• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODA PELAKSANAAN Nama Kegiatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "METODA PELAKSANAAN Nama Kegiatan"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Metoda Pelaksanaan Pembangunan Kamar Jenazah

METODA PELAKSANAAN

Nama Kegiatan : Peningkatan Pelayanan BLUD

Nama Sub Kegiatan : Belanja Pengadaan Bangunan Gedung (BLUD) Nama Pekerjaan : Pembangunan Kamar Jenazah

Lokasi Kegiatan : RSUD Lubuk Basung - Kab. Agam

Waktu Pelaksanaan : 90 (Sembilan Puluh) Hari Kalender Kerja Konsultan Perencana : CV. DHIATA INDIRA CONSULTANT

BAB I UMUM

1.1. PENDAHULUAN

Penyusunan metode pelaksanaan ini sebagai pedoman dan acuan dalam pelaksaan pekerjaan dilapangan. Dalam penyusunan harus sesuai dengan acuan yaitu berupa dokumen lelang, risalah aanwijzing dan gambar rencana serta survey ke lokasi proyek yang kami lakukan.

Tentunya, Koordinasi pelaksanaan dan metode yang tepat dalam pelaksanaan pekerjaan sangat diperlukan supaya kegiatan ini dapat berjalan tepat waktu dan memenuhi kualitas yang diharapkan. Sebelum melakukan pekerjaan dilakukan stake out lapangan serta meminta izin atau pemberitahuan kepada masyarakat sekitar lokasi bahwa akan dilakukan pekerjaan konstruksi pada lokasi tersebut. Hal ini bertujuan agar masyarakat mengetahui dan memahami bahwa nantinya ada pekerjaan konstruksi yang dapat menganggu kenyamanan warga sekitar maupun pengguna pada lokasi pekerjaan.

1.2. LINGKUP PEKERJAAN

Lingkup pekerjaan dari pengerjaan Perencanaan Teknis Pembangunan Kamar Jenazah adalah sebagai berikut :

1. Pekerjaan Persiapan 2. Pekerjaan Pondasi 3. Pekerjaan Struktur 4. Pekerjaan Dinding

5. Pekerjaan Langit-Langit dan Atap 6. Pekerjaan Kusen Pintu dan Jendela

(2)

Metoda Pelaksanaan Pembangunan Kamar Jenazah

7. Pekerjaan Lantai 8. Pekerjaan Pengecatan 9. Pekerjaan Instalasi Listrik 10. Pekerjaan Sanitasi

(3)

Metoda Pelaksanaan Pembangunan Kamar Jenazah

BAB II

URAIAN PEKERJAAN 2.1. PEKERJAAN PENDAHULUAN

2.1.1. Penerapan SMK 3

o Pembuatan Prosedur Dan Instruksi Kerja o Spanduk ( banner)

o Topi Pelindung ( Safety Line) o Sarung Tanggan ( Safety Helmet) o Sepatu keselamatan (Safely Shoes) o Asuransi

o Petugas K3 Konstruksi

o Peralatan P3K ( Kotak P3K,Tandu, Obat Luka, )

o Untuk perangkat K3 juga akan disediakan dan disiapkan dilokasi pekerjaan sesuai dengan petunjuk serta tunduk kepada penyelengggaran K3 pada Proyek

Konstruksi o Rambu Petunjuk o Rambu Larangan o Bendera K3

2.1.2. Pematangan Lahan

Pematangan lahan merupakan salah satu faktor terpenting yang perlu dilakukan dalam memulai pekerjaan konstruksi. Persiapan lahan yang baik berpengaruh besar terhadap lanjutan pekerjaan konstruksi yang akan direalisasikan. Perlunya kegiatan ini dilakukan untuk membersihkan area lahan yang akan dibangun serta memastikan patok pekerjaan yang direncanakan oleh perencana.

2.2. PEKERJAAN PONDASI 2.2.1. Uraian Pekerjaan

a. Pekerjaan Galian Tanah b. Pekerjaan Anstampang c. Pekerjaan Batu Kali 1:4 d. Pekerjaan Urugan Kembali

(4)

Metoda Pelaksanaan Pembangunan Kamar Jenazah

2.2.2. Metoda Pelaksanaan Galian Tanah

 Lakukan persiapan kerja termasuk penyiapan alat-alat pembantu pelaksanaan pekerjaan.

