• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruhminat belajar matematika terhadap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruhminat belajar matematika terhadap"

Copied!
88
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUHMINAT BELAJAR MATEMATIKA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD

INPRES TOMBOLO PAO KECAMATAN TOMBOLO PAO KABUPATEN GOWA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan Universitas MuhammadiyahMakassar

Oleh : MELSAFIRA 10540 8991 14

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

2018

(2)
(3)
(4)

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Sertakan Allah disetiap urusan (Q.s. fussilat : 30)

Tak ada jalan pintas menuju kebahagiaan.

Terkadang kita harus menangis tuk dapat mensyukuri sebuah senyuman.

“Kelemahan-kelemahan kita akan menjadi kekuatan yang dahsyat apabila dikumpulkan dan difokuskan pada pencapaian tujuan”

“Jangan mengatakan bahwa saya punya masalah besar tapi katakan pada masalah saya punya Allah yang maha besar”

Kupersembahkan karya ini kepada Kedua Orang Tuaku tercinta, saudaraku, keluarga, sahabat, semua guru dan dosen, serta bangsaku, Indonesia

(5)

ABSTRAK

Melsafira. 2018. Pengaruh Minat Belajar Matematika Terhadap Prestasi Belajar Matematika Kelas V SD Inpres Tombolo Pao Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa. Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Pembimbing I Dr. Sukmawati, M.Pd. dan Pembimbing II Ernawati, S.Pd.,M.Pd.

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Dalam penelitian ini, peneliti menjelaskan jumlah populasi serta jumlah sampel yang akan diteliti. Setelah itu peneliti melakukan tindakan sesuai dengan rencana dan pengumpulan data sesuai dengan instrumen yang dibuat, yaitu pedoman kuesioner (angket), dan tes. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh minat belajar matematika terhadap prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini dilakukan di SD Inpres Tombolo Pao Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa. Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Sampling Jenuh. Artinya, semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Inpres Tombolo Pao yang berjumlah 32 orang siswa, sedangkan pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner dan tes. Untuk menjelaskan karakteristik responden menggunakan analisis presentase sedangkan untuk menjelaskan deskripsi penelitian yang berkaitan dengan hipotesis dianalisis dengan menggunakan analisis; korelasi product moment, uji signifikasi korelasi, mencari persamaan garis regresi dan uji determinasi. Hasil analis data menunjukkan bahwa, minat belajar (X), berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar matematika (Y) yang ditunjukkan dengn nilai koefisien korelasii korelasi sebesar 0,5478. Sedangkan untuk uji signifikasi korelasi diperoleh bahwa 𝑟𝑕𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔yang diperoleh adalah lebih besar dari 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (3,588 > 0,05) pada taraf signifikasi 5 %. Hasil analisis determinasi menunjukkan bahwa variabel minat belajar siswa (X) berpengaruh sebesar 30,01% terhadap variabel prestasi belajar siswa (Y), sedangkan selebihnya yaitu 69,99% adalah dipengaruhi oleh faktor internal atau faktor eksternal yang tidak diteliti pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa pengaruh minat belajar matematika siswa kelas V SD Inpres Tombolo Pao Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa mempengaruhi prestasi belajar matematika.

Kata Kunci : Minat Belajar Matematika. Prestasi Belajar Matematika

(6)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kepada Allah Swt karena dengan segala limpahan rahmat-Nyalah, taufik dan inayah serta hinayahNyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian pendidikan ini dengan baik.

Shalawat beserta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Beserta keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya. Penelitian ini dilakukan guna memenuhi persyaratan kelulusan untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan Jurusan PGSD Universitas Muhammadiyah Makassar.

Dalam penulisan penelitian pendidikan ini, penulis menyadari sepenuhnya masih terdapat banyak kekurangan dan keterbatasan ilmu pengetahuan yang penulis miliki. Namun berkat dorongan dan bantuan dari berbagai pihak akhirnya penelitian pendidikan ini dapat terselesaikan. Oleh karena itu, sudah sepantasnya penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyusun penelitian ini. Ucapan terima kasih tersebut penulis sampaikan kepada:

1. Orang tua, Yaitu Syamsuddindan Salmah yang telah mengasuh, membesarkan, mendidik, membiayai, dan memberikan semangat serta selalu mendoakan setiap langkah dalam menempuh pendidikan demi masa depan yang lebih baik. Tiada imbalan setimpal yang dapat penulis berikan, semoga Allah SWT membalas dan memberikan rezeki yang berlimpah atas pengorbanan dan amal kebaikan yang telah diberikan kepada penulis

2. Dr. H. Abd. Rahman Rahim, S.E., M.M., Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.

3. Erwin Akib, S.Pd., M.Pd., ph.D., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas muhammadiyah Makassar.

4. Sulfasyah, MA., Ph. D., Ketua program Studi Pendidikan Guru Sekolah dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.

(7)

5. Dr. Sukmawati, M.Pd., dan Ernawati, S.Pd., M.Pd., selaku pembimbing yang senantiasa membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi.

6. Serta seluruh dosen dan para staf pegawai dalam lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar.

7. Hj. Sumiani, S.Pd selaku Kepala SD Inpres Tombolo Pao Kabupaten Gowa.

Beserta para stafnya, terutama Ibu Rosmini S.Pd selaku guru Kelas V.

8. Kepada keluarga besarku, adik-adikku yang senantiasa mendukung dan memotivasi penulis baik dikala suka maupun duka atas bantuan moril dan materinya dalam menyelesaikan program sarjana penulis.

9. Teman-teman seperjuangan angkatan 2014 PGSD kelas A, teman-teman P2K, sahabat-sahabat blueyezt, teman-teman pejuang S.Pd serta teman- teman HIPMA GOWA Koord. Tombolo Pao yang telah banyak meluangkan waktunya dikala senang maupun sedih dan tiada henti-hentinya menyemangati penulis.

Setiap orang dalam berkarya selalu mencari kesempurnaan, tetapi itu terasa jauh dari kehidupan seseorang. Kesempurnaan bagaikan fatamorgana yang semakin dikejar semakin menghilang dari pandangan, bagai pelangi yang terlihat indah dari kejauhan, tetapi menghilang jika didekati. Demikian juga dengan tulisan ini, kehendak hati ingin mencapai kesempurnaan, tetapi kapasitas penulis dalam keterbatasan. Segala daya dan upaya telah penulis kerahkan untuk membuat penelitian ini selesai dengan baik dan bermanfaat dalam dunia pendidikan, khususnya dalam ruang lingkup Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar.

Akhirnya, dengan segala kerendahan hati, penulis senantiasa mengharapkan kritikan dan saran dari berbagai pihak, selama saran dan kritikan tersebut sifatnya membangun karena penulis yakin bahwa suatu persoalan tidak akan berarti sama sekali tanpa adanya kritikan. Mudah-mudahan dapat memberi manfaat bagi para pembaca, terutama bagi diri penulis. Amin.

Makassar, 1 Juni 2018 Penulis

(8)

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii

SURAT PERNYATAAN ... iii

SURAT PERJANJIAN ... iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... v

ABSTRAK ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL... ix

DAFTAR GAMBAR ... BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan Penelitian... 5

D. Manfaat Penelitian... 6

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN ... 7

A. Kajian Pustaka ... 7

1. Penelitian Relevan ... 7

2. Minat Belajar Matematika... 9

3. Prestasi Belajar Matematika ... 15

a. Pengertian Belajar ... 15

b. Prestasi Belajar Matematika ... 18

c. Hakikat Matematika ... 21

4. Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar... 23

5. Pengaruh Minat Belajar Matematika Terhadap Prestasi Belajar Matematika ... 25

B. Kerangka Pikir... 26

C. Hipotesis ... 28

1. Hipotesis Penelitian ... 28

2. Hipotesis Statistik... 28

(9)

BAB III METODE PENELITIAN ... 29

A. Jenis Penelitian ... 29

B. Populasi dan Sampel ... 30

1. Populasi ... 30

2. Sampel ... 30

C. Defenisi Operasional Variabel ... 31

D. Teknik Pengumpulan Data ... 31

1. Koesioner/Angket ... 31

2. Tes ... 31

E. Instrumen Penelitian ... 32

1. Instrumen Angket atau Koesioner Minat Belajar Matematika ... 33

2. Instrumen Tes ... 39

F. Teknik Analisis Data ... 40

1. Analisis Statistik Deskriptif ... 40

2. Analisis Inferensial... 40

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 43

A. Hasil Penelitian ... 43

1. Deskripsi Minat Belahjar Siswa pada Pelajaran Matematika Kelas V SD Inpres Tombolo Pao ... 43

2. Deskripsi Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Inpres Tombolo Pao ... 45

3. Analisis Uji Hipotesis ... 46

B. Pembahasan Hasil Penelitian ... 48

BAB V PENUTUP ... 52

A. Simpulan... 52

B. Saran ... 53

DAFTAR PUSTAKA ... 54 LAMPIRAN-LAMPIRAN ...

