PEMBENTUKAN JABATAN PELAKSANA DI LINGKUNGAN
KEMENTERIAN KEUANGAN
01. PENDAHULUAN:INFRASTRUKTUR ORGANISASI
Pembentukan struktur organisasi melalui
penetapan PMK organisasi dan tata
kerja
Pelaksanaan analisis jabatan bagi jabatan struktural/pimpinan non eselon informasi
jabatan dan uraian jabatan
Evaluasi jabatan bagi jabatan struktural/pimpinan non eselon grading
jabatan struktural/pimpinan
non eselon
Evaluasi jabatan pelaksana melalui pembentukan jabatan
pelaksana pada unit terkecil KMK jabatan
dan peringkat pelaksana
Pelaksanaan analisis jabatan bagi jabatan pelaksana uraian jabatan pelaksana
Berdasarkan PermenPAN 45 tahun 2022 tentang Jabatan Pelaksana PNS di lingkungan Instansi Pemerintah, Jabatan Pelaksana adalah
sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas pelaksanaan kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan Pembangunan.
Jabatan Pelaksana di Kementerian Keuangan dibentuk setelah infrastruktur bagi jabatan struktural/pimpinan non eselon telah selesai disusun.
Untuk itu, perlu disusun pedoman pembentukan jabatan dan peringkat bagi jabatan pelaksana di lingkungan Kementerian Keuangan guna
memberikan acuan Unit Eselon I/non Eselon yang bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan dalam pembentukan jabatan pelaksana.
DEFINISI JENIS JABATAN
PELAKSANA PEMBENTUKAN
JABATAN PELAKSANA
PENETAPAN PEJABAT PELAKSANA KE DALAM
JABATAN PELAKSANA Ketentuan Lain
02 POKOK-POKOK PENGATURAN PMK 200/2022
Jabatan Pelaksana Umum
Jabatan Pelaksana Khusus
Jabatan Pelaksana Tugas Belajar Jabatan Pelaksana Tertentu
Jabatan Pelaksana Kemenke u
Diberikan peringkat jabatan sesuai hasil evaluasi jabatan yang berlaku
Kedudukan JP:
Dibawah JPTM, JPTP, Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas atau Jabatan Pimpinan pada unit non Eselon
Hasil pembentukan Jabatan Pelaksana ditetapkan dalam KMK yang di ttd SJ a.n. MK Dibentuk dengan mengacu pada tata cara
pembentukan yang diatur dalam KMK
Penetapan dalam Jabatan Pelaksana
Dasar penetapan minimal:
1. Pangkat/golongan ruang 2. Pendidikan
3. Formasi
4. Hasil pengelolaan kinerja 5. Riwayat hukdis
Penetapan mengacu pada mekanisme yang ditetapkan dalam KMK
Penetapan oleh JPTP a.n. JPTM, untuk non eselon mengacu pada manajemen SDM non eselon
Penetapan karena hukdis mengacu pada mekanisme yang ditetapkan dalam KMK hukdis
Monev dilakukan oleh Setjen dan UE I
Distribusi hasil pembentukan jabatan dan penetapan dalam jabatan pelaksana
Ketentuan peralihan
Jabatan Pelaksana
Pengertian- Pengertian dalam PMK 200/2022
1. Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai pegawai aparatur sipil negara secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.
2. Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) adalah warga negara Indonesia yang melamar, lulus seleksi, dan diangkat untuk dipersiapkan menjadi PNS sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.
3. Jabatan Pelaksana adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas pelaksanaan kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan.
4. Pejabat Pelaksana adalah CPNS dan PNS di lingkungan Kementerian Keuangan yang menduduki Jabatan Pelaksana.
5. Formasi Jabatan Pelaksana yang selanjutnya disebut Formasi
adalah kebutuhan jabatan dan: peringkat bagi Jabatan Pelaksana
pada unit kerja terkecil sesuai dengan ketentuan mengenai jabatan
dan peringkat bagi Jabatan Pelaksana di lingkungan Kementerian
Keuangan.
