• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENGKAJI HADIS DI PESANTREN SALAF

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "MENGKAJI HADIS DI PESANTREN SALAF"

Copied!
349
0
0

Teks penuh

Karya ini berhasil memaparkan dinamika kajian hadis di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, salah satu pondok pesantren Salaf yang ada. Akhir kata, kajian-kajian dalam buku ini semoga dapat menjadi pembuka jalan bagi kajian hadis di pesantren, serta bermanfaat bagi penulis dan pembaca buku ini. Untuk itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik demi penyempurnaan karya ini di masa yang akan datang.

Pendahuluan

Sedangkan kitab-kitab hadis dan 'ulu>m al-h{adi>th yang dipelajari di Madrasah Diniyyah34 Futuhiyyah Pondok Pesantren Fathul 'Ulum adalah seperti pada tabel berikut. Lembaga Bahtsul Masa-il Pesantren Lirboyo (LBMP2L) tidak hanya menggunakan hadis untuk menjawab permasalahan, bahkan memperkuat (ta'ki>d) Al-Qur'an dengan hadis.

Batasan, Kedudukan dan Fungsi Hadis

Juz' (dengan bentuk jamak ajza>'), adalah kitab hadith yang mengumpulkan hadith-hadith dari riwayat seorang sahabat, seperti Juz' Ma>. Sunan, ialah kitab hadith yang mengumpulkan hadith-hadith tentang kebanyakan perkara agama dan disusun berdasarkan bab fiqh seperti kitab Al-Muwat}t}a', tetapi tidak termasuk marfu>', mawqu>f dan maqt}u> ' hadis , seperti kitab Sunan Abi> Da>wud oleh Abu>.

Kriteria Hadis yang Bisa Digunakan Sebagai Sumber Hukum Islam Hukum Islam

Antara karya beliau yang terkenal ialah Marifat anwa>' 'ulu>m al-H{adi>th. Jika hadis tersebut tidak memenuhi syarat kesahihan, ia menjadi hadis d}a'i>f dan jelas tidak boleh dijadikan dalil melainkan kebaikan amalan sunnah (fad}a>' il al- a'ma> l. ) sebagaimana pandangan jumhur ulama' 103 Manakala hadis.

Metode Periwayatan Hadis dan Model al-Ija > zat di Pesantren Salaf Pesantren Salaf

Al-Qira>'at, iaitu murid membentangkan kepada guru teks hadis baik dari ingatannya mahupun dari kitab, sebagai ucapan qara'tu 'ala> fula>n, yang menurut kebanyakan ulama berada di bawah al -sama>', . Al-Ijazat yang bermaksud keizinan guru kepada muridnya untuk meriwayatkan hadis seperti h}addathana> ija>zatan li> yang tidak dibenarkan menurut ulama mutaqaddimi>n seperti Imam Malik yang membencinya maka bentuk riwayat ini tidak termasuk kategori al-sima>' dan al-Qira>'at,.

Metode dan Pendekatan Memahami Hadis

Pendekatan dalam Memahami Hadis

Yang perlu dilakukan untuk memahami hadis dengan pendekatan linguistik adalah dengan memahami kata-kata sulit dalam hadis tersebut, langkah selanjutnya adalah menguraikan makna kalimat atau ungkapan dalam hadis tersebut dan kemudian membuat kesimpulan tentang makna hadis tersebut. . hadis. Dari segi kebahasaan diketahui bahwa dalam hadits ini terdapat unsur tashbi>h (perumpamaan) 119 yaitu tashbi>h bali>gh, karena tidak ada tashbi>h dan wajh shibhnya telah dihilangkan. , karena Nabi bermaksud membesar-besarkan dengan menganggap bahwa dunia (sebagai mushabbah) adalah penjara (mushabbah bih). Jika dipahami secara tekstual, hadis tersebut menjelaskan bahwa dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.

Pemahaman hadis dengan pendekatan sejarah adalah pendekatan pemahaman hadis dengan memperhatikan situasi atau peristiwa sejarah yang berhubungan dengan latar belakang munculnya hadis tersebut.121 Dengan kata lain pendekatan yang dilakukan adalah dengan menghubungkan gagasan-gagasan yang ada dalam hadis. dengan definisi sosial dan situasi sejarah budaya yang melingkupinya. Secara ringkas, pemahaman hadis dengan pendekatan sejarah meliputi waktu, tempat, latar belakang, pengarang, dan objek hadis. Pemahaman hadis dengan pendekatan sosio-historis adalah pendekatan pemahaman hadis dengan melihat sejarah sosial dan lingkungan sosial pada saat itu dan mengarah pada hadis yang diucapkan.128.

