Dasar Keahlian Busana 2024/2025
INFORMASI UMUM A. Indentitas Modul
1. Nama Penyusun : Rohmatul Ummah
2. Institusi/Sekolah : SMK Negeri 1 Pogalan 3. Mata Pelajaran : Dasar Keahlian Busana 4. Program Keahlian : Busana
5. Kelas/Fase : X/E
6. Semester : Ganjil
7. Alokasi Waktu : 5 JP x 45’
8. Jumlah Pertemuan : 1 pertemuan
9. Elemen : Teknik Dasar Menjahit
10. Materi : Prosedur pengoperasian, pemeliharaan mesin jahit dan mesin penyelesaian 11. Sub Materi : Pengoperasian, pemeliharaan mesin jahit
dan mesin penyelesaian
B. Kompetensi Awal :
- Mampu mengoperasikan dan memperbaiki mesin jahit dan mesin penyelesaian
C. Profil Pelajar Pancasila : - Beriman bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlaq mulia
- Berkebinekaan global - Gotong royong - Kreatif
- Bernalar Kritis - Mandiri
D. Sarana dan Prasarana : - Sarana: Papan tulis, spidol, LCD Proyektor, Laptop, smartphone
- Prasarana: Handout menjahit serip, Modul Ajar, Materi Pembelajaran vidio E. Target Peserta Didik : - Peserta didik reguler/tipikal tidak ada
kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.
- Peserta didik tidak memiliki kesulitan belajar, disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik, yaitu melalui visual (dengan pemberian handout)
F. Strategi Pembelajaran : - Observasi - Diskusi - Penugasan
G. Model Pembelajaran : Project Based Learning (PJBL)
H. Kode Modul : E.09
KOMPONEN INTI
I. Capaian Pembelajaran : 1) Pada akhir fase E, peserta didik mampu menjelaskan cara
mengoperasikan dan memperbaiki mesin jahit dan mesin penyelesaian, memahami teknik menjahit sesuai dengan jenis- jenis bahan,
memahami standar kualitas dan finishing hasil jahitan dan menjahit busana sederhana.
J. Tujuan Pembelajaran : 1. Peserta didik mampu mendefinisikan mesin jahit sesuai dengan teori pada handout mengoperasikan mesin jahit secara kritis
2. Peserta didik mampu menganalisis macam-macam mesin jahit sesuai dengan teori pada handout mengoperasikan mesin jahit secara kritis
3. Peserta didik mampu menganalisis kegunaan alat penunjang mesin jahit berdasarkan fungsi sesuai dengan teori pada handout mengoperasikan mesin jahit highspeed secara kritis 4. Peserta didik mampu menganalisis
bagian-bagian mesin jahit highspeed berdasarkan fungsi sesuai dengan teori pada handout mengoperasikan mesin jahit highspeed secara mandiri
5. Peserta didik mampu
mengaplikasikan K3 dalam mengoperasikan mesin jahit highspeed sesuai dengan SOP pengoperasian mesin jahit sesuai dengan teori pada handout mengoperasikan mesin jahit highspeed secara mandiri
6. Peserta didik mampu mengikuti Langkah kerja Pemasangan peralatan mesin jahit highspeed sesuai dengan teori pada handout mengoperasikan mesin jahit highspeed secara mandiri
7. Peserta didik mampu
mengoperasikan mesin jahit highspeed sesuai SOP sesuai dengan teori pada handout mengoperasikan mesin jahit highspeed secara mandiri mempelajari materi mengoperasikan mesin jahit highspeed
8. peserta didik mampu membuat fragmen setik dasar (garis lurus, zig- zag dan lengkung pada kertas HVS tanpa menggunakan benang) dengan mengoperasikan mesin jahit haighspeed sesuai dengan langkah kerja
K. Pemahaman Bermakna : 1. Peserta didik Setelah mengikuti
pembelajaran ini mampu memahami dan menjelaskan macam-macam mesin jahit dan alat penunjang mesin jahit highspeed (1 gambar mesinberisi keterangan)
2. Peserta didik Setelah mengikuti pembelajaran ini, akan memahami alat penunjang mesin jahit highspeed
3. Pesert didik Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta didik mampu memahami bagian- bagian mesin jahit highspeed
4. Peserta didik Setelah mengikuti
pembelajaran ini, mampu mengaplikasikan K3 dalam mengoperasikan mesin jahit highspeed sesuai dengan SOP
5. Peserta didik setelah mengikuti pembelajaran ini,mampu mengikuti
Langkah kerja pemasangan peralatan mesin jahit highspeed
6. Peserta didik setelah mengikuti
pembelajaran ini, mampu membuat fragmen setik dasar (garis lurus, zig-zag dan
lengkung pada kertas HVS tanpa menggunakan benang)
L. Pertanyaan Pemantik : 1. Adakah ada dari kalian yang orang tuanya bekerja sebagai penjahit?
2. Adakah dari kalian yang orang tuanya bukan penjahit tetapi mempunyai msin jahit dirumah
3. Apakah ada dari kalian yang pernah melihat orang menjahit?
4. Menurut kalian mesin jahit itu fungsinya apa?
5. Apakah kalian pernah mengoperasikan mesin jahit?
M. Persiapan Pembelajaran : Mempersiapan bahan ajar dan sarana prasarana dalam
Pembelajaran
N. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1
Pendahuluan (15’)
:
1. Guru memberi salam dan dijawab oleh peserta didik.
2. Guru dan peserta didik berdoa bersama 3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya
4. Guru memeriksa kehadiran peserta didik dan menanyakan kondisi peserta didik (KSE:
Kesadaran Diri)
5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan memberikan informasi tentang asesment
6. Guru menanyakan kepada peserta didik tentang kesepakatan pembelajaran (perilaku guru:
membangun komunikasi positif dan penerapan disiplin positif)
7. Guru memberikan kesempatan untuk mengamati peta konsep yang berkaitan dengan materi untuk meningkatkan minat baca peserta didik.
