PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Fokus dan Subfokus
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Kurikulum
Dapat disimpulkan dari pengertian di atas bahwa fungsi integrasi adalah kurikulum yang membentuk pribadi yang berwawasan masyarakat. Dapat disimpulkan dari pengertian di atas bahwa fungsi diferensiasi adalah yang mengontrol keuntungan individu dalam masyarakat.
Pengembangan Kurikulum
Konsekuensi ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pengembangan kurikulum adalah bahwa kurikulum harus memungkinkan adanya perbaikan dan pengembangan. Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa kontinuitas adalah pengembangan kurikulum yang harus memperhatikan keterkaitan antara satu bidang studi dengan bidang studi lainnya. e.
Kurikulum Formal dan Non Formal
Pendidikan nonformal berfungsi untuk mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta mengembangkan sikap dan kepribadian profesional. Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kejuruan, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan keterampilan peserta didik. Kurikulum pendidikan non formal difokuskan pada minat siswa dan kurikulum ini bervariasi sesuai dengan perbedaan kebutuhan belajar siswa dan potensi bidang pendidikan.
Kurikulum pada pendidikan nonformal lebih menekankan pada penguasaan keterampilan fungsional yang berguna bagi kehidupan siswa dan lingkungannya. Jangka panjang dan umum Bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan umum untuk kehidupan masa depan.
Model Pengembangan Kurikulum
Menurut Robert S. Zain dalam Dakir, berbagai model pengembangan kurikulum diuraikan sebagai berikut: 57. 57 Dakir, Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2004), hal.95. e) Setelah dilakukan pengujian oleh beberapa pimpinan sekolah dan telah direvisi seperlunya, kurikulum pun dilaksanakan. Kurikulum yang dikembangkan harus mampu mengembangkan individu secara fleksibel untuk berubah dengan melatih diri berkomunikasi secara interpersonal.
Dalam situasi seperti ini, diharapkan setiap orang saling menghargai dan percaya, memfasilitasi solusi yang berbeda untuk masalah yang dihadapi sekolah. Dalam pelaksanaan model pengembangan kurikulum ini mengarahkan model dalam penyusunannya sehingga dapat menciptakan pengembangan kurikulum yang sesuai dengan visi dan misi sekolah.
Sekolah Alam
Sedangkan menurut Syamsul Arifin, sekolah alam adalah sekolah yang berlandaskan alam dan menggunakan alam sebagai metode pembelajaran. Sekolah alam merupakan model pendidikan yang mencoba menyesuaikan dengan masa kini yang dibuktikan Nabi Muhammad pada masanya. Pendidikan dalam konsep sekolah alam merupakan upaya yang dilakukan secara sadar dan jelas memiliki tujuan.
Terlepas dari latar belakang siswa yang bersangkutan, sekolah alam sebagai tempat belajar merupakan muara untuk menciptakan akhlak yang baik. Satu hal yang tidak bisa diabaikan dari keberadaan sekolah alam adalah dedikasinya untuk menciptakan pemahaman yang tepat tentang kepemimpinan.
Hasil Penelitian yang Relevan
Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa model pengembangan kurikulum sekolah alam merupakan bagian dari desain kurikulum dalam model pengembangan kurikulum, yang mengarah pada 4 model, antara lain model kurikulum humanistik, model kurikulum rekonstruksi, model kurikulum teknologi. dan model kurikulum akademik. Dalam proses pengembangan model kurikulum, sekolah alam menggunakan model humanistik dan model rekonstruksi, karena model ini sangat terintegrasi ketika diimplementasikan di sekolah untuk mewujudkan visi dan misi sekolah alam. Madrasah Diniyah; Kajian Pengembangan Kurikulum Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Manbaul Hikam Putat Tanggulangin Sidoarjo'.
Namun jika penelitian sebelumnya membahas tentang madrasah diniyah, maka penelitian ini membahas pengembangan kurikulum di sekolah alam. Jika penelitian sebelumnya membahas tentang sekolah Islam terpadu, maka penelitian ini membahas tentang pengembangan kurikulum di sekolah alam.
