• Tidak ada hasil yang ditemukan

Muhammad Bayhaqi NIM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Muhammad Bayhaqi NIM"

Copied!
133
0
0

Teks penuh

Fokus masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah: Bagaimana pandangan Mahfud MD tentang Islam dan negara di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengkaji dan mengkaji bagaimana pemikiran Mahfud MD tentang Islam dan negara di Indonesia. Khususnya mengenai hubungan agama dan negara, khususnya hubungan agama dan negara dalam pemikiran Mahfud MD.

Atas dasar itulah maka sangat menarik untuk mengkaji pemikiran Mahfud MD tentang hubungan Islam dan negara dalam negara hukum. Penelitian ini akan memberikan pengetahuan baru tentang hubungan Islam dan negara dalam negara hukum Indonesia khususnya menurut pemikiran Mahfud MD.

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Fokus Kajian
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Definisi Istilah
  • Sistematika Pembahasan

Pembahasan sistematis merupakan gambaran awal dan ringkas yang akan disajikan sebagai isi skripsi dari bab ke bab secara sistematis. Sistematika pembahasan memuat uraian alur pembahasan skripsi mulai dari bab pendahuluan hingga bab penutup.

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penelitian Terdahulu

Mempunyai Kesamaan Penelitian ini melahirkan pemahaman bahwa hubungan antara agama dan negara mempunyai tiga pandangan. Dalam artikel tersebut, kami mengkaji hubungan antara agama dan negara serta perspektifnya dalam kaitannya dengan demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia. Kedua, ia berpendapat bahwa agama tidak ada hubungannya dengan negara, urusan agama dan kenegaraan harus dipisahkan.

Kajian Teori

  • Definisi Agama
  • Definisi Negara
  • Relasi Agama dan Negara
  • Relasi Islam dan Negara
  • Negara Hukum Indonesia

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Artinya data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka, melainkan data yang bersumber dari buku-buku, hasil-hasil penelitian terdahulu dan pendapat-pendapat tokoh-tokoh yang relevan dengan judul penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode dengan paradigma deskriptif, karena untuk memahami suatu fenomena secara komprehensif tentunya perlu memahami konteksnya dan melakukan analisis, distribusi dan deskripsi secara holistik.131. Penelitian kualitatif mempunyai enam ciri, yaitu: (1) perhatian terhadap konteks dan situasi (concern withcontext), (2) latar belakang alam (natural environment), (3) manusia sebagai instrumen utama (human instrument), (4) data bersifat objektif. deskriptif (deskriptif).data), (5) rencana penelitian muncul bersamaan dengan observasi (emergent design), (6) analisis data induktif 132 Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif untuk.

Sumber Data

Dan masih ada beberapa tulisan Mahfud MD yang membahas mengenai situasi tersebut, antara lain makalah berjudul “Kekuasaan Kehakiman Pasca Amandemen UUD 1945”, kemudian artikel berjudul “Tanda-tanda Pembatasan dan Perluasan Kewenangan Mahkamah Konstitusi”, dan masih ada beberapa buku dan artikel yang telah kami susun. sebagai sumber tambahan. Meskipun sumber data ini berada di luar kata-kata dan tindakan dari sumber kedua, namun jelas bahwa sumber data sekunder ini tidak dapat diabaikan.136 Untuk memperkaya dan memperluas pembahasan, peneliti juga menggunakan sumber pendukung yaitu sumber kepustakaan yang membahas tentang obyek. penelitian ini, misalnya buku, buku metode penelitian dan buku kontemporer. Di bawah ini adalah beberapa buku yang membahas pemikiran Mahfud MD dan dijadikan sebagai sumber sekunder penelitian ini, buku berjudul “Kebijakan Hukum di Indonesia”, buku.

Demokrasi dan Konstitusi di Indonesia”, masih ada beberapa sumber lain yang kami jadikan tambahan data.

