• Tidak ada hasil yang ditemukan

musyawarah ahli waris dalam pelimpahan nomor porsi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "musyawarah ahli waris dalam pelimpahan nomor porsi"

Copied!
113
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

UU No. 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh mengatur hak jika calon jemaah haji meninggal dunia. Hal serupa juga dilakukan oleh ahli waris calon jemaah haji yang meninggal dunia di Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah Makkah Madinah di Pasuruan.

Rumusan Masalah

Penulis merancang penelitian dengan judul “Musyawarah Ahli Waris dan Pelimpahan Jumlah Porsi Calon Jamaah Haji Meninggal Dunia Dalam Perspektif Maqashid Syariah (Studi Kasus Pada Kelompok Pembinaan Haji dan Umrah Makkah Madinah Kota Pasuruan)”. Bagaimana konsultasi ahli waris dalam penyerahan nomor porsi calon jemaah haji yang meninggal dunia kepada Kelompok Pengelola Haji dan Umrah Makkah Madinah Kota Pasuruan.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Bagi masyarakat, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan khususnya bagi ahli waris tentang tindakan yang harus dilakukan jika calon jemaah haji yang memiliki nomor porsi meninggal dunia dan Maqashid Syariah mengulas hal tersebut. Bagi Kementerian Agama, penelitian ini diharapkan dapat mengevaluasi pelaksanaan pemberian nomor batch kepada calon jemaah haji yang meninggal di lapangan, khususnya ditinjau dari permasalahan yang dihadapi calon jemaah haji dan solusi permasalahannya. itu saat ini yang dihadapi masyarakat.

Definisi Operasional

Maqashid Syariah adalah tujuan akhir agama Islam yang akan dicapai dan rahasia setiap hukum yang ditetapkan oleh pencipta syariat. Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah merupakan sebuah yayasan sosial yang keberadaannya telah mendapat izin pelaksanaan dari Menteri untuk mendampingi dan melakukan pembinaan ibadah haji dan umrah.

Sistematika Pembahasan

Metode penelitian meliputi jenis penelitian, lokasi penelitian, pendekatan penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, dan analisis data. Bab ini secara umum akan menjelaskan lokasi penelitian, penerapan musyawarah ahli waris dalam menyampaikan jumlah bagian calon jemaah haji yang meninggal di lokasi penelitian, serta analisis perspektif Maqashid Syariah.

TINJAUAN PUSTAKA

Penelitian Terdahulu

Hadi Hilmawan dalam tesisnya yang berjudul Pembagian Ahli Waris dalam Pembagian Harta Warisan di Desa Sukatani Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang Perspektif Maqashid Syariah. Pemeriksaan ahli waris dalam pembagian harta warisan di Desa Sukatani Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang Prospek Maqashid Syari'ah.

Kerangka Teori

  • Musyawarah
  • Ibadah Haji
  • Maqashid Syariah

Ibadah haji di Indonesia telah dilakukan oleh masyarakat Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu, bahkan sebelum Indonesia dijajah oleh Belanda dan Jepang. Peraturan ibadah haji di Indonesia pada masa penjajahan Belanda adalah Pelgrems Ordonnatie Staatblads tahun 1922 nomor 698 termasuk perubahan dan penambahannya, serta disetujui Pelgrim pada tahun 1938.27. Penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia saat ini diatur dengan berbagai peraturan, seperti Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan.

Penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah dilaksanakan berdasarkan serangkaian kegiatan yang terdiri dari tiga hal, antara lain: 29. Pembinaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun Tahun 2019 meliputi penyuluhan kesehatan dan bimbingan ibadah haji. Pelayanan akomodasi adalah tempat istirahat atau akomodasi yang digunakan oleh jamaah haji selama menunaikan ibadah haji.

Mendapatkan bukti penyetoran dari Bank Penerima Setoran (BPS) biaya perjalanan haji dan nomor porsinya dari Menteri; Mendaftar pada Penyelenggara Haji Khusus (PIHK) pilihan Anda dari kotamadya yang terkait dengan Siskohat untuk Jemaah Haji Khusus; Mendaftar di kantor Kementerian Agama kabupaten/kota bagi jemaah haji khusus melalui Penyelenggara Haji Khusus (PIHK); Dan.

