Pendahuluan
Definisi penyakit Kusta
Penyakit kusta yang dikenal dengan nama kusta atau penyakit Hansen merupakan penyakit yang menyerang kulit dan menimbulkan luka pada kulit; Kusta merupakan penyakit menular kronis yang menimbulkan luka dan peradangan pada kulit yang berbeda dengan kulit sehat serta menyebabkan kerusakan saraf pada lengan dan tungkai sehingga mengakibatkan tangan dan kaki dimutilasi.
Penyebab / Etiologi penyakit Kusta
Klasifikasi Kusta
Sumber dan cara penularan penyakit Kusta
Tanda-tanda penyakit Kusta
Gejala penyakit Kusta
Penyakit kusta jenis ini ditandai dengan beberapa lesi yang tampak datar dan terkadang sembuh dengan sendirinya, namun dapat berkembang menjadi jenis kusta yang lebih parah. Kusta garis tengah bisa sembuh, menetap, atau berkembang menjadi jenis kusta yang lebih parah (lebih buruk).
Pemeriksaan Klinis
Perhatikan kemungkinan bercak (makula), bintil (nodul) jaringan perut, kulit berkerut dan kemungkinan penebalan kulit. Periksa dengan ujung kapas yang diarahkan tegak lurus pada dugaan kelainan kulit.
Pengobatan Penyakit Kusta
- Regimen Pengobatan MDT
Surveilans ini dapat dilakukan pada penderita kusta, baik rawat inap maupun rawat jalan, dengan berbagai bentuk penyakit kusta. Surveilans penyakit kusta pada kelompok yang salah satu anggota kelompoknya sakit dan beresiko berat merupakan observasi yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan terhadap setiap orang.
Sediaan dan Sifat Obat
Faktor Risiko, Pencetus dan Pendorong
Definisi Faktor Risiko kejadian Kusta
Faktor risiko mempunyai definisi tersendiri, yaitu ciri-ciri, tanda atau kumpulan gejala suatu penyakit yang diderita seseorang dan secara statistik berhubungan dengan peningkatan kejadian kasus baru berikutnya (beberapa individu lain dalam suatu kelompok masyarakat). Faktor risiko atau faktor risiko adalah hal atau variabel yang berhubungan dengan meningkatnya suatu risiko, dalam hal ini penyakit tertentu. Faktor risiko disebut juga faktor penentu, yaitu menentukan besarnya peluang seseorang yang sehat untuk jatuh sakit.
Faktor risiko adalah karakteristik, kebiasaan, tanda atau gejala yang ada pada seseorang atau populasi sebelum terserang suatu penyakit. Namun secara ilmiah faktor risiko mempunyai definisi tersendiri, yaitu ciri-ciri, tanda atau kumpulan gejala suatu penyakit yang diderita oleh suatu individu, yang secara statistik berhubungan dengan peningkatan terjadinya kasus baru berikutnya (beberapa individu lain dalam suatu komunitas). kelompok Setiap faktor risiko mempunyai korelasi namun korelasi tersebut tidak dapat membuktikan hukum sebab akibat yang mungkin timbul.
Menegakkan diagnosis berarti mendukung proses diagnosis. Setiap faktor risiko mempunyai penanda risiko, suatu variabel yang secara kuantitatif berhubungan dengan penyakit.
Faktor Risiko dan Pencetus Sebelum Kejadian
Pengetahuan yang baik diharapkan akan menghasilkan kemampuan seseorang dalam mengetahui gejala, cara penularan penyakit kusta, dan cara pengobatannya. Penyakit kusta yang bertahan lama pada suhu ruangan dapat meningkatkan risiko penularan kusta antar anggota keluarga yang menderita kusta. Kebanyakan penelitian melaporkan distribusi penyakit kusta berdasarkan umur berdasarkan prevalensi, hanya sedikit yang berdasarkan kejadian karena waktu timbulnya penyakit sangat sulit diketahui.
Pemicu kusta merupakan faktor risiko yang sering kambuh dan memicu terjadinya infeksi kusta. Seperti kontak langsung yang berulang dan berkepanjangan dengan penderita kusta saat berinteraksi (komunikasi), kondisi fisik yang rentan, tidak memakai masker saat berbicara dengan penderita kusta. Faktor predisposisi penyakit kusta adalah faktor yang mengurangi atau mencegah infeksi atau mencegah keparahan atau kekambuhan penyakit kusta.
Upaya Pencegahan (Diagnosis dini dan pengobatan segera) Periksakan anggota keluarga dan anggota terdekat lainnya yang tinggal bersama atau pernah kontak lama dengan penderita kusta secara rutin dan berkala untuk memperhatikan keluhan, tanda, gejala dan risiko penularan penyakit kusta.
