BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2. Pengertian Kurikulum
Secara etimologis, istilah kurikulum (curriculum) berasal dari bahasa yunani, yaitu curi yang artinya “pelari” dan curere yang berarti
“tempat berpacu”. Istilah kurikulum berasal dari dunia olahraga, terutama dalam bidang atletik pada zaman Romawi kuno di Yunani. Dalam bahasa Prancis, istilah kurikulum berasal dari kata Courier yang berarti berlari (to run). Kurikulum berarti suatu jarak yang harus ditempuh tersebut kemudian diubah menjadi menjadi program sekolah dan semua orang terlibat di dalamnya. Curriculum is the entire school program and all the people involved in it. Program tersebut berisi mata pelajaran-mata pelajaran (Courses) yang harus ditempuh oleh peserta didik selama kurun waktu tertentu, seperti SD/MI (enam tahun), SMP/MTs (tiga tahun), SMA/SMK/MA (tiga tahun) dan seterusnya. Dengan demikian, secara terminologis istilah kurikulum (dalam pendidikan) adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan peserta didik di sekolah untuk memperoleh ijazah. Pengertian ini tergolong tradisional, tetapi paling tidak orang bisa mengenal dan mengetahui pengertian kurikulum
yang pertama. Realitas menunjukan istilah mata pelajaran tersebut sampai saat ini masih digunakan di indonesia 19
Secara terminologis, istilah kurikulum yang digunakan dalam dunia pendidikan mengandung pengertian sebagai sejumlah pengetahuan atau mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa untuk mencapai satu tujuan pendidikan atau kompetensi yang telah ditetapkan.
Kurikulum sebagai sebuah program/rencana pembelajaran, tidaklah hanya berisi tentang program kegiatan, tetapi juga berisi tentang tujuan yang harus ditempuh beserta alat evaluasi untuk mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan, disamping itu juga berisi tentang alat atau media yang diharapkan mampu menunjang pencapaian tujuan tersebut. Kurikulum sebagai suatu rencana disusun untuk melancarkan proses belajar mengajar dibawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan beserta staf pengajarnya20
Dalam dunia pendidikan, istilah kurikulum ditafsirkan dalam pengertian yang berbeda-beda oleh para ahli. Kurikulum dalam dunia pendidikan seperti kata Ronald C.Doll :
“ Kurikulum sekolah adalah muatan proses, baik formal maupun informal yang diperuntukkan bagi pelajar untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman, mengembangkan keahlian dan mengubah apresiasi sikap dan nilai dengan bantuan sekolah”.
Sedangkan Maurice Dulton mengatakan “Kurikulum dipahami
19 Zainal Arifin, Konsep dan model pengembangan kurikulum, (bandung: pt remaja rosdakarya,2014) op.cit, h.2-3
20 Ibid, h.3
sebagai pengalaman-pengalaman yang didapatkan oleh pembelajar di bawah naungan sekolah”.21
Pengertian kurikulum seperti diuraikan termasuk pengertian kurikulum menurut pandangan lama, sempit atau tradisional.
Pengertian kurikulum terus berkembang seirama dengan perkembangan berbagai hal yang harus diemban dan menjadi tugas sekolah atau madrasah. Berikut menurut para ahli lain sebagai perbandingan, seperti dikemukakan Romine.22
Dapat disimpulkan berdasarkan pengertian di atas implikasi dari pengertian tradisional tersebut adalah kurikulum terdiri atas sejumlah mata pelajaran. Mata pelajaran adalah kumpulan warisan budaya dan pengalaman-pengalaman masa lampau yang mengandung nilai-nilai positif untuk disampaikan kepada generasi muda. mata pelajaran tersebut harus mewakili semua aspek kehidupan dan semua dominan hasil belajar sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.