 Tentukan posisi titik ukur tetap selanjutnya lakukan pengukuran terhadap ukuran dan elevasi galian tanah.

 Berikan tanda pada hasil pengukuran memakai patok kayu yang dicat putih.

 Pelaksanaan galian tanah dilakukan menggunakan cangkul dan belincong.

 Pasanglah patok kayu dan benang sebagai acuan untuk mendukung proses penggalian tanah.

 Galilah tanah dengan berdasar pada patok dan benang yang sudah dipasang sebelumnya.

 Buang sisa galian tanah ke tempat yang tidak mengganggu kelancaran pekerjaan.

 Lakukan penggalian tanah ini hingga mencapai ukuran lebar dan kedalaman sesuai perencanaan.

 Periksa kedalaman galian tanah setiap ukuran tertentu menggunakan theodolit.

 Keluarkan air yang muncul di dalam galian tanah memakai mesin pompa khusus supaya tidak menghambat pekerjaan.

 Singkirkan benda-benda yang ditemukan selama penggalian seperti sampah, potongan kayu, dan bebatuan

2.2.3. Metode Pelaksanaan Pekerjaan Anstampang

 Pertama yang harus dikerjakan tukang sebelum memasang aanstamping adalah meletakkan pasir urug di atas galian pondasi dengan ukuran ketebalan berkisar 5- 10cm.

 Kemudian batu-batu belah yang berukuran 15/20 cm disusun di atas pasir urug tersebut. Susunan batuan ini sebaiknya setinggi 20 cm - 25 cm tanpa diberi campuaran adukan semen dan pasir.

 Yang perlu diperhatikan dalam pemasangan aanstamping ini adalah pastikan kedalaman galian pondasi yang cukup untuk pembuatan batu kosong ini.

2.2.4. Metode Pelaksanaan Pekerjaan Batu Kali 1:4

 Siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan

 Pasang benang pada sisi luar profil untuk setiap beda tinggi 25 cm dari permukaan urugan pasir.

(5)

Metoda Pelaksanaan Pembangunan Kamar Jenazah

 Siapkan adukan semen 1Pc : 4Psr untuk melekatkan batu-batu tersebut

 Susun batu-batu diatas lapisan pasir urug tanpa adukan (aanstamping) dengan tinggi 25cm dan isikan pasir dalam celah-celah batu tersebut sehingga tak ada rongga antar batu kemudian siramlah pasangan batu kosong tersebut dengan air.

 Naikkan benang pada 25 cm berikutnya dan pasang batu kali dengan adukan, sesuai ketinggian benang. Usahakan bidang luar pasangan tersebut rata.

 Batu kali disusun sedemikian rupa sehingga pasangan batu kali tidak mudah retak/patah dan berongga besar.

 Cek elevasi pekerjaan pasangan batu kali apakah sudah sesuai rencana.

2.3. PEKERJAAN STRUKTUR 2.3.1. Uraian Pekerjaan

a. Pembesian

b. Pemasangan Bekisting c. Pengecoran K-175

2.3.2. Bahan

a. Pembesian

 Kawat

 Besi Beton b. Bekisting

 Papan Kayu

 Paku Biasa

 Multiplek t.9mm

 Minyak Bekisting

 Balok Kayu

 Kayu Dolken

 Alat Pendukung c. Beton

 Semen Portland

 Batu Pecah

 Pasir Pasang

 Air

 Alat Pendukung

(6)

Metoda Pelaksanaan Pembangunan Kamar Jenazah

2.3.3. Metoda Pelaksanaan Pembesian

 Besi tulangan wajib dipotong, ditekuk serta dibentuk sesuai dengan dimensi/

ukuran yang ditunjukkan pada gambar kerja pembesian yang sudah disetujui. Besi tulangan wajib dipasang pada posisi dan bentuk sesuai dengan gambar kerja serta diikat kokoh pada cetakan beton.

 Besi tulangan wajib menyatu dengan kokoh antara satu dengan yang lain sebagai suatu rangkaian/ anyaman yang kuat yang tidak gampang berubah serta diikat dengan kokoh pada cetakan/ bekisting dengan posisi yang pas serta tidak gampang rusak sepanjang proses penuangan serta pemadatan beton.

 Seluruh ujung- ujung kawat pengikat wajib ditekuk ke arah dalam adukan beton, tidak diperbolehkan ada yang mencuat keluar permukaan beton.

