meningkatkan kem pendekatan inte sd inpres palla kabup
Bebas
147
0
0
Teks penuh
(2) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAAN DAN ILMU PENDIDIKAN LEMBAR PENGESAHAN. Nama. : KASMAWATI. Nim. : 10540 4910 10. Jurusan. : Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas. : Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Judul Skripsi. : Meningkatkan Kemampuan Menyimak melalui Pendekatan Integratif pada Murid kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. Telah diperiksa dan diteliti ulang, maka skripsi ini telah memenuhi persyaratan untuk diujikan di hadapan Tim penguji Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Makassar,. September 2014. Disetujui Oleh : Pembimbing I. Pembimbing II. Sulfasyah, MA., Ph.D. Andi Adam, S.Pd., M.Pd Mengetahui :. Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar. Ketua Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Dr. Andi Sukri Syamsuri, M. Hum NBM. 858 625. Sulfasyah, MA., Ph.D NBM. 970 635 ii.
(3) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR. FAKULTAS KEGURUAAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSETUJUAN PEMBIMBING Judul Skripsi. :. Meningkatkan Kemampuan Menyimak melalui Pendekatan Integratif pada Murid kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. Mahasiswa yang bersangkutan :. Nama Mahasiswa NIM Jurusan Fakultas. : Kasmawati : 10540 4910 10 : Pendidikan Guru Sekolah Dasar : Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Setelah diperiksa dan diteliti, maka skripsi ini telah memenuhi persyataran dan layak untuk diujikan. Makassar,. September 2014. Disetujui Oleh : Pembimbing I. Pembimbing II. Sulfasyah, MA., Ph.D. Andi Adam, S.Pd., M.Pd Diketahui :. Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar. Ketua Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Dr. Andi Sukri Syamsuri, M. Hum NBM. 858 625. Sulfasyah, MA., Ph.D NBM. 970 635 iii.
(4) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAAN DAN ILMU PENDIDIKAN SURAT PERNYATAAN. Nama. : KASMAWATI. Nim. : 10540 4910 10. Jurusan. : Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas. : Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Judul Skripsi. : Meningkatkan Kemampuan Menyimak melalui Pendekatan Integratif pada Murid kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya ajukan di depan tim penguji adalah asli hasil karya sendiri dan bukan hasil ciptaan atau dibuatkan oleh siapapun. Demikian pernyataan ini saya buat dan saya besedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.. Makassar,. September 2014. Yang Membuat Permohonan. Kasmawati. iv.
(5) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAAN DAN ILMU PENDIDIKAN SURAT PERJANJIAN. Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama. : Kasmawati. Nim. : 10540 4910 10. Jurusan. : Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas. : Keguruan dan Ilmu Pedidikan. Dengan ini menyatakan sebagai berikut : 1. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesai penyususnan skripsi ini, saya akan menyusun sendiri skripsi saya (tidak dibuatkan oleh siapapun). 2. Dalam penyusunan skripsi, saya akan selalu melakukan konsultasi dengan pembimbing yang telah ditetapkan oleh pimpinan fakultas. 3. Saya tidak akan melakukan penjiplakan (plagiat) dalam penyusunan skripsi. 4. Apabila saya melanggar perjanjian seperti pada butir 1, 2, dan 3 maka saya bersedia menerima sanksi sesuai aturan yang berlaku.. Demikian perjanjian ini saya buat dengan penuh kesadaran. Makassar,. September 2014. Yang Membuat Pernyataan. Kasmawati. v.
(6) PERSEMBAHAN. Kupersembahkan karya ini buat : Karya ini kupersembahkan sebagai tanda bukti dan cinta kasihku kepada Ibunda dan Ayahanda tercinta, Saudaraku, Sahabat-sahabatku yang dengan tulus dan ihklas selalu berdoa dan membantu baik material maupun moril demi keberhasilan penulis. vi.
(7) ABSTRAK Kasmawati. 2014. Meningkatkan Kemampuan Menyimak melalui Pendekatan Integratif pada Murid Kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Pembimbing I Sulfasyah dan pembimbing II Andi Adam. Masalah utama dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah peningkatan kemampuan keterampilan menyimak melalui pendekatan integratif murid kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan menyimak melalui pendekatan integratif murid kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action researsh) yang terdiri dari 2 sikulus dimana setiap siklus dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah murid kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto yang berjumlah 20 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siklus I yang tuntas secara individual dari 20 murid hanya 8 murid atau 40 % yang memenuhi criteria ketuntasan minimal (KKM) adalah 70 atau berada pada kategori sangat rendah. Secara klasikal belum terpenuhi karena nilai rata-rata diperoleh sebesar 67,1 %. Sedangkan pada siklus dimana dari 20 murid terdapat 18 orang atau 90 % telah memenuhi KKM (70) dan secara klasikal sudah terpenuhi yaitu rata-rata yag diperoleh sebesar 83,3 % atau berada pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa keterampilan menyimak murid kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto melalui pendekatan integratif mengalami peningkatan.. Kata kunci: Hasil belajar keterampilan menyimak, pendekatan integratif.. vii.
(8) KATA PENGANTAR. Allah Maha Penyayang dan Pengasih, demikian kata untuk mewakili atas segala karunia dan nikmat-Nya. Jiwa ini takkan henti bertahmid atas anugerah pada detik waktu, denyut jantung, gerak langkah, serta rasa dan rasio pada-Mu, Sang Khalik. Skripsi ini adalah setitik dari sederetan berkah-Mu. Setiap orang dalam berkarya selalu mencari kesempurnaan, tetapi terkadang kesempurnaan itu terasa jauh dari kehidupan seseorang. Kesempurnaan bagaikan fatamorgana yang semakin dikejar semakin menghilang dari pandangan. Demikian juga tulisan ini, kehendak hati ingin mencapai kesempurnaan, tetapi kapasitas penulis dalam keterbatasan. Segala daya dan upaya telah penulis kerahkan untuk membuat skripsi ini selesai dengan baik dan bermanfaat dalam dunia pendidikan, khususnya dalam ruang lingkup Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar. Motivasi dari berbagai pihak sangat membantu dalam perampungan tulisan ini. Segalarasa hormat, penulis menugucapkan terima kasih kepada kedua orang tua Jumanai dan Jumasia yang telah berjuang, berdoa, mengasuh, membesarkan, mendidik, dan membiayai pnulis dalam proses pencarian ilmu. Demikian pula, penulis mengucapkan kpada keluarga yang tak hentinya memberikan motivasi dan selalu menemaniku dengan candanya, kepada Sulfasyah,MA.,Ph.D. dan Andi Adam, S.Pd., M.Pd., selaku pembimbing I dan. viii.
(9) pembimbing II, arahan serta motivasi sejak awal penyusunan proposal hingga selesainya skripsi ini. Tidak lupa juga penulis mengucapkan terima kasih kepada; Dr. H. Irwan Akib, M.Pd., Rektor. Universitas. Muhammadiyah. Makassar, Dr. A. Sukri. Syamsuri, M.Hum. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar, Sulfasyah, MA., Ph.D., Ketua Prodi PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar, Sitti Fithriani Shaleh, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Prodi PGSD Universitas Bapak dan Ibu dosen serta seluruh staf PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah banyak membantu penulis hingga menyelesaikan studinya. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya juga penulis ucapkan kepala sekolah, guru dan staf SD Inpres Pallantikang, dan Ibu Jusmaeni,S.Pd selaku guru kelas V yang telah memberikan arahan dan masukan kepada penulis. Sahabatsahabatku, yang senantiasa memberikan bantuan serta memotivasi penulis. Terima kasih untuk kebersamaannya, atas segala canda, tawa, suka dan dukanya. Semua akan selalu terekm dimemoriku. Seperjuanganku di kost Jl. Sultan Alauddin Perumahan Bumi Permata Hijau blok 1 no 2 : Kamry, Hasni, Anaa’, Ayu, Fhina. Terima kasih kebersamaanya, atas segala canda, tawa dan suka dukanya. Dan Ibu/bapak kost yang telah menjadi keluarga saya di Makassar. Teman-teman seangkatan PGSD 2010 terutama kelas M atas kebersamaan kita selama proses perkuliahan, buat KK Unie, Fhyra, Anaa’, Hira, Bunda Irna dan teruntuk Aswandy. Akhirnya,. dengan. segala. kerendahan. hati,. penulis. senantiasa. mengharapkan kritikan dan saran dari berbagai pihak, selama saran dan kritikan. ix.
(10) tersebut sifatnya membangun.Mudah-mudahan dapat memberi manfaat bagi para pembaca, terutama bagi diri pribadi penulis. Amin. Makassar,. September 2014. Penulis. x.
(11) DAFTAR ISI. Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................. i LEMBAR PENGASAHAN .................................................................. ii PERSETUJUAN PEMBIMBING ....................................................... iii SURAT PERNYATAAN ...................................................................... iv SURAT PERJANJIAN ......................................................................... v PERSEMBAHAN.................................................................................. vi ABSTRAK ............................................................................................. vii KATA PENGANTAR .......................................................................... viii DAFTAR ISI ......................................................................................... xi DAFTAR TABEL ................................................................................ xiii DAFTAR GAMBAR ............................................................................ xiv DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................ xv BAB I PENDAHULUAN ................................................................. 1 A. Latar Belakang................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ............................................................. 5 C. Tujuan Penelitian .............................................................. 5 D. Manfaat Penelitian ............................................................ 6 BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS TINDAKAN .................................................... 8 A. Kajian Pustaka ................................................................... 8 1. Hasil Penelitian yang Relevan ..................................... 8 2. Pengertian Menyimak .................................................. 9 3. Prosedur Pembelajaran Menyimak ............................. 11 4. Kompotensi yang harus Dikuasai dalam Menyimak .. 11 5. Hasil Belajar ............................................................... 13 a. Pengertian Belajar ................................................. 13 b. Hasil Belajar ......................................................... 14 6. Factor yang Mempengaruhi Hasil Belajar .................. 16 7. Pendekatan Integratif .................................................. 16 a. Pengertian Pendekatan Integratif .......................... 16 b. Kelebihan dan Kelemahan Pendekatan Integratif . 19 c. Pendekatan Integratif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia ................................................... 20 d. Implementasi Pembelajaran Menyimak melalui pendekatan integratif ................................ 21 e. Langkah-Langkah Penerapan Pendekatan Integratif Dalam pembelajaran Keterampilan Menyimak .... 24 xi.
