• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menjadi Karakter Yang Kuat Dalam Hidupmu.

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Menjadi Karakter Yang Kuat Dalam Hidupmu."

Copied!
87
0
0

Teks penuh

(1)

i

PARIWISATA DAN PENGANGGURAN (INOVASI DAN KREATIVITAS MASYARAKAT DUSUN PANDANAN DALAM MENINGKATKAN SUMBER EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN

PARIWISATA)

Oleh : M. SYA’BAN NIM: 170501236

JURUSAN EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM

2020

(2)

ii

PARIWISATA DAN PENGANGGURAN (INOVASI DAN KREATIVITAS MASYARAKAT DUSUN PANDANAN DALAM MENINGKATKAN SUMBER EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN

PARIWISATA) Skripsi

Diajukan Kepada Universitas Agama Islam Negeri Mataram Untuk Melengkapi Persyaratan Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh : M. SYA’BAN NIM: 170501236

JURUSAN EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM

2020

(3)

iii

(4)

iv

(5)
(6)

vii

MOTTO

Pekerjaan Bukan Untuk Disenangi, Tapi Untuk Ditekuni.

Hal Kecil Yang Selalu Dibiasakan Lambat Laun Akan

Menjadi Karakter Yang Kuat Dalam Hidupmu.

(7)

viii

PERSEMBAHAN

Skripsi ini khusus aku persembahkan untuk kedua orang tuaku tercinta, semua guru-guruku, untuk kek Saknah, S.Pd

dan kakak-kakak terbaikku yang lain, semoga keberkahan hidup dan rasa syukur selalu menyertai kita semua”

(8)

ix

KATA PENGENTAR

Segala puji bagi Allah SWT. Yang pada genggamannya nyawa kita berada, solawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada sesosok manusia terbaik sepanjang zaman yakni Muhammad SAW. Juga kepada keluarga beserta sahabat beliau hingga akhir zaman.

Dengan segala kerendahan hati penulis ingin katakana bahwa skripsi ini mustahil terselesaikan tanpa adanya bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak.

Oleh karenanya apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya penulis ungkapkan melalui kata terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu terselesaikannya skripsi ini.

1. Bapak Dr. Muh. Salahudin, M.Ag. selaku pembimbing I dan Bapak Muhammad Johari, M.S.I selaku pembimbing II yang telah meluangkan waktu untuk memberikan saran, masukan, serta motivasi sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

2. Ibuk Yunia Ulfa Variana, M.Sc selaku penguji skripsi I dan Bapak Jumaidin, M.E selaku penguji skripsi II yang telah memberikan masukan dan arahan untuk meningkatkan skripsi ini menjadi lebih baik.

3. Bapak Prof. Dr. H. Mutawali, M.Ag. selaku Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.

4. Bapak Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M.Ag. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

5. Bapak dan Ibu Dosen Universitas Islam Negeri Mataram yang dengan gigih mengajarkan dan membimbing penulis dalam menimba ilmu.

6. Bapak dan Ibu seluruh Civitas Akademika Universitas Islam Negeri Mataram yang telah membantu penulis dalam melengkapi persyaratan penulisan skripsi.

7. Kepala Desa Malaka yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian di Desa Malaka dan membantu dalam penelitian ini, baik dalam memberikan data dan lain-lain.

(9)

x

8. Kedua orang tuaku yakni Bapak Hajarudin dan Ibunda Sakyah tercinta, terimakasih atas do’a dan semangatnya yang tak kenal lelah untuk membiayai kami anak-anakmu sekolah hingga bisa menyelesaikan pendidikan ke kejenjang perguruan tinggi dan selalu mensuport, dan terimakasih juga pada kakak tersyangku Saknah, S.Pd dan keluargaku yang selalu mendoakan kesuksesanku.

9. Semua sahabat-sahabatku yang telah memberikan semangat dan motivasi kepadaku, terutama sahabat-sahabat yang ada di kelas F Angel Squad.

10.Terakhir ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Riana Hikmawati yang selalu memberikan dorongan dan Motivasi sehingga terselesaikannya skripsi ini.

Semoga segala bentuk kebaikan dari berbagai pihak tersebut mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Dan semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi kita semua. Amiin

Penulis

M. SYA’BAN

(10)

xi DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ...i

HALAMAN JUDUL ...ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING...iii

NOTA DINAS PEMBIMBING ...iv

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ...v

MOTTO ...vi

PERSEMBAHAN ...vii

KATA PENGANTAR ...viii

DAFTAR ISI ...x

DAFTAR TABEL...xii

ABSTRAK ...xiii

BAB I PENDAHULUAN ...14

A. Latar Belakang Masalah ...14

B. Rumusan Masalah ...16

C. Manfaat Dan Tujuan Penelitia...17

BAB II KAJIAN PUSTAKA ...18

A. Ruang Lingkup Dan Setting Penelitian ...18

B. Telaah Pustaka...18

C. Kerangka Teori ...20

1. Obyek Wisata ...20

a. Definisi Pariwisata ...20

b. Sumber Obyek Wisata ...21

c. Jenis – jenis Pariwisata ...22

2. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) ...23

(11)

xii

3. Pengertian Ekonomi Kreatif ...25

4. Pengertian Ekonomi Pembangunan ...26

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ...28

A. Metode Penelitian ...28

1. Pendekatan Penelitian ...28

2. Kehadiran Peneliti ...28

3. Jenis Dan Sumber Data ...29

4. Teknik Pengumpulan Data ...30

5. Analisis Data ...32

6. Validitas Data ...32

B. Sistematika Pembahasan ...34

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...36

A. Hasil Penelitian ...36

1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ...36

2. Kerangka Kebijakan Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata ...48

3. Gambaran Umum Wisata Pantai Pandanan ...50

4. Inovasi dan Kreativitas Masyarakat Dusun Pandanan Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Melalui Pengembangan Pariwisata ... 52

5. Pengembangan Wisata Pantai Pandanan ...57

B. Pembahasan ...61

BAB V PENUTUP ...70

A. Kesimpulan ...70

B. Saran ...71 DAFTAR PUSTAKAN

LAMPIRAN-LAMPIRAN

(12)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Nama – Nama Kepala Dusun Desa Malaka ...40

Tabel 4.2 Total Jumlah Penduduk Desa Malaka Tahun 2019 ...40

Tabel 4.3 Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia ...41

Tabel 4.4 Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan ...44

Tabel 4.5 Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian Pokok ...45

Tabel 4. 6 Bentuk Wisata Dan Keterangan ...59

(13)

xv

PARIWISATA DAN PENGANGGURAN (INOVASI DAN KREATIVITAS MASYARAKAT DUSUN PANDANAN DALAM MENINGKATKAN SUMBER EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN

PARIWISATA) Oleh:

M. SYA’BAN 170501236 ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengembangan pariwisata melalui inovasi dan kreativitas masyarakat yang ada di destinasi wisata Pantai Pandanan Dusun Pandanan Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara dan dokumentasi.

Data yang digunakan ialah data primer yaitu melalui wawancara kepada responden yaitu masyarakat pandanan sebagai pengelola, kelompok sadar wisata, kepala Desa, dan pedagang lapak yang ada di kawasan wisata Pantai Pandanan Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara.

Dari hasil temuan dilapangan terdapat beberapa aspek yang mendorong berkembangnya Wisata Pantai Pandanan, diantaranya peran pemerintah dalam hal mengeluarkan kebijakan pengembangan kepariwisataan, dan peran masyarakat dalam mengembangkan kawasan destinasi wisata Pantai Pandanan. Hal inilah yang mendorong masyarakat untuk meningkatkan kreativitas di dalam mengembangkan wisata dengan terus berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) guna untuk meningkatkan sumber pendapatan masyarakat melalui pengembangan pariwisata dengan terciptanya lapangan kerja baru sehinga mengurangi tingkat pengangguran.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang cukup besar dari adanya wisata Pantai Pandanan, di lihat dari meningkatnya jumlah pendapatan sumber ekonomi masyarakat, terciptanya lapangan kerja baru, dan berkurangnya jumlah pengangguran yang ada di Dusun Pandanan Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara.

