IAIN PAREPARE NUSANTARA PRESS
Penerbit:
Penulis:
Mahasiswa KPM IAIN Parepare
MENGGALI ASET WARGA DESA
M E N G G A L I A S E T W A R G A D E S A
MENGGALI ASET WARGA DESA
Editor:
Dr. Andi Bahri S, M.E.
Penulis:
MEGAWATI – SITTI ADRIANTI RUKMANA – ANNISA AHMUDDIN – DZUL ASRI RIZKAINI – REZKI ADELYA –
KHAERANI NASIR – AMELIAH D – MURSIA – RESKY AMELIA – ANDI NIA DAENG PUJI – MUH REZA
ANUGRAH – RINA LESTARI SYAHARUDDIN – SYAMSUL MA’ARIF – SITTI RAHMA – ELMA MEI
FERONIKA
Penerbit: IAIN Parepare Nusantara Press
ii
MENGGALI ASET WARGA DESA
Editor:
Dr. Andi Bahri S, M.E.
Penulis:
MEGAWATI – SITTI ADRIANTI RUKMANA – ANNISA AHMUDDIN – DZUL ASRI RIZKAINI – REZKI ADELYA –
KHAERANI NASIR – AMELIAH D – MURSIA – RESKY AMELIA – ANDI NIA DAENG PUJI – MUH REZA
ANUGRAH – RINA LESTARI SYAHARUDDIN – SYAMSUL MA’ARIF – SITTI RAHMA – ELMA MEI
FERONIKA
Penerbit: IAIN Parepare Nusantara Press
iii
MENGGALI ASET WARGA DESA Editor: Dr. Andi Bahri S, M.E.
ISBN: 978-623-5781-49-5
Penata Letak: Andi Khaerul Iman Desain Sampul: Indrawansyah,
Copyright ©Nusantara Press, 2021 181 hlm 15 x 21 cm
Cetakan I, Desember 2021 Diterbitkan oleh
IAIN Parepare Nusantara Press
Jalan Amal Bhakti Soreang, Parepare, Sulawesi Selatan E-mail: [email protected]
Hak cipta dilindungi undang-undang
Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa izin tertulis dari penerbit.
Dicetak oleh IAIN Parepare Nusantara Press, Parepare Isi di luar tanggung jawab percetakan
iv
Ucapan Terima Kasih
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Swt atas segala rahmat, hidayah dan inayahNya sehingga buku yang berjudul
“Menggali Aset Warga Desa” ini dapat diterbitkan. Selawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad Saw yang telah menjadi rahmatan lilalamin dan uswatun hasanah.
Buku ini merupaan karya mahasiswa IAIN Parepare pada kuliah Pengabdian Masyarakat, oleh karena itu proses penyelesaian buku ini tidak terlepas dari keseriusan mahaiswa KPM. Buku ini diterbitkan dengan menggunakan anggaran pengusulan ISBN perguruan tinggi IAIN Parepare Nusantara Press.
Oleh karena itu, penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya, kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penulisan buku ini. Buku ini yang merupakan kumpulan tulisan mahasiswa KPM angkatan 2021.
Semoga tahun-tahun selanjutnya mahasiswa KPM dapat meningkatkan karyanya, kami ucapkan selamat atas terbitnya buku mahasiswa KPM, kami sangat bangga terhadap mahasiswa KPM yang senantiasa berkarya melalui tulisan. Akhirnya, kami berharap masukan dan kritik dari pembaca, karena jika dalam buku ini masih ada kekurangan, penulis adalah manusia biasa yang tidak lepas dari kekeliruan.
Ketua LP2M IAIN Parepare
v DAFTAR ISI
Ucapan Terima Kasih, Hal iv Daftar Isi, Hal v
Pentingnya Menjaga Imunitas Tubuh Dimasa Pandemi Covid- 19
Megawati Hal 2-13
Pendampingan Program Dzuhur Mengaji Pada Anak-Anak Desa Takkalalla Timur Kabupaten Pinrang
Sitti Adrianti Rukmana Hal 14-28
Bimbingan Belajar Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa SDN 283 Manisawa
Annisa Ahmuddin Hal 29-39
Implikasi Salat Subuh Dalam Meningkatkan Kualitas Anak Remaja Di Desa Rijang Panua
Dzul Asri Rizkaini Hal 40-51
Pentingnya Pendidikan Bahasa Inggris Untuk Usia Dini Di Desa Belawae Kec. Pitu Riase Sidrap
Rezki Adelya Hal 52-66
vi
Optimalisasi Pendidikan Di Masa Pandemi Dengan Pendampingan Belajar Dari Rumah Secara Online
Khaerani Nasir Hal 67-76
Mengembangkan Bakat Anak-Anak Di Desa Ajubissue Melalui Kegiatan Festival Anak Sholeh
Ameliah D.
Hal 77-86
Pemahaman Masyarakat Terhadap Kewajiban Zakat Pertaniandi Desa Eran Batu
Mursia Hal 87-99
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Minat Belajar Siswa SD Negeri 258 Pinrang
Resky Amelia Hal 100-107
Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Peran Mahasiswa KPM
Andi Nia Daeng Puji Hal 108-119
KPM Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Untuk Menjaga Kesehatan Dan Kebersihan Lingkungan Pada Masa Pandemi
Muh. Reza Anugrah Hal 120-129
vii
Efektifitas Penyemprotan Disinfektan Sebagai Upaya Pencegahan Covid- 19 Bagi Masyarakat Sekitar
Rina Lestari Hal 130-139
Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an Di TPA Dusun Kanan Desa Batetangnga
Syaharuddin Hal 140-148
Upaya Meningkatan Minat Dan Bakat Anak-Anak Dalam Kegiatan Festival Anak Sholeh Di Desa Buntu Buangin
Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidenreng Rappang Syamsul Ma’arif
Hal 149-154
Memberdayaan Generasi Muda Dengan Pendekatan Asset Based Community Development Dalam Mengembalikan
Budaya Islam Di Desa Kupa Sitti Rahma
Hal 155-170
Belajar Matematikabersama Anak-Anak Sekolah Dasar Di Desa Eran Batu Dusun Dadeko
Elma Mei Feronika Hal 171-180
1
PENTINGNYA MENJAGA IMUNITAS TUBUH DIMASA PANDEMI COVID-19
Megawati
Institut Agama Islam Negeri Pareapare [email protected]
PENDAHULUAN
Mulai awal sampai akhir tahun 2021, Indonesia masih bergelut melawan Virus Corona, begitupula beberapa negara lain di dunia. Jumlah kasus virus corona terus bertambah setiap harinya sehingga menyebabkan banyak korban yang meninggal tapi tidak sedikit dari mereka yang berhasil melawan virus tersebut dan akhirnya sembuh. Senin 30 November 2021 kasus positif Covid-19 bertambah 4.617 menjadi 538.883. Pasien sembuh bertambah 4.725 menjadi 450.518 orang. Pasien meninggal bertambah 130 menjadi 16.945 orang.
Covid-19 atau biasa disebut corona virus disease 2019 merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan.
Covid-19 awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Setelah itu, diketahui bahwa infeksi ini juga bisa menular dari manusia ke manusia. Jika dilihat dari gejalanya orang yang terjangkit virus ini nampak hanya sebatas influenza atau penyakit ringan saja. Virus ini dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan
2
lebih berbahaya atau bahkan fatal bila menyerang orang lanjut usia, ibu hamil, perokok, penderita penyakit tertentu dan orang yang daya tahan tubuhnya lemah sehingga dapat menyebabkan kematian.
Hal ini mendorong pemerintah di Indonesia melakukan upaya dan mengeluarkan kebijakan penanganan virus corona khususnya dalam bidang pendidikan. Covid-19 telah mendorong banyak pihak melakukan perubahan dalam hitungan bulan.
Adapun kebijakan yang dikeluarkan pemerintah di Indonesia terhadap upaya pencegahan covid-19 yakni penghapusan Ujian Nasional (UN) tahun 2020, perubahan sistem ujian sekolah dari tatap muka menjadi online, proses belajar mengajar dilakukan secara daring/online dirumah masing-masing, dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS) digunakan untuk membiayai keperluan dalam pencegahan covid-19, kenaikan kelas dilaksanakan dengan cara yang berbeda-beda sesuai dengan kebijakan sekolah masing-masing begitupula dengan cara Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Sejak adanya kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terhadap dunia pendidikan, kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare juga mengeluarkan kebijakan terhadap pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM)
3
yang dilaksanakan tahun ini di kecamatan masing-masing.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Sistem penyelengaraan KPM tahun ini menyesuaikan dengan surat edaran Dirjen Pendidikan Islam Kementrerian Agama tentang regulasi Kuliah Kerja Nyata di lingkungan PTKI, yaitu melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat Dari Rumah dan Kerja Sosial (KPMDR/KS) atau dilaksanakan secara individu/berkelompok di tempat tinggalnya masing-masing.
