• Tidak ada hasil yang ditemukan

Moch.D,,i@@'''.',.,. i".,.,*0dito.rium

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Moch.D,,i@@'''.',.,. i".,.,*0dito.rium"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

2I,,JqnUod,fi,1,,1

Moch. D,,i@@'''.',.,.

iWh.$unokoffi i".,.,*0dito.rium

UniVaruii.qsiluh(

Ierselenggoro olos kerlcromo:

D*arbllkon oleh:

lGl

@ Pud

UrrAS

(2)

PROSII}ING

SEMNAR\TASIONAL PJ DAN SIG 2OI2

?.*e*{ataa kn

lolagf Pzr,t rr'rdl}raat4

iaril

Gunaate oz"ta,ert/

daa

aloterao cr4tt4r444tt

' {St}E} {alarl+ hTihn 6"/€/4ituaa4 garq.&o'thnrb aioilo

(einn

' ,*lzctba)

Penyunting:

,.

,r

, ,

,,

, , Drs. Priyono, M.

Si.

Srs.. q!!,Fr* na,,M.

Si,,

Agus Anggoro Sigit,

S.

Si., M.

Sc.

'

',',i*

- 5-

5i;,Ad{ya SaButra,

S. Si.,

Andriyani,

S. Si.

Terselenggara atas herjasama:

Fakultas Geografi L:niversitas Muhammadiyah

Surakarta

Ikatan Geograf Indonesia (rGr)

Diterbitkan oleh:

M **ffi*

Januari, 2012

(3)

Nasional: Iktalog Dalam Terbitan (KDT)

iii1t". llg

Seminar Nasional Penginderaan Jauh dan Sistem lnformasi Geografis: Januari 2012

i:=ii

ng: Priyono,Yuli Priyana,Agus Anggoro Sigit, Jumadi, Aditya Sapuira,dan Andriyani

;il,iff$:,

978-979-63 6- 137-3

$ii;.ffi

;,,M uhammadiyah university Press x,692 hal, 28 cm

Copyright

@z0tz

Hak penerbitan ada pada Muhammadiyah University press

Semua hak dilindungi oleh undang-undang. Dilarang memproduksi, dan menyebarluaskan dalam bentuk apapun tanpa izin tertutis sebelumnya dari penerbit.

(4)

L

{i s:

$.:l F.,.

iE::.

ti i.,

!:

i:,,

:.j::

l.'

?a:.

t::

ir', tj,,

;i.:

KATA

PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmatNya sehingga Seminar Nasional PJ dan SIG 2012 dengan tema 'Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh {remate sensing) dan sr'sfem infarmasi geografis (SIG) dalam kajian kebencanaan yang berbasis pf4tura

lgan

rkiko

(risk redwtbn)'

dapat terlaksana dengan baik sesuai waktu yang telah

d*}$srdkafi., ,

l

Se*cana (disaster) merupakan suatu rangkaian kejadian yang mengakibatkan korban penderitaan E?lafiusia, kerugian harta benda, kerusakan lingkungan, sarana

dan

prasarana serta dapat nrenimbulkan gangguan terhadap tata kehidupan dan penghidupan masyarakat. Bencana dapat terjadi secara tiba-tiba atau melalui proses yang berlangsung secara perlahan. Beberapa jenis bencana seperti gempabumi, hampir tidak mungkin diperkirakan secara akurat kapan, dimana, dan seberapa besar akan terjadi. Sedangkan bencana lainnya seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, letusan gunungapi, tsunami, anomali cuaca madih dapat diramalkan sebelumnya. Meskipun demikian kejadian bencana selalu memberikan efek kejutan dan menimbulkan banyak kerugian baik jiwa maupun materi.

Seiring dengan bergesernya konsep penanggulangan bencana

dari

paradigma yang bersifat bantuan (relief) dan kedaruratan (emergency) menuju paradigma yang bersifat pengurangan risiko (risk reduction), penginderaan jauh (remote sensing) dan sistem infonnasi geografis (SlG) muncul sebagai suatu alat yang ampuh dalam menunjang kegiatan menajemen bencana yang berbasis pengurangan risiko. lntegrasi teknologi penginderaan

jauh dan SIG

mampu mengakomodir penyediaan data, monitoring, proses analisis, visualisasi, penyampaian informasi, dan analisis multidispliner yang berbasis informasispasialyang mutlak diperlukan dalam managemen bencana saat

ini,

sehingga ungkapan hidup aman berdampingan dengan bencana (living safely with dasaster) dapat tercapai.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Surakarta, 21 Januan 2012 Tim Editor

lr

;i,

ill

(5)

:: peNirm

SEMINAR NASTONAT

p'

DAN

flc 2A12

: Drs. Priyono, M.Si

: 1. Dr. k, lmam Harlono, M.Si 2. Drs. KuswajiDwiPriyono, M.Si 3. Drs. Suhario, MS

: Aditya Saputra, S.Si

+'

$:, ,

*$i :

Ketua Sekretaris Bendahara

SieMakalah (cattpapel

Tim Retaburcr

Sie-persidangan

Si+PuMekdok

Sie-Acara

Receptionist

Sie-Konsumsi

Tempat dan Perlengkapan

Tim-kesekretariatan

Drs. Ahmad Popo Fauzan

Nur Farida, dewi rahmawali, fatmawati.

1. Drs. YuliPriyana, M.Si 2. Dra. Alif Noor Anna, M.Si 4. Drs. H Dahroni, M.Si 6. Sd Harsini(lMM) 7. Fifriyani(lMM) S.lstikomah

'1. Prof. Dr. Suratnan Woro, M.Sc 2. Dr. R Suharyadi, M.Sc 3. Drs. KuswajiDwiPriyono, M.Si 1. Agus Anggoro Sigit, S.Si, M.Sc 2. lr. H Taryono, M.Si

3. Drs. Agus Dwi Martono, M.Si 4. AbdulRohman (GB) 5. Widodo (BEM) 6. Syarif Hidayat (GB) 1. Jumadi, S.Si

2. lslakhulisnawati (BEM) 3. YediMulya Permana (lMM) 4. Rahid lskandar

1. Dra, Retno Woro Kaeksi 2, Drs. Munawar Cholil, M. Si 3. Megarani Desianingtyas 4. Seflin Marinda Lesmana

5. Fitdyana Uswatun Hasanah (lMM) 5. Nugroho Punrono

1. Drs. Suharjo, MS 2. Dra. Umrbtun, M.Si 3. Dr. k. lmam Hariono, M.Si 4. Dra. Retno Woro Kaeksi 5. Rina Wulansari(lMM) 6. Erma Khairunnisa (lMM) 7. WndiEmanuel

8. Arika Dona (lMM) 9. Virginia lka :1. Dra. Umrofun, M.Si

2. Nur Farida : 1. Joko Santoso (lMM)

2. Agus Sutanto 3. Eko Susanto (lMM) : 1. Dody Purwanto, AMd

2. Anddyani 3. DewiRahmawati

4. Fatnawati 5. Zuswanto

tv

(6)

REVIWER

Prol

Dr

Suratman Worosuprodjo,M. Sc., Dr. R. Suharyadi, M. Sc.,

Drs.,.Kuswaji Dwi Priyono, M. Si.

(7)

Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan

(KDT)

...ii

KATA

PENGANTAR...

...iii

SUSUNAN PANITIA SEMINAR NASIONAL PJ DAN SIG

2012....

...,....iV

DAFTAR

1St...