Pedoman untuk membentuk jabatan pelaksana pada unit kerja terkecil
Pedoman untuk menetapkan pejabat pelaksana dalam jabatan dan peringkat bagi
jabatan pelaksana
Pedoman pelaksanaan monitoring dan evaluasi atas implementasi mekanisme
penetapan jabatan dan peringkat bagi pelaksana
A. Pembentukan Jabatan Pelaksana
B. Mekanisme Penetapan Jabatan dan Peringkat
bagi Pelaksana
C. Monitoring dan Evaluasi
03 POKOK-POKOK PENGATURAN KMK 54/2023
(Turunan dari PMK 200/2022)
A. PEMBENTUKAN JABATAN PELAKSANA
Atasan Langsung
Jabatan Pelaksana Umum Jabatan Pelaksana Khusus Jabatan Pelaksana Tugas Belajar Jabatan Pelaksana Tertentu
Pejabat Pelaksana
Calon Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Negeri Sipil Kementerian Keuangan yang menduduki Jabatan Pelaksana dan tidak termasuk Jabatan Pimpinan pada unit organisasi non eselon di lingkungan Kementerian Keuangan
JPTM atau Jabatan Pimpinan pada unit organisasi non eselon yang memiliki bobot jabatan dalam rentang (range) peringkat jabatan bagi JPTM;
JPTP atau Jabatan Pimpinan pada unit organisasi non eselon yang memiliki bobot jabatan dalam rentang (range) peringkat jabatan bagi JPTP
Jabatan Administrator atau Jabatan Pimpinan pada unit organisasi non eselon yang memiliki bobot jabatan dalam rentang (range) peringkat jabatan bagi Jabatan
Administrator; atau
Jabatan Pengawas atau Jabatan Pimpinan pada unit organisasi non eselon yang memiliki bobot jabatan dalam rentang (range) peringkat jabatan bagi Jabatan Pengawas
(persyaratan
pangkat/golongan ruang dan pendidikan)
(persyaratan pendidikan dan/atau masa kerja)
(menjalankan tugas belajar secara penuh waktu selama paling sedikit 6 (enam) bulan)
(persyaratan tertentu selain
Jabatan Pelaksana Umum, Jabatan Pelaksana Khusus, dan Jabatan Pelaksana Tugas Belajar)
Mekanisme Pembentukan JPU
1 Mekanisme
Pembentukan JPK
2 Mekanisme
Pembentukan JPTB
3 Mekanisme
Pembentukan JPT
4
KMK Jabatan dan Peringkat Pelaksana yang dittd oleh SJ a.n. MK
dan dicantumkan dalam sistem informasi sumber daya manusia Kementerian Keuangan dan dijabarkan lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal
Mekanisme Pembentukan JPU 1
Jabatan Penelaah Teknis Kebijakan:
dukungan teknis dalam rangka penyiapan bahan berdasarkan urusan pemerintahan Jabatan Penata Layanan Operasional:
kegiatan pelayanan dan pengelolaan layanan teknis
Jabatan Pengolah Data dan Informasi:
pengelolaan, verifikasi, dan penyusunan terhadap data, dan laporan berdasarkan urusan pemerintahan
Jabatan Pengadministrasi Perkantoran:
kegiatan dukungan administrasi perkantoran, pemerintahan, dan pelayanan publik (customer service
Nomenklatur Jabatan Pelaksana lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan:
AR, PK, Juru sita, Penilai Aset dll
A. Jenis JPU B. Ketentuan Pembentukan
mengacu pada peringkat jabatan atasan langsung.
memperhatikan penyelarasan terhadap tugas dan peran pada jabatan dimaksud dalam suatu unit organisasi terkecil dengan ketentuan sebagai berikut:
atasan langsung JPTM, JPTP atau JA, JPU dibentuk sampai dengan peringkat 12;
atasan langsung Jabatan Pengawas grade tertinggi, JPU dibentuk sampai dengan peringkat 12;
atasan langsung Jabatan Pengawas grade satu tingkat lebih rendah dari grade tertinggi, JPU dibentuk sampai dengan peringkat 11 dan dapat dibentuk sampai dengan peringkat 12 dengan memperhatikan kompleksitas dan jenis pekerjaan; atau
atasan langsung Jabatan Pengawas grade terendah, JPU dibentuk sampai dengan peringkat 10 dan dapat dibentuk sampai dengan
peringkat 11 dengan memperhatikan kompleksitas dan jenis pekerjaan.
memperhatikan penyelarasan implementasi Jabatan Fungsional pada unit
organisasi terkecil Jabatan Pelaksana berkedudukan.