METODE PENELITIAN

  • Jenis Penelitian
  • Pendekatan Penelitian
  • Lokasi Penelitian
  • Metode Penentuan Subyek
  • Sumber Data
  • Metode Pengumpulan Data
  • Metode Pengolahan Data

Penelitian tentang “Musyawarah antar ahli waris dalam pelimpahan nomor porsi calon jemaah haji yang meninggal dunia dalam perspektif Maqashid Syariah” dilakukan di Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU) Kota Makkah Madinah Pasuruan. Rombongan calon jemaah haji meninggal dunia pada Rombongan Bimbingan Haji dan Umrah Kota Makkah Kota Madinah, Rombongan Bimbingan Haji dan Umroh di Makkah Madinah Kota Pasuruan. Kemudian, jemaah haji yang telah memiliki Nomor Porsi Haji mendaftar ke Kelompok Pembinaan Haji dan Umroh Makkah Madinah Kota Pasuruan.

Penerima alokasi nomor porsi calon jemaah haji yang meninggal dunia pada Kelompok Pemandu Haji dan Umroh Madinah di Makkah Kota Pasuruan dapat disimpulkan nomor porsi haji almarhum. Diskusi ahli waris calon jemaah haji yang meninggal dunia di Kelompok Bimbingan Haji dan Umroh Madinah Makkah, Kota Pasuruan, digelar untuk menentukan penerima penetapan nomor lot. Mengenai pelaksanaan pembahasan ahli waris dalam penyerahan nomor bagian haji kepada calon jemaah haji yang meninggal dunia dalam Rombongan Pemandu Haji dan Umroh di Madinah Makkah.

Musyawarah ahli waris dalam penyerahan nomor porsi calon jemaah haji yang meninggal dunia kepada Kelompok Pembinaan Haji dan Umrah Makkah Madinah Kota Pasuruan dilakukan untuk menentukan penerima bagian haji.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Profil Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah Makkah Madinah

Apabila calon jamaah haji meninggal dunia pada saat menunaikan ibadah haji, maka ahli waris dapat mengalihkan nomor bagian haji. Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah No. 130 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pemindahan Nomor Porsi Bagi Jemaah Haji yang Meninggal Dunia atau Sakit Tetap. 53. Peraturan ini merupakan pedoman pelaksanaan bagian nomor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat 1 huruf k Undang-Undang No. 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umroh.

Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 245 Tahun 2021 tentang Standar Prosedur Operasional Pendelegasian Nomor Porsi Bagi Jemaah Haji Reguler. 54 Butir B Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Nomor 130 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pendelegasian Nomor Porsi Bagi Jemaah Haji Yang Meninggal Dunia Atau Sakit Tetap. 55 Poin B Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 245 Tahun 2021 tentang Prosedur Operasional Standar Pendelegasian Nomor Porsi Bagi Jemaah Haji Reguler.

Pelimpahan Nomor Porsi Calon Jamaah Haji yang Meninggal Dunia di Rombongan Bimbingan Haji dan Umrah Kota Makkah Madinah.

Pelimpahan Nomor Porsi Calon Jamaah Haji Yang Meninggal Dunia Di

Calon jemaah haji di atas sebelumnya telah mendaftar dan membayar biaya pendampingan di Kelompok Bimbingan Haji dan Umroh Makkah Madinah Kota Pasuruan. Calon jamaah haji sendiri yang mengurus proses administrasi pendaftaran ibadah haji hingga mendapatkan nomor porsi haji. Dalam hal calon jemaah haji meninggal dunia, masing-masing mempunyai Nomor Porsi Haji.

Dalam hal ini, keluarga calon jemaah haji yang meninggal dunia memilih untuk melimpahkan Nomor Porsi Haji kepada ahli warisnya. Skema Alokasi Nomor Porsi yang sebagian dikelola oleh Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah Makkah Madinah Kota Pasuruan sangat membantu ahli waris dalam memperoleh haknya. Secara ringkas alur pemrosesan pelimpahan nomor porsi pada Kelompok Pembina Haji dan Umroh Makkah Madinah Kota Pasuruan dapat dirangkum pada bagan berikut.

Pelaksanaan musyawarah ahli waris dalam pelimpahan nomor porsi calon jemaah haji yang meninggal dunia dalam rombongan pembimbing.

