• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model Pendidikan Kreativitas Ide Karya Teknologi Dengan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Model Pendidikan Kreativitas Ide Karya Teknologi Dengan"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

A. Judul Penelitian : Model Pendidikan Kreativitas Ide Karya Teknologi Dengan Memanfaatkan Sinergi Otak Kiri Otak Kanan Alam Bawah Sadar Mahasiswa Teknik Mesin..

B. Bidang Ilmu : Pendidikan C. Latar Belakang

Karya Teknologi adalah merupakan salah satu mata kuliah dalam kurikulum jurusan mesin Fakultas Teknik Universitas negeri Yogyakarta yang wajib ditempuh mahasiswa Program Diploma ( D3 ) teknik untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Ahli Madya Teknik., sementara disisi lain kualitas produk karya teknologi secara tidak langsung juga akan menunjukkan kualitas dan eksistensi perguruan tinggi yang bersangkutan., karena produk kreatif merupakan salah satu produk harapan setiap perguruan tinggi, sebagai salah satu bukti nyata bahwa perguruan tinggi tersebut memiliki unggulan.

Sampai saat ini , pada tahap awal, kecepatan memperoleh ide yang layak masih memakan waktu lama sehingga kecuali menyita waktu proses tahap berikutnya, yang dampaknya secara keseluruhan , waktu yang digunakan untuk menyelesaiak karya teklnologi tersebut menjadi lama melebihi waktu yang ditentukan , yang pada gilirannya mengakibatkan bottle nect pada proses kelulusdan studi.. Beberapa pola penanganan telah dicoba dan diteliti, namun masih juga kurang optimal, mengingat bahwa metode pencarian ide yang digunakan masih dominant otak kiri, padahal kreativitas adalah peran otak kanan.

Dewasa ini proses belajar mengajar masih dominan menggunakan potensi otak kiri. yang perannya adalah hanya 12 % dalam kehidupan manusia, sedangkan peran potensi alam bawah sadar yang sebesar 88 %, kurang atau tidak dimanfaatkan.

.Padahal potensi kekuatan pikiran meliputi potensi pikiran sadar, potensi pikiran alam bawah sadar, dari sisi otak, ada potensi otak kiri dan otak kanan, dan dari sisi gelombang ada potensi gelombang , Gama, Beta, Alpa, Teta, Delta. dan Epsilon.

Bila disimak, penemu – penemu terdahulu seperti Elias Howe ( Jarum mesin jahit ), James Watson ( DNA ), Thomas Alpha Edison ( mesin bicara , lampu pijar), Albert Einstein ( teori relativitas), Michael Angelo ( patung David ), Wright. B ( pesawat terbang ), Copernicus dan Galileo ( teleskop ), Newton ( gravitasi ),

(2)

M.Faraday ( energi listrik ), dan lain – lain, menggunakan sinergi potensi otak kiri , otak kanan, alam bawah sadar dan gelombang otak dalam proses penemuannya.

Hasil penelitian Subiyono ( 2008 : 37 ) menunjukkan bahwa 22 industri dari 27 Industri di Jawa melakukan kegiatan modifikasi , yang mana kegiatan modifikasi adalah merupakan kegiatan kreatif dan inovatif untuk melahirkan keunggulan dan mengoptimalkan sistem yang ada..

Salah satu kegiatan untuk menunjukan keunggulan produk, baik itu barang ataupun jasa adalah kegiatan kreativitas, dimana kegiatan berpikir kreatif merupakan salah satu pengembangan karakter.. Dengan terlatih kreatif , berarti juga mempersiapkan mahasiswa lulusan Fakultas Teknik UNY untuk memiliki daya saing dan tidak kaget lagi saat mereka bekerja di industri atau berwiraswasta yang kegiatannya sering menuntut kemampuan kretivitas.

Dalam bahasa otak, kreatif adalah adalah produk otak kanan, sedangkan dalam bahasa kesadaran, kreatif adalah bahasa alam bawah sadar. Alam pikiran sadar atau otak kiri hanya berperan 12 % dalam kehidupan manusia, sedangkan alam bawah sadar atau otak kanan memiliki peran 88 % dalam kehidupan manusia.

Selama ini dunia pendidikan masih banyak mengandalkan logika, otak kiri atau pikiran sadar, sedangkan peran otak kanan dan peran alam bawah sadar yang memiliki potensi dan peran 88 % dalam kehidupan manusia belum dioptimalkan.

Otak kanan dan alam bawah sadar memiliki peran , fungsi , dan potensi dalam kegiatan kreativitas.melalui teknik afirmasi dan visualisasi. Disisi lain, dalam bidang pendidikan perlu keseimbangan penggarapan dan pemanfaatan potensi kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual disamping penggarapan dan pemanfaatan potensi kecerdasan intelektual, yang dewasa ini penggarapan ketiga kecerdasan porsinya belum imbang dalam arti masih banyak yang berbasis kecerdasan intelektual. . . Dengan demikian, berpijak pada pemaparan diatas, maka permasalahnya adalah bagaimana model pembelajaran kreativitas yang mengoptimalkan sinergi otak kiri dan otak kanan dalam alam bawah sadar untuk membentuk karakter kreatif dalam rangka menghasilkan ide – ide karya teknologi / produk – produk kreatif yang pada gilirannya dapat melahirkan keunggulan perguruan tinggi. .

(3)

Rumusan Masalah

1. Bagaimana model pembelajaran kreativitas dengan memanfaatkan sinergi potensi otak kiri dan potensi otak kanan alam bawah sadar. yang menghasilkan ide – ide produk kreatif karya teknologi..

