• Tidak ada hasil yang ditemukan

MISIOLOGI “GEREJA MASA DEPAN BERORIENTASI PADA PELAYANAN”

N/A
N/A
Kristina Veronika Sianturi

Academic year: 2024

Membagikan "MISIOLOGI “GEREJA MASA DEPAN BERORIENTASI PADA PELAYANAN”"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

MISIOLOGI

“GEREJA MASA DEPAN BERORIENTASI PADA PELAYANAN”

Dosen Pengampu: Dra. Pestaria Naibaho M.Th

KELOMPOK 4 1. Friska Romauli Hutasoit ( 210101023) 2. Jelita Graze Parapat (210101021) 3. Alia Simorangkir ( 210101028) 4. Christopel Sipayung (210101004)

FALKUTAS ILMU PENDIDIKAN KRISTEN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TARUTUNG 2024

(2)

KATA PENGANTAR

Shalom…

Puji syukur kehadirat Tuhan Yesus Kristus, yang senantiasa memberikan kebajikan untuk kami kelompok 4 (Empat) sebagai penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah “Gereja Berorientasi Pada Pelayanan” sebagai salah satu syarat terpenuhinya tugas dari mata kuliah Missiologi. Ucapan terima kasih penulis haturkan juga kepada Ibu Dra. Pestaria Naibaho M.Th yang telah memberikan ilmu dan pemahaman yang sangat bermanfaat dalam tugas pembuatan makalah ini.

Makalah ini telah kami selesaikan dengan maksimal berkat kerjasama dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu kami sampaikan banyak terima kasih kepada segenap pihak yang telah berkontribusi secara maksimal dalam penyelesaian makalah ini. Diluar itu, penulis sebagai manusia biasa menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini, baik dari segi tata bahasa, susunan kalimat maupun isi. Oleh sebab itu dengan segala kerendahan hati , kami selaku penyusun menerima segala kritik dan saran yang membangun dari pembaca.

Demikian yang bisa kami sampaikan, semoga makalah ini dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat nyata.

Sipoholon , Januari 2024

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...I

BAB I...4

PENDAHULUAN...4

1.1 Latar Belakang Masalah...4

1.2 Rumusan Masalah...4

1.3 Tujuan Penulisan...4

BAB II...5

PEMBAHASAN...5

2.1 Pengertian Gereja Masa Depan...5

2.2 Orientasi gereja pada pelayanan...5

2.3 Tugas Pelayanan Gereja...6

BAB III...10

PENUTUP...10

3.1 Kesimpulan...10

3.2 Saran...10

DAFTAR PUSTAKA...11

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Secara filosofis filosofis masa depan merujuk pada rentang waktu yang masih ada di depan yang akan dimasuki setelah aktivitas masa kini berakhir.Pertobatan merupakan seruan utama Yohanes Pembaptis agar meluruskan jalan bagi kedatangan Tuhan Yesus. Saat ini juga seruan pertobatan bagi Umat Tuhan bergema dimana-mana menjelang kedatangan Tuhan didalam dan melalui putra –Putra Elohim. Pertobatan Umat Tuhan akan membuat, “Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan”. Kalau demikian, bagaimana kondisi gereja masa depan sebelum kedatangan Tuhan didalam dan melalui putra- putra Elohim? era “mega Church” akan berakhir. Apa yang saya maksud dengan mega Church adalah Denominasi yang besar, dengan gedungnya yang megah dan jumlah jemaat yang banyak, serta tokoh kunci yang sangat karismatik didalamnya… era seperti ini sedang berakhir… Sebaliknya, Umat Tuhan akan kembali ke rumah, dimana terjadi pemulihan hubungan bapa-anak, dan juga membaur kedalam masyarakat (komunitasnya) untuk menjadi garam dan terang disitu.