Kegiatan KPM terdiri atas tiga kluster menyesuaikan dengan buku pedoman IAIN Parepare tahun 2018, yakni program unggulan, program wajib serta program tambahan.
Dari tiga tema yang diusulkan diatas, penulis memilih tema “Aksi Pencegahan Covid-19 dimasa pandemi” pada pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) IAIN Parepare 2021 di kecamatan Lapadde
TELAAH LITERATUR
Telaah literatur adalah uraian tentang teori, temuan dan bahan penelitian lainnya yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas dari perumusan masalah yang ingin diteliti. Telaah literatur adalah analisa berupa kritik dari
4
penelitian yang sedang dilakukan terhadap topik khusus atau pertanyaan terhadap suatu bagian dari keilmuan.
Dalam kondisi pandemi saat ini, tidak memungkinkan untuk beraktivitas lebih diluar rumah sehingga penulis hanya menelusuri berbagai refenrensi secara daring/online seperti menonton berita terkini mengenai covid-19 dan mencari jurnal atau artikel tentang pencegahan covid-19 di masa pandemi.
Dikutip dari jurnal KESMAS, Vol. 9, No 4, Juli 2020, berdasarkan bukti ilmiah, Covid-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui percikan batuk/bersin (droplet), orang yang paling beresiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien covid-19 termasuk yang merawat pasien covid-19. Rekomendsi standar untuk mencegah penyebaran infeksi adalah melalui cuci tangan secara teratur menggunakan sabun dan air bersih, menerapkan etik batuk dan bersin, menghindari kontak secara langsung dengan ternak dan hewan liar serta menghindari kontak dekat dengan siapapun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin. Selain itu menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) saat berada di fasilitas kesehatan terutama masyarakat. (WHO, 2020)
5
Menurut penelitian Saryani (2020) dalam penelitian implementasi gaya hidup kerohanian mahasiswa IAKN toraja dalam menyikapi pencegahan covid-19 menyatakan bahwa masyarakat sangat risau dengan adanya covid-19 ini apalagi dikalangan mahasiswa itu sebabnya penting menerapkan pencegahan covid-19.
METODE PENGABDIAN
Dikarenakan adanya virus covid-19 yang melanda di Indonesia, Pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) periode ini dilaksankan dari rumah (DR) masing-masing dengan tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19.
Maka dari itu pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat hanya difokuskan untuk lingkungan keluarga dan sekitar tempat tinggal saja. Kegiatan ini dilaksanakan selama kurang lebih 30 hari mulai dari tanggal 10 november - 10 desember 2020.
Adapun metode yang digunakan dalam artikel ini diantaranya studi kepustakaan yaitu studi yang menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang menjadi objek penelitian. Informasi tersebut dapat diperoleh dari buku- buku, karya tulis ilmiah, tesis disertai ensiklopedia, internet maupun sumber-sumber lainnya.
PEMBAHASAN
6
Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare tahun ini dilaksanakan secara daring/online. Kebijakan kampus masih berjalan seperti biasanya sesuai aturan sebelum pandemi yakni tetap dilaksanakan secara berkelompok, namun tidak diperbolehkan untuk menempati sebuah rumah untuk dijadikan sebagai posko atau tempat menetap selama satu bulan berkegiatan, akan tetapi mereka diberikan satu tempat khusus sebagai tempat titik kumpul untuk membahas segala kegiatan yang bersangkutan dengan KPM tahun ini, seperti rapat dan pembuatan proker (Program Kerja), dan berbagai kegiatan lainnya.
Program kerja inti yang dilakukan pada KPM kali ini yakni aksi pencegahan Covid-19 di masa pandemi. Adapun teknik-teknik dalam upaya pencehagan penyebaran Covid-19 yaitu dapat dilakukan dengan cara:
1. Mencuci tangan secara rutin
Mencuci tangan adalah kegiatan yang sering kita lakukan setiap hari dan merupakan cara paling mudah atau sederhana namun efektif untuk mencegah penularan virus corona selama pandemi. Sekitar 98 persen penyebaran virus corona bersumber dari tangan, sehingga sangat dianjurkan bagi masyarakat untuk
7
melaksanakan salah satu protokol kesehatan ini secara rutin.
Pada kegiatan KPM kali ini, mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare mengadakan sosialisasi dilingkungan mereka masing-masing dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Mahasiswa mensosialisakan mengenai tata cara mencuci tangan yang benar. Ada beberapa langkah mencuci tangan yang baik dan benar, yakni mencuci tangan harus dilakukan setidaknya selama 20 detik dengan air mengalir dan menggunakan sabun. Gosok sabun pada telapak dan punggung tangan secara bergantian dan menyeluruh.
Gosok kedua telapak tangan dengan arah memutar, kemudian gosok sela-sela jari tangan hingga bersih. Bilas dengan air bersih, lalu keringkan.
2. Menggunakan hand sanitizer
Hand sanitizer adalah cairan atau gel yang umumnya digunakan untuk mengurangi potogen pada tangan. Di masa pandemi ini hand sanitizer wajib dibawa kemana- mana ketika bepergian karena merupakan salah satu tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus corona. Pada masa pandemi ini khususnya selama
8
kegiatan KPM berlangsung, hand sanitizer relatif sulit didapatkan dipasaran atau di toko-toko lainnya. Maka dari itu mahasiswa KPM berinisiatif untuk membuat hand sanitizer dan mengajarkannya kepada masyarakat sekitar dengan menggunakan bahan alami yang sering dijumpai disekitar kita yakni Jeruk nipis dan daun sirih.
3. Hindari menyentuh wajah, hidung, dan mata
Seperti yang diketahui, tangan merupakan salah satu sumber yang paling berpotensi dalam penyebaran virus corona. Masyarakat di himbau untuk tidak terlalu sering menyentuh wajah, hidung dan mata karena virus corona disinyalir dapat masuk melalui area tersebut.
4. Tata cara atau etika ketika bersin dan batuk
Terapkan etika bersin dan batuk dengan benar menggunakan siku tangan bagian dalam atau tisu bersih, sebab cairan yang di produksi pada saat batu dan bersin dapat menjadi media penularan virus corona. Apabila menggunakan tisu, maka segera buang ke tempat sampah, cuci tangan menggunakan sabun hingga bersih dan jangan lupa menggunakan hand sanitizer.
5. Memakai masker ketika keluar rumah
9
Sesuai dengan protokol kesehatan, masyarakat dianjurkan untuk menggunakan masker ketika keluar rumah atau bepergian. Maka dari itu mahasiswa KPM menjadikan pembuatan masker kain sebagai salah satu Program Kerja (Pro-Ker) unggulan. Setelah pembuatan masker selesai, mahasiswa KPM membagikan masker tersebut di beberapa tempat tertentu.
6. Menghindari interaksi langsung (jaga jarak)
Sejak adanya virus corona pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mengadakan sosial distancing. Sosial distancing atau jaga jarak merupakan salah satu protokol kesehatan yang sangat penting untuk diterapkan dalam mencegah penularan virus corona. Oleh karena itu mahasiswa KPM mengadakan sosialisasi tentang betapa pentingnya menjaga jarak atau sosial distancing.
7. Menjaga kebersihan lingkungan
Salah satu kegiatan selama Kuliah Pengabdian Masyarakat berlangsung, mahasiswa dan masyarakat bekerja sama melakukan kegiatan kerja bakti setiap hari jumat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
8. Menjaga pola makan sehat dan rajin berolahraga
10
Menjaga pola makan sehat dan rajin berolahraga merupakan kegiatan yang sudah lazim dilakukan setiap hari, terutama pada masa pandemi ini masyarakat dihambau untuk lebih memperhatikan pola makan dan berolahraga secara teratur serta menjaga pola hidup sehat.
Cara yang paling ampuh dalam upaya menghindari paparan covid-19 ke dalam tubuh yaitu dengan menjaga imunitas tubuh karena tubuh memiliki sistem imun yang kuat lebih mudah melawan infeksi dari virus tersebut dibandingkan dengan tubuh yang memiliki imun yang rendah. Adapun beberapa langkah untuk menjaga imunitas tubuh tersebut adalah sebagai berikut :
1. Menurunkan berat badan
Obesitas merupakan salah satu factor utama untuk terpapar virus covid-19. Menurunkan berat badan sangatlah berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh sekaligus menjaga tubuh dari virus covid-19
2. Tidur cukup
Kurang tidur bisa menurunkan fungsi sel, meningkatkan respon inflamasi, dan mengurangi produksi antibody.
