• Tidak ada hasil yang ditemukan

ml1. tata cara pembentukan jabatan pelaksana

N/A
N/A
Nurul Huda Ulinnuha

Academic year: 2025

Membagikan "ml1. tata cara pembentukan jabatan pelaksana"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PEMBENTUKAN JABATAN PELAKSANA DI LINGKUNGAN

KEMENTERIAN KEUANGAN

(2)

01. PENDAHULUAN:INFRASTRUKTUR ORGANISASI

Pembentukan struktur organisasi melalui

penetapan PMK organisasi dan tata

kerja

Pelaksanaan analisis jabatan bagi jabatan struktural/pimpinan non eselon  informasi

jabatan dan uraian jabatan

Evaluasi jabatan bagi jabatan struktural/pimpinan non eselon  grading

jabatan struktural/pimpinan

non eselon

Evaluasi jabatan pelaksana melalui pembentukan jabatan

pelaksana pada unit terkecil  KMK jabatan

dan peringkat pelaksana

Pelaksanaan analisis jabatan bagi jabatan pelaksana  uraian jabatan pelaksana

Berdasarkan PermenPAN 45 tahun 2022 tentang Jabatan Pelaksana PNS di lingkungan Instansi Pemerintah, Jabatan Pelaksana adalah

sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas pelaksanaan kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan Pembangunan.

Jabatan Pelaksana di Kementerian Keuangan dibentuk setelah infrastruktur bagi jabatan struktural/pimpinan non eselon telah selesai disusun.

Untuk itu, perlu disusun pedoman pembentukan jabatan dan peringkat bagi jabatan pelaksana di lingkungan Kementerian Keuangan guna

memberikan acuan Unit Eselon I/non Eselon yang bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan dalam pembentukan jabatan pelaksana.

(3)

DEFINISI JENIS JABATAN

PELAKSANA PEMBENTUKAN

JABATAN PELAKSANA

PENETAPAN PEJABAT PELAKSANA KE DALAM

JABATAN PELAKSANA Ketentuan Lain

02 POKOK-POKOK PENGATURAN PMK 200/2022

Jabatan Pelaksana Umum

Jabatan Pelaksana Khusus

Jabatan Pelaksana Tugas Belajar Jabatan Pelaksana Tertentu

Jabatan Pelaksana Kemenke u

Diberikan peringkat jabatan sesuai hasil evaluasi jabatan yang berlaku

Kedudukan JP:

Dibawah JPTM, JPTP, Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas atau Jabatan Pimpinan pada unit non Eselon

Hasil pembentukan Jabatan Pelaksana ditetapkan dalam KMK yang di ttd SJ a.n. MK Dibentuk dengan mengacu pada tata cara

pembentukan yang diatur dalam KMK

Penetapan dalam Jabatan Pelaksana

Dasar penetapan minimal:

1. Pangkat/golongan ruang 2. Pendidikan

3. Formasi

4. Hasil pengelolaan kinerja 5. Riwayat hukdis

Penetapan mengacu pada mekanisme yang ditetapkan dalam KMK

Penetapan oleh JPTP a.n. JPTM, untuk non eselon mengacu pada manajemen SDM non eselon

Penetapan karena hukdis mengacu pada mekanisme yang ditetapkan dalam KMK hukdis

Monev dilakukan oleh Setjen dan UE I

Distribusi hasil pembentukan jabatan dan penetapan dalam jabatan pelaksana

Ketentuan peralihan

Jabatan Pelaksana

(4)

Pengertian- Pengertian dalam PMK 200/2022

1. Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai pegawai aparatur sipil negara secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.

2. Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) adalah warga negara Indonesia yang melamar, lulus seleksi, dan diangkat untuk dipersiapkan menjadi PNS sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

3. Jabatan Pelaksana adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas pelaksanaan kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan.

4. Pejabat Pelaksana adalah CPNS dan PNS di lingkungan Kementerian Keuangan yang menduduki Jabatan Pelaksana.

5. Formasi Jabatan Pelaksana yang selanjutnya disebut Formasi

adalah kebutuhan jabatan dan: peringkat bagi Jabatan Pelaksana

pada unit kerja terkecil sesuai dengan ketentuan mengenai jabatan

dan peringkat bagi Jabatan Pelaksana di lingkungan Kementerian

Keuangan.

