sebab dokter atau ahli

medis lainnya bisa langsung mendampingi mereka di tempat terapi.

Fisioterapi mampu membantu untuk meningkatkan gerakan, mengurangi rasa sakit dan kekakuan, mempercepat proses penyembuhan, dan meningkatkan kualitas hidup.

Terapi perilaku mengajarkan individu strategi penanganan baru untuk menghadapi situasi atau emosi yang sulit

Sensori integrasi mendukung perkembangan fisik, sosial, dan emosional anak.

Pemberian terapi sensori integrasi akan mempengaruhi perhatian, koordinasi, partisipasi sosial, dan perilakunya sehingga ada perbaikan kualitas hidup di rumah, sekolah, dan komunitas yang lebih luas.

(19)

Mengapa anak berkebutuhan khusus perlu mendapatkan penanganan khusus?

ABK perlu penanganan dan perhatian khusus sebagai upaya menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar hidup serta tumbuh berkembang secara

optimal sesuai harkat dan martabat

kemanusiaan

(20)
(21)

Siang siang pergi kekota Jangan lupa beli alpukat

Sekian parenting kita

Semoga bisa bermanfaat

(22)

Referensi

Dokumen terkait

Guru pendamping (shadow teacher) memiliki tugas yaitu membantu anak atau peserta didik untuk; 1) tetap fokus pada pelajaran, 2) berpartisipasi secara tepat di

Penelitian ini bertujuan untuk membuat rumusan pengembangan program individualusasi pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak dengan

a) Prinsip dasar dari sekolah inklusif adalah bahwa, selama memungkinkan, se- mua anak seyogyanya belajar bersama-sama, tanpa memandang kesulitan ataupun

Secara umum anak tunagrahita diklasifikasan menjadi (1) tunagrahita ringan; dengan tingkat kecerdasan (IQ) mereka berkisar 50-70, dalam penyesuaian sosial maupun bergaul,

Tunagrahita mampudidik umumnya tidak desertai dengan kelainan fisik baik sensori maupun motoris, sehingga kesan lahiriah anak mampudidik tidak berbeda dengan anak normal

khusus terkait dengan proses komunikasi saat belajar di kelas”.Selanjutnya Penulis melakukan wawancara dengan seorang guru BK di SMK Negeri 4 Padang pada tanggal 20

Upper Saddle River, New Jersey 07458 All rights reserved.. Perbedaan-perbedaan Individual:

Pemahaman tentang asesmen juga dapat mendukung keberhasilan guru dalam melaksanakan praktek penilaian pembelajaran di kelas.Oleh karena demikian tujuan utama dari pengabdian ini adalah