RINCIAN JABATAN PELAKSANA UMUM
JPU yang bisa dibuka untuk CPNS JPU yang tidak bisa dibuka untuk CPNS
Grade 1 2 3 4 5 6 7 8
12 Penelaah Teknis Kebijakan Tk I III/c
S-1/D-4 Penata Layanan Operasional Tk I III/c/
S-1/D-4 Penelaah
Keberatan Tk. I III/c/
S-1/D-4
11 Penelaah Teknis Kebijakan Tk II III/b
S-1/D-4 Penata Layanan Operasional Tk II III/b
S-1/D-4 Penelaah
Keberatan Tk. II III/b/
S-1/D-4 Account Representative
Tk. I
III/b/
S-1/D-4 Juru Sita Tk. I III/b/
S-1/D-4 Penilai Aset Tk. I III/b/
S-1/D-4
10 Penelaah Teknis Kebijakan Tk III III/a
S-1/D-4 Penata Layanan Operasional Tk III III/a
S-1/D-4 Pengolah Data dan Informasi Tk. I III/a/
D-3 Penelaah
Keberatan Tk. III III/a/
D-3 Account Representative
Tk. II
III/a/
D-3 Juru Sita Tk. II III/a/
D-3 Penilai Aset Tk. II III/a/
D-3
9 Penelaah Teknis Kebijakan Tk IV III/a
S-1/D-4 Penata Layanan Operasional Tk IV III/a
S-1/D-4 Pengolah Data dan Informasi Tk II II/d/
D-3 Penelaah
Keberatan Tk. IV II/d/
D-3 Account Representative
Tk. III
II/d/
D-3 Juru Sita Tk. III II/d/
D-3 Penilai Aset TK. III II/d/
D-3
8 Penelaah Teknis Kebijakan Tk V III/a
S-1/D-4 Penata Layanan Operasional Tk V III/a
S-1/D-4 Pengolah Data dan Informasi Tk III II/c/
D-3 Pengadministrasi perkantoran Tk I II/c/
D-1 Penelaah
Keberatan Tk. V II/c/
D3 Account
Representative Tk. IV
II/c/
D-3 Juru Sita Tk. IV II/c/
D-1 Penilai Aset Tk. IV II/c/
D-1
7 Pengolah Data dan
Informasi Tk IV II/c/
D-3 Pengadministrasi perkantoran Tk II II/b/
D-1 Account
Representative Tk. V
II/c/
D-3 Juru Sita Tk. V II/b/
D1
6 Pengolah Data dan
Informasi Tk V II/c/
D-3 Pengadministrasi perkantoran Tk III II/a/
SLTA Sederajat
Juru Sita Tk. VI II/a/
SLTA Sederajat
5 Pengadministrasi
perkantoran Tk IV I/d/
SLTA Sederajat
4 Pengadministrasi
perkantoran Tk V I/c/
SLTA
Sederajat
02 PEMBENTUKAN JABATAN PELAKSANA
Mekanisme Pembentukan JPK 2
dilakukan pada unit organisasi terkecil yang menyelenggarakan urusan dukungan pimpinan kepada:
1) Menteri Keuangan;
2) Wakil Menteri Keuangan;
3) Jabatan Pimpinan Tinggi Madya/Jabatan Pimpinan pada unit organisasi non eselon dengan bobot jabatan dalam rentang (range) peringkat jabatan bagi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya;
4) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama/Jabatan Pimpinan pada unit organisasi non eselon dengan bobot jabatan dalam rentang (range) peringkat jabatan bagi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang mempunyai peta strategi;
dan
5) Jabatan Administrator yang mempunyai peta strategi.