Oleh karena itu, tidur yang cukup dapat mengatasi semua
11
masalah tersebut dan juga dapat menjaga tubuh kita terpapar oleh virus.
3. Mengurangi stress
Stres yang berlebihan dapat membuat tubuh menjadi lemah dan mudah terpapar virus. Oleh karena itu, mengelola stress sangatlah berguna untuk proses pencegahan virus covid-19. Caranya yaitu dengan berolahraga, melakukan meditasi dan yoga.
KESIMPULAN
Covid-19 telah mendorong banyak pihak melakukan perubahan dalam hitungan bulan, sehingga kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare mengeluarkan kebijakan terhadap pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) yang dilaksanakan tahun ini, yakni dilakukan secara daring/online untuk memutus penyebaran rantai virus corona.
Aksi pencegahan penyebaran virus corona yang dilakukan oleh mahasiswa KPMDR IAIN Parepare 2021 diantaranya dilakukan dengan cara mensosialisasikan aturan-aturan untuk mengikuti protokol kesehatan seperti mencuci tangan secara rutin, menggunakan hand sanitizer, menggunakan masker dan yang paling penting yaitu menjaga imunitas tubuh
12 DAFTAR PUSTAKA
Covid-19. (Online). (https://www.alodokter.com/virus-corona) Draft Petunjuk Teknis Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM)
Praktik 2021
Herlina “Cara Sederhana Mencegah Covid-19, Wajib Dilakukan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare”
(https://books.google. co.id/books/about?id =Zk4CEA AAQBAJ&;redir_esc=y)
Suryani Y. 2010. Implementasi gaya hidup kerohanian mahasiswa IAKN toraja dalam menyikapi pencegahan Covid-19 (Online).
WHO. 2020. Coronavirus Disease. (Online).
(https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus- 2019)
https://amp.kontan.co.id/news/5cara-meningkatkan-imun- tubuh-saat-pandemi-virus-corona
PENDAMPINGAN PROGRAM DZUHUR MENGAJI PADA ANAK-ANAK DESA TAKKALALLA TIMUR
KABUPATEN PINRANG
13
Siti Adrianti Rukmana 18.1100.049
Prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Parepare
[email protected] PENDAHULUAN
Agama menyangkut kehidupan manusia. Oleh karena itu kesadaran agama dan pengalaman agama seseorang lebih menggambarkan sisi-sisi bathin dalam kehidupan yang ada kaitannya dengan sesuatu yang sacral dan dunia gaib, dari kesadaran agama dan pengalaman agama ini pula kemudian muncul sikap keagamaan yang ditampilkan seseorang dan melaksanakan ibadah (Muhyioddin An-Nawawi dkk, 2013:523). Seperti halnya melaksanakan kewajiban, yaitu mengucapkan dua kalimat syahadat, mendirikan sholat, puasa, zakat, dan naik haji. Namun ada juga yang dikerjakan oleh orang-orang yang beriman dalam hidup bermasyarakat yaitu sedekah, saling bantu membantu dalam kebajikan, mengaji dan lain sebagainya (Nashiruddin Ad-damsyqi, 2008:110).
Mengaji merujuk pada aktivitas AlQuran atau membahas kitab-kitab oleh penganut agama islam, aktivitas ini dalam Agama islam termasuk Ibadan dan orang yang melakukannya
14
akan mendapatkan ganjaran pahala dari Allah SWT. Magrib mengaji semacam gerakan semacam gerakan dari Departemen Agama RI, gerakan ini dilatar belakangi oleh jarangnya anak- anak yang mengaji pada saat ini. Harapan pemerintah dapat memotivasi para orang tua untuk menyuruh anaknya sholat magrib dan mengaji diwaktu magrib.
Mengaji memiliki dasar makna membaca/mengikuti.
Bagi umat muslim aktivitas ini digunakan untuk mengkaji AlQuran atau. Aktivitas ini dalam dalam agama islam ibadah merupakan satusatunya petunjuk karena merupakan firman Allah sekaligus mendapat pahala. Belajar mengaji Al-Quran bagi keluarga muslim biasanya telah dimulai sejak usia kanak- kanak. Belajar dilakukan di masjid, surau atau mengundang guru mengaji kerumah, sehingga sejak menginjak usia baligh mereka telah lancar bahkan khatam.
Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu komponen kegiatan akademik yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, disamping pendidikan dan penelitian. Dengan dilaksanakannya dharma pengabdian kepada masyarakat disamping kedua dharma yang lain, diharapkan selalu ada interelesasi antara perguruan tinggi dan masyarakat sekitarnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai
15
tindakan nyata melalui penguatan kapasitas masyarakat agar lebih berdaya baik dari segi partisipasi maupun penguatan kapasitas nya. Masyarakat khususnya anak-anak merupakan asset masa depan anak yang sangat perlu untuk dibina dalam pembentukan karakter islami. Salah satunya dengan mengenalkan Al Quran melalui pembelajaran informal.1
Pengabdian kepada masyarakat ini diwujudkan dalam bentuk pengembangan kemampuan membaca Al Quran kepada anak-anak di lokasi Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) IAIN Parepare. Desa takkalalla timur merupakan salah satu dari sekian posko KPM yang dijadikan sebagai lokasi pengabdian masyarakat mahasiswa IAIN parepare.
Berdasarkan penjelasan diatas dengan gemar mengaji sebuah program membudayakan membaca Al-Quran setelah sholat dzuhur. Membaca AlQuran sejak dulu telah menjadi budaya Indonesia. Namun akhir-akhir ini mengaji sudah mulai ditinggalkan, karena anak anak cendrung menonton televisi.
Oleh karena itu, pelaksanaan melakukan pendampingan agar program dzuhur mengaji berjalan dan masjid-masjid tidak
1Puji Muniarty, “Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat” Vol.2 No.2 Agustus 2021, H. 3
16
kosong. Adapun tujuan pendampingan magrib mengaji di Desa Takkalalla Timur Kabupaten Pinrang ini adalah:
1. Menghidupkan kembali tradisi membaca Al-Quran.
2. Meningkatkan minat dan kemampuan anak-anak dalam membaca Al-Quran.
3. Meminimalisir pengaruh media elektronik.
TELAAH LITERATUR
Penelusuran dan pengumpulan data dalam kajian ini dilakukan dengan cara mengamati keadaan disekitar masyarakat yang terhadap pola pendampingan pembelajaran kepada anak- anaknya. Umtuk memperkuat hasil kajian ini dilakukan juga penelusuran terhadap literature review. Berdasarkan hasil penelusuran literature review, ada beberapa hasil riset yang relevan dengan kajian, selain relevan, hasil riset terdahulu juga mempunyai distingnya masing-masing dengan kajian yang dilakukan ini. Pemetaan terhadap relevansi dan distingsi dari riset dahulu ini, berguna untuk mengetahui posisi kajian yang dilakukan ini dengan kajian riset, dan penelitian terdahulu yang sejenis. Diantara beberapa hasil riset dahulu yang menjadi literature review kajian ini adalah:
Pertama, Nurajmi Lailah, meneliti tentang “Hubungan Pembiasaan Tadarus AlQur’an Dengan Kemampuan Membaca
17
Al-Qur’an Siswa Kelas X IPA1 Di SMAN 90 Jakarta Tahun Pelajaran 2017/2018” kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah variabel x dan y yaitu pembiasaan tadarus Al-Qur’an dan kemampuan membaca Al-Qur’an memiliki hubungan, hubungan tersebut masuk ke dalam kategori sedang, artinya hubungan antara pembiasaan tadarus Al-Qur’an dengan kemampuan membaca Al-Qur’an sedang atau cukup berhubungan. Dengan signifikasi 0.003 yang mana 0.003 ini ˂ 0.05. nilai korelasi yang didapat berkategori sedang, yaitu 0.518 yang artinya korelasi antara pembiasaan tadarus Al-Qur’an dengan kemampuan membaca Al-Qur’an sebesar 0.518, hal ini berarti terjadi hubungan yang sedang yang mana rentang nilai 0.41sampai dengan 0.60.2
Kedua, Nur Maria Ulfa Isnaini, meneliti tentang
“Pembinaan Akhlak Siswa Usia Remaja Melalui Metode Pembiasaan Di SMA Negeri I Rowokele Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2014/2015” penelitian ini menunjukkan bahwa pembinaan akhlak siswa dilakukan dalam bentuk aksi pembiasaan dengan menyusun berbagai kegiatan keagamaan
2Nurajmi Lailah, “Hubungan Pembiasaan Tadarus AlQur’an Dengan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa Kelas X IPA1 Di SMAN 90 Jakarta Tahun Pelajaran 2017/2018”
18
seperti, pembiasaan shalat dzuhur, shalat jumat dan shalat berjama’ah, tadarus Al-Qur’an, kegiatan peringatan hari besar Islam, pembiasaan menutup aurat serta serangkaian kegiatan ekstrakurikuler dan kegitan pendukung lainnya. Metode pendukung dalam pembinaan akhlak adalah metode keteladanan, nasehat dan pringatan.3
METODE PENGABDIAN
Informasi yang berkaitan dengan artikel ini merupakan langkah peneliti untuk menelusuri berbagai pihak untuk mendapatkan informasi tentang pendampingan program dzuhur mengaji pada anak-anak di Desa Takkalalla Timur Kecamatan Patampanua.