2. Sejauhmana effektivitas model pembelajaran kreativitas dengan memanfaatkan sinergi potensi otak kiri dan potensi otak kanan alam bawah sadar dalam menghasilkan ide – ide kreatif karya teknologi.

E. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah mewujudkan model pembelajaran kreativitas yang pemanfaatan potensi sinergi otak kiri dan otak kanan dalam alam bawah sadar untuk membentuk mahasiswa kreatif dalam memunculkan ide – ide karya teknologi secara tepat dan cepat....

F. Manfaat Penelitian

1. Menambah model pembelajaran baru dalam membentuk mahasiswa kreatif dalam ide – ide karya teknologi.memiliki karakter kreatif di bidang teknik.

2. Memperkenalkan sinergi potensi otak kiri dan otak kanan dalam alam bawah sadar untuk kegiatan kreativitas ide karya.

3. Menghasilkan mahasiswa kreatif.

4. Menghasilkan desain ide karya teknologi hasil kegiatan kreatif.

D. Definisi operasional

1. Potensi otak kanan alam bawah sadar adalah pemanfaatan dan pmngoptimalan potensi otak kanan alam bawah sadar dalam bidang kreativitas .

2. Ide karya teknologi adalah ide karya yang meliputi bentuk, mekanis, transmisi, dan konstruksi alat peralatan mesin..

3. Kreativitas adalah kemampuan untuk merancang, membentuk , membuat, memunculkan atau melakukan sesuatu / solusi yang kreatif, dengan cara yang baru atau cara lain, dalam hal ini dengan cara pemanfaatan sinergi potensi otak kiri dan otak kanan dalam alam bawah sadar.

4. Karya teknologi adalah karya proyek akhir mahasiswa D3 jurusan mesin.

(4)

E. Kajian Pustaka 1. Kajian Teori

a. Alam Bawah Sadar.

Teori pikiran dengan pendekatan tingkat kesadaran membedakan pikiran menjadi pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Peran pikiran sadar terhadap manusia adalah 12 %, sedangkan pikiran bawah sadar perannya berkisar 88 %. ( AdiW. Gunawan, 2007 : 17 ).

Berikutnya Saraswati ( 2010 : 15 ) mengatakan bahwa tingkatan gelombang otak meliputi :

(1). Beta ( frekwensi 12 – 25 Hz ) dominan pada saat orang terjaga dan menjalani aktivitas se – hari – hari yang menuntut logika / analisis (2). Alpha ( frekwensi 8 -12 Hz ) dominant pada saat orang dalam kondisi

rilex dan tetap waspada.

(3). Theta ( frekwensi 4 – 8 Hz ) dominant pada saat orang meditasi, mengantuk , tidur mimpi.

(4). Delta ( frekwensi 0.1 – 4 Hz ) tidur lelap tanpa mimpi.

Menurut Adi W Gunawan, ( 2005 : 27 ), Pikiran sadar dan pikiran bawah sadar sadar. saling berkomunikasi dan bekerja dalam waktu bersamaan , secara parallel.. Pikiran sadar memiliki 4 fungsi utama , yaitu mengidentifikasi informasi, membandingkan, menganalisis, memutuskan. Sedangkan pikiran bawah sadar mempunyai fungsi / menyimpan , kebiasaan, emosi, memori jangka panjang, kepribadian, instuisi, kreativitas, , persepsi, keyakinan dan nilai.

Pikiran ditinjau dari sisi otak : b. Otak kanan

Menurut Erbe.s ( 2010 : 64 ) bahwa fungsi otak kanan adalah aktivitas non verbal , imaginative, susunan spasial, holistic intuitif, parallel, dufus, persamaan, tidak tergantung waktu, , global, pikiran divergen. Sejalan dengan pendapat Ippho.S (2010 : 51 ) bahwa wilayah otak kanan adalah emosional, efektif, intuitif, imajinatif, artistic, kualitatif, spasial, parallel, lateral, tak terencana, impulsive, holistic, difus, visual, implisif, interpersonal, other centric, motorik kiri..

(5)

Selanjutnya dari sisi kekutan pikiran, semua orang mempunyai potensi kekuatan pikiran , hanya saja kebanyakan orang tidak mengaktifkan kekuatan pikirannya secara sadar. Kebanyakan manusia hanya menggunakan 10 % saja dari kapasitasnya masing – masing. Kekuatan pikiran yang diaktifkan akan membuat energi yang ada pada diri orang atau energim mikrokosmosm menjadi sinkron dengan energi besar makrokosmos yang ada dalam alam semesta.

c. Kreativitas

Menurut Nukman ( 2009 : 190 ) ada delapan ciri kreativitas baik pada kontek produk maupun proses.

(1). Kemampuan untuk mengeneralisasikan sejumlah ide.

(2). Keinginan untuk berani mencoba hal – hal yang baru. .

(3). Kemampuan untuk menambah, mengemas atau menciptakan ide atau produk kreatif..

(4). Kemampuan mengkonsep ide atau produk yamng sukar atau rumit.

(5). Kemampuan untuk menciptakan ide atau produk yang baru , unik, tidak biasa, segar atau benar – benar berbeda.

(6) Kemampuan untuk memproduksi persepsi secara berbeda dengan memunculkan beberapa ide. Untuk memecahkan persoalan yang sama.

(7). Kemampuan untuk bermimpi, menemukan , melihat , berpikir serta mengkonsep ide atau produk baru menjadi sebuah bakat .

