Nama : Muhammad Fachrel Ryan Saputra
Kelas : 5 MIA
NIM : 062140832886
Mata Kuliah : Metodelogi Penelitian
Judul Jurnal : Peran Media Sosial Dalam Penguatan Komunikasi Bisnis Kewargaan di Era Ekonomi Digital
Tujuan penelitian ini adalah
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengelaborasi pengaruh media sosial bagi penguatan komunikasi bisnis kewargaan di era ekonomi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan metodologi penelitian kualitatif eksplanatoris dan menggunakan teknik pengambilan data berupa wawancara mendalam kepada beberapa informan kunci, yaitu pelaku UMKM di Kota Serang, Banten, dan generasi milenial dari wilayah Kabupaten Pandeglang
Siapa peserta dan bagaimana latarnya serta metode apa yang digunakan dalam penelitian ini?
Dalam penelitian ini, peserta penelitian terdiri dari pelaku UMKM di Kota Serang, Banten, dan generasi milenial dari wilayah Kabupaten Pandeglang. Pemilihan peserta didasarkan pada observasi peneliti tentang adaptasi digitalisasi bagi UMKM. Untuk generasi milenial, peserta dipilih berdasarkan kegemaran dan tingginya intensitas penggunaan media sosial dalam keseharian. Selain itu, peneliti juga melakukan observasi langsung kepada para peserta dalam menggunakan media sosial.
Latar belakang peserta penelitian ini adalah sebagai pelaku UMKM yang berusaha beradaptasi dengan perkembangan digitalisasi dan generasi milenial yang aktif menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Mereka memiliki pengalaman dan pengetahuan yang relevan dalam penggunaan media sosial dalam konteks bisnis.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan metodologi penelitian kualitatif eksplanatoris. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah wawancara mendalam (in-depth interview) dengan teknik semi-structured interview sesuai dengan cakupan metodologi penelitian. Data yang diperoleh dari wawancara dan observasi kemudian dianalisis menggunakan aplikasi NVivo Plus 12 untuk melakukan koding berbasis kategori dan subkategori secara deduktif dan induktif.
Hasil temuan dalam penelitian ini adalah
Hasil temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa adaptasi digitalisasi bagi UMKM dan penggunaan media sosial oleh generasi milenial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penguatan komunikasi bisnis kewargaan di era ekonomi digital. Peserta penelitian, yaitu pelaku UMKM dan generasi milenial, memiliki latar belakang yang beragam dalam penggunaan media sosial dan adaptasi digitalisasi. Melalui wawancara mendalam dan observasi, peneliti dapat mengumpulkan data yang relevan dan menganalisisnya menggunakan aplikasi NVivo Plus 12.
Dalam konteks UMKM, ditemukan bahwa tidak semua pelaku bisnis memiliki kompetensi yang sama dalam mengoperasikan media sosial. Beberapa pelaku UMKM mengaku belajar secara otodidak atau dari teman dan sumber online seperti YouTube. Oleh karena itu, diperlukan penguatan tata kelola media sosial melalui pelatihan khusus untuk para pelaku UMKM guna meningkatkan kompetensi dalam pemanfaatan media sosial untuk komunikasi bisnis.
Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa digitalisasi sektor ekonomi di Indonesia berkembang dengan cepat, melebihi beberapa negara di Asia Tenggara. Jumlah pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan, dan durasi penggunaan internet oleh warga Indonesia juga lebih intensif dibandingkan dengan rerata global.
Dengan demikian, penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang adaptasi digitalisasi bagi UMKM dan penggunaan media sosial oleh generasi milenial dalam konteks penguatan komunikasi bisnis kewargaan di era ekonomi digital.
Saran dari penulis adalah
Saran dari penulis dalam penelitian ini adalah pentingnya penguatan tata kelola media sosial melalui pelatihan khusus bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kompetensi dalam pemanfaatan media sosial untuk komunikasi bisnis. Selain itu, diperlukan akselerasi dalam perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital, serta penyiapan sumber daya manusia yang memiliki keahlian digital untuk mendukung transformasi digital di sektor bisnis.
Summary
Nama belakang penulis (tahun) melakukan penelitian tentang adaptasi digitalisasi bagi UMKM dan penggunaan media sosial oleh generasi milenial dalam konteks penguatan komunikasi bisnis kewargaan di era ekonomi digital. Peserta penelitian terdiri dari pelaku UMKM di Kota Serang, Banten, dan generasi milenial dari wilayah Kabupaten Pandeglang. Pemilihan peserta didasarkan pada observasi peneliti tentang adaptasi digitalisasi bagi UMKM dan kegemaran serta intensitas penggunaan media sosial oleh generasi milenial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi lapangan sebagai metode pengumpulan data.
Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran penting dalam memperkuat komunikasi bisnis kewargaan di era ekonomi digital. Media sosial menyediakan
saluran informasi, membangun kepercayaan publik, memfasilitasi komunikasi dua arah, dan memperkuat hubungan dengan konsumen. Namun, ditemukan bahwa tidak semua pelaku UMKM memiliki kompetensi yang sama dalam mengoperasikan media sosial. Beberapa pelaku UMKM belajar secara otodidak atau dari sumber online seperti YouTube. Oleh karena itu, peneliti menyarankan pentingnya penguatan tata kelola media sosial melalui pelatihan khusus bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kompetensi dalam pemanfaatan media sosial untuk komunikasi bisnis.
Judul Jurnal : Peran Iklan Media Sosial Dalam Peningkatan Volume Penjualan Pada Coca Cola Tujuan penelitian ini adalah
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran iklan media sosial dalam meningkatkan volume penjualan produk Frestea dari PT. Coca-Cola Amatil Indonesia.
Siapa peserta dan bagaimana latarnya serta metode apa yang digunakan dalam penelitian ini?
Dalam penelitian ini, peserta yang terlibat adalah PT. Coca-Cola Amatil Indonesia sebagai perusahaan yang memproduksi dan memasarkan produk Frestea. Peserta lainnya adalah konsumen atau calon konsumen produk Frestea yang menjadi target iklan media sosial.
Latar belakang penelitian ini adalah perkembangan teknologi yang semakin pesat, terutama dalam hal penggunaan media sosial sebagai alat promosi. Dalam era digital seperti sekarang, perusahaan-perusahaan berlomba-lomba untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk mereka kepada konsumen potensial.
Dalam industri minuman, persaingan yang ketat antara merek-minuman teh kemasan siap minum mendorong perusahaan-perusahaan tersebut untuk melakukan promosi penjualan yang efektif.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis. Peneliti menganalisis peran iklan media sosial dalam meningkatkan volume penjualan produk Frestea dari PT. Coca-Cola Amatil Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini dapat berupa data penjualan produk Frestea sebelum dan setelah dilakukan iklan media sosial, serta data pengaruh iklan media sosial terhadap keputusan pembelian konsumen.
Hasil temuan dalam penelitian ini adalah
Hasil temuan dalam penelitian ini adalah bahwa iklan media sosial memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan volume penjualan produk Frestea dari PT. Coca-Cola Amatil Indonesia. Terpaan iklan Frestea terhadap media periklanan berpengaruh positif terhadap peningkatan persentase pembelian produk Frestea. Selain itu, komunikasi word of mouth juga memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap peningkatan pembelian produk Frestea.
Semakin tinggi faktor komunikasi word of mouth, semakin meningkat pula penjualan produk Frestea.
Saran dari penulis adalah
Saran dari penulis adalah untuk PT. Coca-Cola Amatil Indonesia agar terus memanfaatkan iklan media sosial sebagai strategi promosi untuk meningkatkan volume penjualan produk Frestea.
Dalam era digital yang semakin berkembang, media sosial menjadi salah satu alat yang efektif untuk mencapai konsumen potensial. Dengan terus mengoptimalkan iklan media sosial, perusahaan dapat memperluas pangsa pasar dan memperkuat hubungan dengan konsumen.
Summary
Iklan media sosial memiliki peran penting dalam meningkatkan volume penjualan produk.
