• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nalar Anti Korupsi Dalam Tata Kelola

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Nalar Anti Korupsi Dalam Tata Kelola "

Copied!
81
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana Pemikiran Elit Muhammadiyah tentang Anti Korupsi dalam Kepengurusan Organisasi Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Konsep Anti Korupsi

  • Pengertian Korupsi
  • Jenis-jenis Korupsi
  • Anti Korupsi

Fokus penelitian ini adalah landasan pemikiran antikorupsi dalam tata kelola organisasi Muhammadiyah di Sulawesi Selatan, khususnya pada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sulawesi Selatan dan beberapa lembaga amal Muhammadiyah. Waktu yang penulis perlukan dalam penelitian ini adalah ± 2 bulan dan dilaksanakan di Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Pimpinan Daerah Ortom di Sulawesi Selatan dan Nasyiyatul Aisyiyah Pemuda Muhammadiyah dan Badan Amal Muhammadiyah di Sulawesi Selatan. Observasi merupakan observasi langsung ke lokasi penelitian untuk mendapatkan data yang lebih akurat mengenai permasalahan yang diteliti tentang nalar antikorupsi dalam tata kelola organisasi Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.

Gambaran umum hasil penelitian yang disajikan dalam pembahasan ini bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai objek penelitian dan juga sebagai bahan informasi untuk menganalisis lebih lanjut penalaran antikorupsi dalam kepengurusan organisasi muhammadiyah di sulawesi selatan (Kajian Elit Muhammadiyah Pemikiran di Sulawesi Selatan). Letak wilayah Sulawesi Selatan pada 0o12' - 8' Lintang Selatan dan 116o48' - 122o36' Bujur Timur, dibatasi oleh sebelah utara Sulawesi Barat, sebelah timur Teluk Been dan Sulawesi Tenggara, sebelah barat Selat Makasar, sebelah selatan dari Laut Flores. Penalaran Anti Korupsi di Persatuan Muhammadiyah Sulawesi Selatan (kajian terhadap pemikiran elite pimpinan Muhammadiyah di Sulawesi Selatan).

Hal ini menjelaskan bahwa Muhammadyah Sulawesi Selatan tetap konsisten dalam praktik organisasi dan pemerintahannya dengan cita-cita asli Muhammadyah, yaitu misi pencerahan dan misi progresif dalam gerakan dakwahnya. Hal ini tertuang dalam surat keputusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Nomor: 41/KEP/II.0/D/2016 tentang Pengangkatan Pimpinan Lembaga Pengawasan dan Pengawasan Keuangan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Periode Periode. 2015.-Periode 2016. Tujuannya untuk menjamin kesempurnaan dan ketertiban dalam berjalannya organisasi khususnya dalam pembinaan dan pengawasan amal usaha di lingkungan Muhammadiyah Sulawesi Selatan;

“LPPK PWM Sulawesi Selatan merupakan lembaga yang bertugas melakukan audit terhadap seluruh badan amal usaha di Sulawesi Selatan, khususnya fokus pada penganggaran, pelaksanaan dan pelaporan pada badan amal usaha” (Wawancara dengan Inforaman, 31 Mei 2018). Dalam pelaksanaan pemeriksaan dan kerja LPPK tidak mungkin lepas dari keputusan-keputusan yang diambil dalam PWM, demikian Pak. Syarifuddin Rasyid selaku Ketua LPPK PWM Sulsel, mekanisme kerja sejak awal dimulai dari pengambilan keputusan dan tugas PWM dan LPPK Memberikan rekomendasi hasil audit kepada PWM untuk dilakukan pemantauan. Dasar Pemikiran Anti Korupsi dalam Tata Kelola Pemerintahan Muhammadiyah dan Solusi Good Governance Terhadap Korupsi pada Organisasi Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.