Namun jika kita memperhatikan faktor sosio-historis dan antropologis pada saat hadis tersebut diturunkan, belum tentu memberikan pemahaman terhadap larangan tersebut. 137. Pemahaman hadis dengan pendekatan psikologis merupakan pendekatan pemahaman hadis hadis. Nabi dengan memperhatikan kondisi psikologis Nabi dan masyarakat yang dihadapi Nabi ketika hadis tersebut diucapkan.139 Pendekatan ini harus diperhitungkan oleh Nabi.

Pendekatan Kaidah-Kaidah Kebahasaan

Namun menurut al-Sha>t}ibi>, lebih penting lagi pendekatan melalui pemahaman tujuan dan makna yang menjadi matlamat syariat dalam menjatuhkan syariat, yang dinamakan maqa>s}id. al -shari>'ah. Penggunaan pendekatan maqa>s}id al-shari>'ah untuk menetapkan undang-undang telah berterusan sejak sekian lama. Pandangan sebegini tidak dapat dipisahkan daripada latar belakang maqa>s}id al-shari>'ah. 155.

Kajian maqa>s}id al-shari>'ah menurut al-S{a>t}ibi> didasarkan pada pemikiran bahwa semua syariat yang diturunkan Allah selalu mengandung kemaslahatan bagi hamba-Nya untuk saat ini (di dunia) dan sekaligus di masa yang akan datang (di akhirat) 156 Tidak ada satupun hukum Tuhan yang demikian. Kajian maqa>s}id al-shari>'ah kemudian dikembangkan secara luas dan sistematis oleh Abu> Ish}a>q al-Sha>t}ibi>. Maqa>s}id al-shari>'ah yang pada hakikatnya mengandung manfaat, menurut al-Sha>t}ibi> dapat dilihat dari dua sudut.

Berkaitan dengan hal tersebut, al-Shawka>ni> juga menekankan pentingnya pengetahuan tentang maqa>s}id al-shari>'ah. Dengan demikian dengan memahami maqa>s}id al-shari>'ah maka ijtihad akan mampu dikembangkan, khususnya dalam menghadapi berbagai permasalahan baru yang tidak disinggung dalam teks}.

Bahts al-Masa’il dan Penetapan Hukum Islam di Pesantren Salaf

Kini yang menjadi permasalahan, apakah idealisme bahts al-masa'il seperti yang telah diuraikan di atas dapat diwujudkan oleh pesantren? Mengingat dua hal tersebut, kehadiran Bahts al-Masa'il setidaknya bisa menjadi obat kegelisahan masyarakat terhadap agama. Jika demikian, maka keberadaan bahts al-masa'il merupakan suatu keniscayaan yang harus dikembangkan ke arah yang lebih baik.

Dalam hunian Islam, bahts al-masa'il merupakan tradisi intelektual yang cukup bergengsi, karena hanya diikuti oleh santri tertentu setelah lulus pendidikan klasikal. Bahts al-masa'il merupakan kajian berbagai permasalahan agama melalui sebuah forum,179 yang sebagian besar menyelesaikan permasalahan hukum Islam (fiqh). Dalam bahts al-masa'il digunakan tiga metode, yaitu qawli>, ilh}a>qi> dan manhaji>.

180 Uraian tentang metode penyelesaian masalah baht al-masa'il dapat dibaca dalam Aziz Masyhuri, Masalah Keagamaan NU, (Surabaya: PP.RMI dan Dinamika Press. Kedua hal ini hendaknya dibangun dan diterapkan dalam aktivitas sehari-hari khususnya tradisi keilmuan, misalnya kegiatan bahts al-masa'il.