Metode pengabdian yang dilakukan oleh penulis yaitu melalui pendekatan kualitatif dengan metode observasi, dimana penulis mengarah pada konteks pemahaman dan observasi di lapangan serta potensi pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya program dzuhur mengaji kepada anak-anak sehingga orang tua dapat memberikan semangat kepada anaknya untuk terus belajar.
3Nur Maria Ulfa Isnaini, “Pembinaan Akhlak Siswa Usia Remaja Melalui Metode Pembiasaan Di SMA Negeri I Rowokele Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2014/2015”
19
Penelitian ini juga secara umum dikumpulkan dari analisis lingkungan disekitar terkait tentang pentingnya program dzuhur mengaji. Metode pengumpulan data yang terdapat pada artikel ini siperoleh dari jurnal dan internet yang dipublikasikan dan tentunya jurnal yang didapat memiliki hubungan dengan pendampingan program dzuhur mengaji pada anak-anak di Desa Takkalalla T imur Kecamatan Patampanua.
PEMBAHASAN
Program Dzuhur mengaji pada Anak-anak
Al-quran adalah kitab suci umat islam yang diturunkan oleh Allah swt kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW melalui malaikat jibril, untuk diteruskan penyampaiannya kepda seluruh umat manusia di muka bumi ini sampai akhir zaman nanti. Alquran adalah kitab suci terakhir bagi umat manusia dan sesudahnya tidak aka nada lagi kitab suci yang diturunkan oleh Allah Swt. Alquran adalah sumber hukum pertama dan utama.4
Alquran adalah kalam Allah yang diwahyukan kepada nabi Muhammad saw melalui perantara malaikat jibril a.s selama kurang lebih dua puluh tiga tahun. Kitab suci ini
4Muhhamad Daud Ali, “Hukum Islam, Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia”. Jakarta: Raja Grafindo, 2015, H.78
20
memiliki kekuatan luar biasa yang berada diluar kemampuan seluruh makhluk Allah swt.
Jadi yang dimaksud dengan membaca alquran adalah melihat tulisan kitab suci alquran dan melisankannya. Dalam ajaran islam membaca yang terpenting adalah membaca sesuatu yang bermanfaat baik dunia maupun akhirat dan membaca sangat dianjurkan diperintahkan oleh Allah adalah membaca alquran. Sebagai manusia yang beragama selalu berupaya untuk senangtiasa membaca ayat-ayat atau tanda-tanda kebesaran Allah dimuka bumi ini. Bahkan ayat alquran yang pertama kali diturunkan adalah perintah untuk membaca.
Kegiatan program dzuhur mengaji ini dilakukan oleh anak-anak yang masih belajar iqro dan juz amma yang di bimbing langsung oleh mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) yang berkolasi di masjid Muhajirin desa Takkalalla timur Kabupaten Pinrang. Yang dimana kegiatan program dzuhur mengaji ini dilaksanakan selama 1 bulan.
Selama 1 bulan ini mahasiswa mengadakan study camp yang dimana study ini mengajarkan anak-anak untuk belajar bahasa arab, bahasa inggris, mengaji, dan games. Diadakannya study camp ini agar anak-anak dapat meningkatkan membaca alquran karena membaca sesuatu yang bermanfaat baik dunia maupun
21
akhirat dan membaca sangat dianjurkan diperintahkan oleh Allah adalah membaca alquran.
Peningkatan membaca Alquran dapat dilihat berdasarkan pada tingkat kecepatan membaca Alquran:5
a) At-Tahqiq, yaitu bacaan Alquran yang sangat lambat dan bertajwid, yang lazim digunakan untuk mengajarkan Alquran dengan sempurna.
b) At-Tartil, yaitu bacaan lambat dan bertajwid yang sesuai dengan standar, yakni pertengahan antara tahqiq dan at- tadwir. Bacaan ini adalah bacaan yang paling bagus karena sesuai dengan bacaan Alquran yang diturunkan.
c) At-Tadwir, yaitu bacaan yang tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat, yakni pertengahan antara Al-Hadar dan At-Tartil namun masih bertajwid.
d) Al-Hadar, yaitu bacaan yang dilakukan dengan tingkatan paling cepat namun tetap memperhatiakan tajwidnya.6 Anak merupakan makhluk yang mulia, yang keberadaannya adalah kewenangan dari kehendak Allah SWT.
Dengan melalui proses penciptaan. Oleh karena itu, anak
5 Aiman Rusydi Suwaid,” Al-Quranul Karim dan Ilmu Tajwid”.
Sukoharjo: Zamzam, 2017. hlm 22
6Abdul Aziz Abdur Rauf, “Pedoman Dauroh Al-Qur’an”. Jakarta:
Markas AlQur’an2014, hlm. 21-22
22
mempunyai yang mulia dalam pandangan agama Islam, maka anak harus diperlakukan secara manusiawi seperti diberi nafkah baik lahir maupun batin, sehingga kelak anak tersebut tumbuh menjadi anak yang berakhlak mulia.
Yang penulis maksud dalam penelitian ini adalah anak yang berusia dari 6-12 tahun yang membutuhkan bimbingan pendidikan terutama dalam keluarga yaitu kedua orang tua dalam melaksanakan ibadah baik ibadah shalat ngaji maupun yang lainnya, yang kedua guru ngaji dan bahkan masyarakat.
Anak adalah amanah Allah SWT yang harus di jaga dan di didik untuk mencapai keutamaan dalam hidup dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semua bayi yang di lahirkan ke dunia ini, bagaikan sebuah mutiara yang belum di ukir yang belum terbentuk tapi amat bernilai tinggi. Anak merupakan amanat Allah yang harus dididik, dibimbing dan di jaga pendidikan, pengalaman dan pembiasaan-pembiasaan yang dilalui pada masa kecilnya akan menjadi kebiasaanya setelah menginjak dewasa nantinya.
Pengabdian
Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) posko 2 desa Takkalalla timur kabupaten Pinrang yang berjumlah 8 orang melakukan pembagian program kerja salah
23
satunya study camp. Study camp mengkoordinir kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh mahasiswa. Selain aktif dalam kegiatan yasianan bersama setiap malam jumat yang dilaksanakan oleh masyarakat desa Takkalalla timur, program kerja utama yang dilaksanakan oleh mahasiswa KPM yaitu mengajar mengaji bagi anak-anak. Kegiatan ini diawali dengan melakukan koordinasi dengan tokoh agama untuk menggali informasi terkait potensi minat dan kendala yang ada sebelum kegiatan pengabdian. Observsi awal melalui wawancara dengan tokoh agama dan beberapa masyarakat menyatakan bahwa anak- anak kurang berminat mengaji di TPQ karena mereka harus mengantri lama pada satu guru ngaji sehingga timbul rasa bosan dan diakhiri menurunnya konsentrasi dan semangat belajar mengaji.
Pendidikan terhadap anak-anak sangat diperhatikan dalam Islam, karena Islam memandang bahwa setiap anak dilahirkan dengan membawa fitrah (potensi) yang di kembangkan melalui pendidikan. Pendidikan Agama mempunyai fungsi dan peran yang lebih besar daripada pendidikan umumnya. Hal ini menjadi point penting mendasari kegiatan pengabdian untuk memperhatikan aspek partisipasi anak untuk belajar mengaji. Antusias belajar mengaji terlihat
24
dari kehadiran anak-anak untuk hadir di lokasi tersebut yakni di masjid Muhajirin yang terletak di desa Takkalalla timur pada siang hari selepas sholat dzuhur. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga klasikal yaitu sebagai berikut:
1. Kegiatan pembukaan (Klasikal awal)
Anak-anak mempersiapkan Iqro dan perlengkapan mengaji. Kemudian pemberian materi : Doa-doa pembukaan dan materi tambahan
2. Kegiatan inti terdiri dari 2 tahap yaitu :
- klasikal kelompok : tes hafalan doa pendek harian dan belajar bahasa arab dan inggris
- klasikal perorangan : baca IQRA dan juz amma menulis Iqro biasanya lebih mudah untuk dipahami karena bacaannya cenderung sederhana. Namun, tetap diperlukan cara khusus agar kita dapat lancar membaca huruf-huruf Arab dalam Iqro. selama proses belajar iqro ini secara perlahan diperkenalkan tajwid. Dengan izin Allah, orang yang belajar iqro ini dapat membaca Al- Quran dengan benar, yaitu dengan tartil dan bertajwid.