 Saat sebelum penuangan beton dilaksanakan, seluruh besi tulangan wajib

dibersihkan dari material lepas, debu, lumpur, kerak, oli ataupun sisa beton hasil pengecoran sebelumnya yang melekat/ membeku serta bahan yang lain yang bisa melemahkan ikatan dengan beton.

 Penyedia harus memberikan waktu tidak kurang dari 24 jam sebelum penerapan penuangan beton, kepada Direksi guna melaksanakan pengecekan kesiapan pelaksanaan secara menyeluruh serta memberi persetujuan apabila semuanya cocok dengan syarat dalam spesifikasi yang telah disepakati.

2.3.4. Metode Pelaksanaa Bekisting (2-3x Pakai)

 Menentukan bentuk dari konstruksi beton yang dibuat. Apakah untuk sloof, kolom, balok atau lantai

 Potong dimensi bekisting sesuai fungsinya, dimensi ukuran potongan dapat dilihat pada gambar rencana berapa besaran diemensi atau luas pengecoran yang

direncanakan.

 Memikul dengan aman beban yang ditimbulkan oleh spesi beton serta beban luar lainya yang menyebabkan perubahan bentuk pada beton. Namun perubahan ini tidak melampui batas toleransi yang ditetapkan.

 Bekisting harus dapat dengan mudah dipasang, dilepas dan dipindahkan.

Mempermudah proses produksi beton masal dalam ukuran yang sama

(7)

Metoda Pelaksanaan Pembangunan Kamar Jenazah

2.3.5. Metode Pelaksanaan Coran K-175

 Setelah bekisting terpasang dengan baik, bekisting diolesi minyak bekisting kemudian letakkan pembesian balok pada posisinya tepat didalam bekisting.

 Pastikan pembesian telah terletak dengan sempurna pada posisinya didalam bekisting dengan membuat tahu-tahu beton di bawah dan digantung kiri kanan bagian dalam bekisting, dengan maksud mendapatkan selimut beton.

 Pengecoran beton dilakukan menggunakan mutu beton sesuai dengan spesifikasi teknis.

 Untuk memudahkan pekerjaan disiapkan gerobak sorong sebagai pengantar adukan ke areal pekerjaan.

 Setelah area siap, lakukan pengecoran beton dengan menuang adukan beton ke area pengecoran, Penuangan beton dilakukan secara bertahap, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya segregasi yaitu pemisahan agregat yang dapat mengurangi mutu beton. Selama proses pengecoran berlangsung pemadatan beton menggunakan vibrator. Hal tersebut dilakukan untuk menghilangkan rongga- rongga udara serta untuk mencapai kepadatan maksimal.

2.4. PEKERJAAN DINDING 2.4.1. Uraian Pekerjaan

a. Pasangan Bata 1:4 b. Plesteran 1:4 c. Acian

d. Afwerking Beton

e. Pek. Rangka Dinding Partisi Baja Ringan C.75 f. Pas. Dinding GRC Board 8mm

2.4.2. Bahan

a. Bata Merah ukuran SNI

b. Semen sesuai SNI (atau sesuai yang tertera dalam perencanaan) c. Pasir Pasang

d. Air

Peralatan Yang Dibutuhkan : a. Meteran

b. Sendok semen/roskam

(8)

Metoda Pelaksanaan Pembangunan Kamar Jenazah

c. Palu karet d. Waterpass e. Ember plastic f. Alat lot g. Benang, h. Gergaji i. Scaffolding

2.4.3. Metode Pelaksanaan Pemasangan Dinding Bata

 Cek / sortir bata merah agar didapat ukuran yang sama sehingga bilamana dipasang akan mendapat permukaan yang rata.

 Siapkan tempat kerja dan permukaan yang akan dipasang bata merah.

 Pasanglah petunjuk/alat bantu yang cukup untuk kerataan pasangan bata/ dinding (marking).

 Bersihkan area kerja dari kotoran – kotoran yang ada.

 Bersihkan bata merah dari kotoran dan debu sebelum dipasang agar perekat dapat bekerja dengan baik dan rendam bata sebelum dipasangkan.

 Siapkan campuran adukan tinbed/perekat bata merah dan masukan kedalam bak adukan / ember plastic.

 Aduk campuran adukan hingga rata dan homogen dengan menggunakan hand mixer.

 Bila permukaan lantai yang akan dipasang bata merah tidak ada, maka dipakai adukan mortar terlebih dahulu pada bagian paling dasar agar didapatkan permukaan yang rata.