(8) Sifat untuk menunjukkan perilaku keingin tahuan , bertanya, mencari, , melihat ide – ide lebih mendalam , dan keiunginan untuk mengetahui lebih banyak mengenai sesuatu hal.

e. Karakter

Menurut Muchlas dan Hariyanto, 2011, Pendidikan Karakter, m Bandung : PT. Remaja Rosda Karya .

Menurut Trilling dan Fadel, ada 3 macam katagori keterampilan yang diperlukan pada abad ke 21, yakni kecakapan belajar dan inovasi yang meliputi berpikir kritis dan pemecahan masalah , komunikasi dan kolaborasi , serta

(6)

kreativitas dan inovasi. , kecakapanmelek digital, kecakapan hidup dan kecakapan karier .

Menurut kamus karakter merupakan sifat – sifat kejiwaan, akhlak, atau biudi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. , Scerenco ( 1977 ) mendifinisikan karakter sebagai atribut atau cirri2 yang membentuk dan membedakan cirri pribadi. , cirri etis, dan kompleksitas mental dari seseorang , kelompok atau bangsa. Sementara itu The Free Dictionarey , mengatakan bahwa karakter sebagai suatu kombinasi kualitas atau cirri – cirri yang membedakan seseorang atau kelompok atau dapat juga didefinisikan sebagai suatu diskripsi dari atribut , cirri – cirri atau kemampuan seseorang.

Menurut Zainal Aqiib dan Sujak ( 2011, : 6 ),

Zainal Aqiib dan Sujak, 2011, Pendidikan karakter, Bandung : Yrama Widya , Nilai – nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesame manusia , dan lingkungan , serta kebangsaan. Nilai – nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri : jujur, bertanggung jawab, bergaya hidup sehat, disiplin, kerja keras, , percaya diri, berjiwa wirausaha, berpikir logis, kriitis , kreatif dan Inovatif., mandiri, ingin tahu, cinta ilmu.

d. Perancangan

Jenis Perancangan produk menurut Krutz ( 2006 : 5 ) diklasifikasikan : (1). Asli

Yaitu merupakan desain penemuan yang benar – benar didasarkan pada penemuan belum pernah ada sebelumnya

(2). Pengembangan ( Modifikasi )

Yaitu merupakan pengembangan produk yang sudah ada dalam rangkapeningkatan efisiensi, efektivitas, penampilan , atau daya saing untuk memenuhi tuntutan pasar atau tuntutan zaman.

(3). Adopsi

Yaitu merupakan perancangan yang mengadopdi / mengambil sebagian sistem atau seluruhnya dari produk yang sudah ada untuk penggunaan lain dengan kata lain untuk mewujudkan alat mesin yang memiliki fungsi lain.

(7)

Proses perancangan merupakan merupakan suatu sistem yang meliputi fase observasi / survey pasar, fase analisis kebutuhan, fase ide dan konsep, fase pengembangan desain, fase pembuatan gambar kerja , fase pembuatan, dan fase pengujian ( Gupta, tth : 41 ) .

Dalam mencari ide , membuat konsep , melakukan modifikasi , dan merancang daya saing perancang perlu berpikir kreatif dengan melontarkan gagasan – gagasan antara lain, menambah fungsinya, menyederhanakan, membuat lebih ergonomis , meningkatkan jaminan keselamatan kerjanya, membuat lebih cepat atau lambat, membuat lebih besar atau kecil, membuat lebih mudah dioperasikan dirawat dan dipelihara, membuat mudah dikemas dan mudah dibawa kemana – mana, membuat lebih murah, menambah keistimewaan, membuat lebih menarik, membuat lebih ringan atau lebih berat, membuat lebih keras atau lebih lamban suaranya, membuat lebih otomatis, membuat lebih multiguna, membuat lebih murah ( Gray A.D., 1996 : 68 –69 ).

Namun demikian , pada awal langkah perancangan , perancang perlu berpikir ( Espito and Thower, 1991 : 6 )

(1). Apakah produk merupakan kebutuhan pasar ? (2). Apakah produk mampu bersaing dengan rivalnya ? (3). Apakah produk ekonomis untuk di produksi ?.

(4). Apakah produk dapat dibuat ?

(5). Apakah produk akan memberikan keuntungan ?

Selanjutnya, dalam memaparkan ide maupun dalam membuat alternatif – alternatif konsep , perancangan perlu melihat memperhatikan atau melakukan pertimbangan – pertimbangan ( analisis ) teknik, sosial , dan ekonomi yang meliputi

(1). Teknik ( kekuatan, keandalan, pertimbangan panas, korosi, keausan, gesekan, manufakture, fungsi, keamanan, berat, kebisingan, corak, bentuk, ukuran , pengaturan, kekakuan, pengerjaan akhir, pelumasan, pemeliharaan, isi ) ( Yoseph, dkk, 1991 : 10 )

(8)

(2). Ekonomi ( Marketing Cost, Producting Cost, Overhead Costs, dan Development Costs ) ( Gupta and Murthy , tth : 120 ).

(3). Sosial ( karakteristik yang prospektif dari para pemakai seperti ; daya beli , tingkat pendidikan & pengalaman , lingkungan budaya dan lingkungan sosial , umur , jenis kelamin calon , kemampuan dan keterbatasan dan lain – lain ) ( Gupta and Murthy , tth : 161).