.,...vi

Keynote

Speech

...1

MANAJEMEN BENCANA BERBASIS INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MEWUJUDKAN KEHIDUPAN MASYARAKAT YANG HARMONIS }ENGAN ALAM DI INDONESIA...,3

Prof.Dr. Suratman Worosuprojo M.Sc.

Makalah

Utama

...7

PENYEDIAAN INFORMASI GEOSPASIAL TEMATI K PE RENCANAAN DAN

PENGEMBANGAN WILAYAH BERBASIS KEBENCANAAN DAN LINGKUNGAN HIDUP... 9 Dr. Priyadi Kardono, M.$c.

Aplikasi Penginderaan Jauh dan Sistem lnformasi Geografis untuk Kebencanaan...19 EKSTRAKSI INFORMASI GEOLOGI UNTUK PENILAIAN BAHAYA GEMPABUMI

(EARTHQUAKE HAZARD ASSESSMEfVD MENGGUNAKAN CITRAASTER I KECAMATAN

PLERET KABUPATEN

BANTUL

...,...,,..21

Aditya Saputra INTEGRASIANALISIS MODEL MEDAN DIGITAL DAN PEDOGEOMORFIK UNTUK

TDENTTFTKAS| KEJADTAN BENCANA

LONGSORLAHAN)

...36

Kuswaji Dwi Priyono

"I<AMPOENG TERAPr APLIKASIPENGINDERMN JAUH DALAM PEMNCANGAN DAN PERENCANMN PERKAMPUNGAN YANG TERKENDALI DARI ERUPSI MERAPI...43

Sarono, Hamim Zaky Hadibasyir, Ridho Kurniawan, Prima Widayani ANALISIS ZONA KRITIS PERESAPAN AIR DENGAN PEMANFAATAN PNGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGMFTS (SrG) Dr SUB DAS WED|, KABUPATEN KLATEN.52 Agus Anggoro Sigit KAJIAN KERAWANAN GEMPABUMI BERBASIS SIG DALAM UPAYA MITIGASI BENCANA STUDIKASUS KABUPATEN DAN

KOTASUKABUMI

...,...,...66

Bambang Sunardi, Drajat Ngadmanto, Thomas Hardy, Pupung Susilanto, Boko Nurdiyanto PEMANFMATAN CITRA LANDSAT

7

ENHANCHED THEMATIC MAPPER UNTUK

PENENTUAN WILAYAH PRIORITAS PENANGANAN BANJIR BERBASIS SISTEM

TNFORMASTGEOGRAFTS

(Stc)

...78

Rahning Utomowati ANALYSIS OF FLOOD SUSCEPTIBILITY BASED ON MSTER OPEMTION METHOD BY

USING GEOGRAPHIC INFORMATION

SYSTEM

...90

Agung Rusdiyatmoko, S.Si PEMODELAN SPASIAL UNTUK PREDIKSI DAERAH BAHAYA AKIBAT LETUSAN

GUNUNGAPTSINDORO

....,...104

Habibullah, Angga Dwi Laksono, Rizky Pranata Dewa, Wahyu Hidayat APLIKASTGIS UNTUK PEMODELAN BAHAYA BANJIR LAHAR DI DAEMH ALIRAN SUNGAI (DAS) GENDOL DAN DAS OPAK,

YOGYAKARTA...

...113 Danang Sri Hadmoko, Putu Perdana Kusuma Wiguna, M. Aris Marfai
(8)

I

PEMODELAN SPASIAL AREA BANJIR DI KOTA

SOLO

,....,..,..,,,...122 Sobirin dan Anindito AdiNugroho PENGEMBANGAN SOFTWARE UNTUK PEMBUATAN SIREG BERBASIS ANALISIS

KECEPATAN ARUS BEBAS DI KABUPATEN

BANTUL

....,...135

': "i '

JerryCahyandaru,AnastasiaNinaKP ANALISIS SPASIAL DAERAH ftAWAfiI.TSUl\TAil4IDI KABUPATEN CI1ACAP...,...,...,..,144

FEI4qDELAN SPASIAL UNTUK MEMIN'MALISIR KORBAN AKIBAT BENCANA TSUNAMI ,'FESISIE SEi$IAI*I!fiEUPATEN

CILACAP...

...'157

.:- ::i:, :::r::tr:, :._::. r, -: ,: ' ,. .- :::,:,..r:r,1,,,'.".,1:

1,.::.. 'l :',,, -.1..',, :':

,

: I

.

NUfil Umam, Diyan Pfabandaka

ffi.S(Str1tr€bG#SKE AWANANBENCANAKABUPATENSLEMAN

...,....165

::

':

Elida Nurrohmah dan ReniAndriani

&pl-*Kesl PENGINDERMN JAUH DAN STSTEM TNFORMASTGEOGRAF|S

(Slc)

UNTUK EVALUASI KESESUAIAN LOKASI HUNTAM BENCANA ERUPS|GUNUNGAP|...1zo

lnneke K. Haryana, Vidya Nahdhiyatul F., Wikan Jaya Prihantarto I{AJIAN KONDISI MORFOMETRI MENGGUNAKAN GIS UNTUK EVALUASI DAERAH

EANJIR KOTA

SOLO

...188

Drs.priyono, M.Si, Anriyani, S.Si .APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM PENENTUAN RUTE OPTIMUM JALUR

qY

UASI BENCANA GUNUNG API MERAPI (Studi Kasus Daerah Sekitar Aliran Sungai

**dot)

...200

Pendi Tri Sutrisno, Miftahul Hanifah F , Afida Zukhrufiyati APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ANALISIS TINGKAT RESIKO

BENCANA BANJIR DI KECAMATAN DAYEUHKOLOT, KABUPATEN BANDUNG...205 Hendro Murtianto, Yakub Malik APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFROMASI GEOGRAFIS DALAM

MON ITORING DAERAH TERDAMPAK BENCANA ERUPSI GUNUNGAPI BROMO ...,...21 5 Ridwan Ardiyanto, Vina Nurul Husna, Wikan Jaya P .BETEKSI PERUBAHAN GARIS PANTAI DEMAK MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT ...225

'

L. M. Sabri, Bambang Sudarsono, Sutomo Kahar, MartianiPratiwi MONITORING TINGKAT KESESUAIAN PERMUKIMAN TERHADAP BAHAYA LONGSORAN DENGAN BANTUAN TEKNOLOGI SIG DI KOTA

SEMARANG

...234

HeriTjahjono INTEGRASIAPLIKASIAVSWAT 2OOO DAN GIS SEBAGAI UPAYA PENEKAN LAJU EROSI YANG BERPOTENSITERJADINYA TANAH LONGSOR DI HULU DAS BERBASIS SIMULASI

3D KAWASAN

AGROFORESIRy...

...246

Muhamad Bahtiar Rifa'i ldris, Dwi Maulidatuz Zakiyah AFIALISIS PERHITUNGAN EROSI DENGAN CITRA SATELIT UNTUK MENGANTISIPASI

P€}'IDANGKALAN WADUK

MRICA

...,...255

Beny Harjadi PETA RESIKO BANJIR PALU,

SULAWESITENGAH....

...,.,.,.,..262 Sri Handoyo dan A.B. Suriadi ESTIMASI NILAI PGA, PGV DAN PGD AREA

JOGJAMRTA...