 Lakukan pemasangan bata merah secara manual sebagaimana umumnya dengan tebal speci yang dianjurkan ±1cm.

 Untuk memastikan kelurusan dari pasangan dinding bata merah tersebut

digunakan hollow alumunium / jidar Uk. 50 / 100 sebagai alat control kerataan.

 Setelah pekerjaan pasangan bata merah selesai dan dipastikan telah mengering dilanjutkan dengan pekerjaan plesteran 1:4 dan acian.

2.4.4. Metode Pekerjaan Plesteran

 Plesteran biasa menggunakan adukan 1 PC : 4 Psr dan plesteran transram menggunakan aduka 1PC : 4Psr.

(9)

Metoda Pelaksanaan Pembangunan Kamar Jenazah

 Pekerjaan plesteran dinding harus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus terhadap lantai yang ada di sekitarnya, permukaan rata tidak bergelombang.

 Tentuikan dahulu titik/jalur pemasangan pekerjaan mekanikal dan elektrikal.

 Sebelum diplester, lakukan penyiraman/curring terlebih dahulu pada permukaan dinding bata untuk menghindarkan keretakan.

 Buat adukan untuk plesteran dinding bata.

 Buat kepalaan plesteran dengan jarak sekitar 1 m dan lebar 5 cm, dengan alat bantu unting-unting untuk loting, waterpass dan jidar alumunium.

 Lekatkan adukan plesteran pada permukaan dinding sekityarnya, kemudian ratakan dengan raskam dan jidar.

 Perataan plesteran dengan acuan kepalaan yang telah dibuat.

 Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan plesteran sudah kering (cukup umur).

 Permukaan plesteran sebelum di aci telebih dahulu disiram air. Untuk

memperoleh hasil acian yang halus, setelah plesteran diberi lapisan acian semen, permukaan acian sebelum mengering digosok dengan menggunakan kertas gosok.

2.5. PEKERJAAN LANGIT-LANGIT DAN ATAP 2.5.1. Uraian Pekerjaan

a. Pekerjaan Kuda-Kuda Baja Ringan b. Pekerjaan Atap Genteng Metal c. Nok Atap Genteng

d. Pekerjaan List Plank GRC

e. Rangka Plafond Hollow Galvalum 40x40x0,3 f. Pek. Plafond Gypsum 9mm

g. Pek. List Profil Gypsum

2.5.2. Bahan Kuda-Kuda dan Atap a. Kuda-Kuda Baja Ringan C.75.75 b. Reng Baja Ringan

c. Baut

d. Penutup Atap Genteng Metal (Sakura Roof) e. Perabung Atap Genteng

f. Lisplank GRC

(10)

Metoda Pelaksanaan Pembangunan Kamar Jenazah

2.5.3. Bahan Plafond

a. Hollow Galvalum 40x40x0,3 b. Plafond Gypsum Tebal 9mm c. List Profil

Peralatan Yang Dibutuhkan a. waterpass

b. meteran c. schafolding d. gerinda e. gergaji besi f. bor screw driver g. kape

h. ampelas i. cutter j. selang k. Scaffolding

2.5.4. Pekerjaan Kuda-Kuda

Rangka kuda-kuda dibuat dilos kerja dengan bentuk dan ukuran yang telah ditentukan. Serta dirakit dengan jumlah kuda-kuda yang diisyaratkan serta kelengkapannya.

Setelah kelengkapan kuda-kuda selesai dan areal perletakan kuda-kuda telah siap dipasang kedudukan kuda, baru kuda-kuda dinaikkan per-Unitnya serta disetel sesuai dengan kebutuhannya. Untuk pekerjaan memakai pekerja yang terampil dan berpengalaman untuk mendapatkan hasil yang baik.

2.5.5. Pekerjaan Atap Genteng Metal Berpasir

Setelah Pemasangan Kuda-Kuda dan Gording Selesai Baru Dilakukan Pemasangan Atap Genteng Metal. rangka atap dipasang sedemikian rupa sehingga kokoh dan rapi, agar atap penutupnya dapat dipasang dengan baik dan sempurna Sesuai Dengan Dokumen kerja yang telah ditandatanggani dan instruksi dari konsultan Pengawas.