Dalam pemasaran, terdapat empat hal yang harus dilakukan yaitu produk, harga, tempat, dan promosi. Dengan perkembangan teknologi, media promosi semakin bertambah, salah satunya melalui media internet. Peran iklan terhadap volume penjualan Frestea memiliki pengaruh yang signifikan dan terhadap keputusan pembelian produk Frestea. Komunikasi word of mouth juga berpengaruh terhadap peningkatan pembelian produk Frestea. Promosi merupakan kegiatan penting dalam memasarkan produk dan jasa yang ditawarkan perusahaan. Dalam pandangan ekonomi Islam, pemasaran harus memahami kebutuhan dan keinginan konsumen. Media online, seperti media sosial, menjadi alternatif yang efisien dan efektif dalam kegiatan promosi bisnis. Penggunaan media sosial di Indonesia sangat berkembang pesat. Iklan merupakan sarana untuk mempromosikan dan memasarkan barang dalam masyarakat. Iklan memiliki peran penting dalam memperbesar penjualan barang dan jasa.
Promosi melalui berbagai cara bertujuan untuk menjual produk, jasa, atau ide. Iklan telah menjadi sistem ide yang mempengaruhi dan mengkonstruksi selera masyarakat. Penggunaan internet sebagai media promosi telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Media sosial menjadi cara efektif bagi pebisnis untuk memperkenalkan produk mereka. Iklan melalui media sosial memiliki target pasar yang dominan pada usia remaja hingga dewasa awal. Media sosial memungkinkan penyebaran informasi yang cepat dan mudah diakses oleh semua golongan. Penggunaan media sosial sebagai saluran komunikasi dan penjualan menjadi penting bagi usaha kecil hingga perusahaan besar. Iklan melalui media sosial dapat merekonstruksi pesan dan mempengaruhi perilaku konsumen.
Judul Jurnal : Rancang Bangun Aplikasi Pembelajaran Dasar Pemrograman Berbasis Mobile Phone
Tujuan penelitian ini adalah
Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat aplikasi pembelajaran dasar pemrograman berbasis mobile phone yang dapat memfasilitasi, mendorong, dan mendukung pengguna dalam belajar pemrograman
Siapa peserta dan bagaimana latarnya serta metode apa yang digunakan dalam penelitian ini?
Dalam penelitian ini, peserta yang terlibat adalah pengguna aplikasi pembelajaran dasar pemrograman berbasis mobile phone. Peserta penelitian ini dapat berupa siswa, mahasiswa, atau siapa pun yang tertarik untuk belajar pemrograman.
Latarnya adalah adanya kebutuhan akan aplikasi pembelajaran pemrograman yang dapat diakses melalui mobile phone. Dalam era teknologi yang semakin maju, penggunaan mobile phone telah menjadi hal yang umum dan banyak digunakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi pembelajaran pemrograman yang dapat diakses dengan mudah melalui mobile phone.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Studi literatur: Penulis mengumpulkan data dari berbagai buku, jurnal, dan situs-situs di internet yang berkaitan dengan pembelajaran pemrograman dan pengembangan aplikasi mobile.
2. Observasi: Penulis mengumpulkan data melalui pengamatan terhadap berbagai sumber yang telah ada, yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas dalam pembuatan penelitian ini.
3. Wawancara: Penulis melakukan wawancara kepada narasumber yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam pembelajaran pemrograman, untuk mendapatkan informasi yang relevan dengan penelitian ini.
4. Metode perancangan sistem: Metode perancangan aplikasi yang digunakan adalah OOP (Object Oriented Programming). Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa aplikasi yang dikembangkan memiliki struktur yang terorganisir dan mudah untuk dikembangkan dan dipelajari oleh pengguna.
Dengan menggunakan metode-metode tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan aplikasi pembelajaran dasar pemrograman berbasis mobile phone yang efektif dan dapat memfasilitasi pengguna dalam belajar pemrograman
Hasil temuan dalam penelitian ini adalah
Hasil temuan dalam penelitian ini adalah berhasil dikembangkan aplikasi pembelajaran dasar pemrograman berbasis mobile phone yang dapat memfasilitasi, mendorong, dan mendukung pengguna dalam belajar pemrograman. Aplikasi ini menampilkan materi mengenai konsep dasar, percabangan, perulangan, array, serta simulasi soal dan evaluasi soal. Diharapkan aplikasi ini dapat membantu pengguna dalam memahami pemrograman dan meningkatkan minat mereka dalam belajar
Saran dari penulis adalah
Saran dari penulis adalah untuk mengembangkan pengayaan materi lanjutan seperti dasar- dasar Objek dan Kelas, serta pemahaman tentang pengenalan OOP (Object Oriented Programming) dalam aplikasi pembelajaran dasar pemrograman berbasis mobile phone ini.
Dengan demikian, pengguna dapat memperluas pengetahuan dan keterampilan mereka dalam pemrograman.
Summary
Artikel ini membahas pengembangan aplikasi pembelajaran pemrograman dasar berbasis mobile. Aplikasi ini bertujuan untuk memfasilitasi dan mendukung pengguna dalam belajar pemrograman dengan menyediakan materi dan pertanyaan simulasi. Artikel ini juga membahas latar belakang, pernyataan masalah, metodologi penelitian, dan dasar teoritis dari aplikasi tersebut. Artikel ini juga memberikan gambaran tentang bahasa pemrograman Java dan konsep dasarnya.
Android adalah sistem operasi berbasis Linux yang dirancang untuk perangkat layar sentuh seperti smartphone dan tablet. Ini menyediakan platform bagi pengembang untuk membuat aplikasi mereka sendiri. Android Studio adalah Lingkungan Pengembangan Terpadu (IDE) yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi Android. Ini didasarkan pada IntelliJ IDEA dan menawarkan fitur seperti dukungan Gradle, alat refactoring, Lint untuk analisis kinerja, dan dukungan bawaan untuk platform Google Cloud.
SDK Android adalah kumpulan alat dan API yang diperlukan untuk mengembangkan aplikasi di platform Android menggunakan bahasa pemrograman Java. Ini menyediakan cara untuk memulai mengembangkan aplikasi di Android menggunakan Java. Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa pemodelan standar yang digunakan sebagai alat untuk merancang dan mengembangkan sistem perangkat lunak. Ini banyak digunakan oleh perusahaan seperti IBM dan Microsoft. SQLite Database adalah perangkat lunak tersemat populer yang menggabungkan antarmuka SQL dan penggunaan memori minimal dengan kecepatan yang cepat. Digunakan untuk membuat database di Android. Desain sistem mencakup desain antarmuka pengguna untuk berbagai layar dan menu dalam aplikasi. Antarmuka pengguna mencakup menu utama, submenu, presentasi materi, pertanyaan latihan, dan layar evaluasi. Desain antarmuka pengguna disajikan dalam bentuk tangkapan layar, termasuk menu utama, dasar konsep, percabangan, perulangan, array, dan layar evaluasi.
Judul Jurnal : Pergeseran Desain Komunikasi di Media Sosial Tujuan penelitian ini adalah
Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas pergeseran desain komunikasi di media sosial, terutama dalam konteks penggunaan media sosial untuk propaganda politik, serta untuk mengeksplorasi dampak media sosial dalam kasus-kasus kontroversial seperti kasus Simulator SIM dan konflik antara KPK dan Polri. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menyoroti penggunaan media sosial sebagai alat untuk memobilisasi massa dan mempengaruhi opini publik, serta untuk menekankan perlunya regulasi yang lebih tegas untuk mengatur mekanisme pasar di jejaring sosial agar tidak banyak beredar spam yang merugikan masyarakat pengguna jejaring sosial.
Siapa peserta dan bagaimana latarnya serta metode apa yang digunakan dalam penelitian ini?
Peserta dalam penelitian ini adalah penulis sendiri, yaitu Nanang Arianto, yang menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis isi dan dokumentasi perpustakaan.
Nanang Arianto adalah seorang peneliti yang tertarik untuk mengeksplorasi pergeseran desain komunikasi di media sosial, terutama dalam konteks penggunaan media sosial untuk propaganda politik, serta untuk menyoroti penggunaan media sosial sebagai alat untuk memobilisasi massa dan mempengaruhi opini publik.
