• Tidak ada hasil yang ditemukan

Niewenhuis tentang pokok pokok hk perikatan

N/A
N/A
olive

Academic year: 2024

Membagikan "Niewenhuis tentang pokok pokok hk perikatan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Perikatan pengantar 1 feb 22

Niewenhuis tentang pokok pokok hk perikatan, buku ajar bu Leonora pak ghansam (buku ajar hukum perikatan)

The history of indonesian civil code (b.w.) Corpus iuris civilis (roman civil law/6th century) Code civil (France/1807)

Burgerlijk wetboek (the Netherlands/1838)

Burgerlijk wetboek Indonesia (1848-concordance principle) based on state gazette no. 1847- 37, applicable since January 1848

Perikatan membahas mengenai perjanjian (Buku ke 3 bw tentang perikatan)

Bw tidak berlaku secara utuh lagi (parsial ada bagian dari bw yg tidak berlaku lagi) karena sudah ada uu khusus.

Property law (vermogensrecht)

Buku 3 tentang perikatan itu tidak bisa dipisahkan dan memiliki hubungan yang sangat kuat dengan buku 2 yaitu benda. Mereka saling berkaitan karena sama sama di bidang hukum harta kekayaan (vermogensrecht)

Istilah

1. Perikatan (subekti, sudikno), tidak ada definisi di dalam bw buku 3. Perikatan menurut subekti adalah Hubungan hk antara 2 pihak atau 2 orang yg mana yg pihak satu ia berhak menuntut sesuatu ke pihak lain yg berkewajiban untuk memenuhinya di lapangan hukum harta kekayaan

2. Perutangan (sri soedewi) 3. Verbintenis (Bahasa belanda) Obligations

Definition Subekti :

“Hubungan hukum di bidang lapangan harta kekayaan antara dua pihak yang menimbulkan hak (kreditor) dan kewajiban (debitor) atas suatu prestasi”

“Legal relationship between two parties, of which one party has the right to demand something from the other parties who are obliged to fulfill it”

Jadi harus bisa membedakan hubungan hukum di harta kekayaan atau perjanjian di sehari- hari saja.

Unsur-unsur perikatan :

- Ada hubungan hukum (bedakan dengan hubungan dalam pergaulan sehari-hari) - Ada 2 pihak

- Kreditor : pihak yang berhak atas prestasi (yg punya hak atas prestasi)

- Debitor : pihak yang wajib melaksanakan prestasi (wajib memenuhi prestasi) - Hak dan kewajiban

(2)

- Prestasi Sumber perikatan

- Pasal 1233 BW, perikatan muncul tdk hanya karena perjanjian saja tetapi bisa juga bersumber dari UU.

1. Kontrak (perjanjian)

Contohnya kontrak jual beli, konstruksi pembangunan, (jd timbul hak dan kewajiban yg harus dipenuhi)

2. Hukum (UU)

1. Simply laws (semata-mata uu saja), contohnya kewajiban orang tua terhadap anak (di uu perkawinan) sehingga timbul perikatan

2. Due to human actions (perbuatan manusia)

1. Rechtmatig (lawful acts/menurut hukum) (Pasal 1354), contohnya secara sukarela mewakili suatu pihak maka telah melakukan perikatan secara sukarela yg mana kita wajib menyelesaikan tindakan secara sukarela tadi.

2. Onrechtmatig (unlawful acts/pmh atau melanggar hukum) (Pasal 1365), contohnya menabrak orang yang sedang menyebrang di zebracross (si pelaku harus bertanggung jawab memberikan ganti rugi)

Kapan debitur dapat mendalilkan overmacht?

1. Pemenuhan harus tercegah -> pasal 1245 B.W.

2. Pencegahan tsb tidak dapat dipertanggungjawabkan kpd debitur -> pasal 1244 B.W.

Ad. 1. Kapan terdapat pencegahan pemenuhan -> lihat pasal 1444 B.W.

Ad. 2. -> lihat 1235 B.W.

Perjanjian obligatur ada perjanjian yg harus dilaksanakan

Referensi

Dokumen terkait

Hukum Perikatan Defenisi 4 unsur: Hubungan hukum Kekayaan Pihak pihak prestasi.. Hukum meletakkan hak pada 1 pihak dan kewajiban pada

Perikatan adalah hubungan hukum antara dua pihak di dalam lapangan harta kekayaan, dimana pihak yang satu (kreditur) berhak atas prestasi dan pihak yang lain (debitur)

“Kedudukan Kreditor Atas Hak Tagih Dalam Hal Debitor Perseroan Terbatas Dibubarkan Akibat Kepailitan.” Penulisan Skripsi ini merupakan kewajiban dari mahasiswa/i

Perjanjian obligator adalah perjanjian yang menimbulkan perikatan, artinya sejak terjadinya perjanjian timbullah hak dan kewajiban pihak-.. Untuk berpindahnya hak milik atas

Hukum Waris adalah hukum yang mengatur proses pemindahan hak dan kewajiban, baik dalam bentuk harta kekayaan yang dapat dilihat maupun harta kekayaan yang tidak

Berdasarkan pengertian dari Subekti, maka dalam suatu perikatan akan menimbulkan prestasi (kewajiban) dan kontraprestasi (hak). Prestasi adalah kewajiban yang

Menurut ilmu pengetahuan Hukum Perdata, pengertian perikatan adalah suatu hubungan dalam lapangan harta kekayaan antara dua orang atau lebih dimana pihak yang satu berhak atas

Hartono Soeprapto berpendapat bahwa Jaminan adalah “sesuatu yang diberikan kepada Kreditor untuk menimbulkan keyakinan bahwa debitor akan memenuhi kewajiban yang dapat dinilai dengan