(5)

Pedoman untuk membentuk jabatan pelaksana pada unit kerja terkecil

Pedoman untuk menetapkan pejabat pelaksana dalam jabatan dan peringkat bagi

jabatan pelaksana

Pedoman pelaksanaan monitoring dan evaluasi atas implementasi mekanisme

penetapan jabatan dan peringkat bagi pelaksana

A. Pembentukan Jabatan Pelaksana

B. Mekanisme Penetapan Jabatan dan Peringkat

bagi Pelaksana

C. Monitoring dan Evaluasi

03 POKOK-POKOK PENGATURAN KMK 54/2023

(Turunan dari PMK 200/2022)

(6)

A. PEMBENTUKAN JABATAN PELAKSANA

Atasan Langsung

Jabatan Pelaksana Umum Jabatan Pelaksana Khusus Jabatan Pelaksana Tugas Belajar Jabatan Pelaksana Tertentu

Pejabat Pelaksana

Calon Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Negeri Sipil Kementerian Keuangan yang menduduki Jabatan Pelaksana dan tidak termasuk Jabatan Pimpinan pada unit organisasi non eselon di lingkungan Kementerian Keuangan

JPTM atau Jabatan Pimpinan pada unit organisasi non eselon yang memiliki bobot jabatan dalam rentang (range) peringkat jabatan bagi JPTM;

JPTP atau Jabatan Pimpinan pada unit organisasi non eselon yang memiliki bobot jabatan dalam rentang (range) peringkat jabatan bagi JPTP

Jabatan Administrator atau Jabatan Pimpinan pada unit organisasi non eselon yang memiliki bobot jabatan dalam rentang (range) peringkat jabatan bagi Jabatan

Administrator; atau

Jabatan Pengawas atau Jabatan Pimpinan pada unit organisasi non eselon yang memiliki bobot jabatan dalam rentang (range) peringkat jabatan bagi Jabatan Pengawas

(persyaratan

pangkat/golongan ruang dan pendidikan)

(persyaratan pendidikan dan/atau masa kerja)

(menjalankan tugas belajar secara penuh waktu selama paling sedikit 6 (enam) bulan)

(persyaratan tertentu selain

Jabatan Pelaksana Umum, Jabatan Pelaksana Khusus, dan Jabatan Pelaksana Tugas Belajar)

Mekanisme Pembentukan JPU

1 Mekanisme

Pembentukan JPK

2 Mekanisme

Pembentukan JPTB

3 Mekanisme

Pembentukan JPT

4

KMK Jabatan dan Peringkat Pelaksana yang dittd oleh SJ a.n. MK

dan dicantumkan dalam sistem informasi sumber daya manusia Kementerian Keuangan dan dijabarkan lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal

(7)

Mekanisme Pembentukan JPU 1

Jabatan Penelaah Teknis Kebijakan:

dukungan teknis dalam rangka penyiapan bahan berdasarkan urusan pemerintahan Jabatan Penata Layanan Operasional:

kegiatan pelayanan dan pengelolaan layanan teknis

Jabatan Pengolah Data dan Informasi:

pengelolaan, verifikasi, dan penyusunan terhadap data, dan laporan berdasarkan urusan pemerintahan

Jabatan Pengadministrasi Perkantoran:

kegiatan dukungan administrasi perkantoran, pemerintahan, dan pelayanan publik (customer service

Nomenklatur Jabatan Pelaksana lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan:

AR, PK, Juru sita, Penilai Aset dll

A. Jenis JPU B. Ketentuan Pembentukan

mengacu pada peringkat jabatan atasan langsung.

memperhatikan penyelarasan terhadap tugas dan peran pada jabatan dimaksud dalam suatu unit organisasi terkecil dengan ketentuan sebagai berikut:

 atasan langsung JPTM, JPTP atau JA, JPU dibentuk sampai dengan peringkat 12;

 atasan langsung Jabatan Pengawas grade tertinggi, JPU dibentuk sampai dengan peringkat 12;

 atasan langsung Jabatan Pengawas grade satu tingkat lebih rendah dari grade tertinggi, JPU dibentuk sampai dengan peringkat 11 dan dapat dibentuk sampai dengan peringkat 12 dengan memperhatikan kompleksitas dan jenis pekerjaan; atau

 atasan langsung Jabatan Pengawas grade terendah, JPU dibentuk sampai dengan peringkat 10 dan dapat dibentuk sampai dengan

peringkat 11 dengan memperhatikan kompleksitas dan jenis pekerjaan.

memperhatikan penyelarasan implementasi Jabatan Fungsional pada unit

organisasi terkecil Jabatan Pelaksana berkedudukan.

