PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Pengembanga
Manfaat Produk yang Dikembangkan
LKPD berbasis pemecahan masalah matematis dapat dijadikan salah satu pilihan bagi guru dalam pelaksanaan pembelajaran matematika, salah satunya pada kelas VIII bab bangun datar sisi datar ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Dengan menggunakan LKPD berbasis pemecahan masalah matematis diharapkan dapat tercipta pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Spesifikasi Produk yang Dikembangkan
LANDASAN TEORI
Bahan Ajar
Bahan pembelajaran dapat berbentuk cetak maupun non cetak, bahan pembelajaran cetak yang sering kita temui adalah buku, modul, lembar kerja siswa (SWP) dan foto atau gambar, sedangkan bahan pembelajaran non cetak berupa audio misalnya video, kaset dan film. .26 Jenis bahan pembelajaran dapat dibedakan berdasarkan bentuk, cara kerja, sifat dan substansi (isi materi) bahan pembelajaran. 27 Bahan pembelajaran juga dapat dikelompokkan menjadi empat, seperti bahan pembelajaran cetak, bahan pembelajaran audio, bahan pembelajaran untuk tampilan visual (audio visual) dan bahan pembelajaran interaktif.28 Berdasarkan beberapa jenis bahan pembelajaran di atas, dapat disimpulkan bahwa jenis bahan pembelajaran dapat dibedakan menjadi bahan pembelajaran cetak seperti buku, foto, brosur. , bahan pembelajaran audio seperti kaset, radio, bahan pembelajaran audio visual seperti video gambar, film dan bahan pembelajaran interaktif berupa CD interaktif.
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Bahan ajar LKPD dapat dikatakan bermutu apabila memenuhi aspek kesesuaian sebagai berikut: kesesuaian isi/materi, kesesuaian penyajian, kesesuaian bahasa, dan kesesuaian desain grafis.34. 2 (Keterampilan Siswa Bulan November.37) Dalam penelitian ini tes hasil belajar siswa digunakan untuk menilai ketercapaian tujuan penggunaan LKPD sebagai bahan ajar untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Pemecahan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, model Pemecahan Masalah Polya melibatkan empat tahapan pemecahan masalah, yaitu memahami masalah, mengembangkan rencana, melaksanakan rencana, dan meninjau.44. Siswa dapat membuat rencana pemecahan masalah yang baik apabila strategi pemecahan masalah tersebut sesuai dengan pemikirannya.
Materi Bangun Ruang Sisi Datar
Kajian Studi yang Relevan
Penelitian mengenai pengembangan LKPD berbasis pemecahan masalah ini bukanlah yang pertama, namun sudah ada penelitian-penelitian sebelumnya yang melakukan penelitian yang sama. Penelitian yang akan dilakukan peneliti dapat bersifat melanjutkan, menyempurnakan atau meneliti apa yang belum diteliti. Pengembangan modul matematika berbasis pemecahan masalah model polia memperoleh skor rata-rata 3,18 dari ahli materi sesuai kriteria.
50 Vera Rosalina Bulu dan Roswita Lioba Nahak, “Pengembangan Buku Ajar Matematika Dasar untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Matematika,” Jurnal Pendidikan. Berdasarkan pemaparan beberapa hasil penelitian yang relevan di atas, maka kepentingan penelitian yang akan peneliti lakukan adalah penelitian pengembangan materi pembelajaran berbasis pemecahan masalah dengan metode penelitian ADDIE dengan mengembangkan LKPD yang memenuhi kriteria evaluasi valid, praktis. dan efektif untuk dijadikan bahan ajar siswa dalam pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian yang akan peneliti lakukan merupakan penelitian baru diantara penelitian-penelitian yang relevan diatas, karena penelitian ini ditujukan kepada siswa kelas VIII gimnasium.
Kerangka Berfikir
METODE PENELITIAN
- Prosedur Pengembangan
- Desain Uji Coba Produk
- Desain Uji Coba Produk
- Subjek Uji Coba
- Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Oleh karena itu dengan adanya analisis kebutuhan ini ditemukan perlunya pengembangan bahan pembelajaran berupa LKPD yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa dalam memecahkan masalah. Produk yang dikembangkan pada tahap ini adalah materi pembelajaran berupa LKPD berbasis pemecahan masalah matematika. Hasil yang diperoleh dari analisis media pembelajaran adalah bahan ajar yang disediakan sekolah belum maksimal dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.
Apabila tahap analisis telah selesai, selanjutnya dilanjutkan ke tahap perancangan, produk yang dikembangkan adalah LKPD berbasis pemecahan masalah matematika. Alat penilaian ini digunakan untuk melihat validitas, penerapan praktis dan menilai efektivitas LKPD dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. “Pengembangan Bahan Ajar Matematika Berbasis Masalah yang Menargetkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika dan Prestasi Belajar Siswa.” Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia.
HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
Hasil Analisis
Hasil analisis kebutuhan diperoleh melalui wawancara kepada guru matematika kelas VIII SMP N 1 Bumi Agung dan pemberian angket analisis kebutuhan siswa kepada siswa kelas VIII. Berdasarkan wawancara yang dilakukan, terlihat bahwa sebagian besar siswa masih memiliki kemampuan pemecahan masalah yang tergolong rendah. Peneliti sebelumnya juga melakukan tes soal kepada siswa untuk mengetahui tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa dan hasil yang diperoleh dari siswa menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang tingkat kemampuan pemecahan masalahnya dibawah 50%.
Berdasarkan uraian analisis kebutuhan siswa di atas, maka peneliti akan melakukan penelitian dan pengembangan produk berbasis pemecahan masalah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Analisis media pembelajaran untuk mengetahui sumber belajar apa saja yang digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan dan media pembelajaran yang diperoleh, peneliti mengembangkan media pembelajaran berupa LKPD berbasis pemecahan masalah untuk memfasilitasi kebutuhan siswa dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis.
Hasil Desain (Design)
Berdasarkan waktu pelaksanaan LKPD di sekolah pada semester genap, materi yang dipilih untuk digunakan dalam pengembangan LKPD adalah konstruksi sisi datar. Materi bangun datar bersisi datar meliputi luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma, dan limas. Isi LKPD berbasis pemecahan masalah model Polya memberikan kegiatan pemecahan masalah dengan menggunakan tahapan-tahapan pemecahan masalah model Polya, yaitu memahami masalah, merencanakan strategi penyelesaian, melaksanakan strategi penyelesaian, dan memeriksa kembali tanggapan yang diterima.
Instrumen Validitas LKPD diberikan kepada beberapa ahli untuk memberikan penilaian terhadap produk LKPD yang dikembangkan, layak atau tidaknya digunakan dalam pembelajaran siswa. Alat praktikum LKPD diberikan kepada guru dan siswa mata pelajaran matematika dengan cara memberikan angket respon LKPD yang menanyakan apakah produk yang dibuat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran dan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Instrumen penilaian efektivitas LKPD dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis diberikan kepada siswa dengan cara memberikan soal tes setelah melakukan tes pembelajaran dimana LKPD tersebut dibuat. Berdasarkan hasil tes tersebut, nilai persentase ketuntasan siswa memenuhi kriteria efektif dan mengalami peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Hasil Pengembangan (Development)
Ulasan dari validator ahli materi dan ahli media menjadi acuan penyempurnaan produk agar layak digunakan dalam pembelajaran siswa. Media pembelajaran yang dirancang dan dikembangkan disediakan kepada tim validator yang terdiri dari validator ahli materi dan validator ahli media. Masukan atau saran yang diberikan ahli materi untuk penyempurnaan LKPD sebelum digunakan pada saat uji lapangan adalah sebagai berikut.
Kriteria Sangat Valid Berdasarkan Tabel 4.3, hasil data dari validator ahli materi diperoleh hasil sebagai berikut: Pada aspek ukuran LKPD persentase nilai observasi sebesar 100% sesuai kriteria. Masukan atau saran dari validator ahli materi dan hasil auditnya disajikan pada tabel berikut. Berdasarkan Tabel 4.4, revisi LKPD telah sesuai dengan masukan dan saran validator ahli materi.
Hasil Implementasi (Implementation)
Berdasarkan analisis angket respon siswa pada Tabel 4.5, aspek kualitas isi memperoleh persentase skor angket respon siswa sebesar 94,22%. Berdasarkan tanggapan siswa di atas, maka produk LKPD yang dikembangkan sangat praktis digunakan siswa sebagai bahan ajar. Berdasarkan analisis angket respon guru pada Tabel 4.6, persentase skor angket respon guru ditinjau dari kualitas isi adalah 70% dengan kriteria “cukup praktis”. Pada aspek penentuan cakupan diperoleh persentase skor angket sebesar 80% dengan kriteria “praktis”, pada aspek pemecahan masalah diperoleh skor persentase. angket respon guru sebesar 80% dengan kriteria “praktis”, pada aspek penampilan persentase skor angket respon guru sebesar 80% dengan kriteria kriteria “praktis”, dan pada aspek kebahasaan persentase skor angket respon guru sebesar 80% dengan kriteria kriteria “praktis”, dan pada aspek kebahasaan persentase skor angket respon guru sebesar guru 80%.