Peserta didik harus mempelajari dan menguasai seluruh pelajaran, mata pelajaran tersebut hanya dipelajari di sekolah secara terpisah-pisah, dan tujuan akhir kurikulum adalah memperoleh ijazah.
a. Komponen kurikulum
Mengingat bahwa fungsi kurikulum dalam proses pendidikan adalah sebagai alat pendidikan, kurikulum memiliki bagian-bagian
21Ali Mudlofir, Aplikasi Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dan Bahan Ajar Dalam Pendidikan Agama Islam, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2012) h. 1-2.
22 Sholeh hidayat, Pengembangan kurikulum baru, (bandung: pt remaja rosdakarya,2013).h.21
penting dan penunjang yang dapat mendukung oprasinya dengan baik. Bagian-bagian ini disebut komponen yang saling berkaitan, berinteraksi dalam berupaya mencapai tujuan.
1) Menurut hasan langgulung ada 4 komponen utama kurikulum yaitu:
a) Tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh pendidikan itu. Dengan lebih tegas lagi orang yang bagaimana yang ingin kita bentuk dengan kurikulum tersebut.
b) Pengetahuan (knowledge), informasi-informasi, data-data, aktifitas-aktifitas dan pengalaman-pengalaman dari mana terbentuk kurikulum itu. Bagian inilah yang disebut mata pelajaran.
c) Metode dan cara-cara mengajar yang dipakai oleh guru-guru untuk mengajar dan memotivasi murid atau membawa mereka kea rah yang dikehendaki oleh kurikulum.
d) Metode dan cara penilaian yang dipergunakan dalam mengukur dan menilai kurikulum dan hasil proses pendidikan yang direncanakan kurikulum tersebut.
2) Menurut Ramayulis, komponen kurikulum itu meliputi :
Tujuan yang ingin dicapai meliputi : (a) tujuan akhir, (b) tujuan umum, (c) tujuan khusus, (d) tujuan sementara. Didalam kurikulum berbasis kompetensi seorang pendidik harus pula dapat merumuskan kompetensi yang ingin dicapai yaitu : (1)
kompetensi kelulusan, (2) kompetensi lintas kurikulum, (3) kompetensi mata pelajaran, (4) kompetensi dasar.
Isi kurikulum berupa materi pembelajaran yang diprogramuntuk mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan.
Materi tersebut disusun kedalam silabus, dan dalam mengaplikasiannya dicantumkan pula dalam satuan pembelajaran dan rencana pembelajaran.
Media (sarana dan prasarana ) media sebagai sarana perantara dalam pembelajaran untuk menjabarkan isi kurikulum agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik. Media tersebut berupaya benda (materi) dan bukan benda non (materi)
Startegi merujuk pada pendekatan dan metode serta teknik mengajar yang digunakan. Dalam strategi juga komponen penunjang lain seperti : (a) system administrasi, (b)system pengayaan.
Proses pembelajaran komponen ini sangat penting, sebab diharapkan melalui proses pembelajaran ini akan terjadi perubahan tingkah laku pada diri peserta didik sebagai indicator keberhasilan pelaksanaan kurikulum. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran dituntut sarana pembelajaran yang kondusif, sehingga memungkinkan mendorong kreativitas peserta didik dengan panduan pendidik.
Evaluasi dengan evaluasi (penilaian) dapat diketahui cara penyampaian tujuan. Evaluasi ditunjukan untuk menilai pencapaian tujuan yang telah ditentukan serta menilai proses pelaksanaan mengajar secara keseluruhan.23
Dapat disimpulakan berdasarkan dari pengertian di atas adalah komponen kurikulum yang berkaitan tujuan, pengetahuan, metode dan cara mengajar, metode dan cara-cara mengajar dalam pengembangan kurikulum.
b. Peranan Kurikulum
Kurikulum sebagai program pendidikan yang telah direncanakan secara sistematis mengemban peranan sebagai berikut : 1) Peranan Konservatif ,salah satu tanggung jawab kurikulum adalah mentransmisikan dan menafsirkan warisan sosial kepada generasi muda. Dengan demikian , sekolah sebagai suatu lembaga sosial dapat mempengaruhi dan membina tingkah laku para siswa dengan nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat, sejalan dengan peranan pendidikan sebagai suatu proses sosial. Karena pendidikan itu sendiri pada hakekatnya berfungsi pula menjembatani antara siswa dengan orang dewasa di dalam proses pembudayaan yang semakin berkembang menjadi lebih kompleks, dan disinilah peranan kurikulum turut membantu proses tersebut.