Tabel 4. 1 Calon Jamaah Haji KBIHU Makkah Madinah Kota Pasuruan Yang  Meninggal Tahun 2019-2021
Tabel 4. 1 Calon Jamaah Haji KBIHU Makkah Madinah Kota Pasuruan Yang Meninggal Tahun 2019-2021

Pelaksanaan Musyawarah Ahli Waris Dalam Pelimpahan Nomor Porsi

Dalam menentukan ahli waris yang akan menerima pelimpahan nomor bagian, tidak jarang dilakukan musyawarah terlebih dahulu. Perjanjian jumlah bagian haji yang dilimpahkan kepada salah satu ahli waris mulai berlaku jika calon jemaah haji meninggal dunia. Dari hasil pembahasan disepakati bahwa ahli waris yang mendapat penetapan nomor porsi akan membayar sejumlah biaya ibadah haji yang telah disetorkan oleh calon jamaah haji yang meninggal dunia untuk dibagikan kepada ahli waris lainnya.

Saat berdiskusi antar ahli waris dalam menentukan penerima bagian jumlah calon jemaah haji yang meninggal dunia di Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah Makkah Madinah Kota Pasuruan, mereka tidak membedakan ahli waris yang satu dengan yang lainnya. Adanya musyawarah antar ahli waris dalam menentukan penerima pelimpahan nomor bagian calon jemaah haji yang meninggal dunia di Kelompok Pembinaan Haji dan Umrah Makkah Madinah Kota Pasuruan memberikan keadilan bagi seluruh ahli waris. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan musyawarah ahli waris dalam penyerahan nomor porsi calon jemaah haji yang meninggal dunia di Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah Makkah Madinah Kota Pasuruan sudah sesuai dengan prinsip. musyawarah dalam Al-Qur'an.

Ulasan Maqashid Syariah pada pembahasan ahli waris dalam pelimpahan nomor porsi calon jemaah haji yang meninggal dunia.

Tinjauan Maqashid Syariah Terhadap Musyawarah Ahli Waris Dalam

Pembahasan yang dilakukan oleh ahli waris dalam penyerahan sejumlah bagian calon jamaah haji yang meninggal merupakan bentuk perlindungan jiwa (hifdz al-nafs). Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat perbincangan di kalangan ahli waris tentang penyerahan nomor bagian haji kepada calon jemaah haji yang meninggal dunia dalam Rombongan Pemandu Haji dan Umrah di Madinah Makkah Kota Pasuruan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. niat Kaum Meqashid. Syariah yaitu perlindungan jiwa (hifdz al-nafs). Pelaksanaan musyawarah oleh ahli waris dalam Kelompok Pemandu Haji dan Umroh di Madinah Makkah Kota Pasuruan merupakan salah satu alternatif untuk menghindari perselisihan antar ahli waris akibat masalah harta benda.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa musyawarah ahli waris dalam pendelegasian nomor porsi haji kepada calon jemaah haji yang meninggal dunia serta tindakan Kelompok Pembinaan Haji dan. Musyawarah yang dilakukan para ahli waris pada Kelompok Bimbingan Haji dan Umroh Makkah Madinah Kota Pasuruan tidak ada kendala bahkan menimbulkan permasalahan bagi seluruh ahli waris. Ulasan Maqashid Syariah terhadap musyawarah ahli waris dalam penyerahan nomor porsi calon jemaah haji yang meninggal dunia pada Kelompok Bimbingan Haji dan Umroh Makkah Madinah Kota Pasuruan menerapkan dua unsur Maqashid Syariah.

Bagi ahli waris calon jemaah haji yang meninggal dunia, hendaknya lebih memperhatikan finalisasi jumlah porsi calon jemaah haji yang meninggal dunia sebagai warisan menurut Maqashid Syariah, dan selalu mencari informasi mengenai peruntukan nomor porsi.

PENUTUP

Kesimpulan

Hasil musyawarah memutuskan bahwa setiap keluarga berbeda-beda dalam membagi jumlah bagian sebagai harta warisan. Perbedaan hasil musyawarah dipengaruhi oleh jumlah ahli waris hidup, harta peninggalan, kebiasaan serta kemampuan finansial dan fisik masing-masing ahli waris. Pelaksanaan musyawarah sesuai dengan prinsip-prinsip musyawarah dalam Al-Quran seperti asas persamaan, keadilan, persaudaraan dan kebebasan.