...,.,.,...276

Eddy Hartantyo, Kirbani Sri Brotopuspito PTMETAAN POTENSI BENCANA KEKERINGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN REMOTE SENSTNG DAN GEOGMPHY INFORMATION SCIENCE:

REVIEW

...2s6
(9)

(

Prama Ardha A, AdiWijaYa, PendiT

%OO*,O,I

GEOG*AFIS DAN APLIKASINYA UNTUK ANALISIS BAHAYA BANJIR

., i,.rl.

r"nr!

^-

---

-.:,..., "'292

.;.'.,.... '.. " "

"

Muh Aris Marfai, Andung Bayu Sekaranom

BEN.ANA

soslAL

(salah satu Kerentanan Datam Penghidupan PetaniLahan Pasir Pantai KaDupalen

nuloll-rrugdr..."'...,....

"""::::::"i:::!:::r:::::::::i:::::;"""tt""'3i9'

Rahma HaYati

PEMETMN KEBENCANMN

MULTISIKLUS...'

.,...".316

Fahmi Amhar, Aris Poniman BANJIR BANDANG DI DAS GAMNG, SEMARANG

JAWATENGAH

..."...330 Purwadi Suhandini SAWITISASI DAN BANJIR KOTA: KAJIAN BENCANA NATUML'ANTROPOGENIC..." 342 Djaka Marwasta KAJIAN KARAKTERISTIK LONGSORLAHAN DI KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN

PEMETMN KERAWANAN LONGSORLAHAN DI DAERAH

ALIMN

SUNGAI (DAS) TINALAH

KULON

pROcO...

...,...360

Dhandhun Wacano Danang Sri Hadmoko PREDIKSI POTENSI BENCANA BANJIR GENANGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE DECISION TREE DI DAEMH

ALIMN

SUNGAISEGARAANAKAN KAB.CILACAP JAWA

TENGAH"" """"""369

Rahula Hangga N, Prama Ardha A ANALISIS LAHAN DISUB DAS ALANG DAN NGUNGGAFIAN KABUPATEN WONOGIRI DENGAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN PENGINDERMN JAUH. 379

Agus Wuryanta ANALISIS POTENSI AIR PERMUKMN BERDASARKAN PARAMETER ALIH FUNGSI LAHAN UNTUK PENCEGAHAN BAHAYA BANJIR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI

GEOGMFIS (SlG) Dl SUMKARTA DAN SUKOHARJO JAWA

TENGAH

...".390 Alif Noor Anna dan Suharjo PARTICIPATORY MAPPING DAMPAK BENCANA BANJIR LAHAR DIKECAMATAN SALAM

KABUPATEN MAGELANG

...

...402

MiftahulArozaq, S.Si , Haruman Hendarsah, S.ST DESAIN PETATANGGAP DARUMT UNTUK MITIGASI BENCANA (STUDI KASUS:

NANGGROE ACEH

DARUSSALAM)...

'."..'...410 Nanin Trianawati Sugito, Hendro Murtianto, Darsiharjo DAEMH RAWAN BANJIR DISEKITAR BENGAWAN SOLO, KODYA SURAKARTA..."..419

C.Yudilastiantoro dan Agus Wuryanta EVALUASI PENGGUNMN LAHAN BERDASARKAN

AMHAN

FUNGSI KAWASAN UNTUK PENGURANGAN RISIKO BENCANA DI KECAMATAN SUMBANG, BANYUMAS

Bachtiarwahyu Mutaqin, s. Kel, M.sc, wisudarahman As Sidiqi, s.P PEMETMN LONGSORLAHAN

ATUAL

UNTUK MENDUKUNG KAJIAN MITIGASI

BENCANA LONGSORLAHAN DI DAS TINALAH KULON PROGO YOGYAKARTA"...."...,..437

:ii!::

i,: ;

ffii

M

ffi

vlll

(10)

f

Dana Adisukma, Dhandhun Wacano INDEKS KERENTANAN KEPESISIRANTERHADAP KENAIKAN MUKA AIR LAUT PADA BEBEMPA TIPOLOGI KEPESISIMN DI PROPINSI DAEMH ISTTMEWA YOGYAKARTA446

Bachtiar wahyu Mutaqin, Ahmad cahyadi, Girang Arya Dipayana

KAJIAN KEKRITISAN AIR DI KO?A YOGYAKARTA ...452

,

,

Bamhrq

Hargono, Junun Sartohadi, pramono Hadi

: *ryt,L$l?,IryFltE,KEJADn}'I

xexeeHlcAil!

Dl SEBAGIAN W|LAYAH pROplNSl D.l.

Y$9YYTAof;N

DAs6P*a,(

Y

rER}{ADAPNYA...-...,!...::.i.r.:.r...,...460

.ffiH**{$ ffi*AYA

LAHAR PASCA ERUPSI GUNUNG API MERApt 2010 Dt

.,..,,-: : :-::r '::,, '

,: ,

R*salina Kumalawati s.si.,M.si, Afrinia Lisditya p, seftiawan

s.

Rijal ::w$wEsFr#;& &3!$

GEOMORFOLOGI UNTUK KAJ|AN AGIHAN KERUSAKAN BANGUNAN ,,s*{$&&? sEfi"{pABUMt 27 MEt 2006 Dt KECAMATAN

tMOctRt

...475

EviDwiLestari; Danang Sri Hadmoko

,'**{TlGASl BENCANA

TSUNAMT

...486

l,

Helman Hasan dan Sri Handoyo

PERAN KONSERVASI ENERGIDAN PENGUMNGAN EMISI co2 UNTUK

..PE}TIANGGULANGAN BENCANA PEMANASAN

GLOBAL.

.,...,...,4g2

,,,;, ,,

Listianingrum, NurAvivah Andriyani

..?P*E fMPORTANCE OF SPATIAL DATA IN COLLABORATIVE DTSASTER MANAGEMENT49B Jumadi, R. Suharyadi, Arbind M. Tuladhar

?OPONIMOSIS GEOMORFOLOGIS BAHAYA ALAM UNTUK PENGUMNGAN RISIKO BENCANA..

,

...510

SUNARTO PROGMM ALTERNATIF'DESA TANGGAP BENCANA,:UPAYA MENGUMNGI RIsIKo

:::"::1 :l::i:::::i y::Ti *I : :t :::iy:t: :1)GiRIGIN:.::ilil: :U,

Dwiatmodjo Budi Setyarto lDENTlFlKAsl BANJTR DENGAN

TtpoloctDAS: sruDy

KASus DAS SEMNG ...s40 lrfan B. Pramono dan Paimin MENGANTISIPASI BANJIR KOTA MEDAN YANG DISEBABKAN ADANYA PERMUKIMAN

KUMUH DIBANTAMN

SUNGAI..

...551

Helman Hasan UPAYA PENATAGUNMN TANAH SEBAGAI ANTISIPASI ANCAMAN KERUSAKAN LAHAN PESISIR UTARA KECAMATAN

UJUNGPANGKAH...

...564

Dwi Maulidatuz Zakiyah, Muhamad Bahtiar Rifa,i ldris PENATMN RUANG WILAYAH BERBASIS MANAJEMEN

BENCANA

..,..,.,..,,,..577 Achmad AndiRif'an, S.T PEMANFMTAN SUMUR RESAPAN UNTUK ANTISIPASI BENCANA HIDROLOGI...585

Yulipriyana KESIAPSIAGMN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPIGEMPA DAN TSUNAMI DI KOTA MEULABOH KABUPATEN ACEH

BARAT...