Cara lain yang lebih spesifik dalam menganalisis produk yang akan dibuat adalah menganalisis tuntutan – tuntutan teknik sosial ekonomi dari produk yang bersangkutan . Tuntutan – tuntutan produk tersebut dapat meliputi tuntutan fungsi, tuntutan konstruksi, tuntutan mekanis, tuntutan bahan, tuntutan pengoperasian, tuntutan pemeliharaan dan perawatan, tuntutan keselamatan, tuntutan biaya & harga, tuntutan kecepatan pembuatan, dan lain - lain tergantung macam produknya (Antono, 1996: 4 ).

Mengenai kualitas produk, ( Gupta, tth : 87 ) ada beberapa faktor atau atribut dimana pemakai akan melihat suatu produk pertama kali pada kemudahan digunakan, keselamatan, kemudahan dipelihara, realibilitas, kemampuan beradaptasi dan penampilan, serta beberapa faktor khusus yang tergantung produknya.

Atribut – atribut atau faktor – faktor yang perlu dipertimbangan dalam merancang dan mewujudkan produk dapat dipilahkan menjadi pertimbangan – pertimbangan di lihat dari sisi pemakai dan pertimbangan dari sisi pembuat ( Juvinnall and Marshek, 1991 : 131 )

Pertimbangan dari sisi pemakai adalah penampilan, efisiensi, kemudahan digunakan, ukuran, berat, reliabilitas, availabilitas, kemudahan dipelihara, kemudahan dirawat, biaya pengoperasian, harga. Sedangkan untuk pertimbangan – pertimbangan dari sisi pembuat harga, biaya manufakture, kemudahan diuji, ketahanan ( awet ), suku cadang, kesulitan didesain, persaingan, kemudahan dibuat, dan obsolescence lifetime.

e. Model Pengembangan Pembelajaran Secara Umum

Pembelajaran sering dikaitkan dengan upaya untuk membelajarkan sasaran didik,. Reigeluth (1999) mendefinisikan pembelajaran sebagai upaya

(9)

yang nyata untuk membantu masyarakat tentang bagaimana belajar dan berkembang yang lebih baik. .

Menurut Gustafson & Branch (1997) ada tiga kategori untuk melakukan suatu indikasi bahwa model dapat diterapankan dan dikembangkan dengan baik: 1) individual classroom instruction; 2) products for implementation by users other than the developers; 3) or large and complex instructional systems directed at an organization's problems or goals.

Classroom Orientation ID Models: merupakan model yang sangat menarik bagi guru professional yang menerimanya sebagai nilai tambah dalam cara mengajar, dan siswa memang memerlukan bentuk-bentuk pengajaran tersebut. Bagi pengembang pembelajaran dalam kategori ini sangat dibutuhkan untuk mendampingi guru karena mereka belum terbiasa melakukan model baru tersebut dengan konsep dan proses pengembangan pembelajaran yang sistematis.

Product Orientation ID Models merupakan karakteristik yang perlu diperhatikan dalam produk pengembangan model adalah adanya asumsi bahwa: a) perlu dihasilkan suatu pembelajaran yang dibutuhkan, b) perlu dihasilkan suatu bahan pembelajaran yang lebih dari sekedar memilah- milah atau memodifikasi bahan pembelajaran yang sudah ada, c) ada kesempatan untuk melakukan pendalaman dilapangan melalui ujicoba dan perbaikan, d) produk yang akan dihasilkan dapat digunakan oleh para pelaksana pembelajaran yang bermacam-macam.

System Orientation ID Models biasanya dimulai dengan suatu tahapan pengumpulan data untuk menggambarkan feasibility and desirability suatu pengembangan pembelajaran dalam memecahkan suatu masalah. Oleh karena itu sistem model yang akan dilaksanakan di kelas tentunya berbeda dengan sistem yang akan diterapkan dalam lingkungan yang luas, sehingga perlu adanya batas lingkungan pengembangan yang jelas.

(10)

f. Produk Kreatif

Nilai produk kreatif perlu memenuhi kreteria ; nilai estetik, nilai fungsi, nilai cultural, nilai kreatiivitas inovasi dan nilai sosial ekonomi lingkungan ( Departemen Perindustrian, 2009 : 8 ) . Selanjutnya dijelaskan pula bahwa nilai – nilai ini dianalisis dari sisi :

(1). Basic Design , yang meliputi pertama ; fungsional, penampilan, martabat dalam arti memiliki karakter yang kuat dan tidak melanggar norma – norma yang berlaku di masyarakat Indonesia, kedua ; ergonomi, kemudahan pemakaian, keamanan, kenyamanan, ketiga kualitas dan workmanship , yakni memiliki kualitas yang baik dalam penggunaan dan perlakuan material, keempat harmoni keserasian dengan lingkungan penggunaan, dan kelima harga terjangkau

(2). Supperority on design, yang mencakup kesatuan antara konsep dan penyampaian, pemecahan masalah, universal, ekologi, effisiensi system, komunikasi dengan pengguna, jaminan keamanan, life cycle yang pantas

(3). Leadership on Design, yang meliputi inovasi kreasi, inovasi solusi, inovasi system, penciptaan trend / life style, meningkatkan nilai social dan budaya, memberikan konstribusi terhadap identitas Indonesia , memberikan kontrubusi pada pemeliharaan lingkungan, dan membangunkan sifat kemanuasiaan.

g. Kreatifitas, Modifikasi dan Perbedaan ( Keunikan ).

Kreatifitas adalah kemampuan untuk merancang, membentuk, membuat atau melakukan sesuatu dengan cara yang baru atau lain, atau memunculkan solusi yang kreatif bagi kebutuhan / pemecahan masalah . ( Depdiknas dan ILO, 2006 : 10 ).