Latar belakang penelitian ini melibatkan perubahan perilaku konsumen yang menjadi target iklan di media sosial, serta dampak media sosial dalam kasus-kasus kontroversial seperti kasus Simulator SIM dan konflik antara KPK dan Polri. Penelitian ini juga mencoba menyajikan informasi yang up to date sehingga menghasilkan data penelitian yang dapat menggambarkan terjadinya pergeseran desain komunikasi di media sosial.
Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) dan dokumentasi perpustakaan. Analisis isi digunakan untuk menganalisis komunikasi audien yang secara tidak langsung dapat menentukan perilaku komunikan, sedangkan dokumentasi perpustakaan digunakan untuk mendapatkan data yang relevan dengan topik penelitian.
Dengan demikian, penelitian ini melibatkan penulis sebagai peserta, dengan latar belakang perubahan perilaku konsumen dan dampak media sosial dalam kasus-kasus kontroversial, serta menggunakan metode analisis isi dan dokumentasi perpustakaan untuk mengumpulkan dan menganalisis data.
Hasil temuan dalam penelitian ini adalah
Hasil temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pergeseran desain komunikasi di media sosial, terutama dalam konteks penggunaan media sosial untuk propaganda politik dan mobilisasi massa. Dampak media sosial juga terlihat dalam kasus-kasus kontroversial seperti kasus Simulator SIM dan konflik antara KPK dan Polri, di mana media sosial digunakan untuk mempengaruhi opini publik dan memobilisasi dukungan (Nuruddin, 2011). Selain itu, penelitian ini juga menyoroti penggunaan media sosial sebagai alat untuk mempengaruhi perilaku konsumen, terutama dalam konteks iklan dan pemasaran di media sosial (Lehcte, 2001).
Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan media sosial secara tidak benar dapat menghasilkan konten spam dan informasi sampah yang merugikan pengguna media sosial (Arianto, 2011). Hal ini juga sejalan dengan temuan bahwa media sosial dapat mempengaruhi cara pandang dan perilaku manusia, serta dapat menjebak pengguna untuk mengkonsumsi iklan spam (Arianto, 2011).
Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial memiliki dampak yang signifikan dalam pergeseran desain komunikasi dan perilaku konsumen, serta menyoroti perlunya regulasi yang lebih tegas untuk mengatur mekanisme pasar di jejaring sosial agar tidak banyak beredar spam yang merugikan masyarakat pengguna jejaring sosial (Arianto, 2011) .
Saran dari penulis adalah
Saran dari penulis adalah perlunya regulasi yang lebih tegas untuk mengatur mekanisme pasar di jejaring sosial agar tidak banyak beredar spam yang merugikan masyarakat pengguna jejaring sosial. Hal ini penting untuk melindungi pengguna media sosial dari konten spam dan informasi sampah yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen. Selain itu, penulis juga menyoroti pentingnya pemahaman yang lebih kritis terhadap konten yang disebarkan di media sosial, serta perlunya kesadaran akan dampak propaganda politik dan iklan spam terhadap cara berpikir dan bertindak manusia.
Summary
Artikel tersebut membahas pergeseran desain komunikasi di media sosial, terutama dalam konteks penggunaan media sosial untuk propaganda politik dan dampaknya dalam kasus-kasus kontroversial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi dan dokumentasi perpustakaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media sosial dapat mempengaruhi perilaku manusia, membuat mereka bersikap individualis, dan terjebak dalam konsumsi iklan spam dan informasi sampah. Oleh karena itu, penulis menyarankan perlunya regulasi yang lebih tegas untuk mengatur mekanisme pasar di jejaring sosial agar tidak banyak beredar spam yang merugikan masyarakat pengguna jejaring sosial.
Judul Jurnal : Penerapan Multimedia Interaktif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pemrograman
Tujuan penelitian ini adalah
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan multimedia interaktif dalam pembelajaran pemrograman di SMK Negeri 1 Mempawah Hulu.
Penelitian ini juga bertujuan untuk mengevaluasi dampak penggunaan multimedia interaktif terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa serta untuk memenuhi kriteria ketuntasan belajar.
Siapa peserta dan bagaimana latarnya serta metode apa yang digunakan dalam penelitian ini?
Penelitian ini melibatkan 35 siswa dari kelas X TKJ 3 SMK Negeri 1 Mempawah Hulu di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Peserta penelitian ini adalah siswa kelas X TKJ 3 yang memiliki latar belakang sebagai peserta didik di bidang keahlian Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang merupakan proses pengamatan reflektif terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh pengajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa.
Penelitian ini dilaksanakan dalam empat tahapan yang disusun dalam satu siklus: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.
Hasil temuan dalam penelitian ini adalah
Hasil temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan multimedia sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMK Negeri 1 Mempawah Hulu.
Pada siklus I, hasil belajar belum memenuhi kriteria ketuntasan yang ditetapkan, namun pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan dan memenuhi kriteria ketuntasan. Selain itu, terjadi peningkatan aktivitas siswa selama pembelajaran, yang difasilitasi oleh integrasi keterampilan dan kemampuan multimedia ke dalam aktivitas guru.
Saran dari penulis adalah
Berdasarkan sumber yang disediakan, penulis memberikan saran untuk lebih mengintegrasikan multimedia interaktif dalam pembelajaran pemrograman di SMK Negeri 1 Mempawah Hulu.
Penulis juga menyarankan agar guru memperhatikan motivasi belajar siswa dan hasil belajar mereka, serta memastikan bahwa penggunaan multimedia interaktif dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa sesuai dengan kriteria ketuntasan. Selain itu, penulis juga menyarankan agar pemanfaatan multimedia dalam pembelajaran dapat diterapkan secara konsisten dan terencana untuk memastikan hasil yang optimal.
Summary
Jurnal penelitian membahas penerapan multimedia interaktif untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pemrograman di SMK Negeri 1 Mempawah Hulu. Penelitian ini melibatkan 35 siswa kelas X TKJ 3 dan menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan multimedia sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa terkait pemrograman. Selain itu, penggunaan multimedia juga dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, sehingga memenuhi kriteria ketuntasan. Pemanfaatan multimedia dalam pembelajaran juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan hasil belajar mereka.
Judul Jurnal : Addressing Health-Related Misinformation on Social Media Tujuan penelitian ini adalah
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatasi penyebaran informasi yang salah mengenai kesehatan di media sosial dengan pendekatan lintas disiplin, dengan fokus pada mendefinisikan prevalensi dan tren informasi yang salah, memahami bagaimana informasi tersebut disebarkan, mengevaluasi jangkauan dan pengaruhnya, serta mengembangkan dan menguji intervensi.
Selain itu, penting pula bagi organisasi perawatan kesehatan dan platform media sosial untuk berperan dalam melawan informasi yang salah dan membangun kepercayaan dengan masyarakat.
Siapa peserta dan bagaimana latarnya serta metode apa yang digunakan dalam penelitian ini?
Penelitian ini melibatkan para ahli dalam bidang kesehatan komunikasi, ilmu perilaku, dan ilmu komputer. Peserta penelitian ini terdiri dari Wen-Ying Sylvia Chou, PhD, MPH, April Oh, PhD, dan William M. P. Klein, PhD dari Behavioral Research Program, Division of Cancer Control and Population Sciences, National Cancer Institute. Mereka memiliki latar belakang dalam bidang kesehatan komunikasi dan informasi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pendekatan lintas disiplin, dengan fokus pada mendefinisikan prevalensi dan tren informasi yang salah, memahami bagaimana informasi tersebut disebarkan, mengevaluasi jangkauan dan pengaruhnya, serta mengembangkan dan menguji intervensi. Penelitian ini juga menggunakan berbagai pendekatan pengukuran dan metodologi seperti pengukuran fisiologis, data perilaku real-time, kaitan dengan catatan medis, dan pendekatan metode campuran. Observasi studi seperti eye tracking, functional magnetic resonance imaging, atau wawancara kognitif juga digunakan untuk mengevaluasi seberapa cepat orang menerima klaim sebelum menginternalisasikannya.