...592

Mamat Ruhimat, Epon Ningrum, Teuku Ahmad Hidayat POTENSI BANJIR LOKAL DI KOTA

SURAKARTA...,.

...602

l

lx

(11)

f

Setya Nugraha, S.Si. M.Si, Pipit Wijayanti, S.Si, M.Sc BENCANA BANJIR BERBASIS

SEKOLAH ..614

,.,,"'

Pipit Wijayanti

PEMN

REMOTE SENSING DAN GIS DALAM MEMAHAMI MASALAH BANJIR...,...,.622 A.B.Suriadi M Arsjad STRATEGI BERTAHAN HIDUP DI NEGER!CINCIN API INDONESIA...634 ChoirulAmin, S.Si., M.M PENDIDIKAN MITIGASI BENCANA BERBASIS MASYARAKAT DIDAERAH SOLO DAN

SEKITARNYA

...646

Suharjo; Alif Noor Anna; Muhammad Musiyam PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJAR

AN

IPS BERMUATAN MITIGASI BENCANA ALAM GEMPA BUMIDAN TSUNAMI PADA SEKOLAH DASAR DI DAERAH PESISIR

SELATAN JAWA

BARAT...

....652

lrdam Adil INTEGRASI PENGETAHUAN MITIGASI BENCANA DALAM KURIKULUM SEKOLAH

MENENGAH DI KABUPATEN

SUKOHARJO...

...666

R. Muh. Amin Sunarhadi, S.Si., M.P., Drs. M. Musiyam, M.T., SitiAzizah Susilawati, S.Si., M.P.

DAMPAK BENCANA GUNUNG API DITINJAU DARIASPEK HISTORIS DAN SOSIAOLOGIS:

'

,.,...676 SEBUAH REVIEW

Dahroni KARAKTERISTIK BENCANA Dt INDONESIA DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJAMN

WAWASAN KEBENCANAAN

DISEKOLAH

...,....680

Muh. Sholeh PENDIDIKAN BERWAWASAN

LINGKUNGAN...,....

...688 Suwarno
(12)

PENGELOLAAN DAERAH BAHAYA LAHAR PASCA ERUPSI GUNUNG API M

2OlODIKALIPUTIHKABUPATENMAGELANG,JAWATENGAH

Rosalina Kumalawati s.si.*,M.si, Afrinia Lisditya P, seftiawan

s.

Rijal

*) universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kalimantan selatan Email : rosalinaunlam@gmail'com

INTISARI

Dampak Bencana Alam banjir lahar terhadap aspek fisik telah banyak di tetapi dampak terhadap aspek sosiai ekonomi belum banyak diteliti. Penelitian b untuk menyusun zonasibairaya lahar, mengetahui persepsilahar, dan melakukan ekonomi dimpak kerusakan akibat lahar di daerah penelitian'

Pemilihan daerah penelitian menggunakan

teknik

purposive sampling-.

analisis seluruh desa

di

kecamatan sepanling

Kali

Putih. Setiap desa

di

waklli responden untuk wawancara. Penentuan sampel responden.dilakukan

menggY1p

tefinif random sampling dengan sistem undian. Teknik statistik korelasi di gunakan analisis hubungan persepsi masyarakat terhadap bahaya

lahar'

-,

Hasil penelitian' menuniukkan daerah'peneliiian mempunyai area Yang

ffi

berbahaya sebesar

rc.ggir,

U"f,aya rendah 7.7'8 o/o, bahaye sedang.8.38lZ. O1l

U"S'i

tinggi 6.gfV" dari seluruh daerah penelitian. Jumoyo, Seloboro, Sirahan dan.Blongkerg '

mJripunyai

bahaya

tinggi.

Persepsi masyarakat berpengaruh

pada

bahayq

ryq,,

*rfr,iprn nilai "l fecii-yaitu

O,SSZ

lforelasi

sedang).

Hasil

perhitungan ekarunru '

menunjukkan jumlah kerugian karena lahar untuk rumah permanen bervqilgiterglnltrye besar

kecilnyl

kerusaka-n

yaitu

antara

Rp

6.000.000

-

R.O 162.000.000.

Priori6,.

penanganan untuk mengurangi risiko lahar tebin Oitekankan pad'a mitigasi dan adaptas-i-

ABSTRACT

,,

The

natural disaster impact

on the

physical aspects have commonly

beq!

investigated, however, its impact on the sociai economical aspects have not much ye*

been iivestigated. This research was intended: to compile hazard lahars zone; to krlow lahars perception; economics valuation for impact lahars

disaster. :l

The selection of the research area was established using purposive

samplirq-

.

Unit analyses are all region in district Kali Putih coverage area. ln every selected regio*

were tak-en

24

respondents

for

interview.

The

respondents were chosen based ore, random sampling technique with lottery system. The conelation statistics technique

ure

appliedtoanalpitherelationshipsbetweencommunityperceptionandlaharshazard.

Tha results show that siudy areas have

4

(four) criteria, there are not hazi*d l6.9lo/o,low hazard 7.78 yo, middle hazard 8.38% anO fribn hazaid 6.91% from all study coverage area. Jumoyo, Seloboro, Sirahan and Blongkeng have high hazard. Communffy percepiion had influents on lahars hazard even though the ur" value was small were 0,55 t*iOOi" correlation). The economical aspect that show result

of

looseness is variation depend on the damage between Rp 6.000.000

-

Rp 162.000.000. The priority of

tfe

errortstoreducetheriikoflaharsshouldbeputonthemitigationandad3ptation,

Keywords:EconomicValuation,correlation,LaharsHazard

l.

Pendahuluan

Salah

satu

gunungapi yang teraktif

di

dunia yaitu Gunungapi Merapi,.yang terletak di perbatasan Provinsi JawaTengah dan Provinsi Daerah lstimewa Yogyakarta' eunung"pi Merapi

,""rr"

geologis berala di atas dua jalur sesar kuarter yang saling tegak

lirus

di Jawa bagian tengih, yaitu kelurusan Ungaran

-

Telomoyo

-

Merbabu

-

466

(13)

Merapi yang berarah utara

-

selatan dan kelurusan Lawu - Merapi - Sumbing - Sindoro

-

Slamet yang berarah timur-barat.

Potensi bahaya vulkanik gunungapi dapat dibedakan menjadi bahaya primer dan bahaya sekunder. Bahaya primer adalah bahaya yang ditimbulkan langsung oleh letusan yang biasanya disertai hamburan piroklastik, aliran lava, dan luncuran awan panas, sedangkan bahaya sekunder adalah bahaya yang ditimbulkan oleh aliran rombakan material lepas gunungapiyang bercampur dengan air hujan yang turun di puncak dengan konsentrasitinggiyang disebut dengan aliran lahar (Wahyono, 20A4. Terdapat beberapa sungai yang berhulu di Gunungapi Merapi dan dilalui aliran lahar, diantaranya yaitu Kali Putih, Kali Pabelan, Kali Senowo, Kali Batang, Kali Krasak, dan KaliBlongkeng. Sungai- sungai tersebut terletak di sekitar lereng barat gunungapi Merapi.