Kedua, Umat Tuhan mulai memahami ibadah, bukan lagi sebagai ritual di gedung dengan segala aturan- aturan nya, melainkan memahami ibadah sebagai gaya hidup sehari-hari yang dipimpin Roh

1.2 Rumusan Masalah

1. Pengertian Gereja Masa Depan ?

2. Bagaimana Gereja berorientasi pada pelayanan?

3. Apa saja yang dilakukan gereja masa depan pada pelayanan?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui Pengertian Gereja masa depan 2. Untuk mengetahui Gereja berorientasi pada pelayanan

3. Untuk Mengetahui yang dilakukan gereja masa depan pada pelayan

(5)

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Gereja Masa Depan

1. Defenisi Gereja masa Depan

Gereja masa depan adalah gereja yang tidak lagi terlihat perbedaan antara

“pendeta” dan “jemaat”. Hal ini disebabkan semua anggota gereja mulai berfungsi sebagai imam didalam komunitasnya. Tidak ada lagi istilah “pelayan full timer”.

Tidak ada lagi “pelayan Tuhan” yang digaji bulanan karena pelayanannya. Semua pelayan gereja hidup dari iman atau menjalankan usaha bagi kehidupannya.

Fungsi Gereja menurut tafsiran Don Hoke: Don Hoke menafsirkan Program dan Fungsi Gereja dari dua pandangan. Yaitu menurut pandangan yang umum diterima dan menurut Pandangan Alkitab, Menurut Pandangan yang umum diterima yaitu Kegiatan-kegiatan gereja adalah sebagai berikut Penggembalaan Missi/Pekabaran Injil,Pemberitaan Firman,Pendidikan Kristen,Penatalayanan Ibadah, Semua kegiatan ini dilakukan dengan berpusat kepada Kristus.

2.2 Orientasi gereja pada pelayanan 1. Pengertian gereja dalam pelayanan

Berdasarkan KBBI kata layanan berarti perihal atau cara melayani. Jadi layanan Gereja adalah perihal pelayanan gereja atau cara gereja melayani jemaat.

Dalam perjanjian Baru ada banyak ungkapan yang digunakan untuk menggambarkan tentang Gereja. Salah satu kata yang digunakan untuk merujuk Gereja adalah

“kuriakos” yang berarti “kepunyaan atau harta milik Tuhan. Hal ini menjelaskan bahwa gereja adalah aset Kerajaan Allah, dimana Tuhan sebagai pemilik atau pemimpin tertingginya. Istilah lain yang umum digunakan adalah “Ekklesia” – istilah yang sering dipakai Yesus dan para rasul di dalam Perjanjian Baru. Makna harfiah kata ini adalah “Untuk Memanggil Keluar.” Berdasarkan dua kata Yunani, yaitu kata kuriakos dan ekklesia dapat dimengerti bahwa gereja merupakan alat (instrument) kepunyaan Allah untuk mengeluarkan manusia dari dosa (kejahatan) kepada kemuliaan yang berasal dari Allah. Jadi Gereja merupakan instrumen Allah, atau kantor cabang Kerajaan Sorga, yang bertugas dan bertanggung jawab menyelesaikan

(6)

tugas dari kantor pusat (Kerajaan Sorga). Bila disimpulkan definisi “layanan gereja”

adalah cara gereja melayani jemaat, dimana gereja merupakan instrument Allah untuk membawa manusia kepada terang Allah yang ajaib

Missi dan pemberitaan Firman dianggap menjadi sebagian dari kegiatan Gereja yang porsinya sama dengan kegiatan kegiatan lain.

Menurut Pandangan Alkitab yaitu

1. Kegiatan kegiatan gereja meliputi, Penggembalaan, Penatalayanan, Ibadah dan Pendidikan Kristen. Semua kegiatan-kegiatan ini berpusat pada Kristus.

2. Menurut Alkitab, semua kegiatan Gereja, yaitu penggembalaan, Penatalayanan, Ibadah dan Pendidikan Kristen, diarahkan adalah dalam rangka Missi dan pekabaran Injil. Don Hoke tidak membedakan Missi dengan Evangelisasi.

3. Semua Kegiatan Gereja yang berpusat pada Kristus dan dilakukan dalam rangka Missi adalah diarahkan kepada Dunia. Dunia yang dimaksud adalah Dunia secara utuh. Tidak hanya manusia tetapi juga seluruh mahluk (Markus 16:15).