(12) B. Kerangka Pikir .................................................................. 27 C. Hipotesis Tindakan ........................................................... 28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ........................................ 29 A. Jenis Penelitian ................................................................. 29 B. Lokasi dan Subjek Penelitian ............................................ 30 C. Fokus Penelitian ................................................................ 30 D. Prosedur Penelitian ........................................................... 31 E. Intrumen Penelitian ........................................................... 37 F. Teknik Pengumpulan Data ................................................ 38 G. Teknik Analisis Data ........................................................ 39 H. Indikator Keberhasilan ...................................................... 40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................. 41 A. Hasil Penelitian ............................................................... 41 A. 1 Siklus I ................................................................... 41 a. Tahap Perencanaan ............................................. 41 b. Tahap Pelaksanaan ............................................. 42 c. Tahap Observasi ................................................. 43 d. Hasil Evaluasi ..................................................... 46 e. Refleksi ............................................................... 48 B. 2 Siklus 2 .................................................................. 50 a. Tahap Perencanaan ............................................ 50 b. Tahap Pelaksanaan ............................................ 51 c. Tahap Observasi ................................................ 52 d. Tahap Evaluasi .................................................. 54 e. Refleksi .............................................................. 56 f. Perbandingan Siklus I dan II ............................. 58 B. Pembahasan ..................................................................... 58 BAB V SIMPULAN DAN SARAN ............................................... 61 A. Simpulan ......................................................................... 61 B. Saran ............................................................................... 61 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 63 LAMPIRAN-LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP. xii.
(13) DAFTAR TABEL Tabel. Halaman. 3.1. Taraf Keberhasilan Tindakan Pembelajaran ................................ 40. 4.1. Hasil Observasi Aktivitas Murid Pada Siklus I............................ 44. 4.2. Skor Statistik Pemahaman Bahasa Indonesia Murid Kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkal Kaupaten Jeneponto setelah Penerapan Pendekatan Integratif Pada Siklus I ................................................................................ 46. Distribusi Frekuensi dan Persentase Bahasa Indonesia Murid Kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto setelah Penerapan Pendekatan Integratif pada Siklus I ............................................................... 47. Persentase Ketuntasan Pemahaman Bahasa Indonesia Murid Kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto setelah Penerapan Pendekatan Integratif Pada Siklus I ................................................................................ 48. Hasil Observasi Aktivitas Murid pada Siklus II................................................................................ 53. Skor Statistik Pemahaman Bahasa Indonesia Murid Kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto Setelah Penerapan Pendekatan Integratif pada Siklus II ............................................................................... 54. Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Pemahaman Bahasa Indonesia Murid Kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto setelah Penerapan Pendekatan Integratif pada Siklus II .............................................................. 55. Persentase Ketuntasan Pemahaman Bahasa Indonesia Murid Kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto setelah Penerapan Pendekatan Integratif Pada Siklus II .............................................................................. 56. Perbandingan Hasil Evaluasi Murid pada Siklus I dan II ........... 58. 4.3. 4.4. 4.5. 4.6. 4.7. 4.8. 4.9. xiii.
(14) DAFTAR GAMBAR. Gambar. Halaman. 2.1. Kerangka Pikir Pendekatan Integratif................................................... 27. 3.1. Skema Alur Siklus ................................................................................ 32. xiv.
(15) DAFTAR LAMPIRAN. Lampiran 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13.. Halaman. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I dan Siklus II ............... Materi Ajar Siklus I dan Siklus II ...................................................... Lembar Kerja Murid .......................................................................... Daftar Hadir Murid ............................................................................ Data Hasil Tes Formaif Siklus I dan II .............................................. Lembar Observasi Awal ................................................................... Analisis statistic Deskriptif SiklusI dan Siklus II .............................. Analisis Ketuntasan Belajar Murid .................................................... Tes Formatif Siklus I dan II ............................................................... Lembar Observasi Aktivitas Mengajar Guru siklus I ........................ Lembar Observasi Aktivitas Mengajar Guru siklus II ....................... Lembar Observasi aktivitas Murid Pada Siklus I............................... Lembar Observasi aktivitas Murid Pada Siklus II .............................. xv. 66 81 88 91 93 95 97 100 103 110 115 120 123.
(16) 1. BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Peningkatkan kualitas sumber daya manusia, maka pendidikan harus dikembangkan dan ditingkatkan dalam rangka menghadapi dunia era globalisasi, yakni dimana kehidupan manusia penuh dengan persaingan, maka supaya mampu bersaing diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas, enerjik,cerdas. dan. terampil. dalam. bidangnya,. sehingga. mampu. memenangkan persaingan tersebut, disinilah peran pendidikan sangat dibutuhkan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan menjadi manusia Pembangunan. Di Indonesia berbagai bentuk dan jenis pendidikan dikembangkan baik formal maupun informal, yang tujuannya berdasarkan GBHN merumuskan bahwa tujuan pendidikan meliputi: (1) aspek-aspek pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan mempertinggi budi pekerti, (2) memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah. air,. agar. dapat. menumbuhkan. manusia. pembangunan,. (3). meningkatkan kecerdasan dan keterampilan. Dari beberapa uraian rumusan tujuan pendidikan diatas, kita dapat melihat betapa besarnya peranan pendidikan dalam rangka membentuk sumber daya yang berkualitas dan mampu bersaing dimasa yang akan datang,. 1.
(17) 2. tentunya pendidikan tersebut harus profesional dalam bidangnya diperlukan kesiapan yang matang bagi pengelolaan sebuah lembaga pendidikan. Masyarakat moderen seperti sekarang ini dikenal dua macam cara berkomunikasi, yaitu komunikasi secara langsung dan komunikasi secara tidak langsung. Kegiatan berbicara dan menyimak , merupakan komunikasi secara langsung, sedangkan kegiatan menulis dan membaca merupakan komunikasi tidak langsung. Keterampilan menyimak sebagai salah satu cara dari empat keterampilan berbahasa, mempunyai peranan yang penting didalam. kehidupan. manusia.. Dengan. menyimak. seseorang. dapat. mengungkapkan pikiran dan gagasan untuk mencapai maksud dan tujuannya. Seperti yang dikatakan Tarigan, (2008:31) bahwa: Menyimak merupakan suatu proses kegiatan mendengarkan lambanglambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan, serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. Menyimak merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif dan apresiatif. Reseptif artinya bahwa dalam menyimak pelibat harus mampu menyimak apa yang terkandung dalam bahan simakan. Bersifat apresiatif artinya bahwa menyimak menuntut pelibat untuk tidak hanya mampu menyimak pesan apa yang terkandung dalam bahan simakan tetapi lebih jauh memahami bahan simakan tersebut. Menyimak merupakan kegiatan aktif yang dilakukan secara sungguh-sungguh untuk memahami pesan yang terkandung dalam bahan simakan yang diperdengarkan secara lisan..
(18) 3. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan calon peneliti April 2014 dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya dalam kemampuan menyimak di kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto, bahwa nilai murid sangat rendah dengan nilai rata-rata 60 dengan skor ideal 100 (skor tertinggi) padahal ketuntasan hasil belajar murid minimal 70. Melihat realitas yang ada nilai murid sangat rendah serta jauh dari standar nilai yang ada sehingga guru perlu sebuah metode yang dapat diterapkan supaya hasil belajar murid meningkat paling tidak bisa mendekati nilai ketuntasan hasil belajar murid. Serta masih banyak murid yang mengalami kesulitan dalam menyimak antara lain: (1) murid kurang konsentrasi dalam pembelajaran khususnya dalam pelajaran Bahasa Indonesia (2) murid yang kurang memahami pelajaran (3) murid yang kurang kreatif. Juga ditemukan bahwa permasalahan yang dihadapi dalam pelajaran menyimak adalah murid mengalami kesulitan dalam mengungkapkan pendapat sendiri dan hanya berpatokan pada buku pelajaran, disamping itu melalui kegiatan wawancara dengan guru kelas V terungkap bahwa dalam kegiatan pembelajaran menyimak guru lebih cenderung menerapkan pengajaran menyimak melalui kegiatan membaca bahan ajar yang berasal dari buku teks yang dibacakan oleh. guru. ataupun. teman-temanya. sehingga. pembelajaran. hanya. mengharuskan murid mengingat secara utuh apa yang didengarkan dan menjawab pertanyaan seadanya tidak mencerminkan murid yang kreatif, dengan demikian dapat dikemukakan bahwa penelitian mengajukan alternatif.