Inti (135’) :
Aktivitas Guru Aktivitas
Peserta Didik 1. Pertanyaan
mendasar - Guru memberikan steatment tentang prosedur
pengoperasian, pemeliharaan mesin jahit dan mesin
penyelesaian Guru
menyampaikan materi tentang, - Dan memberikan link video
tentang teknik menjahit Prosedur pengoperasian, pemeliharaan mesin jahit dan mesin penyelesaian agar peserta didik lebih memahaminya
- Peserta didik menyimak steatmen yang dijelaskan oleh guru - Peserta
didik menyimak materi yang disampaika n guru 2. Mendesain
Perencanan Produk
: - Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok yang terdiri dari 5- 6 peserta didik.
- Guru menyampaikan LKPD untuk menjelaskan projek yang akan dibuat.
- Guru mengarahkan peserta
- Peserta didik berkumpul bersama kelompok yang telah ditentukan
didik untuk melakukan diskusi bersama kelompoknya tentang proyek yang akan dibuat - Guru memastikan peserta didik
memilih dan mengetahui prosedur pembuatan proyek yang akan dihasilkan (Prosedur pengoperasian, pemeliharaan mesin jahit dan mesin penyelesaian)
(perilaku guru: membangun kelompok yang fleksibel) (KSE Kesadaran Sosial)
- Peserta didik memahami penjelasan tentang proyek yang akan
dikerjakan - Peserta
didik melakukan diskusi kelompok untuk membahas proyek yang akan dibuat 3. Menyusun
jadwal pembuatan
: Guru membimbing peserta didik dalam kelompoknya untuk membuat jadwal pembuatan proyek yang meliputi jangka waktu pembuatan proyek, merencanakan peralatan dan bahan yang digunakan untuk pembuatan proyek, pembagian tugas masing- masing anggota kelompok, menentukan batas waktu pengumpulan proyek.
3. Memonitor keaktifan dan perkembangan proyek
- Guru mengarahkan dan bimbing peserta didik dan kelompoknya untuk berdiskusi dan mengerjakan proyek pada proses selanjutnya yaitu Prosedur pengoperasian, pemeliharaan mesin jahit dan mesin penyelesaian
(Ruang Kolaborasi) (perilaku guru: memfasilitasi murid yang bertanya sambil juga memanggil nama mereka dengan nama panggilan sesuai nama asli)
- Peserta didik secara aktif mengerjaka n proyek yang akan diciptakan dengan target kerja Prosedur pengoperas ian,
pemelihara an mesin jahit dan mesin penyelesaia n selesai 100 %
- Peserta didik secara aktif bertanya dan meminta bimbingan guru jika mengalami kendala 4. Menguji hasil Guru memantau diskusi dan
membimbing pembuatan laporan sehingga karya setiap peserta didik siap untuk dipresentasikan.
Kelompok melakukan diskusi untuk menghasilkan solusi
pemecahan masalah dan hasilnya dipresentasika n/disajikan dalam bentuk karya
5. Evaluasi pengalamn belajar
- Guru membimbing presentasi dan mendorong peserta didik lainnya memberikan tanggapan dan memberikan penghargaan kepada peserta didik yang presentasi (Demonstrasi kontekstual)
(perilaku guru: mendorong semua kelompok untuk berperan dalam kegiatan presentasi dengan cara bertanya dan menanggapi).
- Guru menanggapi hasil pemaparan kelompok
- Guru memberikan evaluasi dari hasil proyek yang telah dibuat oleh tiap-tiap kelompok.
- Guru memberikan kesimpulan dari materi yang telah dipelajari
- Peserta didik secara aktif
bersama kelompok untuk mempresent asikan hasil proyeknya - Kelompok
lain
menanggapi hasil
pemaparan kelompok - Kelompok
presentasi melakukan refleksi dan memberika n
kesimpulan dari hasil masukan.
Penutup (30’) - Peserta didik menanyakan hal-hal yang masih ragu maupun belum dipahami
- Guru menjelaskan hal-hal yang diragukan maupun yang belum dipahami, sehingga informasi yang diperoleh peserta didik lebih jelas dan tepat.
- Guru memberikan tugas mencari informasi selanjutnya tentang penyelesaian tepi serip
- Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk tetap belajar
- Pembelajaran diakhiri dengan salam O. Assesmen
1. Asessmen Formatif
:
Tugas Individu:
1. Buatlah prosedur cara mengoperasikan mesin jahit!
Tugas Kelompok:
1. Diskusikan bersama kelompokmu apakah kegunaan dari mesin jahit yang kalian ketahui!
2. Amati dan analisislah langkah kerja mengoperasikan mesin jahit
3. Selama menggunakan mesin jahit tersebut apa saja kendala yang kalian hadapi dan
bagiamana solusi untuk mengatasi kendala tersebut!
P. Pengayaan dan Remidial 1. Pengayaan
:
Pembelajaran pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai atau melampaui
ketuntasan belajar, dilakssederhanaan dengan belajar mandiri, peserta didik diberi tugas pengayaan dikerjakan secara individu
2. Remidial : Pembelajaran remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar, dilakssederhanaan dengan cara:
1. Memberikan pembelajaran ulang dengan strategi dan metode pembelajatan yang berbeda, disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik 2. Membimbing secara individu/perorangan
3. Memberikan tugas-tugas atau latihan-latihan secara khusus sesuai dengan kemampuan peserta didik
4. Dengan menerapkan model pembelajaran tutor sebaya, peserta didik dibantu oleh teman sekelas yang telah mencapai ketuntasan belajar
Q. Refleksi Peserta Didik dan Guru Refleksi Peserta didik
No. Pernyataan Ya Tidak
1. Setelah mempelajari materi ini, saya memahami cara mengoperasikan mesin jahit 2.
Setelah mempelajari materi ini, saya menyebutkan alat dan bahan untuk mengoperasikan mesin jahit
3. Setelah mempelajari materi ini, Saya dapat menjelaskan pengoperasian mesin jahit 4. Setelah mempelajari materi ini, saya dapat
mengoperasikan mesin jahit Refleksi Guru
No. Pernyataan Ya Tidak
1. Apakah saya sudah memahami cukup baik materi dan aktifitas pembelajaran ini?
2. Apakah materi ini sudah tersampaikan dengan baik kepada peserta didik?
3.