Penelitian ini juga melibatkan penggunaan metode inovatif seperti pemrosesan bahasa alami, analisis jaringan sosial, dan eksperimen online untuk melacak penyebaran misinformasi. Selain itu, penelitian ini juga mencakup diskusi dengan para ahli komunikasi kesehatan terkemuka.
Hasil temuan dalam penelitian ini adalah
Hasil temuan dalam penelitian ini mencakup identifikasi prevalensi dan tren informasi yang salah, pemahaman tentang cara informasi tersebut disebarkan, evaluasi jangkauan dan pengaruhnya, serta pengembangan dan pengujian intervensi untuk mengatasi penyebaran informasi yang salah mengenai kesehatan di media sosial. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya kerja lintas disiplin antara ahli kesehatan komunikasi, ilmu perilaku, dan ilmu komputer dalam mengatasi masalah ini.
Saran dari penulis adalah
Penulis menyarankan perlunya penelitian lintas disiplin untuk mengatasi informasi yang salah mengenai kesehatan di media sosial, dengan fokus pada mendefinisikan prevalensi dan tren informasi yang salah, memahami bagaimana informasi tersebut disebarkan, mengevaluasi jangkauan dan pengaruhnya, serta mengembangkan dan menguji intervensi. Selain itu, penulis juga menekankan pentingnya peran organisasi perawatan kesehatan dan platform media sosial dalam melawan informasi yang salah dan membangun kepercayaan dengan masyarakat.
Summary
Penyebaran informasi yang salah mengenai kesehatan di media sosial merupakan masalah yang signifikan dan dapat berdampak buruk pada kesehatan masyarakat. Penyebaran informasi yang salah diperparah oleh adanya informasi yang terisolasi dan efek ruang gema, serta kebohongan lebih mudah menyebar daripada kebenaran di dunia maya. Diperlukan penelitian lintas disiplin untuk mengatasi informasi yang salah mengenai kesehatan di media sosial, dengan fokus pada mendefinisikan prevalensi dan tren informasi yang salah, memahami bagaimana informasi tersebut disebarkan, mengevaluasi jangkauan dan pengaruhnya, serta mengembangkan dan menguji intervensi. Penting pula bagi organisasi perawatan kesehatan dan platform media sosial untuk berperan dalam melawan informasi yang salah dan membangun kepercayaan dengan masyarakat.
Judul Jurnal : The role of social media in tourism marketing in Jordan Tujuan penelitian ini adalah
Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pengaruh jaringan media sosial terhadap menarik perhatian, minat, keinginan, dan tindakan dalam konteks pariwisata di Yordania. Penelitian ini juga bertujuan untuk menguji model penelitian yang mencakup media sosial sebagai variabel
independen dan efisiensi informasi, akurasi informasi, dan kemudahan penggunaan sebagai variabel dependen. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan tinjauan pustaka dari penelitian sebelumnya yang terkait dengan media sosial dan pemasaran pariwisata.
Siapa peserta dan bagaimana latarnya serta metode apa yang digunakan dalam penelitian ini?
Peserta dalam penelitian ini adalah wisatawan dari berbagai negara yang mengunjungi situs pariwisata di Yordania, khususnya Laut Mati dan Petra. Penelitian ini tidak dibatasi oleh kewarganegaraan tertentu, sehingga melibatkan partisipan dari berbagai latar belakang budaya dan negara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyebaran kuesioner yang terdiri dari dua bagian, di mana bagian pertama berkaitan dengan variabel demografis.
Kuesioner ini telah dimodifikasi berdasarkan masukan dari para profesor di berbagai universitas di Yordania untuk memastikan kejelasan, kata-kata, dan konten yang relevan. Untuk mengukur reliabilitas instrumen penelitian, koefisien konsistensi internal dihitung menggunakan alfa Cronbach, yang mencapai 74,1% dan dianggap sebagai persentase yang dapat diterima untuk penelitian ini.
Penelitian ini juga didukung oleh tinjauan pustaka yang cermat, dengan merujuk pada penelitian terdahulu yang relevan. Beberapa penelitian yang diacu antara lain adalah penelitian Abd Al- samee (2012) yang bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat keberhasilan situs web dalam mencapai tujuan mereka, serta penelitian Al-Khateeb (2014) yang bertujuan untuk menunjukkan peran internet dalam reservasi hotel dan membangun kepercayaan pelanggan dalam memesan layanan hotel bintang lima melalui situs web. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dan distribusi kuesioner untuk mengumpulkan data penelitian.
Dengan demikian, penelitian ini melibatkan partisipan wisatawan dari berbagai negara yang mengunjungi situs pariwisata di Yordania, menggunakan metode penyebaran kuesioner yang telah dimodifikasi berdasarkan masukan dari para professor.
Hasil temuan dalam penelitian ini adalah
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari jaringan media sosial terhadap efisiensi informasi, akurasi informasi, dan kemudahan penggunaan pada tahap- tahap pendorong pariwisata (perhatian, minat, keinginan, dan tindakan) dalam mendorong pariwisata di Yordania. Penelitian ini juga menemukan bahwa media sosial memainkan peran penting dalam memengaruhi perilaku pembelian pelanggan dan memiliki pengaruh positif terhadap niat wisatawan untuk mengunjungi Yordania. Penelitian ini merekomendasikan agar direktur pariwisata di Yordania mempertimbangkan word of mouth elektronik sebagai bentuk pemasaran dan menekankan perlunya penelitian peran media sosial dalam mencapai perkembangan dalam masyarakat.
Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa koefisien reliabilitas untuk jaringan media sosial dan dimensi pendorong pariwisata mencapai 74,1%, yang dianggap dapat diterima untuk penelitian ini.
Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya media sosial dalam pemasaran pariwisata di Yordania dan merekomendasikan peningkatan efektivitas situs media sosial dalam pemasaran pariwisata, termasuk perlunya penggunaan media sosial dan pendirian divisi khusus yang bertanggung jawab atas kegiatan pariwisata.
Secara keseluruhan, temuan penelitian menunjukkan bahwa jaringan media sosial memiliki dampak signifikan dalam mendorong pariwisata di Yordania dan memainkan peran penting dalam memengaruhi perilaku wisatawan serta niat untuk mengunjungi situs pariwisata di negara tersebut.
Saran dari penulis adalah
Penulis memberikan beberapa saran berdasarkan hasil penelitian ini. Pertama, penulis merekomendasikan agar jaringan media sosial menyediakan informasi yang akurat dan mudah digunakan untuk mempromosikan pariwisata di Yordania. Selain itu, penulis juga menyarankan Kementerian Pariwisata dan Benda Bersejarah untuk mempromosikan pariwisata melalui media sosial dan sarana lainnya. Selain itu, penulis merekomendasikan adanya pelatihan bagi pekerja di industri pariwisata dan kampanye kesadaran bagi warga Yordania. Saran-saran ini didasarkan pada temuan bahwa media sosial memiliki dampak signifikan dalam mendorong pariwisata di Yordania, terutama pada tahap-tahap minat, keinginan, dan tindakan. Penulis juga menyarankan agar hasil penelitian ini digunakan sebagai dasar untuk pengembangan strategi pemasaran pariwisata di Yordania.
Selain itu, penulis juga merekomendasikan agar penelitian ini menjadi referensi bagi penelitian- penelitian selanjutnya dalam topik yang sama. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang berkelanjutan dalam pemahaman tentang pengaruh media sosial dalam pemasaran pariwisata di Yordania.
Artikel-artikel yang tercantum dalam daftar referensi juga memberikan wawasan yang berharga tentang topik-topik terkait, seperti pemasaran pariwisata, media sosial, text mining, dan e- learning. Referensi ini dapat menjadi sumber informasi tambahan bagi peneliti atau praktisi yang tertarik dalam topik-topik tersebut.
Summary
Artikel ini membahas peran media sosial dalam pemasaran pariwisata di Yordania. Artikel tersebut menyoroti dampak jaringan media sosial dalam mendorong pariwisata, serta penggunaan platform seperti Facebook dan Twitter untuk menyediakan informasi dan memfasilitasi komunikasi antara wisatawan dan perusahaan pariwisata. Studi ini bertujuan untuk memahami pengaruh jaringan media sosial dalam menarik perhatian, minat, keinginan, dan tindakan dalam konteks pariwisata di Yordania. Model penelitian mencakup media sosial sebagai variabel independen dan efisiensi informasi, akurasi informasi, dan kemudahan penggunaan sebagai variabel dependen. Artikel ini juga memberikan tinjauan pustaka dari penelitian sebelumnya yang terkait dengan media sosial dan pemasaran pariwisata.