Dari jawaban guru di atas dapat disimpulkan bahwa produk LKPD yang dikembangkan praktis digunakan oleh siswa sebagai bahan ajar. Nilai respon siswa pada uji coba lapangan mencapai persentase 95,66% dengan kriteria sangat praktis. Uji keefektifan dilakukan dengan memberikan tes kepada siswa setelah pembelajaran menggunakan LKPD dan mencapai tingkat ketuntasan sebesar 86,67% dengan kriteria sangat efektif dan juga termasuk kriteria peningkatan besar dalam kemampuan pemecahan masalah.
Hasil Evaluasi (Evaluation)
Persentase ketuntasan menunjukkan 86,67% dan dilihat dari rentang tingkat kinerja menunjukkan kriteria sangat efektif/jauh meningkat. Produk pengembangan yang dilakukan peneliti memperoleh nilai sangat praktis dan sangat efektif sehingga produk yang dikembangkan dalam bentuk LKPD berbasis penyelesaian masalah matematika siswa baik untuk digunakan sebagai bahan pembelajaran ketika siswa belajar di kelas. Kelemahan LKPD pembelajaran ini adalah materinya hanya terfokus pada satu materi, sehingga LKPD ini hanya membantu siswa dalam memahami materi pada bentuk halaman datar.
Diharapkan kedepannya selalu ada pemutakhiran materi pembelajaran siswa berupa LKPD dengan materi lainnya.
Kajian Produk Akhir
Pada tahap ini produk yang telah dibuat dan divalidasi oleh para ahli dapat diujicobakan kepada siswa. Selain itu pada tahap ini akan diperoleh beberapa hasil evaluasi dari siswa dan guru yaitu kepraktisan dan keefektifan produk yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis. Nilai kepraktisan diperoleh dari angket respon siswa dan angket respon guru pada LKPD yang dibuat.
LKPD yang dihasilkan dalam penelitian ini ternyata cocok berdasarkan penilaian para ahli untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran. Bahan ajar LKPD yang dihasilkan praktis digunakan sebagai bahan ajar bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis keefektifan siswa pada tes soal berbasis pemecahan masalah dengan menggunakan model penyelesaian Polya yaitu memahami masalah, merencanakan strategi penyelesaian, melaksanakan strategi penyelesaian dan memeriksa kembali.
Keterbatasan Penelitian
LKPD ini dikembangkan dengan menggunakan model ADDIE sehingga menghasilkan produk LKPD berbasis pemecahan masalah untuk siswa kelas VIII SMP. Adhyan, Amelia Rahmah dan Sutirna, “Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa MTS pada Materi Himpunan”, Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif. Bulu, Vera Rosalina dan Roswita Lioba Nahak, “Pengembangan Buku Ajar Matematika Dasar untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika,” Jurnal Pendidikan No.
Pembelajaran Matematika dengan Metode Penemuan Terbimbing untuk Meningkatkan Representasi Matematis dan Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa SMP”, Jurnal Penelitian Pendidikan, No. 5 Menurut Anda, apakah sebaiknya membuat atau mengembangkan bahan ajar baru seperti LKPD yang berbasis pemecahan masalah? Hal ini diperlukan karena dengan adanya LKPD berbasis pemecahan masalah dapat membantu siswa dalam proses pembelajaran, dan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.
SIMPULAN DAN SARAN
Saran
Produk LKPD berbasis pemecahan masalah yang dikembangkan masih mempunyai banyak kekurangan baik dari segi tampilan maupun isi sebagai bahan pembelajaran bagi siswa. Pengembangan LKPD berbasis pemecahan masalah diharapkan dapat lebih meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa serta membantu siswa memahami konsep materi dan menyelesaikan masalah matematika, sehingga siswa akan mencapai hasil yang maksimal di kemudian hari setelah menggunakan LKPD sebagai bahan pembelajaran. dalam pendidikan. sedang belajar. Anggoro, Bambang Sri, “Pengembangan Modul Matematika dengan Strategi Pemecahan Masalah untuk Mengukur Tingkat Berpikir Kreatif Matematis Siswa.” Jurnal Pendidikan Matematika No. 2 (6) 2015.
“Pengembangan LKPD dengan model pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa.” Jurnal Pendidikan Matematika. “Pengembangan Lembar Kerja Siswa Matematika (LKPD) Berbasis Model Pendidikan Matematika Realistik.” Jurnal Pendidikan FKIP UNMA. Silvia, Tira dan Sri Mulyani, “Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKPD) Berbasis Etnomatematika pada Garis dan Sudut”, Jurnal Hipotenusa.
Faktor penyebabnya adalah anak itu sendiri yang belum menguasai dasar perhitungan matematis dan juga bahan ajar yang digunakan saat ini belum maksimal dalam kemampuan pemecahan masalah siswa. Hasil tes awal soal matematika siswa adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa sebelum dilakukan pengembangan produk untuk mengetahui tipe siswa seperti apa yang perlu dikembangkan.