Ancaman bahaya banjir lahar akan lebih berbahaya jika terjadi di daerah yang datar dan padat pemukiman. Bangunan pemukiman merupakan salah satu elemen risiko yang penting untuk menentukan tingkat risiko bencana banjir lahar. Salah satu contoh yang terjadi yaitu di Kali Putih Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Luapan banjir lahar merusak pemukiman di sekitar Kali Putih. Tabel 1.1 menyajikan daftar jumlah bangunan dan jumlah pengungsi di daerah sekitar Kali Putih. Tabel 1.1 Daftar Rumah dan Jumlah

?errgtnrgSr.prrgTer'nenaBadpr lahar PascaEnrpsGunungaSilNrera$i$1S

-?$1\.

Tabel 1.'1. Daftar Rumah dan Jumlah Pengungsi yang Terkena Banjir Lahar Pasca Erupsi Gunungapi Merapi 2010

-2011

.:l,Surnber: BNPB, 17 Januari2011

Banjir lahar dapat memicu tingginya tingkat erosi di sepanjang tepi sungai yang Meningkatnya erosi akibat banjir lahar terjadi karena derajat kemiringan lereng

ffiunungan

sangat mempengaruhi tegangan permukaan.

Akibat

kecepatan aliran permukaan yang meningkat, maka kapasitas daya rusak banjir lahar akan menjadi :,Wnakin besar. Dampak dari peristiwa banjir lahar yaitu, tepi sungai manjadi semakin

l,Wql"

sehingga

dapat

mengakibatkan kerusakan infrastruktur

seperti

bangunan _.#snukiman di tepi sungai serta bengunan pengendali sedimen (Sabo DAM).

Akibat luapan aliran lahar yang melebihi daya tampung sungai, terdapat banyak an pemukiman, sarana umum serta bangunan infrastruktur yang rusak cukup Area bahaya bahaya banjir lahar

di

daerah penelitian belum dipetakan secara oleh karena itu diperlukan pemetaan yang mempunyai skala detail,karena banjir dimungkinkan akan terjadi di tempat yang sama. Pemetaan dengan menggunakan

asi kontur dan

pengukuran

cross

secfion

sungai untuk

mengetahui luas sungai serta pengukuran existing luapan banjir lahar, merupakan salah satu untuk menentukan bahaya banjir lahar

di

sepanjang

Kali

Putih. Kerusakan bangunan, dapat diketahui dengan menentukan kerusakan'bangunan dan

berapa besar nilaikerugian yang dialami oleh korban bencana.

,

Lahar memiliki nilai ekonomi tinggi tidak hanya bersifat terukur (tangibte) namun flftanfaat ekonomi tidak terukur (intangible). Manfaat terukur biasanya digolongkan ke manfaat kegunaan baik yang dikonsumsi maupun tidak. Manfaat tidak terukur manfaat non-kegunaan lebih bersifat pemeliharaan ekosistem jangka panjang.

467

(14)

selama ini masyarakat terlalu berpihak pada erupsi gunungapi sebagai

sumber.benq.',

tetapi mengabaikan pentingnya nilai ekonomi material erupsi (lahar) (sukatja, 20qq}"

Sehingga pirtu dik"t"hui bagaimana persepsi masyarakat tentang kerentanan bangunaa

p"r*,ifr*rn

terhadap bahaya lahar dan valuasi ekonomi

lahar.

, '

Valuasi

"f,onomi'Jiie1u6an

untuf meng;tahui berapa besar dampak

kerus$@i

akibat lahar sehingga dapat dihitung secara nyata akibat yang terjadi dan faktor-falilry,;

utama dampak kerusakan. Peran valuasi ekonomiterhadap lingkungan dan sumberd46n"

yang terkandung di dalamnya penting dalam kebiiakan pembangunan (David et a/'

1Wq''

Markandya

et

at,2002). Kerusakan lingkungan aiau sumberdaya lingkungan merupakw'' masalah ekonomi, rusaknya lingkungan berarti hilangnya kemampuan lingkungan

unt&.

menyediakan barang dan jasa (Maynard

et

a:,1979: Sukanta, 1993; Garrod et al' 1999)""

permasalahan teisebut merupakan contoh kasus yang menarik untuk ditelaah

karena

permasalahan

wilayah cukup

komplek

dari sisi

ekonomi. Bertolak

dai

permasalahan valuasi ekonomi lahar sebagai dasar pengelolaan daerah bahaya lahar' maka sangat penting menentukan perencanaan yang akan dilakukan' Pembangunan wilayah didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan ekonomi. Perhitungan keuntungaq' ekonomi menjadi dasar utama dalam pengambitan kebijakan pembangunan' Pada sisi lain, pembangunan dilaksanakan

di

dalam ruang/wilayah yang mempunyai dinamika khusus seperti wilayah bahaya lahar di Kali Putih. Dinamika wilayah secara fisik, sosid

dan ekonomi seringkali kurang diperhatikan dalam pengambilan

kebijakan' pembangunan. Akibatnya timbul kerugian ekonomi yang besar ketika terjadi proses dinamika wilayah tidak dikehendaki. Selanjutnya dilakukan kuantifikasi ekonomi dinamika wilayah bahaya lahar, sebagai dasar dalam pengelolaan wilayah dengan memperhatikan' aspek fisik, sosial dan ekonomi.

ll.

Metode

1. Zonasi Bahaya

Lahar

:

penentuan daerah bahaya dilakukan dengan pengukuran cross secfion sungai"

tracking area terdampak (pengukuran existrng lahar) dan interpolasi kontur atau morfolqi sungai-di daerah penelitii-n. (arakteristik aliian lahar yang. terdiri dari campuran materid vulkanik berukuran lempung sampai bongkah, mempunyai kekentalan yang cukup tingg.*

serta mengalir sangat clpat, dapat menhintam berbagai macam penghalang yang ada di O"p"nnyr] Diperlulan pbngukuran mengenai luas penampang sungai serta interpolasi kontur untuk mengidentifikasidaerah bahaya banjir lahar.

. ?,_-,..--.-,-__....---'.:.'.:....

"ryl"'e"

Perhttunga0 ftrtnus Volume :

ILL+ L2\

t-t

=\ z I xLua',akt

Xet€rsnBan:

L, : krEs PendtrPang I

Gambar 2.1 AsumsiPerhitungan Volume Dariperhitungan Cross Section 468

I

(15)

f

Luas penampang sungai akan mempengaruhi volume maksimum yang dapat ditampung sungai serta dapat mempengaruhi aliran luapan lahar. Semakin besar luas penampang sungai, maka semakin kecil potensi luapan aliran lahar, tetapi semakin kecil luas penampang sungai maka akan semakin besar potensi luapan aliran lahar. Luas penampang sungai dapat diukur dengan membuat cross section

atau

penampang melintang. Pengukuran cross section diperoleh dari analisis topografi kontur dan citra serta dengan melakukan pengukuran lapangan menggunakan Lacer ace.

Dengan mengasumsikan volume setengah tabung, maka diperoleh skenario vulome dari tiap penampang melintang. Kemudian dilakukan interpolasi kontur dengan melihat arah luapan, dari penampang sungainya. Luapan diprediksi akan menuju arah kontur yang lebih rendah dari sekitarnya. Pengukuran luas penampang sungai diperoleh dari analisis topografi peta kontur dan citra, kemudian diplot dengan skala tertentu.

Perhitungan

luas

menggunakan

metode

perhitungan

grid serta luasan

bentuk

penampang

sungai.

Selanjutnya

dari hasil

pengukuran lapangan

dan dari

hasil

pengolahan bisa dibuat peta bahaya lahar.

2. Persepsi Lahar

Pengaruh persepsi masyarakat tentang kerentanan bangunan permukiman terhadap bahaya lahar dapat dihitung dengan mengetahui hubungan antara variabel

pengaruh dan variabel

terpengaruh.