RIWAYAT HIDUP ...

(10)

DAFTAR TABEL

3.1 Populasi siswa SD Inpres Tombolo Pao ... 30

3.2 Skor Alternatif Jawaban ... 32

3.3 Kisi-kisi Instrument Minat ... 34

4.1 Skor Alternatif Jawaban ... 37

4.2 Uji Validitas Insrumen Angket Tentang Minat Belajar Matematika ... 38

4.2 Kisi-kisi Soal ... 39

4.3 Distribusi Frekuensi Minat Belajar siswa ... 44

4.4 Kualitas Variabel (X) Minat Belajar Siswa ... 44

4.5 Distribusi Frekuensi Variabel Y... 45

4.6 Kualitas Variabel (Y) Prestasi Belajar Matematika ... 46

4.7 Tabel Ringkasan Hasil Analisis Varian Garis Regresi ... 47

(11)

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Angket Penelitian

Lampiran 2 : Soal Tes

Lampiran 3 : Tabel Hasil Penelitian Instrument Angket Minat belajar Matematika Lampiran 4 : Tabel Data Prestasi Belajar Pelajaran Matematika Siswa Kelas V

SD Inpres Tombolo Pao

Lampiran 5 : Tabel Kerja Pengaruh antara Minat Belajar dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Inpres Tombolo Pao Kabupaten Gowa

Lampiran 6 : Uji Hipotesis Lampiran 7 : Dokumentasi

(12)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pendidikan pada hakikatnya adalah adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan seseorang didalam dan diluar sekolah yang berlangsung seumur hidup. Suatu hal yang perlu mendapat pehatian bahwa prestasi belajar siswa bukan hanya ditentukan oleh program di sekolah, tetapi ditentukan pula oleh kegiatan belajar diluar sekolah atau dirumah. Berdasarkan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Matematika merupakan salah satu pelajaran yang sangat berperan penting dalam dunia pendidikan. Hal ini terbukti dengan ditetapkannya pelajaran Matematika dalam Ujian Nasional (UN). Selain itu, matematika dipelajari disetiap jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, serta alokasi waktu jam pelajaran lebih banyak dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya.

Belajar merupakan salah satu kebutuhan bagi setiap manusia, sebab hanya dengan belajar manusia dapat mengatasi berbagai tantangan dan rintangan yang setiap saat muncul dalam hidupnya. Kita mengetahui bahwa

(13)

proses belajar mengajar merupakan kegiatan sosial. Dalam dunia pendidikan saat ini kita dihadapkan pada masalah yang lebih kompleks dimana sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu menghadapi tantangan zaman yang akan dapat bertahan. Pada kenyataannya semua bidang keilmuan maupun sektor kehidupan kita selalu dihadapkan kepada masalah-masalah yang memerlukan matematika sebagai pemecahannya.

Minat siswa terhadap pelajaran merupakan kekuatan yang akan mendorong siswa untuk belajar. Siswa yang berminat (sikapnya senang) kepada pelajaran akan tampak terdorong terus untuk tekun belajar, berbeda dengan siswa yang sikapnya hanya menerima kepada pelajaran. Mereka hanya tergerak untuk mau belajar tetapi sulit untuk bisa terus tekun karena tidak ada pendorongnya.

Minat merupakan faktor psikologis yang akan mempengaruhi belajar.

Minat yang dapat menunjang belajar adalah minat kepada bahan/mata pelajaran dan kepada guru yang mengajarnya. Apabila siswa tidak berminat kepada bahan atau mata pelajaran juga kepada gurunya, maka siswa tidak akan mau belajar. Oleh karena itu, guru harus memberi motivasi agar siswa mau belajar dan memperhatikan pelajaran.

Kondisi belajar mengajar yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam belajar. Keterlibatan siswa dalam belajar erat kaitannya dengan sifat-sifat siswa, baik yang bersifat kognitif seperti kecerdasan dan bakat maupun yang bersifat afektif seperti motivasi, rasa percaya diri, dan minatnya. Siswa yang memiliki minat dan keingintahuan yang kurang untuk

(14)

menekuni pelajaran matematika akan kesulitan dalam belajar matematika. Hal ini ditandai dengan masih rendahnya prestasi belajar matematika yang dicapai.

Setiap sekolah tingkat minat belajar matematika peserta didiknya berbeda-beda. Seperti di Sekolah yang pernah di tempati magang 3 SD Inpres Sero terutama di kelas tinggi, ada siswa yang mengaku senang dengan pelajaran matematika dan sebagian peserta didik mengaku tidak senang dengan pelajaran matematika. Tidak jarang siswa yang memandang matematika sebagai mata pelajaran yang menakutkan, bahkan ada siswa yangmenganggap bahwa matematika adalah kegiatan pembelajaran yang membosankan. Hal ini menunjukkan bahwa minat belajar matematika di sekolah ini masih kurang.Kejadian yang serupa juga terjadi di sekolah SD Inpres Tombolo Pao.

Berdasarkan hasil Observasi dan wawancara yang dilaksanakan peneliti di kelas V SD Inpres Tombolo Pao Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa peneliti memperoleh informasi bahwa rata-rata hasil belajar matematika siswa kelas V di sekolah tersebut masih tergolong rendah, hal ini ditandai dengan rendahnya nilai rata-rata yang diperoleh siswa dan masih banyak siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) bidang studi matematika yang ditetapkan sekolah yaitu 65 untuk setiap materi pokok.

Ada beberapa permasalahan dalam proses belajar mengajar khususnya pada pembelajaran Matematika, diungkapkan bahwa banyak siswa yang nilainya dibawah rata-rata yang menyebabkan siswa tersebut untuk remedial.

Guru yang mengajarpun seringkali terganggu dengan siswa yang kurang minat

(15)

belajarnya. Dari sinilah peneliti melihat bahwa kebanyakan siswa yang remedial tersebut karena kurangnya minat untuk belajar matematika.

Di kelas tersebut terdapat sebagian siswa yang takut dengan mata pelajaran matematika, hal tersebut diungkapkan oleh siswa karena tidak bisa berhitung atau tidak suka berhitung. Mereka beranggapan bahwa mata pelajaran matematika merupakan pelajaran yang sulit dipahami, jadi seolah- olah pelajaran matematika adalah momok yang sangat menyeramkan bagi siswa, sehingga sedikit anak yang tertarik pada pelajaran matematika dan siswa yang tidak berminat cenderung malas untuk mempelajari mata pelajaran yang tidak disukainya, ia akan pasrah pada nasib dengan nilai apa adanya.

Dengan melihat nilai ulangan harian matematika siswa, dapat diketahui bahwa nilai ulangan harian rendah, khususnya pada pelajaran matematika kelas V. Diketahui bahwa hasil belajar matematika siswa rendah karena minat siswa terhadap pelajaran matematika rendah.

Memahami persoalan diatas yang berkaitan dengan minat dan prestasi belajar siswa mata pelajaran matematika penulis tertarik untuk melakukan penelitian untuk mengetahui sejauh mana “Pengaruh Minat Belajar Matematika terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Inpres Tombolo Pao Kabupaten Gowa”.

(16)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan permasalahan diatas, maka yang menjadi rumusan masalah adalah:

1. Bagaimana minat belajar matematika siswa kelas V SD Inpres Tombolo Pao Kabupaten Gowa?

2. Bagaimana prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Inpres Tombolo Pao Kabupaten Gowa?

3. Apakah minat belajar matematika berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Inpres Tombolo Pao?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mendeskripsikan minat belajar terhadap pembelajaran matematika di kelas V SD Inpres Tombolo Pao kabupaten Gowa.