Riwayat Alamiah Penyakit Kusta
- Tahap Prepatogenesis Penyakit Kusta
- Tahap Prepatogenesis Tahap Dini Penyakit Kusta
- Tahap Patogenesis Tahap Lanjut Penyakit Kusta
- Tahap Pasca Patogenesis
Surveilans epidemiologi penyakit kusta adalah pengamatan secara sistematik dan berkesinambungan terhadap seluruh faktor penyebab terjadinya dan penyebaran penyakit kusta serta gangguan kesehatan yang ditimbulkannya, sehingga upaya pencegahan, pengobatan, dan pengendalian dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan tepat sasaran. Surveilans terhadap penderita kusta risiko berat terdiri dari pengamatan secara sistematik dan berkesinambungan terhadap seluruh faktor yang menyebabkan keparahan atau komplikasi dan penyebaran penyakit kusta ke bagian tubuh lain, serta gangguan kesehatan yang ditimbulkan oleh penderita kusta yang tinggal di daerah berisiko, sehingga bahwa mereka Suatu upaya dilakukan untuk mencegah keparahan dan komplikasi serta menanganinya dengan cepat, akurat dan tepat sasaran. Surveilans terhadap penderita kusta berisiko kambuh adalah pengamatan secara sistematik dan berkesinambungan terhadap seluruh faktor penyebab terjadinya penyakit kusta dan gangguan kesehatan yang dialami penderita kusta yang sedang menjalani pengobatan, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan kekambuhan dan segera diatasi agar dapat terkendali. tepat dan fokus.
Surveilans ini dapat dilakukan terhadap pasien kusta, baik rawat inap maupun rawat jalan, dengan berbagai bentuk kusta selama masa pengobatan yang tidak teratur atau tidak berhasil. Surveilans ini dilakukan terhadap keluarga penderita kusta, baik yang menjalani pengobatan rawat inap maupun rawat jalan untuk berbagai bentuk penyakit kusta. Surveilans terhadap anggota keluarga penderita kusta yang beresiko kambuh adalah pengamatan secara sistematik dan terus menerus terhadap semua faktor yang menyebabkan terjadinya kekambuhan dan penyebaran penyakit kusta pada anggota keluarga dimana salah satu atau lebih anggota keluarga menderita kusta karier, sehingga keluarga dapat upaya fokus untuk mencegah terulangnya kembali dan mengendalikannya dengan cepat, akurat dan terarah.
Surveilans ini dilakukan pada rumah tangga yang mempunyai satu atau lebih anggota keluarga penderita kusta yang sedang menjalani rawat jalan untuk berbagai jenis kusta. Surveilans penyakit kusta pada kelompok yang salah satu anggota kelompoknya sakit dan berisiko mengalami keparahan adalah pengamatan secara sistematik dan berkesinambungan terhadap semua faktor yang menyebabkan beratnya penyakit kusta pada satu atau lebih anggota kelompok penderita kusta yang tidak rutin melanjutkan pengobatan secara rutin. . dan berisiko parah sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian keparahan secara cepat, tepat dan tepat sasaran. Surveilans kusta pada kelompok risiko kekambuhan adalah pengamatan secara sistematik dan terus-menerus terhadap seluruh faktor yang berkontribusi terhadap beratnya penyakit kusta pada satu atau lebih anggota kelompok penderita kusta yang telah menghentikan pengobatan dan berisiko kambuh, sehingga dapat dilakukan upaya dilakukan untuk mencegah terulangnya kembali dan mengendalikannya dengan cepat, tepat dan tepat sasaran.
Upaya Pencegahan Penyakit Kusta
Klasifikasi dan Jenis Pencegahan Penyakit Kusta
Mencegah keparahan (keadaan sakit) agar tidak menjadi serius atau menimbulkan komplikasi dengan diagnosis dini dan pengobatan yang cepat serta pembatasan kecacatan. Pencegahan kekambuhan (penyakit dan penghentian pengobatan) agar tidak terulang kembali pada masa rehabilitasi.
Pencegahan Sebelum Sakit (Kondisi Sehat) Agar
Perlindungan khusus dapat diberikan dengan pemberian imunisasi Bacillus Calmette Guerin (BCG), terutama pada orang yang mempunyai kontak serumah dengan penderita kusta. Namun hal ini tidak disarankan karena pasien yang sudah mendapat pengobatan tidak akan menularkan penyakitnya kepada orang lain. Pengobatan Melalui pengobatan, orang yang sakit diberikan obat-obatan yang dapat membunuh kuman penyakit kusta, sehingga dengan pengobatan tersebut akan memutus mata rantai penularan, menyembuhkan penyakit orang yang sakit dan mencegah terjadinya kecacatan atau mencegah bertambahnya kecacatan yang sudah ada sebelum pengobatan.