(19) 4. penyelesaian masalah dengan mengimplementasikan pendekatan integratif dalam pembelajaran menyimak. Trianto (2007:47), mengemukakan: “pendekatan integratif merupakan pembelajaran terpadu yang menggabungkan sejumlah mata pelajaran dengan beberapa bidang studi. Kegiatan menyimak yang baik menyangkut sikap, ingatan, persepsi, kemampuan membedakan, intelegensi, perhatian, dan motivasi yang harus dikerjakan secara integral dalam tindakan yang optimal pada saat kegiatan menyimak berlangsung baik menyimak intensif dan ekstensif. Menyimak intensif adalah menyimak yang diarahkan pada suatu kegiatan yang jauh lebih diawasi, dikontrol pada suatu hal tertentu baik dari perorangan pengajaran bahasa maupun pemahan serta pengetahuan umum secara kritis, konsentratif, kreatif, eksploratif interogatif, dan selektif, berbeda dengan menyimak ekstensif. Untuk melaksanakan dan mengoptimalkan kemampuan menyimak murid. Kita masih ingat waktu kita pertama belajar menyimak. di. sekolah. dasar,. kita. tidak. belajar. langsung. untuk. mengungkapkan pendapat, melainkan melalui proses panjang. Pertama – tama guru membacakan cerita yang ada di buku pelajaran kemudian murid disuruh untuk menceritakan kembali apa yang didengarkannya. Tahapan – tahapan pembelajaran menyimak itu perlu dilalui semua orang karena sampai sekarang belum ada metode pembelajarn yang membuat anak sekolah dasar langsung bisa mengemukakan pendapatnya didepan kelas. Itulah salah satu ciri menyimak harus dipadukang dengan keterampilan lainnya..
(20) 5. Untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh murid maka para pendidik perlu menggunakan suatu pendekatan dalam melakukan proses pembelajaran. Salah satu pendekatan yang dianggap tepat adalah pendekatan integratif. Pendekatan integratif merupakan pendekatan yang menggabungkan beberapa keterampilan dan beberapa bidang studi dalam satu mata pelajaran. Dan akan membuat murid lebih kreatif dan memiliki wawasan yang lebih luas. Hal inilah yang menarik perhatian penuh penulis untuk melakukan penelitian. dengan. judul:. ”Meningkatkan. Kemampuan. Keterampilan. Menyimak Melalui Pendekatan Integratif pada Murid Kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto”.. B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian tentang masalah di atas maka masalah penelitian dirumuskan sebagai berikut: “Bagaimanakah Meningkatkan Kemampauan Keterampilan Menyimak melalui Pendekatan Integratif pada Murid Kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto “?. C. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas dapat dikemukakan tujuan penelitian sebagai berikut: “Untuk Meningkatkan Kemampuan Keterampilan Menyimak melalui Pendekatan Integratif pada Murid Kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto.”.
(21) 6. D. Manfaat Penelitian Hasil. penelitian. diharapkan. memberikan. kontribusi. bagi. pembangunan dan pengembangan kelembagaan. Kontribusi hasil penelitian ini adalah dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Manfaat Teoretis Sebagai bahan referensi untuk memperoleh gambaran tentang peranan guru sebagai pendidik pada murid sekolah dasar. Sebagai bahan pengembangan ilmu pengetahuan untuk pihak-pihak yang terkait dalam pengambilan kebijakan dan menentukan langkah selanjutnya. 2. Manfaat Praktis a. Bagi murid Dapat memberikan motivasi bagi murid dalam meningkatkan aktivitas belajar di sekolah. b. Bagi guru Sebagai masukan bagi guru untuk dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memilih metode pembelajaran yang sesuai dan efektif. c. Bagi sekolah Hasil penelitian ini akan memberikan informasi yang berharga terhadap upaya perbaikan pembelajaran sehingga dapat menunjang tercapainya target kurikulum dan daya serap murid yang diharapkan..
(22) 7. d. Bagi peneliti Menambah pengalaman dan pengetahuan penulis, khususnya dalam membuat. karya. ilmiah. sekaligus. sebagai. persyaratan. untuk. menyelesaikan program Studi di Universitas Muhammadiyah Makassar. e. Bagi pembaca Menambah wawasan pembaca dalam mengetahui metode – metode pembelajaran serta mengetahui cara penyusunan skripsi..
(23) 8. BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. Kajian Pustaka 1. Hasil Penelitian yang Relevan Hasil penelitian yang sebelumnya pernah dilakukan oleh Juleth Juni Astuti. 2012. Dengan judul Peningkatan Keterampilan Menyimak Siswa Melalui Penerapan Pendekatan Integratif Di Kelas V SD Negeri Tanggung I Kota Blitar, Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dra. Sutansi, M.Pd, (2) Dra Wasih, DS, M.Pd. Hasil penelitian menyatakan bahwa keterampilan menyimak siswa kelas V SD Negeri Tanggung I sangat baik. Pada tahap pratindakan nilai rata-rata kelas 55. Siswa yang tuntas belajar pada tahap pratindakan sebanyak 5 siswa (23%) dan siswa yang tidak tuntas belajar sebanyak 17 siswa (77%). Pada pelaksanaan pembelajaran siklus I, nilai rata-rata kelas menjadi menjadi 67. Jumlah siswa yang tuntas 15 siswa (68%) dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 7 siswa (32%). Pada pelaksanaan pembelajaran siklus II nilai rata-rata kelas yang dicapai adalah 77. Siswa yang tuntas sebanyak 18 siswa (82%) dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 4 siswa (18%). Selanjutnya penelitian juga dilakukan oleh Ariani Wathy Rompon. 2014 Dengan judul Peningkatan keterampilan menyimak dongeng dengan pendekatan integratif melalui teknik dengar-cerita pada siswa kelas II SD. 8.
(24) 9. Inpres Bangkala I Kota Makassar. Jurusan Pendidikan Giru Sekolah Dasar di Makassar dengan dosen pembimbing (1) Dr. Sitti Aida Azis, M. Hum. (2) Syekh Adiwijaya Latief, S.Pd., M.Pd.. Hasil penelitian ini. menunjukkan bahwa pasa siklus I tuntas secara individual dari 30 orang adalah 19 Murid atau 63,33% yang menehi kategori tuntas dengan berada pada kategori 62, 93. Sedangkan pada siklus II terdapat 28 murid dari 30 dan terdapat 93,33% yang memenuhi nilai standar KKM atau nilai ratarata adalah 76, 90. Penulis mengambil hasil penelitian dengan judul yang telah diuraikan di atas karena judul penelitian tersebut mirip dengan model yang diambil oleh penulis, selain itu hasil penelitian tersebut berhasil meningkatkan hasil belajar murid sehingga penulis menjadikannya sebagai suatu acuan sehingga penelitian ini lebih bagus dan juga diharapkan hasil penelitian yang akan dilaksanakan oleh penulis berhasil seperti halnya dengan penelitian sebelumnya.. 2. Pengertian Menyimak Di era informasi global yang serba cepat ini, kegiatan menyimak lebih banyak dilakukan manusia sebagai bentuk penyerapan informasi dari pada ketrampilan berbahasa lainnya. Hal ini didasari oleh maraknya informasi melalui media elektronik membutuhkan kecepatan dan kecermatan menyimak, serta mengelolah dan menyikapinya dalam kehidupan sehingga tidak tertinggal dari berbagai perkembanganya yang.
(25) 10. serba kompleks. Berdasarkan hal diatas, dapat dipahami bahwa upaya unutk meningkatkan pembelajaran menyimak di sekolah dasar (SD) harus dilakukan sehingga dapat digunakan dalam proses pemerolehan informasi di masyarakat termasuk dalam belajar. Hal ini dimaksudkan juga agar prestasi belajar siswa meningkat. “Menyimak merupakan suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan, serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan sang pembicaramelalui ujaran atau bahasa lisan.” ( Tarigan, 2008:31). Sedangkan Underwood (Mahmuda, 2011:3) mendefenisikan : “Menyimak adalah kegiatan mendengarkan atau memperhatikan baik-baik apa yang di ucapkan orang, menangkap dan memahami makna dari apa yang di dengar.” Dan menurut Bauer (Mahmuda, 2011:3) “Menyimak adalah kemampuan seseorang untuk menyimpulkan makna suatu wacana lisan yang didengar tanpa harus menerjemahkan kata demi kata.” Jadi dengan demikian, maka menyimak adalah proses bahasa dalam mencari makna dari bunyi-bunyi dan pola-pola kalimat yang dipahami lewat pikiran atau syaraf pendengar seseorang. Pendapat di atas dapat disimpulkan, menyimak merupakan kegiatan menyimak, memahami dam merespon sesuatu yang didengarkan. Menyimak juga merupakan suatu kegiatan yang reseptif dan apresiatif. Oleh karena itu, keterampilan menyimak harus sering dilatih secara rutin.
(26) 11. dan berkesinambungan disertai dengan praktik yang teratur agar keterampilan menyimak dapat dicapai dengan baik.. 3. Prosedur Pembelajaran Menyimak Menurut Field (Abidin,2012:104) proses pembelajaran menyimak dapat dilakukan melalui tiga tahap yaitu (1) Tahap pramenyimak merupakan tahapan yang dapat dilakukan sebelum murid menyimak. (2) Tahap menyimak merupakan tahapan yang dilakukan selama murid menyimak atau selama kegiatan inti pembelajaran menyimak.(3) Tahap Pascamenyimak merupakan tahapan yang dilakukan dengan tujuan utama menguji kemampuan murid menyimak. Pendapat di atas menjelaskan bahwa proses belajar menyimak dilakukan melalui tiga tahap yaitu tahap pramenyimak yaitu tahap yang dilakukan oleh guru sebelum melaksanakan pembelajaran aktivitas yang biasa dilakukan seperti menentukan topic materi, tahap menyimak pada tahap murid menyimak mata pelajaran yang diberikan oleh guru maupun dari teman-temannya, tahap pascamenyimak tahap ini kegiatan yang dilakukan setelah mata pelajaran telah diberikan aktivitas yang biasa dilakukan adalah memberikan evaluasi kepada murid.. 4. Kompetensi yang Harus Dikuasai dalam Menyimak Menyimak sebagai salah satu keterampilan berbahasa menjadi dasar keterampilan berbahasa lainnya karena penguasaan keterampilan menyimak merupakan kegiatan pertama yang dikuasai manusia dan kegiatan yang banyak dilakukan dari kegiatan berbahasa yang lainnya..
