Naskah Drama Judul: Stop bullying
Narator:
Pemeran dan Karakter:
1. Mutia (pemimpin genk) 2. Salsa (anggota genk) 3. Klara (anggota genk)
4. Noura (anak baru yang di bully) 5. Tami (kepala sekolah)
6. Tari (guru BK) 7. Rani (wali kelas) 8. Adiba (saksi mata) 9. Naura (saksi mata) 10.Quin (saksi mata)
Ada cerita di suatu Sekolah Dasar. Di sekolah megah ini ada sebuah kelompok jahat yang suka menindas orang lain. Mereka adalah Mutia, Salsa, dan Klara. Mereka suka memalak, memarahi dan membully murid lain.
Klara: “ Eh sal, mut. Aku dengar hari ini kita bakal dapat anak pindahan di kelaskita!”
Mutia: “Terus apa masalahnya sama aku?”
Klara: “Ya engga, aku kan cuma ngasih tau kamu! Kali aja kamu kudet gitu!
Salsa: ”Iya aku juga dengar, katanya sih namanya Noura”.
Mutia: “Hah, siapa Noura? Nama kok kayak komodo sih. Hahaha, oke untuk hari ini kita bakal ngasih dia pelajaran berharga buat dia biar gak bisa macam-macam sama kita kedepannya”.
Mutia dan temannya pun menyusun rencananya untuk memberikan pelajaran tersebut kepada anak baru itu.
Ring..Ring…
Bel tanda masuk pun dimulai, semua anak sudah masuk ke dalam kelas kecuali para anggota genk terkenal itu.
Brakkk..
Terdengar suara pintu terbanting, semua murid melihat ke asal suara.
Ya! Tak lain adalah Mutia, Salsa dan Klara. Mereka dengan santainya memasuki kelas, dan bagaikan tak menghiraukan tatapan murid kelasnya. Adiba yang merasa kesal bangkit dari duduknya dan menghampiri mereka.
Adiba:” Hei! Mutia, Salsa, Klara. Sudah aku peringatin beberapa kali bukan?. Kalo buka pintu tuh biasa aja, gak usah dibanting segala. Kalau pintunya rusak mau ganti?
Mutia:” Oh, tentang properti sekolah ya? Maaf - maaf aku gak akan ngulangin lagi deh”.
Adiba:” Terserah deh! Aku ngasih tau serius, bukan bercanda!”
Salsa:” Oh yaudah! Permisi
Setelah itu guru pun masuk yang dibelakangnya terdapat seorang murid.
Rani: “ Oke anak-anak seperti yang sudah kalian ketahui kita memiliki seorang teman baru!
Tolong sedikit perhatiannya saat ia memperkenalkan diri”.
Noura:” Assalamualaikum wr.wb. perkenalkan nama saya Noura pindahan dari Sd negeri 7.
Salam kenal teman-teman.
Setelah pelajaran selesai, jam istirahat membuat semua murid bebas dari pelajaran, dan tugas serta bebas untuk makan dan minum di kantin.
Klara: “Mau kekantin ga?”
Mutia: “ Engga ah, aku gak nafsu makan”
Salsa: “Mendingan kita gangguin anak baru itu”.
Mutia, Klara dan Salsa : “ Heh, bagi duit dong”
Noura: “Aku ga punya uang” (sambil menundukan kepalanya.) Klara: “Mana mungkin lo ga punya duit!”.
(Noura yang terdiam.)
Mutia: “Cepat serahin duit lo kampungan!” (sambil mendorong Noura dengan kasar)
Naura, Adiba dan Quin yang melihat Noura di dorong Mutia, langsung pergi menghampiri mereka berempat.
Naura: “ Eh ada apa ini?”.
Adiba: “ Hei kalian ga boleh begitu!
Salsa: “ Bukan masalah lo ya! Jadi diam!”
Naura: “Tapi kalian ga bisa gitu dong. Ngebentak dia seenaknya”.
Adiba:” Walaupun masih baru dia kan teman kita juga”
Mutia: “Iya iya aku tau, udah ga usah dilanjutin ceramahnya! Cape dengernya (marah) Naura: “ Jangan nyolot gitu dong, kita bertiga kan Cuma ngingatin aja”
Quin: “ Itu benar kita cuman ngingatin aja”.
