PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Bagaimana proses simbiosis mutualisme antara calo dan pekerja tambak di sekitar Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru? Apa saja faktor yang mempengaruhi simbiosis mutualisme antara tengkulak dan pekerja tambak di Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Kemudian pada usia 45-59 tahun, jumlah penduduk perempuan tercatat 1,69 jiwa dan penduduk laki-laki sebanyak 1.599 jiwa. Kemudian, pada usia 45 hingga 59 tahun, terdapat 168 penduduk perempuan dan 102 penduduk laki-laki.
Defisi Operasional
- Pengertian Masyarakat Pedesaan
- Kehidupan Masyarakat Pedesaan
- Konsep Pemberdayaan Masyarakat
- Pembangunan Masyarakat Sebagai Proses Pemanfaatan
- Perubahan Sosial Masyarakat Pedesaan
- Tengkulak dan Perspektif Hukum Agama Islam dan
Teori Deontology dan Taleology
Dengan demikian, deontologi adalah ilmu yang mempelajari alasan-alasan yang mendasari sesuatu, atau ilmu yang mempelajari konsep tugas (kewajiban, tanggung jawab, komitmen) dan konsep-konsep yang terkait. Namun jika akibat dari tindakan tersebut merugikan atau jelek, maka tindakan tersebut dianggap salah secara moral atau etika.
Kerangka Konsep
Etika yang manfaat moral suatu tindakan dinilai berdasarkan sejauh mana tindakan tersebut mencapai tujuan atau sasarannya. Masyarakat yang dirugikan dengan adanya hubungan kerja dengan para tengkulak tentunya memerlukan solusi atau penyelesaian permasalahan antara tengkulak dan petani tambak agar tercipta simbiosis mutualisme.
METODOLOGI PENELITIAN
Lokasi dan Waktu Penelitian
Informan Penelitian
Fokus Penelitian
Dari data tabel di atas, dari jumlah tersebut, jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk laki-laki, yakni jumlah penduduk perempuan tercatat sebanyak 89.287 jiwa, sedangkan jumlah penduduk laki-laki tercatat sebanyak 82.619 jiwa. Kemudian pada usia 45-59 tahun, jumlah penduduk perempuan tercatat 16.164 jiwa dan penduduk laki-laki tercatat 13.816 jiwa. Dan terakhir, pada usia 60 tahun ke atas, jumlah penduduk perempuan tercatat 11.232 jiwa dan penduduk laki-laki tercatat 8.477 jiwa.
Dari data tabel di atas, jika dilihat dari jumlah totalnya, jumlah perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki, yakni perempuan sebanyak 9.245 orang dan laki-laki sebanyak 8.612 orang. Dan terakhir, penduduk perempuan tercatat sebanyak 1.025 orang berusia 60 tahun ke atas, dan penduduk laki-laki sebanyak 934 orang. Dari data tabel di atas, jika dilihat dari jumlah keseluruhannya, jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki, yaitu jumlah perempuan sebanyak 980 jiwa dan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 855 jiwa.
Pada usia 0-14 tahun misalnya, dari jumlah penduduk yang tercatat sebanyak 291 jiwa, penduduk laki-laki lebih banyak jumlahnya dibandingkan penduduk perempuan, yakni penduduk laki-laki tercatat sebanyak 167 orang, sedangkan penduduk laki-laki tercatat sebanyak 167 jiwa, sedangkan penduduk laki-laki tercatat sebanyak 291 jiwa. jumlah penduduk 124 orang berjenis kelamin perempuan. Dan terakhir, pada usia 60 tahun ke atas, jumlah penduduk perempuan tercatat sebanyak 126 orang dan penduduk laki-laki tercatat sebanyak 85 orang.
Instrumen Penelitian
Jenis dan Sumber Data Penelitian
Pada usia 0-14 tahun misalnya, dari jumlah penduduk yang tercatat sebanyak 47.980 jiwa, jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan penduduk perempuan, yaitu penduduk laki-laki tercatat sebanyak 24.688 jiwa, sedangkan penduduk laki-laki tercatat sebanyak 24.688 jiwa, sedangkan penduduk laki-laki tercatat sebanyak 47.980 jiwa. jumlah penduduk 23.292 jiwa tercatat berjenis kelamin perempuan. Pada usia 0-14 tahun misalnya, dari jumlah penduduk yang tercatat sebanyak 5.428 jiwa, jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan penduduk perempuan, yaitu penduduk laki-laki tercatat sebanyak 2.720 jiwa, sedangkan penduduk laki-laki tercatat sebanyak 2.720 jiwa, sedangkan penduduk laki-laki tercatat sebanyak 5.428 jiwa. jumlah penduduk 2.708 orang tercatat berjenis kelamin perempuan. Dari data potensi Desa Batupute tahun 2015, jumlah penduduk berdasarkan tingkat pendidikan di Desa Batupute mulai dari jenjang TK, SD, SMP, D1-D3, dan SI sebanyak 539 orang.