Salah satu macam perancangan adalah pengembangan produk yang telah ada, dimana untuk mewujudkan itu perlu modifikasi ( Hurst.K., 2006 : 30)

Tujuan modifikasi antara lain adalah :

(11)

(1). Adanya tuntutan pasar / tuntutan zaman (2) Adanya kemajuan / pengembangan IPTEKS

(3). Perlunya keunggulan produk ( daya saing persaingan pasar )

(4) Perlunya penyesuaian dengan melihat kemampuan alat / peralatan / mesin / sumberdaya / bahan yang dimiliki untuk proses pembuatan komponen yang sudah ada

(5). Adanya keinginan agar dapat dibuat lebih murah

(6). Agar produk yang bersangkutan dapat dimanfaatkan lagi (7) Agar pemeliharaanmnya lebih mudah dan murah

(8). Kelangkaan suku cadang

Lebih dalam lagi , modifikasi harus memberikan perbedaan , yang menurut Mas’ sud dan Mahmud ( 2004 : 35 ) :, Modifikasi adalah memberikan tampilan beda dengan barang yang sudah ada sebelumnya . Suatu perbedaan dapat dikembangkan kalau memenuhi syarat –

syarat sebagai berikut : penting, jelas, unggul, unik, komunikatif, mendahului , terjangkau dan menguntungkan, artinya perbedaan ini memberi banyak manfaat bagi cukup banyak pelanggan, perbedaan itu tidak / belum dimiliki orang lain , perbedaan itu lebih baik dari cara lain mendapatkan manfaat yang sama, perbedaan itu dapat dimengerti oleh pemakai / pembeli, perbedaan itu tidak mudah ditiru pesaing, pembeli dapat menjangkau selisih harganya, dan perbedaan itu secara finansial menguntungkan.

h. Ide

Banyak sumber – sumber ide yang dapat dimanfaatkan untuk merancang ide produk, yang antara lain :Permasalahan – permasalahan pemakai di lapangan, Permasalahan – permasalahan / keluhan pelanggan, Pesaing, Konsultan, Majalah / hasil penelitian / Internet / acara TV, Produk yang telah ada dipasaran, Hoby, Paten, Kerjasama, Seminar, Melihat pameran, Kebijakan pemerintah, Perobahan ekonomi, Bencana dan Buku kuning.

Selanjutnya untuk penggalian ide dapat dilakukan dengan menganalisis suatu produk yang sudah ada dipasaran, perancang akan menemukan kekurangan / kelemahan / kemungkinan pengembangan produk yang

(12)

bersangkutan , dengan demikian akan timbul pemikiran :Produk dibuat lebih aman, nyaman, atau lebih menarik; Produk itu dibuat lebih besar , lebih kecil, disederhanakan, atau ditambah fungsinya; Produk itu kecepatannya dapat dibuat lebih cepat, lebih lambat, diberi variasi kecepatannya atau dibuat lebih otomatis; .Produk itu harganya dibuat lebih murah; Produk itu sebagian / seluruh bahanya dibuat lain atau dibuat yang bahannya lebih murah; Produk itu ongkos pembuatannya , ongkos pengoperasiannya, atau ongkos pemeliharaannya; Produk itu dibuat lebih mudah dikemas, disimpan , atau diangkut; Produk itu dibuat lebih ringan atau lebih berat, lebih tebal atau lebih tipis; Produk itu ditambah keistimewaanya; Produk itu dibuat lebih keras, atau lebih kecil suaranya, atau lebih dapat diatur suaranya; Produk itu dibuat lebih mudah pengoperasianya, pemeliharaannya, atau pembuatannya; Produk itu dibuat dapat multiguna.; Produk itu diperbaiki desainnya; Dan seterusnya

Untuk teknik – teknik mendapatkan ide dapat dilakukan dengan (1). Daftar Atribut

Teknik ini membutuhkan daftar atribut – atribut utama dari produk lama dan memodifikasi tiap atribut dalam upaya mencari produk yang lebih baik. Teknik ini dengan mengajukan pertanyaan – pertanyaan seperti yang dijelaskan pada penggalian ide .

(2). Hubungan yang dipaksakan

Dengan teknik ini beberapa obyek dipertimbangkan dalam hubungannya satu sama lain. Misalnya dari obyek Hp, kalkulator, kamera, internet, dan radio , hasilnya adalah penggabungan alat – alat tersebut menjadi Hp yang dapat untuk memotret, mencari data internet, dan mendengarkan radio.

(3). Analisa Morfologi

Teknik ini memerlukan identifikasi dimensi struktural masalah dan menguji hubungan – hubungan diantaranya. Misalnya akan dirancang kursi roda yang akan digunakan sebagai alat transportasi bagi orang – orang cacat. Langkah pertama adalah mencari daftar atributnya :

Pendukung bodi, pendukung bawah, tenaga dorong, kendali kecepatan, kendali arah, stabilisator, sandaran dan tempat duduk.

(13)

Langkah kedua , menganalisis semua atribut dengan mengemukakan alternatif – alternatif untuk setiap atribut.

Pendukung bodi : lengan kursi, tempat duduk putar, keranjang gantung, pendukung kaki, lengan bawah, dsb

Pendukung bawah : Roda – roda, peluncur, rol bantalan udara, kaster, katerpilar, trak, dsb.

Tenaga dorong : jet, roda , baling – baling, dsb.

Kendali arah : Stir, Pengunci satu sisi, pembalik satu sisi, dorongan sisi, trak, dsb.

Sandaran dan tempat duduk : Bursa, kain, plastik, dsb.