Studi ini menguji peran media sosial dalam pemasaran pariwisata di Yordania. Artikel tersebut membahas dampak jaringan media sosial pada tahap-tahap pendorong pariwisata seperti perhatian, minat, keinginan, dan tindakan. Studi ini menggunakan analisis regresi berganda untuk menguji hipotesis dan menemukan bahwa jaringan media sosial memiliki efek signifikan dalam mendorong pariwisata di Yordania. Artikel ini juga membahas reliabilitas kuesioner yang digunakan dan menyajikan mean dan deviasi standar dari variabel-variabel penelitian. Secara keseluruhan, studi ini memberikan wawasan tentang pengaruh media sosial dalam pemasaran pariwisata di Yordania.
Studi ini menemukan bahwa jaringan media sosial memiliki efek signifikan pada tahap-tahap minat, keinginan, dan tindakan pariwisata di Yordania. Artikel tersebut merekomendasikan agar jaringan media sosial menyediakan informasi yang akurat dan mudah digunakan, serta bahwa Kementerian Pariwisata dan Benda Bersejarah mempromosikan pariwisata melalui media sosial dan sarana lainnya.
Judul Jurnal : THE IMPACT OF SOCIAL MEDIA ON MUSLIM SOCIETY: FROM ISLAMIC PERSPECTIVE
Tujuan penelitian ini adalah
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dampak media sosial terhadap masyarakat Muslim dari perspektif Islam, dengan fokus pada efek positif dan negatif, serta memberikan rekomendasi untuk penggunaan media sosial yang bertanggung jawab dan bermanfaat dalam komunitas Muslim. Penelitian ini juga bertujuan untuk menyoroti pentingnya menggunakan media sosial untuk Da'wah Islam dan mempromosikan pesan Islam.
Siapa peserta dan bagaimana latarnya serta metode apa yang digunakan dalam penelitian ini?
Penelitian ini melibatkan peserta dari masyarakat Muslim, khususnya di area Dewan Kota Kalmunai. Latar belakang peserta penelitian ini adalah sebagai anggota masyarakat Muslim yang aktif menggunakan media sosial dan memiliki pemahaman tentang ajaran Islam. Peserta penelitian ini mungkin memiliki beragam latar belakang pendidikan dan profesi, namun memiliki kesamaan dalam keyakinan agama dan penggunaan media sosial.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis konten dari media sosial yang digunakan oleh peserta penelitian. Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pengalaman dan pandangan peserta terkait dampak media sosial dalam masyarakat Muslim.
Hasil temuan dalam penelitian ini adalah
Hasil penelitian ini menemukan bahwa penggunaan media sosial di kalangan masyarakat Muslim memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif meliputi penyebaran Islam melalui media sosial, peningkatan akses terhadap literatur dan sumber daya Islam, serta potensi untuk mempromosikan harmoni sosial dan mencegah rasisme. Namun, juga terdapat dampak negatif, seperti penyebaran konten ilegal, potensi dampak negatif pada kinerja akademis, dan peningkatan aktivitas kriminal yang difasilitasi oleh media sosial.
Penelitian ini juga menekankan pentingnya penggunaan media sosial yang bertanggung jawab dan bermanfaat dalam komunitas Muslim, serta perlunya program kesadaran untuk mendidik masyarakat tentang pro dan kontra penggunaan media sosial. Penelitian ini juga menekankan pentingnya menggunakan teknologi untuk mempromosikan Islam dan mengontrol konten serta penggunaan media sosial demi kesejahteraan Islam dan umat Muslim.
Selain itu, penelitian merekomendasikan pengembangan media sosial untuk menciptakan harmoni sosial, mencegah rasisme, dan mempromosikan perilaku positif. Penelitian juga menyarankan perlunya kesadaran publik untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif media sosial.
Secara keseluruhan, penelitian menyimpulkan bahwa sementara media sosial memiliki potensi untuk memberikan manfaat bagi komunitas Muslim, penting bagi pengguna untuk bertanggung jawab dan memperhatikan tindakan mereka di platform media sosial.
Saran dari penulis adalah
Penulis memberikan saran untuk menciptakan kesadaran tentang penggunaan yang tepat dari media sosial, mempromosikan perilaku baik, dan mengendalikan penyebaran informasi palsu dan tidak senonoh. Penting untuk menggunakan teknologi demi kebaikan Islam dan umat Muslim, sambil memperhatikan dampak negatif yang mungkin timbul.
Summary
Artikel ini membahas dampak media sosial terhadap masyarakat Muslim dari perspektif Islam.
Artikel tersebut menyoroti efek positif media sosial, seperti memfasilitasi interaksi antara teman dan keluarga, mendorong sosialisasi, mengajarkan Al-Quran, dan menyebarkan referensi Islam.
Artikel juga menekankan pentingnya menggunakan media sosial untuk Da'wah Islam dan mempromosikan pesan Islam.
Penggunaan media sosial untuk Da'wah Islam memiliki efek positif dan negatif. Efek positif meliputi kemampuan untuk menjangkau audiens yang lebih luas, menyebarkan kesadaran, dan memberikan akses ke informasi dan pendidikan. Efek negatif meliputi berkurangnya kontak manusia nyata, mendorong untuk mempublikasikan kehidupan pribadi, dan penyebaran informasi palsu tentang agama. Penting untuk memperhatikan potensi dampak negatif dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab untuk tujuan Da'wah.
Penggunaan media sosial dalam komunitas Muslim memiliki efek positif dan negatif. Media sosial telah membantu menyebarkan pesan Islam dan memungkinkan akses lebih mudah ke literatur dan sumber daya Islam. Namun, juga menimbulkan konsekuensi negatif seperti penyebaran berita palsu, degradasi moral, dan peningkatan aktivitas kriminal. Rekomendasi meliputi menciptakan kesadaran tentang penggunaan yang tepat dari media sosial, mempromosikan perilaku baik, dan mengendalikan penyebaran informasi palsu dan tidak senonoh. Penting untuk menggunakan teknologi demi kebaikan Islam dan umat Muslim, sambil memperhatikan potensi dampak negatifnya.
Judul Jurnal : Influence of Social Media on Tourists' Destination Selection Decision Tujuan penelitian ini adalah
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengaruh media sosial terhadap keputusan pemilihan destinasi wisatawan. Penelitian ini mengumpulkan data dari 167 responden dan menggunakan analisis komponen utama dan analisis regresi untuk mengidentifikasi faktor- faktor media sosial yang memengaruhi keputusan pemilihan destinasi wisatawan dan memprediksi sejauh mana pengaruh mereka. Profil demografis responden meliputi jenis kelamin, kelompok usia, dan status pernikahan. Penelitian ini menemukan bahwa media sosial memainkan peran penting dalam proses pengambilan keputusan wisatawan.
Siapa peserta dan bagaimana latarnya serta metode apa yang digunakan dalam penelitian ini?
Penelitian ini melibatkan 167 responden yang menggunakan metode pengambilan sampel judgmental sampling. Mayoritas responden adalah pria, dengan sebagian besar berusia 18-30 tahun dan sekitar 80% dari mereka adalah mahasiswa. Data dikumpulkan melalui wawancara pribadi dan survei online menggunakan kuesioner terstruktur. Metode analisis data yang digunakan meliputi analisis komponen utama untuk mengidentifikasi faktor-faktor media sosial yang memengaruhi keputusan pemilihan destinasi wisatawan, serta analisis regresi untuk memprediksi sejauh mana pengaruh faktor-faktor tersebut. Selain itu, analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis profil demografis responden.
Hasil temuan dalam penelitian ini adalah
Hasil temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial memainkan peran penting dalam proses pengambilan keputusan wisatawan. Analisis komponen utama mengidentifikasi dua faktor utama dari media sosial yang memengaruhi keputusan pemilihan destinasi wisatawan, yaitu informasi media sosial tentang destinasi dan word-of-mouth media sosial.
