presented by:
ZAWIYAH
2421121003
Metode Pengeringan
Metode pengeringan dilakukan sebagai metode pengawetan yang tepat khususnya jika tidak tersedia ruang penyimpanan dingin atau terdapat kendala terbatasnya kapasitas penyimpanan. Hal ini karena proses pengeringan akan membuat bahan mengalami susut massa dan susut volum, dengan demikian produk kering hanya membutuhkan ruang penyimpanan yang relatif lebih kecil.
Thynk
Unlimited
Cabinet Dryer
Cabinet Dryer merupakan alat pengering berbentuk kabinet atau almari yang menggunakan udara panas dalam ruangan tertutup (chamber). Cabinet Dryer juga sering disebut “Tray Dryer” yang mana dikelompokkan sebagai alat pengering konveksi udara yang biasanya dipakai untuk produksi kecil dan bahan yang berkontakkan langsung dengan udara panas. Cabinet Dryer biasanya digunakan untuk bahan berbentuk padat dan butiran.
Thynk
Unlimited
CABINET DRYER
Ada 2 macam tipe Cabinet Dryer yaitu Vacuum Dryer dan Tray Dryer
Komponen
Cabinet Dryer
Tray Boiler
Tray disesuaikan dengan kapasitas
jumlah, berat dan
ukuran produk pangan.
Tray berfungsi sebagai wadah biji dalam proses
pengeringan, yang disusun bertingkat.
Boiler berfungsi sebagai pemanas udara atau pengering udara dan penghembus udara kering yang akan digunakan dalam pengeringan. Boiler memiliki
medium pemanas berupa steam. Kualitas steam yang digunakan adalah 90%, agar dapat mengeringkan udara
secara optimal yang dapat memenuhi kebutuhan panas
udara kering dalam pengeringan.
Heater
Bagian yang
memeberikan panas kedalam cabinet dryer,
berupa dua baris api yag bersumber dari gas
diluar alat
Komponen
Cabinet Dryer
Fentilasi Pengontrol Suhu
Merupakan lubang untuk mengeluarkan uap air, letaknya berada
diatas cabinet dryer
berupa pipa menghadap ke atas.
Berfungsi untuk mengontrol suhu
berupa putaran dengan skala suhu yang telah
ditentukan dan
terdapat display untuk melihat besar suhu
yang ada dalam cabinet dryer
Blower
Merupakan alat untuk meratakan panas.
Berupa kipas yang
dapat meratakan panas didalam cabinet dryer
Mekanisme Pengeringan
Bahan diletakkan pada tray (rak)
Disaat bersamaan udara dari lingkungan dilewatkan heater coils untuk dinaikkan suhunya (60-80'C)
Selanjutnya udara panas didistribusikan
dengan kipas (fan) dan kontak secara konveksi dengan pangan
Proses pengeringan berlangsung pada rentang 2-10 jam (tergantung pada
karakteristik pangan dan suhu pengeringan)
Thynk
Unlimited
Bahan Pangan
Sebagai produk yang dikeringkan menggunakan Cabinet Dryer yaitu
jagung, salah satu produk yang banyak dijumpai di masyarakat dan juga
merupakan salah satu sumber kalori yang tinggi sehingga banyak
dikonsumsi. Setelah dipanen, umumnya kadar air yang dikandung jagung
adalah sekitar 35-40 %. Menurut
Standar Nasional Indonesia, jika kadar air dari jagung tersebut diturunkan
menjadi 17 %, maka proses
perkembangan mikroorganisme akan melambat dan pembusukan akan tertunda atau bahkan terhenti untuk
beberapa lama. A
Thynk
Unlimited
Mutu Hasil Pengeringan
Selama proses pengeringan, perubahan mutu pangan sangat sulit untuk dipertahankan. Khususnya bahan pangan yang sensitif panas. Perubahan mutu yang diinginkan selama proses pengeringan yaitu:
Berkurangnya kadar air sesuai target pengeringan
Penurunan aktivitas mikroorganisme, enzim dan reaksi non-enzimatis
Stabilitas pangan meningkat Umur simpan lebih lama
Pengurangan zat gizi, sifat fisik dan atribut sensori sesedikit mungkin
Thynk
Unlimited
Mutu Hasil Pengeringan
Mutu produk yang dikeringkan dengan Cabinet Dryer dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti:
Kadar air akhir: kadar air sangat penting, karena jika terlalu tinggi produk akan lebih renta terhadap pertumbuhan mikroorganisme dan pembusukan. Pada jagung kadar akhir yang diinginkan yaitu 17%
1.
Perubahan warna: warna bahan bisa berubah selama pengeringan karena paparan panas, oksidasi atau reaksi kmia sperti pencoklatan enzimatik atau non enzimatik
2.
Perubahan tekstur: tekstur bahan tergantung pada kelembaban bahan
3.
Thynk
Unlimited
Kesetimbangan Massa dan Energi
Prinsip dasar dari kesetimbangan massa dan energi yaitu massa dan energi yang masuk harus sama atau seimbang dengan dengan massa dan enrgi yang keluar. Hukum kekelam massa menyatakan bahwa massa tidak dapat diciptakan atau dibentuk maupun dihilangkan.
Pada proses pengeringan terjadi perpindahan panas bahan didalam sistem. Panas pada pengeringan digunakan untuk menaikkan suhu medium pengering, suhu bahan dan menguapkan air dari bahan. Dalam hal ini maka akan berlaku kesetimbangan massa dan energi untuk memperkirakan kadar air akhir produk pangan atau memperkirakan massa produk kering.
09
Thynk
Unlimited
Kesetimbangan Massa dan Energi
Diketahui: Kadar air awal jagung 40% dengan berat jagung basah 3 kg, jagung dikeringkan menggunakan cabinet dryer sampai dengan kadar air sesuai Standar Nasional Indonesia yaitu 17%. Cari kesetimbangan massa dan kesetimbangan energi (jika diketahui panas laten 2260 kJ/kg dan kapasitas panas jenis 1.005 kJ/kg. K).
09
Thynk
Unlimited
Thynk
Unlimited
Thank You!
Thynk
Unlimited