3. Kegiatan penutup (Klasikal akhir)
Kegiatannya diarahkan pada upaya menciptakan suasana menyenangkan dan mempererat keakraban diantara
25
mereka. Kegiatan belajar sambil bermain dikemas oleh pemateri agar anak-anak tidak jenuh dengan suasana belajar yang monoton. Akhir pertemuan ditutup dengan doa dan harus dibiasakan agar anak-anak pulang secara tertib.
Mata pencaharian utama masyarakat desa takkalalla timur sebagai petani dan peternak ayam karena potensi lahan sawah irigasi lancar sehingga mampu bercocok tanam tiga kali sepanjang tahun. Kondisi kesibukan masyarakatnya adalah petani maka setiap harinya mereka jarang berinteraksi satu sama lain karena masing-masing menyelesaikan kesibukan mereka di sawah dan kebun, Sehingga dengan adanya tempat belajar mengaji di mesjin muhajirin yang dibimbing langsung oleh mahasiswa KPM setiap siang, menjadi suatu sarana untuk berkumpul dan berinteraksi antara satu sama lain, selain menjadi sarana untuk bertemu antara anak-anak yang lain satu dengan yang lainnya, juga merupakan suatu yang sanagat penting bagi anak-anak desa Takkalalla timur karena dengan adanya sarana belajar ini dapat meningkatkan pengetahuan kepada anak terutama dalam hal bacaan yang benar dan tepat pada Al-Qur’an melalui belajar Iqra dan Juz Amma.
26
Selain peningkatan pemahaman mengaji anak-anak, kegiatan pengabdian juga diharapkan sebagai pembelajaran yang meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, dan juga sebagai salah satu cara untuk menciptakan persaudaraan yang erat antara sesama anak-anak dan masyarakat di sekitar lokasi Posko 2 mahasiswa KPM Desa Takkalalla Timur Kabupaten Pinrang.
KESIMPULAN
Gerakan pendampingan dzuhur mengaji adalah sebuah program untuk membiasakan anak-anak untuk membaca Al- Quran, selain membaca Al-Quran mereka juga melaksanakan sholat dzuhur sebelum membaca Al-Quran. Setelah membaca Al-Quran pendampingan program mengaji ini untuk meningkatkan minat dan kemampuan anak-anak untuk membaca Al-Quran khususnya di Desa Takkalalla timur Kabupaten Pinrang.
DAFTAR PUSTAKA
Puji Muniarty, “Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat” Vol.2 No.2 Agustus 2021, H. 3
Nurajmi Lailah, “Hubungan Pembiasaan Tadarus AlQur’an Dengan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa Kelas X IPA1 Di SMAN 90 Jakarta Tahun Pelajaran 2017/2018”
27
Nur Maria Ulfa Isnaini, “Pembinaan Akhlak Siswa Usia Remaja Melalui Metode Pembiasaan Di SMA Negeri I Rowokele Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2014/2015”
Muhhamad Daud Ali, “Hukum Islam, Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia”. Jakarta: Raja Grafindo, 2015, H.78
Aiman Rusydi Suwaid,” Al-Quranul Karim dan Ilmu Tajwid”.
Sukoharjo: Zamzam, 2017. hlm 22
Abdul Aziz Abdur Rauf, “Pedoman Dauroh Al-Qur’an”.
Jakarta: Markas AlQur’an2014, hlm. 21-22
BIMBINGAN BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA SDN 283 MANISAWA
Annisa Ahmuddin 18.2300.003
Program Studi Perbankan Syariah Institut Agama Islam Negeri Parepare
[email protected] PENDAHULUAN
Latar Belakang
28
Belajar merupakan suatu kewajiban bagi seorang siswa.
Bimbingan belajar lebih menekankan dalam membina siswa dalam perkembangan pribadi, sosial, psikologi yang didasarkan pada kenyataan yang dihadapi siswa sehingga memerlukan bantuan tenaga profesional yaitu guru pembimbing. Bimbingan belajar dapat dikatakan sebagai tambahan belajar, dimana siswa mendapatkan intensitas belajar yang lebih. Sebab tidak hanya disekolah saja siswa mendapatkan pembelajaran namun ditempat bimbingan belajar siswa juga mendapatkan pembelajaran.
Menurut Undang-undang sistem pendidikan Nasional tahun 1989, pendidikan dilaksanakan dalam bentuk bimbingan, pengajaran dan latihan. Bimbingan atau membimbing memiliki dua makna yaitu bimbingan secara umum yang mempunyai arti sama dengan mendidik atau menanamkan nilai-nilai, membina moral, mengarahkan siswa supaya menjadi orang baik.
Sedangkan makna bimbingan secara khusus yaitu sebagai suatu upaya atau program membantu mengoptimalkan perkembangan siswa. Bimbingan ini diberikan melalui bantuan pemcahan
29
masalah yang dihadapi, sertadorongan bagi pengembangan potensi-potensi yang dimiliki siswa.7
Bimbingan adalah proses bantuan terhadap individu mendapat pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukn penyesuaian diri secara maksimum kepada sekolah, keluarga serta masyarakat. Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan.
Bagaimana cara belajar yang baik makna diatas, Surya (1988) menyatakan bahwa bimbingan belajar merupkan jenis bimbingan belajar yang membantu para siswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan.
Berdasarkan pengertian yang dikemukakan diatas, Surya (1988) bimbingan belajar bisa bermakna suatu bantuan dari pembimbing kepada terbimbing dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan (dalam arti luas) dan masalah belajar (dalam arti sempit).
Menurut Bimo Walgito minat adalah suatu keadaan seseorang mempunyai perhatian terhadap sesuatu dan disertai
7 Sukmadinata, Nana Syaodih. 2005. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
30
keinginan untuk mengetahui dan mempelajari maupun membuktikan lebih lanjut.8 Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh.9 Minat pada dasarnya merupakan penerimaan akan sesuatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu hal diluar dirinya. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut semakin besar minatnya.
TELAAH LITERATUR
Penelusuran dan pengumpulan data dalam kajian ini dilakukan dengan cara metode observasi. Metode yang digunakan ialah pendekatan langsung melalui metode observasi dengan cara mengamati secara langsung aktivitas pembelajaran dalam bimbingan belajar. Untuk memperkuat hasil kajian ini, dilakukan juga penulusuran terhadap uraian tentang teori yang sama-sama membahas tentang teori kajian yang dilakukan ini.
Pemetaan terhadap relevansi dan distingsi dari hasil riset dahulu ini, berguna untuk mengetahui posisi kajian yang dilakukan ini dengan kajian riset, dan penelitian terdahulu yang sejenis.
8 Bimo Walgito, Pengantar Psikologi Umum, (Yogyakarta: Andi, 1981), h.
38.
9 Sumadi Suryabrata, Psikologi Kepribadian, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002), h. 68.
31
Diantara beberapa hasil riset dahulu yang menjadi telaah literatur kajian ini yaitu :
Pertama, Octavian Bayu, Diah Muthoharoh, Stephen Sola Fidhe, Shavira Rahmadani, Zainuna Ramadhani dengan judul Kegiatan Bimbingan Belajar untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa dalam Menghadapi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bimbingan belajar untuk siswa yang sasarannya adalah untuk membantu kesulitan belajar siswa selama pandemi COVID-19. Walaupun terdapat beberapa permasalahan yang ditemui namun tetap mencari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode program kerja bimbingan belajar yang dilakukan yaitu perencanaan kegiatan bimbingan belajar, pelaksanaan kegiatan bimbingan belajar, dan evaluasi hasil pelaksanaan bimbingan belajar. Pelaksanaanya terdiri atas 2 metode yaitu pertama dilakukan secara offline (tatap muka) dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan pembatasan jumlah anak bimbingan belajar, yang kedua yaitu secara online (daring) dengan menggunakan aplikasi WA sebagai media bimbingan belajar.10 Kedua, Muhammad Alam
10 Octavian Bayu, Diah Muthoharoh, Stephen Sola Fidhe, Shavira Rahmadani, Zainuna Ramadhani, “Kegiatan Bimbingan Belajar untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa dalam Menghadapi COVID-19”
32
Amrillah, Irfannuddin, Faisal Akbar Aziz, Adam Badaruddin dengan judul Bimbingan Belajar dari Rumah dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Sekolah di Desa Pacar Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bimbingan belajar dari rumah untuk anak Sekolah Dasar supaya anak-anak tetap semangat belajar walaupun di dalam rumah, meningkatkan pemahaman, kreativitas dan pengetahuan anak-anak, serta meningkatkan minat belajar dan memotivasi anak-anak agar semangat dalam belajar dan meraih prestasi. Karena pendidikan merupakan faktor penting dalam mensejahterakan bangsa, maka dari itu dalam keadaan apapun pendidikan harus diberikan kepada generasi bangsa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan langsung dengan metode observasi.