Pelaksanaan Bahts al-Masa’il pada Lembaga Bahts al- Masa’il Pesantren Salaf di Kediri Masa’il Pesantren Salaf di Kediri

  • Lembaga Bahtsul Masa’il Pondok Pesantren Lirboyo (LBMP2L) (LBMP2L)
  • Waktu dan Tempat Pelaksanaan Musyawarah serta Anggotanya
  • Sistem Pelaksanaan Musyawarah
  • Waktu dan Tempat Pelaksanaan serta Anggota Musyawarah
  • Forum Bahtsul Masa’il Pondok Pesantren (FBMPP) Se Eks Kawedanan Pare Eks Kawedanan Pare
  • Periode kepengurusan masa khidmah 1421-1422 : 91
  • Periode kepengurusan masa khidmah 1423-1425: 92
  • Periode kepengurusan masa khidmah 1426-1428: 93
  • Periode kepengurusan masa khidmah 1429-1430: 94
  • Periode kepengurusan masa khidmah 1431-1433: 95 a) Bahts al-masa’il, meliputi
  • Periode kepengurusan masa khidmah 1433-1435: 103 a) Bahts al-masa’il, meliputi
  • Sebelum Pelaksanaan Bahts al-Masa’il
  • Ketika Pelaksanaan Bahts al-Masa’il
  • Setelah Pelaksanaan Bahts al-Masa’il
  • Pesantren Fathul ‘Ulum Kwagean Salah Satu Tempat FBMPP FBMPP
  • Pesantren Darus Salam Sumbersari Salah Satu Tempat FBMPP FBMPP
  • Pesantren Mahir Arriyadl Ringinagung Salah Satu Tempat FBMPP Tempat FBMPP

Salah satu contoh hasil pembahasan tersebut adalah kitab “al-Nuju>m al-Za>hirah fi> Majmu>'at Thamrat al-Musha>warah al-Kubra>”. Beberapa keputusan BM yang diambil oleh Pondok Pesantren Lirboyo sebagian mengambil ta’bi>r dari kitab-kitab tafsir dan kitab syarh{al-h}adi>th seperti Tafsi>r al-Muni>r,. 2 Kitab hadits ah}ka>m dengan nama lengkap Bulu>gh al-Mara>m al-Ja>mi' Min Adillat al-Ah}ka>m karya al-H{a>fiz} Ibn H{ ajar al-'Asqala>ni> yang mengumpulkan hadis-hadis sah dan diperoleh dari kitab-kitab hadis utama.

Secara rinci penjelasan mengenai ciri-ciri kitab bulu>gh al-mara>m diuraikan oleh Muhammad Hamid al-Faqi>, ketua jama>'ah ans}a>r al-sunnah al-muh}ammadiyyah. Tsanawiyah dimulai dari awal kitab sampai kita>b al-fad}a>'il, dan Kelas III Tsanawiyah dimulai dari kita>b al-fad}a>'il sampai khatm. Kitab-kitab hadis terpenting tidak diajarkan karena hanya mengajarkan kitab bulu>gh al-mara>m pada tingkat ibtida'iyah dan tsanawiyah, kitab riya>d} al-s}a>lih}i>n pada tingkat tsanawiyah dan kitab al -ja>mi' al-s{aghi>r tingkat aliyah.

Sejak kelas 6 Madrasah Ibtida'iyah, baik putra maupun putri diajarkan kitab al-arba'i>n al-nawawi>. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran hadis di Pondok Pesantren Darussalam Sumbersari difokuskan pada penguasaan teks kitab hadis dan teks kitab 'ulu>m al-hadi>th. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dan pengkajian hadis di Pondok Pesantren Darussalam Sumbersari difokuskan pada penguasaan teks kitab hadis dan teks kitab 'ulu>m al-hadi>t.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengajaran hadis di Pondok Pesantren Mahir Arriyadl Ringinagung tetap terfokus pada penguasaan teks kitab hadis dan teks kitab 'ulu>m al-h}adi>th.

Dasar Argumen Penetapan Hukum Islam pada Kegiatan Bahts al-Masa’il Pesantren Salaf Kediri Bahts al-Masa’il Pesantren Salaf Kediri

  • LBMP2L
  • Putusan tentang hukum pinjaman modal bersyarat sebagaimana dalam buku “Pencerahan Kitab kuning
  • Legalitas transaksi dalam quest net, sebagaimana dalam buku “Manhaj Solusi Umat : Jawaban Problematika
  • Hukum adopsi anak (tabanni > : mengangkat anak), sebagaimana dalam buku “Santri Lirboyo Menjawab
  • Persoalan membongkar kuburan mayit yang telah dikuburkan tanpa proses yang islami, sebagaimana dalam
  • FBMPP