Selain itu, analisis regresi menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut menjelaskan 52,2% varians dalam data dan memiliki pengaruh signifikan dalam keputusan pemilihan destinasi wisatawan.
Penelitian ini juga menemukan bahwa media sosial memberikan informasi tentang fasilitas transportasi, rute perjalanan, akomodasi, masalah keamanan, risiko, budaya, dan warisan dari destinasi wisata. Selain itu, media sosial juga berperan sebagai alat komunikasi word-of-mouth dalam pengambilan keputusan wisatawan. Temuan ini menunjukkan bahwa industri pariwisata dapat memanfaatkan kekuatan media sosial untuk menarik, mempertahankan, dan meningkatkan jumlah pengunjung di destinasi mereka.
Saran dari penulis adalah
Penulis memberikan saran bahwa industri pariwisata dapat memanfaatkan kekuatan media sosial untuk menarik, mempertahankan, dan meningkatkan jumlah pengunjung di destinasi mereka. Temuan ini dapat diterapkan oleh bisnis yang terkait dengan industri pariwisata. Selain itu, penulis juga menyarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut yang fokus pada platform media sosial tertentu. Saran ini menunjukkan bahwa penulis mendorong untuk lebih memahami bagaimana platform media sosial spesifik dapat memengaruhi keputusan pemilihan destinasi wisatawan.
Summary
Artikel penelitian ini mengeksplorasi pengaruh media sosial terhadap keputusan pemilihan destinasi wisatawan. Penelitian ini mengumpulkan data dari 167 responden dan menggunakan analisis komponen utama dan analisis regresi untuk mengidentifikasi faktor-faktor media sosial yang memengaruhi keputusan pemilihan destinasi wisatawan dan memprediksi sejauh mana pengaruh mereka. Profil demografis responden meliputi jenis kelamin, kelompok usia, dan status pernikahan. Penelitian ini menemukan bahwa media sosial memainkan peran penting dalam proses pengambilan keputusan wisatawan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa media sosial memberikan informasi tentang transportasi, akomodasi, keamanan, dan budaya, serta memengaruhi keputusan melalui komunikasi word-of-mouth. Penulis menyarankan bahwa industri pariwisata dapat memanfaatkan kekuatan media sosial untuk menarik dan mempertahankan pengunjung, dan menyarankan penelitian lebih lanjut yang fokus pada platform media sosial tertentu.
Judul Jurnal : Career practitioners' conceptions of competency for social media in career services
Tujuan penelitian ini adalah
Tujuan penelitian ini adalah untuk menggunakan pendekatan fenomenografi untuk memeriksa berbagai cara di mana praktisi memahami kompetensi untuk media sosial dalam layanan karier.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan pemahaman praktisi tentang kompetensi untuk media sosial, serta untuk memberikan kontribusi pada pengembangan pelatihan pra-layanan dan dalam-layanan untuk praktisi karier.
Siapa peserta dan bagaimana latarnya serta metode apa yang digunakan dalam penelitian ini?
Peserta dalam penelitian ini terdiri dari enam belas praktisi karier dari Denmark dan Finlandia yang memiliki pengalaman menggunakan media sosial dalam layanan karier. Tujuh dari enam
belas peserta berasal dari Denmark dan sembilan dari Finlandia. Mereka terdiri dari sepuluh perempuan dan enam laki-laki, dengan rentang usia antara 30 hingga 59 tahun dan pengalaman layanan karier antara 2 hingga 17 tahun. Peserta dipilih secara sengaja untuk memastikan variasi dalam pemahaman kompetensi untuk media sosial dalam layanan karier. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, termasuk pendidikan tinggi, sekunder, dan layanan publik di setting perkotaan maupun pedesaan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara kelompok fokus yang dilakukan dalam tiga sesi, satu dalam bahasa Inggris dengan praktisi karier Denmark dan dua dalam bahasa Finlandia dengan praktisi karier Finlandia. Wawancara kelompok fokus ini bersifat semi- struktural dan terdiri dari pertanyaan yang dirancang untuk mengarahkan perhatian peserta pada fenomena yang diteliti. Pertanyaan-pertanyaan tersebut mencakup peran praktisi karier dalam mencapai tujuan layanan karier, peran media sosial dalam layanan karier, seperti apa layanan karier di media sosial, keterampilan yang diperlukan untuk media sosial dalam layanan karier, dan bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan secara optimal dalam layanan karier.
Wawancara dilakukan secara informal dan percakapan, memungkinkan peserta untuk mendiskusikan pemahaman dan pengalaman mereka dengan sebebas mungkin. Rekaman digital wawancara kelompok fokus tersebut kemudian ditranskripsi secara verbatim untuk analisis lebih lanjut.
Hasil temuan dalam penelitian ini adalah
Hasil temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa praktisi karier memiliki berbagai pemahaman tentang kompetensi untuk media sosial dalam layanan karier. Ditemukan lima kategori pemahaman yang berbeda, yaitu: (1) Pemahaman tentang media sosial sebagai alat bantu, (2) Pemahaman tentang media sosial sebagai jaringan, (3) Pemahaman tentang media sosial sebagai ruang publik, (4) Pemahaman tentang media sosial sebagai alat pemasaran, dan (5) Pemahaman tentang media sosial sebagai alat pembelajaran. Temuan ini memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana praktisi karier memandang dan menggunakan media sosial dalam konteks layanan karier mereka.
Saran dari penulis adalah
Penulis memberikan saran untuk pengembangan kurikulum pelatihan bagi praktisi karier guna meningkatkan kompetensi dalam menggunakan media sosial. Mereka juga menyarankan agar para pelatih mengakui dan mengatasi beragam pemahaman tentang kompetensi untuk media sosial. Selain itu, penulis menyoroti pentingnya faktor kognitif, sosial, emosional, dan etis dalam pengembangan kompetensi untuk media sosial dalam layanan karier. Saran ini dapat menjadi dasar bagi institusi pendidikan dan pelatihan untuk memperbarui kurikulum mereka dan
mempersiapkan praktisi karier dengan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi perkembangan teknologi dan media sosial.
Summary
Artikel ini membahas sebuah penelitian tentang konsepsi praktisi karier tentang kompetensi untuk media sosial dalam layanan karier. Studi ini menggunakan pendekatan fenomenografi untuk mengidentifikasi berbagai cara di mana praktisi memahami kompetensi untuk media sosial. Temuan ini dapat digunakan untuk mengembangkan pelatihan bagi praktisi karier dan mendukung peningkatan kompetensi mereka dalam menggunakan media sosial untuk layanan karier. Studi ini melibatkan wawancara kelompok fokus dengan praktisi dari Denmark dan Finlandia, dan analisis data difokuskan pada mengidentifikasi dan mendeskripsikan cara praktisi memahami kompetensi untuk media sosial. Hasilnya bertujuan untuk memberikan kontribusi pada pengembangan pelatihan pra-layanan dan dalam-layanan bagi praktisi karier.
Analisis data wawancara mengungkap empat kategori kompetensi untuk media sosial dalam layanan karier: kemampuan menggunakan media sosial untuk menyampaikan informasi, kemampuan menggunakan media sosial untuk menyediakan layanan karier, kemampuan memanfaatkan media sosial untuk eksplorasi karier kolaboratif, dan kemampuan memanfaatkan media sosial untuk co-careering. Setiap kategori mewakili tingkat pemahaman yang berbeda dan dibedakan oleh dimensi variasi seperti pendekatan terhadap media sosial, fungsi media sosial dalam layanan karier, keterampilan online, prinsip etika, dan karakteristik pribadi.
Kategori-kategori ini diorganisir secara hierarkis, dengan setiap kategori membangun pada kategori sebelumnya. Hubungan antara kategori-kategori tersebut menunjukkan perubahan pendekatan terhadap media sosial, fungsi media sosial, keterampilan online, dan prinsip etika saat kompetensi untuk media sosial menjadi lebih kompleks.