2. Dasar Alkitabiah Pelayanan dalam gereja

Pelayanan gereja merupakan kegiatan yang dilakukan oleh gereja didasarkan pada visi dan misi gereja. Adapun visi dari setiap gereja bersumber dari Firman Tuhan yang tertulis di dalam InjilMarkus 16 : 15-16, yang mengatakan :“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dandibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum”. Demikianlah nats Markus 16 : 15-16 menjadi sumber visi dari semua gereja yang mendasarkaniman kepercayaannya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan. Pada hakikatnya gereja merupakanpersekutuan orang percaya yang secara rohani digambarkan sebagai Tubuh Kristus, dengan Kristus sebagai Kepala Gereja. Sementara itu, dalam perjalanan menuju visinya, gereja dalam pengertian tersebut memiliki dua tugas pelayanan utama. Kedua tugas pelayanan tersebut adalah “tugas pelayanan ke luar, yaitu memberitakan Injil (pekabaran Injil), dan “tugas pelayanan kedalam”, yaitu memelihara kondisi seluruh warga jemaat agar bisa melaksanakan pekabaran Injl sebagai misi utama gereja. Kata Injil berasal dari bahasa Yunani euaggelion : yang berarti kabarbaik atau gembira. Kabar baik atau gembira tersebut diyatakan dalam Injil Yohanes 14 : 6, yang menyatakan :“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui aku”.Dari ayat tersebut diatas, dapat dikatakan bahwa

(7)

kegiatan utama dalam pelayanan pekabaran Injiladalah memberitakan jalan keselamatan di dalam Yesus Kristus.

2.3 Tugas Pelayanan Gereja

Banyak Gereja memiliki tujuan pelayanan untuk membawa sebanyak mungkin orang menjadi anggotanya. Diharapkan anggotanya rajin pergi ke gereja mengikuti kebaktian dan berbagai aktivitas Rohani lainnya.

Gereja dipanggil Untuk benar benar mengubah manusia “ normal menurut dunia” menjadi manusia “normal menurut ukuran Tuhan”. Pada dasarnya, misi atau tugas gereja meliputi dua fungsi, yaitu ke dalam (pelayanannya memelihara pertumbuhan kehidupan rohani para anggota jemaatnya) dan ke luar (pelayanannya terhadap dunia luar).

 Fungsi ke Dalam 1. Persekutuan

Setiap gereja merupakan suatu persekutuan yang berkumpul bersama untuk menyembah Allah. Gereja terdiri dari seluruh keluarga Allah yang berkumpul untuk bersekutu (koinonia dalam persekutuan dengan semua orang percaya -- apapun kondisi masing-masing mereka -- bersaudara, saling mengasihi dan membantu bagi terwujudnya perkembangan masing-masing. Semua orang percaya wajib dibangun dalam iman yang benar, melalui pelajaran yang benar dan sakramen-sakramen gereja, bagi tercapainya tujuan bersama, yaitu menjadi serupa dengan Kristus. Jemaat harus dilengkapi untuk dapat hidup benar dan setia melakukan kewajiban-kewajibannya, baik terhadap gereja, sesama orang percaya, maupun terhadap tugas ke luar gereja.

Dengan persekutuan yang tertata dan persekutuan yang bermutu akan menghasilkan kekuatan bagi umat Allah Kekuatan itu meliputi moral, material, sumber daya manusia dan kekuatan Roh. Memang secara hakiki, gereja adalah Kesatuan dalam Kristus (oneness in Christ). Kebersamaan dalam pelayanan untuk Kristus, dan saling ketergantungan satu dengan yang lain dalam suatu keluarga.

Memang dalam rangka pertumbuhan gereja, persekutuan yang tertata menghasilkan kebersamaan, baik dalam hal berdoa, dana dan memberita-kan injil.

Dalam cara hidup jemaat mula-mula sudah nampak persekutuan yang tertata:

 Mereka tekun dalam persekutuan (Kis. 2:42)

 Mereka sehati sejiwa (Kis.4:32)

(8)

 Mereka saling memperhatikan kepentingan orang lain, dan saling memberi (Kis 4:32-35).Tidak seperti Jemaat Korintus yang mengalami perselisihan dan perpecahan (I Kort. 1: 10-17).