Dari data potensi Desa Batupute tahun 2015, jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian di Desa Batupute, berdasarkan pekerjaan sebagai Petani, Pedagang, Wirasuasta, PNS, Polisi dan TNI berjumlah 276 orang. Dari data potensi Desa Batupute tahun 2015, jumlah penduduk berdasarkan agama di Desa Batupute berdasarkan agama antara lain Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu berjumlah 3.959 jiwa. Dari data tabel diatas, jika dilihat dari jumlah penduduk berdasarkan agama, seluruh penduduk Desa Batupute menganut agama Islam yang tercatat berjumlah 1.835 jiwa.
Dari data tabel diatas jika dilihat jumlah keseluruhan sarana dan prasarana pendidikan SD paling banyak 3 unit, kemudian TK 2 unit, SMP 1 unit, namun di Desa Batupute tidak terdapat gedung SMA. Faktor-faktor yang mempengaruhi simbiosis timbal balik antara tengkulak dan pekerja tambak di Desa Batupute Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru.
Tekhnik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
- Teknik Keabsahan Data
Dari data BPS Kabupaten Barru tahun 2016, jumlah penduduk berdasarkan tingkat pendidikan di desa Batupute dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, D1-D3 dan SI berjumlah 47.265 jiwa. Dari data yang ada di Desa Batupute pada tahun 2015, jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian di Desa Batupute, berdasarkan pekerjaan sebagai Petani, Pedagang, Wirasuasta, PNS, Polisi dan TNI mencapai 11.466 jiwa. Dari data yang ada di desa Batupute pada tahun 2015, jumlah penduduk di desa Batupute berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki sebanyak 855 orang dan perempuan sebanyak 980 orang dan jumlah penduduk sebanyak 1.835 jiwa.
Dari data potensi yang ada di Desa Batupute tahun 2015, jumlah sarana dan prasarana umum yang ada di Desa Batupute, sarana dan prasarana umum antara lain Masjid, Tempat Pemakaman Umum, Pasar Pembantu Puskesmas, Posyandu dan Mushola sebanyak 16 buah. diatas jika dilihat dari jumlah keseluruhan sarana dan prasarana umum masjid dan posyandu masing-masing paling banyak 6 unit, keberadaan masjid tentu didukung oleh seluruh masyarakat Desa Batupute yang menganut agama Islam dan posyandu yang dimiliki masing-masing Dusun . Berdasarkan data potensi Desa Batupute tahun 2015, jumlah sarana dan prasarana pendidikan di Desa Batupute, sarana dan prasarana pendidikan meliputi Kelompok Bermain, TK, SD, SMP, dan SMA sebanyak 6 unit.
Tn. Asis merupakan salah satu petani tambak yang menyewa tambak di Desa Batupute. Kesimpulan dari hasil pembahasan simbiosis timbal balik antara petani tambak dan tengkulak di Desa Batupute Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru adalah sebagai berikut.
GAMBARAN DAN HISTORIS LOKASI PENELITIAN
Letak dan Lokasi Penelitian
Dari data tabel diatas, jika dilihat jumlah keseluruhannya, maka jumlah penduduk berdasarkan tingkat pendidikan mempunyai jumlah terbanyak yaitu tingkat pendidikan SMA sebanyak 159 orang, kemudian tingkat pendidikan SD sebanyak 125 orang, urutan ketiga jabatannya adalah jenjang pendidikan SMP yang berjumlah 216 orang, kemudian jenjang pendidikan. TK yang berjumlah 74 orang, kemudian jenjang pendidikan sarjana sebanyak 53 orang dan yang terakhir D1-D3 berjumlah 12 orang di Desa Batupute. Adapun budaya yang berkaitan dengan agama yang masih dipegang oleh masyarakat desa Batupute seperti aqiqah, mabbarasanji dan massikkiri pacci. Terdapat beberapa jenis tradisi budaya dan adat istiadat di desa Batupute yang cenderung punah antara lain mallemmang, mabette, lontarak seruling dan maggenrang riwakkang.