2.5.6. Pekerjaan Lisplank

Mengunakan Papan Yang Bekualitas Baik, Pemasanagan Harus Rapi dengan ukuran sesuai dengan dokumen kerja.

(11)

Metoda Pelaksanaan Pembangunan Kamar Jenazah

2.5.7. Pekerjaan Perabung Atap

Pekerjaan Ini dilaksanakan Setelah Pekerjaan Atap selesai dilaksanakan, Pemasangan Perabung atap benar-benar rapi agar tidak ada terjadinya kebocoran.Pekerjaan dilakukan sesuai dengan dokumen kerja dan instruksi konsultan pengawas.

2.5.8. Pekerjaan Pemasangan Rangka Hollow Galvalum

 Setelah posisi peil plafond didapatkan, pekerjaan awal adalah pemasangan rangka hollow pada bagian tepi untuk memperoleh titik tetap plafond.

 Pemasangan rangka plafon disesuaikan dengan kondisi ruangan dan dengan pola yang ditunjukan /disebutkan dalam gambar dengan memperhatikan modul pemasangan penutup plafon yang dipasangnya.

 Modul pemasangan rangka hollow adalah 600 x 600 mm

 Dilanjutkan dengan pemasangan rangka hollow dengan dilengkapi penggantung dengan tujuan untuk mendapatkan kerataan rangka dan kekuatan rangka tersebut untuk menahan penutup palfond.

 Penempatan jarak rangka hollow maksimum berjarak 60 cm.

 Setelah semua rangka terpasang, lakukan perataan (leveling) dengan menggunakan tarikan benang, setelah itu penggantung bisa dimatikan.

2.5.9. Pemasangan Plafond Gypsum.

 Setelah rangka hollow terpasang dengan benar, rata dan kuat dan list serta instalasi ME sudah terpasang semua, maka lembaran gypsum dapat mulai dipasang.

 Sebelum pemasangan paku skrup pastikan lembaran gypsum sesuai dengan ukuran yang di tetapkan.

 Paku skrup berfungsi sebagai titik perkuatan dipasang pada jarak maksimal 30 cm.

 Setelah lembaran gypsum terpasang semua, cek leveling permukaan plafond.

 Tahap selanjutnya melakukan pemeriksaan dan perapian pada setiap bagian plafon yang masih terlihat belum rata.

 Dan partikan pendempulan pada setiap sambungan plafond.

(12)

Metoda Pelaksanaan Pembangunan Kamar Jenazah

2.6. PEKERJAAN LANTAI 2.6.1. Uraian Pekerjaan

1. Pekerjaan Tanah Timbunan 2. Pasir Urug

3. Pekerjaan Beton K-100

4. Pekerjaan pemasangan Keramik

2.6.2. Pekerjaan Tanah Timbunan a. Bahan :

 Tanah timbunan b. Peralatan :

 Cangkul

 Skop

 Gerobak

c. Metode Pekerjaan

Tanah timbunan digunakan untuk lapisan awal pekerjaan lantai, proses pekerjaannya adalah tanah yang sudah diangkut dengan gerobak diratakan dan dipadatkan sehingga tanah tidak berongga yang mengakibatkan penurunan lantai.

2.6.3. Pekerjaan Bton K-100 a. Bahan :

 Semen (SNI)

 Pasir beton

 Kerikil / Batu Pecah

 Air

b. Peralatan :

 Gerobak

 Skop

 Ember

 Alat perata dari kayu atau sejenisnya

c. Metode Kerja

 Buat adukan untuk lantai kerja dengan campuran adukan 1PC : 3Psr : 5Krl.

(13)

Metoda Pelaksanaan Pembangunan Kamar Jenazah

 Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang lantai kerja sudah terdapat urugan pasir dengan ketebalan yang sesuai rencana dan telah diratakan.

 Bersihkan lokasi yang akan dipasang lantai kerja dari sampah atau kotoran.

 Pasang patok dan leveling lantai kerja yang diperlukan sebagai acuan untuk menentukan ketebalan. Bisa juga dengan terlebih dahulu dibuat kepalaan dengan jarak per 1 m untuk leveling lantai kerja.

 Tuangkan adukan lantai kerja ke area melalui talang cor atau ember.

 Adukan lantai kerja diratakan dengan menggunakan cangkul maupun sendok adukan/raskam sampai ketinggian yang telah ditentukan dengan cara melakukan tarikan benang dari patok level satu dengan yang lainnya.