Analisis dilakukan dengan

menggunakan pengolahan data statistik (uji statistik). Teknik analisa yang digunakan yaitu korelasi product moment, dengan rumus :

Ry

=

(3)

(Sutrisno Hadi, 1996) Keterangan :

r4y

: angka indek korelasi'r' product moment

x'

: jumlah deviasi skor X setelah terlebih dahulu dikuadratkan

y'

: jumlah deviasi skor Y setelah terlebih dahulu dikuadratkan

. Untuk

mengetahui berapa

besar

persepsi masyarakat tentang kerentanan bangunan permukiman terhadap bahaya lahar, maka diperlukan wawancara dengan penduduk yang tinggal di daerah yang berada di desa-desa sepanjang Kali Putih. Yang dimaksud dengan variabel berpengaruh

(x)

adalah persepsi masyarakat tentang kerentanan bangunan, sedangkan yang dimaksud dengan variabel terpengaruh (y) adalah bahaya lahar.

3. Valuasi ekonomi dampak kerusakan akibat lahar

Valuasi ekonomi untuk menghitung dampak kerusakan akibat lahar berdasarkan asumsi forum para pakar baik etic maupun emic. Etic adalah pendekatan para pakar Perguruan Tinggi. Emic (Local Knowledge) adalah pendekatan berbasis masyarakat setempat daerah terjadinya bencana lahar Kali Putih. Lewat upaya penjaringan aspirasi

dan masukan dari

masyarakal dimaksudkan

untuk

memberikan penghargaan, meningkatkan rasa kepemilikan, dan pemahaman terhadap potensi serta kendala yang ada.Variabel-variabel

untuk

keperluan analisis valuasi ekonomi,

untuk

mengetahui dampak kerusakan akibat lahar merupakan data primer. Metode yang digunakan adalah CVM menggunakan kuesioner.

lll.

HasildanPembahasan 1. Zonasi Bahaya Lahar

Arah luapan lahar diasumsikan menuju kontur yang lebih rendah dari sekitarnya.

Dengan menggunakan interpolasi kondisi morfologi di lapangan, maka dapat diketahui sejauh mana aliran luapan lahar. Hasil perhitungan dicek dengan identifikasi luapan lahar (existing), yang kemudian dijadikan peta bahaya banjir lahar. Karakteristik aliran lahar yang mempunyai kekentalan tinggi, cukup sulit untuk diprediksi. Karena aliran lahar membawa material berupa lumpur, pasir, kerikil bahkan sampai bongkahan batu. Tetapi, pada dasarnya aliran akan menuju ke arah yang lebih rendah.

469

(16)

Berdasarkan hasil pengukuran existing luapan lahar yang sudah

teriali di

Kali Putih, aliran lahar mulai mbfuJq

di

Desa Jumoyo. S,9car3 keseluruhan, total luas area terOainpaf yaitu sebesirf

.i km'.

Tabel 3.1, menyajikan lu.as area terdampak

{i

setiap

desa. Desa Sirahan merupat<an desa yang terdamiak

p{inq

luas (45'532%).dari total ULs are" terdampak. glrdasarLan survli lapangan, desa Sirahan merupakan.desa yang paling parah. Desa Jumoyo

jug?

merupat<ai desa y_ang. terdampak cukup parah

[#.Algty.i

dari total f uar

ai",

ieiOampaf.' Pengukuran dilakukan dengan menggunakan tracking GpS dan

p"rsrkr*t CpS

RoUotik. bengan melakukan pengukuran gxigtinA area terdampat<,

mafaftp"i Oif"t.ftri

daerah yang termasuk ke dalam tingkat bahaya

[rggi.-p"i, iingfrt Oana,i

Uaniir lahar di daeiah penelitian, menggunakan parameter

#;p"

asumJi-vofume dari tampungan sungai utaya. (Kali .Putih), frekuensi dengan melakukan

*"r"nr"i"-fepaOa

pinOiOuf mengenai kejadian banjir lahar, serta analisa

,d"ny,

kemungkinan kejadian

d!wa{u

yang akan dafa[9' . .

Tabet 3.1.' Luas Area Teidampak (Eristing) Luapan Lahar No Kecamatan Desa

Luas Area (Km2)

Persentase

(o/o\

1 Salam Gulon 0.143 8.037

2 Jumoyo 0.587 32.883

3 Seloboro o.241 13.490

4 Sirahan 0.813 45.532

5 Ngluwar Blongkeng 0.001 0.057

Jumlah 1.785 '100

Sumn

ah dan Perhitungan,101z

mempunyai luas seperti yang terdapat pada Tabel 3.2'

Tabel3.2. Luas Daerah BahaYa Lahar

Tingkat Bahaya Baniir Lahar Luas (Ha) Persentase (%)

Tidak Berbahaya 4536.38 76.93

Rendah 458.78 7.78

Sedang 494.36 8.38

Tinggi 407.61 6.91

Jumlah 5897.13 100.00

Sumber : Hasil Pengolahan dan Perhitungan, 2012

Menurut Lavigne

et.al

(2000), terdapat tiga .kelas _sungai yang. berhulu di Gunungapi Merapi

dai

termasuk'daerah bahaya banlir lafrar. Daerah yang termasuk ke dalam iin'gfat nahaya tinggi (pertama) yaitu sungai-sungSi yang berada di lereng barat

tfJ gidgk"ng, (ali gli"nb, Kali

Beneng

dan Kali

Putih). Sungai-sungai tersebut

ileiupafari

dairah oeposit

taiar

dan mempunyaipotensi.tingkat kerusakan yang tinggi.

Tingkat bahaya

yang

kedua

yaitu Kali

Gendol, Kali

Woro dan Kali

Senowo yang mefupafan stingai ya-ng terkeni Oampaf tidak cukup tinggi. Deposit lahal yang terdapat

di

sungai-sunga-i terse6ut hanya sebagian dari sungai-sungai yang berada

di

tingkat

urri"vi

tinggil Sedangkan sungai

-

sungai yang b9g{a. Fag3 tingkat bahaya rendah

Vrit, f.fi

S""y"ng, fal-i Kuning,

kali

Pabeian dan Kali Trising. Berdasarkan peta bahaya lanar di daeiah benetitian (damUar 3.1), tingkat bahaya lahar diklasifikasikan menjadi empat kelas, yaitu tidak berbahaya, rendah, sedang dan tinggi. Tingkat bahaya lahar

Daerah tingkat bahaya tinggi merupakan daegh yang terletak dengan sumber bencana,

pada uirumnya

ierletai<-

di

dekat lembah

atau

bagian

hilir

sungai, dan

perluasannya sering

tellOi

pada kelokan sungai

dengql

kondisi tebing rendah da*

l"*iiing"n'tereng

O-atar atau'trampir datar. Berdasarkan Tabel 3'2. dapat dilihat.bahwa daerah penelitian mempunyai area yang tidak berbahaya sebesar 76.930/o, bahaya i"nO"n

i.7g

o/o, bahaya

red"ng

8.38% dan bahaya tinggi 6.91 o/o dari seluruh daerah p"n"titian. Daeiah

V"ig ,"rp-unyai

tinqkat bahaya tinggi, sebagian besar berada di

iesa

Jumoyo, Selo-bor5, Sirahan dan Blongkeng dan terletak pada lereng datar atau 470
(17)

L

hampir datar. Daerah tingkat bahaya tinggi, mempunyai luasan yang paling rendah dibandingkan dengan tingkatan bahaya yang lainnya, karena daerah tingkat bahaya tinggi dekat dengan sumber bencana. Begitu juga dengan perhitungan asumsi volume untuk menentukan tingkat bahaya banjir lahar. Daerah tingkat bahaya tinggi mempunyai asumsivolume yang lebih kecil.