(27) 12. Kemampuan menyimak sangatlah penting sehingga perlu dibina dan dilatih. Selain itu, menyimak dapat melatih kemampuan berpikir karena didalamnya ada proses yang melibatkan pendengaran, penglihatan, penghayatan, dan ingatan. Dengan kata lain menyimak merupakan suatu proses. yang. mencakup. kegiatan. mendengarkan. bunyi. bahasa,. mengidentifikasi, menginterpretasi, menilai, dan mereaksi atas makna yang terkandung didalamnya (Tarigan, 2008: 18). Dalam kurikulum bahasa Indonesia di sekolah dasar, menyimak mendapat porsi yang jelas. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya untuk melatih dan mengembangkan kemampuan menyimak siswa yang sebelumnya telah diperoleh sebelum masuk pendidikan formal. Salah satu kompetensi menyimak yang harus dikuasai siswa dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, khususnya kelas V adalah mengidentifikasi unsur cerita rakyat yang didengarnya dengan indikator: (1) siswa mampu menjelaskan unsur cerita (tokoh, latar, dan alur) yang didengarnya dan (2) mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, latar, dan alur) yang didengarnya (Depdiknas, 2006). Kompetensi tersebut akan tercapai dan dikuasai murid apabila proses pembelajaran menyimak dilakukan secara optimal. Untuk menciptakan pembelajaran yang optimal, guru harus terampil memilih dan menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi sehingga dapat menarik perhatian murid. Dengan penggunaan metode pembelajaran yang.
(28) 13. bervariasi dan menarik diharapkan dapat menimbulkan motivasi terhadap pembelajaran dan dapat mencapai tujuan pembelajaran. Unsur - Unsur yang terdapat dalam cerita Rakyat : a.. b.. c. d.. e.. Tema, yaitu sesuatu yang menjadi dasar cerita dan selalu berkaitan dengan berbagai pengalaman kehidupan. Tema dalam cerita rakyat berkaitan dengan elemen - elemen misteri, dunia gaib, alam, dewa, kejadian sejarah, dll. Alur, yaitu tahapan - tahapan peristiwa yang terjadi dalam cerita. Alur suatu cerita terbagi atas 5 tahap, yaitu tahap pengenalan, pengembangan, pertentangan, peleraian, penyelesaian. Latar, yaitu keterangan mengenai waktu, ruang, dan suasana terjadinya lakuan dalam cerita. Penokohan/Perwatakan, Tokoh adalah pelaku dalam suatu cerita. Adapun penokohan adalah pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita. Amanat, yaitu pesan yang disampaikan pengarang melalui karya saatranya. http://fachrulrijal.blogspot.com/2013/03/artikel-sayakali-ini-yakni-tentang.html. 5. Hasil Belajar a. Pengertian Belajar Dalam aktivitas kehidupan manusia sehari-hari hampir tidak pernah dapat terlepas dari kegiatan belajar, baik ketika seseorang sedang melaksakan aktivitas sendiri, maupun dalam suatu kelompok tertentu. Dengan demikian dapat kita katakan, tidak ada ruang dan waktu dimana manusia dapat melepaskan dirinya dari kegiatan belajar, dan itu berarti pula bahwa belajar tidak pernah dibatasi usia, tempat maupun waktu, karena perubahan yang menuntut terjadinya aktivitas belajar itu juga tidak pernah berhenti..
(29) 14. Menurut Abdillah sejumlah. pengertian. (Aunurahman, 2013:35) mengindetifikasi. belajar. pendidikan/pembelajaran.. yang. bersumber. dari. para. ahli. James O whitteker (Aunurahman, 2013:35). mengemukakan bahwa: Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Belajar adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya. Sedangkan menurut Gagne ( Suprijono, 2013:2) belajar adalah perubahan disposisi atau kemampuan yang dicapai seseorang melalui aktivitas. Perubahan disposisi tersebut bukan diperoleh langsung dari proses pertumbuhan seseorang secara alamiah. Sejalan dengan itu, Hamalik (2013;36) belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. ( learning is defened as the modification or strengthening of behavior through experiencing). Dari beberapa defenisi di atas tentang belajar, maka penulis berkesimpulan bahwa belajar adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengetahui sesuatu yang belum diketahui. Suatu proses perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan yang merupakan perubahan yang dapat di amati dan perubahan kemampuan berpikir. b. Hasil Belajar Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertianpengertian, sikap, apresiasi dan keterampilan. Merujuk pemikiran Gagne (Suprijono, 2013:5) hasil belajar berupa :.
(30) 15. 1. Informasi verbal yaitu kapasitas mengungkapkan pengetahuan dalam bentuk bahasa, baik lisan maupun tulisan. 2. Keterampilan intelektual yaitu kemampuan mempresentasikan konsep dan lambang. Keterampilan ini juga merupakan kemampuan melakukan aktivitas kognitif bersifat khas. 3. Stategi kognitif adalah kecakapan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri. 4. Keterampilan motorik yaitu kemampuan untuk melakukan serangkaian gerak jasmani dalam urusan dan koordinasi. 5. Sikap adalah kemampuan menerima atau menolak objek berdasarkan penilaian terhadap objek tersebut.. Berdasarkan hal tersebut, maka hasil belajar yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah prestasi belajar yang diperoleh dari kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, jika standar kompetensi dan kompetensi dasar dipandang sebagai suatu harapan yang akan diperoleh murid setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar, maka prestasi belajar dalam penelitian ini adalah seberapa besar standar kompetensi dan kompetensi dasar tersebut tercapai. Dalam penelitian ini hasil belajar bahasa Indonesia khususnya keterampilan menyimak, hanya dibatasi pada penguasaan bahan ajar kelas V yang diberikan dengan mengacu pada indikator pembelajaran yang telah disusun pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), yaitu skor hasil tes belajar murid setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar yang menggunakan pendekatan integrative..
(31) 16. 6. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya, tetapi dapat digolongkan menjadi dua golongan saja, yaitu faktor intern faktor akstern. Faktor intern adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar individu. (Slameto, 2010:54) Berdasarkan fungsi hasil belajar di atas itu dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi hasil belajar murid ada dua faktor yaitu berasal dari luar diri murid yang termasuk ruang tempat belajar, prasarana yang dimiliki oleh sekolah dan lingkungan. Sedangkan yang berasal dari diri murid adalah minat murid, tingkat perhatian murid dan sikap.. 7.. Pendekatan Integratif a. Pengertian Pendekatan Integratif Proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Menurut Mulyasa (2013:98) istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran, (5) taktik pembelajaran, dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut. Menurut Abidin (2012: 19), pendekatan adalah secara hierarkis dalam proses pembelajaran, pendekatan adalah tingkat tertinggi, yang kemudian dijabarkan ke dalam.
(32) 17. metode – metode, dan metode ini diwujudkan dalam teknik. Teknik harus “tunduk” pada metode dan metode harus “tunduk” pada pendekatan. Para ahli memandang pendekatan (approach) dalam proses pembelajaran bahasa sebagai seperangkat asumsi yang paling berkaitan, yang bersangkutan dengan hakikat bahasa, hakikat mengajar, dan hakikat belajar bahasa. Lebih lanjut pendekatan dapat diartikan sebagai cara pandang filosofis terhadap sebuah objek tertentu yang dipercayai dan diyakini kebenarannya tanpa harus dibuktikan lagi kebenarannya. Berdasarkan pengertian ini, pendekatan itu bersifat aksiomatis, artinya tidak perlu dibuktikan lagi kebenarannya yang fungsi utamanya adalah mendeskripsikan hakikat apa yang akan diajarkan. Sedangkan menurut Richard dan Rodgers dalam (Abidin,2012:20) mengemukakan bahwa “Pendekatan pada dasarnya adalah landasan teoretikal dan asomsi tentang bahasa dan pembelajaran bahasa dan penerapan keduanya dalam seting pendidikan. Dengan demikian pendekatan dalam pembelajaran adalah hal yang paling mendasar yang perlu ditentukan guru ketika akan melaksanakan pembelajaran. Menurut Trianto (2007:47) pendekatan integratif merupakan pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan antar bidang studi. Model ini menggabungkan bidang studi dengan cara menetapkan perioritas kurikuler dan menemukan keterampilan, konsep, dan sikap yang paling tumpang tindih di dalam beberapa bidang studi. Menurut Suyatno ( 2004 : 6 ) integratif berarti menyatukan beberapa aspek ke dalam suatu proses. Integratif terbagi menjadi interbidang studi dan antarbidang studi. Interbidang studi artinya menyatukan beberapa aspek dalam satu bidang studi diintegrasikan. Misalnya.