(8)

RINCIAN JABATAN PELAKSANA UMUM

JPU yang bisa dibuka untuk CPNS JPU yang tidak bisa dibuka untuk CPNS

Grade 1 2 3 4 5 6 7 8

12 Penelaah Teknis Kebijakan Tk I III/c

S-1/D-4 Penata Layanan Operasional Tk I III/c/

S-1/D-4 Penelaah

Keberatan Tk. I III/c/

S-1/D-4

11 Penelaah Teknis Kebijakan Tk II III/b

S-1/D-4 Penata Layanan Operasional Tk II III/b

S-1/D-4 Penelaah

Keberatan Tk. II III/b/

S-1/D-4 Account Representative

Tk. I

III/b/

S-1/D-4 Juru Sita Tk. I III/b/

S-1/D-4 Penilai Aset Tk. I III/b/

S-1/D-4

10 Penelaah Teknis Kebijakan Tk III III/a

S-1/D-4 Penata Layanan Operasional Tk III III/a

S-1/D-4 Pengolah Data dan Informasi Tk. I III/a/

D-3 Penelaah

Keberatan Tk. III III/a/

D-3 Account Representative

Tk. II

III/a/

D-3 Juru Sita Tk. II III/a/

D-3 Penilai Aset Tk. II III/a/

D-3

9 Penelaah Teknis Kebijakan Tk IV III/a

S-1/D-4 Penata Layanan Operasional Tk IV III/a

S-1/D-4 Pengolah Data dan Informasi Tk II II/d/

D-3 Penelaah

Keberatan Tk. IV II/d/

D-3 Account Representative

Tk. III

II/d/

D-3 Juru Sita Tk. III II/d/

D-3 Penilai Aset TK. III II/d/

D-3

8 Penelaah Teknis Kebijakan Tk V III/a

S-1/D-4 Penata Layanan Operasional Tk V III/a

S-1/D-4 Pengolah Data dan Informasi Tk III II/c/

D-3 Pengadministrasi perkantoran Tk I II/c/

D-1 Penelaah

Keberatan Tk. V II/c/

D3 Account

Representative Tk. IV

II/c/

D-3 Juru Sita Tk. IV II/c/

D-1 Penilai Aset Tk. IV II/c/

D-1

7 Pengolah Data dan

Informasi Tk IV II/c/

D-3 Pengadministrasi perkantoran Tk II II/b/

D-1 Account

Representative Tk. V

II/c/

D-3 Juru Sita Tk. V II/b/

D1

6 Pengolah Data dan

Informasi Tk V II/c/

D-3 Pengadministrasi perkantoran Tk III II/a/

SLTA Sederajat

Juru Sita Tk. VI II/a/

SLTA Sederajat

5 Pengadministrasi

perkantoran Tk IV I/d/

SLTA Sederajat

4 Pengadministrasi

perkantoran Tk V I/c/

SLTA

Sederajat

(9)

02 PEMBENTUKAN JABATAN PELAKSANA

Mekanisme Pembentukan JPK 2

dilakukan pada unit organisasi terkecil yang menyelenggarakan urusan dukungan pimpinan kepada:

1) Menteri Keuangan;

2) Wakil Menteri Keuangan;

3) Jabatan Pimpinan Tinggi Madya/Jabatan Pimpinan pada unit organisasi non eselon dengan bobot jabatan dalam rentang (range) peringkat jabatan bagi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya;

4) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama/Jabatan Pimpinan pada unit organisasi non eselon dengan bobot jabatan dalam rentang (range) peringkat jabatan bagi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang mempunyai peta strategi;

dan

5) Jabatan Administrator yang mempunyai peta strategi.