Penelitian tentang penalaran anti korupsi dalam kepengurusan organisasi muhammadiyah di sulawesi selatan (Kajian Pemikiran Elit Pimpinan muhammadiyah sulawesi selatan) berdasarkan prinsip antikorupsi dalam perbaikan manusia memuat 5 hal. Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul “Penalaran Antikorupsi dalam Tata Kelola Organisasi Muhammadiyah di Sulawesi Selatan (Kajian Pemikiran Pimpinan Elit Muhammadiyah Sulawesi Selatan)”, maka peneliti dapat memberikan saran agar upaya penanggulangan korupsi dapat dilakukan. di lingkungan Muhammadiyah khususnya Sulawesi Selatan sudah berjalan dengan baik dan seharusnya. Terbentuknya lembaga antikorupsi yang berorientasi pada pemberantasan korupsi dalam organisasi khususnya di Sulawesi Selatan, yang menurut saya patut dilakukan mengingat besarnya aset yang dimiliki oleh Muhammadiyah.

Gambar 2.1: Kerangka Pikir
Gambar 2.1: Kerangka Pikir

Konsep Tata Kelola (good Governence)

Konsep Civi Society (Masyarakat madani)

Konsep masyarakat sipil yang biasa digunakan oleh para ilmuwan sosial-politik di Indonesia sebagai suatu entitas yang independen dari negara diartikan dalam berbagai istilah seperti masyarakat sipil, masyarakat sipil atau masyarakat sipil, untuk itu digunakan istilah masyarakat sipil. penggunaan istilah ini lebih mendekati esensi masyarakat sipil dalam konteks Indonesia. Menurut Rauf, Maswadi (Syarifuddin Jurdi, 2011:3), masyarakat sipil lebih dekat dengan konsep pemberdayaan masyarakat, yaitu terkait dengan wujud ketidakpuasan sebagian besar masyarakat terhadap praktik politik Orde Baru yang telah mengasingkan masyarakat. nilai-nilai demokrasi. dan mendirikan rezim otoriter. Menurut Giuseppe Di Palma (Syarifuddin Jurdi, 2011: 4), masyarakat sipil merupakan bagian organik dari sistem demokrasi, yang secara definisi berada dalam posisi perlawanan (oposisi) terhadap rezim absolut, masyarakat sipil adalah musuh alami otokrasi. kediktatoran dan bentuk-bentuk sewenang-wenang lainnya.

Masyarakat sipil berarti berkembangnya organisasi-organisasi otonom yang memfasilitasi berbagai kegiatan sosial, ekonomi, dan politik yang tertib (beradab). Kehadiran masyarakat sipil adalah untuk mewujudkan masyarakat yang beradab (beradab) yang menjadi faktor pendukung proses demokrasi suatu masyarakat, tanpa masyarakat. Organisasi yang berdiri sejak tahun 1912 ini, dengan segala kelengkapan yang dimilikinya, tentunya merupakan sumber daya sipil yang sangat penting yang dimiliki dan masih dimiliki oleh bangsa dan negara Indonesia hingga saat ini.

Muhammadiyah sebenarnya telah menjadi salah satu pilar penting bagi pembentukan dan pengembangan “civil society” sejak masa kolonial. Pada tataran wacana dan praktik, organisasi ini juga berperan besar dalam menjelaskan, menafsirkan dan merumuskan kesesuaian dan kecocokan Islam dan demokrasi; Islam dan masyarakat sipil; Islam dan pluralitas; Islam dan hak asasi manusia; Islam dan kesetaraan gender; Islam dan toleransi dll. Dalam konteks itu semua, terlihat peran penting dan strategis Muhammadi dalam mengkonsolidasikan dan memperkuat demokrasi di Indonesia (Azyumardi Azra, 2010: 1).

Kerangka Pikir

Fokus Penelitian

Langkah peningkatan kesadaran hukum dan sosialisasi pendidikan antikorupsi merupakan faktor penting dalam upaya pencegahan dan pemberantasan perilaku korupsi. Dari hasil penelitian terhadap seluruh upaya antikorupsi untuk menyejahterakan umat, menurut Awaludin Yanto, prinsip-prinsip upaya memperbaiki umat adalah agama, kesetiaan, pendidikan antikorupsi, kesejahteraan, dan pemimpin yang jujur. Dan kebijakan organisasi dalam penyelenggaraan Organisasi Muhammadiyah di bidang upaya pemberantasan korupsi dan pemberantasan makar yang menjadi amanah organisasi tersebut.

Penguatan kebijakan dan regulasi terkait antikorupsi pada organisasi khususnya di Sulawesi Selatan masih banyak yang kurang.

Deskripsi Fokus Penelitian

METODE PENELITIAN

Jenis Dan Tipe Penelitian

Jenis dan tipe penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu memberikan gambaran dan penjelasan yang objektif, akurat mengenai keadaan terkini objek yang diteliti melalui pengumpulan data. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi atas kata-kata dan tindakan, sumber data tertulis, foto dan statistik. Menurut Bogelan dan Taylor, pendekatan penelitian kualitatif adalah suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan orang-orang dan perilaku yang diamati.

Sejalan dengan hal tersebut, Krik dan Miller mengatakan bahwa penelitian kualitatif adalah sebuah tradisi khusus dalam ilmu-ilmu sosial yang secara mendasar mengandalkan pengamatan terhadap orang-orang di wilayah mereka sendiri dan menghubungkan orang-orang tersebut dalam bahasa dan terminologi mereka.

Sumber Data

Informan Penelitian

Abdul Rahim, SE., MM (Rektor Unismuh Makassar)). Manajemen Unismuh Makssar, Rumah Sakit dan Panti Asuhan).

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

Pengabsahan Data

Peneliti menggunakan teori Awaludin Yanto mengenai upaya antikorupsi: Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah meningkatkan kesadaran individu dalam mencegah perilaku korupsi dalam organisasi. Kebijakan Anti Korupsi Muhammdiyah Sulawesi Selatan, Muhammadiyah lebih mengedepankan kebijakan budaya dibandingkan kebijakan formal seperti pelaksanaan perbaikan manusia, dalam hal ini kembali pada kesadaran diri kader Muhammadiyah.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kondisi geografis Provinsi Sulawesi Selatan …

Potret Muhammadiyah di Sulawesi Selatan

Dalam pendidikan antikorupsi juga berkaitan dengan pendidikan moral, etika atau moral yang harus dikembangkan sejak sekolah dasar, seperti menyontek, plagiarisme karya ilmiah orang lain (makalah, tesis atau disertasi), korupsi waktu bagi guru dan dosen. , korupsi uang pejabat dan pengelola pendidikan, serta nilai jual beli. Pendidikan antikorupsi menjadi penting bagi warga Muhammadiyah khususnya di Sulawesi Selatan, mengingat semakin kompleksnya tantangan dan permasalahan yang dihadapi Muhammadiyah. Salah satunya adalah perlunya memperbaiki perilaku manusia dari sikap dan mental koruptif dengan mengoptimalkan peran Agama, memberikan pendidikan antikorupsi kepada kader dan pengurus organisasi, mengedepankan prinsip loyalitas (profesional dan berperilaku baik dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab). ) .

Dipastikan tidak ada kebijakan formal terkait antikorupsi, namun ada kebijakan kultural, seperti, Muhammadiyah mengutamakan pemilihan pemimpin yang jujur ​​dalam Tugasnya yang Amanah.” (wawancara dengan Informan, 10 April 2018). Meski sudah banyak upaya yang dilakukan. telah dilakukan untuk memberantas praktik korupsi, termasuk membentuk lembaga antikorupsi atau melakukan pelatihan dan menangkap atau mengadili para pelaku korupsi untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, namun masih banyak masyarakat yang skeptis (kurang percaya). data di atas mengenai tata kelola persyarikatan dalam upaya pemberantasan korupsi muhmadiyah maka peneliti dapat menarik kesimpulan seperti yang disampaikan oleh Syafii Maarif (Syarifuffin Jurdi) Untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik ada 2 instrumen yang penting, pertama kualitas hasil, pilihan dari pemimpin.

Hasil dan Pembahasan

Gambar

Gambar 2.1: Kerangka Pikir

Referensi

Dokumen terkait

Kebutuhan air dihitung berdasarkan jumlah orang dan kebutuhan air per orang per hari [1] dan kapasitas pompa harus dapat memenuhi kebutuhan penggunaan air [2] oleh karena itu