• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modul 2 MELAKUKAN KOMUNIKASI K3

N/A
N/A
danang karasna

Academic year: 2023

Membagikan "Modul 2 MELAKUKAN KOMUNIKASI K3"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Modul 2

MELAKUKAN KOMUNIKASI K3

Oleh : Agung Wahyudi B.

(2)

1. Daftar Unit Kompetensi OPERATOR K3 Umum, BNSP

2 Keputusan Menteri Tenaga Kerja nomor 38 tahun 2019 tentang Penetapan

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Aktivitas Profesional,

Ilmiah Dan Teknis Golongan Pokok Aktivitas Arsitektur Dan Keinsinyuran; Analisis Dan Uji Teknis Bidang Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Jabatan Kerja

Personil Keselamatan Dan Kesehatan Kerja

(3)

"If you can’t

explain it to a 6- year old, you don’t know it yourself." --

2. Pengantar Komunikasi

(4)

Poor communication skills lead to frequent

misunderstanding and frustration. In a

2016 LinkedIn survey

conducted in the United States, communication

topped the list of the most sought-after soft skills

among employers

https://corporatefinanceinstitute.com

4

(5)

What is better communication ? Do you have

them ?

(6)

6

Instruksi kerja  sebuah perintah yang diberikan oleh atasan untuk karyawan yang bekerja dalam ruang lingkup tersebut.

 Bagian dari komunikasi

Instruksi kerja  membantu seseorang dalam melakukan berbagai macam aktivitas kerja agar semua yang dilakukan benar dan sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur)

Tujuan Instruksi Kerja

1.Memberikan informasi tentang apa dan bagaimana seharusnya suatu aturan kerja ditetapkan dan diterapkan

2.Memberikan berbagai macam penjelasan tentang tata cara bug solving sistem dalam perusahaan 3.Menjadi suatu pedoman yang relevan untuk pihak puskom dan berbagai pihak lain yang ada

kaitannya dengan tata cara pengembangan prosedur kerja Perbedaan SOP dan Instruksi Kerja

Instruksi kerja merupakan bagian dari standar operasional prosedur dalam sebuah perusahaan.

Akan tetapi kedudukannya berada di bawah SOP atau prosedur kerja.

Sementara prosedur kerja dalam suatu kinerja perusahaan merupakan tata kerja yang dibukukan

(7)

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain.

3. DEFINISI DAN TUJUAN KOMUNIKASI

Encoding merupakan proses membuat pesan yang sesuai dengan kode

tertentu, sedangkan

Decodingmerupakan proses

menggunakan kode untuk memaknai pesan

(8)

1. Sebagai Informasi: Komunikasi menyajikan suatu informasi yang diperlukan dari setiap individu maupun kelompok dalam mengambil suatu keputusan dengan meneruskan data untuk menilai beberapa pilihan yang akan diputuskan.

2. Sebagai Kendali: Fungsi komunikasi

sebagai memiliki arti bahwa komu nikasi berperan

kendali u ntu k mengontrol perilaku orang lain maupun anggota dalam beberapa cara yang wajib dipatuhi oleh semua pihak.

3. Sebagai Motivasi: Komunikasi memberikan dalam hal memotivasi melalui penjelasan yang dilakukan oleh para motivator

FUNGSI KOMUNIKASI SECARA U MU M

8

(9)

4. KOMUNIKASI K3

Guna menjamin penerapan SMK3, maka Perusahaan perlu menyusun sistem komunikasi untuk mendukung pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang baik di tempat kerja.

Komunikasi meliputi komunikasi internal antar bagian maupun sesama bagian dalam struktur organisasi Perusahaan maupun komunikasi eksternal dengan pihak lain seperti kontraktor, pemasok, pengunjung, tamu dan masyarakat luas maupun pihak ke tiga yang bekerja sama dengan Perusahaaan berkaitan dengan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

(10)

KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL

10

Komunikasi verbal, nonverbal berperan penting dalam kehidupan manusia. Dapat  menjalin hubungan baik orang lain, keluarga, teman, rekan kerja, atasan, bahkan orang tak dikenal.  7 cara komunikasi non Verbal :

a. Tatapan Mata

Tatapan mata  komunikasi nonverbal yang sangat penting. Emosi terlihat melalui sorot mata, misalnya dengan menatap lekat-lekat, memelototkan mata tanda kurang suka atau terkejut, bahkan berkedip. Bahagia, sorot mata Anda akan tampak berbinar dengan pupil mata  membesar. Jika Anda tidak berkata jujur,  cenderung

mengalihkan tatapan mata Anda. Selain itu, sorot mata juga membuat Anda merasa dihargai, terlebih saat Anda sedang berbicara.  Anda sedang memperhatikan apa yang sedang disampaikan.

b. Gestur gerakan tubuh. Gestur dapat digunakan untuk menyampaikan sesuatu tanpa harus berkata apa pun. Anda mengangguk tanda setuju. Menggeleng untuk

mengatakan tidak. Mengangkat dagu saat menunjuk sesuatu.  menunjukkan emosi Anda terhadap situasi. Jika Anda duduk atau berdiri tegak saat menyampaikan sebuah ide kepada atasan,  Anda percaya diri dan optimis. Jika Anda duduk sedikit bungkuk, bisa jadi menunjukkan Anda sedang ada masalah atau kelelahan di tempat kerja.

(11)

c. Ekspresi Wajah

Saat berkomunikasi, Anda ke wajah lawan bicara.  wajar. Ekspresi wajah berperan

penting dalam mengkomunikasikan apa yang sedang dirasakan atau dipikirkan. Baik itu reaksi positif maupun negatif. Jika Anda senang  Anda akan tersenyum. Sebaliknya, jika Anda

sedih, Anda akan cemberut atau murung.

d. Intonasi

Berbicara adalah komunikasi verbal. Sedangkan nada bicara, intonasi, dan volume suara,

adalah bagian dari bahasa nonverbal. Mempertahankan nada suara yang lembut dan rendah saat berbicara dengan kolega atau pimpinan, dapat mempengaruhi energi kedua belah pihak.