Penulis & Tanggal Peran Media Sosial Dalam Penguatan Komunikasi Bisnis Kewargaan di Era Ekonomi Digital (14 DESEMBER 2022)
Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengelaborasi pengaruh media sosial dalam penguatan komunikasi bisnis kewargaan di era ekonomi digital.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksplanatoris dengan teknik wawancara mendalam kepada informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran penting dalam ekonomi digital, namun masih ada kendala dan tantangan yang dihadapi, seperti keterjangkauan dan kecepatan internet yang belum merata, kualitas SDM yang rendah, kurangnya literasi digital, dan regulasi yang kurang memadai. Oleh karena itu, diperlukan pembangunan infrastruktur digital yang sesuai dengan kebutuhan konektivitas teknologi terkini.
Metode
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada informan kunci.
Penelitian ini juga menggunakan strategi bauran deduktif dan induktif agar teori yang digunakan dapat dikonfirmasi dengan temuan penelitian, sehingga menciptakan kebaruan (research gap). Selain itu, proses pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dengan teknik semi-structured interview sesuai cakupan metodologi penelitian.
Sampel
Dalam penelitian ini, pemilihan informan didasarkan pada observasi peneliti tentang adaptasi digitalisasi bagi UMKM di Kota Serang, Banten, serta kegemaran dan intensitas penggunaan media sosial oleh generasi milenial dari wilayah Kabupaten Pandeglang. Proses pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dengan teknik semi- structured interview sesuai cakupan metodologi penelitian. Selain itu, peneliti juga melakukan observasi langsung kepada para informan kunci dalam mempergunakan media sosial. Dengan demikian, sampel penelitian ini terdiri dari pelaku UMKM di Kota Serang, Banten, dan generasi milenial dari wilayah Kabupaten Pandeglang yang memiliki kegemaran dan intensitas penggunaan media sosial.
Temuan
Temuan dari penelitian ini adalah bahwa media sosial memiliki peran penting dalam penguatan komunikasi bisnis kewargaan di era ekonomi digital. Media sosial memberikan kontribusi signifikan dalam membangun branding, memperkuat merek perusahaan, meningkatkan penjualan, menarik pembeli secara online, dan memberikan kontribusi bagi pengembangan bisnis online, terutama selama pandemi Covid-19. Namun, terdapat kendala dan tantangan yang dihadapi, seperti keterjangkauan dan kecepatan internet yang belum merata, kualitas SDM yang rendah, kurangnya literasi digital, dan regulasi yang kurang memadai. Oleh karena itu, diperlukan pembangunan infrastruktur digital yang sesuai dengan kebutuhan konektivitas teknologi terkini. Meskipun demikian, jika dikelola dengan baik, media sosial dapat menjadi saluran komunikasi yang efektif dan efisien dalam memperkuat komunikasi bisnis kewargaan di era ekonomi digital.
Kesamaan &
Keunikan
Kesamaan dari penelitian tersebut adalah penggunaan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada informan kunci dalam memperkuat topik penelitian. Selain itu, proses pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan teknik semi-structured interview
sesuai cakupan metodologi penelitian.
Keunikan dari penelitian tersebut adalah penggunaan aplikasi NVivo Plus 12 untuk analisis data, yang memungkinkan koding berbasis kategori dan subkategori secara deduktif dan induktif. Penelitian ini juga menggunakan strategi bauran deduktif dan induktif agar teori yang digunakan dapat dikonfirmasi dengan temuan penelitian, sehingga menciptakan kebaruan (research gap). Selain itu, penelitian ini juga melakukan observasi langsung kepada para informan kunci dalam mempergunakan media sosial, yang menunjukkan keunikan dalam pendekatan pengumpulan data.
Penulis & Tanggal Peran Iklan Media Sosial Dalam Peningkatan Volume Penjualan Pada Coca Cola (Tahun 2020)
Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi peran iklan media sosial dalam meningkatkan volume penjualan produk, khususnya produk Frestea dari PT. Coca-Cola Amatil Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memahami pengaruh komunikasi word of mouth terhadap peningkatan penjualan produk. Penelitian ini juga ingin menyoroti pentingnya media sosial sebagai alat promosi yang efektif dan efisien dalam mencapai target pasar yang pesat, terutama di kalangan anak muda. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan wawasan tentang pertumbuhan dan implikasi bisnis periklanan di media sosial terhadap akses dan kinerja pemasaran produk atau jasa perusahaan.
Metode -
Sampel Dalam artikel ini, penulis melakukan studi kasus tentang peran iklan dalam meningkatkan volume penjualan produk Frestea dari PT. Coca-Cola Amatil Indonesia. Memasuki era digital seperti sekarang ini, berbagai macam industri mengalami perkembangan yang sangat pesat, begitupun dengan industri minuman. Menurut Kemenperin, industri minuman dan makanan merupakan salah satu industri yang memberikan sumbangan yang besar terhadap PDB dengan mencapai 34,95 persen pada triwulan III tahun 2017. Untuk jenis minumannya sendiri, menurut survei dari Nielsen mengenai beverage share of throat (proporsi penjualan industri minuman dari merek perusahaan tertentu), minuman teh menempati urutan kedua pada angka 23%. Data tersebut menunjukkan tingginya konsumsi terhadap produk dari industri minuman. Angka tersebut memunculkan persaingan yang ketat di antara perusahaan-perusahaan dengan produk teh, sehingga mendorong para pelaku industri untuk terus melakukan promosi untuk menjangkau para konsumen atau calon konsumen untuk membeli produknya. Beberapa merek minuman teh kemasan siap minum yang saling berkompetisi untuk menjadi yang terbaik bagi konsumen di Indonesia adalah Teh Botol Sosro, Teh Pucuk Harum, Frestea, Ultra Teh Kotak, Teh Gelas, dll. Untuk mencapai posisi tersebut perlu dilakukan sebuah promosi penjualan. Salah satu alat untuk melakukan promosi penjualan yang digunakan oleh perusahaan agar produk mereka dikenal oleh masyarakat adalah melalui beriklan.
Seiring perkembangan teknologi, media promosi semakin bertambah salah satunya melalui media internet. Dari studi kasus ini, peran iklan terhadap volume penjualan Frestea memiliki pengaruh yang sangat signifikan dan terhadap keputusan pembelian produk Frestea. Sehingga semakin tinggi terpaan iklan Frestea terhadap media periklanan akan berpengaruh terhadap peningkatan persentase pembelian produk Frestea.
Temuan
Temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa peran iklan media sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan volume penjualan produk Frestea dari PT. Coca-Cola Amatil Indonesia. Terpaan iklan Frestea terhadap media periklanan berpengaruh terhadap peningkatan persentase pembelian produk Frestea, serta komunikasi word of mouth juga berpengaruh positif terhadap peningkatan pembelian produk Frestea. Hal ini menunjukkan bahwa iklan media sosial dan komunikasi word of mouth memiliki peran yang penting dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap produk Frestea. Selain itu, temuan juga menunjukkan bahwa konsumen Indonesia memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap rekomendasi word of mouth, yang menunjukkan pentingnya pengaruh dari komunikasi antar konsumen dalam mempengaruhi keputusan pembelian. Penelitian ini juga menyoroti bahwa meskipun budget iklan yang besar dapat meningkatkan kesadaran konsumen terhadap produk, namun hal tersebut tidak selalu berdampak signifikan terhadap posisi top brand minuman teh kemasan siap minum seperti Frestea. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan strategi iklan yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan penjualan yang diinginkan.
Kesamaan &
Keunikan
Kesamaan dari jurnal-jurnal tersebut adalah fokus pada peran iklan dalam meningkatkan penjualan produk, baik melalui media sosial maupun media tradisional. Mereka juga menyoroti pentingnya promosi penjualan dalam mencapai target pasar dan meningkatkan kesadaran konsumen terhadap produk. Selain itu, jurnal-jurnal tersebut juga menekankan pentingnya strategi iklan yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan penjualan yang diinginkan.
