PENDAHULUAN
Pokok Masalah
Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Menjelaskan kedudukan hakim Pengadilan Agama Kelas IA Yogyakarta mengenai kebijakan mutasi hakim dan pengaruhnya terhadap pembentukan keluarga sakinah hakim. Karya ilmiah ini diharapkan dapat memberikan pemikiran untuk mengembangkan pengetahuan hukum dan kebijakan keluarga Islam di lingkungan peradilan agama. Karya ilmiah ini diharapkan mempunyai manfaat tersendiri bagi para praktisi hukum, khususnya bagi para pengambil kebijakan di Badan Peradilan Agama, sehingga hakim menjadi pengambil keputusan yang perannya tidak hanya sebagai penegak hukum legal-formal saja, namun juga dapat menjadi moral. -budaya . contoh.
Telaah Pustaka
Pertama, karya Hudri dalam tesisnya yang berjudul “Membangun Citra Keluarga Sakinah di Media Massa: Aspek Komunikasi Interpersonal (Kerangka Analisis Konstruksi Citra Keluarga Sakinah di Harian Publik Solopos Edisi November-Desember 2006) "13. Pertama, karya Dyah Nur Hikmah Purwaning Tyas dalam tesisnya yang berjudul “Fenomena Laki-Laki Bekerja di Luar Kota Dalam Pembentukan Keluarga Sakinah dalam Tinjauan Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul)”. 13Hudri, “Membangun Citra Keluarga Sakinah di Media Massa: Aspek Komunikasi Antarpribadi (Analisis Kerangka Membangun Citra Keluarga Sakinah dalam Publikasi Umum Harian Solopos November-Desember 2006), skripsi tidak terbit, Fakultas Ilmu Budaya Daveh UIN Sunen Kalijaga (2007).
“Konsep Dasar Pembentukan Keluarga Sakinah Menurut Majelis Taklim Pondok Pesantren Ar-Ramli Giriloyo Wukirsari Imogiri Bantul.” Skripsi ini membahas tentang konsep keluarga sakinah menurut Majelis Ta’lim Ar-Ramli yang menerapkan isi Al-Quran secara kontekstual. 14Dyah Nur Hikmah Purwaning Tyas dalam tesisnya yang berjudul “Fenomena Laki-Laki Bekerja di Luar Kota Dalam Pembentukan Keluarga Sakinah Dalam Kajian Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Kedungpoh Kecamatan Nglipar Kabupaten Gunung Kidul)”, skripsi yang tidak diterbitkan, Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam, Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga (2009).
Jadi pada dasarnya konsep dasar keluarga sakinah Majelis Ta’lim Ar-Ramli konsisten dan tidak bertentangan dengan konsep keluarga sakinah menurut Islam. Keluarga Sakinah Menurut Aktivis Gender di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta”15 menggunakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan hukum normatif. 15Saidina Ali Hasibuan, “Keluarga Sakinah Menurut AKTIVIS Gender di UIN Sunan Klaijaga Yogyakarta”, Unpublished Skripsi , Fakultas Syari dan Hukum UIN Sunan Kalijaga (2013).
Tesis ini membahas tentang konsep keluarga sakinah dan relevansinya dengan Hukum Perkawinan di Indonesia. Kedua, karya Citra Kelana dalam tesisnya yang berjudul “Keluarga Sakinah dalam Pernikahan (Ujian Konsep KH. Abdullah Gymnastiar)”.17 Tesis ini berbentuk penelitian kepustakaan. Namun dibahas pula konsep keluarga sakinah jamaah tabligh dari segi hak dan kewajiban yang pengamalannya lebih berorientasi pada pengamalan tekstual Al-Quran dan Sunnah.
18Kiswatun Nidha, “Konsep Keluarga Sakinah Menurut Jama’ah Tabligh” Skripsi Tidak Diterbitkan, Fakultas Syariah, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2004).
Kerangka Teoritik
Tujuan tingkat sekunder bagi kehidupan manusia adalah sesuatu yang diperlukan bagi kehidupan manusia tetapi tidak mencapai tingkat ḍarūrῑ. Dalam kehidupan manusia, jika kebutuhan ini tidak terpenuhi maka tidak akan meniadakan atau menghancurkan kehidupan, namun keberadaannya diperlukan untuk mempermudah kehidupan. Mendirikan sekolah memang diperlukan, namun jika sekolah tidak didirikan bukan berarti upaya memperoleh ilmu tidak akan tercapai, karena pencarian ilmu juga bisa dilakukan di luar sekolah.