23 Ramayulis,ilmu pendidikan islam, (Jakarta:kalam mulia,2002),h.153-155
Dapat disimpulkan berdasarkan pengertian di atas adalah peran konservatif adalah suatu proses pendidikan yang membentuk prilaku dan nilai-nilai di dalam lingkungan masyarakat.
2) Peranan Kritis/Evaluatif,kebudayaan senantiasa berubah dan sekolah tidak hanya mewariskan kebudayaan yang ada, melainkan juga menilai, memilih unsur-unsur kebudayaan yang akan diwariskan. Dalam hal ini, kurikulum turut aktif berpartisipasi dalam kontrol sosial dan menekankan pada unsur berpikir kritis.
Niali –nilai sosial yang tidak sesuai lagi dengan keadaan masa mendatang dihilangkan dan diadakan modifikasi dan perbaikan, sehingga kurikulum perlu mengadakan pilihan yang tepat atas dasar kriteria tertentu.
Dapat di simpulkan berdasarkan pengertian di atas adalah peranan kritis/evaluatif adalah suatu peran yang menenkan pada unsur berfikir kritis. Bertujuan untuk evaluasi kurikulum sebelumnya untuk kurikulum yang terbaru.
3) Peran Kreatif, kurikulum melakukan kegiatan-kegiatan kreatif dan konstruktif, dalam arti mencipta dan menyusun sesuatu yang baru sesuai dengan kebutuhan masa sekarang dan masa yang akan datang dalam masyarakat. Guna membantu setiap individu mengembangkan semua potensi yang ada padanya, maka kurikulum menciptakan pelajaran, pengalaman, cara berpikir,
kemampuan dan keterampilan yang baru yang dapat bermanfaat bagi masyarakat.24
Dapat disimpulkan berdasarkan pengertian di atas adalah peranan kreatif adalah suatu proses pendidikan yang mengarahkan dan bertujuan menciptakan kemampuan dan keterampilan yang kreatif sehingga bisa diterapkan kepada masyarakat sehingga bisa bermanfaat.
c. Fungsi Kurikulum
Fungsi Kurikulum Menurut Alexander inglis, dalam bukunya principle of secondary education (1918), mengatakan bahwa kurikulum berfungsi sebagai fungsi penyesuaian, fungsi pengintegrasian, fungsi diferensi, fungsi persiapan, fungsi pemilihan, dan fungsi diagnostic.
Secara umum fungsi kurikulum adalah sebagai alat untuk membantu peserta didik untuk mengembangkan pribadinya ke arah tujuan pendidikan. Kurikulum itu segala aspek yang mempengaruhi peserta didik di sekolah, termasuk guru dan sarana serta prasarana lainnya. Kurikulum sebagai program belajar bagi siswa, disusun secara sistematis dan logis , diberikan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan. Sebagai program belajar, kurikulum adalah niat, rencana dan harapan.Menurut Alexander Inglis, fungsi kurikulum meliputi : a) fungsi penyesuaian, b) fungsi integrasi, c) fungsi
24 Oemar Hamanik, Dasar-dasar pengembangan kurikulum, (Bandung : PT remaja Rosdakarya,2007),h.11-12
Deferensi, d) Fungsi persiapan, e) Fungsi Pemilihan, f) Fungsi Diagnostik.
Fungsi Penyesuaian, karena individu hidup dalam lingkungan ,sedangkan lingkungan tersebut senantiasa berubah dan dinamis, maka setiap individu harus mampu menyesuaikan diri secara dinamis. Dan di balik lingkungan pun harus disesuaikan dengan kondisi perorangan, disinilah letak fungsi kurikulum sebagai alat pendidikan menuju individu yang well adjusted.