(33) 18. menyimak diintegrasikan dengan berbicara dan menulis, menulis diinterghasikan dengan berbicara, sedangkan antar bidang studi adalah merupakan pengintegrasian bahan dari beberapa bidang studi, misalnya bahasa Indonesia dengan matematika atau dengan bidang studi lainnya. Menyimak merupakan kegiatan yang paling awal oleh manusia bila dilihat dari proses pemerolehan bahasa. Sebelum anak dapat melakukan berbicara, membaca, dan menulis, kegiatan menyimak yang pertama kali dilakukan. Secara berturut-turut pemerolehan keterampilan berbahasa pada umumnya dimulai dari menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Pendekatan ini terdiri atas dua macam, yaitu: 1. Integratif internal (terpadu intrabidang studi bahasa). Integratif Internal yaitu keterkaitan yang terjadi antar bahan pelajaran itu sendiri, misalnya pada waktu pelajaran bahasa dengan fokus menulis kita bisa mengaitkan dengan membaca dan menyimak juga. 2. Integratif eksternal (terpadu antarbidang studi). Integratif Eksternal yaitu keterkaitan antara bidang studi yang satu dengan bidang studi yang lain, misalnya bidang studi bahasa dengan sains dengan tema lingkungan maka kita bisa meminta murid membuat karangan atau puisi tentang banjir untuk pelajaran bahasanya untuk pelajaran sainsnya kita bisa menghubungkan dengan reboisasi atau bisa juga pencemaran sungai. Dari defenisi diatas dapat dikatakan bahwa pendekatan terbagi atas dua macam yaitu pendekatan integratif internal dan pendekatan integratif eksternal. Dalam pembelajaran menyimak di bahasa Indonesia hal ini, lebih kepada pendekatan integratif internal yang dimana dalam pendekatan ini.
(34) 19. keterkaitan yang terjadi antar bahan pelajaran itu sendiri khususnya pembelajaran bahasa Indonesia. Pembelajaran menyimak sebagai fokus dapat. dilakukan. secara. terpadu. dengan. mengembangkannya. atau. mengaitkannya dengan pembelajaran apresiasi sastra, berbicara, dan menulis. b. Kelebihan dan Kelemahan Pendekatan Integratif Sudah dipahami bahwa tidak ada metode mengajar yang terbaik atau lebih unggul dari metode-metode mengajar lainnya. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor antara lain : faktor tujuan, bahan pelajaran, kemampuan guru, karakteristik murid, situasi dan kondisi lingkungan belajar dan sebagainya. Dikemukakan oleh Ali Pandie (1984: 72) bahwa : “Tidak jarang terjadi metode yang sama secara efektif dan efisien dilakukan oleh guru yang satu, tetapi gagal ditangan guru yang lain. Karena itu kebaikan dan kelemahan masingmasing metode itu sendiri relatif sifatnya.” Pendapat diatas di atas menjelaskan bahwa kelebihan dan kelemahan suatu metode pembelajaran itu sifatnya relatif tergantung siapa yang melaksankannya, hal tersebut dapat dilihat tidak semua guru gagal dalam pelaksanaan metode tersebut dan tidak semua guru yang gagal dalam melaksanakan metode itu. Adapun kelebihan dan kelemahan pendekatan integratif seperti yang dikemukakan oleh Trianto (2007: 142) sebagai berikut : Kelebihan : a. Adanya kemungkinan pemahaman antar bidang studi, karena dengan memfokuskan pada isi pelajaran, strategi berpikir, keterampilan social dan ide-ide penemuan lain, satu pelajaran dapat mencakup banyak.
(35) 20. b. c.. d.. e. f.. dimensi, sehingga murid dalam pelajaran menjadi semaki diperkaya dan berkembang. Memotivasi dalam belajar. Tipe terintegrasi dapat memberikan perhatian pada berbagai bidang yang penting dalam satu saat, tipe ini tidak memerlukan penambahan waktu untuk bekerja dengan guru lain. Metode ini dapat membuat murid bergairah dalam belajar karena kegiatan-kegiatan belajar dilakukan dengan berbagai variasi dan pelajaran yang beragam sehingga tidak membosankan. Metode ini dapat membina tanggung jawab dan disiplin murid. Metode ini dapat mengembangkan ketivitas murid. Rincian penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa. pendekatan integratif dapat melatih murid. untuk melatih pikirannya. sendiri secara bertahap. Kelemahannya : a. Penerapannya yaitu, sulitnya menerapkan tipe ini secara penuh. b. Tipe ini memerlukan tim antar bidang studi, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan. c. Pengintegrasian kurikulum dengan konsep-konsep dari masingmasing bidang studi menuntut adanya sumber belajar yang beraneka ragam. Selain dari kelebihan metode ini terdapat pula kelemahan dari pendekatan integratif, apalagi keseringan murid jalan sendiri akan menimbulkan kejenuhan/kebosanan pada murid.. c. Pendekatan Integratif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Pendekatan integratif memiliki hubungan yang banyak dengan pembelajaran bahasa, Pembelajaran integratif dalam hal ini adalah upaya pemaduan aspek-aspek pengajaran bahasa. Demikian pula orang yang belajar Bahasa, apabila menguasai sastra, bahasa mereka akan semakin halus dan enak didengar, oleh karena dalam setiap aktivitas berbahasa, secara tak sadar.
(36) 21. manusia telah memerankan sastra dalam komunikasi. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, integratif interbidang studi lebih banyak digunakan. Saat mengajarkan kalimat, guru tidak secara langsung menyodorkan materi kalimat ke siswa tetapi diawali dengan membaca atau yang lainnya. Dimana dalam pendekatan ini keterkaitan yang terjadi antar bahan pelajaran itu sendiri khususnya pembelajaran bahasa Indonesia. Pembelajaran menyimak sebagai fokus dapat dilakukan secara terpadu dengan mengembangkannya atau mengaitkannya dengan pembelajaran apresiasi sastra, berbicara, dan menulis. Pembelajaran bahasa sistem pendekatan integratif berperan penting dalam proses pembelajaran, dalam hal ini hubungan pendekatan integratif dengan bahasa yaitu saling memadukan, melalui pendekatan integratif ini, pembelajaran bahasa dapat dipadukan tanpa dipisah-pisahkan sehingga bisa tampak lebih menarik dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dan guru dapat lebih nyaman dalam proses belajar dan mengajar.. d. Implementasi Pembelajaran Menyimak Melalui Pendekatan Integratif Menyimak dalam pendekatan integratif pada pelajaran bahasa indonesia sering digunakan oleh para guru karena menyimak tidak bisa terlepas dari tiga keterampilan yang ada dalam pelajaran bahasa Indonesia yaitu berbicara, membaca, dan menulis keempat keterampilan tersebut saling terkait satu dan lainnya sehingga sangat cocok dengan pendekatan integratif yang biasa menggabungkan keempat keterampilan tersebut dan terjadi proses.
(37) 22. pembelajaran yang menarik. Pendekatan integratif Menurut Suyatno(2004 : 6) integratif berarti menyatukan beberapa aspek ke dalam suatu proses. Integratif terbagi menjadi interbidang studi dan antarbidang studi. Interbidang studi artinya menyatukan beberapa aspek dalam satu bidang studi diintegrasikan. Misalnya menyimak diintegrasikan dengan berbicara dan menulis, menulis diinterghasikan dengan berbicara, sedangkan pendekatan integratif antarbidang studi adalah merupakan pengintegrasian bahan dari beberapa bidang studi, misalnya bahasa Indonesia dengan matematika atau dengan bidang studi lainnya. 1. Pembelajaran menyimak sebagai fokus dapat dilakukan secara terpadu dengan mengembangkannya atau mengaitkannya dengan pembelajaran apresiasi sastra, berbicara, dan menulis. Skenario sebagai pembelajaran adalah sebagai berikut: a.. Guru menyediakan salah satu karya sastra, misalnya sebuah cerita rakyat lalu membacanya, sedangkan murid menyimaknya dengan baik.. b.. Guru menjelaskan isi cerita rakyat, sedangkan murid menyimak dan menanggap.. c.. Setelah menyimak, murid mengungkapkan tema, alur, latar, penokohan dan amanat yang ada dalam cerita rakyat tersebut.. d.. Guru melakukan tanya jawab dengan murid mengenai tema, alur, latar, penokohan dan amanat yang ada dalam cerita rakyat tersebut.. e.. Murid menuliskan kembali isi cerita dari cerita rakyat dengan menggunakan bahasa sendiri..
(38) 23. f.. Murid. menyampaikan. cerita. rakyat. yang. dibuatnya. dengan. menggunakan bahasa sendiri di depan kelas. g.. Guru menanggapi dan menilai pekerjaan murid.. 2. Pembelajaran menulis sebagai fokus dapat dilakukan secara terpadu dengan mengembangkannya atau mengaitkannya dengan pembelajaran membaca, menyimak, dan berbicara. Skenario pembelajarannya adalah sebagai berikut: a.. Guru menyediakan naskah pidato sebagai contoh materi dan murid membacanya dalam hati.. b.. Setelah membaca, murid menyimak penjelasan guru tentang materi cara/aturan langkah menulis pidato.. c.. Murid mencoba menyusun naskah pidato yang sesuai dengan aturan dan langkah-langkah yang diterangkan guru.. d.. Murid mencoba membawakan naskah pidato di depan kelas secara bergiliran dan murid yang lain menyimak.. e.. Guru menanggapi dan menilai hasil kerja murid.. 3. Pembelajaran berbicara sebagai fokus dapat dilakukan secara terpadu dengan menghubungkannya atau mengaitkannya dengan pembelajaran membaca, menyimak, menulis, kosakata, dan apresiasi karya sastra. Skenario pembelajarannya adalah sebagai berikut: a.. Guru menyediakan naskah drama dan murid membaca drama secara bergiliran. Sementara itu murid yang lain menyimak..