Keunikan dari jurnal-jurnal tersebut adalah pendekatan yang berbeda dalam mengeksplorasi peran iklan dalam meningkatkan penjualan. Beberapa jurnal menekankan pengaruh iklan media sosial dan komunikasi word of mouth, sementara yang lain menyoroti pertumbuhan bisnis periklanan di media sosial dan implikasinya terhadap akses dan kinerja pemasaran produk atau jasa perusahaan. Selain itu, ada juga jurnal yang menyoroti peran iklan dalam konteks industri minuman dan makanan serta persaingan yang ketat di antara perusahaan-perusahaan dengan produk sejenis.
Penulis & Tanggal Rancang Bangun Aplikasi Pembelajaran Dasar Pemrograman Berbasis
Mobile Phone
Tujuan
Tujuan dari jurnal tersebut adalah untuk membahas pengembangan aplikasi pembelajaran dasar pemrograman berbasis mobile phone yang bertujuan untuk memfasilitasi dan mendukung pengguna dalam belajar pemrograman dengan menyediakan materi dan pertanyaan simulasi. Jurnal ini juga membahas latar belakang, pernyataan masalah, metodologi penelitian, dan dasar teoritis dari aplikasi tersebut. Jurnal ini juga memberikan gambaran tentang bahasa pemrograman Java dan konsep dasarnya.
Metode
Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data melalui observasi terhadap sumber yang telah ada, wawancara dengan narasumber terkait, dan studi literatur untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Selain itu, metode perancangan aplikasi yang digunakan adalah OOP (Object Oriented Programming).
Sampel
Latarnya adalah adanya kebutuhan akan aplikasi pembelajaran pemrograman yang dapat diakses melalui mobile phone. Dalam era teknologi yang semakin maju, penggunaan mobile phone telah menjadi hal yang umum dan banyak digunakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi pembelajaran pemrograman yang dapat diakses dengan mudah melalui mobile phone.
Temuan
Hasil temuan dalam penelitian ini adalah berhasil dikembangkan aplikasi pembelajaran dasar pemrograman berbasis mobile phone yang dapat memfasilitasi, mendorong, dan mendukung pengguna dalam belajar pemrograman. Aplikasi ini menampilkan materi mengenai konsep dasar, percabangan, perulangan, array, serta simulasi soal dan evaluasi soal.
Diharapkan aplikasi ini dapat membantu pengguna dalam memahami pemrograman dan meningkatkan minat mereka dalam belajar.
Kesamaan &
Keunikan
Kesamaan antara jurnal tersebut adalah keduanya membahas pengembangan aplikasi pembelajaran dasar pemrograman berbasis mobile phone. Kedua jurnal juga membahas latar belakang, permasalahan, dan metode penelitian yang digunakan.
Keunikan jurnal tersebut adalah jurnal pertama membahas rancangan antarmuka aplikasi, media pembelajaran, dan tampilan hasil evaluasi, sementara jurnal kedua memberikan saran untuk pengembangan aplikasi dengan menambahkan materi lanjutan seperti dasar-dasar Objek dan Kelas, serta pemahaman tentang pengenalan OOP (Object Oriented Programming).
Penulis & Tanggal Pergeseran Desain Komunikasi di Media Sosial (Tahun 2020)
Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas pergeseran desain komunikasi di media sosial, terutama dalam konteks penggunaan media sosial untuk propaganda politik, serta untuk mengeksplorasi dampak media sosial dalam kasus-kasus kontroversial seperti kasus Simulator SIM dan konflik antara KPK dan Polri. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menyoroti penggunaan media sosial sebagai alat untuk memobilisasi massa dan mempengaruhi opini publik, serta untuk menekankan perlunya regulasi yang lebih tegas untuk mengatur mekanisme pasar di jejaring sosial agar tidak banyak beredar spam yang merugikan masyarakat pengguna jejaring sosial.
Metode
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi (content analysis) dan dokumentasi perpustakaan. Metode kualitatif digunakan untuk menganalisis komunikasi audien yang secara tidak langsung dapat menentukan perilaku komunikan, sedangkan analisis isi digunakan untuk menganalisis konten yang disebarkan di media sosial. Selain itu, dokumentasi perpustakaan digunakan untuk mendapatkan data yang relevan dengan topik penelitian. Metode ini memungkinkan penulis untuk menyajikan informasi yang up to date sehingga menghasilkan data penelitian yang dapat menggambarkan terjadinya pergeseran desain komunikasi di media sosial.
Sampel
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi (content analysis) dan dokumentasi perpustakaan. Metode kualitatif digunakan untuk menganalisis komunikasi audien yang secara tidak langsung dapat menentukan perilaku komunikan, sedangkan analisis isi digunakan untuk menganalisis konten yang disebarkan di media sosial. Selain itu, dokumentasi perpustakaan digunakan untuk mendapatkan data yang relevan dengan topik penelitian. Metode ini memungkinkan penulis untuk menyajikan informasi yang up to date sehingga menghasilkan data penelitian yang dapat menggambarkan terjadinya pergeseran desain komunikasi di media sosial.
Temuan
Temuan penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki dampak yang signifikan dalam pergeseran desain komunikasi dan perilaku konsumen.
Penggunaan media sosial untuk propaganda politik dan mobilisasi massa telah mempengaruhi cara pandang dan perilaku manusia, serta memicu pergeseran pola pikir masyarakat (Nuruddin, 2011). Selain itu, penggunaan media sosial juga dapat mempengaruhi perilaku konsumen, terutama dalam konteks iklan dan pemasaran di media sosial (Lehcte, 2001). Dampak negatif juga terlihat dalam penyebaran konten spam dan informasi sampah yang merugikan pengguna media sosial (Arianto, 2011). Oleh karena itu, perlunya regulasi yang lebih tegas untuk mengatur mekanisme pasar di jejaring sosial agar tidak banyak beredar spam yang merugikan masyarakat pengguna jejaring sosial menjadi sangat penting (Arianto, 2011). Penelitian juga menyoroti perlunya pemahaman yang lebih kritis terhadap konten yang disebarkan di media sosial, serta kesadaran akan dampak propaganda politik dan iklan spam terhadap cara berpikir dan bertindak manusia (Nuruddin, 2011).
Kesamaan &
Keunikan
Kesamaan dari kedua jurnal tersebut adalah penggunaan metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi (content analysis) dalam penelitiannya. Kedua
jurnal juga menyoroti pergeseran desain komunikasi di media sosial dan dampaknya terhadap perilaku konsumen.
Keunikan dari jurnal pertama adalah penekanan pada pergeseran jejaring sosial yang bukan sekadar menginformasikan banyak hal, namun juga digunakan untuk kepentingan tertentu seperti memobilisasi massa.
Sementara itu, keunikan dari jurnal kedua adalah penekanan pada dampak media sosial dalam kasus-kasus kontroversial seperti kasus Simulator SIM dan konflik antara KPK dan Polri.
Penulis & Tanggal Penerapan Multimedia Interaktif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pemrograman (2 Juni 2023)
Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan multimedia interaktif sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pemrograman di SMK Negeri 1 Mempawah Hulu.
Penelitian ini juga bertujuan untuk menunjukkan bahwa penerapan multimedia interaktif dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa sehingga memenuhi kriteria ketuntasan..
Metode
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan multimedia interaktif sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pemrograman di SMK Negeri 1 Mempawah Hulu.
Penelitian ini juga bertujuan untuk menunjukkan bahwa penerapan multimedia interaktif dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa sehingga memenuhi kriteria ketuntasan.
Sampel
Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Mempawah Hulu di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang melibatkan 35 siswa dari kelas X TKJ 3 SMK N 1 Mempawah Hulu.
Data yang digunakan dalam penyelidikan ini adalah hasil belajar. Berbagai sumber data, termasuk instruktur mata pelajaran pemrograman dasar dan siswa kelas X TKJ 3, dikonsultasikan. Indikator kinerja penelitian ditentukan berdasarkan ketuntasan hasil belajar yaitu 75% dari jumlah siswa. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan proses pengamatan reflektif terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh pengajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Disebut sebagai proses karena PTK harus melewati empat tahapan yang disusun dalam satu siklus:
perencanaan (planning), pelaksanaan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Pada siklus pertama terdapat dua pertemuan/pertemuan tatap muka, satu kali.