Dengan memusnahkan bakteri tersebut, maka sumber penularan dari orang sakit, terutama tipe MB, ke orang lain pun terputus. Apabila penderita kusta tidak rutin minum obat, bakteri kusta dapat aktif kembali sehingga menimbulkan gejala baru pada kulit dan saraf yang dapat memperburuk keadaan (Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2006: 71). Pengobatan penyakit kusta bertujuan untuk membunuh kuman penyakit kusta sehingga tidak mampu merusak jaringan tubuh dan gejala penyakit menjadi kurang aktif hingga akhirnya hilang.
Apabila bakteri tersebut dimusnahkan maka sumber penularan dari orang sakit, khususnya tipe MB, ke orang lain terputus (Depkes RI, 2007: 73).
Regimen Pengobatan MDT
Orang lain tidak akan mengetahui bahwa ia pernah menderita penyakit kusta (Hugh Cross dan Margaret Mahato, 2006:2). Masuk kembali setelah default adalah pasien yang kembali setelah dinyatakan default (baik PB maupun MB). Pemindahan (pindah): harus disertai surat rujukan yang memuat catatan pengobatan yang diterima sampai saat itu.
Sediaan dan Sifat Obat
Tuberkulosis: Jika anak menderita tuberkulosis (TB) dan kusta, pengobatan anti tuberkulosis dan MDT dapat diberikan bersamaan dengan dosis tuberkulosis. Bagi penderita TBC yang menderita kusta tipe PB, pengobatan kusta cukup ditambah dengan DDS 100 mg, karena rifampisin sudah diperoleh dari obat TBC. Bagi penderita TBC yang menderita kusta tipe MB, pengobatan kusta dengan DDS dan Lampren sudah cukup karena rifampisin diperoleh dari obat TBC.
Bagi penderita PB yang alergi terhadap DDS, DDS diganti dengan lampren dengan dosis dan masa pengobatan yang sama.
Pencegahan Keparahan Penyakit pada Penderita
Surveilans kusta pada orang berisiko penyakit merupakan pengamatan sistematis dan berkesinambungan terhadap seluruh faktor penyebab terjadinya dan penyebaran penyakit kusta, serta gangguan kesehatan yang ditimbulkan oleh orang berisiko yang tinggal di daerah rentan dan berinteraksi dengan pembawa penyakit kusta. bahwa upaya dapat dilakukan untuk mencegah rasa sakit dan memberantasnya dengan cepat, tepat dan tepat sasaran. Salah satu cara untuk memantau dan mengevaluasi adalah dengan memiliki peta kendali risiko keparahan atau komplikasi penyakit kusta. Surveilans penyakit kusta pada anggota keluarga yang berisiko tertular penyakit merupakan pengamatan secara sistematik dan berkesinambungan terhadap seluruh faktor penyebab terjadinya dan penyebaran penyakit kusta, serta gangguan kesehatan yang ditimbulkan oleh anggota keluarga yang salah satu atau lebih anggota keluarganya merupakan pembawa penyakit kusta. sehingga dapat dilakukan upaya untuk mencegah nyeri, segera mengobati dan memberantasnya dengan cepat, tepat dan tepat sasaran.
Surveilans kusta pada kelompok dimana salah satu anggota kelompoknya sakit dan beresiko menularkan anggota kelompok yang lain merupakan pengamatan yang sistematik dan berkesinambungan terhadap seluruh faktor yang berkontribusi terhadap penularan dan penyebaran penyakit kusta pada anggota kelompok dimana satu atau lebih anggota kelompok tersebut berada. kelompok penderita pembawa penyakit Kusta sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut secara cepat, tepat dan tepat sasaran. Pengawasan ini dilakukan secara berkelompok (di lingkungan pendidikan seperti PAUD, TK, SD, SMP, SMA, atau perguruan tinggi yang salah satu siswanya menderita kusta, atau di tempat kerja yang salah satu pegawainya menderita kusta dan putus sekolah. sekolah Dengan pelayanan kesehatan sebagai sektor utama dalam pengendalian nyeri, keparahan dan kekambuhan masalah kusta.
Deskripsi faktor yang berhubungan dengan penyakit kusta di Pulau Barrang Lompo dan Pulau Lumu-Lumu Kota Makassar.