Kata kunci: Inovasi dan Krvitas, Pariwisata, Pengangguran

(14)

14 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Industri Pariwisata adalah salah satu dari sekian banyak industri yang sangat strategis dalam membangun serta mengembangkan suatu daerah, meningkaatkan pendapatan ekonomi masyarakat, pendapatan daerah, termasuk pendapatan devisa suatu Negara. Pariwisata sendiri memberikan manfaat yang positif dan signifikan dalam bidang sosial, ekonomi, bahkan dapat dijadikan penunjang dalam rangka pembangunan diranah lingkungan hidup, disamping itu sektor Pariwisata kerap kali dijadikan atau di upayakan sebagai langkah awal dalam hal memajukan perekonomian suatu bangsa dan Negara.1

Lombok Utara dikenal dengan eksotisme alam yang dimilikinya, hal ini telah membawa nama Lombok Utara sangat familiar dikancah Nasional bahkan Internasional, banyaknya penghargaan yang diraih Lombok Utara memberikan bukti kongkrit bahwa Lombok Utara layak digaungkan dikancah lokal maupun dunia terutama di sektor pariwisata. Perestasi yang diraih Lombok Utara tentunya tidak lepas dari peran masyarakat dalam mengembangkan potensi-potensi wisata.2

Wisata Pantai Pandanan yang ada di Dusun Pandanan Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara merupakan satu diantara sekian banyak destinasi wisata yang ada di Desa Malaka, keindahan alam yang luar biasa menarik wisatawan berkunjung serta menikmati keindahannya.

1 Melda yuli Haryani, ―Strategi Pengembangan Jasa Pariwisata Kota Bengkulu‖ (universitas bengkulu, 2007).

2Erviva Fariantin and Syaiful Amri, ―Analisis Pengaruh Sektor Pariwisata Dan PDRB (Non Migas-Non Peanian) Terhadap Peningkatan PAD Di Kabupaten Lombok Utara,‖ Jurnal Valid 14, no. 1 (2017): 46–52.

(15)

15

Potensi wisata yang ada di Desa Malaka tidak hanya berada di Dusun Pandanan, namun masih banyak lagi tempat wisata menarik yang sering menjadi destinasi pilihan wisatawan, diantaranya Pantai Kelui, Pantai 2 Setangi, Pantai Malimbu, Pantai Nipah, Penangkaran Penyu Nipah, Pantai Pandanan, Pantai Teluk Borok, Pantai Kecinan, Pantai Mentigi, Dermaga Teluk Nara, Pelabuhan Teluk Kodek, dan masih banyak lagi lainnya.

Pengembangan wisata yang ada di Dusun Pandanan awal mulanya hanya berbasis Pantai, seiring berkembangnya waktu dan pesatnya perkembangan teknologi menuntut masyarakat serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) agar melakukan transpormasi dalam mengembangkan potensi wisata yang dimiliki agar lebih menarik wisatawan atau dikenal dengan ekonomi kreatif.3

Secara garis besar memang pada dasarnya pengembangan suatu kawasan wisata akan lebih efektif dan efesien apabila terjadinya perioritas dalam pengembangan potensi Sumber Daya Manusia (SDM), hal ini tentu dikarenakan manusia sebagai pengelola sumber daya alam agar tetap terjaga eksistensinya, oleh karena itu melalui Kelompok Sadar Wisata diharpan agar kesadaran akan pentingnya peningkatan skill didapatkan melalui pelatihan dan lain sebagainya oleh kelompok maupun instansi pemerintah.4

Inovasi masyarakat melalui Pokdarwis tentunya diharapkan akan menambah dan meningkatkan keterampilan dan skill sehingga outputnya akan berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat dengan terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat melalui jalur atau sektor Pariwisata. Nampak terlihat perubahan signifikan bagi pengembangan wisata Pantai Pandanan, yang awalnya hanya berbasis wisata Pantai kini bertambah fungsi menjadi wisata bahari, wisata kuliner, wisata alam dan lain sebagainya.

3Trisna Putra, ―Ekonomi Kreatif Dan Daya Tarik Objek Wisata,‖ Jurnal Pendidikan Dan Keluarga (2017).

4Roosje Kalangi, ―Pengembangan Sumber Daya Manusia Dan Kinerja,‖ Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (2015).

(16)

16

Disamping itu dengan adanya transformasi-transformasi yang ada tentu menuntut agar pengelola Pantai atau masyarakat dan Pokdarwis agar tetap melakukan perubahan-perubahan guna untuk menopang perkembangan wisata dan menciptakan terobosan-terobosan baru. Melalui Pariwisata pula tentunya diharapkan agar berguna untuk meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat, dan yang lebih tidak kalah pentingnya meciptakan lapangan kerja agar terpangkasnya jumlah pengangguran yang ada di dusun Pandanan Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara.5

Sejumlah 36 lapak atau lesehan pinggir Pantai yang ada di wisata Pantai Pandanan, selain lapak terdapat juga lokasi camping, banana boat, bermain kano, snorkeling. Sampai saat ini terus semakin bertambah dengan banyaknya jumlah wisatawan yang berkunjung untuk berwisata dan akan di perkirakan akan terus bertabah. Tidak hanya itu, banyaknya atraksi – atraksi baru seperti lokasi camp, banan boat, snorkeling, diving, dan masih banyak lagi yang di suguhkan masyarakat dan Pokdarwis adalah suatu cerminan bahwa perubahan yang signifikan yang dilakukan masyarakat guna untuk menjaga eksistensi wisata Pantai Pandanan terus dilakukan.

Pengelola Pantai Pandanan yakni masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata terus mengupayakan terobosan-terobsan dalam hal mengelola dan mengembangkan destinasi wisata baru guna untuk menarik minat wisatawan sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat Pandanan, membuka ruang kesempatan kerja baru yang lebih luas, mengurangi tingkat pengangguran, dan tentu terus berupaya menjaga eksistensi wisata lokal yang ada di Lombok Utara.

Jumlah masyarakat yang ada di dusun Pandanan yakni sekitar 2.225 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 480 KK. Dari sekian banyak jumlah masyarakata yang ada di dusun Pandanan, tercatat data pengangguran tahun 2015 sebanyak 667 orang dengan persentase yakni sekitar 30%.

5Benjamin Bukit, Tasman Malusa, and Abdul Rahmat, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Zahir Publishing, 2017.

(17)

17

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertari untuk melakukan penelitian dengan judul : “Pariwisata Dan Pengangguran (Inovasi Dan Kreativitas Masyarakat Dusun Pandanan Dalam Meningkatkan Sumber Pendapatan Ekonomi Melalui Pengembangan Pariwisata”

B. Rumusan Masalah

Dari uraian diatas, maka dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana bentuk inovasi dan kreatifitas masyarakat Pandanan dalam meningkatkan pendapatan melalui pengembangan Pariwisata?

2. Apa saja kendala dalam mengembangkan Pariwisata Pandanan untuk peningkatan pendapatan masyarakat?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Teoritis

Hasil penelitian yang dilakukan diharapan agar dapat menambah khazanah atau wawasan ilmu pengetahuan terutama dalam hal peran Pantai Pandanan dalam mengurangi tingkat pengangguran di dusun Pandanan Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara.

2. Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi yang dapat bermanfaat bagi sektor-sektor atau lembaga-lembaga terkait sebagai pelaku dalam dunia Pariwisata entah itu masyarakat ataupun pemerintah setempat. Selain itu dengan adanya penelitian ini diharapkan pula agar pemerintah lebih memperhatikan sektor Pariwisata yang memiliki potensi yang besar dalam membangun Lombok Utara.