Teknik Pengumpulan Data

Dokumentasi adalah suatu teknik pencarian data tentang apa saja yang berupa catatan, transkrip, surat kabar, jurnal, catatan harian dan lain-lain.137. Metode pendokumentasian ini mempunyai tingkat keakuratan dan kebenaran yang tinggi karena peristiwa suatu proses dapat ditemukan secara empiris dan kemudian dapat dijadikan bukti yang lebih kuat. Sedangkan dokumen resmi terdiri dari dua bagian yaitu dokumen internal dan eksternal, dokumen internal dapat berupa majalah, surat kabar, buletin dan media massa.138.

Dokumen digunakan sebagai sumber data dalam penelitian karena dokumen digunakan sebagai sumber data dalam banyak hal untuk menguji, menafsirkan bahkan memprediksi.139. Dalam penelitian ini data yang digunakan dengan metode dokumentasi berupa dokumen-dokumen yang berhubungan langsung dengan fokus penelitian.

Analisis Data

Analisis data ini memberikan gambaran bagaimana peneliti akan melakukan pengolahan data, seperti proses penelusuran, pengorganisasian, dan pengklasifikasian data yang akan dilakukan.140. Analisis isi merupakan penelitian yang berbentuk pembahasan mendalam terhadap isi informasi tertulis atau cetak di media massa. Analisis isi secara umum diartikan sebagai suatu metode yang mencakup seluruh analisis yang berkaitan dengan isi suatu teks, namun di sisi lain analisis isi juga digunakan untuk menggambarkan pendekatan analitis tertentu.

Menurut Holsti, metode analisis isi adalah suatu teknik penarikan kesimpulan dengan mengidentifikasi berbagai ciri khusus suatu pesan secara obyektif, sistematis, dan generalis. Definisi lain dari analisis isi yang sering digunakan dan merupakan pendapat Berelson dan Kracauer adalah “teknik penelitian untuk deskripsi obyektif, sistematis dan kuantitatif terhadap isi manifes komunikasi”. Analisis isi adalah teknik yang berorientasi kualitatif; pengukuran standar yang diterapkan pada satuan tertentu biasanya digunakan untuk menentukan atau membandingkan karakter dokumen.

Menurut Lowenthal, analisis isi sebelumnya digunakan untuk menjelaskan karakteristik substantif majalah pop atau dokumen lainnya.141. Mengingat banyaknya data yang diperoleh selama proses observasi penelitian, maka perlu dilakukan pencatatan secara cermat dan rinci. Pada tahap ini penulis melakukan tindakan mencatat data yang diperoleh dalam bentuk catatan naratif, merangkum data, menafsirkan dan menyeleksi data.

Dalam hal ini penulis menyajikan hasil reduksi data yang diperoleh dari sumber data yang ada.

Keabsahan Data

Namun jika tidak ada data yang berbeda atau bertentangan dengan temuan, maka data tersebut dapat dipercaya. Dengan menggunakan bahan referensi, yang dimaksud dengan bahan referensi disini adalah penunjang untuk membuktikan data yang ditemukan peneliti. Menguji konfirmabilitas berarti menguji hasil penelitian, dihubungkan dengan proses yang dilakukan, sehingga penelitian tersebut memenuhi standar konfirmabilitas.148.

Tahap-Tahap Penelitian

Perkembangan integrasi unsur-unsur hukum Islam ke dalam peraturan hukum dalam kerangka pembangunan hukum nasional selalu terbuka, sesuai dengan persyaratan hukum konstitusi. Mahfud MD, “Politik Hukum: Perbedaan Konsepsi Antara Hukum Barat dan Hukum Islam” dalam Al-Jami’ah, Nomor 63/VI/1999, 44. Tegasnya, hukum Islam di bidang perdata dapat diterapkan atas dasar kesadaran. (pilihan sendiri) tanpa adanya paksaan hukum formal dan negara harus memberikan perlindungan dan mengatur pelayanan, sedangkan hukum publik (seperti hukum pidana, hukum tata negara, hukum administrasi negara) diatur oleh hukum nasional, yang sumber materiilnya mungkin berbeda, dan hukum Islam. salah.