2. Untuk mendeskripsikan prestasi belajar matematika di kelas V SD Inpres Tombolo Pao Kabupaten Gowa.

3. Untuk mengetahui pengaruh positif tentang minat belajar matematika terhadap prestasi belajar matematika di kelas V SD Inpres Tombolo Pao.

(17)

D. Manfaat Penelitian

Manfat yang diharapkan dari penelitian adalah:

a. Kegunaan Teoritik

Menambah wacana teoritik dalam dunia pendidikan, sehingga menjadi tambahan pilihan dalam memilih metode dalam proses pembelajaran.

b. Kegunaan Praktis

a. Bagi sekolah dapat meningkatkan mutu pendidikan khususnya mata pelajaran matematika disekolah.

b. Sebagai bahan informasi guru tentang minat belajar matematika di kelas V SD Inpres Tombolo Pao Kabupaten Gowa.

c. Sebagai bahan informasi kepada siswa di SD Inpres Tombolo Pao Kabupaten Gowa dalam meningkatkan proses belajar mengajar.

d. Bagi pembaca dapat menambah pengetahuan dalam mencapai tujuan pendidikan.

(18)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Pustaka

1. Penelitian Relevan

a. Penelitian yang relevan oleh Putri Dwi Ferra tahun 2016 lalu dengan judul skripsi Hubungan Minat Belajar terhadap Prestasi Belajar Matematika siswa Kelas IV SD Negeri Se-gugus Mawar Metro Pusat Tahun Ajaran 2015/2016. Menunjukkan bahwa minat belajar matematika berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa.

Berdasarkan hasil abalisis, dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara minat belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri Se-Gugus Mawar Metro Pusat. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi variabel X dan variabel Y yaitu=0,27 dengan 𝑡𝑕𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 2,11. Nilai koefisien korelasi (r) tergolong rendah dengan 𝑡𝑕𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙yaitu 2,11>2,02 (dengan ɑ=0,05), artinya minat belajar terdapat hubungan yang signifikan dengan prestasi belajar.

Nilai koefisien determinasi 7,29 %, hal ini berarti minat belajar memberikan pengaruh sebesar 7,29 % terhadap prestasi belajar. Sedangkan sisanya 92,71% dipengaruhi oleh variabel atau faktor lain yang tidak dibahas pada penelitian ini.

b. Penelitian yang relevan oleh Nurjannah tahun 2016 lalu dengan judul skripsi Pengaruh Minat Belajar dan Perhatian Orang Tua terhadap Prestasi Belajar

(19)

Matematika Muris kelas III SD Negeri Tanetea Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid kelas III SD Negeri Tanetea sebanyak 30 murid. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket tertutup dan dokumentasi. Kriteria penolakan dan penerimaan uji hipotesis menggunakan taraf signifikan 5%.

Berdasarkan hasil penelitian, ternyata hipotesis yang diajukan diterima.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh minat belajar dan perhatian orang tua terhadap prestasi belajar Matematika SD Negeri Tanetea Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa sangat tinggi dan sangat signifikan.

c. Penelitian yang relevan oleh Mukrimuddin tahun 2015 lalu dengan judul skripsi “Pengaruh Minat Belajar Matematika terhadap prestasi belajar Matematika Siswa Kelas Tinggi SD Inpres Borong Pa’lala Kec.

Pattallassang Kab. Gowa”. Menunjukkan bahwa minat belajar matematika berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa.

Data tentang pengaruh minat belajar pada pelajaran matematika terhadap prestasi belajar peserta didik mata pelajaran matematika diperoleh berdasarkan angket yang diisi oleh siswa. Metode perhitungan dengan menggunakan rumus regresi linier diperoleh persamaan regresi Y = 55,827+0,382X dan hasil garis regresi 𝐹𝑟𝑒𝑔=12,868. Bila dibandingkan dengan 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 para taraf signifikan 5%=4,17, maka 𝐹𝑟𝑒𝑔 adalah lebih besar.

Sehingga dapat dinyatakan bahwa minat belajar peserta didik pada pelajaran matematika berpengaruh terhadap prestasi belajar peserta didik mata pelajaran matematika.

(20)

Ketiga penelitian tersebut memiliki kesamaan dengan penelitian yang akan dilakukan. Kesamaan tersebut yaitu jenis penelitian tersebut adalah ex- post facto berupa korelasional. Perbedaan dari penelitian Putri Dwi Ferra dengan peneliti terdapat pada sampel yang digunakan, perbedaan dari penelitian Nurjannah dengan peneliti terdapat pada variabelnya sedangkan penelitian Mukrimuddin variabel bebas dan terikatnya memiliki kesamaan dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. Perbedaan penelitian ini hanya terletak pada individu yang diteliti. Sehingga penulis merasa ketiga penelitian tersebut dapat menjadi acuan dalam penelitian ini.

2. Minat Belajar Matematika

Sriyanti (2009: 8) minat merupakan kecenderungan untuk memperhatikan dan berbuat sesuatu. Syah (2010: 152) juga mengungkapkan bahwa minat itu kcenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Menurut sukardi dalam susanto (2014:57) minat dapat diartikan sebagai suatu kesukaan, kegemaran atau kesenangan akan sesuatu.

Menurut Ahmad Susanto (2013: 58) “minat merupakan dorongan dalam diri seseorang atau faktor yang menimbulkan ketertarikan atau perhatian secara efektif, yang menyebabkan dipilihnya suatu objek atau kegiatan yang menguntungkan, menyenangkan, dan lama-kelamaan akan mendatangkan kepuasan dalam dirinya”.

Menurut M. Alisuf Sabri “minat adalah kecenderungan untuk selalu memperhatikan dan mengingat sesuatu secara terus menerus, minat ini erat kaitannya dengan perasaan senang, karena itu dapat dikatakan minat itu terjadi

(21)

karena sikap senang kepada sesuatu, orang berminat kepada sesuatu berarti ia sikapnya senang kepada sesuatu”.

Minat merupakan kecenderungan yang menetap dalam subyek untuk merasa senang dan tertarik pada bidang/hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu. Minat merupakan faktor psikologis yang terdapat pada setiap orang. Sehingga minat terhadap sesuatu/kegiatan tertentu dapat dimiliki setiap orang. Bila seseorang tertarik pada sesuatu maka minat akan muncul.

Selanjutnya menurut Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal (2004: 48) minat (Interest) merupakan kecenderungan untuk selalu memperhatikan dan mengingat sesuatu secara terus menerus yang sangat erat hubungannya dengan perasaan senang. Orang yang berminat terhadap sesuatu karena ia menyukainya atau memiliki sifat positif terhadap sesuatu tersebut. Dalam proses belajar, minat berfungsi sebagai Motivating Force yaitu sebagai kekuatan yang akan mendorong seseorang untuk belajar.

Dari pengertian tersebut dapat dimengerti bahwa terjadinya minat itu karena dorongan dari perasaan senang dan adanya perhatian terhadap sesuatu. Perasaan senang dan tidak senang merupakan dasar dari suatu minat.

Tiga faktor yang mendasari timbulnya minat adalah:

a. Faktor dorongan dalam; dorongan dari individu itu sendiri sehingga timbul minat untuk melakukan aktivitas atau tindakan tertentu untuk memenuinya.

b. Faktor motivasi sosial; merupakan faktor untuk melakukan sesuatu aktivitas agar dapat diterima dan diakui oleh lingkungannya.

(22)

c. Faktor emosional; minat erat hubungannya dengan emosi karena faktor ini selalu menyertai seseorang dalam berhubungan dengan objek minatnya (Taufani, 2008: 38).

Minat belajar terhadap pelajaran merupakan kekuatan yang akan mendorong siswa untuk belajar. Sriyanti (2009: 8) mengemukakan bahwa minat mengakibatkan seseorang rela meluangkan waktu lebih banyak terhadap hal yang diminati. Minat bahkan membuat seseorang rela mengeluarkan biaya dan tenaga demi minatnya tersebut. Minat terhadap pelajaran akan banyak pengaruhnya terhadap keberhasilan belajar anak, karena itu ia rela meluangkan waktu untuk pelajaran tersebut.