Yang paling ahir adalah dengan adanya penelitian ini memberikan gambaran kepada pembaca agar mengetahui bagaimana kontribusi Pariwisata itu sendiri.

(18)

18 BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian 1. Ruang Lingkup Penelitian

Guna untuk mengantisipasi bias dan kekaburan dalam memahami teks ini sehingga lebih pokus pada maslah-maslah yang ada, maka penelitian ini hanya akan meneliti dan mengkaji mengenai ―Pariwisata dan Pengangguran (Inovasi dan Kreativitas Masyarakat Pandanan Dalam Meningkatkan Sumber Pendapatan Ekonomi Melalui Pengembangan Pariwisata‖

2. Setting Penelitian

Penelitian ini dilakukan dikawasan Wisata Pantai Pandanan yang terletak di Dusun Pandanan Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara. Alasan peneliti melakukan penelitian di lokasi ini adalah dikarenakan belum adanya peneliti manapun yang melakukan penelitian di lokasi ini, dan lokasi yang tergolong unik, indah dan tentunya di akui oleh pemerintah dan wisatawan.

B. Telaah Pustaka

Telaah pustaka merupakan karya-karya atau studi yang di lakukan peneliti terdahulu kemudian di jadikan pondasi pijakan dalam melakukan penelitian lebih lanjut serta digunakan untuk mendapatkan data-data valid agar terhindar dari duplikasi, plagiasi, sertan menjamin keabsahan karya tulis dan tentunya legalitas penelitian.

(19)

19

1. Ulfa Darijati ― Kontribusi Objek Wisata Lombok Wildlife Fark Dalam Memberdayakan Masyarakat Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara ―6

Menelaah penelitian yang telah dilakukan Ulfa Darijati yang membahas tentang sejauh mana peran Pariwisata dalam hal pemberdayaan sumber daya manusia yang ada di Desa Sigar Penjalin. Metode penelitian yang di lakukan Ulfa Darijati adalah metode Kualitatif dan pendekatan, dimana data-data yang di kumpulkan berasal dari data-data primer maupun sekunder yakni dari hasil wawancara, observasi, dokumentasi sebagai penguat dan penunjang. Hal yang paling mendasar yang membedakan penelitian Ulfa Darijati dengan penelitian ini adalah pembahasan mengenai sejauh mana peran wisata dalam rangka penyerapan sumber daya manusia atau masyarakat, sedangkan dalam penelitian ini membahas bagaiman kontribusi Wisata Pantai Pandanan dalam mengurangi tingkat pengangguran di Dusun Pandanan Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara.

2. Umi Rohman ― Analisis Peran Ekonomi Dalam Meningkatkan Pendapatan Pengrajin Ditinjau Dari Perspektif Ekonomi Islam (Studi Pada Industri Anyaman Bambu Desa Tulun Agung Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu)‖.7

Menelaah penelitian yang telah dilakukan Umi Rohmah, metode penelitian yang di gunakan adalah menggunakan metode penelitian kualitatif dengan memanfaatkan data primer dan data skunder. Kemiskinan yang ada di pedesaan adalah hal yang melatar belakangi terjadinya penelitian ini, karna kemiskinan adalah salah satu hambatan dalam

6Ulfa Darijati, ―Kontribusi Obyek Wisata Lombok Wild Life Fark Dalam Memberdayakan Masyarakat Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara‖ (UIN Mataram, 2019).

7Umi Rohmah, ―Analisis Peran Ekonomi Dalam Meningkatkan Pendapatan Pengrajin Ditinjau Dari Perspektif Ekonomi Islam(Studi Pada Industri Anyaman Bambu Desa Tulungagung

Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu” (Universitas Islam Negri Raden Intan Lampung, 2017), http://repository.radenintan.ac.id/1340/.

(20)

20

membangun suatu desa, yang dimana jumlah kemiskinan yang meningkakat cendrung berada atau bermukim di daerah pedesaan, sehingga pembangunan dari pedesaan adalah bagian dari pembangunan daerah atau suatu Negara. Perbedaan yang mendasar yang di lakukan oleh Umi Rohman dengan penelitian ini adalah terletak pada pokok pembahasannya, dimana dalam penelitian Umi Rohmah membahas peran ekonomi dalam peningkatan pendapatan pengrajin, sedangkan pada penelitian ini membahas peran Pariwisata Pantai Pandanan dalam mengurangi tingkat pengangguran di Dusun Pandanan Desam Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara.

3. Wahidah ―Peran Industri Kecil Dalam Penyerapan Tenaga Kerja Di Kota Makassar (Studi kasus Mebel Kayu Priode 2008-2012)‖.8

Menelah penelitian yang dilakukan oleh wahidah, metode penelitian yang dilakukan adalah menggunakan metode kualitatif, tentunya dengan memanfaatkan sumber data primer dan data skunder.

Permasalahan yang diangkat wahidah dalam penelitiannya adalah jumlah penduduk yang semakin besar dan bertambah sedangkan lapangan pekerjaan yang menampung tenaga kerja yang semakin berkurang bahkan belum mencukupi. Perbedaan penelitian wahidah dengan penelitian ini yakni wahidah membahas tentang peran industry kecil dalam penyerapan tenaga kerja di kota Makassar. Sedangkan penelitian ini membahas mengenai peran Pariwisata Pantai Pandanan dalam mengurangi tingkat pengangguran di Dusun Pandanan Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara.

C. Kerangka Teori 1. Obyek Wisata

a. Definisi Pariwisata

8Wahidah, ―Peran Industri Kecil Dalam Penyerapan Tenaga Kerja Di Kota Makassar (Studi Kasus Mebel Kayu Periode 2008-2012)‖ (Universitas Islam Negri Alauddin Makassar, 2013), http://repositori.uin-alauddin.ac.id/11575/.

(21)

21

Berbagai macam perspektif orang dalam mengartikan Pariwisata, diantaranya adalah yang di katakana oleh Spillane, Pariwisata sebagai kegiatan bepergian seseorang atau perjalanan yang di lakukan orang- orang untuk sementara dengan kurun waktu yang sangat singkat ke tempat-tempat yang di jadikan destinasi wisata diluar tempat tinggal serta luar pekerjaan sehari-hari mereka.9

Pengertian Pariwisata jika di tinjau dari perspektif ekonomi memiliki arti yang sangat rumit, tidak jelas, serta sangat sulit bila diperspektifkan secara menditail, hal ini di dorong oleh ketiadaan konsep atau batasan yang jelas mengenai bidang, bentuk, dan jenis Pariwisata pada saat itu. Sehingga mengakibatkan industri-industi yang tergolong dan yang telah di tentukan serta industri apa saja yang dapat di sebut sebagai industri Pariwisata. Sebenarnya gagasan atau konsep Pariwisata sendiri muncul pada abad baru-baru ini, yang pada dasarnya di buat guna untuk sebagai pegangan dalam membangun suatu industri, yang saat ini kita kenal dengan industri Pariwisata.10

Dalam arti yang lebih modern, Pariwisata kerapkali dimaknai sebagai gejala di zaman modern ini yang didasari atas kebutuhan manusia akan kesehatan serta kebutuhan terhadap pergantian hawa, penilaian yang sadar terhadap keindahan alam, kesenangan dan kenikmatan terhadap alam semesta, dan pada khususnya dikarenakan meluasnya pergaulan berbagai bangsa dan kelas-kelas dalam masyarakat sebagai hasil dari perkembangan perniagaan, industry, perdagangan dan penyempurnaan alat-alat pengangkutan.11

b. Sumber Obyek Wisata

Diantara jenis-jenis dan sumber-sumber yang dapat dijadikan sebagai kail dalam hal menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke

9asyhar’s notes, ―Pengaruh Sektor Pariwisata Terhadap Peumbuhan Ekonomi.