Di sini, hukum Islam dapat dijalin secara eklektik dengan sumber-sumber hukum lain, yang isinya dapat diterima bersama. Hukum Islam merupakan sumber hukum nasional bersama-sama dengan hukum Barat dan hukum adat, tidak berarti harus berupa hukum formal yang bentuknya tersendiri, hanya saja sifatnya mengabdi (tidak memaksakan secara imperatif), yang sudah menjadi hakikatnya. dianggap sebagai kesadaran dalam kehidupan sehari-hari para anggotanya. Hukum Islam tidak dapat secara eksklusif menjadi sumber hukum formal tersendiri, kecuali untuk hal-hal yang bersifat pelayanan dalam hal-hal yang berkaitan dengan ibadah, seperti penyelenggaraan haji, zakat, dan lain-lain.

Namun nyatanya, baik dalam teks (dalil naqly) maupun dalam sejarah dan pemikiran politik Islam, tidak pernah ada perintah tegas untuk mendirikan negara Islam atau menegakkan hukum Islam secara formal. Penegakan hukum Islam secara formal dalam masyarakat yang tidak semuanya menganut Islam tentu dapat menimbulkan konflik (seperti yang terjadi) dan menimbulkan pertanyaan tentang hubungan antara pedoman hukum dan kebijakan hukum nasional. Mahfud MD, “Politik Hukum: Perbedaan Konsepsi Antara Hukum Barat dan Hukum Islam” dalam Al-Jami'ah, Nomor 63/VI/1999.

Nawawi, Metodologi Penelitian Hukum Islam (Malang: Genius Media, 2014), Olaf Schumann, Dilema Islam Kontemporer antara Masyarakat Sipil dan.

PEMBAHASAN

Pemikiran Mahfud MD Tentang Islam dan Negara Di Indonesia . 81

Kesimpulan

Perundang-undangan Islam di Indonesia dalam satu dekade terakhir sangat menggembirakan karena banyak faktor, menurut Ahmad Azhar Basyir, rasa beragama di kalangan umat Islam menunjukkan tren peningkatan yang mengarah pada kesadaran beraktivitas dan beraktivitas. Indonesia sebagai negara bangsa yang religius tidak menerapkan hukum agama tertentu, bahkan hukum Islam sebagai agama mayoritas yang dianut oleh masyarakatnya pun tidak berlaku. Dalam konsepsi seperti itu, hukum Islam (beserta hukum dan fiqihnya) dapat menjadi sumber hukum nasional bersama dengan sumber-sumber lain yang telah lama hidup dalam kesadaran hukum masyarakat Indonesia.

Hukum perdata Islam, khususnya mengenai hukum keluarga, masih berlaku bagi masyarakat Islam karena telah dijadikan kebijakan hukum oleh pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 1848 sepanjang umat Islam mau menerapkannya pada diri mereka sendiri. Sumber hukum di sini hendaknya diartikan sebagai sumber hukum material dalam arti menjadi bahan substantif bagi sumber hukum formal.169. Sumber hukum substantif adalah bahan hukum yang belum mempunyai bentuk tertentu dan belum mengikat secara formal, namun dapat dijadikan muatan hukum dalam bentuk tertentu agar dapat mengikat, misalnya melalui proses legislasi.

Sedangkan sumber hukum formal adalah sumber hukum yang mempunyai bentuk tertentu dan mengikat secara hukum karena telah ditetapkan (ditegakkan) oleh lembaga yang berwenang seperti proses legislasi. Salah satu sumber hukum formal adalah hukum dalam arti materiil, yang terdiri dari berbagai peraturan hukum yang diatur secara hierarkis. Dari uraian di atas terlihat bahwa hukum Islam dalam sistem hukum nasional kita merupakan sumber hukum substantif yang secara eklektik dapat dipadukan dengan sumber hukum lainnya menjadi sumber hukum formal.