Kitab ini terdiri dari 6 bagian, tentang 'ubu>diyat 30 soal, mu'amalah 12 soal, muna>kah}at 13 soal, jina>jat 13 soal, sija>sat 16 soal dan masa>'il shatta> 16 soal. Buku ini berisi 4 bagian; tentang 'ubu>dijet 33 soal, mu'amalah 20 soal, munakahat 13 soal, jinayat 3 soal dan masa>'il shatta> 33 soal. Bahrudin Fuad (et.al), al-Nuju>m al-Za>hirah fi> Maymu>'at Thamret al-Musha>warah al-Kubra> (Kediri:. 1) Hukum Jual Beli Pil Ekstasi dan sejenisnya, seperti dalam kitab “Hida>jatul-Mubtadi'i>n fi> Masa>'il al-Di>n dalam kitab “Hida>jetul-Mubtadi'i>n fi> Masa>'il al-Di >n. >n Masalah Keagamaan, Solusi dan Penalarannya”91.

Ridlwan Qoyyum (redaksi), Hida>yat al-Mubtadi'i>n fi> Masa>'il al-Di>n Solusi Masalah Keagamaan dan Penalaran (Kediri: Lajnah Bahtsul Masa-il Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien, 1999), vi. Tahun Lirboyo meliputi persoalan 'ubu>diyat, mu'a>malat, pangan dan kewanitaan, jina>yat, siya>sat dan masa>'il shatta>. Hal ini berdasarkan kajian penulis terhadap hasil FBMPP bahts al-masa'il, seperti pada buku “Sanatir Pare: Kumpulan Jawaban Permasalahan Kontemporer”100 dan buku “Masa’il Fiqhiyyah Solusi: Majmu>’at Muqarrara>t Bah}th al-Masa > 'il li Nadwah Bah}th al-Masa>'il li al-Ma'a>hid al-Isla>miyyah bi Fa>re Mundhu Sanah yang di dalamnya semua permasalahan terjawab berdasarkan.

Buku ini mengandungi hasil baht al-masa'il sebelum tahun 2010, seperti dalam buku "Solusi Masa'il Fikhhiyyah: Majmu>'at Muqarrara>t Bahth al-Masa>'il li Nadwah Bahth al-Masa>'il li el -Ma'a>hid al-Isla>miyyah bi Fa>re Mundhu Sanah disunting oleh Muhammed Ayman al-Akiti, dsb., (Kediri: FBMPP Se Eks Kawedanan Pare, 2009).Jawapannya berdasarkan ta'bi> r daripada kitab al-Majhmu>' sherh} al-Muhadhdheb jilid 19: 374 kerana FBMPP terlebih dahulu membuat pengenalan yang kemudiannya menimbulkan persoalan baru.

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil identifikasi tersebut di atas, dapat dirumuskan tujuan program Sekolah Tinggi Ilmu Kitab Kuning STIKK adalah sebagai berikut: 1 Menyiapkan calon guru PAI yang

Kedua, formulasi ramah lingkungan dalam perspektif Alquran, hadis, dan kitab kuning pesantren adalah anjuran menjaga kebersihan, memanfaatkan lahan kosong menjadi produktif,

membentuk akhlak yang baik, dengan adanya kegiatan agama di. dalamnya inilah, seperti kajian kitab-kitab yang di karang oleh

tadz terhadap isi kitab Umm Barahin yang dia- jarkan di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyyah Situbondo, penelitian ini menemukan bahwa para ustadz menyatakan tidak

Menurut informasi yang diperoleh dari pimpinan umum pondok pesantren Musthafawiyah, pada masa Syekh Musthafa Husain, para guru atau ayah yang mengajarkan literatur kitab

pendidikan lain adalah bahwa pada pesantren diajarkan kitab-kitab klasik yang dikarang. para ulama terdahulu, mengenai berbagai macam ilmu pengetahuan agama Islam

“tujuan dilaksanakannya pengajian kitab kuning ini agar para santri pondok pesantren Miftahul Ulum ini mendapatkan pengetahuan agama islam langsung dari karya para

Dengan demikian, implementasi Manajemen Pembelajaran Kitab Kuning Pola 100 Jam menggunakan Metode Tamyiz di Pondok Pesantren Bayt Tamyiz dirancang untuk memberikan pemahaman yang