10Oka A. Yoeti, PARIWISATA BUDAYA MASALAH DAN SOLUSINYA (JAKARTA: PT Pradnya Paramita, 2006).

11Nyoman S. Pendit, Ilmu Pariwisata (jakaa : PT. Pradnya Paramita, 2006).

(22)

22

destinasi wisata atau daerah tujuan wisata tersebut adalah sebagai berikut:

1) Sumber Alamiah (Natural Resources)

Yakni jenis atau sumber wisata yang di suguhkan secara alami atau langsung dari alam tanpa adanya kontaminasi dari apapun dan siapapun, misalnya iklim, pemandangan alam, hewan, sungai, danau, flora, fauna, kawah, tebing, gua-gua, karang, ikan dibawah laut, tebing, lembah, gunung dan sebagainya.12

2) Sumber Manusiawi (Human Resources)

Sumber manusiawi biasnya melekat pada masyarakat atau penduduk setempat dalam bentuk etika atau perilaku aktifitasnya, misalnya seperti: Derama, upacara penguburan mayat, upacara perkawinan, upacara peringatan peristiwa-peristiwa penting dan lain sebgainya.

3) Sumber Buatan Manusia (Man Made Resources)

Misalnya: sisa-sisa kebudayaan masa lampau, monument- monumen bersejarah, rumah-rumah ibadah seperti masjid, gereja, candi, pura, museum, peralatan music, tempat pemakaman, kuburan, dan lain sebagainya.13

c. Jenis-Jenis Pariwisata

Setiap wisatawan yang melakukan perjalanan wisata tentu memiliki karakter dan motif yang berbeda-beda terhadap apa yang dilakukanya, sehingga dengan perbedaan tujuan yang dilakukan para peramu wisata meciptakan beragam atraksi yang di sajikan oleh daerah- daerah atau tempat-tempat wisata yang ada.

Adapun jenis-jenis Pariwisata diantaranya adalah sebagai berikut:

1) Wisata Budaya

12Nyoman S. Pendit, Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana, Cet. 7. (JAKARTA:

Pradnya Paramita, 2002), https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=530492.

13Oka A. Yoeti, Pariwisata Budaya Masalah dan Solusinya (jakaa: PT Pradnya Paramita, 2006).

(23)

23

Wisata budaya diadakan guna untuk menambah dan memperluas pengetahuan budaya seorang wisatawan terhadap daerah-daerah atau bahkan tempat yang ia jadikan destinasi berlibur, diantara hal yang lumrah dilakukan oleh wisatawan budaya adalah mempelajari etika dan estetika suatu daerah, geografis masyarakat, adat istiadat, cara mereka hidup dengan manusia yang lain, serta mempelajari seni dan kebudayaan masyarakat.14

2) Wisata Kesehatan

Wisata ini bertujuan untuk mengembalikan ketenangan baik jasmani serta rohani seorang wisatawan, biasanya tujuan wisatawan juga adalah untuk menukar pikiran dan gaya hidup sehatan antara tempat tinggal aslinya dengan daerah tujuan wisata. Biasanya destinasi yang paling digemari adalah mata air panas yang mengandung mineral penyembuhan, tempat yang mengadung unsur menyegarkan serta menyehatkan dan bahkan tempat yang menyajikan fasilitas-fasilitas sama dengannya.

3) Wisata Komersial

Wisata komersial biasanya Mengunjungi tempat seperti pameran-pameran, pekan raya bersifat komersial seperti pameran industry, pameran dagang adalah bagian atau jenis-jenis dari wisata komersial.

4) Wisata Industri

Wisata ini identik dengan prejalanan edukasi, peninjauan, bahkan penelitian sehingga wisata ini kerap dilakuakn oleh mahasiswa bahkan para siswa dengan tujuan tempat-tempat industry seperti pabrik, bengkel-bengkel dan lain sebagainya.15

14Nyoman S. Pendit, Ilmu Pariwisata.

15Ibid.

(24)

24 5) Wisata Sosial

wisata remaja (young tourism) merupakan bagian dari wisata sosial, wisata ini bertujuan untuk memeberikan kesempatan kepada setiap masyarakat yang ingin melakukan perjalanan dengan biaya yang sangat terbatas atau ekonomi lemah untuk melakukan perjalanan wisata. Contohnya seperti kaum buruh, pemuda, pelajar atau mahasiswa, petani, dan golongan masyarakat ekonomi lemah lainnya.

2. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) a. Pengertian Pengembangan SDM

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) adalah proses untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam membantu tercapainya tujuan dari suatu organisasi, sehingga dapat difahami bahwa pengembangan sumber daya manusia memiliki makna sebagai penyiapan individu karyawan untuk memikul tanggung jawab yang berbeda atau lebih tinggi didalam suatu organisasi. Pengembangan biasanya berhubungan dengan peningkatan kemampuan ataupun peningkatan emosional yang di pergunakan untuk melaksanakan dan menunaikan pekerjaan yang lebih baik. Pengembangan sumber daya manusia merupakan bagian dari manajmen sumber daya manusia dengan didalamnya terdapat pelatihan – pelatihan dan pengembangan skill (training and development), pengembangan karir (carer development), dan bakhan program pengembangan organisasi (organization devvelopmen).16

Sehingga dapat di simpulkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia memiliki perana yang sangat penting selain untuk melatih mental dan menggali kualitas skill yang dimiliki, maka berguna juga

16Robert L. Mathis and John H. Jackson, ―Manajemen Sumber Daya Manusia,‖ in Manajemen Sumber Daya Manusia, 2012.

(25)

25

sebagai langkah awal dalam mencapi tujuan dan keinginan dari suatu organisasi atau kelompok.

b. Tujuan Pengembangan SDM

Ada beberapa hal yang ingin dicapai dalam rangka pengembangan sumber daya manusia, baik secara internal maupun eksternal, diantaranya adalah sebagai berikut:17

Secara Internal

1) Meningkatkan produktivitas kerja 2) Meningkatkan efisiensi organisasi 3) Meningkatkan efektivitas organisasi 4) Mencegah kerusakan fasilitas organisasi 5) Mengurangi kecelakaan kerja

6) Meningkatkan pelayanan internal 7) Meningkatkan moral kariawan

8) Membuat kesempatan dalam pengembangan karir 9) Mengembangkan leadership skill dalam diri kariawan 10) Sukses kepemimpinan

11) Meningkatkan konpensasi yang akan diterima kariawan terlatih Tujuan Pengembangan SDM Secara Eksternal18

1) Mampu memenuhi kebutuhan (tuntutan) pelanggan 2) Mampu menghadapi persaingan bisnis

3) Mampu menghadapi persaingan tingkat global

4) Semakin tingginya biaya karyawan, dimana perusahaan memeilih memperkerjakan karyawan dalam jumlah sedikit namun mereka dapat mengemban pekerjaan yang banyak

5) Semakin langkanya sumber daya energi

17Edy Sutrisno, ―Tujuan Dari Manajemen Sumber Daya Manusia,‖ Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia (2012).

18wilson. Bangun, ―Manajemen Sumber Daya Manusia,‖ Pengaruh Tunjangan Karyawan Terhadap Motivasi Kerja Dan Kinerja Karyawan (Studi Pada Karyawan Auto 2000 Malang Sutoyo) (2017).

(26)

26 3. Pengertian Ekonomi Kreatif

Pengertian ekonomi kreatif adalah sebuah konsep dibidang perekonomian diera ekonomi yang baru dengan mengutamakan kreativitas dan informasi. Konsep dari ekonomi kreatif ini mengedepankan sumber daya manusia yang memiliki ide dan pengetahuan yang digunakan sebagai faktor utama dalam produksi, begitu pula Pariwisata, Intinya ekonomi kreatif ini lebih mengedepankan kreativitas, pengetahuan, dan ide dari manusia sebagai aset utama untuk membuat perekonomian bergerak maju.

Konsep ekonomi kreatif ini sudah terbukti dapat mengembangkan sektor perekonomian.19

Seperti halnya pengelola wisata Pantai Pandanan, yakni masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata terus mengupayakan inovasi dan kretivitas guna untuk terus menjaga eksistensi destinasi yang mereka miliki, diantanya dengan membuat weeb, melakukan kampany-kampanye melalui media masa, membuat pamphlet, dan baliho. Kesemunya itu adalah upaya untuk bagaimana memperomosikan wisata Pantai Pandanan kepada wisatawan.

Adapun manfaat ekonomi kreatif adalah sebagai berikut:

1) Menciptakan lapangan kerja baru

2) Membuat masyarakat menjadi lebih kreatif 3) Mengurangi angka pengangguran

4) Meningkatkan inovasi di berbagai bidang 5) Menciptakan kompetisi bisnis yang lebih sehat 4. Pengertian Ekonomi Pembangunan

Istilah ekonomi pembangunan dengan pembangunan ekonomi adalah dua hal yang berbeda namun memiliki makna yang sangat erat.

19Suparwoko, ―Pengembangan Ekonomi Kreatif Sebagai Penggerak Industri Pariwisata,‖

Simposium Nasional 2010: Menuru Purworejo DInamis dan Kreatif (2010).

(27)

27

Ekonomi pembangunan adalah bagian dari studi didalam ilmu ekonomi yang membahas mengenai masalah-masalah ekonomi yang ada di Negara berkembang serta kebijakan-kebijakan yang perlu dilakukan untuk mewujudkan pembangunan ekonomi, sedangkan pembangunan ekonomi diartikan sebagai serangkaian usaha dalam suatu perekonomian untuk mengembangkan kegiatan ekonominya, sehingga infarstruktur lebih banyak tersedia, perusahaan semakin banyak dan semakin maju ataupun berkembang taraf pendidikan semakin maju dan semakin tinggi serta perkembangan teknologi semakin canggih. Sebagai implikasi dari perkembangan ini tentunya diharapkan agar kesempatan kerja semakin meningkat, tingkat pendapatan semakin tinggi, dan kemakmuran masyarakat semakin merata.20

a. Fungsi Ekonomi Pembangunan

Menciptakan upaya-upaya guna memperbaiki kualitas hidup masyarakat adalah bagian dari fungsi ekonomi pembangunan.21

1) Menciptalan Lapangan Pekerjaan dan Mengurani Tingkat Pengangguran.

Dengan dipelajarinya ekonomi pembangunan, maka Negara dituntut untuk mampu menumbuh kembangkan pembangunan perekonomiannya. Karena jika sektor ekonomi telah mampu ditumbuh kembangkan dengan baik, maka sudah barang tentu lapangan pekerjaan akan semakin meningkat. Terjadinya pertumbuhan ekonomi akan mempengaruhi berbagai sektor atau industry tentunya, jika industry berkembang maka mereka akan memebutuhkan tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Maka disinilah lapangan pekerjaan di ciptakan serta mengurangi tingkat pengangguran di lingkungsn masyarakat.

20Sudono Sukirno, Ekonomi Pembangunan: Proses, Masalah, Dan Dasar Kebijakan, Edisi Kedu. (jakaa: Kencana (Prenada Media), 2006).

21M.M. Dr. Patta Rapanna, S.E., M.Si., Zulfikry Sukarno S.E., Ekonomi Pembangunan, ed.

Herawati Syamsul (Makassar: CV SAH MEDIA, 2017).

(28)

28 2) Menurunkan Angka Kemiskinan

Terciptanya lapangan pekejaan dengan jumlah besar karena meningkatnya peumbuhan ekonomi, maka akan meningkatkan pendapatan perkapital masyarakat, sehingga mengurangi tingkat pengangguran dan angka kemiskinan masyarakat di suatu Negara atau daerah yang bersangkutan.

3) Memperlancar Kegiatan Ekonomi

Jika ekonomi pembangunan telah di realisasikan, maka barang tentu kegiatan ekonomi yang termasuk dari pembangunan ekonomi itu sendiri akan berjalan mulus sebagaimana yang di harapkan.22 4) Memperbaiki Pendidikan Masyarakat

Kita ketahui bersama bahwa pendidikan adalah problematika yang kerap menjadi maslah besar yang di hadapi Negara-negara berkembang, masalah ini sangat bisa diperbaiki seiring dengan pembangunan ekonomi yang sangat baik.

5) Meningkatkan Kualitas SDM (Sumber Daya Manusia)

Terjadinya peningkatan dalam pertumbuhan ekonomi dan pendidikan masyarakat yang semakin maju, akan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia suatu Negara.23

22A. Diah Paramita and I. Purbadharmaja, ―Pengaruh Investasi dan Pengangguran Terhadap Peumbuhan Ekonomi Sea Kemiskinan di Provinsi Bali,‖ E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana (2015).

23Ibid.

(29)

29 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, metode deskriptif adalah pengumpulan pada suatu latar alamiah dengan tujuan menafsirkan fenomena-fenomena yang ada dan memanfaatkan berbagi macam metode yang ada. Dalam penelitian ini peneliti biasanya mengumpulkan data dengan melakukan metode wawancara, pengamatan, dan pemanfaatan dokumen. Pemanfaatan wawancara terbuka biasanya di lakukan untuk menelaah dan memahami sikap, pandangan, perasaan, perilaku individu bahkan kelompok. Metode ini juga kerap menggunakakan pendekatan naturalistic guna untuk mencari dan menemukan pengertian atau pemahaman tentang penomena dalam suatu latar yang berkonteks khusus. Metode deskriptif juga merupakan metode yang non statistika atau cara kuanti lainya, metode deskriptif didasarkan pada upaya membangun pandangan mereka yang di teliti yang rinci, dibentuk dengan kata-kata, gambaran holistic dan rumit.24

1. Pendekatan Peneitian

Didalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yaitu untuk mengungkapkan fenomena-fenomena sosial secara kontekstual, melelui pengumpulan data secara alami sebagai sember data langsung dan juga instrument kunci dan prosedur peneliti yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-otang dan perilaku yang dapat diamati. Sehingga menyimpulkan bahwa penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif.25

2. Kehadiran Peneliti

24Daddy Mulyana, Metode Penelitan Kualitatif (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004).

25lexy j. Moleong, Metodo Penelitian Kualitatif (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1998).

(30)

30

Dalam penelitian kualitatif, seyogyanya kehadiran seorang peneliti di lokasi sangatlah penting dikarenakan peneliti berperan sebagai instrument sekaligus pengumpul data sehingga kehadiran seorang peneliti di lokasi sangat diperlukan. Peneliti harus berbaur langsung dilapangan guna menemukan atau memperoleh data yang valid dari lokasi penelitian.26

Peneliti menghadirkan diri dilokasi untuk mengamati secara langsung subyek yang akan ditelitinya. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrument kunci sekaligus pengumpul data dengan langsung mewawancarai narasumber.

Sebagai instumen yang penting kehadirannya dilapangan, maka peneliti mengajukan pertanyaan yang menyangkut isi penelitian dan tujuan pertanyan adalah orang-orang tertentu yang dijadikan sampel penelitian, dalam hal ini tentunya adalah pengelola wisata Pantai Pandanan dan masyarakat di Dusun Pandanan Desa Malaka Kabupaten Lombok Utara.