Apakah 100% peserta didik telah mencapai penguasaan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai?
Pogalan, 02 September 2024 Mengetahui:
Pembimbing PLP Mahasiswa PLP
Dra. TRI YANTIN SAVITRI ROHMATUL UMMAH
NIP. 19670109 199512 2 001 NIM.19050404065
ASSESSMENT FORMATIF
LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
Nama
Sekolah : SMKN 1 Pogalan
Mata
Pelajaran : Dasar Keahlian Busana 3
Materi : Pengoperasian pemeliharaan mesin jahit dan mesin penyelesaian
Kelas/Fase : X/E
Semester : Ganjil
Tahun
Pelajaran : 2024/2025
Alokasi
Waktu : 5 X 45 menit
Nama :
Kelas :
No.Abse n
:
A. Petunjuk:
1. Bacalah tahapan secara seksama
2. Pastikan identitasmu tertulis secara tepat dan lengkap
3. Lakukan pencarian informasi terkait proyek yang akan dibuat
4. Diskusikan dengan anggota kelompokmu terkait masalah / kendala yang kalian hadapi dalam mengerjakan proyek
5. Konsultasikan hasil pekerjaanmu secara berkala kepada guru
B. Tujuan Pembelajaran
Setelah menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi pengoperasian mesin jahit
Setelah menggali informasi, peserta didik dapat menyebutkan alat dan bahan
untuk mengoperasikan mesin jahit
Setelah menggali informasi, peserta didik dapat mennjelaskan teknik mengoperasikan mesin jahit
Setelah menggali informasi, peserta didik dapat mengoperasikan mesin jahit
C. Tugas Projek
1. Siapkan alat dan bahan untuk mengoperasikan mesin jahit sebagai berikut:
a) Mesin jahit.
b) Gunting bahan.
c) Gunting Benang.
d) Benang jahit.
e) kain f) spul g) skoci h) pendedel i) kain belacu
2. Buatlah penyelesaian stik jahitan sesuai dengan prosedur!
3. Tugas Kelompok
1. Diskusikan bersama kelompokmu apakah kegunaan dari pengoperasian mesin jahit yang kalian praktekkan!
2. Amati dan analisislah langkah kerja mengoperasian mesin jahit dan jenis-jenis stik jahitan
3. Selama membuat stik jahitan tersebut apa saja kendala yang kalian hadapi dan bagiamana solusi untuk mengatasi kendala tersebut!
4. Presentasikan hasil diskusi kalian
RUBRIK PENILAIAN TES FORMATIF
MATA PELAJARAN : Dasar Keahlian Busana Element : Teknik dasar menjahit
TOPIK : Pengoperasian, pemeliharaan mesin jahit dan mesin penyelesaian KELAS/SEMESTER : X DPB 2 / 1
NO.
NOMOR PESERTA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
ASPEK YANG DINILAI
SKALA Persiapan Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan untuk membuat pengoprasian stik mesin jahit
1 2
3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
4 √ √
2. Tempat kerja harus memperhatikan K3
1 2 3
4 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Proses Kerja 1. Bekerja dengan
sikap yang baik dengan
memperhatikan K3
1 2
3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
4 √ √
2. Mengatur tegangan benang sesuai dengan spesifikasi bahan
1 2
3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
4 3. Mengatur jarak
setikan sesuai dengan spesifikasi bahan
1 2
3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
4 4. Memasang jarum 1 2
3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
4 √ √
5. Memasang benang jahit bagian atas dan bagian bawah sesuai prosedur
1 2
3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
4 6. Mencoba setikan
pada kain perca
1 2
3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
4 7. Menjahit
pengoprasian stik mesin jahit sesuai prosedur (langkah kerja)
1 2
3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
4
Hasil Akhir 1. Tampilan
keseluruhan
1
2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
4 2. Kebersihan dan
kerapian
1
2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
4 3. Ketepatan waktu
dalam membuat pengoprasian stik mesin jahit
1 2
3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
4 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Berkemas 1. Kebersihan
lingkungan kerja
1 2
3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
4 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Jumlah skor
39 42 39 39 44 42 42 39 39 39 42 44 42 39 42 42 42 42 42 42 42 42 42 39 42 39 42 42 39 39
NILAI AKHIR
75 81 75 75 85 81 81 75 75 75 81 85 81 75 81 81 81 81 81 81 81 81 81 75 81 75 81 81 75 75
Indikator Penilaian Praktik Persiapan Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan untuk membuat stik pengoperasian mesin jahit
a. Peralatan disiapkan dengan lengkap, siap pakai, bersih dan digunakan sesauai dengan fungsinya (skor 4)
b. Peralatan disiapkan dengan lengkap, siap pakai, bersih (skor 3) c. Peralatan disiapkan dengan lengkap, siap pakai (skor 2)
d. Peralatan disiapkan kurang lengkap (skor 1) 2. Tempat kerja disiapkan dengan memperhatikan K3
a. Tempat kerja disiapkan dengan lengkap, siap pakai, bersih dan tidak licin serta cukup cahaya dan ventilasi (skor 4)
b. Tempat kerja disiapkan dengan lengkap, siap pakai, bersih dan tidak licin (skor 3) c. Tempat kerja disiapkan dengan lengkap dan siap pakai (skor 2)
d. Tempat kerja disiapkan kurang lengkap (skor 1) Proses kerja
1. Sikap kerja disesuaikan dengan memperhatikan K3
a. Pada saat menjahit posisi duduk tegak , tenang dan serius, memakai celemek, pandangan mata tidak terhalang oleh rambut dan mengenakan alas kaki (skor 4)
b. Pada saat menjahit posisi duduk tegak, tenang dan serius, memakai celemek, pandangan mata terhalang oleh rambut dan tidak mengenakan alas kaki (skor 3)
c. Pada saat menjahit posisi duduk sedikit membungkuk, tenang dan serius, memakai celemek, pandangan mata terhalang oleh rambut dan tidak mengenakan alas kaki (skor 2)