Alasan mengapa petani tambak mempercayai tengkulak adalah yang pertama, tengkulak adalah kapasitas orang yang namanya keranjang ikan jauh dari stigma negatif. Soalnya pasar di desa Batupute ini merupakan pasar bebas, semua orang bisa membeli ikan. Sedikit. Bapak H.Udin merupakan salah satu pedagang grosir ikan di desa Batupute. Bapak H. Udin juga memberikan pinjaman modal kepada pekerja tambak yang membutuhkan modal. Selain grosir, H.Udin juga membuka toko alat dan perlengkapan kolam. Pekerja dan Pakan Ikan Biasanya Pak H.Udin akan datang ke pasar pada pukul 05.00 WIB untuk menawar ikan yang dibawa oleh petani tambak, namun terkadang Pak H.Udin akan datang langsung ke tambak untuk membeli hasil panen. Di bawah ini akan penulis uraikan faktor-faktor yang mempengaruhi simbiosis mutualisme antara tengkulak dan pekerja tambak di Desa Batupute Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru, berdasarkan informasi yang diperoleh dari wawancara penelitian yang penulis lakukan dengan beberapa informan yang ada di Desa Batupute.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Proses Terjadinya Simbiosis Mutualisme Antara Tengkulak dan
Trading adalah jual beli dengan tujuan menghasilkan uang. Penjualan merupakan transaksi paling kuat dalam dunia perdagangan dan umumnya merupakan bagian terpenting dalam aktivitas bisnis. Jika asal mula jual beli itu ditentukan oleh undang-undang, maka memang ada diantara jenis-jenis jual beli yang diharamkan, dan ada juga yang hukumnya dipermasalahkan. Oleh karena itu, wajib bagi seorang pengusaha muslim untuk mengetahui hal-hal yang menentukan keabsahan usaha jual beli tersebut dan mengetahui apa saja yang ada.
Beberapa ahli fiqih menambahkan jenis jual beli yang lain, yaitu jual beli isyrak dan mustarsal. Isyrak menjual beberapa barang dengan sebagian biayanya. Sedangkan jual beli sawi adalah jual beli dengan harga pasar. Mustarsil adalah orang lugu yang tidak memahami harga dan penawaran bagus. Yakni jual beli dengan cara penjual menawarkan barangnya, kemudian pembeli saling menawar dengan menaikkan jumlah pembayaran dari pembeli sebelumnya, sehingga penjual menjual dengan harga tertinggi dari pembeli. Hal ini mengakibatkan para tengkulak terkadang membeli hasil panen para pekerja tambak dengan harga yang sangat murah dan mengambil keuntungan yang sangat besar tanpa memikirkan kerugian yang dialami para pekerja tambak.
Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Simbiosis Mutualisme
Upaya Yang Dapat Ditempuh Untuk Menangani Simbiosis
Upaya adalah kegiatan atau upaya untuk mencapai sesuatu dengan tujuan tertentu, dalam artian memecahkan masalah atau mencari jalan keluar dari suatu masalah, sehingga diharapkan dengan usaha yang baik dan bijaksana tidak akan terjadi simbiosis parasitisme dalam hubungan tersebut. . antara pekerja tambak dan tengkulak. Dari hasil wawancara dengan para informan di atas dapat disimpulkan bahwa upaya yang dilakukan untuk mengatasi simbiosis parasitisme antara tengkulak dan pekerja tambak di Desa Batupute, dalam melakukan perundingan atau tawar-menawar, dilakukan secara transparan. atau sama-sama terbuka dalam hal harga jual hasil panen harus menyamakan atau tidak membeda-bedakan harga yang diberikan kepada tukang tambak dan harga yang diberikan juga harus sesuai dengan harga pasar agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Saran yang diberikan kepada petani tambak adalah apabila modal untuk budidaya tambak kurang, sebaiknya petani meminjam. Nasehat yang diberikan kepada tengkulak adalah jika menjadi tengkulak jangan pernah bermain-main dengan timbangan, jujurlah agar pemeriksa dapat dipercaya. Kalau jujur dari segi skala, banyak petani tambak yang akan menjual hasil panennya ke tengkulak.