2.6.4. Pekerjaan Pemasangan Keramik a. Bahan

 Semen Portland

 Keramik 40x40 cm

 Pasir pasang

 Semen warna

b. Peralatan

 Gerinda

 Palu Karet

 Sendok Semen

 Meteran

 Waterpass

 Slang air

 Benang

c. Metode Pekerjaan

 Lantai dasarnya/permukaan dibersihkan dari kotoran/debu dan disiram terlebih dahulu sebelum ditebar adukan pasangan keramik.

 Rendam keramik terlebih dahulu dalam air hingga jenuh sebelum dipasang.

 Buat adukan untuk pasang keramik.

 Pasang benang untuk sumbangan mendapat pasangan permukaan keramik yang rata dan garis siar/nat yang lurus.

(14)

Metoda Pelaksanaan Pembangunan Kamar Jenazah

 Buat kepalaan adukan dengan jarak 1 - 1.5 m supaya adukan yang ditebar permukaannya yang rata/flat.

 Tebar adukan secara merata untuk menghindarkan terjadi rongga.

 Pasang keramik kepalaan untuk tanda star awal pemasangan pada adukan yang sudah ditebar dengan perekat acian. Kemudian dilanjutkan pemasangan keramik lantai lainnya dengan contoh kepalaan pasangan keramik yang telah dibuat.

 Pada ketika pemasangan, tekan keramik atau pukul dengan palu karet untuk mendapat permukaan lantai keramik yang rata.

 Cek kerataan permukaan pasangan lantai keramik dengan waterpass.

 Setelah pemasangan lantain keramik selesai, biarkan beberapa ketika untuk mengeluarkan udara yang ada dalam adukan pasangan lantai keramik. Setelah itu gres dilanjutkan dengan pekerjaan perapihan/finish garis siar/nat.

 Pekerjaan terakhir yaitu pencucian permukaan lantai keramik dari kotoran.

2.7. PEKERJAAN PENGECATAN 2.7.1. Uraian Pekerjaan

1. Pekerjaan Cat Tembok dan Plafond

2.7.2. Pekerjaan Cat Tembok dan Plafond a. Bahan

 Cat Dasar

 Car Penutup

 Kerta Amplas

 Plamir / Dempul

b. Peralatan

 Scaffolding

 Kuas Cat

 Kuas Roll

 Spray Gun

 Amplas

 Dempul

 Kape/Scraper

 Papan/Baki Cat

(15)

Metoda Pelaksanaan Pembangunan Kamar Jenazah

c. Metode Kerja

 Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecatan permukaan bidang harus rata dan dibersihkan terlebih dahulu.

 Permukaan dinding atau plafond dihaluskan dahulu dengan memakai amplas kasar.

 Untuk menutupi permukaan yang berpori dilakukan pekerjaan plamir.

 Permukaan dihaluskan dengan memakai amplas halus.

 Melakukan pengecatan dengan cat dasar terlebih dahulu.

 Pengecatan dengan cat pelapis (Emulis) 2 kali lapisan.

2.8. PEKERJAAN INSTALASI LITSIK 1.8.1. Uraian Pekerjaan

1. Pemasangan Instalai Titik Lampu 2. Pemasangan Instalasi Stop Kontak

1.8.2. Pas. Instalasi Titik Lampu dan Stop Kontak a. Bahan

 Kabel NYM 2x1,5

 Kabel NYM 3x1,5

 Pipa Listrik dan Perlengkapan

 Lampu Tl + Kap Lampu

 Lampu LED + Fitting Lampu

 Saklar

 Stop Kontak

b. Peralatan

 Alat-alat ukur (voltmeter & Ampre meter)

 Bor sekrup

 Palu

 Gergaji

 Kunci Pas / Ring

 Tespen

 AVO Meter

(16)

Metoda Pelaksanaan Pembangunan Kamar Jenazah

 Solder

 Tang

 Obeng (+/-)

 Crimping Tool Kit

 Waterpass

 Alat bantu pertukangan

c. Metode Pekerjaan

 Pasang dan sambung kembali semua kabel yang masih bias dipakai sesuai jalur yang sudah ada (sesuai yang tertera pada dokumen perencanaan).

 Kabel vertical ditanam pada dinding dengan perlindungan pipa conduit yang mana pipa conduit ditanam dalam dinding yang telah dibobok sesuai penambahan baru dan dinding yang telah dibobok dirapikan kembali.