d. Pada saat menjahit posisi badan membungkuk, tenang dan serius, tidak memakai celemek pandangan mata terhalang oleh rambut dan tidak mengenakan alas kaki (skor 1)
2. Mengatur tegangan benang sesuai dengan spesifikasi bahan
a. Tegangan kedua benang atas dan bawah harus seimbang, kekuatan ukuran harus sama kuat atau tidak longgar dan benang atas dan bawah tepat bersilangan di tengah-tengah lapisan kain(skor4)
b. Tegangan kedua benang atas dan bawah harus seimbang, kekuatan ukuran harus sama kuat atau tidak longgar dan benang atas dan bawah kurang tepat bersilangan di tengah- tengah lapisan kain (skor 3)
c. Tegangan kedua benang atas dan bawah harus seimbang, kekuatan ukuran agak longgar dan benang atas dan bawah kurang tepat bersilangan di tengah-tengah lapisan kain (skor 2)
d. Tegangan kedua benang atas dan bawah harus seimbang, kekuatan ukuran longgar dan benang atas dan bawah tidak tepat bersilangan di tengah-tengah lapisan kain (skor 1) 3. Mengatur jarak setikan sesuai dengan spesifikasi bahan
a. Hasil setikan tidak terlalu rapat (kecil-kecil) dan tidak terlalu lebar (skor 4) b. Hasil setikan rapat dan lebar (skor 3)
c. Hasil setikan sangat rapat dan sangat lebar (skor 2) d. Hasil setikan sangat renggang dan sangat lebar (skor 1) 4. Memasang jarum jahit sesuai prosedur
a. Jarum tidak tumpul, lurus (tidak bengkok), tidak berkarat dan memasukkan jarum dengan benar (skor 4)
b. Jarum tidak tumpul, lurus (tidak bengkok), tidak berkarat dan memasukkan jarum dengan kurang benar (skor 3)
c. Jarum tidak tumpul, lurus (tidak bengkok), tidak berkarat dan memasukkan jarum dengan tidak benar (skor 2)
d. Jarum tumpul,lurus (tidak bengkok), berkarat dan memasukkan jarum dengan tidak benar(skor1)
5. Memasang benang jahit bagian atas dan bagian bawah sesuai prosedur
a. Memasang benang jahit bagian atas sesuai dengan langkah-langkah pemasangan benang atas dan bawah (skor 4)
b. Memasang benang jahit bagian atas kurang sesuai langkah-langkah pemasangan benang atas dan bawah (skor 3)
c. Memasang benang jahit bagian atas tidak sesuai langkah-langkah pemasangan benang atas (skor 2)
d. Memasang benang jahit bagian atas sangat tidak sesuai langkah-langkah pemasangan benang atas (skor 1)
6. Mencoba setikan pada kain perca
a. Hasil setikan mesin pada kain perca terlihat rapi, tidak berkerut/tertarik dan tarikan benang atas dan bawah seimbang (skor 4)
b. Hasil setikan mesin pada kain perca terlihat kurang rapi, sedikit berkerut/tertarik dan tarikan benang atas dan bawah kurang seimbang (skor 3)
c. Hasil setikan mesin pada kain perca terlihat tidak rapi, berkerut/tertarik dan tarikan benang atas dan bawah tidak seimbang (skor 2)
d. Hasil setikan mesin pada kain perca terlihat sangat tidak rapi, berkerut/tertarik dan tarikan benang atas dan bawah tidak seimbang (skor 1)
7. Menjahit penyelesaian tepi jahitan serip sesuai prosedur
a. Penyelesaian tepi dijahit sesuai dengan langkah kerja/prosedur (skor 4)
b. Penyelesaian tepi dijahit kurang sesuai dengan langkah kerja/prosedur (skor 3) c. Penyelesaian tepi dijahit tidak sesuai dengan langkah kerja/prosedur (skor 2)
d. Penyelesaian tepi dijahit sangat tidak sesuai dengan langkah kerja/prosedur (skor 1) Hasil Akhir
1. Tampilan keseluruhan
a. Stik pengoperasian mesin jahit sangat baik dan sangat sesuai dengan standar kualitas serta tampilan amat baik (skor 4)
b. Stik pengoperasian mesin jahit baik dan sesuai dengan standar kualitas serta tampilan baik (skor 3)
c. Stik pengoperasian mesin jahit kurang baik dan kurang sesuai dengan standar kualitas serta tampilan kurang baik (skor 2)
d. Stik pengoperasian mesin jahit tidak baik dan tidak sesuai dengan standar kualitas serta tampilan tidak baik (skor 1)
2. Kebersihan dan kerapian dalam menjahit penyelesaian tepi jahitan serip
a. Stik pengoperasian mesin jahit sangat bersih dan rapi tidak ada sisa-sisa benang (skor 4) b. Stik pengoperasian mesin jahit bersih dan rapi tidak ada sisa-sisa benang (skor 3)
c. Stik pengoperasian mesin jahit kurang bersih dan rapi masih ada sisa-sisa benang (skor 2)
d. Hasil jahitan penyelesaian tepi tidak bersih dan rapi banyak sisa-sisa benang (skor 1) 3. Ketepatan waktu dalam menjahit stik pengoprasian mesin jahit
a. Waktu yang digunakan lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan (skor 4) b. Waktu yang digunakan tepat waktu dari yang telah ditentukan (skor 3)
c. Waktu yang digunakan lebih 5 menit dari waktu yang telah ditentukan (skor 2) d. Waktu yang digunakan lebih 10 menit dari waktu yang telah ditentukan (skor 1) Berkemas
1. Kebersihan lingkungan kerja
a. Sangat bersih apabila siswa dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan benar dan tidak adanya perca-perca, sisa benang serta alat-alat tersimpan ditempatnya (skor 4) b. Bersih apabila siswa dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak adanya perca-
perca, sisa benang serta alat-alat tersimpan ditempatnya (skor 3)
c. Kurang bersih apabila siswa kurang dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan masih adanya perca-perca, sisa benang serta alat-alat kurang tersimpan ditempatnya (skor 2) d. Tidak bersih apabila siswa tidak dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan masih
banyak adanya perca-perca, sisa benang serta alat-alat kurang tersimpan ditempatnya (skor 1)
Jumlah skor yang diperoleh
Nilai = X 100 = Jumlah skor maksimal
Rubrik penilaian diskusi / presentasi
MATA PELAJARAN : Dasar Keahlian Busana
Element : Teknik Dasar Menjahit
TOPIK : Prosedur Pengoprasian dan Pemeliharaan Mesin Jahit dan Mesin Penyelesian
KELAS/SEMESTER : X DPB 2 / 1
No.