Cara ini pun akan membuat komunikasi berjalan dengan lancar.

Saat mempresentasikan proposal.  nada suara yang energik dan positif untuk menunjukkan bahwa Anda yakin dengan keberhasilan proyek. Energi positif dan semangat  dari intonasi yang Anda gunakan, bisa memberi pengaruh peserta meeting, dan atasan.

(12)

12 f. Proksemik

Proksemik mencakup jarak dan ruang. Saat melakukan percakapan, Anda mungkin  lebih suka berdiri atau dekat dengan seseorang agar bisa mendengar lebih jelas. Proksemikpun dapat menentukan seberapa akrab Anda dengan lawan bicara. 

Misalnya, ketika Anda berbicara dengan rekan kerja pada divisi yang sama dengan klien yang baru Anda temui, tentu Anda akan memberi jarak yang berbeda. Duduk sangat dekat dengan klien tentu hal yang tidak lazim dilakukan.

g. Gerakan Tangan

Berhati-hatilah dengan gerakan tangan saat melakukan percakapan.

Alasannya, posisi tangan dapat menunjukkan perasaan Anda. Anda meletakkan tangan di dagu atau bersilang di atas meja,  Anda tertarik dengan topik yang dibahas oleh lawan bicara. Sebaliknya, saat Anda menopang dagu dengan kedua tangan Anda, hal tersebut bisa menunjukkan Anda merasa bosan atau tidak tertarik.

(13)

PROGRAM KOMUNIKASI K3

PERATURAN MENTERI PUPR RI NO 21 TAHUN 2019  Permen PUPR 10 th 2021  TENTANG SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI

Sub Lampiran E format RKK Penyedia Jasa serta Format Penilaian RKK

Program komunikasi disampaikan

safety talk ,safety morning, toolbox meeting/safety briefing, H S E meeting, safety induction

spanduk, rambu, banner, billboard,

sticker, pamflet, majalah dinding, papan pengumuman, dll.

secara lisan

secara tertulis

(14)

Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja Induksi Keselamatan Konstruksi (safety induction)

Ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi

pekerja baru/pekerja yang dipindah tugaskan SAFETY INDUCTION

Prosedur dan/atau petunjuk kerja induksi Keselamatan Konstruksi

o komitmen dan kebijakan keselamatan konstruksi

o risiko dan bahaya yang dihadapi dalam melakukan pekerjaan o pengendalian risiko yang dapat dilakukan

o program penerapan SMKK pada Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi

tamu, pemasok, dan pihak-pihak terkait pelaksanaan pekerjaan

dijelaskan mengenai

o peraturan Keselamatan Konstruksi yang berlaku di loaksi pekerjaan

o prosedur evakuasi dalam keadaan darurat, o area-area yang berbahaya

dijelaskan mengenai

14

(15)

Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja pertemuan pagi hari (safety morning)

ditandatangani oleh Penanggung J a w a b Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi.

SAFETY MORNING

Prosedur dan/atau petunjuk kerja pertemuan pagi hari

masalah-masalah tentang Keselamatan

Konstruksi secara umum pada pelaksanaan konstruksi hari itu sebelum pekerjaan dimulai

seluruh pekerja

dijelaskan mengenai

(16)

masalah-masalah tentang Keselamatan Konstruksi secara khusus pada pelaksanaan konstruksi yang akan dilakukan sebelum pekerjaan dimulai

TOOL BOX MEETING

Prosedur dan/atau petunjuk kerja pertemuan kelompok kerja

Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja pertemuan kelompok kerja

ditandatangani oleh Penanggung J a w a b Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi.

kelompok pekerja dijelaskan mengenai

16

(17)

Bentuk

Komunikasi

(18)

18

Bentuk

Komunikasi

(19)

5. KESIMPULAN

1. Komunikasi sangat penting dalam urusan pekerjaan jasa, perdagangan, konstruksi dan lain lain. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain

2. Komunikasi dibagi menjadi Verbal dan Non Verbal

3. Perusahaan perlu menyusun sistem komunikasi untuk mendukung

pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang baik di tempat kerja

(20)

TERIMA

KASIH Agung Wahyudi B.

HP : 08966 410 4485

20

Referensi

Dokumen terkait

 Perlengkapan kerja entry data multimedia dengan image scanner  Standar operasi aplikasi  Pengoperasia n image scanner  Gambar (objek) yang di- scan  Menyiapka

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi Bidang Programer komputer.. Berkomunikasi di

Dengan pemahaman yang baik terhadap instruksi kerja, akan membuat Pekerja mengetahui prosedur kerja yang benar dan dapat bekerja dengan lebih efisien, karena apabila tidak

menguasai prosedur K3 yang berada di tempat kerja kerja sesuai dengan prosedur yang berlaku  Mendokumentasi kan permasalahan yang timbul  Buku 1.3 Prosedur kesehatan dan

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi Sub Sektor Jaringan Komputer dan Sistem Administrasi Melakukan Komunikasi Di Tempat Kerja 18

2.6 Penerapan Standar Operasional Prosedur SOP di PT BNM STAINLESS STEEL PT BNM STAINLESS STEEL menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3 dengan membuat peraturan atau prosedur

Sehingga pengabdian ini bertujuan untuk membantu DP-GKJ Salatiga dalam penyusunan Standar Operasional Prosedur SOP terkhusus dalam aktivitas kepesertaan yang terdiri dari,