Adapun jenis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah data kualitatif ataau dalam bentuk deskripsi.11 Ketiga, Tim KKN Kelompok 1 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo dengan judul Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SDN Tanjunganom Banyuurip Melalui Bimbingan Belajar Berbasis
11 Muhammad Alam Amrillah, Irfannuddin, Faisal Akbar Aziz, Adam Badaruddin “Bimbingan Belajar dari Rumah dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Sekolah di Desa Pacar Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan”
33
Partisipatif. Penelitian ini bertujuan agar siswa bisa menjadi lebih aktif, kreatif, inovatif serta mampu mengemukakan gagasannya. Agar siswa juga bisa menjadi lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran karena diberikan kebebasan dalam memilih materi dan yang terakhir yaitu agar siswa mampu mengalami peningkatan prestasi dalam hal akademik di sekolah.
Metode kegiatan yang dilakukan yakni memberikan pemahaman tentang bimbingan belajar partisipatif, melakukan bimbingan belajar dan melakukan monitoring dan evaluasi.12
METODE PENGABDIAN
Informasi yang berkaitan dengan artikel ini merupakan langkah penulis ke berbagai pihak untuk mendapatkan informasi terkait bimbingan belajar untuk meningkatkan minat belajar kepada siswa.
Metode pengabdian yang dilakukan oleh penulis yaitu pendekatan langsung dengan metode observasi. Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif atau dalam bentuk deskripsi.
12 Tim KKN Kelompok 1 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo “Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SDN
Tanjunganom Banyuurip Melalui Bimbingan Belajar Berbasis Partisipatif”
34
Penelitian ini secara umum juga dikumpulkan dari analisa lingkungan sekitar terkait bagaimana pentingnya sikap moderasi agama bagi masyarakat. Dari berbagai macam hasil analisa penelitian inilah yang disatukan dalam pembahsan atau hasil penelitian pada artikel ini.
Pengumpulan data juga dilakukan dengan metode wawancara dengan beberapa murid. Pengumpulan data ini juga diperoleh dari internet yang berupa hasil atau data-data yang sudah dipublikasikan dan tentunya berkaitan dengan bimbingan belajar untuk meningkatkan minat belajar kepada siswa.
PEMBAHASAN
Bimbingan belajar di dusun Pappareang dilakukan 2-3 kali dalam seminggu. Bimbingan belajar ini diikuti oleh siswa- siswi SDN 283 Manisawa. Materi yang diajarkan saat melakukan bimbingan belajar yaitu terdiri dari Matematika, Bahasa Indonesia, IPA dan IPS. Bimbingan belajar dilaksanakan dari jam 8-10 pagi. Yang menjadi pembimbing atau tutor pada saat bimbingan belajar dilakukan ialah mahasiswa KPM itu sendiri. Pada saat bimbingan belajar dimulai siswa siswi SDN 283 Manisawa sangat antusias dan semangat dalam belajar. Dan ketika bimbingan telah usai maka siswa siswi diberi motivasi agar selalu bersemangat dalam melakukan pembelajaran.
35
Partisipasi siswa siswi di SDN 283 Manisawa dalam melakukan pembelajaran ialah siswa ikut berpartisipasi dalam memilih materi yang akan diajarkan setelah itu mereka juga ikut melakukan penialaian atau mengoreksi terhadap apa yang ia kerjakan. Adapun prestasi yang mereka raih setelah melakukan bimbingan belajar yaitu siswa lebih fokus dan mudah memahami pembelajaran yang diberikan, siswa juga lebih aktif dalam melakukan pembelajaran. Nilai-nilai siswa pun bisa dikatakan meningkat selama melakukan bimbingan pembelajaran.
Belajar merupakan bagian yang sangat penting bagi siswa, hal ini dikarenakan agar siswa di tuntun agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan serta usaha agar mendapatkan nilai yang tinggi. Sedangkan bimbingan belajar merupakan bagian yang sangat penting bagi siswa pada saat siswa dituntut untuk mengikuti lomba maupun kompetisi. Oleh sebab itu, siswa diharapkan bisa mengikuti bimbingan belajar ini sebagai alat untuk menghadapi tantangan dimasa yang akan datang.
Bimbingan belajar sangat membantu antara siswa dan guru. Bagi siswa, bimbingan belajar meruapakn alat yang sangat
36
membantu dalam melakukan pembelajaran akademik.
Sedangkan bagi guru yaitu membuat guru lebih mudah menjelaskan materi karena materi tersebut sudah dipelajari saat bimbingan pembelajaran sebelumnya.
Menurut Handoko Alex (2012) tujuan bimbingan belajar yaitu sebagai berikut :
1. Merencanakan cara-cara belajar yang efesien dan efektif bagi seorang anak atau kelompok.
2. Menunjukkan cara-cara mempelajari sesuai dan menggunakan buku pelajaran.
3. Memberikan informasi (saran dan petunjuk).
4. Membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ulangan dan ujian.
5. Memilih suatu bidang studi sesuai dengan bakat, minat, kecerdasan, cita-cita dan kondisi fisik atau kesehatan.
6. Menunjukkan cara-cara menghadapi kesulitan dalam bidang studi tertentu.
7. Menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajarnya.
37
8. Memilih pembelajaran tambahan baik yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah maupun untuk pengembangan bakat dan karir masa depan.13
KESIMPULAN
Program kerja KPM 1 Mattirosompe salah satunya ialah mengajar atau memberikan bimbingan belajar untuk siswa yang bertujuan untuk membantu siswa agar selalu semangat dalam melakukan atau mengikuti pembelajaran, agar siswa juga bisa menjadi lebih aktif, kretaif dan inovatif dalam melakukan suatu hal terutama dalam belajar. Dan yang terpenting yaitu agar siswa dapat mengalami peningkatan prestasi di bagian akademik di sekolah.
DAFTAR PUSTAKA
Alex, Handoko. 2012. Bimbingan Belajar terhadap Prestasi.
Diunduh dari
http://bimbinganbelajarterhadapprestasi.blogspot.com tanggal 6 Desember 2013.
13 Alex, Handoko. 2012. Bimbingan Belajar terhadap Prestasi. Diunduh dari http://bimbinganbelajarterhadapprestasi.blogspot.com tanggal 6 Desember 2013.
38
Bimo Walgito, Pengantar Psikologi Umum, (Yogyakarta: Andi, 1981), h. 38.
Muhammad Alam Amrillah, Irfannuddin, Faisal Akbar Aziz, Adam Badaruddin “Bimbingan Belajar dari Rumah dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Sekolah di Desa Pacar Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan”
Octavian Bayu, Diah Muthoharoh, Stephen Sola Fidhe, Shavira Rahmadani, Zainuna Ramadhani, “Kegiatan Bimbingan Belajar untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa dalam Menghadapi COVID-19”
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2005. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sumadi Suryabrata, Psikologi Kepribadian, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002), h. 68.
Tim KKN Kelompok 1 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo “Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SDN Tanjunganom Banyuurip Melalui Bimbingan Belajar Berbasis Partisipatif”
39
IMPLIKASI SALAT SUBUH DALAM
MENINGKATKAN KUALITAS ANAK REMAJA DI DESA RIJANG PANUA
DZUL ASRI RIZKAINI 18.1100.088
Pendidikan Agama Islam FakultasTarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare.
[email protected] PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Di usia remaja merupakan suatu masa peralihan yang telah dilalui tahap transisi dari usia anak-anak hingga dewasa.
Oleh karena itu usia remaja disebut sebagai usia yang rentan dalam seseorang insan manusia. Pagi hari merupakan suatu awal bermulannya aktivitas, hal ini dikarenakan dengan adanya salat subuh bagi umat Islam. Salat subuh merupakan aktivitas pertama yang akan dilakukan oleh umat muslim setelah ia bangun tidur. Akan tetapi, remaja sering kali lalai dalam melaksanakan suatu kewajibannya yaitu melaksanakan salat subuh. Maka akibat akan adanya hal ini dikarenakan orang- orang masih terlena dengan tidurnya.