Jabatan Pelaksana Khusus merupakan Jabatan Penata Keprotokolan
No. Nomenklatur Jabatan Peringkat
Jabatan
Syarat pendidikan
Syarat Gol./
Ruang
1. Penata Keprotokolan Menteri/Wakil Menteri
Sekretaris/ Pengemudi/
Ajudan bagi Menteri/Wakil Menteri
12 D-I II/a
2. Penata Keprotokolan Tk.
I
Sekretaris/ Pengemudi/
Ajudan bagi Eselon I, Sekretaris/ Pengemudi/
Ajudan bagi Pimpinan Lembaga non Eselon A, dengan masa kerja paling sedikit 4 tahun
12 D-I II/a
3. Penata Keprotokolan Tk.
II
Sekretaris/ Pengemudi/
Ajudan bagi Eselon I, Sekretaris/ Pengemudi/
Ajudan bagi Pimpinan Lembaga non Eselon A, dengan masa kerja paling sedikit 2 tahun
Protokol dengan masa kerja paling sedikit 6 tahun
11 D-I II/a
4. Penata Keprotokolan Tk.
III
Sekretaris/ Pengemudi/
Ajudan bagi Eselon I, Sekretaris/ Pengemudi/
Ajudan bagi Pimpinan Lembaga non Eselon A, dengan masa kerja kurang dari 2 tahun
Sekretaris/ Pengemudi bagi Eselon II/Eselon III yang mempunyai peta strategi, Sekretaris/ Pengemudi bagi Pimpinan Lembaga non Eselon B, dengan masa kerja paling sedikit 4 tahun
Protokol dengan masa kerja paling sedikit 4 tahun
10 D-I II/a
5. Penata Keprotokolan Tk.
IV
Sekretaris/ Pengemudi bagi Eselon II/Eselon III yang mempunyai peta strategi, Sekretaris/ Pengemudi bagi Pimpinan Lembaga non Eselon B dengan masa kerja paling sedikit 2 tahun
Protokol dengan masa kerja paling sedikit 2 tahun
9 D-I II/a
6. Penata Keprotokolan Tk.
V
Sekretaris/ Pengemudi bagi Eselon II/Eselon III yang mempunyai peta strategi, Sekretaris/ Pengemudi bagi Pimpinan Lembaga non Eselon B dengan masa kerja kurang dari 2 tahun
Protokol dengan masa kerja kurang dari 2 tahun
8 D-I II/a
Tugas Jabatan
No. Nomenklatur Jabatan Peringkat
Jabatan
Syarat pendidikan
Syarat Gol./
Ruang
1. Penata Keprotokolan Menteri/Wakil Menteri
Sekretaris/ Pengemudi/
Ajudan bagi Menteri/Wakil Menteri
12 D-I II/a
2. Penata Keprotokolan Tk.
I
Sekretaris/ Pengemudi/
Ajudan bagi Eselon I, Sekretaris/ Pengemudi/
Ajudan bagi Pimpinan Lembaga non Eselon A, dengan masa kerja paling sedikit 4 tahun
12 D-I II/a
3. Penata Keprotokolan Tk.
II
Sekretaris/ Pengemudi/
Ajudan bagi Eselon I, Sekretaris/ Pengemudi/
Ajudan bagi Pimpinan Lembaga non Eselon A, dengan masa kerja paling sedikit 2 tahun
Protokol dengan masa kerja paling sedikit 6 tahun
11 D-I II/a
4. Penata Keprotokolan Tk.
III
Sekretaris/ Pengemudi/
Ajudan bagi Eselon I, Sekretaris/ Pengemudi/
Ajudan bagi Pimpinan Lembaga non Eselon A, dengan masa kerja kurang dari 2 tahun
Sekretaris/ Pengemudi bagi Eselon II/Eselon III yang mempunyai peta strategi, Sekretaris/ Pengemudi bagi Pimpinan Lembaga non Eselon B, dengan masa kerja paling sedikit 4 tahun
Protokol dengan masa kerja paling sedikit 4 tahun
10 D-I II/a
5. Penata Keprotokolan Tk.
IV
Sekretaris/ Pengemudi bagi Eselon II/Eselon III yang mempunyai peta strategi, Sekretaris/ Pengemudi bagi Pimpinan Lembaga non Eselon B dengan masa kerja paling sedikit 2 tahun
Protokol dengan masa kerja paling sedikit 2 tahun
9 D-I II/a
6. Penata Keprotokolan Tk.
V
Sekretaris/ Pengemudi bagi Eselon II/Eselon III yang mempunyai peta strategi, Sekretaris/ Pengemudi bagi Pimpinan Lembaga non Eselon B dengan masa kerja kurang dari 2 tahun
Protokol dengan masa kerja kurang dari 2 tahun
8 D-I II/a
Tugas Jabatan
dilakukan pada unit organisasi dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan
Mekanisme Pembentukan JPTB 3
02 PEMBENTUKAN JABATAN PELAKSANA
No. Nomenklatur Jabatan Peringkat Jabatan 1. Pelaksana Tugas Belajar Tk. I 12 2. Pelaksana Tugas Belajar Tk. II 11 3. Pelaksana Tugas Belajar Tk. III 10 4. Pelaksana Tugas Belajar Tk. IV 9 5. Pelaksana Tugas Belajar Tk. V 8 6. Pelaksana Tugas Belajar Tk. VI 7 7. Pelaksana Tugas Belajar Tk. VII 6 8. Pelaksana Tugas Belajar Tk. VIII 5 9. Pelaksana Tugas Belajar Tk. IX 4 No. Nomenklatur Jabatan Peringkat Jabatan 1. Pelaksana Tugas Belajar Tk. I 12 2. Pelaksana Tugas Belajar Tk. II 11 3. Pelaksana Tugas Belajar Tk. III 10 4. Pelaksana Tugas Belajar Tk. IV 9 5. Pelaksana Tugas Belajar Tk. V 8 6. Pelaksana Tugas Belajar Tk. VI 7 7. Pelaksana Tugas Belajar Tk. VII 6 8. Pelaksana Tugas Belajar Tk. VIII 5 9. Pelaksana Tugas Belajar Tk. IX 4
Pawang Anjing
Instruktur Pawang Anjing
Awak Kapal Patroli (+26 Jabatan)
ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan, termasuk mekanisme penetapannya
Mekanisme Pembentukan JPT
4
3. Implementasi Pembentukan Jabatan Pelaksana Kemenkeu
1. Kantor Pusat Kementerian Keuangan dapat menggunakan nomenklatur jabatan pelaksana umum penelaah teknis kebijakan (S1/D4) untuk unit yang secara dominan tugas dann fungsinya terkait dengan penyusunan kebijakan.
Sedangkan nomenklatur jabatan pelaksana umum penata layanan operasional (S1/D4) digunakan untuk unit yang secara dominan tugas dan fungsinya terkait dengan pemberian layanan internal maupun eksternal.
Contoh: Pelaksana teknis Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan menggunakan NJP penelaah teknis kebijakan, sedangkan pelaksana pada subbagian tata usaha Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan menggunakan NJP Penata Layanan Operasional
2. Instansi Vertikal dan UPT menggunakan nomenklatur jabatan pelaksana umum penata layanan operasional (S1/D4), Pengolah Data dan Informasi (DIII) dan Pengadministrasi Perkantoran (D1/SMA)
3. Untuk unit Kepatuhan Internal yang hanya melaksanakan tugas terkait kepatuhan internal dibentuk sampai dengan jabatan pelaksana peringkat 6. Hal ini diselaraskan dengan ketentuan teknis di bidang pemantauan penerapan sistem pengendalian intern di lingkungan Kementerian Keuangan
4. Untuk unit Kepatuhan Internal yang melaksanakan tugas dengan beberapa fungsi lain, dapat dibentuk sampai dengan
level terandah (peringkat 4) dan pelaksanaan kepatuhan internal tetap menginduk pada bidang pemantauan penerapan