Bahkan, muncul penafsiran dari aturan ini bahwa penegakan hukum Islam secara resmi adalah wajib karena pemberlakuan formal memudahkan penerapan hukum Islam di masyarakat. Dengan demikian, cara paling realistis untuk menerapkan amar ma'ruf nahi munkar dalam pembangunan hukum bernegara dan politik di Indonesia adalah dengan memperjuangkan nilai-nilai substantif ajaran Islam, yang kemudian secara eklektik terjalin dengan sumber hukum lain (seperti hukum Barat). , common law dan lain-lain) menjadi hukum nasional. Apalagi jika mengingat hukum Islam sendiri sering disamakan dengan fiqh, yang selain hanya merupakan produk pemikiran manusia (bukan wahyu), juga memiliki banyak mazhab.

Saran

Sebagai sumber referensi bagi masyarakat Indonesia dan khususnya masyarakat kampus UIN KH Achmad Siddiq untuk memahami pemikiran Mahfud MD tentang agama dan negara. Tambah Thobiin, Hubungan Agama dan Negara, Perbandingan UUD 1945, Islam dan Barat (Yogyakarta: Skripsi Universitas Islam Indonesia, 2018). Lihat juga Sayyid Abdur Rahman bin Muhammad, Bughyah al-Mustarsyidin (Beirut: Dar al-Kutub al- . „Ilmiyyah, n.t.).

Lihat juga Muhammad bin Abu al-'Abba ar-Ramli, Nihayah al-Muhtaj ila Syarh al-Minhaj (Beirut: Dar al-Fikr, 1984). Lihat juga Wahbah al-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh, Jilid VI (Damascus: Dar al-Fikr, t.t.). Ali Ismail Shaleh, HUBUNGAN AGAMA DAN NEGERI SELEPAS PANSACILA DAN UNDANG-UNDANG ASAS REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945.

Lihat juga Sofyan Hadi, Relasi dan Reposisi Agama dan Negara (Future Gaze on Diversity in Indonesia) (RI'AYAH: Vol. 03, No. 1, Januari-Juni 2018). Muhammad Fauzan Naufal, Hubungan Agama dan Negara dalam Pemikiran Politik Islam di Indonesia (Analisis Pemikiran Politik Bahtiar Efendi) (Disertasi: UIN Raden Intan Lampung), ii. Lihat juga Zikrani Ristia Aisyah, Konsep Hubungan Keagamaan Negara Menurut Ali Abdul Raziq dalam Ilmu Administrasi Negara Indonesia (Disertasi: IAIN Jember, 2019).

Saya menyatakan bahwa isi tesis saya yang berjudul “Hubungan Islam dan Negara dalam Perspektif Negara Hukum Mahfud MD” adalah hasil penelitian/karya saya sendiri, kecuali pada bagian yang disebutkan sumbernya.

Referensi

Dokumen terkait

Dari berbagai literatur yang ada,maka dapat ditarik substansi yang sama tentang definisi politik hukum dimana bahwa politik hukum adalah legal policy atau garis (kebijakan)

Dengan sistem yang demikian, memberikan kesempatan kepada setiap warga negara yang merasa dirugikan hak konstitusionalnya oleh produk politik dari instutusi politik

complaint dapat memberikan pelajaran agar warga negara lebih paham dan peka terhadap hak-hak konstitusionalnya, (b) constitutional complaint adalah upaya hukum terakhir yang

Studi ini mengambil pengertian bahwa politik hukum Islam adalah legal policy yang akan atau telah dilaksanakan pemerintah Indonesia dalam mengatur dan melindungi masyarakat

Putuhena menjelaskan bahwa politik hukum nasional secara harfiah diartikan sebagai kebijakan hukum ( legal policy ) yang hendak diterapkan atau dilaksanakan secara nasional

Dengan demikian upaya penerapan hak politik bagi warga negara selain pemerintah yang bertanggung jawab memberikan sarana dalam mewujudkan dan memfasilitasi hak warga

Politik hukum adalah kebijakan (policy) yang dibuat oleh pemerintah atau penguasa. Kebijakan Agraria dirumuskan dalam penentuan hukum dan kebijakan yang mempunyai

Menyatakan bahwa karya ilmiah yang berjudul “KAJIAN YURIDIS- NORMATIF TENTANG LEGAL STANDING PEMOHON DAN TERMOHON DALAM HUKUM ACARA PEMBUBARAN PARTAI POLITIK DI