Klara: “ Diam aja deh jangan banyak ngemeng”.
Salsa: “ Gua setuju!”
Kemudian Quin membantu Noura berdiri Quin: “ kamu ngga apa-apa kan Nou?”
Noura: “Aku nggak apa-apa kok”.
Adiba: ” Mereka bertiga itu memang keterlaluan”.
Naura: “Dari pada di sini ada mereka mendingan kita ke perpus”.
Quin: “Noura kamu mau ikut nggak?”
Noura: “Aku di kelas aja”.
Adiba:” Kalau gitu kita duluan yah”.
Adiba, Naura, dan Quin pergi meninggalkan Noura, Mutia, Salsa dan Klara di kelas menuju perpustakaan.
Salsa: “ He lo itu cuman murid baru di sini jadi jangan cari-cari perhatian deh”.
Noura: “ Tapi aku tidak mencari perhatian”.
Klara: “ Lo ini udah berani ngebantah sama kita”.\
Noura: “ Ta..ta..tapi”
Klara: “ Lo ini yah (menampar Noura) Salsa: “ Rasain lo”.
Wali kelas yang tak sengaja lewat didepan kelas melihat seluruh kejadianpembully-an yang dilakukan oleh Mauren dan teman-temannya.
Rani: “ Kalian bertiga, apa yang kalian lakukan kepada Noura?”
Mutia, Salsa, dan Klara: “ Hhhmmm… kami tidak melakukan apa-apa!”
Rani: “ Apa kalian membully Noura? Mutia, Salsa, Klara. Sepulang sekolah kalian semua harus temui Ibu di ruang kepala sekolah!”
Bel akhir sekolah telah berbunyi. Mutia dan teman-temannya segera menuju keruang kepala sekolah. Guru BK yang berada di depan ruang kepala sekolah memanggil mereka
Tari: “ Hei, kalian yang namanya Mutia, Salsa dan Klara kan? Cepat masuk kalian sudah di tunggu di ruang kepala sekolah”.
Klara: “ Iya Bu”.
Mutia, Klara dan Salsa: “ Assalamualaikum”.
Tami: “ Walaikumsalam”. Akhirnya kalian datang, silakan duduk. (sambil menunjuk kearah dua kursi di depannya)
Sekarang mereka bertiga bisa dengan jelas melihat bahwa orang yang ada dalam ruangan itu tak hanya kepala sekolah, guru BK dan Wali Kelas mereka tetapi ada Naura, Quin, Adiba dan Noura.
Tami: “ Apakah benar kalian membully Noura? Kenapa?
Mutia, Klara dan Salsa terdiam sambil menundukkan kepalanya.
Rani: “ Kenapa kalian membully? Apa karena ia mempunyai masalah denganmu? Atau apa?
(sedikit mengeraskan suaranya.) Salsa: “ kami cuman bercanda”.
Naura: “ Cuman bercanda, kalian pernah mendorongnya sampai terjatuh”.
Tami: “ Apa sampai terjatuh, kalian sangat keterlaluan”.
Rani: “ Kenapa kalian melakukan itu Mutia, Klara, Salsa?”
Tami: “ Kalian harus meminta maaf kepada Noura”.
Mutia, Klara dan Salsa: … (mengangguk)
Tami: “ Nak Noura Ibu harap kamu bisa memaafkan semua perbuatan mereka bertiga”.
Mutia: “ Iya maaf kan kami karena sudah kasar kama kamu, setelah kejadian ini aku harap aku dan teman-temanku bisa berteman baik.”
Noura:” Iya aku maafin kok kalian bertiga”.
Naura: “ Gitu dong Mut, dari dulu kek. Minta maafnya kan enak dilihat”.
Quin:” Sekarang, udah deh kalian jangan ngebully orang lagi pertemanan itu kan indah”.
Setelah kejadian itu, Mutia, Klara dan Salsa berteman dengan Noura. Mereka bertiga belajar bahwa tak baik membeda-bedakan orang dan membullynya.