PERTEMUAN TANGGAL PRAKTIKUM MATERI
NAMA :
NPM / KELAS : MATA KULIAH : HARI / SHIFT : WAKTU PRAKTIKUM :
ATA 2019/2020
LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 iii TIM PENYUSUN LITBANG
MATEMATIKA EKONOMI 2 ATA 2019/2020
P E N A N G G U N G J A W A B
DERIVATIF
Adelia
Achmad Rizka
Intan Siti
Nadhifa Febriani
Nur Hadijah
M. Ridho
TIFFANY FITRI HARIYANTO
TRANSENDENTAL
Rumman
Elin Maulani
Alvares Zega
Dita Anggraini
Rayhana Aisyah
Bagas Pratama INTEGRAL TAK
TENTU
Ananda Murti
Andini Dwi
Nurshinta
Rya Rizky
Tedy Alfiando
M. Ridho
INTEGRAL TERTENTU
Firsti Roswita
Lasta Maria
Kenny Aprilia
Tasya Intan
Bagas Pratama STAF PENANGGUNG JAWAB
OKTAVIA ANNA RAHAYU, SE., MM RATNA SUSILOWATI, SE., MM
iv LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020
Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat, rahmat dan karunia yang diberikan-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan modul ini tepat pada waktunya. Dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran dalam perkuliahan, modul dapat menjadi salah satu penunjang yang efektif. Modul ini disusun sebagai panduan kegiatan praktikum Laboratorium Manajemen Dasar Universitas Gunadarma.
Modul praktikum ini merupakan penyempurnaan dari modul praktikum sebelumnya dan diharapkan dengan adanya modul praktikum ini dapat meningkatkan pemahaman dasar materi praktikum khususnya Matematika Ekonomi 2, serta sebagai pedoman bagi mahasiswa dalam melakukan penelitian-penelitian ekonomi. Selain itu modul ini juga dapat digunakan sebagai dasar suatu pandangan mahasiswa melihat keadaan perekonomian dan disesuaikan dengan teori-teori ekonomi yang ada.
Penyusun sangat menyadari bahwa modul praktikum ini masih perlu disempurnakan lagi, maka kritik dan saran untuk penyajian modul ini kedepan sangat diperlukan.
Akhir kata penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan modul ini.
Depok, 31 Januari 2020
Tim Litbang Matematika Ekonomi
KATA PENGANTAR
LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 v
SUSUNAN TIM LITBANG... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR GAMBAR... vii
DERIVATIF ... 1
1. KONSEP DASAR TURUNAN ... 1
2. KAIDAH-KAIDAH DIFERENSIASI ... 2
3. HUBUNGAN ANTARA FUNGSI DAN DERIVATIFNYA ... 7
4. PENERAPAN EKONOMI ... 9
4.1 ELASTISITAS ... 9
4.2 BIAYA ... 23
4.3 PENERIMAAN ... 28
4.4 LABA MAKSIMUM ... 33
INTEGRAL TAK TENTU ... 37
1. KONSEP DASAR INTEGRAL TAK TENTU ... 37
2. KAIDAH-KAIDAH INTEGRASI TAK TENTU ... 38
3. PENERAPAN EKONOMI ... 40
3.1 FUNGSI BIAYA ... 41
3.2 FUNGSI PENERIMAAN ... 45
3.3 FUNGSI PRODUKSI ... 50
3.4 FUNGSI UTILITAS ... 54
3.5 FUNGSI KONSUMSI DAN FUNGSI TABUNGAN ... 55
INTEGRAL TERTENTU ... 62
1. KONSEP DASAR INTEGRAL TERTENTU ... 62
2. PENERAPAN EKONOMI ... 63
vi LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020
2.1 SURPLUS KONSUMEN ... 63
2.2 SURPLUS PRODUSEN ... 76
TRANSENDENTAL ... 83
1. KONSEP DASAR TRANSENDENTAL ... 83
1.1 FUNGSI EKSPONENSIAL ... 84
1.2 FUNGSI LOGARITMIK ... 87
2. PENERAPAN EKONOMI ... 89
2.1 MODEL BUNGA MAJEMUK ... 89
2.2 MODEL BUNGA SINAMBUNG ... 90
2.3 MODEL PERTUMBUHAN ... 94
2.4 KURVA GOMPERTZ ... 97
2.5 KURVA BELAJAR (Learning Curve) ...101
DAFTAR PUSTAKA ...107
TATA TERTIB PRAKTIKUM ... 109
SURAT PERNYATAAN PRAKTIKUM ... 114
PENGULANGAN PRAKTIKUM ... .121
LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 vii
Gambar 1.1 Kurva Titik Ekstrim Minimum ... 8
Gambar 1.2 Kurva Titik Ekstrim Maksimum ... 8
Gambar 1.3 Kurva Elastisitas ... 9
Gambar 1.4 Kurva Inlastisitas ... 10
Gambar 1.5 Kurva Unitary Elastis ... 10
Gambar 1.6 Kurva Inelastis Sempurna ... 10
Gambar 1.7 Kurva Elastis Tak Hingga ... 11
Gambar 1.8 Tampilan Menu Derivatif ... 14
Gambar 1.9 Tampilan Pangkat Terbesar ... 15
Gambar 1.10 Tampilan Menu Input Data ... 15
Gambar 1.11 Tampilan Hasil Output Elastisitas Permintaan ... 16
Gambar 1.12 Tampilan Menu Derivatif ... 18
Gambar 1.13 Tampilan Pangkat Terbesar ... 18
Gambar 1.14 Tampilan Menu Input Data ... 19
Gambar 1.15 Tampilan Hasil Output Elastisitas Penawaran ... 19
Gambar 1.16 Tampilan Menu Derivatif ... 21
Gambar 1.17 Tampilan Pangkat Derivatif ... 22
Gambar 1.18 Tampilan Menu Input Data ... 22
Gambar 1.19 Output Data Elastisitas Produksi ... 23
Gambar 1.20 Tampilan Menu Derivatif ... 26
Gambar 1.21 Tampilan Pangkat Terbesar ... 27
Gambar 1.22 Tampilan Menu Input Data ... 27
Gambar 1.23 Output Data Fungsi Biaya ... 28
Gambar 1.24 Tampilan Menu Derivatif ... 31
Gambar 1.25 Tampilan Pangkat Terbesar ... 32
Gambar 1.26 Tampilan Menu Input Data ... 32
Gambar 1.27 Output Data Fungsi Penerimaan ... 33
viii LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020
Gambar 1.28 Tampilan Menu Derivatif ... 36
Gambar 1.29 Output Data Fungsi Laba ... 36
Gambar 2.1 Tampilan Menu Awal Software EC-Math ... 43
Gambar 2.2 Tampilan Menu Awal Integral Tak Tentu ... 43
Gambar 2.3 Tampilan Menu Operasi Fungsi Biaya ... 44
Gambar 2.4 Tampilan Menu Input Data Fungsi Biaya ... 44
Gambar 2.5 Tampilan Menu Output Data Fungsi Biaya ... 45
Gambar 2.6 Tampilan Menu Awal Software EC-Math ... 47
Gambar 2.7 Tampilan Menu Awal Integral Tak Tentu ... 48
Gambar 2.8 Tampilan Menu Operasi Fungsi Penerimaan ... 48