 Kabel horizontal diletakan ditray yang tergantung pada plat lantai atau dengan pipa conduit yang diklem ke plat lantai dengan jarak 1m.

 Pekerjaan conduit saklar, stop kotak dan panel dikerjakan sebelum plesteran dan acian dikerjakan agar ada koordinasi antara pekerjaan ME dan finishing jadi halus rapih.

 Perkerjaan pemasangan fitting dan armature menunggu kabel dites ketahanannya agar tidak terjadi bongkar pasang.

 Pekerjaan pemasangan fitting, lampu serta komponen lainnya membutuhkan koordinasi antara pekerjaan ME dan pekerjaan plafon.

 Untuk komponen elektrikal yang tidak dipasangkan di plafon dapat dilakukan dengan persetujuan direksi.

 Penyambungan sparingan akan dilakukan serapih mungkin dan apabila ada pekerjaan sparingan yang tertinggal akan dilakukan pekerjaan coring.

 Panel utama dan panel pembagi listrik dipasang pada dinding yang telah ditentukan rata dan tidak miring.

 Semua pasangan instalasi listrik memiliki arde utama pada panel yang berhubungan dengan Swicth grounding system.

 Pemasangan arde / grounding sistem harus memenuhi spesifikasi teknis yang diaturkan.

(17)

Metoda Pelaksanaan Pembangunan Kamar Jenazah

 Semua kabel yang masuk kedalam panel harus diberi tanda sesuai kegunaannya dan lubang dilindungi karet agar debu tidak dapat masuk. Kabel dia 16mm2 harus diberi sepatu kabel pada panel.

 Pada pintu bagian dalam dari pada setiap panel dibuatkan diagram instalasinya termasuk daya cadangan yang sudah direncanakan, serta pada komponen mcb di buat notasi/tanda.

 Tes ketahanan kabel sebesar 2 ohm dan grounding serta fitting dan armature selam -/+ 1 x 24 jam.

2.9. PEKERJAAN SANITASI 1.9.1. Uraian Pekerjaan

1. Pemipaan

2. Pembuatan Septictank 3. Pas. Closet Jongkok 4. Pas. Floor Drain 5. Pas. Kran Air

6. Pembuatan Meja Jenazah

1.9.2. Metode Pekerjaan

1. Cek kembali posisi pemasangan kloset yang mana harus sesuai pada jalur pipa yang sudah ada agar tidak banyak melakukan pembobokan.

2. Pemasangan Stop Kran

 Sebelum memulai pemasangan bowl, sebaiknya stop kran dipasang terlebih dahulu untuk mempermudah proses pemasangan berikutnya. Gunakan seal tape pada ulir stop kran yang masuk ke saluran instalasi air bersih ke dinding.

3. Pemasangan Bowl (Badan Kloset)

 Dalam proses pemasangan bowl ini, langkah yang perlu dilakukan adalah dengan memasang baut kaki untuk mengikat kloset ke lantai dan memasang seal konektor pada saluran pipa pembuangan dari kloset ke lantai.

 Lakukan pemasangan baut kaki sesuai dengan ukuran yang tertera pada buku pedoman pemasangan. Setelah posisi kedua baut kaki kloset ditandai dengan pensil/spidol pada lantai, langkah selanjutnya adalah melubangi kedua titik

(18)

Metoda Pelaksanaan Pembangunan Kamar Jenazah

tadi dengan menggunakan bor listrik dengan diameter 10 mm dengan kedalaman sesuai dengan ukuran fischer.

 Setelah itu masukkan fischer dan pasang seal konektor pada lubang pipa pembuangan air kotor yang ada di lantai. Kemudian pada akhir tahapan ini, letakkan bowl pada lantai, pastikan lubang pembuangan air kotor pada toilet sejajar dengan pipa pembuangan air kotor pada lantai. Setelah pas, pasang screw di lubang baut kaki dan kencangkan menggunakan kunci pas 10 secukupnya.

4. Rapikan kembali hasil bobokan lantai dan pasang kembali keramik sesuai perencanaan.

Lubuk Basung, 08 Mei 2023 Pejabat Pembuat Komitmen

RSUD Lubuk Basung

ARNO, SKM, MPH Nip : 19741010 199501 1 002

Referensi

Dokumen terkait

For and on behalf of the First Party, sell, transfer / transfer and / or release the rights to the Land and Building to the Second Party itself, at the