Minat dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa dalam bidang-bidang studi tertentu. Umpamanya, seseorang siswa yang menaruh minat besar terhadap matematika akan memusatkan perhatiannya lebih banyak dari pada siswa lainnya. Kemudian, karena pemusatan perhatian yang intensif terhadap materi itulah yang memungkinkan siswa tadi untuk belajar lebih giat, dan akhirnya mencapai prestasi yang diinginkan (Syah, 2010: 152). Ciri-ciri minat Hurlock dikutip dari Susanto (2014: 62) berpendapat bahwa ada 7 ciri-ciri minat anak yaitu:

1) Minat tumbuh bersamaan dengan perkembangan fisik dan mental.

Yaitu minat disemua bidang berubah selama terjadi perubahan fisik dan mental.

2) Minat bergantung pada kesiapan belajar.

(23)

Anak-anak tidak dapat mempunyai minat sebelum mereka siap secara fisik dan mental. Sebagai contoh, mereka tidak dapat mempunyai minat sungguh-sungguh untuk permainan bola sampai mereka memiliki kekuatan dan koordinasi otot yang diperlukan untuk permainan bola tersebut.

3) Minat bergantung pada kesempatan belajar.

Kesempatan untuk belajar bergantung pada lingkungan dan minat, baik anak-anak maupun dewasa.

4) Perkembangan minat mungkin tak terbatas.

Ketidakmampuan fisik dan mental serta pengalaman sosial yang terbatas membatasi minat.

5) Minat dipengaruhi pengaruh budaya.

Anak-anak mendapat kesempatan dari orang tua, guru dan orang dewasa lain untuk belajar menekuni minat yang dianggapnya baik dan sesuai.

6) Minat berbobot emosional.

Bobot emosional aspek afektif jadi minat menentukan kekuatannya.

Bobot emosional yang tidak menyenangkan melemahkan minat.

7) Minat itu egosentris.

Sepanjang masa kanak-kanak, minat itu egosentris. Misalnya minat anak laki-laki pada matematika, sering berlandaskan keyakinan bahwa kepandaian dibidang matematika di sekolah akan menunjukkan langkah penting menuju kedudukan yang menguntungkan dalam dunia usaha.

(24)

Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah masih sering terjadi permasalahan berkaitan dengan kurangnya penguasaan materi matematika. Salah satu penyebab kurangnya penguasaan materi matematika adalah rendahnya minat siswa untuk belajar matematika. Siswa selalu berasumsi bahwa pelajaran matematika merupakan salah satu pelajaran yang cukup menyulitkan dan tidak menyenangkan. Kesulitan belajar yang timbul ini tidak semata-mata bersumber dari diri siswa, tetapi bisa juga bersumber dari luar diri siswa, misalnya cara penyajian pelajaran yang dilakukan oleh guru yang tidak atau kurang menarik, sehingga siswa tidak berminat belajar matematika.

Ada beberapa unsur-unsur minat : a. Perasaan

Perasaan dapat diartikan sebagai suasana psikis yang mengambil bagian pribadi dalam situasi, dengan jalan membuka diri terhadap suatu hal yang berbeda dengan keadaan atau nilai dalam diri.

Perasaan umumnya bersangkutan dengan fungsi mengenal, artinya perasaan dapat timbul karena mengamati, menanggapi, mengkhayalkan, mengingat- ngingat, atau memikirkan sesuatu. Oleh karena itu, perasaan senang yang dimiliki peserta didik akan menumbuhkan minat yang didukung dengan perilaku positif. Sedangkan jika perasaan tidak senang yang timbul, maka akan menghambat kegiatan belajar. Wasty Soemanto (1990: 37).

Perasaan emosional merupakan perasaan yang bersangkutan dengan kesanggupan intelek (pikiran) dalam menyelesaikan soal ujian (perasaan

(25)

emosional senang), atau perasaan kecewa yang dialami oleh seseorang yang sama sekali dapat mengerjakan soal ujian. Sumadi Suryabrata (1998: 68).

b. Perhatian

Perhatian adalah pemusatan atau konsetrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada suatu sekumpulan objek. Kalau individu sedang memperhatikan suatu benda misalnya, ini berarti seluruh aktivitas individu dicurahkan atau dikonsentrasikan pada benda tersebut. Baharuddin (2009:

178).

c. Motif

Motif adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu. Motif adalah suatu pernyataan yang kompleks di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku atau perbuatan kesuatu tujuan atau perangsang. Ngalim Purwanto (2014: 60). Motif berfungsi sebagai penggerak atau sebagai pendorong yang memberikan energi (kekuatan) kepada seseorang untuk melakukan suatu tugas. Misalnya dalam kegiatan belajar, sebagai penggerak motivasi peserta didik sehingga peserta didik dapat berkonsentrasi terhadap kegiatan belajar.

Minat belajar matematika bukan saja karena materinya yang menarik akan tetapi didukung oleh cara penyampaian materi yang baik dari para pengajar.

Makin baik cara penyampaiannya makin besar pula kemungkinan siswa berminat belajar matematika. Guru sebagai tenaga pengajar di kelas akan berusaha sedapat mungkin untuk membangkitkan minat belajar pada siswa-siswanya dengan berbagai cara, salah satu caranya dengan memperkenalkan kepada siswa berbagai

(26)

macam kegiatan-kegiatan belajar, seperti bemain sambil belajar matematika sehingga anak-anak menunjukkan minat yang besar.

Minat siswa terhadap pelajaran matematika ditandai oleh perhatian siswa pada pelajaran matematika, kesukaan siswa terhadap pelajaran matematika, keinginan siswa untuk tahu lebih banyak mengenai matematika, tugas-tugas yang diselesaikan oleh siswa, motivasi siswa mempelajari matematika, kebutuhan siswa terhadap pelajaran matematika dan ketekunan siswa dalam mempelajari matematika. Kurangnya minat belajar anak terhadap matematika karena kurangnya pengertian tentang hakekat dan fungsi itu sendiri. Padahal matematika merupakan salah satu jalan untuk menuju pemikiran yang jelas, tepat dan teliti pemikiran mana melandasi semua ilmu pengetahuan.

Berdasarkan uraian diatas, maka minat belajar matematika adalah perasaan senang terhadap pelajaran matematika dimana seorang siswa menaruh perhatian yang besar terhadap matematika dan menjadikan matematika pelajaran yang mudah. Dengan demikian minat belajar matematika dapat diartikan sebagai keterlibatan diri secara penuh dalam melakukan aktivitas belajar matematika baik di rumah, di sekolah, dan di masyarakat. Siswa yang mempunyai minat belajar matematika berarti mempunyai usaha dan kemauan untuk mempelajari matematika.

3. Prestasi Belajar Matematika a. Pengertian Belajar

Kata atau istilah belajar bukanlah sesuatu hal yang baru dan sudah sangat terkenal, namun dalam pembahasan belajar ini masing-masing ahli memiliki

(27)

pemahaman dan defenisi yang berbeda-beda. Pengertian belajar seperti yang dikemukakan oleh Gagne (Suprijono, 2013: 2) belajar adalah perubahan disposisi atau kemampuan yang dicapai seseorang melalui aktivitas. Perubahan disposisi tersebut bukan diperoleh langsung dari proses pertumbuhan seseorang secara alami.

Menurut Slameto dalam Hadis (2006: 60) ”belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya”. Cronbach (Hadis, 2006: 60 menyatakan bahwa belajar adalah perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman. Belajar merupakan aktivitas yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan perubahan dalam dirinya melalui pelatihan-pelatihan atau pengalaman-pengalaman.

Dalam Kamus besar Bahasa Indonesia, secara etimologis belajar memiliki arti “berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu”. Definisi ini memiliki pengertian bahwa belajar adalah sebuah kegiatan untuk mencapai kepandaian atau ilmu.

Sedangkan menurut E.R Hilgard dalam Susanto (2014: 3) belajar adalah suatu perubahan kegiatan reaksi terhadap lingkungan. Perubahan yang dimaksud mencakup pengetahuan, kecakapan, tingkah laku dan ini diperoleh melalui latihan (pengalaman).