2. Persepsi Lahar

Penilaian kerentanan bangunan permukiman

di

dasarkan

pada

persepsi masyarakat. Rumus yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah rumus Korelasi Product Moment. Variabel yang akan digunakan, berdasarkan pada tingkat kerentanan bangunan permukiman

di

daerah penelitian. Berdasarkan hasil analisa, terdapat tiga tingkat kerentanan bangunan permukiman di daerah penelitian, yaitu (tinggi, sedang dan rendah) (Tabel 3.3).

Sumber : Hasil Wawancara,2011; Hasil Pengolahan dan Perhitungan,2AT2

Berdasarkan hasil uji korelasi, hasil yang diperoleh (r*r) diperolah hasil positif.

Berarti terdapat korelasi positif atau hubungan searah antara variabel bebas (persepsi masyarakat tentang kerentanan bangunan permukiman) dan variabel terikat (bahaya lahar). Berdasarkan hasil perhitungan, korelasi antara variabel

X

dan

Y

korelasinya sedang. Sehingga pengaruh variabel

X

terhadap variabel Y hanya kecil. Dimungkinkan ada variabel lain yang lebih berpengaruh dan tidak diteliti. Hal ini bisa dijadikan saran untuk penelitian selanjutnya.

3. Valuasi ekonomidampak kerusakan akibat lahar

Untuk melakukan valuasi ekonomi dampak kerusakan akibat lahar dan estimasi nilai dampak bencana diperlukan standar harga yang relevan. Penilaian kerugian yang dilakukan

di

daerah penelitian yaitu, penilaian kerugian bangunan permukiman akibat 6angr

tafat.

Slpndar ha.rg2 yang rJtrpertr*ar.r. yaifuu tuaya ne.r rn.etet per.se4j. konsttrrks;.

bangunan untuk permukiman. Standar harga yang dimaksud merupakan harga borongan

per

meter persegi. Untuk menentukan standar harga yang akan digunakan, maka dilakukan survei harga dari intansi terkait (PU dan lndeks Harga Kabupaten Magelang), kontraktor

serta

masyarakat. Masing-masing mempunyai

standar harga

yang

berbeda-beda. Tabel 3.4. menyajikan standar harga bangunan per meter persegi dari instansi terkait dan masyarakat.

abel3.4. Standar an Der m2

Tipe Bangunan Standar Haroa Per m2

PU Kontraktor Kabupaten Masvarakat Permanen 2.441.700 1.250.000 1,300,000 1.000.000 Sumber :, lndeks Harga Kabupaten, 2010; Hasil Wawancara,2011; PU 2011; Hasil

Perhitungan dan Pengolahan, 2012

Perhitungan

nilai

kerugian bangunan

yag

dilakukan

di daerah

penelitian, menggunakan standar harga dari masyarakat. Karena standar harga masyarakat lebih sesuai dengan kenyataan

di

lapangan. Harga borongan

per

meter persegi, sesuai dengan harga yang beredar di pasaran. Mengapa tidak menggunakan standar harga dari instansi ataupun kontraktor, karena mereka mempunya klasifikasi masing-masing.

Standar harga PU merupakan standar harga yang ditentukan secara nasional. Standar menurut PU yaitu bangunan sederhana (bangunan dengan karaktter sederhana serta memiliki kompleksitas dan teknologi sederhana). Dengan demikian, standar harga per

47L

Tabe!3.3. Nilai lndeks Korelasi VariabelBebas VariabelTerikat lndeks

Korelasi

Nilair- hitung

Nilair - tabel

Hasil

fi)

(Y)

Persepsi

masyarakat

tentang

kerentanan

banounan oermukiman

Bahaya Lahar r

ry 0,557 0.396 Korelasi Sedang

(18)

meter perseginya cukup mahal

jika

dibandingkan dengan standar harga yang lain.

Standar harga menurut Kabupaten, disesuaikan dengan lndeks Harga Kabupaten setiap tahunnya. Harganya tidak terlalu mahal, namun masih lebih tinggi

jika

dibandingkan dengan harga kontraktor dan harga masyarakat. Standar harga kontraktor hampir sama

dengan standar harga

kabupaten,

Tetapi, standar harga kontarktor

biasanya menambahkan biaya jasa kontraktor. Berdasarkan survei yang dilakukan, rata-rata jasa kontraktor mengambil keuntungan sebesar 10olo. Dengan demikian, jika digunakan untuk menghitung nilai kerugian kurang begitu sesuai. Standar harga masyarakat merupakan standar harga yang paling sesuai digunakan untuk menghitung nilai kerugian bangunan permukiman di daerah penelitian. Karena harganya sesuaidengan harga pasar.

Berdasarkan hasil penetitian diketahui besarnya kerugian dalam rupiah akibat lahar yang mengenai bangunan permukiman (rumah). Kerugian yang dialami masyarakat

di

daerah penelitian akibat lahar cukup bervariasi yaitu antara

Rp

6.000.000

-

Rp

162.000.000 untuk bangunan rumah permanen (Tabel 3.5). Kerugian akibat banjir lahar untuk bangunan permukiman (rumah) yang semi permanen dan tidak permanen masih dalam proies penelitian. Selanjutnya bisa dilakukan valuasi ekonomijuga terhadap lahar, sehingga bisa diketahui apakah lahar sebagai bencana atau sebaliknya. Hal tersebut bisa dijadikan saran untuk penelitian selanjutnya dimana penulis sedang dalam proses penelitian.

Tabet 3.5. Vatuasi Ekonomi Kerusakan Rumah Akibat Lahar di Daerah Penelitlan Tahun 2012

..:

!:ti .:

(19)

f

rs

g'?