Dan seterusnya, kemudian dipilih beberapa kombinasi dari ciri – ciri yang paling tepat untuk melahirkan suatu konsep.

(4). Identifikasi Kebutuhan / Masalah

Teknik ini membutuhkan masukan yang berupa harapan atau masalah dari konsumen / pelanggan / pemakai. Dengan demikian dari data – data tersebut dapat dirancang jawaban pemecahan masalahnya

(5). Brainstroming

Teknik ini memberikan kesempatan pada individu atau kelompok untuk mencari ide sebanyak – banyaknya dengan pedoman :

- tanpa kritik

- pemberian kebebasan - mendorong kuantitas

- mendukung penggabungan dan perbaikan ide.

(6). Sinektik

Teknik ini didasari oleh 5 prinsip

- Penundaan : lihat sudut pandangnya dulu baru pemecahan - Otonomi obyek : biarkan masalah tersebut seperti apa adanya

- Gunakan tempat yang aman : ambil keuntungan dari keterbiasaan sebagai titik tolak .

(14)

- Keterlibatan / keterlepasan : ambil posisi antara masuk ke suatu masalah dan berdiri diluarnya sehingga dapat melihat sebagai suatu keseluruhan - Gunakan metafora : biarkan hal – hal yang tidak relevan dan kebetulan

memberikan analogi yang dapat menjadi sumber sudut pandang baru Dengan teknik ini, pemimpin merahasiakan masalah tersebut dan

mengarahkan diskusi ke arah umum dulu . Setelah kelompok kehabisan sudut pandang, pemimpin berangsur – angsur memberikan fakta – fakta yang lebih memperjelas masalahnya, setelah kelompok mulai mendekati pemecahan yang baik, pemimpin menjelaskan masalahnya. Kelompok memperbaiki pemecahan tersebut.

Kecuali 6 teknik tersebut diatas masih banyak lagi teknik – teknik lain. Namun demikian dengan 6 teknik tersebut dapat dipilih teknik yang paling cocok untuk kasusnya.

2. Penelitian yang Relevan

Dan sebelumnya Subiyono, dkk ( 2008 : 32 ) melakukan penelitian di Industri Jabar, DKI, Jateng, DIY , dan Jatim bahwa 85 % Industri yang diteliti melakukan kegiatan modifikasi baik pada produk lama maupun baru yang bertujuan produk laku di pasaran , alat peralatan mesin dapat dimanfaatkan secara optimal, dan pemeliharaan perawatan ( produk, alat , peralatan, mesin) mudah dilakukan. Penelitian ini menunjukkan bahwa 85 % industri memerlukan insane – insane kreatif.

Selanjutnya penelitian Subiyono ( 2010 ) tentang Model pendidikan desain produk dalam rangka menghasilkan produk kreatif dan produk paten yang bercirikan kearifan dan keunikan local ( Stragnas )menemukan bahwa pendidikan wirausaha harus didahului oleh pendidikan mindet dan spiritual bisnis kemudian baru pengetahun bisnis. .

Penelitian Subiyono ( 2011 dan 2012 ), tentang model pembelajaran pembuatan kartya akhir berbasis wirausaha yang bersinergi dengan kebutuhan industri kecil melalui kegiatan modifikasi untuk menghasilkan produk kreatif, menunjukkan hasil bahwa dengan otak kiri ide kreativitas akan muncul dengan

(15)

melihat permasalahan – permasalahan nyata dan kondisi – kondisi lapangan industri kecil

Penelitian Subiyono ( 2013 ) Model pendidikan wirausaha berbasis potensi otak kanan dan alam bawah sadar untuk menghasilkan wirausaha kreatif dengan produk kompetetif, menunjukkan bahwa hasil yang dicapai rata – rata 15 x lebih cepat dalam setiap aspek bila dibanding dengan menggunakan model otak kiri , semakin rumit masalahnya , waktu yang diperlukan semakin cepat.

3. Kerangka berpikir

Kreatif merupakan salah satu karakter yang akan dibentuk dalam melahirkan salah satu unsur tuntutan karakter , dimana kreativitas merupakan wilayah potensi , otak kanan dan imaginasi merupakan wilayah potensi wilayah alam bawah sadar . Desain karya proyek akhir merupakan produk untuk memunculkan keunggulan – keunggulan sekaligus daya saing produk dengan pertimbangan – pertimbangan teknik, ekonomi dan sosial.. Keunggulan – keunggulan produk tersebut dilahirkan melalui kegiatan – kegiatan kreatif, yang hasil kegiatan kreativitasnya dapat diukur melalui desain karya akhir , baik dari sisi ciri kontek ataupun proses. .

Berbasis gabungan teori pikiran yang dengan pendekatan potensi otak, potensi tingkat kesadaran dan potensi gelombang otak , memunculkan teknik visualisasi dan teknik imaginasi otak kanan dalam alam bawah sadar pada gelombang alpha dan teta.

Dimana proses kegiatan kreativitanya diawali dengan desain afirmasi yang memuat tujuan desain kreativitas yang akan dicapai dengan memanfaatkan potensi otak kiri yang menggunakan bahasa alam bawah sadar. .

(16)

KONSEP MODEL

Gambar 1. Model Eksperimen

Sasaran Kreativitas dan Rancangan Afirmasi ( konsep dengan peran dominant otak kiri )

Induksi dalam kondisi Alpha / Tetha

Selesai Afirmasi

Terminasi

Catat hasil dan kembangkan pendalaman ide

Laporan Hasil Mulai

(17)

F. Metodologi Penelitian

1. Subyek Penelitian : Mahasisiswa Mesin

2. Obyek penelitian : Kreativitas ide karya teknologi 3. Populasi : Mahasiswa mesin.

4 Sampel : 2 kelas ( 40 Mahasiswa ) 5. Variabel : Jumlah ide kreativitas Jenis ide

Kedalaman kreativitas Nilai guna kreativitas.