Kedua, perlindungan harta benda (hifdz al-mal), musyawarah dalam pembagian jumlah porsi haji sesuai dengan konsep pengamanan harta agar harta warisan tidak dibagikan kepada salah satu ahli waris saja. Hifdz al-mal yang dilaksanakan oleh Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah Makkah Madinah Kota Pasuruan tercermin dengan tidak memungut biaya pengalihan, mengenakan biaya pengurusan perpindahan nomor porsi melalui akad ijarah untuk digunakan, dan memberikan tambahan bimbingan ibadah haji. 3 kali tanpa dipungut biaya lagi. .

Saran

Sebab, sebagian masyarakat sudah mengetahui adanya pengalihan nomor porsi jika calon jemaah haji meninggal dunia, namun masih belum memahami sepenuhnya detail tata cara dan ketentuan selanjutnya. Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah No. 130 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pemindahan Nomor Porsi Bagi Jemaah Haji yang Meninggal Dunia atau Sakit Tetap. Peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Muslimat NU dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umroh ditinjau dari UU No.

Potret Ibadah Haji Tahun 2020 di Tengah Pandemi Virus Corona,” Jurnal Haji, Umrah dan Kajian Islam, no. Urgensi dan Tingkat Maqashid Syariah dalam Kemaslahatan Umum Urgensi dan Tingkat Maqashid Syariah dalam Kemaslahatan Umum,” Jurnal di- Tadbir : Hukum Media dan Pendidikan, no. Cari tahu berapa Nomor Porsi Haji dari Kementerian Agama,” Harian Pelita, diakses 6 Maret 2022, https://www.pelita.or.id/nomor-porsi-haji-kemenag/.

Kantor asli Kelompok Pembinaan Haji dan Umroh di Makkah Madinah Kota Pasuruan dan juga tempat pelaksanaan ibadah haji.

Foto  Bersama  Dengan  Pengurus  Kelompok  Bimbingan  Ibadah  Haji  dan  Umrah  Makkah Madinah Kota Pasuruan (Ibu Saidah Shoviyah)
Foto Bersama Dengan Pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah Makkah Madinah Kota Pasuruan (Ibu Saidah Shoviyah)

Gambar

Tabel 4. 1 Calon Jamaah Haji KBIHU Makkah Madinah Kota Pasuruan Yang  Meninggal Tahun 2019-2021
Foto  Bersama  Dengan  Pengurus  Kelompok  Bimbingan  Ibadah  Haji  dan  Umrah  Makkah Madinah Kota Pasuruan (Ibu Saidah Shoviyah)
Foto Bersama Dengan Salah Satu Ahli Waris Calon Jamaah Haji Yang Meninggal  Dunia (Ibu Lilik)

Referensi

Dokumen terkait

“Dalam garis menyimpang pengantian diperbolehkan demi keuntungan semua anak dan keturunan saudara laki dan perempuan yang telah meninggal terlebih dahulu, baik jika mereka menjadi

Penerapan asas-asas perlindungan konsumen dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 Tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara..

penuh atas penggunaannya dan tidak diberikan pada pihak lain yang tidak berwenang. Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung

Tugas dan tanggung jawab notaris dalam pembuatan Surat Keterangan Waris menjadi kebiasaan bagi mereka yang berlaku hukum waris BW tetapi dalam membuatakan surat

Penarikan iuran anggota dimaksudkan untuk menimbulkan rasa memiliki, kesadaran, ketaatan, kedisiplinan dan tanggung jawab anggota terhadap pengembangan Organisasi

hak dan kewajiban dari keseimbangan antara yang diperoleh dengan keperluan dan kegunaan”, atau perimbangan antara beban dan tanggung jawab di antara ahli waris yang sederajat,

Skripsi ini berjudul ‚Analisis Maqa>s}id Al-Shari>‘ah Terhadap Pasal 175 ayat 2 Kompilasi Hukum Islam Tentang Tanggung Jawab Ahli Waris Terhadap Hutang‛ merupakan

Tanggung jawab ahli waris terhadap pewaris telah disebutkan dalam KHI (Kompilasi Hukum Islam) pasal 175 yaitu pada ayat (1) tentang kewajiban ahli waris terhadap