Jabatan Pelaksana Khusus merupakan Jabatan Penata Keprotokolan

No. Nomenklatur Jabatan Peringkat

Jabatan

Syarat pendidikan

Syarat Gol./

Ruang

1. Penata Keprotokolan Menteri/Wakil Menteri

Sekretaris/ Pengemudi/

Ajudan bagi Menteri/Wakil Menteri

12 D-I II/a

2. Penata Keprotokolan Tk.

I

Sekretaris/ Pengemudi/

Ajudan bagi Eselon I, Sekretaris/ Pengemudi/

Ajudan bagi Pimpinan Lembaga non Eselon A, dengan masa kerja paling sedikit 4 tahun

12 D-I II/a

3. Penata Keprotokolan Tk.

II

Sekretaris/ Pengemudi/

Ajudan bagi Eselon I, Sekretaris/ Pengemudi/

Ajudan bagi Pimpinan Lembaga non Eselon A, dengan masa kerja paling sedikit 2 tahun

Protokol dengan masa kerja paling sedikit 6 tahun

11 D-I II/a

4. Penata Keprotokolan Tk.

III

Sekretaris/ Pengemudi/

Ajudan bagi Eselon I, Sekretaris/ Pengemudi/

Ajudan bagi Pimpinan Lembaga non Eselon A, dengan masa kerja kurang dari 2 tahun

Sekretaris/ Pengemudi bagi Eselon II/Eselon III yang mempunyai peta strategi, Sekretaris/ Pengemudi bagi Pimpinan Lembaga non Eselon B, dengan masa kerja paling sedikit 4 tahun

Protokol dengan masa kerja paling sedikit 4 tahun

10 D-I II/a

5. Penata Keprotokolan Tk.

IV

Sekretaris/ Pengemudi bagi Eselon II/Eselon III yang mempunyai peta strategi, Sekretaris/ Pengemudi bagi Pimpinan Lembaga non Eselon B dengan masa kerja paling sedikit 2 tahun

Protokol dengan masa kerja paling sedikit 2 tahun

9 D-I II/a

6. Penata Keprotokolan Tk.

V

Sekretaris/ Pengemudi bagi Eselon II/Eselon III yang mempunyai peta strategi, Sekretaris/ Pengemudi bagi Pimpinan Lembaga non Eselon B dengan masa kerja kurang dari 2 tahun

Protokol dengan masa kerja kurang dari 2 tahun

8 D-I II/a

Tugas Jabatan

No. Nomenklatur Jabatan Peringkat

Jabatan

Syarat pendidikan

Syarat Gol./

Ruang

1. Penata Keprotokolan Menteri/Wakil Menteri

Sekretaris/ Pengemudi/

Ajudan bagi Menteri/Wakil Menteri

12 D-I II/a

2. Penata Keprotokolan Tk.

I

Sekretaris/ Pengemudi/

Ajudan bagi Eselon I, Sekretaris/ Pengemudi/

Ajudan bagi Pimpinan Lembaga non Eselon A, dengan masa kerja paling sedikit 4 tahun

12 D-I II/a

3. Penata Keprotokolan Tk.

II

Sekretaris/ Pengemudi/

Ajudan bagi Eselon I, Sekretaris/ Pengemudi/

Ajudan bagi Pimpinan Lembaga non Eselon A, dengan masa kerja paling sedikit 2 tahun

Protokol dengan masa kerja paling sedikit 6 tahun

11 D-I II/a

4. Penata Keprotokolan Tk.

III

Sekretaris/ Pengemudi/

Ajudan bagi Eselon I, Sekretaris/ Pengemudi/

Ajudan bagi Pimpinan Lembaga non Eselon A, dengan masa kerja kurang dari 2 tahun

Sekretaris/ Pengemudi bagi Eselon II/Eselon III yang mempunyai peta strategi, Sekretaris/ Pengemudi bagi Pimpinan Lembaga non Eselon B, dengan masa kerja paling sedikit 4 tahun

Protokol dengan masa kerja paling sedikit 4 tahun

10 D-I II/a

5. Penata Keprotokolan Tk.

IV

Sekretaris/ Pengemudi bagi Eselon II/Eselon III yang mempunyai peta strategi, Sekretaris/ Pengemudi bagi Pimpinan Lembaga non Eselon B dengan masa kerja paling sedikit 2 tahun

Protokol dengan masa kerja paling sedikit 2 tahun

9 D-I II/a

6. Penata Keprotokolan Tk.

V

Sekretaris/ Pengemudi bagi Eselon II/Eselon III yang mempunyai peta strategi, Sekretaris/ Pengemudi bagi Pimpinan Lembaga non Eselon B dengan masa kerja kurang dari 2 tahun

Protokol dengan masa kerja kurang dari 2 tahun

8 D-I II/a

Tugas Jabatan

(10)

dilakukan pada unit organisasi dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan

Mekanisme Pembentukan JPTB 3

02 PEMBENTUKAN JABATAN PELAKSANA

No. Nomenklatur Jabatan Peringkat Jabatan 1. Pelaksana Tugas Belajar Tk. I 12 2. Pelaksana Tugas Belajar Tk. II 11 3. Pelaksana Tugas Belajar Tk. III 10 4. Pelaksana Tugas Belajar Tk. IV 9 5. Pelaksana Tugas Belajar Tk. V 8 6. Pelaksana Tugas Belajar Tk. VI 7 7. Pelaksana Tugas Belajar Tk. VII 6 8. Pelaksana Tugas Belajar Tk. VIII 5 9. Pelaksana Tugas Belajar Tk. IX 4 No. Nomenklatur Jabatan Peringkat Jabatan 1. Pelaksana Tugas Belajar Tk. I 12 2. Pelaksana Tugas Belajar Tk. II 11 3. Pelaksana Tugas Belajar Tk. III 10 4. Pelaksana Tugas Belajar Tk. IV 9 5. Pelaksana Tugas Belajar Tk. V 8 6. Pelaksana Tugas Belajar Tk. VI 7 7. Pelaksana Tugas Belajar Tk. VII 6 8. Pelaksana Tugas Belajar Tk. VIII 5 9. Pelaksana Tugas Belajar Tk. IX 4

Pawang Anjing

Instruktur Pawang Anjing

Awak Kapal Patroli (+26 Jabatan)

ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan, termasuk mekanisme penetapannya

Mekanisme Pembentukan JPT

4

(11)

3. Implementasi Pembentukan Jabatan Pelaksana Kemenkeu

1. Kantor Pusat Kementerian Keuangan dapat menggunakan nomenklatur jabatan pelaksana umum penelaah teknis kebijakan (S1/D4) untuk unit yang secara dominan tugas dann fungsinya terkait dengan penyusunan kebijakan.

Sedangkan nomenklatur jabatan pelaksana umum penata layanan operasional (S1/D4) digunakan untuk unit yang secara dominan tugas dan fungsinya terkait dengan pemberian layanan internal maupun eksternal.

Contoh: Pelaksana teknis Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan menggunakan NJP penelaah teknis kebijakan, sedangkan pelaksana pada subbagian tata usaha Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan menggunakan NJP Penata Layanan Operasional

2. Instansi Vertikal dan UPT menggunakan nomenklatur jabatan pelaksana umum penata layanan operasional (S1/D4), Pengolah Data dan Informasi (DIII) dan Pengadministrasi Perkantoran (D1/SMA)

3. Untuk unit Kepatuhan Internal yang hanya melaksanakan tugas terkait kepatuhan internal dibentuk sampai dengan jabatan pelaksana peringkat 6. Hal ini diselaraskan dengan ketentuan teknis di bidang pemantauan penerapan sistem pengendalian intern di lingkungan Kementerian Keuangan

4. Untuk unit Kepatuhan Internal yang melaksanakan tugas dengan beberapa fungsi lain, dapat dibentuk sampai dengan

level terandah (peringkat 4) dan pelaksanaan kepatuhan internal tetap menginduk pada bidang pemantauan penerapan

sistem pengendalian intern di lingkungan Kementerian Keuangan

Referensi

Dokumen terkait

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Pembentukan dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas dan Badan

• pejabat fungsional wajib mengajukan usul penilaian, apabila kumulatif AK diperkirakan memenuhi syarat kenaikan jabatan/pangkat • usul penilaian yg diusulkan harus ada surat

Pelaksana Seksi Pemeriksaan membuat Konsep Surat Usulan Pemeriksaan Khusus berdasarkan Berita Acara Hasil Pembahasan Tim Asistensi Analisis Risiko dalam Rangka Usulan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, maka dapat digunakan sebagai analisis proses pengisian jabatan pelaksana tugas sekretaris desa di Desa Sumberrejo

1. Pelaksana, Pengawas, Administrator, dan Pejabat Pimpinan Tinggi yang pernah dan/atau masih melaksanakan tugas di bidang Perpustakaan, Dokumentasi dan Informasi. PNS

Dalam hal terdapat jabatan yang kosong, ditunjuk pejabat pelaksana tugas (Plt). 7) Dalam angka II huruf B angka 5 Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor

Peraturan tentang jabatan pelaksana nonstruktural di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan

Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 109 Tahun 2021 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis pada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil