• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh

N/A
N/A
pamenang rsg

Academic year: 2023

Membagikan "Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh "

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh adalah hal yang sangat penting bagi kita. Kesehatan merupakan modal utama bagi kita untuk melakukan aktivitas sehari- hari, mulai dari aktivitas pemenuhan ADL sampai dengan level tertinggi dalam hirarki maslow yaitu aktualisasi diri. Jika tubuh terserang penyakit, maca secara otomatis produktivitas dan kualitas hidup akan turun bahkan terancam akan kematian. Namun begitu masih banyak yang mengabaikan kesehatan diri dengan mengikuti gaya hidup tidak sehat seperti kebiasaan makan junctfood dan minuman karbonasi, dimana pola makan tidak sehat tersebut seringkali menjadi pemicu terjadinya berbagai penyakit, terutama penyakit yang menimbulkan kerusakan permanen pada organ tubuh, dan membutuhkan biaya pengobatan yang tinggi (penyakit katastropik). Salah satu penyakit katastropik adalah penyakit ginjal kronis atau lebih sering dikenal dengan istilah Chronic Kidney Dissease (CKD).

Chronic Kidney Dissease (CKD) atau Penyakit Ginjal Kronis (PGK) adalah suatu kondisi perburukan fungsi ginjal yang lambat, progresif dan irreversible yang menyebabkan ketidakmampuan ginjal untuk membuang produk sisa dan mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit (Sri Atun, 2020). Kegagalan fungsi ginjal ini menyebabkan retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah.

Menurut Riskesdes 2018, prevalensi CKD meningakat 2x lipat menjadi 0.38%.

Sedangkan dari laporan Indonesian Renal Registry (IRR) menunjukkan bahwa 82,4%

pasien CKD di Indonesia menjalani hemodialisis sebagai salah satu terapi penggantian ginjal. Pada tahun 2009 tercatat 5.450 pasien CKD yang menjalani hemodialisa, kemudian pada tahun 2010 meningkat menjadi 8.034 pasien dan terus meningkat sehingga mencapai 22.115 pasien pada tahun 2013 (Hadrianti, 2021)

Faizah, Maulida Umi dan Sulastri (2021) dalam Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia menyatakan bahwa hemodialisa merupakan cara menggantikan fungsi ginjal dalam menyaring darah menggunakan mesin khusus, dimana cairan yang berlebihan dan toksin saat darah pasien bersirkulasi melalui alat dialisis/ dialyzer. Proses difusi memindahkan zat terlarut dari darah melintasi membran semipermeable (filter alat dialisis) ke dalam dialisat untuk di ekskresi dari tubuh. Namun demikian tindakan hemodialisis ini juga dapat menimbulkan efek samping atau komplikasi seperti

(2)

Pruritus uremik merupakan sensasi kulit yang tidak menyenangkan yang menyebabkan keinginan untuk menggaruk, paling sering terjadi pada penderita Chronic Kidney Disease (CKD) dengan kadar ureum yang tinggi. Akan tetapi, pruritus yang terjadi selama atau sesudah hemodialisis dapat merupakan eksaserbasi oleh pelepasan histamin akibat reaksi alergi ringan terhadap membran dialisis

Prevalensi pruritus pada penderita gagal ginjal dengan hemodialisis uremik tergolong cukup tinggi, yaitu sekitar 50-90% dan 65% penderita mengeluh pruritus yang persisten (Halim et al, 2023). Studi kohort prospektif internasional yang dilakukan oleh DOPPS (Dialysis Outcome and Practice Pattern Study) sebanyak 6 kali penelitian didapatkan bahwa pasien CKD yang mengalami pruritus sedang hingga extrim adalah 45% pada Cohort pertama, 42% Cohort ke-2 , 37% pada Cohort ke 4 dan ke-6. Sementara di Jepang, hasil studi menunjukkan 44% pasien mengalami pruritus sedang hingga ekstrim (Kim, et all. 2021)

Pruritus sangat mengganggu aktivitas, bahkan seringkali menjadi penyebab rendahnya kualitas istirahat pasien, bahkan sering menyebabkan depresi dan memicu keinginan untuk bunuh diri. Selain itu, adanya pruritus akan memicu penggarukan pada kulit sehingga kulit menjadi lecet/ luka. Hal ini tentu meningkatkan resiko terjadinya infeksi. Oleh karena itu, pada kondisi ini kulit memerlukan perawatan dan perlindungan tambahan untuk mengurangi pruritus yaitu dengan memberikan pelembab yang mengandung komponen zat yang bersifat oklusif, humektan dan emolien.

Menurut Nuzantri, Juny Kurnia (2013), tanaman lidah buaya atau aloe vera dalam banyak studi digunakan sebagai formulasi produk gel pelembab yang bekerja pada mekanisme humektan untuk memperbaiki hidrasi kulit. Sedangkan minyak zaitun murni/ Extra Virgin Olive Oil (EVOO) merupakan minyak nabati yang banyak mengandung vitamin A,D, E dan sejumlah zat mineral digunakan sebagai formulasi pelembab dengan kandungan oklusif (pelindung) sekaligus emolien pada kulit.

Beberapa penelitian menunjukkan Aloe Vera Gel efektif mengurangi pruritus.

Begitu juga Extra Virgin Olive Oil (EVOO) terbukti efektif untuk mengurangi pruritus. Namun belum pernah dilakukan studi penggabungan kedua bahan tersebut sebagai bahan dasar pelembab untuk mengurangi pruritus pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai efektifitas campuran Aloe Vera Gel dan Extra Virgin Olive Oil (EVOO) terhadap pruritus pada pasien CKD di Ruang Hemodilisa RSUD Gambiran Kota Kediri.

(3)

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka dapat dirumuskan masalahnya, yaitu bagaimana pengaruh campuran Aloe Vera Gel dan Extra Virgin Olive Oil (EVOO) terhadap pruritus pada pasien CKD di Ruang Hemodilisa RSUD Gambiran Kota Kediri?

C. TUJUAN

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui bagaimana pengaruh campuran Aloe Vera Gel dan Extra Virgin Olive Oil (EVOO) terhadap pruritus pada pasien CKD di Ruang Hemodilisa RSUD Gambiran Kota Kediri.

2. Tujuan Khusus

1. Mengidentifikasi derajad pruritus pada pasien CKD sebelum diberi campuran Aloe Vera Gel dan Extra Virgin Olive Oil (EVOO) terhadap pruritus pada pasien CKD di Ruang Hemodilisa RSUD Gambiran Kota Kediri.

2. Mengidentifikasi derajad pruritus pada pasien CKD sesudah diberi campuran Aloe Vera Gel dan Extra Virgin Olive Oil (EVOO) terhadap pruritus pada pasien CKD di Ruang Hemodilisa RSUD Gambiran Kota Kediri..

3. Menganalisis derajad pruritus pada pasien CKD sebelum dan sesudah diberi campuran Aloe Vera Gel dan Extra Virgin Olive Oil (EVOO)

D. MANFAAT

1. Manfaat Teoritis

Diharapkan dapat dipakai sebagai dasar dan dijadikan bahan perbandingan yang dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya, khususnya mengenai edukasi penggunaan campuran Aloe Vera Gel dan Extra Virgin Olive Oil (EVOO) untuk mengurangi pruritus pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis.

2. Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat diambil manfaatnya oleh semua pihak khususnya :

(4)

b. Bagi Rumah Sakit, yaitu bahan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dengan memberikan edukasi penggunaan pelembab campuran Aloe Vera Gel dan Extra Virgin Olive Oil (EVOO) untuk mengurangi pruritus pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis.

c. Bagi peneliti lain, yaitu untuk menambah informasi dan bahan dasar untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

E. KEASLIAN PENELITIAN

Penelitian mengenai efektivitas Aloe vera gel ataupun efektivitas Extra Virgin Olive Oil (EVOO) terhadap pruritus pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya, yaitu:

(5)

Keaslian Penelitian No Nama Peneliti,

tahun

Judul Nama Jurnal Variabel Metode

penelitian

Desain sampling

Hasil Independen Dependen

1 Fatimah Khoirini Th. 2018

Gel Lidah Buaya dalam Mengurangi Pruritus

JNPH

(journal of Nursing and Public Health)

Gel lidah buaya

Nilai pruritus

Eksperiment pre-test post-test control group design

Total sampling

Terdapat perbedaan pruritus yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian gel lidah buaya 2 Isnaini,

Agus Purnama, Rindu Th. 2021

Minyak Zaitun dapat Menurunkan Pruritus pada Pasien DM

OAJJHS (Open Acces Jakarta Journal of Health Sciences)

Minyak zaitun

Derajad pruritus

Quasy experiment one group pre- test post-test design

Total sampling

Adanya pengaruh minyak zaitun terhadap penurunan pruritus pada pasien DM

3 Juny Kurnia Nuzranty, &

Retno Indar Widayati Th. 2015

Efektifitas Campuran Ekstrak Aloe Vera dan Olive Oil dalam Formulasi Pelembab pada Kekeringan Kulit

Media Medika Muda

Campuran Ekstrak Aloe Vera dan Olive Oil

Kekeringan Kulit

Experiment one group pre-test post-test design.

Purposive sampling

Terdapat perbedaan yang bermakna antara sebelum (Ho) dan sesudah (H21) deberi produk penelitian.

Referensi

Dokumen terkait

Perbedaan Efektifitas antara Pemberian Kompres Gel Lidah Buaya (Aloe Vera) dan Kompres Alkohol 70% terhadap Perbaikan Phlebitis pada Pasien Pasca Terapi Intravena di

Hal ini berarti bahwa kebanyakan pasien CKD untuk mempertahankan kualitas hidup di RSUD Pandan Arang sebelum diberikan pendidikan kesehatan mempunyai kepatuhan

Penelitian ini dapat menambah data kepustakaan yang berkaitan dengan faktor- faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa di RSUD

Campuran ekstrak Aloe vera dan olive oil dapat dijadikan sebagai bahan dasar dalam formulasi dasar pelembab.. Namun, penggabungan kedua

Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa campuran ekstrak Aloe vera dan Virgin Coconut Oil (VCO) efektif dalam mengurangi tingkat

Jadi, dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa campuran ekstrak Aloe vera dan olive oil dalam formulasi pelembab efektif pada kekeringan kulit.. Diana B, Rafael

Kegiatan olahraga untuk kebugaran jasmani dilakukan 3 sampai 5 kali dalam. seminggu, lama latihan 30 - 45 menit tiap latihan, dan intensitas

Hal ini berarti bahwa kebanyakan pasien CKD untuk mempertahankan kualitas hidup di RSUD Pandan Arang sebelum diberikan pendidikan kesehatan mempunyai kepatuhan