(28)

Ciri-ciri perubahan tingkah laku belajar menurut Slameto (Haling, 2007: 3) adalah:

a) Perubahan terjadi secara sadar

Hal ini berarti bahwa seseorang yang belajar akan menyadari terjadinya perubahan itu atau sekurang-kurangnya ia merasakan telah terjadi adanya suatu perubahan dalam dirinya.

b) Perubahan terjadi dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional

Sebagai hasil belajar perubahan yang terjadi dalam dir seseorang berlangsung secara berkesinambungan dan tidak statis. Satu perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan berikutnya dan akan berguna bagi kehidupan ataupun proses belajar berikutnya.

c) Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif

Dalam perbuatan belajar perubahan-perubahan itu senantiasa bertambah dan tertuju untuk memperoleh sesuatu yang lebih dari sebelumnya.

Dengan demikian semakin banyak usaha belajar itu dilakukan, maka semakin banyak dan semakin baik perubahan yang diperoleh. Perubahan yang bersifat aktif artinya bahwa perubahan itu tidak terjadi dengan sendirinya.

d) Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara

Perubahan yang bersifat sementara atau temporer terjadi hanya untuk beberapa saat saja seperti berkeringat, keluar air mata, bersin dan sebagainya tidak dapat digolongkan sebagai perubahan dalam arti belajar.

Perubahan yang terjadi karena proses bersifat menetap atau permanen.

(29)

Hal ini berarti bahwa perubaha tingkah laku yang yang terjadi setelah belajar akan bersifat menetap.

e) Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah

Hal ini berarti bahwa perubahan tingkah laku itu terjadi karena ada tujuan yang akan dicapai. Pebuatan belajar terarah pada perubahan tingkah laku yang benar-benar disadari.

f) Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku

Perubahan yang diperoleh seseorang melalui suatu proses belajar meliputi perubahan keseluruhan tingkah laku. Jika seseorang belajar sesuatu, maka sebagai hasilnya ia akan mengalami perubahan tingkah laku secara menyeluruh dalam sikap, keterampilan, pengetahuan dan sebagainya.

b. Prestasi Belajar Matematika

Menurut Ahmadi dan Supriyono (Roida, 2010) prestasi belajar yang dicapai seseorang merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang mempengaruhinya baik dari dalam diri (faktor internal) maupun dari luar diri (faktor eksternal) individu. Pengenalan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar penting sekali artinya dalam rangka membantu murid dalam mencapai prestasi belajar sebaik-baiknya. Fakto internal terdiri dari faktor jasmaniah yang bersifat bawaan, faktor psikologis baik, faktor kematangan fisik maupun psikis, dan faktor lingkungan spiritual atau keamanan, sedangkan faktor eksternal terdiri dari faktor sosial seperti lingkungan keluarga, faktor budaya seperti adat istiadat dan faktor lingkungan fisik seperti lingkungan belajar.

(30)

Menurut arifin (Roida, 2010) Prestasi belajar merupakan suatu masalah yang bersifat perenial dalam sejarah kehidupan manusia, karena sepanjang rentang kehidupannya manusia selalu mengejar prestasi menurut bidang dan kemampuan masing-masing. Prestasi belajar mempunyai fungsi utama yaitu sebagai indikator dan kuantitas pengetahuan, sebagai lambang pemuasan hasrat ingin tahu, sebagai bahan informasi dalam inovasi pendidikan, sebagai indikator intern dan ekstern dari suatu institusi pendidikan, dan sebagai indikator daya serap (kecerdasan) peserta didik.

Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar. Memahami pengertian prestasi belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri. Untuk itu para ahli mengemukakan pendapatnya yang berbeda-beda sesuai dengan pandangan yang mereka anut. Berdasarkan pengertian dari beberapa ahli, maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperleh dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar.

Menurut ahmadi dan Supriyono (Uly, 2012) ada faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa yaitu faktor internal dan eksternal.

Pengenalan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar sangat

(31)

penting sekali artinya dalam rangka membantu siswa untuk mencapai prestasi belajar yang sebaik-baiknya.

Faktor yang berasal dari dalam individu dikelompokkan menjadi ua, yaitu faktor psikis dan fisik. Faktor psikis antara lain ialah kognitif, afektif, psikomotor, kepribadian, tingkat kecerdasan, minat dan motivasi siswa. Sedangkan faktor fisik antara lain, kondisi indera, anggota badan dan organ-organ dalam tubuh. Faktor yang berasal dari luar individu dapat dikelompokkan menjadi faktor lingkungan dan faktor sosial-ekonomi guru, teman dan orang tua).

Prestasi belajar matematika bukan sekedar bisa dilihat dari sudut yang sempit. Bahwa nilai ujian bukanlah sebuah ukuran, apakah seorang anak bisa dikatakan memiliki prestasi dalam bidang pelajaran matematika. Pada dasarnya, dalam proses pembelajaran matematika prestasi ada beberapa kriteria sebagai alat ukur keberhasilan pendidikan. Ada 3 elemen yang menjadi sebuah indikator apakah seorang anak sudah mampu menguasai pelajaran mateatika atau belu.

Hubungannya dengan ketiga elemen tersebut Lerner dalam Sujilah mengemukakan bahwa kurikulum bidang studi matematika hendaknya mencakup, 1) konsep, menunjukkan pada pemahaman dasar, 2) keterampilan, menunjukkan pada sesuatu yang dilakukan oleh seseorang, dan 3) pemecahan masalah adalah aplikasi dari konsep dan keterampilan (Sujilah, 2009).

Pada hakekatnya prestasi belajar matematika adalah suatu aktivitas untuk memahami arti dari hubungan-hubungan dan simbol-simbol kemudian menerapkan konsep-konsep yang dihasilkan ke situasi nyata menurut Abidin

(32)

(2011: 1) prestasi belajar matematika adalah hasil yang telah dicapai siswa dalam proses belajar matematika yang menghasilkan perubahan pada diri seseorang berupa kekuasaan, keterampilan dan kecakapan baru yang dinyatakan dengan simbol, angka, atau huruf.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika dapat diartikan sebagai hasil belajar matematika yang diperoleh setelah menempuh proses belajar matematika yang dilambangkan dengan nilai hasil belajar.

c. Hakikat Matematika

Matematika berasal dari bahasa lain Manthanein atau Mathemayang berarti belajar atau dipelajari. Matematika juga berasal dari Belanda yang disebut Wiskunde atau ilmu pasti, yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran. Ciri utama matematika adalah penalarannya deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep atau pernyataan diperoleh dari sebab akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga kaitan antara konsep atau pernyataan dalam matematika bersifat konsisten.

Matematika adalah suatu medan eksplorasi dan penemuan, disitu setiap hari ide-ide baru diketemukan. Matematika adalah cara berfikir yang digunakan untuk memecahkan semua jenis persoalan didalam sains, pemerintah dan industri.

Ia adalah bahasa lambang yang dipahami oleh semua bangsa berbudaya di dunia.

Johnson dan Myklebust menyatakan bahwa, matematika adalah bahasa simbolis yang fungsi praktisnya unuk mengekspresikan hubungan-hubungan kuantitatif dan keruangan sedang fungsi teoritisnya adalah untuk memudahkan

(33)

berpikir. Lerner menyatakan bahwa, matematika disamping sebagai bahasa simbolis juga merupakan bahasa universal, yang memungkinkan manusia memikirkan, mencatat, mengkonsumsikan ide mengenai elemen dan kuantitas.

Paling menyatakan bahwa, matematika adalah suatu cara menemukan jawaban terhaap suatu masalah yang dihadapi manusia; suatu cara menggunakan informasi, menggunakan pengtahuan tentang bentuk dan ukuran, menggunakan pengetahuan tentang menghitung.

Matematika berfungsi untuk mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur, menurunkan dan menggunakan rumus matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui materi pengukuran dan geometri, aljabar, peluang dan statistik. Tujuan pembelajaran matematika sendiri adalah:

1) Melatih cara berfikir dan menalar dalam menarik kesimpulan.

2) Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi dan penemuan yang mengembangkan pemikiran difergen, rasa ingin tahu, membuat prediksi serta mencoba-coba.

3) Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan perhitungan.

4) mengembangkan kemampuan menyampaikan secara lisan informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan, grafik, peta diagram dalam menjelaskan gagasan.

Matematika berangkat dari pengertian-pengertian yang tidak didefenisikan, sehingga diperoleh pernyataan-pernyataan dasar yang diakui kebenaannya. Jadi, matematika merupakan kemampuan menghitung, mengukur,

(34)

menurunkan dan menggunakan rumus matematika dan pengetahuan dibangun secara konsisten dengan bantuan pola pikir yang deduktif dan tidak menerima bantuan pola pikir yang hanya bersifat induktif saja.

4. Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar

Pembelajaran harus memperhatikan pada uraian tentang kegiatan intelektual anak mengenai hal-hal yang bisa dipikirkan pada usia tersebut. Dengan kata lain, guru dalam menerapkan metode pembelajaran perlu memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan siswa. Anak tidak dapat disamakan dengan orang dewasa berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan untuk siswa pada tahap kognitif tertentu akan berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Pembelajaran matematika di sekolah dasar hendaknya juga memperhatikan karakteristik siswa sekolah dasar. Muhibbin Syah mengemukakan bahwa masa anak-anak berlangsung antara usia 6 – 12 tahun dengan ciri-ciri utama sebagai berikut:

a. Memiliki dorongan untuk keluar dari rumah dan memasuki kelompok sebaya.

b. Keadaan fisik yang memungkinkan anak memasuki dunia permainan dan pekerjaan yang membutuhkan keteampilan jasmani.

c. Memiliki dorongan mental untuk memasuki dunia konsep, logika, simbol dan komunikasi yang luas.

(35)

Menurut Basset, Jasca dan Logan yang dikutip Sri Mulyani, karakteristik siswa di sekolah dasar secara umum adalah :

a. Mereka belajar dengan cara bekerja, mengobservasi, berinisiatif dan mengajar anak-anak lain.

b. Mereka secara alami memiliki rasa ingin tahu yang kuat.

c. Mereka belajar secara efektif ketika mereka puas dengan situasi yang terjadi.

d. Mereka senang bermain dan mengatur dirinya untuk menangani berbagai hal.

e. Mereka biasanya tergetar perasaannya dan terdorong untuk berprestasi.

Anak usia SD mulai berkembang logika sistem berfikirnya dengan ciri-ciri berikut :

a. Daya abstraknya masih sangat kuat dipengaruhi oleh obyek visual (kongkrit).

b. Belum dapat merumuskan berbagai alternatif penyelesaian masalah.

c. Dapat memahami obyek secara tetap.

d. Belum dapat mengkombinasikan urutan operasi untuk melaksanakan tugas kompleks.

e. Dapat berfikir abstrak, yang didahului dengan pemahaman pada level konkrit dan semi konkrit.

Berdasarkan uraian diatas, pembelajaran matematika di sekolah dasar adalah pemblajaran matematika yang dilaksanakan di sekolah dasar, yang terdiri atas bagian matematika yang telah dipilih berdasarkan pada kurikulum yang telah

(36)

ditentukan dan disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif anak pada usia dini.

5. Pengaruh Minat Belajar Matematika Terhadap Prestasi Belajar Matematika.

Salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajarsiswa adalah minat belajar. Minat belajar matematika yang tinggi akan mendukung berlangsungnya proses belajar menagajar matematika. Belajar dengan minat akan mendorong siswa belajar lebih baik dari pada belajar tanpa minat. Minat ini timbul apabila murid tertarik akan sesuatu karena sesuai dengan kebutuhannya atau merasa bahwa sesuatu yang akan dipelajari dirasakan bermakna bagi dirinya (Hamalik, 2008: 33). Sejalan dengan itu Sriyanti (2009: 8) mengemukakan bahwa minat menagkibatkan seseorang rela meluangkan waktu lebih banyak terhadap hal yang diminati. Minat bahkan membuat seseorang rela mengeluarkan biaya, tenaga demi minatnya tersebut. Minat terhadap pelajaran akan banyak pengaruhnya terhadap keberhasilan belajar anak, karena itu ia rela mengeluarkan waktu untuk pelajaran tersebut.

Selanjutnya minat merupakan salah sau faktor yang dapat mempengaruhi belajar dan hasilnya maka minat dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa dalam bidang-bidang tertentu. Minat belajar yang besar cenderung menghasilkan prestasi yang tinggi, sebaliknya minat belajar yang kurang akan menghasilkan prestasi yang rendah. Maka apabila seseorang siswa mempunyai minat yang besar terhadap suatu bidang studi ia akan memusatkan perhatian lebih banyak dari temannya, kemudian karena pemusatan perhatian yang intensif

(37)

terhadap materi itulah yang memungkinkan siswa tadi untuk belajar lebih giat dan akhirnya mencapai prestasi yang tinggi dalam bidang studi tersebut.

Minat belajar matematika berpengaruh terhadap prestasi belajar mata pelajaran matematika siswa karena bila mata pelajaran matematika yang dipelajari tidak sesuai dengan minat belajar siswa, maka siswa tidak akan belajar dengan baik. Sebaliknya siswa yang memiliki minat terhadap pelajaran matematika akan senang belajar sehingga dapat berhasil dalam pelajaran matematika.

B. Kerangka Pikir

Minat merupakan salah satu faktor yang mempengarui faktor belajar siswa. Minat belajar merupakan rasa ketertarikan siswa terhadap kegiatan pembelajaran secara penuh perhatian untuk memperoleh pengetahuan dan mencapai pemahaman tentang berbagai ilmu pengetahuan melalui latihan dan pengalaman. Seorang siswa yang belajar dengan didasari minat, akan memudahkan terciptanya konsentrasi, memperkuat melekatnya bahan pelajaran dalam ingatan dan memperkecil kebosanan dalam diri siswa serta melahirkan perhatian yang tinggi. Tinggi rendahnya minat belajar siswa dapat dilihat dari keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar dan prestasi belajar yang diperoleh siswa. Siswa yang belajar tanpa didasari minat, maka ia tidak dapat belajar dengan baik. Hal ini mengakibatkan rendahnya prestasi belajar yang diperoleh siswa.

Dalam proses belajar mengajar matematika, minat juga sangat penting artinya. Dalam hal belajar mengajar, pemahaman konsep-konsep hanya dapat diperoleh bila dilakukan dengan penuh perhatian. Dengan demikian berarti harus didorong oleh minat. Seseorang siswa yang belajar matematika tidak sesuai

(38)

dengan minatnya, maka ia cepat bosan dengan materi yang diberikan. Salah satu faktor penyebab lemahnya siswa terhadap mata pelajaran matematika adalah kurangnya minat, sehingga prestasi belajar matematika yang diperoleh siswa rendah. Seorang siswa yang mempunyai minat untuk mempelajari matematika akan menunjukkan prestasi belajar matematika yang baik. Jadi minat belajar matematika sangat mempengaruhi prestasi belajar matematika siswa. Untuk lebih jelasnya skema kerangka pikir dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 2.1 Skema Kerangka Pikir Faktor lain :

Guru

Kurikulum

Sarana

Lingkungan

Dll

Minat Belajar Matematika

Rajin

Tertarik

Penuh perhatian

Aktif dalam pembelajaran

Prestasi belajar matematika

(39)

C. Hipotesis

1. Hipotesis penelitian

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, di masa rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan (Sugiyono, 2011: 64).

Berdasarkan latar belakang di atas, maka bentuk hipotesis dalam penelitian ini adalah hipotesis assosiatif/hubungan, dengan rumusan hipotesisnya sebagai berikut : “Minat belajar matematika berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Inpres Tombolo Pao”.

Secara statistik, hipotesis di atas dapat dirumuskan sebagai berikut:

2. Hipotesis Statistik 𝐻0 : 𝑃 ≤ 0 𝐻𝑎 : 𝑃 > 0

Ha : Terdapat pengaruh positif yang signifikan tentang minat belajar matematika terhadap prestasi belajar matematika siswa Kelas V SD Inpres Tombolo Pao.

Ho : Tidak terdapat pengaruh posiif yang signifikan tentang minat belajar matematika terhadap prestasi belajar matematika siswa Kelas V SD Inpres Tombolo Pao.

(40)

BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode Ex-post Facto yang bersifat korelasional. Disebut Ex-post Facto karena fakta yang dikumpulkan sudah ada sebelumnya, dan bersifat korelasional karena yang akan diselidiki adalah pengaruh antara variabel.

Variabel merupakan istilah yang tidak pernah ketinggalan dalam setiap jenis penelitian. Arikanto (2002: 94) mendefinisikan “variabel adalah gejala yang bervariasi”. Gejala yang dimaksud adalah objek penelitian yang dijadikan label dalam suatu penelitian tersebut, baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif.

Penelitian ini menggunakan variabel ganda, yaitu variabel bebas yaitu minat siswa dengan simbol (X) dan variabel terikat yaitu prestasi belajar matematika dengan simbol (Y). Adapun tata hubungan antar variabel penelitian digambarkan dengan skema sebagai berikut:

Gambar 3.1 Bagan pengaruh variabel penelitian.

Keterangan :

X = Minat belajar matematika Y = Prestasi belajar matematika

X Y

(41)

Rancangan hubungan tersebut menggambarkan bahwa pengaruh minat belajar matematika (variabel X) terhadap prestasi belajar matematika (variabel Y).

B. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2016: 80). Subjek populasi dalam penelitian ini adalah kelas V SD Inpres Tombolo Pao Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa tahun ajaran 2017/2018.

Tabel : 3.1 Populasi siswa SD Inpres Tombolo Pao

Kelas

Jenis Kelamin Jumlah

Laki-laki Perempuan

V 16 16 32

(Sumber : Data Sekolah siswa SD Inpres Tombolo Pao) 2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sugiyono, (2016:81). Dalam penelitian ini, teknik sampel yang digunakan adalah sampling jenuh yaitu semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Adapun sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD Inpres Tombolo Pao Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa yang berjumlah 32 siswa yang terdiri dari 16 laki-laki dan 16 perempuan pada tahun ajaran 2017/2018.

(42)

C. Defenisi Operasional Variabel

Secara operasional, variabel yang digunakan dalam penelitian dapat didefenisikan sebagai berikut:

1. Minat Belajar Matematikaadalah rasa suka atau ketertarikan peserta didik terhadap pelajaran matematika sehingga mendorong peserta didik untuk menguasai pengetahuan dan pengalaman, hal tersebut dapat ditunjukkan melalui partisipasi dan keaktifan dalam mencari pengetahuan dan pengalaman tersebut.

2. Prestasi Belajar Matematikaadalah hasil belajar matematika yang diperoleh setelah menempuh proses belajar matematika yang dilambangkan dengan nilai hasil belajar. Jadi prestasi belajar matematika adalah bukti keberhasilan usaha yang dicapai dalam belajar matematika.

D. Tekhnik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan cara yang digunakan peneliti untuk mendapatkan data yang dibahas dalam penelitian. Pengumpulan data merupakan tahap yang sangat menentukan dalam proses pelaksanaan penelitian untuk mendapatkan hasil yang baik. Pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah teknik angket dan tes.

1. Koesioner/Angket

Koesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada para responden untuk dijawab. Koesioner merupakan instrumen pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur

(43)

dan tahu apa yang bisa diharapkan dari para responden (Sujarweni, 2014: 75).

Jenis angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih.

Penskoran menggunakan skala Likertyang sudah dimodifikasi dengan empat alternatif jawaban. Skor setiap alternatif jawaban pada pernyataan positif dan negative adalah sebagai berikut:

Tabel 4.1 Skor Alternatif Jawaban

No Alternatif Jawaban Skor Untuk Pertanyaan

Positif Negatif

1 Sangat Setuju 4 1

2 Setuju 3 2

3 Kurang Setuju 2 3

4 Tidak Setuju 1 4

Sumber: Sugiyono,Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan kuantitatif,kualitatif, dan R&D, (2010:221).

2. Tes

Tes menurut Suryabrata adalah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau perintah-perintah, penyelidikan mengambil kesimpulan dengan cara membandingkan standar atau tes-tes lainnya.

Dalam penelitian ini tes yang digunakan adalah tes prestasi belajar yaitu tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian siswa dengan memberikan soal-soal pelajaran matematika yang telah dipelajari dalam bentuk pilihan ganda.

E. Instrument Penelitian

Prinsip meneliti adalah melakukan pengukuran, maka harus ada alat ukur yang baik. Alat ukur dalam penelitian biasanya dinamakan instrument

(44)

penelitian. Jadi instrument penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian (Sugiyono, 2011: 102).

Dalam pengumpulan data yang diperlukan untuk menyusun skripsi ini, penulis membuat suatu instrumen penelitian yang didalamnya terdapat pertanyaan-pertanyaan tentang variabel-variabel yang ingin diteliti dan diketahui datanya. Instrumen yang akan digunakan adalah angket atau kuesioner minat belajar matematika dan tes prestasi belajar matematika.

1. Instrument Angket atau Kuesioner Minat Belajar Matematika Penulis menggunakan skala Likert, dengan alternatif jawaban setiap pertanyaan adalah A, B, C, dan D.

a) Jika jawaban A (sangat setuju), nilai yang diberikan 4 b) Jika jawaban B (setuju), nilai yang diberikan 3

c) Jika jawaban C (ragu-ragu), nilai yang diberikan 2 d) Jika jawaban D (tidak setuju), nilai yang diberikan 1

Jumlah pertanyaan atau soal angket sebanyak 30 buah dan sumber datanya adalah siswa kelas V SD Inpres Tombolo Pao kecamatan Tombolo Pao kabupaten Gowa.

Kisi-kisi instrument yang diperlukan untuk mengukur minat belajar matematika siswa kelas V SD Inpres tombolo Pao :

(45)

Tabel : 3.3 Kisi-kisi Instrument Minat No Dimensi Indikator

Minat

Pernyataan

Positif (+) Negatif (-) 1 Perasaan

(M. Alisuf Sabri)

 Giat dalam belajar matematika

 Datang cepat di dalam pelajaran matematika

 Menanyakan materi

matematika yang belum dipahami

 Ketertarika n siswa pada

pelajaran matematika

 Tidak

memfavoritkan mata pelajaran matematika

 materi

matematika yang disampaikan guru sangat menarik

 senang ketika mengerjakan latihan

matematika di dalam kelas

 bosan dengan pelajaran

matematika

 terpaksa mengikuti pelajaran matematika 2

Perhatian (Ahmad Susanto)

 memperhati kan dengan seksama jika guru sedang menerangk an

 mengikuti pelajaran matematika dengan penuh perhatian

 mempersiapkan

 ketika ditanya tidak bisa menjawab pertanyaan

(46)

buku pelajaran matematika sebelum guru memasuki kelas

 membuat catatan yang lengkap

 membuat catatan materi

matematika

 membuat catatan materi pelajaran matematika dari teman apabila tidak hadir ke sekolah.

3 Motif (Ngalim Purwanto)

 mengerjak an latihan matematik a

 mengerjakan tugas-tugas matematika

 tidak

mengerjakan tugas yang diberikan guru jika tidak diperiksa

 selalu membaca bahan pelajaran matematika

 membaca materi matematika terlebih dulu sebelum dijelaskan oleh guru

 membaca kembali materi

matematika yang sudah dijelaskan guru di rumah

(47)

 berusaha belajar

matematika  mendapatkan nilai yang diharapkan pada mata pelajaran matematika

 belajar matematika dengan kemauan sendiri, bukan hanya ketika disuruh orang tua

 tidak belajar jika tidak ada guru

 belajar matematika hanya saat menghadapi ulangan

 tekun mengikuti pelajaran matematika

 tidak membolos pada jam pelajaran matematika

Untuk memperoleh data tentang pengaruh minat belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika menggunakan instrument angket, dengan item pertanyaan 30 yang disebarkan kepada 32 siswa. Adapun hasil ujian coba instrumen 24 item pernyataan valid dan 6 pernyataan tidak valid, dan instrumen tersebut disebarkan kepada 32 siswa. Angket pada setiap item diberikan skor alternatif sesuai dengan bobot masing-masing jawaban yang diberikan responden dengan ketentuan sebagai berikut:

(48)

Tabel 4.1 Skor Alternatif Jawaban

No Alternatif Jawaban Skor Untuk Pertanyaan

Positif Negatif

1 Sangat Setuju 4 1

2 Setuju 3 2

3 Kurang Setuju 2 3

4 Tidak Setuju 1 4

Sumber: Sugiyono,Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan kuantitatif,kualitatif, dan R&D, (2010:221).