Gambar 2.9 Tampilan Menu Input Data Fungsi Penerimaan ... 49
Gambar 2.10 Tampilan Menu Output Data Fungsi Penerimaan ... 49
Gambar 2.11 Tampilan Menu Awal Software EC-Math ... 52
Gambar 2.12 Tampilan Menu Awal Integral Tak Tentu ... 52
Gambar 2.13 Tampilan Menu Operasi Fungsi Produksi... 53
Gambar 2.14 Tampilan Menu Input Data Fungsi Produksi ... 53
Gambar 2.15 Tampilan Menu Output Data Fungsi Produksi... 54
Gambar 2.16 Tampilan Menu Awal Software EC-Math ... 58
Gambar 2.17 Tampilan Menu Awal Integral Tak Tentu ... 59
Gambar 2.18 Tampilan Menu Operasi Fungsi Konsumsi ... 59
Gambar 2.19 Tampilan Menu Input Data Fungsi Konsumsi ... 60
Gambar 2.20 Tampilan Menu Output Data Fungsi Konsumsi ... 60
Gambar 2.21 Tampilan Menu Output Data Fungsi Tabungan ... 61
Gambar 3.1 Kurva Surplus Konsumen ... 63
Gambar 3.2 Kurva Surplus Konsumen Contoh Kasus 1 ... 66
Gambar 3.3 Tampilan Awal Integral Tertentu ... 67
Gambar 3.4 Tampilan Surplus Konsumen 1 ... 68
Gambar 3.5 Hasil Perhitungan Surplus Konsumen ... 68
Gambar 3.6 Tampilan Awal Integral Tertentu ... 69
LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 ix
Gambar 3.7 Tampilan Surplus Konsumen 2 ... 69
Gambar 3.8 Hasil Perhitungan Surplus Konsumen 2 ... 70
Gambar 3.9 Kurva Surplus Konsumen Contoh Kasus 2 ... 72
Gambar 3.10 Tampilan Awal Integral Tertentu ... 73
Gambar 3.11 Tampilan Surplus Konsumen 1 ... 73
Gambar 3.12 Hasil Perhitungan Surplus Konsumen 1 ... 74
Gambar 3.13 Tampilan Awal Integral Tertentu ... 74
Gambar 3.14 Tampilan Surplus Konsumen 2 ... 75
Gambar 3.15 Hasil Perhitungan Surplus Konsumen 2 ... 75
Gambar 3.16 Kurva Surplus Produsen ... 76
Gambar 3.17 Kurva Surplus Produsen Contoh Kasus 3 ... 79
Gambar 3.18 Tampilan Awal Integral Tertentu ... 80
Gambar 3.19 Tampilan Surplus Produsen 1 ... 80
Gambar 3.20 Hasil Perhitungan Surplus Produsen 1 ... 81
Gambar 3.21 Tampilan Awal Integral Tertentu ... 81
Gambar 3.22 Tampilan Surplus Produsen 2 ... 82
Gambar 3.23 Hasil Perhitungan Surplus Produsen 2 ... 82
Gambar 4.1 Bentuk Kurva Contoh 1 ... 86
Gambar 4.2 Bentuk Kurva Contoh 2 ... 88
Gambar 4.3 Tampilan Awal Transendental ... 92
Gambar 4.4 Tampilan Menu Model Bunga Majemuk ... 93
Gambar 4.5 Hasil Output Model Bunga Majemuk ... 93
Gambar 4.6 Tampilan Awal Transendental ... 96
Gambar 4.7 Tampilan Model Pertumbuhan ... 96
Gambar 4.8 Hasil Output Model Pertumbuhan ... 97
Gambar 4.9 Kurva Gompertz ... 98
Gambar 4.10 Tampilan Awal Transendental ... 100
Gambar 4.11 Tampilan Menu Kurva Gompertz ... 100
Gambar 4.12 Hasil Output Kurva Gompertz... 101
x LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020
Gambar 4.13 Kurva Belajar... 102
Gambar 4.14 Tampilan Awal Transendental ... 104
Gambar 4.15 Tampilan Menu Kurva Belajar ... 105
Gambar 4.16 Tampilan Output Kurva Belajar ... 105
LABORATORIUM MANAJAMEN DASAR | ATA 2019/2020 1 Turunan atau derivatif adalah hasil yang diperoleh dari proses diferensiasi, yang dimana diferensiasi adalah proses penurunan sebuah fungsi atau proses pendiferensiasian. Sedangkan diferensial membahas tentang tingkat perubahan suatu fungsi sehubungan dengan perubahan kecil dalam variabel bebas fungsi yang bersangkutan,
Jika dan terdapat tambahan variabel bebas (x) sebesar ∆x, maka dapat membentuk persamaan :
y Δy Δy
Dimana ∆x adalah tambahan x dan ∆y adalah tambahan y, jadi timbulnya ∆y karena adanya ∆x. apabila ruas kiri dan kanan persamaan terakhir sama-sama dibagi ∆x, maka diperoleh :
1. KONSEP DASAR TURUNAN
X
Y y = f(x)
∆y = dy
∆x = dx
Perubahan x = ∆x
Perubahan y = ∆y
2 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020
Bentuk dari
ini yang disebut dengan hasil bagi perbedaan atau kuosien diferensi, mencerminkan tingkat perubahan rata-rata variabel terikat (y) terhadap variabel bebas (x). Pada dasarnya penentuan limit suatu kuosien diferensi dalam hal pertambahan variabel bebasnya sangat kecil atau mendekati nol. Maka turunan fungsinya lim∆x → 0
= lim∆x → 0
Cara untuk menuliskan turunan dari suatu fungsi dapat dituliskan dengan beberapa notasi atau lambang seperti :
lim∆x → 0
=
Notasi dari
dimana dy diferensiasi dari y dan dx diferensiasi dari x.
Berikut ini kaidah diferensiasi dalam berbagai bentuk fungsi : 1. Diferensiasi fungsi konstanta
Jika , dimana k adalah konstanta, maka
= 0 Contoh: , maka
2. Diferensiasi fungsi linier
Jika dimana adalah konstanta, maka Contoh: maka
2. KAIDAH-KAIDAH DIFERENSIASI
LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 3 3. Diferensiasi fungsi pangkat
Jika , dimana adalah konstanta, maka Contoh : maka
4. Diferensiasi penjumlahan (pengurangan) fungsi
Jika , dimana dan , maka Contoh :
maka maka Karena , maka +
5. Diferensiasi perkalian
a. Perkalian fungsi dan konstanta
Jika , dimana maka Contoh :
maka Karena , maka b. Perkalian fungsi
Jika dimana dan , maka Contoh :
karena
– –
– –
4 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 6. Diferensiasi hasil bagi fungsi
Jika dimana dan , maka 𝑦′ = 𝑢′.𝑣 − 𝑢.𝑣′ 𝑣2 Contoh : –
–
– – karena ′ =
y′ = – – – =
–
=
7. Diferensiasi fungsi komposisi (dalil rantai)
Jika sedangkan dengan kata lain , maka
Contoh 1 :
Misalkan : sehingga
=
= Maka
= .
LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 5 Contoh 2 :
√
Misalkan : sehingga
Maka
√
√
8. Derivatif tingkat tinggi (derivatif dari derivatif)
Derivatif ke-n dari fungsi diperoleh dengan mendiferensikan sebanyak kali. Derivatif ke-n dilambangkan dengan
atau atau Contoh : maka
atau
atau
9. Diferensiasi implisit
Diferensiasi implisit adalah suatu kaidah diferensiasi dengan mendiferensiasikan suku demi suku dengan memandang sebagai fungsi , kemudian hari persamaan tersebut ditentukan nilai dy/dx.
Contoh :
didiferensiasikan terhadap , maka :
6 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020
10. Diferensiasi fungsi logaritmik →
Contoh : jika ,
11. Derivatif fungsi eksponensial
→
→
12. Derivatif fungsi trigonometrik
Beberapa turunan fungsi trigonometrik yang penting adalah : →
→
→
→
→
→
LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 7 Catatan :
3.1 MENENTUKAN KEADAAN FUNGSI MENAIK DAN FUNGSI MENURUN.
Derivatif pertama dari sebuah fungsi non-linier dapat digunakan untuk menentukan apakah kurva dari fungsi yang bersangkutan menaik ataukah menurun pada kedudukan tertentu.
1. Fungsi menaik jika 2. Fungsi menurun jika
3. Jika derivatif pertama , berarti fungsi berada pada titik ekstrim
3.2 TITIK EKSTRIM FUNGSI PARABOLIK
Dalam sebuah fungsi parabolik, derivatif pertama berguna untuk menentukan letak titik ekstrimnya, sedangkan derivatif kedua digunakan untuk mengetahui jenis titik ekstrim yang bersangkutan.
3. HUBUNGAN ANTARA FUNGSI DAN DERIVATIFNYA
8 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 Jenis-jenis Titik Ekstrim Fungsi Parabolik adalah:
Jika , maka merupakan titik ekstrim minimum dimana bentuk parabolanya terbuka ke atas.
Gambar 1.1 Kurva titik ekstrim minimum
Jika , maka merupakan titik ekstrim maksimum dimana bentuk parabolanya terbuka kebawah.
Gambar 1.2 Kurva titik ekstrim maksimum Contoh soal :
Diketahui , tentukanlah titik ekstrim maksimum atau minimum dari fungsi tersebut!
Jawab :
(Titik ekstrim maksimum)
LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 9 Letak titik ekstrim :
Jadi letak titik ekstrim maksimum adalah pada koordinat
4.1 ELASTISITAS
Elastisitas adalah perubahan persentase suatu variabel terikat (dependent variable) sebagai akibat adanya perubahan persentase suatu variabel bebas (independent variable). Elastisitas memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
a. elastis
Contoh : Barang mewah
Gambar 1.3 Kurva Elastisitas 4. PENERAPAN EKONOMI
P
Q Q D
D
10 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 b. inelastis
Contoh : Kebutuhan pokok
Gambar 1.4 Kurva Inlastisitas
c. unitary elastis
Contoh : Barang – barang elektronik
Gambar 1.5 Kurva Unitary Elastis
d. inelastis sempurna Contoh : Bahan bakar minyak
Gambar 1.6 Kurva Inelastis sempurna P
Q Q D
D
P
Q Q
D P
Q Q
D
LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 11 e. elastis tak hingga
Contoh : Bumbu dapur
Gambar 1.7 Kurva Elastis tak hingga
4.1.1 ELASTISITAS HARGA
Elastisitas harga adalah perubahan persentase jumlah yang diminta oleh konsumen atau ditawarkan oleh produsen akibat adanya perubahan persentase dari harga barang itu sendiri. Umumnya elastisitas harga dari permintaan di setiap titik pada kurva permintaan yang menurun akan bernilai negatif, tetapi dalam mengukur koefisien elastis harga biasanya diambil dari nilai mutlaknya (absolut) sehingga nilai koefisien elastis harga paling kecil adalah 0 dan paling besar adalah ∞ ( 0 ≤ Ƞh ≤ ∞ ).
Untuk fungsi permintaan dan penawaran yang berbentuk maka rumus elastisitan harga titik permintaan adalah :
Jika fungsi permintaan dan penawaran yang berbentuk maka rumus elastisitas harga titik permintaan adalah :
h
P
Q Q
D
12 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 CONTOH KASUS 1
Jika fungsi permintaan suatu barang ditunjukan oleh – berapakah elastisitas harga pada tingkat harga ?
Penyelesaian:
Diketahui: –
Ditanya:
Jawab:
Jika maka dan
= |-0,08| = 0,08 (inelastis)
Analisis:
Jadi, elastisitas harga permintaan pada tingkat harga sebesar 2 adalah 0,08 yang memiliki arti apabila harga barang naik 1%, maka jumlah permintaan terhadap barang itu turun 0,08%.
h
LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 13 4.1.2 ELASTISITAS PERMINTAAN
Elastisitas permintaan adalah suatu koefisien yang menjelaskan besarnya persentase perubahan jumlah barang yang diminta akibat adanya persentase perubahan harga. Istilah yang lengkap adalah elastisitas harga-per-permintaan. Jika fungsi permintaan dinyatakan dengan maka elastisitas permintaannya adalah :
CONTOH KASUS 2
Fungsi permintaan suatu barang ditunjukan oleh persamaan -5P2 Tentukanlah elastisitas permintaannya pada tingkat harga ! Analisislah!
Penyelesaian:
Diketahui: -5P2
Ditanya: ?
Jawab:
14 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 .
Elastis
Analisis:
Jadi besarnya elasitas permintaan adalah 2,13 pada saat tingkat harga sebesar Rp 9.
Jika harga tersebut mengalami perubahan sebanyak 1 % maka barang yang diminta akan mengalami perubahan sebanyak 2,13%.
Langkah – langkah Pengerjaan Menggunakan Software Ec-Math
1. Buka aplikasi EC-Math. Pilih Derivatif, kemudian pilih mencari Elastisitas Permintaan.
Gambar 1.8 Tampilan Menu Derivatif
LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 15 2. Masukkan Pangkat Terbesar sama dengan 2 kemudian tekan Enter
Gambar 1.9 Tampilan Pangkat Terbesar
3. Maka akan muncul tampilan dibawah ini. Masukkan angka yang diketahui di soal
Gambar 1.10 Tampilan Menu Input Data
16 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 4. Kemudian tekan Enter, maka hasilnya adalah berikut
Gambar 1.11 Tampilan Hasil Output Elastisitas Permintaan
4.1.3 ELASTISITAS PENAWARAN
Elastisitas penawaran adalah suatu koefisien yang menjelaskan besarnya persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan berkenaan adanya persentase perubahan harga. Istilahnya yang lengkap adalah elastisitas harga-per- penawaran.
Jika fungsi penawaran dinyatakan dengan maka elastisitas penawarannya adalah :
s
s
s
LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 17 CONTOH KASUS 3
Fungsi penawaran suatu barang ditunjukan oleh persamaan = 2P2 Tentukanlah elastisitas penawaran pada saat per unit! Analisislah!
Penyelesaian:
Diketahui: 2P2
Ditanya: s? Jawab:
s
s
s
s
s
s
Elastis
Analisis:
Jadi besarnya elastisitas penawaran adalah 1,83 pada saat harga produk sebesar Rp 5.
Jika harga mengalami perubahan 1% maka barang yang diminta akan mengalami perubahan sebesar 1,83%.
18 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020
Langkah – langkah Pengerjaan Menggunakan Software Ec-Math
1. Buka aplikasi EC-Math. Pilih Derivatif, kemudian pilih mencari Elastisitas Penawaran
Gambar 1.12 Tampilan Menu Derivatif
2. Masukkan Pangkat Terbesar sama dengan 2 kemudian tekan Enter.
Gambar 1.13 Tampilan Pangkat Terbesar
LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 19 3. Maka akan muncul tampilan dibawah ini. Masukkan angka yang diketahui di
soal.
Gambar 1.14 Tampilan Menu Input Data 4. Kemudian tekan Enter, maka hasilnya adalah berikut.
Gambar 1.15 Tampilan Hasil Output Elastisitas Penawaran
20 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 4.1.4 ELASTISITAS PRODUKSI
Elastisitas produksi adalah suatu koefisien yang menjelaskan besarnya perubahan jumlah keluaran (output) yang dihasilkan akibat adanya perubahan jumlah masukan (input) yang digunakan. Jika melambangkan jumlah produk yang dihasilkan sedangkan melambangkan jumlah input yang digunakan, dan fungsi produksi dinyatakan dengan , maka elastisitas produksinya adalah :
CONTOH KASUS 4
Diketahui fungsi produksi suatu barang ditunjukan oleh P = x3 + 5x2. Hitunglah elastisitas pada unit! Analisislah!
Penyelesaian:
Diketahui: P = x3 + 5x2 → P` = 3x2 + 10x
Ditanya: ? Jawab:
LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 21
Elastis
Analisis:
Jadi besarnya elastisitas produksi adalah 2,6 pada saat jumlah masukkan (input) produksi sebanyak 9 unit. Jika terjadi perubahan masukkan sebesar 1% maka barang yang diproduksi akan mengalami perubahan sebesar 2,6%.
Langkah – langkah Pengerjaan Menggunakan Software Ec-Math
1. Buka aplikasi EC-Math. Pilih Derivatif, kemudian pilih mencari Elastisitas Produksi
Gambar 1.16 Tampilan Menu Derivatif
22 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020
2. Masukkan Pangkat Terbesar sama dengan 3 kemudian tekan Enter
Gambar 1.17 Tampilan Pangkat Derivatif
3. Maka akan muncul tampilan dibawah ini. Masukkan angka yang diketahui di soal
Gambar 1.18 Tampilan Menu Input Data
LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 23 4. Kemudian tekan Enter, maka hasilnya adalah berikut
Gambar 1.19 Output Data Elastisitas Produksi
4.2 BIAYA
4.2.1 BIAYA TOTAL (TC)
Biaya total adalah seluruh biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi atau memasarkan sejumlah barang atau jasa, baik yang merupakan biaya tetap atau biaya variabel.
Keterangan :
TC = Biaya Total (Total Cost) Q = Jumlah Barang (Quantity) FC = Biaya Tetap (Fixed Cost)
VC = Biaya Variabel (Variable Cost)
TC = F(Q) atau TC = FC + VC
24 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 4.2.2 BIAYA RATA-RATA (AC)
Biaya rata-rata adalah biaya untuk memproduksi satu unit barang disebut sebagai biaya rata-rata (average cost). Biaya rata-rata diperoleh dari biaya total dibagi dengan jumlah unit barang yang diproduksi.
Keterangan :
AC = Biaya rata-rata (Average Cost) TC = Biaya Total (Total Cost) Q = Jumlah Barang (Quantity)
4.2.3 BIAYA MARGINAL (MC)
Biaya marginal adalah tingkat perubahan biaya total sebagai akibat adanya perubahan biaya total seperti biaya tambahan yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu unit tambahan produk yang diproduksi. Biaya marginal merupakan turunan pertama dari fungsi biaya total.
Keterangan :
MC = Biaya Marginal (Marginal Cost) TC' = Turunan pertama dari biaya total
∆TC = Perubahan Biaya Total
∆Q = Perubahan Satu Unit Produk
AC = 𝑻𝑪
𝑸
MC = TC' = 𝑻𝑪
𝑸
LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 25 CONTOH KASUS 5
Biaya total yang dikeluarkan oleh PT. DIA ditunjukkan oleh persamaan – . Tentukan besarnya biaya total, biaya rata – rata, dan
biaya marginal pada saat kuantitas 5 unit! Analisislah!
Penyelesaian :
Diketahui: –
Ditanya: TC, AC, MC pada saat ? Jawab:
–
– –
26 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 Analisis :
Jadi pada saat PT DIA memproduksi sebesar 5 unit maka biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp685 dengan biaya rata – rata sebesar Rp137 dan biaya marginal sebesar Rp394.
Langkah-Langkah Pengerjaan Menggunakan Software Ec-Math
1. Buka aplikasi EC-Math, Pilih Derivatif, kemudian pilih Mencari Fungsi Biaya.
Gambar 1.20 Tampilan Menu Derivatif
LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 27 2. Masukkan Pangkat Terbesar sama dengan 3 kemudian tekan Enter.
Gambar 1.21 Tampilan Pangkat Terbesar
3. Maka akan muncul tampilan di bawah ini. Masukkan angka yang diketahui di soal.
Gambar 1.22 Tampilan Menu Input Data
28 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020
4. Kemudian tekan Enter, maka hasilnya adalah sebagai berikut.
Gambar 1.23 Output Data Fungsi Biaya
4.3 PENERIMAAN
4.3.1 PENERIMAAN TOTAL (TR)
Penerimaan adalah hasil kali antara jumlah produk yang diminta atau yang terjual dengan harga produk per unit.
Keterangan :
TR = Penerimaan Total (Total Revenue) P = Harga (Price)
Q = Jumlah Barang (Quantity)
TR = F(Q) = P . Q
LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 29 4.3.2 PENERIMAAN RATA-RATA (AR)
Penerimaan adalah dari penerimaan per unit yang diperoleh dari penjualan suatu barang/jasa pada kuantitas tertentu. Fungsi average revenue sama dengan harga barang tersebut.
Keterangan :
AR = Penerimaan rata-rata (Average revenue) TR = Penerimaan Total (Total Revenue) P = Harga (Price)
Q = Jumlah Barang (Quantity) 4.3.3 PENERIMAAN MARGINAL
Penerimaan marginal adalah tambahan penerimaan total yang diakibatkan oleh adanya tambahan satu unit produk yang terjual. Penerimaan marginal merupakan turunan pertama dari fungsi penerimaan total.
Keterangan :
MR = Penerimaan Marginal (Marginal Revenue) TR' = Turunan pertama dari penerimaan total
∆TR = Perubahan Penerimaan Total
∆Q = Perubahan Satu Unit Produk
AR = 𝐓𝐑
𝐐
𝐏 𝐱 𝐐
𝐐 𝐏
MR = TR' = 𝐓𝐑
𝐐
30 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 CONTOH KASUS 6
Fungsi permintaan PT. HARRY ditunjukkan oleh P = 25Q2 + 10. Bagaimanakah persamaan penerimaan totalnya? Lalu berapakah besar penerimaan total, penerimaan rata – rata, dan penerimaan marginal jika penjualannya sebesar 5 unit? Analisislah!
Penyelesaian :
Diketahui:
Ditanya : Persamaan TR ?
Besarnya TR, AR, dan MR pada saat Q = 5 unit Jawab:
Jika , maka :
LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 31
Analisis :
Jadi penerimaan total yang diterima PT HARRY saat penjulan 5 unit sebesar Rp3.175 dengan penerimaan rata – rata sebesar Rp635 dan penerimaan marginal sebesar Rp1.885.
Langkah-Langkah Pengerjaan Menggunakan Software Ec-Math
1. Buka aplikasi EC-Math, Pilih Derivatif, kemudian pilih Mencari Fungsi Penerimaan.
Gambar 1.24 Tampilan Menu Derivatif
32 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020
2. Masukkan Pangkat Terbesar sama dengan 3 kemudian tekan Enter.
Gambar 1.25 Tampilan Pangkat Terbesar
3. Maka akan muncul tampilan di bawah ini. Masukkan angka yang diketahui di soal.
Gambar 1.26 Tampilan Menu Input Data
LABORATORIUM MANAJAMEN DASAR | ATA 2019/2020 33 4. Kemudian tekan Enter, maka hasilnya adalah sebagai berikut.
Gambar 1.27 Output Data Fungsi Penerimaan
4.4 LABA MAKSIMUM
Laba adalah selisih antara penerimaan total dengan biaya total, atau dapat dinyatakan dengan rumus :
Keterangan : Π = Laba
TR = Penerimaam total (Total Revenue) TC = Biaya total (Total Cost)
π = TR – TC atau π = (P x Q) – (FC + VC)
34 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 Terdapat tiga pendekatan perhitungan laba maksimum yaitu :
1. Pendekatan Totalitas (Totality Approach) 2. Pendekatan Rata-Rata (Average Approach) 3. Pendekatan Marginal (Marginal Approach)
Pada bab ini kita hanya akan membahas perhitungan laba maksimum dengan pendekatan marginal (Marginal Approach). Perhitungan laba dilakukan dengan membandingkan Biaya Marginal (MC) dan Pendapatan Marginal (MR). Laba maksimum akan tercapai pada saat MR = MC.
Laba – . Laba maksimum tercapai bila turunan pertama fungsi sama dengan nol dan nilainya sama dengan nilai turunan pertama sehingga – . Dengan demikian, perusahaan akan memperoleh laba maksimum (atau kerugian minimum), bila ia berproduksi pada tingkat output di mana
CONTOH KASUS 7
Fungsi permintaan suatu barang ditunjukan oleh persamaan dengan biaya variabel . biaya tetap yang dikeluarkan perusahaan sebesar 10.000. Tentukanlah pada tingkat penjualan berapa perusahaan bisa mendapatkan laba maksimum dan berapakah besarnya laba tersebut? Analisislah!
Penyelesaian :
Diketahui:
LABORATORIUM MANAJAMEN DASAR | ATA 2019/2020 35 Ditanya: Q pada saat laba maksimum? Dan besar laba (π)?
Jawab :
Perhitungan Laba Maksimum (πmax) MR = MC
-20Q + 9.000 = 10Q – 150 9.000 + 150 = 10Q + 20Q
9.150 = 30Q Q = 305
= 1.814.750
Analisis :
Jadi untuk mendapatkan laba maksimum, Perusahaan harus menjual produknya sebanyak 305 unit sehingga keuntungan maksimum yang didapat sebesar Rp1.385.375.
36 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020
Langkah-Langkah Pengerjaan Menggunakan Software Ec-Math
1. Buka aplikasi EC-Math, Pilih Derivatif, kemudian pilih Mencari Fungsi Laba.
Gambar 1.28 Tampilan Menu Derivatif
2. Kemudian masukkan data-data yang ada di soal, maka akan muncul output seperti ini.
Gambar 1.29 Output Data Fungsi Laba
LABORATORIUM MANAJAMEN DASAR | ATA 2019/2020 37 Dalam kalkulus integral dikenal dua macam pengertian integral, yaitu Integral Tak Tentu (Indifinite Integral) dan Integral Tertentu (Definite Integral). Integral tak tentu adalah kebalikan dari diferensial, yakni suatu konsep yang berhubungan dengan proses penemuan suatu fungsi asal apabila turunan atau derivatif dari fungsinya diketahui. Sedangkan Integral tertentu adalah suatu konsep yang berhubungan dengan proses pencarian luas suatu area yang batas-batas limit dari area tersebut sudah tertentu.
Mengintegralkan suatu fungsi turunan f(x) berarti adalah mencari integral atau turunan-antinya, yaitu F(x).
Bentuk umum integral dari f(x) adalah :
Keterangan :
∫ = Tanda integral atau notasi integral f(x)dx = Diferensial dari F(x)
F(x) = Integral partikular x = Variabel integrasi
k = Konstanta pengintegralan
Dalam diferensial kita menemukan bahwa jika suatu fungsi asal dilambangkan dengan F(x) dan fungsi turunannya dilambangkan dengan f(x) maka:
1. KONSEP DASAR INTEGRAL TAK TENTU
∫ f(x)dx = F(x) + k
38 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 Untuk fungsi asal : F(x) = x2 + 5
Fungsi turunannya : f(x) =
= 2x
Jika prosesnya dibalik, yakni fungsi turunan f(x) diintegralkan, maka :
Karena derivatif dari setiap konstanta adalah nol. Maka dalam mengintegralkan fungsi turunan konstanta k tetap dalam bentuk k. Nilai k tidak dapat diisi dengan bilangan tertentu kecuali didalam soal memang sudah ditentukan nilai konstantanya. Karena ketidaktentuan nilai konstanta itulah maka bentuk integral yang merupakan kebalikan dari diferensial dinamakan integral tak tentu.
Karena integrasi tak tentu pada dasarnya merupakan kebalikan dari diferensial, maka kaidah-kaidah integrasi tak tentu akan dapat dipahami berdasarkan pengetahuan tentang kaidah-kaidah diferensiasi.
Kaidah 1. Formula Pangkat
Contoh:
∫ dx =
+ k = x + k
∫ f(x)dx = F(x) + k = x2 + k
2. KAIDAH-KAIDAH INTEGRASI TAK TENTU
∫ xn dx = 𝐱
𝐧 𝟏 𝐧 𝟏 + k
LABORATORIUM MANAJAMEN DASAR | ATA 2019/2020 39 Kaidah 2. Formula Logaritmis
Contoh:
∫ dx = 2 1n x + k
Kaidah 3. Formula Eksponensial
Contoh:
∫ ex+2 dx = ∫ ex+2 d (x + 2) = ex+2 + k
Kaidah 4. Formula Penjumlahan
Contoh:
∫ (ex + ) dx = ∫ ex dx + ∫ dx = ex + ln x + k
Kaidah 5. Formula Perkalian
∫ 𝟏
𝐱 dx =1n x + k
∫ ex dx = ex + k
∫ eu du = eu + k u = f (x)
∫ {(x) + g(x)}dx = ∫ f(x)dx + ∫ g(x)dx = F(x) + G(x) + k
∫ n f(x)dx = n ∫ f(x)dx n ≠ 0
40 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 Contoh:
∫ 10xdx = 10 ∫ x dx = 10 (
) = 5x2 + k
Kaidah 6. Formula Substitusi
Dimana u = g(x), dan ∫ du merupakan subtitusi bagi ∫ dx Contoh:
Selesaikan ∫
dx
Misalkan u = x2 + 10x, maka
= 2x + 10 Karena pembilangnya (x + 5) = (
) sehingga:
∫
dx = ∫ (
)
= ∫ = ∫
= ∫ du = 1n u + k = 1n(x2 + 10x) + k
Pendekatan integral tak tentu dapat diterapkan untuk mencari persamaan fungsi total dari suatu variabel ekonomi apabila persamaan fungsi marginalnya diketahui. Karena fungsi marginal pada dasarnya merupakan turunan dari fungsi
∫ f(u) 𝐝𝐮
𝐝𝐱 dx = ∫ f(u)du = F(u) + k
3. PENERAPAN EKONOMI
LABORATORIUM MANAJAMEN DASAR | ATA 2019/2020 41 total, maka dengan proses sebaliknya, yaitu integrasi, dapat dicari fungsi asal dari fungsi turunan tersebut atau fungsi totalnya.
3.1 FUNGSI BIAYA
CONTOH KASUS 1
Diketahui fungsi biaya marjinal pada perusahaan ABADI sebesar MC = 12Q2 + 10Q + 2. Bentuklah persamaan biaya total dan biaya rata-rata apabila diketahui konstanta sebesar 2. Berapakah besarnya biaya total dan biaya rata-rata jika kuantitasnya sebesar 50? Analisislah!
Penyelesaian:
Diketahui : MC = 12Q2 + 10Q + 2
k = 2
Q = 50
Ditanya : Persamaan TC dan AC?
Besarnya TC dan AC jika Q = 50?
Jawab :
TC = ∫ MC dQ
TC = ∫ 12Q2 + 10Q + 2 dQ TC = + + 2Q + k TC = 4Q3 + 5Q2 + 2Q + 2
BIAYA TOTAL (TC) = ∫ MC dQ = ∫ f(Q)dQ BIAYA RATA-RATA (AC) = 𝐓𝐂
𝐐
42 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 AC =
AC = AC = 4Q2 + 5Q + 2 +
Jika Q = 50, maka :
TC = 4Q3 + 5Q2 + 2Q + 2 TC = 4(50)3 + 5(50)2 + 2(50) + 2 TC = 4(125000) + 5(2500) + 2(50) + 2 TC = 500000 + 12500 + 100 + 2 TC = 512.602
AC = AC =
AC = 10.252,04 Analisis :
Apabila MC = 12Q2 + 10Q + 2 dan konstanta sebesar 2, maka fungsi biaya total dan fungsi biaya rata-ratanya adalah TC = 4Q3 + 5Q2 + 2Q + 2 dan AC = 4Q2 + 5Q + 2 +
Pada saat kuantitasnya sebesar 50 unit, maka biaya total sebesar Rp512.602 dan biaya rata-ratanya sebesar Rp10.252,04
LABORATORIUM MANAJAMEN DASAR | ATA 2019/2020 43 Langkah-Langkah Pengerjaan Menggunakan Software EC-Math
1. Buka aplikasi EC-Math
Gambar 2.1 Tampilan Menu Awal Software EC-Math 2. Pilih Integral Tak Tentu
Gambar 2.2 Tampilan Menu Awal Integral Tak Tentu
44 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 3. Pilih Fungsi Biaya
Gambar 2.3 Tampilan Menu Operasi Fungsi Biaya
4. Masukkan data-data yang diketahui dari soal. Untuk menentukan Banyaknya Variabel hitung berapa banyak variabel pada data soal, yaitu 2. Masukkan FC sebesar k, yaitu: 2. Kemudian masukkan persamaan MC seperti yang diketahui di soal. Klik Calculate.
Gambar 2.4 Tampilan Menu Input Data Fungsi Biaya
LABORATORIUM MANAJAMEN DASAR | ATA 2019/2020 45 5. Untuk mencari besarnya TC dan AC, masukkan nilai Q seperti yang ada di
soal,yaitu 50. Kemudian klik Calculate.
Gambar 2.5 Tampilan Menu Output Data Fungsi Biaya
3.2 FUNGSI PENERIMAAN
CONTOH KASUS 2
Jika fungsi penerimaan marginal suatu perusahaan ditunjukkan oleh persamaan MR = 15Q2 + 12Q + 2, maka bentuklah persamaan TR dan AR jika k = 0? Berapakah besarnya penerimaan total dan penerimaan rata-rata jika kuantitas yang terjual sebesar 10 unit? Analisislah!
PENERIMAAN TOTAL (TR) = ∫ MR dQ = ∫ f(Q)dQ PENERIMAAN RATA-RATA (AR) = 𝑻𝑹
𝑸
46 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 Penyelesaian:
Diketahui : MR = 15Q2 + 12Q + 2
k = 0
Q = 10
Ditanya : Persamaan TR dan AR?
Besarnya TR dan AR jika Q = 10?
Jawab :
TR = ∫ MR dQ
TR = ∫ 15Q2 + 12Q + 2 dQ TR = + + 2Q + k TR = 5Q3 + 6Q2 + 2Q
AR =
AR = AR = 5Q2 + 6Q + 2 Jika Q = 10, maka : TR = 5Q3 + 6Q2 + 2Q
TR = 5(10)3 + 6(10)2 + 2(10) TR = 5(1000) + 6(100) + 2(10) TR = 5000 + 600 + 20
TR = 5.620
LABORATORIUM MANAJAMEN DASAR | ATA 2019/2020 47 AR =
AR =
AR = 562 Analisis :
Apabila MR = 15Q2 + 12Q + 2 dan konstanta sebesar 0, maka fungsi penerimaan total dan fungsi penerimaan rata-ratanya adalah TR = 5Q3 + 6Q2 + 2Q dan AR =5Q2 + 6Q + 2. Pada saat kuantitasnya sebesar 10 unit, maka penerimaan total sebesar Rp5.620 dan penerimaan rata-ratanya sebesar Rp562.
Langkah-Langkah Pengerjaan Menggunakan Software EC-Math 1. Buka aplikasi EC-Math
KONOMI Gambar 2.6 Tampilan Menu Awal Software EC-Math
48 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 2. Pilih Integral Tak Tentu
Gambar 2.7 Tampilan Menu Awal Integral Tak Tentu 3. Pilih Fungsi Penerimaan
ATE Gambar 2.8 Tampilan Menu Operasi Fungsi Penerimaan
LABORATORIUM MANAJAMEN DASAR | ATA 2019/2020 49 4. Masukkan data-data yang diketahui dari soal. Untuk menentukan Banyaknya
Variabel hitung berapa banyak variabel pada data soal, yaitu 2. Kemudian masukkan persamaan MR seperti yang diketahui di soal. Klik Calculate.
Gambar 2.9 Tampilan Menu Input Data Fungsi Penerimaan
5. Untuk mencari besarnya TR dan AR, masukkan nilai Q seperti yang ada di soal, yaitu 10. Kemudian klik Calculate.
Gambar 2.10 Tampilan Menu Output Data Fungsi Penerimaan
50 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 3.3 FUNGSI PRODUKSI
Keterangan :
X = Masukan atau Input CONTOH KASUS 3
Produksi marginal PT. TOKYO ditunjukkan oleh persamaan MP = 90X2 + 20X + 9.
Bentuklah persamaan produksi total dan produksi rata-ratanya jika k = 0? Berapakah besarnya produksi total dan produksi rata-rata jika masukan yang digunakan sebesar 10 unit? Analisislah!
Penyelesaian:
Diketahui : MP = 90X2 + 20X + 9
K = 0
X = 10 Ditanya : Persamaan TP dan AP?
Besarnya TP dan AP jika X = 10?
Jawab :
TP = ∫ MP dX
TP = ∫ 90X2 + 20X + 9 dX TP = + + 9Q + k TP = 30X3 + 10X2 + 9Q
TOTAL PRODUKSI (TP) = ∫ MP dX = ∫ f(X)dX PRODUKSI RATA-RATA (AP) = 𝑻𝑷
𝑿
LABORATORIUM MANAJAMEN DASAR | ATA 2019/2020 51 AP =
AP = AP = 30X2 + 10X + 9 Jika X = 10, maka :
TP = 30X3 + 10X2 + 9Q
TP = 30(10)3 + 10(10)2 + 9(10) TP = 30(1000) + 10(100) + 9(10) TP = 30000 + 1000 + 90
TP = 31090
AP = AP =
AP = 3109 Analisis :
Apabila MP = 90X2 + 20X + 9 dan konstanta sebesar 0, maka fungsi produksi total dan fungsi produksi rata-ratanya adalah TP = 30X3 + 10X2 + 9Q dan AP = 30X2 + 10X + 9. Pada saat kuantitasnya sebesar 10 unit, maka produksi total sebesar 31.090 unit dan produksi rata-ratanya sebesar 3.109 unit.
52 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020
Langkah-Langkah Pengerjaan Menggunakan Software EC-Math 1. Buka aplikasi EC-Math
Gambar 2.11 Tampilan Menu Awal Software EC-Math 2. Pilih Integral Tak Tentu
Gambar 2.12 Tampilan Menu Awal Integral Tak Tentu
LABORATORIUM MANAJAMEN DASAR | ATA 2019/2020 53 3. Pilih Fungsi Produksi
Gambar 2.13 Tampilan Menu Operasi Fungsi Produksi
4. Masukkan data-data yang diketahui dari soal. Untuk menentukan Banyaknya Variabel hitung berapa banyak variabel pada data soal, yaitu 2. Kemudian masukkan persamaan MP seperti yang diketahui di soal. Klik Calculate.
M EATI
Gambar 2.14 Tampilan Menu Input Data Fungsi Produksi
54 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020
5. Untuk mencari besarnya TP dan AP, masukkan nilai X seperti yang ada di soal, yaitu 10. Kemudian klik Calculate.
Gambar 2.15 Tampilan Menu Output Data Fungsi Produksi 3.4 FUNGSI UTILITAS
CONTOH KASUS 4
Bentuklah persamaan utilitas total dari seorang konsumen jika utilitas marginalnya ditunjukkan oleh persamaan MU = 51Q2 + 20Q + 12 dan konstantanya sebesar 0?
Berapakah besarnya utilitas total jika Q = 12? Analisislah!
Penyelesaian:
Diketahui : MU = 51Q2 + 20Q + 12
k = 0
Q = 12
UTILITAS TOTAL (TU) = ∫ MU dQ = ∫ f(Q)dQ
LABORATORIUM MANAJAMEN DASAR | ATA 2019/2020 55 Ditanya : Persamaan TU ?
Besarnya TU jika Q = 12 ? Jawab :
TU = ∫ MU dQ
TU = ∫ 51Q2 + 20Q + 12 dQ TU = + + 12Q + k TU = 17Q3 + 10Q2 + 12Q Jika Q = 12, maka :
TU = 17Q3 + 10Q2 + 12Q TU = 17(12)3 + 10(12)2 + 12(12) TU = 17(1728) + 10(144) + 12(12) TU = 29376 + 1440 + 144
TU = 30.960 Analisis :
Apabila MU = 51Q2 + 20Q + 12 dan konstanta sebesar 0, maka fungsi utilitas total TU = 17Q3 + 10Q2 + 12Q. Pada saat kuantitasnya sebesar 12 unit, maka utilitas total sebesar 30.960.
3.5 FUNGSI KONSUMSI DAN FUNGSI TABUNGAN
Dalam ekonomi makro, konsumsi (C) dan tabungan (S) dinyatakan fungsional terhadap pendapatan nasional (Y).
C = f(Y) = a+ bY
Karena, Y = C + S
Maka, S = -a + (1 – b)Y
56 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020
Berdasarkan kaidah integrasi, konsumsi (C) adalah integral dari MPC dan tabungan (S) adalah integral dari MPS.
Keterangan :
MPC (Marginal Propensity to Consume) = Perbandingan antara besarnya perubahan konsumsi (∆C) dengan perubahan pendapatan nasional (∆Y) yang mengakibatkan adanya perubahan konsumsi tersebut.
MPS (Marginal Propensity to Saving) = Mencerminkan besarnya tambahan tabungan akibat adanya tambahan pendapatan nasional yang mengakibatkan besarnya tabungan.
k = a = Autonomous Consumption = Konsumsi otonom menunjukkan besarnya konsumsi nasional pada saat pendapatan nasional sebesar nol.
k = -a = Autonomous Saving = Tabungan otonom menunjukkan besarnya tabungan nasional pada saat pendapatan nasional sebesar nol.
Dimana :
MPC < 1 = Menunjukkan sebagian besar penggunaan tambahan pendapatan digunakan untuk menambah besarnya konsumsi, sedangkan sisanya yaitu sejumlah kecil merupakan tambahan tabungan.
MPC > 0,5 = Menunjukkan lebih dari 50% pendapatan yang diperoleh digunakan untuk konsumsi.
C = ∫ MPC dY = F(Y) + k k = + a S = ∫ MPS dY = F(Y) + k k = - a
MPC + MPS = 1 0,5 < MPC < 1
LABORATORIUM MANAJAMEN DASAR | ATA 2019/2020 57 CONTOH KASUS 5
Carilah persamaan konsumsi dan persamaan tabungan masyarakat sebuah Negara jika diketahui konsumsi otonomnya sebesar 52 milyar dan MPC = 0,90. Berapa besar konsumsi dan tabungan masyarakat jika pendapatan nasional Negara sebesar 555 milyar? Analisislah!
Penyelesaian:
Diketahui: MPC = 0,90 k = a = 52 milyar Y = 555 Milyar Ditanya: Fungsi (C) dan fungsi (S) ?
Besarnya C dan S ? Jawab :
MPC + MPS = 1 MPS = 1 – 0,90 MPS = 0,10
Fungsi (C) f(Y) = ∫ MPC dY f(Y) = ∫ 0,90 dY f(Y) = 0,90Y + k f(Y) = 0,90Y + 52
Fungsi (S) f(Y) = ∫ MPS dY f(Y) = ∫ 0,10 dY f(Y) = 0,10Y - k
f(Y) = 0,10Y - 52 Jika Y = 555, maka:
C = 0,90Y + k = 0,90(555) + 52
58 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020
= 499,5 + 52 = 551,5 milyar S = 0,10Y - k = 0,10(555) - 52 = 55,5 - 52 = 3,5 milyar Analisis:
Apabila MPC = 0,90 dan konsumsi otonomnya sebesar 52 miliar, maka persamaan konsumsi yang terbentuk adalah C = 0,90Y + 52 dan persamaan tabungannya adalah S = 0,10Y – 52. Jika pada saat pendapatan nasional sebesar 555 maka konsumsi dan tabungan masyarakat Negara sebesar Rp551,5 milyar dan Rp3,5 milyar.
Langkah-Langkah Pengerjaan Menggunakan Software EC-Math 1. Buka aplikasi EC-Math
Gambar 2.16 Tampilan Menu Awal Software EC-Math
LABORATORIUM MANAJAMEN DASAR | ATA 2019/2020 59 2. Pilih Integral Tak Tentu
Gambar 2.17 Tampilan Menu Awal Integral Tak Tentu 3. Pilih Fungsi Konsumsi
Gambar 2.18 Tampilan Menu Operasi Fungsi Konsumsi
60 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020
4. Masukan nilai k atau a sesuai dengan data yang diketahui di soal sebesar 52, kemudian masukkan nilai MPC yaitu 0,90. Kemudian klik Calculate.
Gambar 2.19 Tampilan Menu Input Data Fungsi Konsumsi 5. Masukan nilai Y sesuai data soal sebesar 555 pada kolom Y untuk
menghitung nilai konsumsinya, klik Calculate.
Gambar 2.20 Tampilan Menu Output Data Fungsi Konsumsi
LABORATORIUM MANAJAMEN DASAR | ATA 2019/2020 61 6. Masukan nilai k atau a sebesar -52 dan MPS sebesar 0,10. Kemudian masukan
nilai Y sesuai data soal sebesar 555 pada kolom Y untuk menghitung nilai tabungannya, klik Calculate.
Gambar 2.21 Tampilan Menu Output Data Fungsi Tabungan
62 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020
Integral tertentu adalah nilai integral suatu fungsi dengan variabel bebasnya memiliki batasan rentang nilai yang tertentu. Misalnya = a dan = b dimana a < b (a sebagai batas bawah integrasi dan b sebagai batas atas integrasi). Rumusan dari integral tertentu adalah sebagai berikut :
Keterangan :
a = Batas Bawah b = Batas Atas dimana a < b Contoh :
= ∫
= * +
=
=
=
= 410 – 44
= 366
INTEGRAL TERTENTU
1. KONSEP DASAR INTEGRAL TERTENTU
b
LABORATORIUM MANAJAMEN DASAR | ATA 2019/2020 63 Penerapan integral tertentu dalam ekonomi digunakan untuk mencari besarnya keuntungan konsumen (surplus konsumen) dan besarnya keuntungan produsen (surplus produsen).
2.1 Surplus Konsumen
Surplus konsumen (Consumer’s surplus) mencerminkan suatu keuntungan lebih atau surplus yang dinikmati oleh konsumen tertentu berkenaan dengan tingkat harga pasar suatu barang.
Fungsi permintaan P = f(Q) menunjukkan jumlah suatu barang yang akan dibeli oleh konsumen pada tingkat harga tertentu. Jika tingkat harga pasar ( ) maka bagi konsumen tertentu sebetulnya mampu dan bersedia membayar dengan harga lebih tinggi dari . Hal ini merupakan keuntungan baginya, sebab ia cukup membayar barang tadi dengan harga . Keuntungan lebih semacam ini disebut surplus konsumen oleh Alfred Marshall. Secara geometri, besarnya surplus konsumen ditunjukkan oleh luas area di bawah kurva permintaan tetapi di atas tingkat harga pasar.
Gambar 3.1 Kurva Surplus Konsumen
2. PENERAPAN EKONOMI
𝑄
Q
64 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 Keterangan :
= Tingkat kuantitas keseimbangan pasar = Tingkat harga keseimbangan pasar
̂ = Tingkat harga pada saat Q = 0
CONTOH KASUS 1
Diketahui fungsi permintaan untuk sebuah Tas adalah Pd = 10 – 2Q dan fungsi penawaran Ps = 1 + Q. Hitunglah surplus konsumen menggunakan 2 cara! Buat analisis dan kurvanya!
Penyelesaian :
Diketahui : Pd = 10 – 2Q Ps = 1 + Q Ditanya : CS?
Jawab :
S
S
̂
atau
Catatan:
Untuk mencari surplus konsumen, maka menggunakan fungsi permintaan.
Pd = Ps 10 – 2Q = 1 + Q -2Q – Q = 1 – 10 -3Q = -9 Qe = 3
P = 10 – 2Q = 10 – 2(3) = 10 - 6 Pe = 4
LABORATORIUM MANAJAMEN DASAR | ATA 2019/2020 65 CARA 1 :
S
S
] = 21 – 0 – 12
= 9 CARA 2 :
P = 10 – 2Q 2Q = 10 – P Q = 5 – 0,5P Jika Q = 0 ; 5 – 0
̂ 10
S
̂
S
= [5P – 0,25
= 5(10) – 0,25(10 = 25 – 16
= 9
66 LABORATORIUM MANAJEMEN DASAR | ATA 2019/2020 Langkah membuat kurva :
1. Pd = 10 – 2Q
Misalkan P = 0 0 = 10 – 2Q 2Q = 10 Q = 5
Misalkan Q = 0 P = 10 – 2Q P = 10 – 2(0) P = 10
2. Letakkan nilai kuantitas keseimbangan pasar (Qe = 3) dan harga keseimbangan pasar (Pe = 4)
3. Untuk area surplus konsumen dapat dihitung dengan rumus luas segitiga ( )
P 10
4
Q 0 3 5
Gambar 3.2 Kurva Surplus Konsumen Contoh Kasus 1
Area Surplus Konsumen:
L =
L = L = 3.6
L = 9
LABORATORIUM MANAJAMEN DASAR | ATA 2019/2020 67 Analisis :
Jadi surplus yang diterima konsumen sebesar Rp9 karena konsumen dapat membeli dengan harga Rp4 padahal konsumen mampu membayar lebih tinggi dari harga keseimbangan sebesar Rp4.
Langkah-Langkah Pengerjaan Menggunakan Software EC-Math Cara 1
1. Buka software EC-Math lalu pilih Intergal Tertentu, lalu pilih surplus konsumen 1
Gambar 3.3 Tampilan Awal Integral Tertentu