Absen
Nama Peserta didik
Skor untuk
Jumlah Skor Nilai Sikap Keaktifan Wawasan Kemampuan
Mengemukakan Pendapat
Kerja Sama
1. Adinda Vika Asmarani 3 3 3 3 3 15 75
2. Afifatul Khoiriyah 3 3 3 3 4 16 80
3. Agista Putri Aureliya 3 3 3 3 3 15 75
4. Ais Pinayungsih 3 3 3 3 3 15 75
5. Darma Nuriyah 4 3 3 3 4 17 85
6. Devina Han Prastyorini 3 3 3 3 4 16 80
7. Fitriani 3 3 3 3 4 16 80
8. Gadis Anas Tasya 3 3 3 3 3 15 75
9. Icha Putri Aprillia 3 3 3 3 3 15 75
10. Intatiana Deva Tianora 3 3 3 3 3 15 75
11. Jofita Dwi Nazizah 4 3 3 3 4 17 85
12. Khoirunisa Nur Suciati 3 3 3 3 4 16 80
13. Lani Mustika Sari 3 3 3 3 3 15 75
14. Lola Amelya Putri Pratama 3 3 3 3 4 16 80
15. Luk Luk Atul Fuadha 3 3 3 3 4 16 80
16. Luna Desvita Kusuma Wardani 3 3 3 3 4 16 80
17. Lutviana Shofiatul Ulumia 3 3 3 3 4 16 80
18. Nainy Syerlina Rahmawati 3 3 3 3 4 16 80
19. Narinda Kusuma Wardani 3 3 3 3 4 16 80
20. Nova Nafta Bela Ayupratiwi 3 3 3 3 4 16 80
21. Okta Fitri Muji Rahayu 3 3 3 3 4 16 80
22. Puput Andri Ani 3 3 3 3 4 16 80
23. Rahmat Novan Putra Wibowo 3 3 3 3 3 15 75
24. Reza Afi Fatun Nuha 3 3 3 3 4 16 80
25. Rusyda Devirta Sari 3 3 3 3 3 15 75
26. Satria Wahyu Pramudita 3 3 3 3 3 15 75
27. Sinta Hidayah 3 3 3 3 4 16 80
28. Umi Ainun Nur Rohmah 3 3 3 3 4 16 80
29. Wanda Destiana Putri 3 3 3 3 3 15 75
30. Yulistiana Karin Nafida 3 3 3 3 3 15 75
Pogalan, 02 September 2024 Guru mata pelajaran,
ROHMATUL UMMAH NIM. 1905040465
Indikator Skor Kriteria
Sikap
4 Sangat aktif
3 Aktif
2 Kurang aktif
1 Tidak aktif
Keaktifan
4 Sangat aktif
3 Aktif
2 Kurang aktif
1 Tidak berperan aktif dalam pelaksanaan diskusi.
Wawasan
4 Jelas dan menjawab sesuai dengan yang ditanyakan oleh penanya.
3 Jelas dan menjawab sesuai dengan yang ditanyakan oleh penanya, tetapi tidak lengkap.
2 Tidak mampu menjawab, tetapi mencari di buku.
1 Tidak mampu menjawab dan tidak mau berusaha mencari jawaban.
Kemampuan mengemukakan pendapat
4 Sebagai penyaji
3 Aktif menjawab pertanyaan 2 Membantu menjawab pertanyaan 1 Tidak pernah mengemukakan pendapat
Kerja sama
4 Sangat aktif
3 Aktif
2 Kurang aktif
1 Tidak bisa bekerja sama Jumlah skor yang diperoleh
Nilai = X 100 = Jumlah skor maksimal
4. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik
KEGIATAN BELAJAR
MENGOPERASIKAN MESIN JAHIT
A. Pengertian
Mesin jahit adalah peralatan mekanis atau elektromekanis yang berfungsi untuk menjahit. Sejarah jahit-menjahit dengan menggunakan jarum sudah dimulai pada awal- awal peradaban manusia. Bahan jarumnya bermacam-macam, ada yang terbuat dari batu, tembaga, tulang, ataupun gading. Jarum yang masih kasar itu digunakan untuk menyatukan kulit hewan menjadi pakaian. Sementara benang yang digunakan dibuat dari otot hewan. Jarum logam digunakan sekitar abad ke-14, yang merupakan jarum dengan menggunakan lubang yang umum dijumpai pada saat ini.
B. Macam-macam mesin jahit 1. Mesin jahit serbaguna
Gambar 1: sumber https://www.google.com/search?q=mesin+jahit
2. Mesin jahit Listrik
Gambar 2: sumber https://www.google.com/search?q=mesin+jahit
3. Mesin Jahit Kaki
Gambar 3: sumber https://www.google.com/search?q=mesin+jahit
4. Mesin jahit tangan
Gambar 4: sumber https://fitinline.com/article
C. Alat Jahit Penunjang Mesin Jahit a. Jarum mesin highspeed
b. Skoci dan spuul c. Sepatu
d. Pendedel e. Gunting benang
D. Komponen - komponen mesin jahit highspeed
a. Mesin high speed
Mesin high speed merupakan mesin dengan kecepatan tinggi, biasa dipakai padaindustri pakaian jadi Mesin jahit industri adalah mesin jahit yang mempunyai kecepatan tinggi.