2. Mengutamakan konsep Alkitabiah (Biblical Conceptualization)

Mengapa masih banyak orang kristen yang melakukan perbuatan perbuatan yang memalukan dengan dalih mempertahankan kebenaran dan keadilan dalam gereja? Semua dinamika, perkembangan, kemajuan material/

fisik dalam gereja harus selalu ditinjau dari segi konsep Alkitab. Yesus dan Para Rasul sendiri didalam tugasnya mengajar dan memberitakan injil selalu mengacu pada konsep Firman Allah yang tertulis dalam Kitab suci (Khotbah Yesus di Bukit Matius 5-7, Surat II Korintus)

 Fungsi ke Luar

Fungsi ini meliputi baik tugas pemberitaan Injil (kerygma) maupun tugas pelayanan sosial (diakonia). Adapun tugas pelayanan sosial merupakan tugas di bawah tugas pemberitaan Injil yang tidak dapat dipisahkan dari tugas pemberitaan Injil karena tugas utama gereja adalah menginjili dunia, dan bukan menyempurnakan kesejahteraan sosial masyarakat. Penginjilan adalah usaha memberitakan kabar mahabaik tentang Yesus Kristus, yang melalui kematian dan kebangkitan-Nya, menebus dosa umat manusia, sehingga mereka yang mau percaya dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juru Selamat, memeroleh pengampunan Allah dan kehidupan kekal.

1. Penginjilan

penginjilan dalam rangka tugas gereja pada pelayanan juga memperhatikan masyarakat setempat. Pendekatan yang memperhatikan masyarakat setempat bukan harus bertentangan dengan konsep Alkitab. Fungsi Gereja / Orang Kristen sebagai garam dan terang bagi dunia, mengharuskan penginjilan memperhatikan masyarakat setempat. Adat istiadat / Budaya/Struktur sosial / ekonomi masyarakat setempat harus dihargai sepanjang tidak bertentangan dengan konsep Alkitab.

Yesus sendiri didalam penginjılan Nya sering memperhatikan masyarakat setempat. Misalnya,Dia ikut Pesta Kawin di Kana (Yohannes 2) Yesus masuk dan mengajar di Sinagoge, Yesus pergi ke Danau Galilea, Yesus masuk ke rumah Zekheus Demikian juga Rasul Paulus.

(9)

Di tanah Batak, Penginjil Nommensen sangat berhasil dalam memacu pertumbuhan gereja adalah juga karena dia sangat consern dengan keadaan masyarakat setempat Dia mempelajari budaya masyarakat setempat, dia berhasil mendekati Raja Pontas Lumban Tobing di Sılındung, sehingga tokoh masyarakat Batak di masa itu banyak membantu keberhasilan penginjilan di Silindung Batak Tetapi sebaliknya, Penginjil Munson dan Layman, Penginjil Burton dan Ward yang datang sebelum Nommensen, gagal mengadakan penginjilan di tanah Batak, salah satu penyebabnya ialah ketidakmampuan memperhatikan/memehami keadaan masyarakat setempat

2. Pendekatan yang berwawasan lingkungan (Penggunaan sarana pendukung) [Environmental Accomodation]

Didalam Alkitab Perjanjian Baru, cara pendekatan yang mempergunakan sarana pendukung dari lingkungan, telah dilakukan oleh Rasul Paulus. Misalnya, sewaktu Paulus Atena, dia mempergunakan tulisan pada mesbah dewa yang berbunyi: Kepada Allah yang tidak dikenal Paulus berkata, Apa yang kamu sembah tapi tidak mengenalNya, itulah yang kuberitakan kepadamu (Kisah 17 23). Paulus juga mempergunakan pertentangen paham antara golongan Farisi dengan Saduki tentang Kebangkitan orang mati, untuk bersaksi dan sekaligus menyelamatkan dirinya (Kis. 23:6-11).