40
Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh penulis terhadap 15 anak remaja, menunjukkan hanya 7 anak remaja sering lalai dalam melaksanakan salat subuh. Dari hasil penelitian tersebut, dapat kita ketahui bahwa penyebab utamanya adalah kesulitan bangun tidur. Hal ini dikarenakan tidur sampai larut malam dan juga adanya sikap malas yang terdapat dalam diri remaja. Kerena adanya masalah ini, orang yang kesulitan untuk bangun subuh ia melaksanakannya salat dengan tergesa-gesa karena ingin cepat-cepat selesai dan melanjutkan tidurnya. Sehingga orang tersebut tidak khusyuk dalam melaksanakan salat. Akan tetapi ada juga yang tidak sempat bangun untuk melaksanakannya salat subuh karena keterlambatannya bangun.
Seseorang yang sering bangun terlambat akan mempengaruhi kondisi psikologis remaja. Anak remaja yang bangunnya kesiangan akan memulai aktivitasnya dengan sangat tergesa-gesa. Seseorang yang melaksanakan salat subuh tergesa- gesa akan mempengaruhi kualitas salat subuh atau dengan kata lain tidak khusyu. Sedangkan yang kita ketahui bahwa salat subuh merupakan suatu aktivitas pertama yang dilakukan oleh umat muslim. Jadi, sangat disayangkan jika seseorang bangun terlambat atau tidak tepat waktu dalam menjalankan salat subuh
41
karena disisi lain akan terganggu dengan aktivitas yang lainnya serta salat subuh yang dilakukan itu tidak berkualitas.
Salat adalah suatu bagian dari ibadah madhdah dimana mempunyai tujuan pokok. Dimana tujuan pokok inilah akan menghadap dzat tunggal yang disembah. Maka salat asal disyaratkannya ialah tunduk kepada Allah SWT dengan hati yang ikhlas menghadap kepadanya. Meletakkan diri sebagai hamba yang rendah dan kecil di hadapannya dengan meningkatkan jiwa agar tetap ingat kepada Allah SWT.
Kemudian salat merupakan suatu bentuk pengabdian manusia terhadap Tuhannya yang harus dilaksanakan oleh seluruh umat Islam. Sebagai orang Islam yang taat, maka orang islam wajib melaksanakan salat dengan hati yang tulus, ikhlas, gembira, senag, tidak terpaksa serta bukan karena malu pada sesama. 14
Hukum wajibnya salat bagi seorang muslim diartikan ulama Syafi’iyah, Makiyah, Hanifiyah dan Hambaliyah. Mereka sepakat dengan menetapkan bahwa, yang dikatakan wajib ialah suatu yang diberikan pahala bagi orang-orang yang
14Wahidah Ruslan, “Pernanan Guru Fikih Dalam Membina Kedisiplinan Salat Berjamaah Santri Pada Masa New Normal Di PP DDI As-Salman Allakuang Kabupaten Sidrap” (IAIN Parepare, 2020).
42
melaksanakannya dan diberi dosa bagi yang tidak mengerjakannya atau meninggalkannya.
Menurut Ummi Ayani Mendifinisikan bahwa jika kualitas salat kita sedang berada di keadaan baik maka kita akan lebih mudah mengontrol emosi. Tanpa kita sadari bahwa Ketika kita berbuat baik maka kita akan lebih optimis menjalani kehidupan. Namun Ketika kita berada dikualitas salat kita merosot ke bawah maka akan terjadi sebaliknya, hidup kita akan sengsara dan timbulnya rasa gelisah. 15
TELAAH LITERATUR
1. Penelitian yang dilakukan oleh Siska Hady, Fuandi dan Ilham. Mereka meneliti tentang Kualitas Hidup Jamaah Shalat Subuh di Kota Banda Aceh peneliti ini mengatakan bahwa Salah satu aspek dari dimensi psikologis yaitu spiritual. Jika semakinbaikkondisi spiritual seseorang yang dimiliki, maka semakin baik pula kesejahteraan psikologisnya. Kualitas hidup sangat dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, Pendidikan terakhir, status pernikahan, pekerjaan, penghasilan, hubungandengan orang lain serta
15Ummi Ayanih, Dahsyatnya Shalat Dan Doa Ibu (Jakarta: Raih Asa Sukses, 2010).
43
standar rujukan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mengenai kualitas hidup jamaah salat subuh.
2. Penelitian yang dilakukan oleh A. Ahmad Ridha dalam jurnal Nalar. Meneliti mengenai salat subuh yang dilaksanakan tepat waktu ternyata sangat berpengaruh positif terhadap kehidupan anak remaja, yang mengatakan bahwa setelah salat subuh tepat waktu dirinya ingin menjadi lebih peduli terhadap keluarga. Dengan demikian salat subuh akan merubah pikiran menjadi lebih tenang, lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT serta dapat lebih mudah dalam beraktivitas pada kehidupan sehari-hari.
METODE PENGABDIAN
Penelitian ini yang dilakukan oleh penulis dengan menggunakan metode pengabdian ABCD (Asset Based Community Development). Dimana pendekatan ABCD ini memiliki 4 tahapan yang harus kita ketahui diantaranya:
1. Tahap Inkulturasi: Pada tahapan ini aktifitas yang dilakukan selalu terkait dengan proses komunikasi.
Dimana cara terbaik melakukan alkulturasi ialah bergabung menjadi bagian dari segala rutinitas yang melibatkan orang banyak pada komunitas mitra contohnya melaksanakan salat subuh berjamaah.
44
2. Tahap Discovery: Pada tahapan ini merupakan proses pencarian yang mendalam tentang hal-hal yang positif, hal-hal terbaik yang pernah dicapai, dan pengalaman- pengalaman keberhasilan di masa lalu. Pada proses ini dilakukan dengan wawancara appresiatif. Dimana kita mewawancarai anak remaja yang berada di desa Rijang Panua mengenai pelaksanaan salat subuh, apakah dia melaksanakan dengan baik atau melaksanakan dengan keadaan terpaksa atau tidak melaksanakannya sama sekali.
3. Tahap Design: Tahapan ini ditujukan oleh proses dan mobilisasi asset untuk bisa lebih membentuk cara menuju pencapaian visi atau gambaran masa depan nantinya. Dengan adanya hal itu, komunitas akan menyadari kekuatan positif yang mungkin belum mereka sadari keberadaanya di desa tersebut yakni memberikan arahan kepada anak remaja keutamaan pelaksanaan salat subuh.
4. Tahapan Define: Masyarakat sudah bisa menentukan bahwa program ini akan dilaksanakan oleh orang-orang yang sudah berkomitmen untuk melangkah Bersama dalam mewujudkan mimpi mereka yang dirumuskan
45
dalam table program kerja. Dimana anak remaja sudah mengerti apa keutamaan dan apa akibat dari pelaksanaan salat subuh.
PEMBAHASAN Tinjuan Pustaka
Penelitian yang dilakukan oleh penulis merupakan jenis penelitian deskriptif, dengan adanya hal ini penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Pada penelitian ini peneliti memaparkan atau menggambarkan keterlibatan langsung anak remaja dalam melaksanakan salat subuh untuk meningkatkan kualitas anak remaja di desa Rijang Panua.
Penelitian Siska Hady, Fuandi dan Ilham. Berjudul Kualitas Hidup Jamaah Shalat Subuh di Kota Banda Aceh, ia mengatakan bahwa salah satu aspek dari dimensi psikologis yaitu spiritual. Jika semakin baik kondisi spiritual seseorang yang dimiliki, maka semakin baik pula kesejahteraan psikologisnya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas hidup jamaah salat subuh karena dengan melaksanakan salat subuh, pikiran menjadi lebih tenang, lebih dekat pada Allah dan lebih mudah dalam menjalankan aktivitas.
Teori
46
Salat subuh merupakan awal Ketika terbit fajar shidiq dan akhir waktunya Ketika terbit fajar, maka dari itu dalam usaha mewujudkan generasi remaja yang penuh dengan kepatuhan terhadap syariat ajaran agama, untuk mencegah perilaku negatif salah satu diantaranya adalah ibadah salat. Allah SWT berfirman dalam surah Thaahaaayat 132 sebagaiberikut:
ى ٰوْقَّتلِل ُةَبِقاَعْلا َو َۗكُق ُز ْرَن ُنْحَن ۗاًق ْز ِر َكُلَٔـْسَن َلَ ۗاَهْيَلَع ْرِبَطْصا َو ِةوٰلَّصلاِب َكَلْهَا ْرُمْأ َو -
١٣٢ Artinya: Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.
Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa Allah SWT memerintahkan kepada umatnya untuk memerintahkan kepada keluargannya untuk melaksanakan salat terutama orang tua harus membiasakan sejak diri menyuruh anaknya untuk mengerjakan salat agar mereka terbiasa dan patuh dalam menjalankannya. Oleh karena itu orang tua dituntut untuk membimbing dan mengajarkan agama pada anaknya.