Kecepatan waktu dalam mendapatkan ide 6. Metode : Pendekatan Risearch dan Development Dengan langkah penelitian

a. Risearch and Information collecting

(1). Analisis hasil – hasil riset yang mendahului.

Analisis pustaka, tentang temuan – temuan tokoh – tokoh yang menghasilkan karya teknologi . (Elias Howe ( Jarum mesin jahit ), James Watson ( DNA ), Thomas Alpha Edison ( mesin bicara , lampu pijar), Albert Einstein ( teori relativitas), Michael Angelo ( patung David ), Wright. B ( pesawat terbang ), Copernicus dan Galileo ( teleskop ), Newton ( gravitasi ), M.Faraday ( energi listrik ), dan lain – lain, menggunakan sinergi potensi otak kiri , otak kanan, alam bawah sadar dan gelombang otak dalam proses penemuannya)

(2). Mencari – masukan – masukan materi, metode, teknik, prosedur, evaluasi dari pakar hypnosis, pakar NLP, pakar Mikroteaching, pakar perancangan karya.

b. Planning

Analisis masukan – masukan.

c. Development premilinari form of product.

Membentuk rancangan model ( materi, metode, teknik, prosedur, evaluasi)

(18)

d. Forum Group Diskusi .

Masukan – masukan terhadap model yang telah dirancang dari pakar hypnosis, pakar NLP, pakar Mikroteaching, pakar perancangan karya.

e. Preliminary Field Testing

Uji coba terbatas terhadap 1 kelas mahasiswa ( 20 mahasiswa), dalam rangka menambah, mengubah, memperbaiki, dan menyempurnakan model

f. Main product revision Penyempurnaan model.

g. Main field testing

Penerapan model ( uji efektivitas model ) h. Final product revision

Perbaikan dan penyempurnaan model.

i. Pembuatan laporan.

7. Langkah Pengambilan Data No. Uji coba 1.

Dominan Otak kiri

Uji coba 2.

Sinergi otak kiri dan otak kanan dalam alam bawah sadar

Teknik – teknik mendapatkan ide ( teori ).

Induksi

Sumber – sumber ide ( teori). Dibawa ke Kondisi Theta Penggalian ide Afirmasi tujuan kreativitas.

Laporan hasil. Pencarian Ide

Terminasi Catat hasil .

Pilih salah satu ide dari beberapa yang ditemukan Ulangi proses1 s/d 6 untuk menemukan kedalam ide..

8 Laporan hasil.

(19)

8. Instrumen Kualitas Hasil Berpikir Kreatif N0

.

Variabel Indikator

1 Jenis Ide Asli

Pengembangan Adopsi

2 Nilai kreativitas Nilai fungsi Nilai Kreativitas Nilai ekonomi Nilai lingkungan

3 Perbedaan Penting

Jelas Unggul Finansiial Dapat dibuat Sulit ditiru Mendahului 4 Jumlah ide

5 Kedalaman Alternatif Konstruksi Alternatif Transmisi Alternatif Mekanis Alternatif sumber daya Alternatif sisi lain 9. Teknik analisis data

Teknik analisis data :

a. Analsis deskriptif kuantitatif.berbasis tinjauan system.

b. Uji t ( perbandingan uji coba otak kiri dengan uji coba sinergi otak kiri dan kanan alam bawah sadar )

(20)

DAFTAR PUSTAKA .

Anonim , 2005, Bagaimana mendapatkan Ide Bisnis Yang Baik , Jakarta : Depdiknas dan ILO Pres.

---, 2008, Indonesia Good Design Selection 2008, Jakarta : Dep.Perindustrian Pres.

---, 2005, Hipnosis, Jakarta : PT. Gramedia ---, 2007, Hypnotherapi , Jakarta, PT. Gramedia.

Andrie Hakim, 2010, Hypnosis ini Teaching, Jakarta : Visi Media.

Erbe.S, 2010, Quantum Ikhlas, PT.Elex Media Komputindo, p.1

Gupta.,V., and Murthy.,P.N., tanpa tahun, An Introduction to Engineering Design Method, New Delhi : tata Mc Graw Hill Piblishing Company Limited.

Gray.D.A., 1996, Anda Ingin Jadi Wiraswasta, Jakarta : Arcan Pres., hal 59 Ippo.S, 2010, Marketing is Bulishit, Jakarta : PT.Elex Media Komputindo, p2.

Juvinall and Marshek,1991, Fundamentals of Machine Componen Design, New York : John Wiley and Sons.

Krutz.G., Thomson . L.,and Claar.P., 1984, Design of Agricultural Machinery, New York : John Wiley and Sons.

Muchlas dan Hariyanto, 2011, Pendidikan Karakter, m Bandung : PT. Remaja Rosda Karya .

Nukman.I., 2009, Mind Revolution, Yogyakarta : Diva Pres.

Reigeluth, C.M., (ed) , ( 1999) Intructional Design Theories and Models : a New paradigm of Intructional Theory, Lawrence Erlbauw Associates, Publsher, New Jersey

Subiyono, 2008, Model Pembelajaran Perancangan Alat Mesin , Yogyakarta : UNY Zainal Aqiib dan Sujak, 2011, Pendidikan karakter, Bandung : Yrama Widya

(21)

SUSUNAN ORGANISASI , TUGAS DAN PEMBAGIAN WAKTU PENELITI

No Nama Gol Pangkat jabatan

NIP

Jabatan dalam Tim dan Alokasi Waktu, Jam / Minggu

Tugas Penelitian

1 Subiyono

IVb / Pembina Tk.I / Lektor kepala

Ketua ( Menyiapkan

dan melakukan ) Seminar Awal.