Kerangka Berfikir
Kesamaan antara penelitian ini dengan penelitian ini adalah pengembangan kurikulum, hanya subjek penelitiannya saja yang berbeda. Oleh karena itu, di sekolah alam salah satu kurikulum yang ada adalah berdasarkan pelajaran agama yang memenuhi persyaratan. Meskipun mereka belajar di sekolah sesuai dengan kurikulum alam, siswa juga harus menguasai keterampilan yang relevan.
Karena siswa Sekolah Alam mendukung pembelajaran maka acuannya yaitu Penelitian dalam menemukan materi pembelajaran, agar siswa dapat melatih kemampuan berpikir.
METODOLOGI PENELITIAN
Tujuan Operasional Penelitian
Sekolah alam dapat menjadi sekolah alternatif yang dapat mengarahkan anak pada kreativitas yang lebih besar, harapan untuk mengungkapkan keinginannya dan mengarahkan anak pada hal-hal yang positif. Secara umum, perkembangan moral dan sosial setiap siswa merupakan aspek yang diperhatikan dan dikembangkan di sekolah alam ini juga. Agar peserta didik memiliki kemampuan yang sebesar-besarnya, selain itu pendidikan dasar sekolah alam ini didasarkan pada ajaran agama, sehingga penggunaannya mengikuti apa yang dianjurkan dalam Islam.
Pada dasarnya sekolah alam didirikan dengan tujuan untuk mendidik manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah serta berakhlak mulia. Keberadaan sekolah alam pada dasarnya dalam kaitannya dengan tujuan kurikulumnya adalah terciptanya akhlak yang baik, penguasaan ilmu pengetahuan dan terciptanya pemahaman manajemen yang memadai.
Latar / Setting Penelitian
Dimana KTSP menggunakan pendekatan tematik dan K13 menggunakan tematik, yang membedakan dari kurikulum hanyalah konsepnya. Dan SD Alam Kebun Grow belum memiliki izin operasional sekolah, sehingga belum ada status yaitu akreditasi. SD Alam Kebun Grow hadir sebagai bagian kecil dari bangsa Indonesia, melakukan pengembangan kurikulum dengan menerapkan pembelajaran yang terintegrasi dengan lingkungan alam. Sekolah alam tidak dalam bangunan megah dan mewah dengan luas 12.000 m2, kelasnya berbentuk pondok bambu tradisional.
Tempat dan Waktu Penelitian
Metode dan Prosedur Penelitian
Yang saya pahami oleh Sugiyono adalah proses penelitian yang dilakukan secara natural atau alami sesuai dengan kondisi atau keadaan di lapangan, dan jenis data yang dikumpulkan bersifat kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif menekankan makna. Karena dengan pendekatan ini, peneliti dapat menyampaikan secara deskriptif hasil penelitian berupa uraian kata-kata tertulis dari hasil observasi. Jenis penelitian kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan, yaitu penelitian mendalam terhadap kurikulum sekolah Tumbuh Taman Alam dan program kegiatan selama satu semester sesuai waktu yang ditentukan.
Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode deskriptif karena data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka.
Data dan Sumber Data
Data primer adalah data yang dikumpulkan oleh peneliti secara langsung melalui responden melalui wawancara, observasi/observasi dan dokumen. Data sekunder merupakan data yang diperoleh melalui laporan dan dokumen lain yang berkaitan dengan masalah penelitian ini. Data sekunder Data diperoleh dari catatan, laporan dan dokumen lain yang masih berhubungan dengan peneliti.
Data tersebut berupa data keputusan pendirian sekolah, sejarah lembaga sekolah, profil sekolah, sarana dan prasarana, tata letak kelas dan data yang masih berkaitan dengan masalah peneliti. Sumber data sekunder, yaitu data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti sebagai pendukung dari sumber pertama.
Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data
Data primer penelitian ini yang menjadi sumber data penelitian adalah di SD Alam Kebun Grow. Data tersebut sesuai dengan rumusan masalah yaitu pengembangan kurikulum, kerangka kurikulum, pengembangan silabus, model perencanaan program tahun, program semester, bulanan, harian, mingguan, dan data lainnya yang masih berkaitan dengan tema penelitian. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan secara langsung di lapangan dengan teknik pengumpulan data yang menggunakan teknik dokumentasi, observasi dan wawancara.
Wawancara adalah kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh informasi secara langsung dengan cara mengajukan pertanyaan kepada responden. Wawancara adalah penelitian dengan tujuan tertentu, percakapan ini dilakukan oleh dua pihak yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai yang memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut 69 Data yang ingin diperoleh melalui teknik ini adalah.
Prosedur Analisis Data
Data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dicatat dalam catatan lapangan yang terdiri dari dua bagian, yaitu catatan deskriptif adalah catatan alamiah, (catatan tentang apa yang peneliti sendiri lihat, dengar, saksikan dan alami tanpa pendapat dan interpretasi dari peneliti tentang fenomena yang dialami, setelah data terkumpul kemudian dilakukan reduksi data, guna memilih data yang relevan dan bermakna, fokus pada data yang mengarah pada pemecahan masalah, penemuan, makna atau untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hal ini dilakukan karena data tersebar dan tidak terstruktur dengan baik, yang keduanya dapat mempengaruhi peneliti untuk bertindak ceroboh dan menarik kesimpulan yang bias dan tidak berdasar.
Data yang ada kemudian digabungkan menjadi satuan-satuan informasi yang membentuk rumusan kategori-kategori yang berpegang pada prinsip-prinsip holistik dan dapat diinterpretasikan tanpa tambahan informasi. Aktivitas dalam analisis meliputi reduksi data, display data, dan penarikan/verifikasi inferensi, banyak data sampai data jenuh atau sama, dan tidak ada data baru yang tersedia saat data sedang dicari.
Pemeriksaan Keabsahan Data
Sehingga para orang tua dapat mempercayakan anaknya untuk belajar dan bermain di SD Alam Kebun Grow. 1. Model perencanaan program tahunan dan program semester, mingguan, harian di SD Alam Kebun Kebun Bojongsari Sawangan Depok. Kurikulum yang digunakan SD Alam Kebun Grow berbeda dengan kurikulum sekolah pada umumnya.
Model perencanaan program tahunan dan program semester, mingguan, harian di SD Alam Kebun Bojongsari Sawangan Depok. Berbagai model perencanaan program tahunan dan program semester, mingguan, harian di SD Alam Kebun Kebun Bojongsari Sawangan Depok. Bagaimana model perencanaan program tahunan dan jadwal semester, bulanan, mingguan, harian di SD Alam Kebun Kebun Bojongsari Sawangan Depok.
Model Pengembangan Kurikulum Sekolah Alam (Studi Deskriptif di SD Alam Kebun Tumbuh Bojongsari Sawangan, Depok, Jawa Barat.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum tentang Latar penelitian
Deskripsi Data Penelitian
Pembahasan Penelitian
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Dalam proses pelaksanaannya, ada baiknya merujuk pada Depdiknas, agar keluaran Sekolah Tumbuh Taman Alam memiliki standar Nasional Pendidikan dan diakui oleh pemerintah. Model Pengembangan Kurikulum Kurikulum yang digunakan oleh SD Sekolah Alam Kebun Grow sendiri berbeda dengan kurikulum sekolah pada umumnya. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum personal yaitu kurikulum yang dibuat sendiri oleh SD Sekolah Alam Kebun Grow.
Kerangka Kurikulum Mata pelajaran di SD Alam Kebun Grow antara lain: Matematika, Bahasa Indonesia, IPS/IPS, IPA/IPA, IPS, Bahasa. Kurikulum sekolah Natural Garden Growing bertemakan dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 yang ditetapkan dan dikurasi oleh kepala sekolah.