Digunakanuntuk menjahit lurus. Mesin jahit industri disebut juga high speed sewing machine
Gambar 5. Mesin High Speed .
b. Komponen mesin jahit high speed
Keterangan Bagian-bagian mesin high speed
1. Sekrup pengatur tekanan sepatu (foot pressure)
Gambar 6. Berfungsi untuk mengatur tekanan sepatu 2. Alur benang (thread guide)
3. Pelat penutup (face plate)
Gambar 7. Pelat penutup
4. Alur benang (thread guide)
5. Sekrup penguat jarum (needle clamp)
Gambar 8. Sekrup penguat jarum
6. Sepatu mesin (foot machine) 7. Plat penutup (face plate) 8. Alur benang (thread guide) 9. Tiang benang (thread pin) 10. Pengecek minyak (oil check) 11. Roda mesin (hand wheel)
12. Pengatur panjang setikan (stick length selector) 13. Pengatur Maju mundur setikan (Back Tack Handle) 14. Badan mesin (body machine)
15. Alur benang (thread guide)
16. Pengatur tegangan benang (needle thread tension) 17. Alur benang (thread guide)
18. Alur benang (thread guide)
19. Skrup penguat jarum (needle clamp)
20. Plat penutup (face plate) 21. Plat mesin (plate machine)
Gambar 9. Meja dan Kelengkapan Mesin High Speed Keterangan meja dan kelengkapan mesin high speed
1. Meja mesin (machine table) 2. Kaki mesin (machine leg) 3. Laci mesin (drawer)
4. Tempat benang (cotton holder) 5. Dinamo (motor machine) 6. Injakan kaki mesin (pedal)
7. Tombol menghidupkan dan mematikan (switch On/Off) 8. Tuas lutut (knee press)
9. Penggulung benang untuk spul (bobbin winder)
E. K3 Pengoperasian Mesin Jahit
a. Hal-hal yang berkaitan dengan keamanan di area kerja busana, antara lain :
CELEMEK Celemek menjahit berfungsi untuk menjaga baju kerja/seragam tetap bersih.
PENGAWASAN Tidak diperkenankan mengoperasikan mesin tanpa pengawasan.
SEPATU Sepatu yang sesuai (tumit rendah, tertutup) harus digunakan di area kerja sepanjang waktu demi pengendalian dan keamanan diri. Jangan pernah dalam kondisi apapun mengoperasikan
mesin tanpa alas kaki.
RAMBUT Rambut yang panjang harus di ikat kebelakang. Bila rambut
kurang panjang untuk di ikat, gunakan jepit atau jala untukmencegah rambut jatuh ke wajah.
PAKAIAN Pakailah pakaian yang pas atau tidak terlalu longgar, terutama
di daerah lengan. Jangan memakai dasi atau pita.
Selendangharus diikat dengan baik (jangan longgar).
PERHIASAN Dilanggar memakai kalung yang panjang. Tidak dianjurkan
memakai cincin, gelang atau anting jam tangan rantai.
KUKU JARI Tidak boleh terlalu panjang.
JARI Jauhkan jari dari jarum mesin dan bagian-bagiannya yang
bergerak.
TANGAN Bila memakai tangan untuk memutar roda mesin agar
seimbang, janganlah memakai jari tetapi memakai telapak tangan.
MEMASANG BENANG PADA MESIN
Matikan mesin dan kaki diangkat dari pedal ketika memasang ulang benang, atau mengganti jarum atau sekoci.
PENANGANAN KAIN
Penyuapan / pemasukan kain untuk dijahit ke dalam mesin harus dari samping sepatu menggunakan jari-jari tangan bukandari depannya.
PEDAL Harus selalu diingat bahwa pedal juga merupakan rem.
Menekan bagian belakang pedal dengan tumit akan menghentikan mesin.
MENINGGALAN MESIN
Selalu matikan mesin bila sedang tidak digunakan.
Fasilitator anda akan memberi tahu anda mengenai cara- caranya.
KEBISINGAN Jangan membuat suara keras atau gerakan mendadak yang dapat mengejutkan orang lain yang sedang mengoperasikan
mesin, karena dapat menimbulkan kecelakaan
KECELAKAAN Jangan panik jika terjadi kecelakaan. Beritahu orang terdekat
agar dapat mencarikan bantuan.
KERUSAKAN MESIN
Segera beritahu fasilitator bila terjadi kerusakan atau ketidak beresan kerja mesin.
KERAPIHAN DANKEBERSIHAN
Jangan meninggalkan sisa-sisa potongan kain atau tas di lantai.
SIKAP DAN
KEBIASAAN
Selalu bertindak dengan penuh tanggung jawab. Mesin- mesin
industri sangat berbahaya.
MAKANAN DAN MINUMAN.
Jangan membawa makanan dan minuman ke dalam area kerja.
F. SOP Pengoperasian Mesin Jahit
Untuk melakukan pekerjaan penjahitan, maka diperlukan pengetahuan dalam mengoperasikan mesin-mesin penjahitan sesuai dengan standar persyaratan di industri.
a. Gunakan alas kaki sebelum bekerja.
b. Pada awal praktek mencoba mesin high speed, dilakukan tanpa menggunakan jarum, tanpa benang.
c. Nyalakan mesin setelah benar-benar siap.
d. Tekan tombol On untuk menyalakannya.
e. Injak pedal dengan kecepatan dari pelan, berangsur-angsur cepat,dan sangat cepat, dan sebaliknya dari cepat sekali berangsurangsur cepat menuju pelan.
f. Ingatlah selalu, bahwa setiap kali selesai menjahit, setelah mesin dimatikan, jangan segera meninggalkan tempat duduk, injaklah pedal, buanglah sisa power yang ada di dalamnya, sampai suara dan tenaganya habis.
g. Matikan mesin ketika mengganti jarum dan mengganti benang
A. Menyalakan stop kontak.
a) Menyalakan mesin pada posisi ON, pastikan anda siap bekerja, jangan injak pedal kalau belum siap menahit.
b) Ketika akan menjalankan mesin, posisi kaki kanan mengerem pedal, maka akan terdengar suara dengungan mesin, bila tidak terdengar maka lakukan cek kembali pada motor. Apabila keluar angin berarti mesin dalam keadaan benar untuk menjahit.
c) Sebelum anda mematikan mesin, periksa berbunyi atau tidak/ masih mengeluarkan angin atau tidak, untuk memastikan injaklah pedalnya, habiskan energi yang tertinggal di dalamnya, setelah anda yakin tidak ada suara, maka matikan mesin dengan segera (OFF) untuk menghindari mesin terbakar.
B. Teknis Menjalankan Mesin Jahit
Teknik ini digunakan untuk memeriksa kondisi mesin jahit (baik/tidak).
a) Lakukan pemeriksaan kondisi mesin, untuk mengetahui kondisi mesin.
b) Periksa apakah mesin dalam kondisi baik ataukah tidak.
c) Lakukan pemeriksaan pada jarum dan sekoci, serta sepatu.
C. Prosedur Menjalankan Mesin Jahit
Prosedur ini dilaksanakan ketika mesin siap akan digunakan.
a) Menghandel mesin untuk jalan cepat (full speed), jalan sedang (½ full), jalan pelan.
b) Menjahit kain tanpa benang.
c) Mengatur langkah setikan antara 1–3 setikan secara berulang-ulang.
G. Langkah Kerja Pengoperasian Mesin Jahit
1. Jenis-jenis jarum yang digunakan pada mesin jahit, yaitu:
1. DB x 1 (Mesin jahit jarum 1 (kepala jarum kecil).
2. DC x 1 (Mesin obras benang 3.4.5 (jarum paling pendek).
3. DP x 5 (Mesin lubang kancing (kepala jarum besar).
4. DP x 17 (Mesin bartack (kepala jarum panjang).
5. VO x 13 (Mesin kansai spesial (jarum serat badan melilit).
6. LW HT (Mesin sum (jarum bentuk U).
2. Pemasangan jarum pada mesin jahit:
1. Arah cekungan jarum berada di sebelah atas.
2. Takeup mesin ada di posisi atas.
3. Sekrup dikendurkan.
4. Jarum disesuaikan arah dan masukkan pada posisi lubang jarumsampai mentok.
5. Kencangkan sekrup sampai benar
Gambar 10. Cara memasang jarum 3. Cara memasang sepatu pada mesin jahit.
Urutan memasang sepatu pada mesin jahit adalah sebagai berikut:
1. Posisi mesin dalam kondisi mati.
2. Takeup mesin berada di atas.
3. Kendorkan baut pengikat dengan screw driver.
4. Pasang sepatu sesuai posisinya, kencangkan kembali baut pengikat.
5. Cek kesesuaian posisi sepatu dengan pelat lubang jarum. Atur kembali bila belum tepat.
4. Penggulungan Benang/Mengisi Spul
Penggulungan benang dapat dilakukan pada saat menjahit. Ketika menggulung bobin sewaktu tidak menjahit, presser foot harus dinaikkan benang dari jarum dan naikkan pelatuk untuk mencegah benang kusut di sekitar pelatuk.
Gambar 11. cara menggulung benang H. Metode Penggulungan Benang
1. Masukkan bobin kosong pada bobin winder spindle (1) dan tekan sampai tertahan. Tonjolan pada bobin harus tepat masuk dalam celah pada spindle 2. Bawa bobin benang melewati pengantar benang (2) dan tension discs.
Tension discs sebaiknya disesuaikan dengan jenis benang yang digunakan.
Benang halus, tegangannya lebih besar, Benang kasar, tegangannya berkurang, Benang sintetis mempunyai karakter cenderung untuk mulur kalau ditarik atau digulung terlalu ketat. Benang jenis ini memerlukan
tegangan yang lebih kecil.
3. Lilitkan bagian atas benang ke sekeliling bobin beberapa kali dari sisi luar.
4. Tekan trip latch (4) dan katrol (5) akan menempel pada belt. Jika bobin sudah penuh, penggulung akan berhenti secara otomatis.
5. Jumlah benang yang digulung dapat disetel menggunakan baut-6. Untuk memperbanyak jumlahnya maka putar sekrup searah jarum jam, untuk mengurangi jumlahnya putaran sekrup berlawanan arah jarum jam. Hasil terbaik akan dicapai apabila bobin digulung hingga 4/5 dari kapasitas maksimal.
6. Penggulungan yang Tidak Merata Benang digulung secara merata pada bobin seperti yang terlihat pada gambar (A). Jika gulungan terlalu banyak pada satu sisinya seperti pada (B) dan (C), sesuaikanlah dengan memindahkan tension bracket (7) ke kanan atau kiri.
I. Pemeriksaan Spool dan Sekoci pada Mesin Jahit 1. Pemasangan spool dan benang
2. Memasang cones benang di tiang pertama (tiang cone).
3. Ujung benang dimasukkan ke penjepit benang dan sekaligus tension.
4. Pasang bobin pada rumah bobin.
5. Ujung benang dililitkan pada bobin.
6. Memasukkan Spul ke dalam sekoci
7. Spul yang telah terisi benang dimasukkan ke dalam sekoci, kemudian selipkan benang pada tanda A, tarik ke B sampai menuju tanda A.
Gambar 12. Cara memasukkan spool ke sekoci
Pemasangan spul pada sekoci
Gambar 13. Pemasangan spul pada skoci 1. Ambil sekoci.
2. Masukkan spool pada sekoci.
3. Ujung benang dililitkan pada kulit benang searah jarum jam.
4. Sisa ujung benang ± 10 Cm.
J. Memasukkan sekoci ke dalam rumah sekoci.
Gambar 14. Memasukkan sekoci ke dalam rumah sekoci 1. Plat penutup rumah sekoci dibuka.
2. Angkat klep sekoci dengan ibu jari.
3. Masukkan spul ke dalam sekoci, periksa tegangan benangnya.
4. Masukkan kembali sekoci ke dalam rumahnya dan tekan hingga bunyi (klik).
K. Pemasangan Benang pada Mesin Jahit
Setelah jarum terpasang dengan baik, selanjutnya pemasangan benang dapat dilakukan dengan urutan sebagai berikut:
1. Tarik ujung benang dari cones yang berada di penyangga benang.
2. Masukkan ujung benang melalui jalur benang ke penetral benang pertama dan kedua.
3. Ujung benang dimasukkan pada tension, jalur benang, takeup dan pengaman benang yang posisinya ada di needle bar (rumah jarum).
4. Benang dimasukkan pada lubang jarum sesuai dengan arah cekungan benang 5. Mengeluarkan benang bawah dengan cara tekan engkol pengatur maju mundur
setikan (back tack). Roda mesin diputar, tarik kedua benang bagian atas dan bawah.
Gambar 15. cara pemasangan benang pada mesin jahit
L. Penyesuaian Tegangan Benang
Tegangan bagian atas dan bawah harus disesuaikan untuk menghasilkan jahitan yang sempurna dengan cara melakukan penyesuaian-penyesuaian berikut:
Gambar 16. cara penyesuaian tegangan benang
Penyesuaian tegangan bagian atas dengan cara memutar tension nut benang searah jarum jam, Tegangan benang bagian atas dapat dinaikkan atau dirapatkan.
Dengan cara memutar tension nut benang berlawan arah jarum jam, tegangan benang bagian atas dapat diturunkan atau direnggangkan.
1. Penyesuaian tegangan bagian bawah. Tegangan bawah diatur oleh baut, yang mengencangkan atau melonggarkan perpegas yang berada di luar wadah bobin. Dengan memutar baut searah jarum jam, tegangan benang bagian bawah akan meningkat, dengan memutar baut berlawanan arah jarum jam, tegangan benang bagian bawah akan menurun. Untuk memeriksa tegangan bagian bawah, ayun bobin dengan jari bobin harus bergerak hanya sedikit. Jika bobin benang lari, berarti terlalu renggang. Jika tidak ada gerakan sama sekali, berarti terlalu rapat. Tegangan yang benar akan menahan bobin case.
2. Mengatur panjang/kerapatan setikan 1. Tekan engkol back tack (a).
2. Putar tombol pengatur setikan (b).
Gambar 17. cara mengatur panjang/kerapatan benang 3. Mengatur jarak setikan
Pengaturan jarak setikan harus memperhatikan jenis bahan yang akan dijahit.
Setikan yang bagus adalah yang tidak terlalu rapat (kecil-kecil) sehingga dapat menyebabkan bahan berkerut, bahkan kesalahan akibat jarak yang terlalu rapat
dapat menyebabkan kesulitan dalam pembongkaran dan dapat mengakibatkan kain menjadi robek.
1.Kain berat dan tebal = 10 setikan untuk 2,5 cm (1 inch) menggunakan jarum nomor 16.
2. Kain berat ringan = 12 setikan untuk 2,5 cm (1 inch) menggunakan jarum nomor 14.
3. Kain sedang tipis = 14 setikan untuk 2,5 cm (1 inch) menggunakan jarum nomor 11.
4.Sebaliknya jarak setikan yang terlalu lebar (setikan lebar-lebar) akan mengurangi kekuatan dari jahitan itu sendiri.
M. Praktek mencoba mesin jahit:
a. Menyetik pada garis lurus
Setelah benang atas dan benang bawah terpasang, maka mulailah kita menjahit. Bahan jahitan dipegang dan jari jemari kita menuntun jahitan secara ringan mengikuti jalannya bahan, jangan dipaksa atau ditarik dari mesin. Melepaskan bahan jahitan dilakukan dengan menarik ke arah belakang dari sebelah kiri jarum, kemudian benang digunting atau dipotong dengan alat yang terpasang di atas sepatu mesin pada bagian belakang.
Ketika menjahit busana atau benda lainnya, bagian yang lebar kita letakkan di sebelah kiri dan yang kecil/ pendek atau yang dijahit diletakkan disebelah kanan.
Gambar 18.menjahit lurus
a. Menyetik pada garis lengkung
Jahitan dipegang dan jari-jemari menuntun jahitan mengikuti lengkungan- lengkungan. Jalannya mesin jangan terlalu cepat agar jari- jemari kita dapat mengikuti garis lengkungan dengan tepat, sehingga hasil setikan baik dan rapi. Hal ini perlu dilakukan berulang-ulang untuk memperoleh hasil lengkungan yang baik dan rapi.
Gambar 19 Setikan lengkung
b. Menyetik pada siku
Jahitan dipegang dan jari-jemari menuntun jahitan. Pada waktu akan menyetik bagian siku, jarum dihentikan dengan memegang roda mesin jahit supaya jahitan terhenti. Kemudian putarlah bahan jahitan tersebut sesuai dengan yang diinginkan dan diteruskan menjahit seperti biasa.
Gambar 20. Setikan pada siku
N. Mengatur setikan untuk membuat kerutan
Bila akan membuat kerutan, aturlah pengaturan setikan yang terdapat disebelah kanan mesin, dengan nomor-nomor setikan dari 1 sampai 20. Batang pengatur ditempatkan ditengan piring nomor dan setikan diatur dengan cara menggerakkan batang pengatur kebawah atau ke atas ke angka-angka yang menunjukkan jarak setikan yang diinginkan.
Jahitan untuk kerutan dapat dibuat sebaris dan pada ujung-ujung jahitan harus ditinggalkan benang yang panjang. Dapat juga jahitan untuk kerutan dibuat duabaris sehingga hasilnya akan rapi.
A.
Glosarium
Blade (Batang jarum)
Single Nedlee (Satu jarum)
Double Nedlees (Dua jarum)
Drawer (Laci mesin)
Jarum mesin (Alat mesin untuk menembus kain agar benang atas dapat mengait benang bawah, hingga kain yang dijahit rapat Bersatu)
Lock Stick (Menghasilkan lockstick)
Mesin High Speed (Mesin berkecepatan tinggi)
Mesin jahit (Alat utama untuk menjahit pakaian)
Mesin Obras (Mesin untuk menjahit pinggiran kain yang digunting, agar tiras benang bagian dalam pakaian tidak beruraian)
Pedal (Injakan kaki)
B.
Daftar Pustaka
Dwijanti, dkk. 2013. Dasar Teknologi Menjahit II. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah, Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan, Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.
Ernawati, dkk. 2008. Tata Busana Jilid 3 Untuk Menengah Kejuruan. Jakarta:
Direktorat Pembinaan Sekolah, Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan, Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.
Goet Poespo. 2005. Panduan Teknik Menjahit. Kanisius. Yogyakarta https://fitinline.com/article/read/15-jenis-mesin-jahit-yang-dapat-anda- pilih-berdasarkan-fungsi-dan-kegunaannya/
https://www.mikirbae.com/2016/08/prosedur-pengoperasian-mesin- jahit.html