Dalam rangka penginjilan dan pertumbuhan gereja di dunia, tidaklah efektif apabila sarana pendukung yang tersedia di lingkungan tidak dipergunakan.

(10)

BAB III PENUTUP

3..1 Kesimpulan

Gereja masa depan adalah gereja yang tidak lagi terlihat perbedaan antara

“pendeta” dan “jemaat”. Hal ini disebabkan semua anggota gereja mulai berfungsi sebagai imam didalam komunitasnya. Tidak ada lagi istilah “pelayan full timer”. Tidak ada lagi “pelayan Tuhan” yang digaji bulanan karena pelayanannya. Semua pelayan gereja hidup dari iman atau menjalankan usaha bagi kehidupannya. Berdasarkan KBBI kata layanan berarti perihal atau cara melayani. Jadi layanan Gereja adalah perihal pelayanan gereja atau cara gereja melayani jemaat. Dalam perjanjian Baru ada banyak ungkapan yang digunakan untuk menggambarkan tentang Gereja. Salah satu kata yang digunakan untuk merujuk Gereja adalah “kuriakos” yang berarti “kepunyaan atau harta milik Tuhan. Gereja dipanggil Untuk benar benar mengubah manusia “ normal menurut dunia” menjadi manusia “normal menurut ukuran Tuhan”. Pada dasarnya, misi atau tugas gereja meliputi dua fungsi, yaitu ke dalam (pelayanannya memelihara pertumbuhan kehidupan rohani para anggota jemaatnya) dan ke luar (pelayanannya terhadap dunia luar 3.2 Saran

Makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk perbaikan makalah kedepannya.

(11)

DAFTAR PUSTAKA

Halim, Irwan. 2020. Menumbuhkan Murid Kristus sejati yang Hidup dalam karakter Ilahi.

Yogyakarta : PBMR ANDI, 2020.

Kuiper, Arie de. 2008. Missiologia. Jakarta : PT BPK Gunung Mulia, 2008.

Stevanus, Kalis. 2019. Pedoman dan Metode Praktis Untuk Mewartakan Kabar baik Sampai Ke Ujung Bumi. YogYakarta : Penerbit ANDI, 2019.

Timo, Ebenhaizer Nuban. 2020. Gereja Masa Kini dan Masa Depan. 2020.

Pdt. SAM Silitonga, M., Dr. Simion D. Harianja, M., & Dra. Pestaria Naibaho, M. (2009).

Mssiologi, Alkitabiah dan pendidikan. Jawa Barat: CV. Cipta Sarana Mandiri.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan kualitas kepemimpinan rohani dan pelayanan yang sungguh- sungguh dari seorang pendeta jemaat untuk tetap fokus kepada misi gereja di dunia ini, maka kualitas kerohanian

Dengan demikian kondisi sekarang penulis merasa bahwa sangat baik dan relevan untuk digunakan sebagai strategi pelayanan untuk mencapai pertumbuhan gereja, situasi pandemi

Penyimpangan-penyimpangan keuangan tersebut pada umumnya terjadi karena kekurang-pedulian anggota organisasi gereja, khu- susnya dalam hal pengawasan keuangan yang merupakan bagian

Agar setiap orang percaya bisa mengalami pertumbuhan rohani sebagaimana dikehendaki Allah, ia perlu membuat komitmen di dalam satu gereja lokal, untuk menjadi jemaat yang

Pengajaran menjadi salah satu hal yang penting dalam pertumbuhan iman warga jemaat, sehingga para pimpinan gereja sangat memperhatikan hal ini agar jemaat yang

PF : Sebagai gereja Yesus Kristus, kita dipanggil untuk berperan- serta dalam mengerjakan misi Allah, yaitu karya Allah yang membebaskan dunia dan manusia kepada kehidupan

merumuskan relevansi dari konsep pengudusan teologi Reformasi sebagai proses pertumbuhan rohani orang percaya dalam proses pengudusannya yang meliputi kehidupan pribadi,

Para gembala menyadari bahwa untuk mengalami pertumbuhan gereja tidak cukup hanya dengan pertum- buhan biologis dengan anggota jemaat yang melahirkan maupun karena