Sebagai instrumen dijadikan sebagai alat ukur hasil belajar peserta didik, terlebih dahulu dilakukan uji coba instrumen. Uji coba dilakukan untuk mengetahui apakah butir instrumen sudah memenuhi kualitas instrumen yang baik atau belum. Adapun alat yang digunakan dalam pengujian analisis uji coba instrumen meliputi validitas dan reliabilitas.

1. Analisis Uji Coba Instrumen a. Analisis Validitas Instrumen

Uji validitas digunakan untuk mengetahui valid atau tidaknya butir-butir instrumen. Butir instrumen yang tidak valid akan dibuang dan tidak digunakan. Hasil analisis perhitungan validitas butir angket (𝑟𝑥𝑦) dikonsultasikan dengan harga 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 dengan taraf signifikan 5 %. Bila harga 𝑟𝑥𝑦 > 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka butir instrumen tersebut dikatakan valid. Sebaliknya bila harga 𝑟𝑥𝑦 < 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka butir instrumen tersebut dikatakan tidak valid.

Berdasarkan hasil analisis perhitungan validitas angket tentang minat belajar (dibantu menggunakan rumus Ms. Excel) diperoleh data sebagai berikut:

(49)

Tabel 4.2 Uji Validitas Instrumen Angket Tentang Minat Belajar Matematika

No Angket

𝑹𝒙𝒚 𝒓𝒕𝒂𝒃𝒆𝒍 Keterangan

1 0,617 0,361 Valid

2 0,548 0,361 Valid

3 0,383 0,361 Valid

4 0,276 0,361 Tidak Valid

5 0,523 0,361 Valid

6 0,499 0,361 Valid

7 0,536 0,361 Valid

8 0,542 0,361 Valid

9 0,509 0,361 Valid

10 0,656 0,361 Valid

11 0,632 0,361 Valid

12 0,707 0,361 Valid

13 0,624 0,361 Valid

14 0,367 0,361 Valid

15 0,490 0,361 Valid

16 0,506 0,361 Valid

17 0,695 0,361 Valid

18 0,411 0,361 Valid

19 0,433 0,361 Valid

20 0,620 0,361 Valid

21 0,780 0,361 Valid

22 0,322 0,361 Tidak Valid

23 0,535 0,361 Valid

24 0,523 0,361 Valid

25 0,449 0,361 Valid

26 0,384 0,361 Valid

(50)

27 0,136 0,361 Tidak Valid

28 0,308 0,361 Tidak Valid

29 0,127 0,361 Tidak Valid

30 0,193 0,361 Tidak Valid

Pada lampiran 3 menunjukkan bahwa 80 % item angket dinyatakan valid yang berjumlah 24 item pernyataan pada nomor butir 1, 2, 3, 5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17,18,19, 20, 21, 23, 24, 25, 26. dan 20 % item dinyatakan tidak valid yang berjumlah 6 item pernyataan pada nomor butir 4, 22, 27, 28, 29, 30.

2. Instrumen Tes

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan tes tertulis berupa lembar soal berisi serentetan pertanyaan yang nantinya akan dijawa oleh siswa. Sebelum menyusun lembar soal, maka disusunlah kisi-kisi terlebih dahulu.

Tabel 4.2 Kisi-kisi Soal

Indikator Tujuan

Pembelajaran

Jenjang Kognitif

Bentuk Soal Mengidentifikasi

sifat-sifat

bangun datar persegi

Mengidentifikasi bentuk, ukuran sudut, simetri lipat, dan sisi bangun datar persegi

C2 PG

Mengidentifikasi sifat-sifat

bangun datar persegi panjang

Mengidentifikasi bentuk, simetri lipat, simetri putar, dan diagonal bidang bangun datar persegi panjang

C2 PG

Mengidentifikasi sifat-sifat

bangun datar segitiga

Mengidentifikasi bentuk, titik sudut, ukuran sudut, dan sisi pada bangun datar

C2 PG

(51)

segitiga Mengidentifikasi

sifat-sifat

bangun datar trapesium

Mengidentifikasi bentuk, titik sudut, ukuran sudut, sisi, dan pasangan sisi pada

bangun datar

trapesium

C2 PG

F. Teknik Analisis Data

1. Analisis Statistik Deskriptif

Data kuantitatif digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden yang disajikan dalam bentuk rata-rata (mean), interval kelas, rentangan (range), nilai maksimum dan nilai minimum, serta distribusi frekuensi masing-masing sub variabel.

2. Analisis Inferensial

Statistik Inferensial adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya akan direalisasikan (diferensikan) untuk populasi di mana sampel diambil. Keperluan pengujian hipotesis, maka digunakan untuk menguji kebenaran hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Normalitas

Yang dimaksud dengan uji normalitas sampel adalah menguji normal atau tidaknya sebaran data yang akan dianalisis. Uji normalitas sampel dapat menggunakan rumus chi-kwadrat. Rumus chi-kwadrat yakni:

𝑋2 = 𝑓0− 𝑓𝑡 2 𝑓𝑡 Keterangan :

𝑋2 : harga chi-kwadrat yang dicari

𝑓 : frekuensi yang ada (frekuensi observasi) 𝑓 : frekuensi yang diharapkan

(52)

Apabila telah diperoleh harga chi-kwadrat hitung selanjutnya akan dibandingkan dengan chi-kwadrat tabel. Apabila chi-kwadrat tabel maka data dinyatakan berdistribusi normal.

b. Lineritas

Uji lineritas dilakukan untuk mengetahui apakah kedua variabel mempunyai hubungan yang linear atau tidak secara signifikan. Uji ini biasanya digunakan sebagai prasyarat dalam analisis korelasi atau regresi linear. “maksudnya adalah apakah regresi antara X dan Y membentuk garis linear atau tidak. Kalau tidak linear maka analisis regresi tidak dapat dilanjutkan”.

c. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi atau hubungan antar variabel bebas (independent) model regresi yang baik sebaiknya tidak terjadi korelasi atau hubungan antar variabel bebas. Jika variabel bebas saling berkorelasi atau berhubungan, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal, ortogonal adalah variabel bebas yang nilai korelasi antar sesama variabel bebas sama dengan nol. Cara pengambilan keputusan:

Melihat nilai Tolerance:

a) Tidak terjadi multikolinearitas, jika nilai Tolerance lebih besar dari 0,10.

b) Terjadi multikolinearitas, jika nilai Tolerance lebih kecil atau sama dengan 0,10.

Melihat nilai VIF (Varian Inflation Factor):

a) Tidak terjadi multikolinearitas, jika nilai Vif lebih kecil dari 10,00.

(53)

b) Terjadi multikolinearitas, jika nilai vif lebih besar atau sama dengan 10,00.

Selanjutnya untuk mengetahui adanya pengaruh positif minat belajar matematika terhadap prestasi belajar matematika siswa menggunakan analisis inferensial assosiatif yang diuji dengan korelasi product moment:

𝑟𝑥𝑦 = 𝑥𝑦 ( 𝑥2)( 𝑦2)

Sumber : Anas Sudjono, Pengantar Pendidikan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, (2008) : hlm. 191.

Keterangan :

𝑟𝑥𝑦 = Angka indeks Korelasi “r” Product Moment 𝑛 = Jumlah responden

𝑥𝑦 = Jumlah hasil Perkalian antara skor X dan skor Y 𝑥 = Jumlah seluruh skor X

𝑦 = Jumlah seluruh skor Y

Apakah pengaruh tersebut signifikan atau tidak maka perlu diuji signifikansinya dengan rumus t, yaitu :

𝑡 =𝑟 𝑛 − 2 1 − 𝑟2

Sumber : Sudjono dalam Tarsito, Metode Statistika, (2005: 380).

Keterangan : t = t hitung

r = angka indeks korelasi Product Moment n = jumlah responden

Gambar

Gambar 2.1 Skema Kerangka Pikir Faktor lain :
Tabel : 3.1 Populasi siswa SD Inpres Tombolo Pao
Tabel 4.1 Skor Alternatif Jawaban
Tabel : 3.3 Kisi-kisi Instrument Minat  No  Dimensi  Indikator
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika melalui Pembelajaran Matematika Realistik pada siswa kelas V SD Jomblangan Kecamatan Banguntapan.Penelitian ini