(39) 24. b.. Setelah membaca naskah drama, murid mengungkapkan unsur-unsur drama, sedangkan guru memberikan penjelasan.. c.. Murid mencoba membawakan dialog naskah drama di depan kelas.. d.. Murid lain mengamati cara berdialog dengan intonasi dan gerak mimik sesuai dengan watak pelaku dalam drama tersebut.. e.. Murid mencoba menulis dialog naskah drama.. f.. Guru menanggapi dan menilai murid dalam membawakan dialog naskah drama.http://annagraciana.wordpress.com/2010/09/22/pendekatanintegratif-terpadu/. e. Langkah-Langkah. Penerapan. Pendekatan. Integratif. dalam. Pembelajaran Keterampilan Menyimak. Peningkatan keterampilan menyimak melalui beberapa langkahlangkah pelaksanaan pembelajaran dilihat dari tahapannya sebagai berikut, yaitu (1) tahap Pramenyimak, (2) tahap menyimak, dan (3) tahap Pascamenyimak. Tahap-tahap pelaksanaan pendekatan integratif sebagai berikut: 1. Pada tahap Pramenyimak, kegiatan pembelajaran yang dilakukan adalah a. Guru menentukan topik pembelajaran. Pada tahap ini guru menentukan topik dan pembelajaran. Hasil kegiatan ini dilaksanakan agar topic yang diangkat bisa merangsang motivasi dan semangat murid dalam memperhatikan pelajaran. Aktifitas yang dapat dilakukan sangat beragam seperti bertanya pengalaman murid,.
(40) 25. memberikan. kesempatan. kepada. murid. untuk. mengungkapkan. pendapatnya. 2. Pada tahap menyimak kegiatan pembelajaran yang dilakukan adalah: a. Guru menyajikan pelajaran dengan topik yang telah ditentukan. b. Kegiatan ini penting untuk melatih pendengaran dan perhatian murid terhadap pelajaran. c. Guru membacakan isi cerita yang diangkat, sedangkan murid menyimak. d. Setelah menyimak, murid mencatat unsur-unsur yang terkandum dalam isi cerita rakyat. e. Guru melalukan tanya jawab kepada murid mengenai tema, alur, latar, penokohan dan amanat yang ada dalam cerita rakyat yang telah disimak.. 3. Tahap Pascamenyimak kegiatan pembelajaran yang dilakukan adalah: a. Revisi : Pada tahap ini murid secara individu atau dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi dan memperbaiki jawaban dari tanya jawab sebelumnya. b. Pengeditan : Pada tahap ini murid secara individu atau dengan bantuan temannya menuliskan kembali apa yang telah disimak dengan menggunakan bahasa sendiri dengan apa yang telah di koreksi oleh temannya..
(41) 26. c. Publikasi : Pada tahap ini murid secara individu membacakan cerita rakyat yang dibuatnya dengan menggunakan bahasa sendiri di depan kelas kemudian ditanggap dan dinilai oleh guru maupun temannya. Menurut Trianto (2007: 18) mengemukakan bahwa pendekatan integratif. dalam. pembelajaran. bahasa. Indonesia. dilihat. dari. segi. pelaksanaannya tidak dilakukan secara serempak melainkan secara bertahap yang meliputi tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan evaluasi, dengan kata lain tahap persiapan sama dengan tahap pembelajaran pramenyimak. Tahap pelaksanaan sama dengan tahap pembelajaran menyimak, dan tahap Evaluasi sama dengan tahap pascamenyimak.. B. Kerangka Pikir Untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan maka selain dari kulitas para pendidik serta motivasi dari murid untuk belajar maka tenaga pendidik meski menguasai pendekatan-pendekatan yang akan digunakan dalam menyampaikan materi pelajaran sehingga materi tersebut dapat mudah dicerna oleh muridnya. Menyimak dalam pendekatan integratif pada pelajaran bahasa indonesia sering digunakan oleh para guru karena menyimak tidak bisa terlepas dari tiga keterampilan yang ada dalam pelajaran bahasa Indonesia yaitu berbicara, membaca, dan menulis keempat keterampilan tersebut saling terkait satu dan lainnya sehingga sangat cocok dengan pendekatan integratif yang biasa menggabungkan. keempat. keterampilan. tersebut. dan. terjadi. proses.
(42) 27. pembelajaran yang menarik. Pada saat proses belajar mengajar berlangsung dan murid lebih bermotivasi untuk mengikuti proses belajar mengajar. Sehingga. diharapkan. pembelajaran. menyimak. dengan. menggunakan. pendekatan integratif, tujuan pembelajaran dapat tercapai yaitu motivasi dan minat meningkat, hasil belajar meningkat melalui pendekatan integratif. Kerangka pikir di atas digambarkan dalam bentuk bagan berikut:. Keterampilan Berbahasa Indonesia. Keterampilan Menyimak. Menggunakan Pendekatan Integratif. Perencanaan. Pelaksanaan. Penilaian. Analisis Data. Hasil Belajar Keterampilan Menyimak Meningkat. Gambar 2.1 Kerangka Pikir Pendekatan Integratif.
(43) 28. C. Hipotesis Tindakan Berdasarkan kajian pustaka dan kerangka pikir hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah “Jika pendekatan integratif diterapkan, maka kemampuan menyimak Cerita Rakyat murid kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto meningkat.”.
(44) 29. BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Yang meliputi pelaksanaan tindakan berulang yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi yang direncanakan dalam dua siklus. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pertama kali diperkenalkan oleh ahli psikologi social amerika yang bernama Kurt Lewis Pada 1946. Inti gagasan Lewis inilah yang selanjutnya dikembangkan oleh. ahli-ahli lain seperti. Stephen Kemmis, Robin McTaggart, John Elliot, Deva Ebbutt dan sebagainya. Menurut Kemmis ( Sanjaya, 2009:24) PTK adalah suatu bentuk penelitian refleksi dan kolektif yang dilakukan peneliti dalam situasi social untuk meningkatkan penalaran social mereka, adapun menurut Elliot 1982 penelitian tindakan adalah kajian tentang situasi social dengan maksud untuk. meningkatkan. kuliatas. tindakan. melalui. proses. diaognosis,. perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan mempelajari pengaruh yang ditimbulkannya.. 29.
(45) 30. B. Lokasi dan Subjek penelitian 1. Lokasi penelitsian Penelitian ini dilaksanakan di SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto tahun ajaran 2014/2015. Di lokasi inilah peneliti melakukan kegiatan pembelajaran sebagai refleksi kegiatan belajar mengajar. 2. Subjek Subjek dari penelitian ini adalah murid kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto yang mengikuti pelajaran bahasa dengan jumlah murid sebanyak 20 orang yang terdiri dari 9 murid perempuan dan 11 murid laki-laki tahun ajaran 2014/2015. C. Fokus Penelitian Penelitian ini difokuskan dua hal, yaitu peningkatan aktifitas murid dalam proses menyimak pelajaran dengan menerapkan pendekatan integratif yang. kedua adalah peningkatan hasil pembelajaran menyimak dengan. menerapkan pendekatan integratif. 1. Fokus penelitian pada aktifitas murid pada proses menyimak difokuskan pada. 3. tahap. dalam. proses. pramenyimak,. menyimak,. dan. Pascamenyimak. Ketiga tahap ini merupakan suatu kesatuan yang utuh yang tidak pernah terpisah. a. Fokus perhatian pada tahap pramenyimak adalah aktivitas guru dan murid, dalam menentukan topik atau tema pelajaran yang akan dibawakan..
(46) 31. b. Fokus perhatian pada tahap menyimak adalah aktivitas murid yaitu murid menyimak pelajaran yang diberikan oleh guru dan mampu memahami apa yang telah diinstruksikan oleh guru, dan mengerjakan tugas yang telah diberikan. c. Fokus perhatian pada tahap pascamenyimak adalah aktivitas murid yaitu membacakan tugas, mencermati tampilan temannya dan menanggapi kekurangan dan kesalahannya, menyimpulkan pelajaran. 2. Hasil belajar murid Hasil belajar murid adalah ukuran berhasil tidaknya seseorang setelah mengikuti. kegiatan belajar di sekolah.Indikator hasil belajar. murid adalah bahwa setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan pendekatan integratif dapat meningkatkan kemampuan murid dalam keterampilan menyimak. D. Prosedur Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini direncanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Kedua siklus ini merupakan rangkaian kegiatan yang saling berkaitan. Siklus II merupakan kelanjutan dan perbaikan dari siklus I, melalui empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Lebih jelasnya lihat gambar pada halaman selanjutnya:.
(47) 32. Keadaan Awal. Perencanaan Tindakan. Siklus I Pelaksanaan Tindakan. Observasi. Refleksi. Perencanaan Tindakan. Siklus II Pelaksanaan Tindakan. Observasi. Berhasil. Refleksi. Gambar 3.1 Alur Siklus Secara lebih rinci prosedur penelitian tindakan kelas untuk siklus I dapat dijabarkan sebagai berikut: Gambaran Siklus I 1.. Perencanaan Pada tahap perencanaan tindakan apa yang harus dilakukan, untuk pertama kali kita sebagai peneliti meminta ijin kepada kepala sekolah untuk melakukan penelitian, untuk melakukan penelitian tindakan kelas, kemudian menyiapkan indikator yang akan di teliti beserta tolak ukur keberhasilan penelitian yang akan kita laksanakan. Kemudian mencari guru yang akan.