Sirahan lSirahan I

tSO

10 lr

Sudiyana Sirahan Sirahan 150 50 1.000.000 50,000,000

E Aqus Warsidi Sirahan Sirahan 112 112 1.000.000 112.000.000

ffi Suharto Sirahan Sirahan 140 40 1.000.000 40,000,000

w

Hartono Sirahan Sirahan 90 10 1.000.000 10.000.000

1i Ripandoyo Sirahan

Sirahan 150 30 1,000.000 30,000.000

w

HadiSumarto Sirahan Sirahan 80 30 1,000,000 30,000,000

Dutkadir Sirahan Sirahan 169 4A 1.000.000 40,000.000

a.* Widarto Sirahan Sirahan 100 100 1.000.000 100,000,000

Hadi Suyanto Sirahan Sirahan 21 21 1,000,000 21,000,000

Tarmudi Sirahan Sirahan 90 90 1.000.000 90,000,000

3I Sumari Sirahan Sirahan 80 40 1.000.000 40.000.000

3e Aditya Sihit M Sirahan Sirahan 45 40 1.000.000 40,000,000

HadiSumardi Sirahan Sirahan 35 35 1.000.000 35,000,000

, Sutilah Sirahan Sirahan 7A 70 1.000 000 70,000,000

tq Cip Marsidi Sirahan Sirahan 120 120 1,000,000 120.000.000

{h€J4 Marsito Sirahan Sirahan 120 30 1,000,000 30,000.000

*3 Heru Sukoco Sirahan Sirahan 90 20 1.000.000 20,000,000

{4 Surahmat Sirahan Sirahan 90 50 1.000.000 50,000,000

.#

Sarnyoto Sirahan Sirahan 54 o 1,000,000 9,000.000

#

Nur Ramsudi Sirahan Sirahan 124 124 '1,000.000 124.000.000

e? Nurvadi Klumpukan Selo Boro 105 2A 1,000.000 20.000.000

4& Paryanto Gemampanq Sirahan 150 6 1.000.000 6,000,000

,#

Bambang Senqqono Perbutan Gulon 420 10 't.000.000 '10.000.000

::.sffi Agus Prayitno Nabin Wetan Gulon 90 2A 1,[email protected] 20,000.000

,$3 - Gimin Gempol Jumoyo 100 10 1,000.000 10,000,000

Tarmadi Gempol Jumoyo 125 125 I,000,000 125,000,000

{1X Sinoo Dimeio Gempol Jumoyo 100 10 1.000.000 10.000.000

Arwoko Seloirino Jumoyo 150 30 1,000,000 30,000,000

3S1 Aswoto Karanq Asem Blonqkenq 162 162 L000.000 162.000.000

s i

Suils Karanq Asem Blongkenq 120 1n 1.000.000 120.000,000

)umoer: uata seKunder, 2011; HasilWawancara, 20 lV. Kesimpulan

1.

Hasil pemetaan bahava lahar

di

daerah ncnot

1; dan Hasil Perhitungan,20tZ

1.

flasil.pemetaan bahaya,lahar

di

daerah penelitian mempunyai area yang tidak

berbahaya

sglesg.

rg?3o/o; bahaya rendah z.TB yo,

ianlya'seoang

d.Ce;2.'dan pafaya tinggi 6.91 o/o dari seluruh dierah penelitian. Dderah yans memounvai tinokat

P?,hrI,

tinggi, .sebagian besar berada

'di

desa Jumoyo, 's"iEu"io,

Tiilnrn'?rn

^

Etongkeng, dan terletak pada lereng datar atau hampir datir..

2.

Terdapat korelasi positif

.atau hibungan searah'antara variabel bebas (persepsi masyarakat tentang kerentanan bangunan permukiman) dan variabel terikai'(bahaya lahar). Berdasarkan hasil perhitungal'r, kordtasi

antarj iariiuer x oin'?"ior$Jrinv,

sedang. .

sehingga

pengaruh variabet.

x

terhadap

v]riiuet-V ha;r;

-r.";ir.

^

.Dimungkinkan ada. variabel lain yang lebih berpengaruh ban tioat< diteliti.

3. Kerugian yang dialami masyarakat at<iUat tanbr Vif,g

,n*genal

peimukiman (rurnah permanen) cukup bervariasiyaitu antara np o.oo'0.0d0

-

RF 162.000.000

V. Daftar Pustaka

Anonim, lndek Harga, PU Kabupaten Maoelano. 2011

Anonim, lndeks Ha,rga Kabupalbn, Bappela K5bupaten Magelang, 2011 473

(20)

BNPB. 2011. Daftar Rumah dan Jumtah Pengungsi yang Terkena Baniir Lahar'

*,o,,,no",T3:"ffi,,8:rffii3,,.J,?[ffi:,fi?J['il:Xl!*?l';lnr,*l,l'i.""o,,,""

and the Environmeni. ISBN 0-7450-0202'1 . Harvester Wheatsheaf.

-"'"-G;;dA,'O.,

Wiffis,-K.e.,-iggS. Economic Valuation of the Environment (Methods and case stuaiesi. iS'aH

t

AsAga 6A+ 2. Edward Elgar Publishing, lnc.USA.

---' -'6i6ne.F..

J.C. Thouret, B. Voight, HI Suwa, andA. Sumaryono. 2000. Lahars at

U"opiididi-nb,'bentiit iiri:'an

ov-erview. Joumal

of

Votcanoiogy and Geothermal Research 100:42$456.

'""il;tli;ily;,'4.,

piirice, H-, Lorenzo, G:.8', Vrtq, c..r!!.al^Elluironmental Economics ror

Su'iiAiii*i

Aioritn

1i

nilndOioox for piactitioners).

tsgtl

1 84064 306 4. Edwar Elgar Publishing, lnc.USA.

Mavnard, M.H., Eric, L.H., 1979. Economics Appraaches.to.Natural Resource and

enviiilili,iiiii'oi';iiun:;;ryiis.' tsstl o

e07567 04' 5. Tycooly lntemational Publishing Limited. Dublin.

*""-SuLint"

n., tggg. Teknik Penilaian Ekonomi Terhadap_Lingkylgan (Suatu Buku Keria

guaiiasui).lsei{szs+za-2o7-7.GadjahlvladaUniversity.Press,Yq9Yakart

-'-- ink;{;;

C.B.;2006. Antisjpasi tianjir Lahar Pasca Letusan G.M5rraq!.2006^: studi fasus-O'Xili'OlnOb, Witiyan-Glnung M'erapi. Makalah' Balai Sabo, Puslitbang Sumber Daya Air, Badan Litbang Pekeriaan Umum.

--'-'sLitri'Jr-o,'H-.;199"6.

kiiia-ieieiti

Psvchotogi Karya.Yogyakarta : Yayasan Penerbit FIP _ IKIP."'Wahyono,

Sri Agus, 2002. Kajian Tingkat Risiko Bahaya Vulkanik Melalui Teknik penoinoeia'an

jauh

Oin'sistem lriformasi Geografis Loka-si Kasus lere.nS -Setatan

6[;"fidi,i

Merapi XiUupaten Sleman Daerah Etimewa Yogyakarta. Iesis' Program Fasca 3a'riana Uriiversitad Gadjah Mada, Yogyakafta'

474

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini berjudul ” Analisis Potensi Luapan Banjir Lahar Gunungapi Tangkuban Perahu untuk Menentukan Area Evakuasi di Sekitar Sungai Cimuja Kabupaten Subang“

Penelitian ini berjudul ”Analisis Potensi Luapan Banjir Lahar Gunungapi Tangkuban Perahu untuk Menentukan Area Evakuasi di Sekitar Sungai Cimuja Kabupaten Subang“

Material vulkanik tersebut menyebar dan mengalir dengan melalui aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi sebagai banjir lahar, antara lain Sungai Pabelan,

Banjir memiliki dua arti yaitu meluapnya air sungai disebabkan oleh debit sungai yang melebihi daya tampung sungai pada keadaan curah hujan yang tinggi, dan arti kedua adalah

Kerusakan infrastruktur yang berada di Sungai Senowo dan Pabelan bagian hilir adalah dampak dari banjir lahar dingin yang disebabkan curah hujan yang tinggi di

Sungai Tugurara adalah salah satu Daerah Aliran Sungai (DAS) pada Gunungapi Gamalama yang memiliki risiko bencana terhadap masyarakat seperti luapan banjir lahar.Sungai

Kawasan rawan bencana terhadap aliran massa berupa lahar/banjir, dan kemungkinan perluasan awan panas, terletak di sepanjang daerah aliran sungai/di dekat lembah sungai

Hasil yang diharapkan dari penelitian berupa peta luapan banjir lahar per desa, tabel penilaian tingkat kerusakan rumah, dan peta sebaran kerusakan permukiman akibat banjir