Hal-hal yang dilarang syariat dilakukan untuk menghindari secara tidak langsung melanggar salah satu unsur ḍarūrῑ. Melakukan khalwat (berduaan dengan lawan jenis di tempat yang sepi) bukanlah zina dan tidak akan merugikan keturunan anda. Apabila terjadi pertentangan antara syarat sifat ḍarūrῑ dengan syarat sifat hājîyah, maka yang diutamakan pada tingkat ḍarūrῑ.
Contohnya adalah seorang dokter laki-laki menghadapi pasien wanita yang nyawanya dalam bahaya dan memerlukan pembedahan untuk menyelamatkannya. Dalam hal ini, para ulama membenarkan bahwa dokter melihat aurat pasien pada saat operasi karena harus mengutamakan ḍarūrῑ daripada hājiyah.29. Jika terjadi pertentangan antara dua tuntutan yang sama-sama berada pada tingkat ḍarūrῑ namun berbeda satuan kepentingannya, maka tingkat yang lebih tinggilah yang diutamakan.
Dalam hal ini misalnya jika ada seseorang yang tenggorokannya tersumbat dan terancam nyawanya kecuali ia meminum suatu cairan tertentu dan ternyata yang tersedia hanyalah minuman haram, maka ia boleh meminum khamr haram itu meskipun ia sedang meminumnya. mabuk karena meminum minuman itu. 32. Menurut hukum Islam, darah orang beriman dijamin aman dan tidak boleh menjadi korban pembunuhan. Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan nyawa banyak orang, dan ini lebih dekat dengan tujuan hukum Syariah.”
Dalam hal ini penulis fokus pada hakim yang mutasi dan harus jauh dari keluarganya, yaitu suami atau istri harus jauh dari pasangan dan keluarganya karena pasangannya juga bekerja di lingkungan asalnya, dan dunia politik. transfer. tidak sedinamis dan semudah di pengadilan agama bagi hakim.
Metode Penelitian
Jarangnya pertemuan, komunikasi yang buruk dan tidak mengetahui keadaan sebenarnya dari keluarga suami atau istri atau pasangan terkadang menimbulkan kekhawatiran bagi pasangan. Jika benih-benih masalah ini terus dipupuk maka dapat menimbulkan perselisihan dan ketidakharmonisan dalam rumah tangga, sehingga jauh dari sakinah. Tujuan mutasi hakim adalah untuk memberikan manfaat kepada organisasi peradilan, dan sejauh mana hal tersebut juga bermanfaat bagi kehidupan rumah tangga hakim.
Sifat penelitian ini termasuk penelitian dengan analisis deskriptif, yaitu penelitian terhadap permasalahan baru, permasalahan baru dan topik penelitian yang belum banyak diketahui 35 Penelitian ini juga dapat dimasukkan sebagai penyelidikan terhadap suatu permasalahan yang belum jelas 36 Data yang ada yang telah dikumpulkan dijelaskan dan dipelajari secara sistematis, dipahami dan dianalisis. Setelah data terkumpul, penulis terlebih dahulu menguraikan bagaimana mencapai tujuan mutasi hakim dan meminta pandangan tentang kriteria keluarga hakim sakinah di Pengadilan Agama Kelas IA Yogyakarta dan dilanjutkan menganalisis hasil uraian tersebut. Penelitian dan pengumpulan data-data yang diperlukan dilakukan terhadap pokok permasalahan yang ada, sehingga dalam persiapan.
Tujuan utama penelitian diambil melalui wawancara dan kuesioner terhadap 9 dari 11 hakim Pengadilan Agama Yogyakarta yang mengalami mutasi hakim. Wawancara dilakukan secara bebas terpimpin, yaitu wawancara dengan menyiapkan beberapa pertanyaan terlebih dahulu yang dijadikan pedoman, namun tidak menutup kemungkinan terdapat variasi pertanyaan yang disesuaikan dengan situasi pada saat wawancara dilakukan. 37 Kuesioner juga dibagikan. Sumber data sekunder berupa telaah pustaka dan telaah dokumen, penelusuran naskah yaitu dengan mengambil buku, makalah dan artikel yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas 38 Selain itu juga didukung dengan peraturan perundang-undangan dan landasan hukum. yang mengatur tentang transfer. hakim 4.