(48) 33. dijadikan kolaborasi yang paham tentang mata pelajaran yang akan menjadi sumber PTK. a. Membuat rencana pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum SD kelas V dengan menerapkan pendekatan integratif. b. Membuat bahan penunjang untuk kelancaran penelitian yaitu pedoman observasi dan referensi penunjang yang relevan dengan penelitian. c. Membuat alat evaluasi untuk melihat apakah hasil belajar Bahasa Indonesia khususnya pada Keterampilan menyimak. murid dapat. meningkat. Pada penelitian ini. yang dijadikan tolak. ukur pelaksanaan. pembelajaran, yaitu menyimak pelajaran bahasa Indonesia, yaitu (a) murid mampu mendengarkakan dengan baik pelajaran yang diberikan oleh guru, (b) Murid mampu memahami semua instruksi yang diberikan oleh guru maupun teman-temannya, (c) Murid mampu menaggapi pelajaran yang telah diberikan, penetapan tindakan dalam peneliti didasarkan atas (a) kajian teori atau penelitian yang relavan, (b) kesanggupan guru yang akan diteliti, (c) kemampuan murid (d) pasilitas dan sarana prasarana yang tersedia atau yang memadai, (e) iklim suasana dikelas dan fasilitas di sekolah, atas dasar kelima asfek diatas maka penulis memilih media pembelajaran menyimak dengan menggunakan pendekatan integrtif untuk menyelesaikan permasalahan tentang pembelajaran menyimak..
(49) 34. 2.. Pelaksanaan Tindakan Pelaksaaan tindakan yang dilaksanakan dalam pembelajaran adalah kinerja guru dalam melaksanakan pendekatan integratif dan aktivitas murid selama dilaksanakan atau diterapkan pendekatan integratif, Guru memberikan mata. pelajaran. bahasa. Indonesia. dengan. tema. menyimak. dengan. menggunakan pendekatan integratif, dengan tahapan sebagai berikut: Tahapan. awal pembelajaran, guru menyampaikan materi pembelajaran. tentang Bahasa Indonesia yang dipadukan oleh beberapa aspek keterampilan bahasa Indonesia, lalu guru menerangkan pelajaran dengan menggunakan pendekatan integratif . Guru memperlihatkan materi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan integratif, guru menjelaskan bahan yang akan diajarkan. Tahapan inti pembelajaran murid menyimak dengan baik pelajaran yang diberikan oleh guru dengan menggunakan pendekatan integratif, murid memahami pelajaran dengan cara kreatif melalui pendekatan integratif, murid mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dan Guru mengumpulkan hasil kerja murid, lalu guru bersama-sama murid mengoreksi tugas yang telah dipresentasikan oleh murid. Sesudah medapatkan hasilnya lalu guru mengulangi pelajaran yang sudah disamapaikan tadi, sehingga murid akan lebih jelas tentang materi pelajaran yang diajarkan. Agar lebih terinci pelaksanaan pada tahap tindakan sebagai berikut: a. Pada tahap Pramenyimak, kegiatan pembelajaran yang dilakukan adalah Guru menentukan topik pembelajaran..
(50) 35. Pada tahap ini guru menentukan topik dan pembelajaran. Hasil kegiatan ini dilaksanakan agar topik yang diangkat bisa merangsang motivasi dan semangat murid dalam memperhatikan pelajaran. Aktifitas yang dapat dilakukan sangat beragam seperti bertanya pengalaman murid, memberikan. kesempatan. kepada. murid. untuk. mengungkapkan. pendapatnya. b. Pada tahap menyimak kegiatan pembelajaran yang dilakukan adalah: 1) Guru menyajikan pelajaran dengan topik yang telah ditentukan. Kegiatan ini penting untuk melatih pendengaran dan perhatian murid terhadap pelajaran. 2) Guru membacakan isi cerita yang diangkat, sedangkan murid menyimak. 3) Murid mencatat unsur-unsur yang yang dalam isi cerita rakyat. 4) Guru melalukan tanya jawab kepada murid mengenai tema, alur, latar, penokohan dan amanat yang ada dalam cerita rakyat yang telah disimak. c.. Tahap Pascamenyimak kegiatan pembelajaran yang dilakukan adalah: 1) Revisi : Pada tahap ini murid secara individu atau dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi dan memperbaiki jawaban dari tanya jawab sebelumnya. 2) Pengeditan : pada tahap ini murid secara individu atau dengan bantuan temannya menuliskan kembali apa yang telah disimak.
(51) 36. dengan menggunakan bahasa sendiri dengan apa yang telah di koreksi oleh temannya. 3) Publikasi : Pada tahap ini murid secara individu membacakan cerita rakyat yang dibuatnya dengan menggunakan bahasa sendiri di depan kelas kemudian ditanggap dan dinilai oleh guru maupun temannya. 3.. Observasi Kegiatan observasi dilaksanakan pada waktu penelitian atau pada waktu. pelaksanaan. tindakan,. penerapan. pendekatan. integratif. akan. dilaksanakan oleh guru Praktikan, peneliti sebagai observer yang akan mengobservasi tentang kinerja guru praktikan selama penerapan pendekatan Integratif. dan. mengobservasi. aktivitas. murid. dalam. pembelajaran. berlangsung. Proses observasi harus mendapatkan data yang sesungguhnya yang nyata yang terdapat dilapangan, pada saat belajar dilapangan harus mencatat catatan catatan hasil dilapangan, pada tahapan ini diharapkan dapat dikenali sedini mungkin apakah tindakan akan mengarah terhadap terjadinya perubahan positif dalam proses belajar sesuai dengan yang diharapkan. Dan untuk menilai apakah pelaksanaan pembelajaran telah sesuai dengan yang sudah direncanakan.. 4.. Refleksi Reflesi merupakan bagian yang sangat penting untuk memahami dan memberikan makna terhadap proses dan hasil pembelajaran yang terjadi yang.
(52) 37. dilakukan dengan (a) pada saat memikirkan tindakan yang akan dilakukan (b) ketika tindakan sedang dilakukan, (c) setelah tindakan dilakukan, adapun kegiatan yang dilakukan pada saat merefleksi, melakukan analisis, dan mengepaluasi atau mendiskusikan data yang harus diperoleh, penyusunan rencana tindakan yang hasil diperoleh melalui kegiatan observasi. Data yang telah dikumpulkan dalam observasi harus secepatnya dianalisis atau diinterprestasikan ( diberi makna ) sehingga dapat segera diberi tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan, jika diinterprestasikan data tersebut belum mencapai tujuan yang diharapkan maka guru dan observer melakukan langkah- langkah perbaikan untuk diterapkan pada siklus selanjutnya. Akan tetapi jika pada pelaksanaan refleksi terhadap hal-hal dianggap baik, maka hal-hal yang baik tersebut harus terus digali. Gambaran Siklus II Berdasarkan hasil refleksi tindakan yang dilaksanakan pada siklus I, dilakukan perbaikan pelaksanaan pembelajaran pada siklus II. Pelaksanaan tindakan pada siklus II disesuaikan dengan perubahan yang ingin dicapai. Hasil yang dicapai pada siklus ini dikumpulkan serta dianalisis untuk menetapkan suatu kesimpulan. E. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini berupa:.
(53) 38. 1. Lembar observasi Lembar observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mengamati setiap kejadian yang sedang berlangsung dan mencatatnya dengan alat observasi tentang hal-hal yang akan diamati atau di teliti. Lembar observasi terdiri dari dua yaitu lembar observasi guru dan lembar observasi murid. Lembar observasi guru digunakan untuk mengamati aktivitas guru. Sedangkan lembar observasi murid digunakan untuk mengamati sikap dan dan hasil belajar menyimak dalam proses pembelajaran. 2. Tes Instrumen tes digunakan untuk mengukur kemampuan murid dalam aspek kognitif, atau tingkat penguasaan materi pelajaran. Bentuk instrumen tes yang digunakan berupa soal pilihan ganda dengan 4 pilihan jawaban (option) yang berjumlah 10 soal dan 5 nomor uraian pada setiap siklus.. F. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: 1. Data Kuantitatif mengenai tingkat penguasaan materi pelajaran yang dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar setiap akhir siklus. 2. Data Kualitatif mengenai aktivitas murid yang dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi selama proses pembelajaran..
(54) 39. G. Teknik Analisis Data Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif Kuantitatif dan kualitatif. Analisis data deskriptif digunakan untuk menghitung nilai rata-rata dan persentase hasil belajar. Menurut (Sudijono, 2006: 43) mencari persentase nilai rata-rata adalah: =. x 100 %. Dimana: P = persentase ƒ = frekuensi yang dicari persentasenya N = banyaknya sampel Sumber : Sudijono, 2006: 43 Adapun untuk keperluan analisis kuantitatif digunakan teknik kategori tingkat penguasaan materi. Pedoman yang digunakan untuk mengubah skor mentah yang diperoleh murid menjadi skor standar (nilai). Batas kriteria ketuntasan minimum (KKM) Departemen Pendidikan Nasional Tahun Ajaran 2014/2015 di SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto mata pelajaran Bahasa Indonesia Khususnya Keterampilan Menyimak dengan nilai KKM 70. Hasil tes dianalisis kuantitatif dikategorikan dalam lima kategori standar yang ditetapkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 2006 adalah sebagai berikut:.
(55) 40. Tabel 3.1 Taraf Keberhasilan Tindakan Pembelajaran Taraf keberhasilan. Kualifikasi. 0 – 45. Sangat Rendah. 46 – 54. Rendah. 55 – 69. Sedang. 70 – 84. Tinggi. 85 – 100. Sangat Tinggi. H. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan penelitian ini terbagi atas dua yaitu indikator proses dan indikator hasil. Indikator proses adalah data kontrol yang dijadikan acuan pada saat proses pembelajaran berlangsung yang diambil melalui lembar observasi. Kualitas ini ditandai dengan terjadinya peningkatan keaktifan fisik, mental dan keaktifan sosial murid. Sedangkan kualitas kemampuan murid dalam menyelesaikan soal – soal bahasa Indonesia ditandai dengan meningkatkan skor rata-rata dengan memperhatikan ketuntasan belajar murid. Adapun teknik yang digunakan dalam mencari kategori ketuntasan belajar murid adalah seorang murid disebut telah tuntas hasil belajarnya secara klasikal jika meraih 80% dari skor ideal dengan nilai kriteria ketuntasan minimun pada mata pelajaran bahasa Indonesia 70..
(56) 41. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Penelitian Hasil yang diperoleh dari penelitian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis data murid yang aktif sesuai indikator melalui model pendekatan integratif , sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis hasil belajar murid pada setiap siklus. Data hasil tes dan data hasil observasi aktivitas murid pada akhir siklus disajikan dalam bentuk tabel. 1. Siklus I a. Tahap Perencanaan Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap perencanaan penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu: 1) Membuat rencana pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum SD kelas V dengan menerapkan pendekatan integratif. 2) Membuat bahan penunjang untuk kelancaran penelitian yaitu pedoman observasi dan referensi penunjang yang relevan dengan penelitian. 3) Membuat alat evaluasi untuk melihat apakah hasil belajar Bahasa Indonesia pada Keterampilan menyimak murid dapat meningkat.. 41.
(57) 42. b. Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan penelitian pada siklus pertama berlangsung dalam 4 kali pertemuan, 3 kali pertemuan proses pembelajaran dan 1 kali pertemuan pemberian tes. Yaitu pada tanggal 19 Agustus, 22 Agustus, 26 Agustus dan evaluasi dilakukan pada tanggal 29 Agustus. Kegiatan awal dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia. dengan. menerapkan. pendekatan. integratif. dalam. meningkatkan hasil belajar murid kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto, yaitu: 1. Pada pertemuan pertama, guru menyampaikan bahwa pendekatan pembelajaran yang akan diterapkan selama penelitian ini yaitu pendekatan integratif. 2. Guru memulai pelajaran dengan menyampaikan materi yang akan dipelajari, tujuan pembelajaran, dan memotivasi murid agar mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh. 3. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan pendekatan integratif. dengan cara menentukan mata pelajaran yang akan. digabungkan dalam satu aspek pembelajaran. 4. Mengajukan pertanyaan tentang peristiwa yang terjadi di sekitar dan melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dipelajari 5. Guru menyajikan pelajaran dengan topik yang telah ditentukan. 6. Guru memberikan instruksi kepada murid dalam pemberian tugas individu maupun kelompok sesuai dengan pembelajaran yang telah diberikan..
(58) 43. 7. Murid memahami apa yang telah dijelaskan oleh guru sehingga dapat menyelesaikan tugas yang telah diberikan 8. Pada akhir pertemuan, Revisi : pada tahap ini murid secara individu atau dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi tugas yang telah diberikan.Pengeditan : pada tahap ini murid secara individu atau dengan bantuan temannya ataupun guru mengoreksi dan memperbaiki tugas yang salah. Publikasi : pada tahap ini murid mempresentasikan tugasnya kemudian ditanggapi oleh teman maupun gurunya. c. Tahap Observasi Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti selama berlangsungnya penelitian, diperoleh data perubahan sikap dan perilaku belajar seperti keaktifan murid pada setiap siklus. Hasil observasi perubahan sikap dan perilaku murid pada siklus I disajikan pada tabel berikut :.
(59) 44. Tabel 4.1 Hasil Observasi Akivitas Murid pada Siklus I No . 1. 2.. Pertemuan. Aspek yang Diamati Murid yang hadir Murid. yang. memperhatikan. pelajaran. Rata-. %. I. II. III. rata. 16. 18. 20. 18. 90. 12. 14. 16. 14. 70. 10. 12. 15. 12,33. 61,65. 10. 11. 14. 11,66. 58,3. 7. 9. 10. 8,66. 43,3. 4. 4. 3. 3,66. 18,3. 2. 3. 6. 3,66. 18,3. Murid yang termotivasi dengan 3.. pembelajaran. yang. diberikan. oleh guru 4.. Murid yang aktif menjawab pertanyaan guru Murid yang dapat berfikir kreatif. 5.. mengemukakan dengan. pendapat. menggunakan. bahasa. sendiri Murid 6.. yang. mengerjakan. aktivitas lain di kelas, selama proses. belajar. mengajar. berlangsung. Murid yang berani memberikan 7.. kesimpulan. pada. akhir. pembelajaran. Berdasarkan data pada tabel di atas, diperoleh gambaran mengenai aktivitas belajar murid pada siklus I, dimana dari 20 murid kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto yang diobservasi terkait aspek-aspek aktivitas belajar, hasilnya dapat dijelaskan dalam skala deskriptif sebagai berikut: murid yang hadir dalam mata pelajaran bahasa Indonesia pada pertemuan pertama hanya 16 murid yang.
(60) 45. hadir, pertemuan kedua 18 orang dan pertemuan ketiga 20 orang atau 90% murid yang memperhatikan penjelasan guru pada pertemuan pertama hanya 12 murid kemudian meningkat pada pertemuan kedua menjadi 14 murid dan pada pertemuan ketiga berjumlah 16 murid atau 70%, Murid yang termotivasi dengan pembelajaran pada pertemuan pertama hanya 10 murid yang termotivasi dengan pembelajaran yang diberikan oleh guru, kemudian pada pertemuan kedua meningkat menjadi 12 murid dan pada pertemuan ketiga bertambah menjadi 15 murid atau 61,65%, murid yang aktif menjawab pertanyaan guru pada pertemuan pertama hanya 10 murid, pertemuan kedua meningkat sebanyak 11 murid dan pada pertemuan ketiga bertambah menjadi 14 murid atau 58,3%, Murid yang dapat berfikir kreatif mengemukakan pendapat dengan menggunakan bahasa sendiri hanya 7 murid yang berani mengemukakan pendapat, kemudian pada pertemuan kedua bertambah 9 murid dan pada pertemuan ketiga berjumlah 10 murid atau 43,3%, Murid yang mengerjakan aktivitas lain di kelas, selama proses belajar mengajar berlangsung pada pertemuan pertama sebesar 4 murid, pertemuan kedua sebanyak 4 orang dan pertemuan ketiga berjumlah 3 murid. atau 18,3%, dan murid yang berani memberikan. kesimpulan pada akhir pembelajaran pada pertemuan pertama hanya 2 murid, pertemuan kedua berjumlah 3 murid dan pada pertemuan ketiga berjumlah 6 murid atau 18,3%..
(61) 46. d. Hasil Evaluasi Evaluasi ini diikuti oleh 20 orang murid, pada siklus I penggunaan pendekatan integratif yang diterapkan belum sempurna, hal tersebut berdampak pada kemampuan murid melaksanakan kegiatan dan berakibat terhadap rendahnya prestasi murid pada perolehan skor hasil tes belajar pada tabel berikut ini: Tabel 4.2 Skor Statistik Pemahaman Bahasa Indonesia Murid Kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto setelah Penerapan Pendekatan Integratif pada Siklus I Statistik. Nilai Statistik. Jumlah murid. 20. Skor ideal. 100. Skor tertinggi. 95. Skor terendah. 33. Rentang skor. 62. Skor rata-rata. 67,1. Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa skor rata-rata pemahaman bahasa Indonesia khususnya keterampilan menyimak murid sebanyak 67,1. Skor terendah yang diperoleh murid adalah 33 dan skor tertinggi yang diperoleh murid adalah 95 dari skor ideal yang mungkin dicapai 100. Dengan rentang skor 62, ini menunjukkan kemampuan murid cukup bervariasi..
(62) 47. Apabila. skor. pemahaman. bahasa. Indonesia. tersebut. dikelompokkan ke dalam lima kategori sesuai dengan kategori yang telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase skor hasil belajar bahasa Indonesia murid kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto pada tes akhir siklus I dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut.. Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi dan Persentase Pemahaman Bahasa Indonesia Murid Kelas V SD Inpres Pallantikang Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto setelah Penerapan Pendekatan Integrati pada Siklus I Interval Nilai. Kategori. Frekuensi. persentase %. 0 – 45. Sangat Rendah. 1. 5%. 46 – 54. Rendah. 4. 20 %. 55 – 69. Sedang. 7. 35 %. 70 – 84. Tinggi. 4. 20 %. 85 – 100. Sangat Tinggi. 4. 20 %. 20. 100%. Dari tabel di atas menunjukkan bahwa persentase skor pemahaman murid setelah diterapkan siklus I adalah kategori sangat rendah hanya 1 murid, kategori rendah hanya 4 murid, kategori sedang hanya 7 muid, kategori tinggi hanya 4 murid dan kategori sangat tinggi hanya 4 murid dengan rata-rata 67,1. Adapun persentase ketuntasan pemahaman bahasa Indonesia yang diperoleh dari hasil belajar bahasa Indonesia khususnya Keterampilan.
Dokumen terkait
Permasalahan dalam penelitian ini yakni gambaran pengelolaan kelas di SD Inpres Jongaya, gambaran minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan a pakah terdapat hubungan