47
Khususnya remaja serta tidak meninggalkan mereka dalam keadaan lemah.16
Kualitas salat subuh adalah sesuatu yang dapat meningkatkan kekhusyuk dalam melaksanakan suatua ktivitas salat. Dengan hal ini, semakin tinggi kekhusyukan seseorang dalam melaksanakan salat maka salat seseorang itu akan semakin berkualitas. Kualitas salat subuh yang dilakukan dengan gerakan yang tenang dan bacaan yang benar dapat disertai dengan perasaan takut serta tunduk kepada Allah SWT.
Oleh karena itu aspek kualitas salat berdasarkan ayat Al-Qur’an yakni khusyuk dengan suara, khusyuk dengan Qalbu, khusyuk dengan menangis dan bersujud, khusyuk karena takut kepada Allah, khusyuk karena takut dan harap, khusyuk dalam pandangan, dan khusyuk dengan wajah. 17
Salat subuh dapat menyegarkan aurah wajah, orang yang terbiasa bangun di pagi hari, tentu badannya akan terasa bugar.
Meski udara dingin dan keadaan masih tenang. Setelah mendengar seruan azan, mengambil air wudhu lalu menunaikan salat subuh. Sebagimana yang telah dianjurkan Rasullullah
16Jalaluddin, Psikologi Agama (Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2012).
17A. Ahmad Ridha, “Implikasi Kualitas Shalat Subuh Dalam Kehidupan Remaja (Studi Fenomenologi Pada Remaja Tarbiyah),” Nalar 8 (2015).
48
SAW., sebelum menunaikan salat subuh diharapkan manusia salat qabliyah sebelum subuh atau salat fajar di dalam rumah, setelah itu baru ke masjid atau mushala untuk berjamaah.
Analisis
Melihat kondisi anak remaja saat ini, pelaksanaan salat subuh terdapat banyak anak-anak yang lalai dalam melaksanakan shalat subuh berjamaah di Masjid maupun dirumah masing-masing. Oleh karena itu, anak-anak perlu diberikan arahan mengenai pentingnya melaksanakan shalat subuh dan dampak dari meningggalkan shalat subuh.
Evaluasi
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, dapat dilihat bahwa kurangnya anak-anak dalam melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Bahkan tidak terdapat anak remaja yang ingin membentuk kelompok remaja masjid. Oleh karenaitu, anak-anak perlu diberikan bimbingan dan arahan untuk menumbuhkan kesadaran dalam melaksanakan ibadah dan mengikuti kegiatan remaja masjid.
KESIMPULAN
Melihat kondisi anak remaja pada saat ini, kebanyakan anak remaja sekarang lalai dalam melaksanakan salat subuh dikarenakan anak remaja sekarang sering tidur hingga larut
49
malam sehingga kesiangan dalam mengerjakan salat subuh atau bahkan tidak mengerjakannya sama sekali. Berdasarkan hasil penelitian penulis dan pembahasan yang telah di jelaskan, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa kualitas salat subuh sangat memberikan manfaat dan sangat berpengaruh positif terhadap kehidupan anak remaja saat ini. Kepribadian remaja dapat dibentuk dengan disiplin waktu bangun salat subuh. Dengan memperhatikan kualitas salat subuh maka secara alami dapat meningkatkan kemampuan dalam menghargai waktu yang ada (tepat), meningkatkan gaya hidup sehat, fokus mengerjakan sesuatudll.
Melalui kegiatan KPM ini, penulis ingin mengoptimalkan pelaksanaan salat subuh dengan tepat waktu dan dilaksanakan dengan sepenuh hati atau dengan kata lain tidak adanya paksaan dalam mengerjakannya. Adapun saran dari peneliti yaitu kepada anak remaja, disarankan untuk dapat memperbaiki kualitas salat subuh dan merasakan apa manfaatnya jika melaksanakan dan apa akibat dari meninggalkannya. Remaja umumnya merasa kesulitan dalam menjalankan salat subuh. Rasa keinginan serta keikhlasan sangat membantu seseorang dalam melaksanakan salat subuh dengan konsisten.
50 DAFTAR PUSTAKA
Ayanih Ummi, 2010, Dahsyatnya Shalat Dan Doa Ibu (Jakarta:
Raih Asa Sukses).
Jalaluddin, 2012, Psikologi Agama (Jakarta: Raja grafindo Persada).
Ridha Ahmad. A, 2015 “Implikasi Kualitas Shalat Subuh Dalam Kehidupan Remaja (Studi Fenomenologi Pada Remaja Tarbiyah),” Nalar8 .
Ruslan Wahidah, 2020, “Pernanan Guru Fikih Dalam Membina Kedisiplinan Salat Berjamaah Santri Pada Masa New Normal Di PP DDI As-Salman Allakuang Kabupaten Sidrap” (IAIN Parepare).
51
PENTINGNYA PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS UNTUK USIA DINI DI DESA BELAWAE KEC. PITU
RIASE SIDRAP Rezki Adelya Pendidikan Bahasa Inggris
Fakultas Tarbiyah PENDAHULUAN
Bahasa Inggris adalah bahasa yang wajib dikuasai di era digital dan terbuka saat ini karena bahasa inggris menjadi bahasa internasional nomor satu di dunia. Hampir di seluruh aktivitas kita berhubungan langsung dengan bahasa inggris, yang paling dekat misalnya, penggunaan gawai sehari-sehari: konten yang didapatkan atau yang melintas di gawai tidak terlepas ada yang berbahasa inggris.
Sumber-sumber pengetahuan yang begitu luas juga begitu banyak yang tersaji lewat berbahasa inggris yang mengharuskan begitu penting bahasa inggris.Alasan itu juga yang banyak kemudian yang baru sadar akan pentingnya bahasa inggris untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Persoalan tersebut akhirnya diupayakan diselesaikan dengan mulai belajar di usia yang sudah telat.
52
Sebagai bentuk kesadaran akan pentingnya keterampilan berbahasa inggris, pemerintah lalu menghadirkan mata pelajaran bahasa inggris di sekolah-sekolah sebagai upaya untuk membangun sumber daya manusia Indonesia ke depannya agar bisa bersaing.
Berdasarkan perintah undang-undang dasar, bahwa semua anakIndonesia mempunyai hak mendapatkan pendidikan yang lebih baik, tidak terkecuali anak-anak yang di desa.Mereka punya kesempatan untuk bisa bersaing tingkat dunia dengansalah satunya menguasai keterampilan berbahasa inggris yang baik.
Noam Chomsky dalam teorinya innatism mengatahkan bahwa pada dasarnya di dalam diri anak sudah memiliki kemampuan berbahasa yang biasa disebut Universal Grammar (UG).Untuk menjaga kemampuan itu perlu memantik dan mengulang terus-menerus agar tetap bisa mempertahankan kemampuan berbahasa itu. Teori behaviorism memberi pengertian bahwa proses belajar bahasa adalah proses imitasi dan habit formation yang diperoleh dari lingkungannya. Maka lingkungan salah satu hal yang sangatpenting untuk meningkatkan keterampilan bahasa inggris.
53
Dalam proses keaktifan belajar dan membangun sejak awal pengetahuan, usia dini 1–5 tahun target yang paling penting sebagai pondasi. Karena di umur itu anak-anak masih dalam proses mempelajari banyak hal di sekitarnya.
Di Desa Belawae, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Pinrang, salah satu desa di Indonesia mendapatkan pembelajaran bahasa inggris di sekolah-sekolah maupun di lingkungan rumah.
Meskipun bukan bahasa pertama, tetapi bahasa inggris ini nantinya yang akan membantu anak-anak usia dini di Desa Belawae mampu bersaing secara global.
Untuk memulai proses belajar bahasa inggris bisa dimulai di rumah hingga di sekolah yang ada di Desa Belawae.Apalagi sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Belawae sudah aktif proses belajar mengajarnya.
Perhatian khsusus terhadap SDM khususnya di usia dini sangat mendasar untuk Desa Belawae agar desa bisa maju bukan hanya secara infrastruktur juga SDM.
Untuk itu dibutuhkan peran bersama agar tujuan pendidikan bahasa inggris di Desa Belawae bisa dilaksanakan dengan baik dan berjalan lancer.Pemerintah desa dan masyarakat desa perlu bekerja sama menyusun satu program