Dapat di simpulkan berdasarkan pengertian di atas adalah fungsi penyesuaian adalah fungsi kurikulum yang mengarahkan kurikulum yang di sesuaikan dengan kondisi lingkungan sekolah.
Fungsi Integrasi, kurikulum berfungsi mendidik pribadi- pribadi yang terintegrasi. Oleh karena individu itu sendiri merupakan bagian integral dari masyarakat, maka pribadi yang terintegrasi itu akan memberikan sumbangan dalam rangka pembentukan atau pengintegrasian masyarakat.
Dapat di simpulkan berdasarkan pengertian di atas adalah fungsi integrasi merupakan kurikulum yang membentuk pribadi yang bertujuan kepada masyarakat.
Fungsi Deferensiasi, kurikulum perlu memberikan pelayanan terhadap perbedaan-perbedaan perorangan dalam masyarakat. Pada dasarnya deferensiasi akan mendorong orang berpikir kritis
dankreatif, dan ini akan mendorong kemajuan sosial dalam masyarakat.
Dapat di simpulkan berdasarkan pengertian di atas adalah fungsi deferensiasi merupakan yang mengarahkan pelayanan perorangan dalam masyarakat.
Fungsi Persiapan, kurikulum berfungsi mempersiapkan siswa agar mampu melanjutkan studi lebih lanjut untuk jangkauan yang lebih jauh atau terjun ke masyarakat. Mempersiapkan kemampuan sangat perlu, karena sekolah tidak mungkin memberikan semua apa yang diperlukan atau semua apa yang menarik minat mereka.
Dapat di simpulkan berdasarkan pengertian di atas fungsi persiapan adalah kurikulum yang bertujuan untuk mempersiapkan siswa yang mampu untuk melanjutkan studi selanjutnya dan bisa diterapkan kepada masayarakat.
Fungsi Pemilihan, antara keperbedaan dan pemilihan mempunyai hubungan yang erat.Pengakuan atas perbedaan berarti pula diberikan kesempatan bagi seseorang untuk memilih apa yang dinginkan dan menarik minatnya. Ini merupakan kebutuhan yang sangat ideal bagi masyarakat yang demokratis, sehingga kurikulum perlu diprogram secara fleksibel.
Dapat di simpulkan berdasarkan pengertian di atas adalah fungsi pemilihan memberikan kesempatan bagi peserta didik sesuai dengan minat dan bakat.
Fungsi Diagnostik, salah satu segi pelayanan pendidikan adalah membantu dan mengarahkan para siswa agar mereka mampu memahami dan menerima dirinya sehingga dapat mengembangkan semua potensi yang dimiliki. Ini dapat dilakukan bila mereka menyadari semua kelemahan dan kekuatan yang dimiliki melalui eksplorasi dan diagnosa. Fungsi kurikulum dalam mendiagnosa dan membimbing siswa agar dapat mengembangkan potensi siswa secara optimal.
Dapat di simpulkan berdasarkan pengertian di atas adalah fungsi diagnostic merupakan mengarahkan siswa untuk mampu memahami dan menerima dirinya untuk mengembangkan semua potensi yang dimiliki.
Berbagai fungsi kurikulum tadi dilaksanakan oleh kurikulum secara keseluruhan. Fungsi-fungsi tersebut memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan siswa, sejalan dengan arah filsafat pendidikan dan tujuan pendidikan yang diharpakan oleh intitusi pendidikan yang bersangkutan.25
Dapat di simpulkan berdasarkan pengertian di atas adalah dari beberapa fungsi kurikulum implikasi terhadap kurikulum adalah fungsi penyesuaian, fungsi integrasi, fungsi persiapan karena dengan menerpakan kurikulum yang paling penting fungsi kurikulum yaitu penyesuai terhadap penerapannya terhadap siswa
25 Ibid,h.13-14
setelah itu berintegrasi terhadap kurikulum yang bertujuan kepada masyarakat setelah itu fungsi persiapan yang bisa mewujudkan cita- cita anak didik.