3. Jenis dan Sumber Data a. Jenis Data

Salah satu yang menjadi tujuan pokok penelitian adalah terkuaknya data-data yang valid. Dalam penelitian yang berjudul peran Pantai Pandanan dalam mengurang tingkat pengangguran di dusun Pandanan desa malaka Kabupaten Lombok Utara. Peneliti meneliti sejauh mana peran Destinasi Wisata ini dalam mengurang tingkat pengangguran. Adapun jenis data yang dapat digunankan sebagai sumber data adalah sebagai berikut:27

1) Data kualitataif, dimana data ini hanya diguanakan pada penelitian kualitatif, data ini dapat berupa uraian-uraian, ungkapan kalimat, bahkan cerita pendek.

2) Data kuantitaif, data ini lebih mudah dimengerti bila dibandingkan dengan data kualitatif, dikarenakan data kuantitatif biasanya

26lexy j. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, 22nd ed. (Bandung: PT Bumi Aksara, 2007).

27Ibid.

(31)

31

disimpulkan dalam bentuk angka-angka serta dapat dianalisa menggunakan analisisi statistika.

b. Sumber Data

Data dapat dimaknai sebagai sekumpulan bukti atau fakta-fakta yang dikumpulkan dan disajikan guna untuk tujuan tertentu.28

Ada dua macam data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini:

1) Data Primer

Adalah data-data yang diperoleh peneliti dari sumber asli yang dimana data ini dikumpulkan dengan memperhatikan siapa sumber utama yang dijadikan objek penelitian.29

Tentu dalam penelitian ini data utama atau data primer adalah data yang di terima dari pengelola wisata Pantai Pandanan dan masyarakat dusun Pandanan Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara.

2) Data Sekunder

Sumber data sekunder di dapatkan dengan cara malakukan studi pustaka yakni usaha yang dilakukan peneliti untuk memperoleh data-data sekunder yang di dapatkan dengan cara membaca, mempelajari, menelaah, dan menganalisis sumber kepustakaan yang valid seperti buku-buku, serta catatan kuliah yang memiliki korelasi dengan data sekunder atau berkaitan dengan bahasan penelitian sebagai paradigma atau teori yang relevan dari berbagai jurnal yang memiliki keterkaitan dengan judul penelitian ini.30

4. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling setrategis dalam penelitian, dikarenakan tujuan utama dari penelitian adalah

28moh. pabundu tika, Metode Research Bisnis (JAKARTA: PT Bumi Aksara, 2006).

29Muhammad, Metode Penelitian Ekonomi Islam Pendekatan Kuantitatif (Yogyakaa: UPFE- UMY, 2005).

30Iqbal Hasan, Analisis Data Penelitian Dengan Statistik (jakaa: PT Bumi Aksara, 2004).

(32)

32

mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan menemukaan data yang ditetapkan.31

Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah obsevasi, wawancara, dan dokumentasi.

a. Observasi

Observasi atau kerap disebut dengan pengamatan langsung adalah kegiatan pengumpulan data dengan melakukan penelitian langsung terhadap kondisi lingkungan, obyek penelitian yang mendukung kegiatan penelitian sehingga mendapatkan gambaran secara jelas terhadap kondisi obyek penelitian tersebut.32

Peneliti melakukan obsevasi untuk melihat objek lingkungan, misalnya kondisi atau keadaan wisata Pantai Pandanan dalam mengurangi tingkat pengangguran di dusun Pandanan desa malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara dan bagian atau aspek lainya yang dapat diamatai secara langsung.

b. Wawancara (Interview)

Wawancara adalah bentuk komunikasi yang dilakukan peneliti antara dua orang atau lebih yang melibatkan seorang yang meminta informasi dari seorang lainya (narasumber) dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan tujuan tertentu.33

Dalam hal ini peneliti akan melakuakan wawancara denagan pengelola wisata Pantai pandana dan msyarakata Dusun Pandanan Desa Malaka Kabupaten Lombok Utara, dengan harapan peneliti dapat mengumpulkan data-data atau informasi mengenai bagaimana peran wisata Pantai Pandanan dalam mengurangi tingkat penganguran Didusun Pandanan Desa Malaka Kabupaten Lombok Utara.

Wawancara yang digunakan peneliti adalah wancara tidak terstruktur atau wawancara bebas, artinya peneliti tidak mengguanakan

31Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif Dan R&D, 7th ed. (Bandung: CV alfabeta, 2009).

32Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methode) (Bandung: CV alfabeta, 2013).

33Daddy Mulyana, Metode Penelitan Kualitatif.

(33)

33

pedoman wawancara yang tesusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan data.34

c. Dokumentasi

Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang mengandung arti mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda, dan sebagainya.35

Teknik dokumentasi ini juga berawal dari penghimpunan dokumen, memilih dan memilah dokumen sesuai tujuan peneliti, mencatat serta menerangkan, menafsirkan dan menghubungkan dengan fenomena-fenomena lain. Metode dokumentasi peneliti lakukan untuk pengumpulan data tertulis yang dapat memberikan keterangan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan dalam penelitian ini.36

5. Analisis Data

Analisis data dapat diartikan sebagai upaya mengorganisasikan data-data kedalam suatu pola, kategori, dan suatu uraian dasar sehingga dapat menghsilkan tema serta perumusan suatu hipotesis kerja seperti apa yang di sarankan oleh data yang ada.37

Analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah analisis data kualitataif deskriftif dimana memaparkan informasi-informasi aktual dan akurat yang tentunya didapatkan dari lapangan yang banyak bersifat imformatif dan keterangan-keterangan baik secara tersirat maupun tersurat.

Mengingat penelitian ini hanya mengumpulkan data-data kualitatif maka barang tentu data-data yang terkumpul tersebut dibahas atau di tafsirkan dengan menggunakan anlisisi induktif sehingga lebih mengena

34Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D (Bandung: CV alfabeta, 2011).

35Suharsimin Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakaa: PT. Bineka Cipta, 2002).

36A. muri Yusuf, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatf & Penelitian Ganda (Jakaa:

prenadamedia group, 2014).

37lexy j. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011).

(34)

34

terhadap kenyataan-kenyataan yang ada dilapangan, serta dapat membuat hubungan peneliti dengan informan menjadi eksplisit dan dapat dikenal.38 6. Validitas Data

Validitas data umumnya digunakan untuk membuktikan kevalidan data yang digunakan oleh peneliti. Oleh karenanya untuk menghasilkan data yang memiliki keabsahan yang tinggi, maka dalam hal ini validasi data perlu ada. Hal ini dimaksut agar data informasi yang didapatkan berkualitas tinggi dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Triangulasi

Triangulasi artinya memeriksa keabsahan data dengan memanfaatkan sesuatu hal lainya untuk keperluan pengecekan atau pembandingan terhadap data tersebut.39 Disini peneliti melakukan pengumpulan sekaligus menguji kreadibilitas data, yaitu dengan mengetes kreadibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data dan berbagai sumber data.

b. Pemeriksaan Sejawat Melalui Diskusi

Hal ini bertujuan untuk memperoleh kritikan dan pernyataan yang membangun atas hasil yang telah didapatkan sehingga menuju ketingkat kepercayaan dan kebenaran dari data hasil penelitian.40

Tehnik ini dilakukan dengan cara mengekspos hasil sementara atau hasil lain yang diperoleh dalam bentuk diskusi dengan teman sejawat sehingga memiliki derajat keabsahan data. Penggunaan teknik ini menunjukkan bahwa peneliti terbuka terhadap hasil inprestasi dengan menerima kritikan dengan data hasil temuan.

c. Kecukupan Referensi

38Ibid.

39Ibid.

40Ibid.

(35)

35

Kecukupan referensi yang digunakan peneliti bermaksut agar landasan teoritis yang cukup kuat untuk merumuskan permasalahan.