Ambil data Analisis data Laporan

Seminar Hasil Laporan akhir 19530605197703.1.003 8 Jam per minggu

Yogyakarta, 15 Maret 2014 Ketua

( Subiyono, MP )

NIP 19530605197703.1.014

(22)

USULAN PENELITIAN

Subiyono, MP 19530605197703.1.014

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TAHUN 2014

MODEL PEMBELAJARAN KREATIVITAS IDE KARYA TEKNOLOGI

DENGAN MEMANFAATKAN SINERGI

OTAK KIRI OTAK KANAN ALAM BAWAH SADAR

MAHASISWA TEKNIK MESIN.

(23)

HALAMAN PENGESAHAN USULAN PENELITIAN

=====================================================

1. Judul Model Pendidikan Kreativitas Ide Karya Teknologi Dengan Memanfaatkan Sinergi Otak Kiri Otak Kanan Alam Bawah Sadar Mahasiswa Mesin

2. Ketua Pelaksana Penelitian a. Nama : Subiyono, MP.

b. Tampat. Tanggal Lahir : Semarang, 5 juni 1953 c. Jabatan Fungsional : Lektor Kepala d. Program Studi : Pendidikan Teknik Mesin e. Jurusan : Pendidikan Teknik Mesin

f. Alamat Rumah : Deresan IV B / 14 Perum UNY Yogyakarta.

g. No. Telp. Rumah / HP : 0274541235 / 08121575384.

h. Email : [email protected] i. Bidang Keahlian : Karya Teknologi

3. Jenis Penelitian : Eksperimen 4. Jumlah Tim Pengabdian : Ketua : 1 orang.

Anggota : - orang 4. Lokasi Penelitian : FT UNY

7. Biaya yang diperlukan

a. Sumber dari Fakultas : Rp. 5.000.000,- b. Sumber lain -

__________________________

Jumlah : Rp 5.000.000,- ( Lima Juta Rupiah )

___________________________________________________________________

Mengetahui Yogyakarta, Maret 2013 Dekan Fakultas Teknik Ketua Jurusan Ketua Pelaksana Kegiatan

.

( Dr.Moch. Bruri Triyono ) ( Dr. Wagiran, MPd ) ( Subiyono, MP ) NIP 19560216 198603 1 003 NIP 19750627200112.1.001 NIP19530605197703.1.014

(24)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENELITI KETUA / ANGGOTA

1. Identitas Peneliti

a. Nama Lengkap : Subiyono, MP

b. Tempat Tanggal lahir : Semarang, 5 juni 1953 c. Jabatan Fungsional : Lektor Kepala

d. Program Studi : Pendidikan Teknik Mesin e. Jurusan : Pendidikan Teknik Mesin f. Alamat Rumah : Deresan IV B / 14 Yogyakarta g. telepon / faks/Hp { 0274 ) 541235 / 08121575384 h. e- mail : [email protected] 2. Pendidikan

Jenjang Nama Perguruan Tinggi dan Lokasi

Tahun Lulus Program

Studi

S1 IKIP

YOGYAKARTA Di Yogyakarta

1977 Pend.Teknik

Mesin

S2 UGM Yogyakarta 1993 Mekanisasi

Pertanian 3. Pengalaman Penelitian dan PPM ( 5 Tahun Terakhir )

No. Judul Sumber dana Tahun

1 Model Pembelajaran Perancangan Mesin dengan Pendekatan Kolaborasi

DIKTI 2008

2 Kualitas Profil Jiwa Wirausaha Mahasiswa Teknik Mesin FT UNY

UNY 2009

3 Model Pendidikan Desain

ProdukIndustri Kecil dalam Rangka Menghasilkan Produk Kreatif dan Produk Paten

DIKTI 2010

4 Model pembelajaran Pembuatan Karya Akhir Berbasis Wirausaha yang Bersinergi dengan Kebutuhan Industri melalui Kegiatan Modifikasi untuk Menghasilkan Produk Kreatif.

DIKTI 2011 &

2012

5 Model pendidikan wirausaha berbasis potensi otak kanan dan alam bawah sadar untuk menghasilkan wirausaha kreatif dengan produk kompetetif

DIKTI 2013

(25)

4. Publikasi Karya Ilmiah 5 Tahun Terakhir

No . Judul Karya Ilmiah Media Publikasi Tahun

1 Pendidikan dan

Pengembangan

IPTEKSOREN Berbasis Alam Bawah Sadar

Buku 2013

2 Perancangan Alat Mesin Sederhana untuk Wirausaha Kreatif

Buku 20133

3 Hypno NLP untuk Proses Belajar Mengajar

Buku 2013

4 Pelatihan

Hypnocreativepreneur

Majalah Fakultas Ekonomi 2013 5 Wirausaha Kreative berbasis

Otak Kanan

Koran Bernas Yogya 2013 Yogyakarta, 24 Maret 2014 Ketua

( Drs. Subiyono, MP ) NIP : 19530605197703.1.014

Referensi

Dokumen terkait

meet sesuai kondisi  Peserta didik mengisi absensi yang telah disiapkan guru di GC, guru mengeceknya sebagai sikap disiplin  Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam