• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nasihat Berhijrah Dari Imam Asy-Syafi’i

N/A
N/A
edwin andi

Academic year: 2024

Membagikan "Nasihat Berhijrah Dari Imam Asy-Syafi’i"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Motivasi Merantau dari Imam asy-Syafi’i

Imam asy-Syafi’i adalah seorang ulama besar yang terkenal dengan kecerdasan dan kata-kata mutiara yang penuh hikmah. Buktinya, beliau mampu menyusun kata-kata mutiara yang mendalam dalam bait-bait syair. Syair-syair beliau dibukukan dan dinamai Diwan asy-Syafi’i.

Di antara syair beliau yang sangat baik kita renungkan maknanya adalah nasihat beliau agar seseorang merantau, meninggalkan zona nyamannya menuju wilayah baru, suasana baru,

pengalaman baru, dan berkenalan dengan orang-orang baru pula. Nasihat tersebut disusun dalam bait syair berikut ini…

بِرَتْغاو َناَطْوَلا ِعدَف ٍةَحاَر ْنِم ٍبَدَأ ْيِذَو ٍلْقَع ْيِذِل ِماَقُملا يِف اَم

ِبَصّنلا يِف ِشْيَعْلا َذيِذَل ّنإَف ْبَصْناَو ُهُقِراَفُت ْنّمَع ًاضَوِع ْدِجَت ْرِفاَس

ِبِطَي ْمَل ِرْجَي ْمَل ْنإَو َباَط َحاَس ْنِإ ُهُدِسْفُي َءاَملا َفْوُقُو ُتْيَأَر يّنِإ

ْبِصُي ْمَل ِسْوَقلا ُقاَرِف َلْوَل ُمْهّسلاَو ْتَسَرَتْفا اَم ِضْرَ لا ُقاَرِف َلْوَل ُدْسُلاَو

ِبَرَع َنِمَو ٍمْجُع ْنِم ُساّنلا اَهّلَمَل ًةَمِئاَد ِكْلُفلا يِف ْتَفَقَو ْوَل ُسْم ّشلاَو

ِبَطَحلا ْنِم ٌعْوَن ِهِضْرَأ يِف ُدْوُعلاَو ِهِنِكاَمَأ يِف ىًقْلُم ِبْرُتلاَك ُبْرُتلاَو

ِبَهّذلاَك ّزَع َكاَذ َبّرَغَت ْنِإَو ُهُبُلْطَم ّزَع اَذَه َبّرَغَت ْنِإَف

#-Merantaulah…-

Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman.

Tinggalkan negerimu dan hidup asing (di negeri orang).#

#Merantaulah…

Kau akan dapatkan pengganti dari orang-orang yang engkau tinggalkan (kerabat dan kawan).

Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.#

(2)

#Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan..

Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang.#

#Singa jika tak tinggalkan sarang, tak akan dapat mangsa..

Anak panah jika tak tinggalkan busur, tak akam kena sasaran.#

#Jika matahari di orbitnya tak bergerak dan terus berdiam..

tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang.#

#Bijih emas tak ada bedanya dengan tanah biasa di tempatnya (sebelum ditambang).

Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan.#

#Jika gaharu itu keluar dari hutan, ia menjadi parfum yang tinggi nilainya.

Jika bijih memisahkan diri (dari tanah), barulah ia dihargai sebagai emas murni.#

———————————————————————————————- Merantaulah…

Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman.

Tinggalkan negerimu dan hidup asing (di negeri orang)

———————————————————————————————-

Sumber: Diwan al-Imam asy-Syafi’i. Cet. Syirkah al-Arqam bin Abi al-Arqam. Beirut. Hal. 39

Read more https://kisahmuslim.com/4262-motivasi-merantau-dari-imam-asy-syafii.html

Referensi

Dokumen terkait

berdasarkan kitab Al- Uum karya Imam Syafi‟I tidak boleh bagi seseorang menjamakkan antara dua shalat, pada waktu shalat yang pertama daripada keduanya selain

Dari uraian di atas dapat dikemukakan bahwa syarat-syarat untuk hadis ahad yang sahih menurut asy-Syafi’i pada dasarnya tidak berbeda dengan syarat-syarat

Kutipan di atas menunjukan bahwa Imam Abu Hanifah dalam melakukan istinbath hukum berpegang kepada sumber dalail yang sistematis namun dalam penggunaan qiyas

Sehinga penulis dapat menyelesaikan Skripsi yang berjudul “Pengembangan Wakaf Produktif Melalui Akad Ijarah Di Masjid Al-Mukhlis Dinoyo Malang Perspektif Imam

Dan ketika Imam Syafi`i pergi ke Mesir, pola pemikirannya menjadi berubah dan berbeda dari pola pikir yang telah ditulis dan diungkapkan di Baghdad.Yaitu

Disusunlah buku Al-Um serta Ar-Risalah (edisi baru) tentang Ushul Fiqih yang menjadi pelopor kitab ilmu Ushul Fiqih. Karena beliau menyatukan Ilmu Hadits dan Ilmu Akal

Pokok permasalahan yang penulis bahas dalam penelitian ini adalah bagaimana pendapat Imam Taqiyuddin al Hishni asy Syafi’i tentang perwakilan perwalian dalam majelis akad nikah..

Jenis penelitian ini adalah penelitian library research dengan pendekatan pendekatan deskriptif analitik, sumber data primer berupa Kitab Al-Umm, karya Imam Syafi‟I dan