Oleh karena itu peneliti selalu berpedoman pada kemutakhiran referensi dengan banyak membaca referensi yang mendukung penelitian ini.41 d. Ketekunan Pengamat

Ketekunan pengamatan berarti mencari secara konsisten interpretasi dengan berbagai cara dalam kaitannya dengan analisis yang konstan dan tentative. Hal ini berarti bahwa hendaknya mengadakan pengamatan dengan teliti dan rinci serta berkesinambungan terhadap faktor-faktor yang menonjol, kemudian menelaah secara rinci sampai pada suatu titik sehingga pada pemeriksaan tahap awal nampak salah satu atau seluruh faktor yang ditelaah sudah dipahami dengan cara yang biasa.42

B. Sistematika Pembahasan

Untuk diketahui bahwa Penelitian ini berbentuk penelitian lapangan, penulisannya mengacu pada Pedoman Karya Tulis Ilmiah UIN Mataram.

Penulisan skripsi ini menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan serta mengacu kepada Kamus Besar Bahasa Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN: bab ini menguraikan tentang latar belakngan masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat,

BAB II KAJIAN PUSTAKA : Bab ini membahas tentang ruang lingkup dan setting penelitian, telaah pustaka, kerangka teori, metode penelitian dan sistematika pembahsan.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN : pada bab ini, berisi tentang metode, cara, dan sekema dalam melakukan peneliti. Terdapat pula langkah dan cara seperti apa yang di gunakan dalam melakukan penelitian ini.

41Ibid.

42Moleong, Metode Penelitian Kualitatif.

(36)

36

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN: Bab ini membahas data-data yang ditemukan di lapangan apakah sesuai dengan teori yang ada. Pada bab ini akan membahas tentang peran Pariwisata Pantai Pandanan dalam mengurangi tingkat pengangguran di Dusun Pandanan Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara dan apa saja kendala yang dihadapi pengelola Pariwisata Pantai Pandanan dalam mencapai tujuan daripada aktivitas tersebut.

BAB V PENUTUP: Bab ini akan menyimpulkan hasil dari penelitian Wisata Pantai Pandanan yang ada di dusun Pandanan desa malak kecamatan pemenang KLU yang merupakan jawaban dari rumusan masalah dan memberikan saran-saran penelitian.

(37)

37 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian a. Profil Desa Malaka

1) Sejara Berdirinya Desa Malaka

Desa Malaka adalah salah satu dari empat desa yang ada di wilayah Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Desa Malaka terletak di ujung barat Kabupaten Lombok Utara, yakni perbatasan antara Kabupaen Lombok Utara dengan Kabupaten Lombok Barat. Desa Malaka merupakan hasil pemekaran dari Desa Pemenang Barat.

Desa Malaka terbentuk berawal dari adanya usulan pemekaran Kecamatan Tanjung menjadi dua (2) Kecamatan pada tanggal 19 Pebruari 1999, yaitu Kecamatan Tanjung yang pada waktu itu dipimpin oleh Drs. H. Amrullah Ali, SH dan Kecamatan Pemenang.

Kecamatan Tanjung (Kecamatan Induk) yang terdiri dari Desa Jenggala, Desa Tanjung, Desa Sokong, dan Desa Persiapan Tegal Maja. Sedangkan Kecamatan Pemenang (Perwakilan Kecamatan) terdiri dari Desa Pemenang Timur, Desa Pemenang Barat, Desa Gili Indah, dan Desa Persiapan Malaka.

Dengan telah dikukuhkannya Desa Malaka satu dari Dua Puluh Enam (26) Desa Persiapan menjadi Desa Definitif, Bupati Lombok Barat H. Iskandar mengeluarkan Keputusan Bupati Lombok Barat Nomor 262 Tahun 2000 Tentang Pengangkatan Penjabat Kepala

(38)

38

Desa yang ditetapkan di Mataram pada tanggal 14 Juni 2000, maka Desa Malaka pada waktu itu dijambat oleh H. Moh. Baihaqi.43

Nama Desa Malaka sendiri diambil dari nama sebuah Makam seorang Ulama, yang terletak di atas bukit, antara bukit Teluk Nara dan Pandanan. Makam ini dikenal orang banyak dengan nama Makam Melka, yang konon katanya diambil dari nama sebuah Pohon atau Buah yang bernama pohon Mlaka. Karena masyarakat kesulitan dalam melafalkan kata Mlaka akhirnya disebutlah Melka atau Malaka. Desa Malaka merupakan pemekaran dari Desa Tanjung dan pemekaran desa terjadi pada tahun 1999 dan definitif tahun 2000 yang menjadi pelopor terbentuknya Desa Malaka adalah Bapak Drs.

H. Amrullah Ali, SH dan pada Pemilihan Kepala Desa Tahun 2000 Bapak H. Moh. Baihaqi terpilih untuk priode 4 tahun yaitu tahun 2003-2007, berikutnya, Pada tahun 2007-2011 adalah Bapak M. Sa'i Ajis, SH.I, Mpd.I. Periode selanjutnya 2011-2013 yaitu Bapak Ikliludin, S.Ag, dan untuk periode terakhir 2013-2019 yaitu Bapak H. Akmaludin Ichwan.44

43―Buku Profil Desa Malaka Update (30012020),‖ n.d.

44Ibid.

(39)

39

Untuk menunjang kelancaran Administrasi dan tugas – tugas pemerintahan Kepala Desa Malaka dibantu Sekearis Desa dan 6 Kepala Urusan dan Operator Desa yang terdiri dari :

2) Letak Geografis Desa Malaka

Desa Malaka yang merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Pemenang diantara 4 desa yaitu Desa Malaka,Desa Pemenang Barat, Desa Pemenang Timur,dan Desa Gili Indah. Secara geografis Desa Malaka merupakan salah satu Desa di Kecamatan Pemenang yang mempunyai bentang luas wilayah mencapai 3.970,30 Ha. Dengan jumlah penduduk Desa Malaka sebanyak 9.587 Jiwa dan 2.856 Kepala Keluarga. Desa Malaka merupakan salah satu Desa dari 4 (empat) Desa yang ada di kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara, Desa Malaka berada pada ketinggian ± 10 dari permukaan laut (longitut 6,70543 ºE dan etitut 106,70543 ºE) dan curah hujan ± 1.100 mm, rata-rata suhu udara 30º celcius. Bentuk wilayah berbukit-bukit. Desa Malaka terletak di sebelah Barat Kecamatan Pemenang yang apabila ditempuh dengan memakai kendaraan hanya menghabiskan waktu selama ± 10 menit, sementara jarak tempuh ke Kabupaten sekitar 20 menit. Adapun batas-batas wilayah administratif Desa Malaka meliputi :45

a) Sebelah Utara : Laut Jawa dan Desa Gili Indah, Pemenang, KLU

b) Sebelah Selatan : Desa Lembah Sari, Batu Layar, Lobar c) Sebelah Timur : Desa Pemenang Barat, Pemenang, KLU d) Sebelah Barat : Desa Senggigi, Batu Layar, Lobar

45Ibid.

(40)

40

Luas wilayah Desa Malaka adalah 3.970,30 Ha atau 12,41 Km2yang pemanfaatannya Pemukiman130,30 Ha, tanah perkebunan sekitar 1669 Ha, lahan investor sekitar 279 Hadan bangunan perkantoran 1 Ha. dengan Topografi wilayah yang berbukit yang digunakan untuk areal perkebunan dan pemukiman untuk wilayah datar. Potensi peanian yang dimiliki Desa Malaka adalah Kakao,kelapa,pisang, Padi dan Palawija ( Kacang tanah, kedelai, jagung ) Perkebunan Kelapa dan Potensi. Sumberdaya Manusia di Desa Malaka dengan jumlah penduduk sekitar 9.054 Jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga sekitar 2.856 yang terdiri dari Laki : 4.850 dan Perempuan : 4.737.