Dalam menganalisis data tersebut, penulis menggunakan analisis kualitatif, yaitu suatu cara menarik kesimpulan dengan cara mengkaji atau menjelaskan data yang telah dikumpulkan dalam bentuk uraian kalimat sehingga pada akhirnya dapat menimbulkan suatu kesimpulan. Penyusun menggunakan metode deduktif yaitu menganalisis data yang bersifat umum kemudian menarik kesimpulan yang khusus. Sesuatu yang bersifat umum mengenai kebijakan mutasi, kemudian ditarik sesuatu yang khusus yaitu pandangan hakim pengadilan agama terhadap kebijakan mutasi dan dampaknya terhadap pembentukan keluarga sakinah berdasarkan keputusan rapat kelompok pemajuan mutasi (TPM) Mahkamah Agung dalam bidang teknis non-yudisial.
Sistematika pembahasan
Bab kedua membahas tentang pengertian dan dasar hukum mutasi hakim, pengertian dan dasar hukum keluarga sakinah, kriteria dan upaya pembentukan keluarga sakinah. Bab 3 memberikan gambaran umum tentang Pengadilan Agama Yogyakarta, pola perkembangan mutasi hakim dan pencapaian tujuan mutasi hakim, serta pandangan hakim Pengadilan Agama Yogyakarta mengenai mutasi hakim dan dampaknya terhadap pembentukan keluarga sakinah. Bab keempat menganalisis kebijakan mutasi hakim dan dampaknya terhadap pembentukan keluarga sakinah hakim Pengadilan Agama Kelas IA Yogyakarta.
Kebijakan mutasi hakim memberikan 2 dampak terhadap terbentuknya keluarga sakinah bagi hakim pengadilan agama kelas IA di Yogyakarta yaitu. Ali Hasibuan, Saidina, “Keluarga Sakinah Menurut Aktivis Gender UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta”, Fakultas Syrai’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga, 2013. Citra Kelana, “Keluarga Sakinah dalam Pernikahan (Ujian Konsep KH Abdullah Gymnastiar)” , tesis no. diterbitkan, Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga, 2007.
Dyah Nur Hikmah Purwaning Tyas dalam disertasinya yang berjudul “Fenomena Suami Bekerja di Luar Kota dalam Pembentukan Keluarga Sakinah dalam Tinjauan Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul)”, skripsi yang tidak diterbitkan, Fakultas Sari'ah dan Hukum UIN Sunan Klaijaga, 2009. Hudri, “Konstruksi Citra Keluarga Sakinah dalam Media Massa: Aspek Komunikasi Interpersonal (Analisis Framing Konstruksi Citra Keluarga Sakinah Edisi November-Desember 2006 ) Harian Umum Solopos”, skripsi tidak terbit, Fakultas Dakwah UIN Sunan Kaijaga, 2007. Konsep Keluarga Sakinah Menurut Jamaah Tabligh”, skripsi tidak terbit, Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2004.
Faridl, Miftah, “Merajut Benang Keluarga Sakinah” dalam Jurnal Al-Insan, Jakarta: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Al-Insan, No. Selain memperdalam ilmu keislaman secara umum, Kiai Munawwir lebih tertarik pada pelajaran ulumul qur'an (ilmu Al-Qur'an) seperti tajwid, tafsir, hifdzil qur'an (hafalan Al-Qur'an), dan qira'ah sab'ah ( ilmu membaca Al-Qur'an dan tata cara nya menurut Imam Tujuh). Kiai Munawwir mengkhususkan kajian qira'ah sab'ah menurut riwayat Imam Asyim, salah satu ulama terkenal di antara ketujuh Imam ahli qira'ah.
Sebelumnya, Kiai Munawir berguru selama beberapa tahun kepada Syekh 'Abd al-Karim bin 'Umar Badri' ad-Dimyathi, seorang ulama yang ahli qira'ah sab'ah menurut mazhab Imam Asyim. Dengan demikian, Kiai Munawir dikenal luas oleh para ulama lain di Indonesia saat itu, sebagai ulama paling cakap yang memberikan hikmah tentang ilmu tajwid dan qira'ah sab'ah. Khoiruddin Nasution lahir di Simangamban, Tapanuli Selatan (sekarang disebut Kabupaten Mandailing Natal), Kabupaten Sumatera Utara, sebelum melanjutkan pendidikan sarjana di Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, beliau bersekolah di Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Tapanuli Selatan di tahun Tahun beliau masuk IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun 1984 dan selesai pada tahun 1989, tahun beliau mengambil gelar Master di McGill University Montreal Kanada, dalam bidang Islamic Studies.