Adapun Desa Malaka dalam menjalankan pemerintahannya memiiki 12 dusun dengan jumlah penduduknya yang variatif berdasarkan potensi wilayah masing-masing.Jumlah dusun di Desa Malaka adalah 12 Dusunyang terdiri dari ; Dusun Kelui, Dusun Lendang luar, dusun Setangi, Dusun Malimbu, Dusun Bandung, Dusun Nipah, Dusun Pandanan, Dusun Telok Borok, Dusun Kecinan, Dusun Mentigi, Dusun Teluk Nara, Dusun Teluk Kodek.

Tabel 4. 6 Nama – Nama Kepala Dusun Desa Malaka

No Nama Dusun Nama Kepala Dusun

1

Dusun kelui M. Saleh

2 Lendang Luar Murad

3

Setangi Zainul

(41)

41

4 Malimbu Isnaidi

5 Badung Iswadi

6 Nipah Zulkarnain

7 Pandanan M. Yusran

8 Teluk Borok H. Sayuti

9 Kecinan H. Rusli

10 Mentigi Rajab

11 Teluk Nara Alwi Dahlan

12 Teluk Kodek L.Husni Faesal

Berdasarka keterangan tabel 4.1 terdapat nama-nama kepala Dusun yang ada di Desa Malaka tahun 2019, mulai dari Dusun Kelui sampai Dusun Teluk Kodek sebanyak 12 Kepala Dusun.

Tabel 4. 7Total Jumlah Penduduk Desa Malaka Tahun 2019

a. Jumlah laki-laki 4.850 orang

b. Jumlah perempuan 4.737 orang

c. Jumlah total (a+b) 9.587orang

d. Jumlah kepala keluarga 2.856 KK

e. Kepadatan Penduduk (c / Luas Desa) 772 per /km

(42)

42

Berdasarkan keterangan tabel 4.2, tercata pada tahun 2019 sebanyak 9.587 jumlah orang yang ada di Desa Malaka dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 2.856 KK, sementara kepadatan penduduk mencapai 775 per km.

3) Penduduk Dan Tenaga Kerja

Sumber Daya Manusia merupakan potensi utama dalam proses pembangunan, kelahiran, kematian serta perpindahan penduduk, Sumber Daya Manusia merupakan proses demografi yang mempengaruhi komposisi sea distribusi penduduk.

Berdasarkan data yang dimiliki Kantor Pemerintah Desa Malaka pada tahun 2019, jumlah penduduk di Desa Malaka mencapai 10564 orang dari 2856 KK. Dengan komposisi jumlah penduduk laki-laki sejumlah 4850 orang dan penduduk perempuan sejumlah 4737 orang. Adapun jumlah kepadatan penduduk mencapai 772 / km.

Berdasarkan uraian di atas terlihat bahwa kaum laki-laki lebih banyak dibandingkan kaum perempuan. Adapun berbagai potensi sumber daya manusia yang dimiliki Desa Malaka bisa dilihat dari tabel-tabel berikut.

Tabel 4. 8 Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia

Usia

Laki-laki (Orang)

Perempuan (Orang)

Usia

Laki-laki (Orang)

Perempuan (Orang)

0-12bulan 0 0 39 tahun 110 109

1tahun 0 0 40 74 59

(43)

43 Usia

Laki-laki (Orang)

Perempuan (Orang)

Usia

Laki-laki (Orang)

Perempuan (Orang)

2 0 0 41 54 60

3 70 77 42 74 81

4 87 99 43 60 50

5 97 91 44 63 85

6 90 85 45 51 47

7 86 85 46 60 47

8 110 100 47 76 69

9 79 63 48 45 37

10 83 73 49 96 92

11 85 82 50 76 57

12 65 86 51 58 61

13 81 91 52 65 85

14 80 76 53 32 24

(44)

44 Usia

Laki-laki (Orang)

Perempuan (Orang)

Usia

Laki-laki (Orang)

Perempuan (Orang)

15 103 72 54 53 44

16 95 79 55 27 19

17 90 84 56 19 23

18 60 65 57 54 43

19 96 110 58 20 21

20 106 87 59 46 76

21 80 105 60 30 31

22 117 108 61 24 14

23 84 99 62 51 41

24 98 96 63 14 13

25 99 103 64 26 24

26 120 85 65 16 17

27 97 104 66 8 6

(45)

45 Usia

Laki-laki (Orang)

Perempuan (Orang)

Usia

Laki-laki (Orang)

Perempuan (Orang)

28 95 111 67 15 12

29 121 110 68 11 7

30 95 90 69 35 25

31 101 92 70 9 5

32 129 139 71 8 10

33 79 95 72 21 14

34 101 124 73 6 11

35 76 86 74 19 17

36 57 56 75 4 7

37 106 95 Diatas 75 65 42

38 58 49 Total 4.850 4.737

Berdasarkan tabel 4.3, jumlah penduduk berdasarkan usia sebanyak 4.850 untuk jenis kelamin laki-laki sedangkan perempuan sebanyak 4.737 orang, sementara jumlah dengan usia terbanyak adalah usia 29 tahun yakni laki-laki 121 dan perempuan 110.

(46)

46

Tabel 4. 9 Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Tingkatan Pendidikan

Laki-laki (Orang)

Perempuan (Orang)

1. Usia3-6 tahun yang belum masuk TK 0 0

2. Usia3-6 tahun yang sedang TK/playgroup 0 0

3. Usia7 18 tahun yang tidak pernah sekolah 962 900

4. Usia7 18 tahun yang sedang sekolah 414 393

5. Usia18 56 tahun tidak pernah sekolah 621 736

6. Usia18 56 tahun tidak tamat SD 0 0

7. Usia18- 56 tahuntidaktamatSLTP 0 0

8. Usia18 56 tahun tidak tamat SLTA 0 0

9. Tamat SD/sederajat 1.290 1.354

10. Tamat SMP/sederajat 532 566

11. Tamat SMA/sederajat 657 410

12. Tamat D-1/D-2 sederajat 21 8

(47)

47 Tingkatan Pendidikan

Laki-laki (Orang)

Perempuan (Orang)

13. TamatD-1/D-2 sederajat 21 8

14. TamatD-3/sederajat 16 12

15. TamatS-1/sederajat 60 56

16. TamatS-2/sederajat 11 2

17. TamatS-3/sederajat 0 0

18. Tamat SLBA 0 0

19. Tamat SLBB 0 0

20. Tamat SLBC 0 0

Jumlah 4.585 4.437

Jumlah Total 9.022

Berdasarkan tabel 4.4, jumlah penduduk berdasarkan pendidikan sebanyak 9.022 orang, dengan jumlah terbanyak yakni tamatan SD/sederajat sebanyak 1.290 untuk laki-laki dan perempuan sebanyak 1.354 orang.

(48)

48

Tabel 4. 10 Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian Pokok

Jenis Pekerjaan

Laki-laki (Orang)

Perempuan (Orang)

1. Mengurus Rumah Tangga 0 2044

2. Pelajar 1048 850

3. Pensiunan 4 0

4. PNS 20 13

5. Perdagangan 2 18

6. Petani 704 207

7. Peternak 9 1

8. Nelayan 358 4

9. Industri 0 1

10. Konstruksi 1 0

11. Transpoasi 29 0

12. Karyawan Swasta 395 70

Gambar

Tabel 4. 6 Nama – Nama Kepala Dusun Desa Malaka
Tabel 4. 7Total Jumlah Penduduk Desa Malaka Tahun 2019
Tabel 4. 8 Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia
Tabel 4. 9 Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan
+3

Referensi

Dokumen terkait

Perbedaan keinginan antara saya dengan Dosen Pembimbing Lapangan perlu dikesampingkan agar lebih fokus pada rencana-rencana program yang akan digunakan di lapangan.. Saya

Salah satu kegiatan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Rumah Sakit Bhayangkara Mohamad Hasan Palembang adalah pemeriksaan laboratorium, dimana sistem pengambilan data